[FANFICT/FRELANCE] BFF – Part 1

Title : BFF – Chapter 01
Author : Shiaria
Genre : Friendship
Rating : T
Length : Chapter
Cast : ~ All member Boyfriend

  ~ Ham Eunjung

Other cast : ~ Jieun

  ~ Yongguk

  ~ Hagyoung

  ~ Jonghyun

Author Note: Hembt Annyoeng!! Aku nulis ff ini because pengen aja nulis ff . Ide dadakan yg lewat. Kalo terkesan gaje mohon di maklumi, masih penulis abal-abal. Oya readers “kalo ada yg baca” :peace* kasih komentar kalian habis baca ff ku ini, soalnya kalo kalian komentar buat aku semangat buat nulis ff alias ngelanjutin ni chapter1. Kalo bosen ya komentar aja bosen, aku bakalan ganti cerita kok. Hehehe sekian*

***

Valentine days

“Kwangmin-ah ini coklat untuk mu”

“Aku buat juga lho silahkan coba”

Banyak siswi yang mengerumuni Kwangmin di kantin sekolah dengan membawa coklat dalam kotak yang di hias semenarik mungkin. Mereka berharap white days nanti namja tampan ini membalasnya. Tetapi namja ini sama sekali tidak pernah melakukan itu. Kwangmin hanya membiarkan coklat yang di tujukan padanya tergeletak di atas meja.

***

                Seorang siswi bernama Eunjung berada di balik pintu kelasnya. Berulang kali ia berdiri dan kembali duduk di kursinya ia memegangi sekotak coklat berpita pink.

KREEEK

Yeoja itu terkejut seseorang yang dinantinya tiba-tiba memasuki kelas yang dimana hanya ia sendiri seorang sedari tadi.

“E..e.. Kwangmin-ah emm…” Yeoja itu memberanikan diri berdiri di hadapan namja yang ia suka dan menyodorkan sekotak coklat.

“Cih, wae? Hari ini banyak sekali yeoja yang kurang kerjaan! Berikan itu pada orang lain! Aku sama sekali tidak suka coklat pemberian mu!”

BRAKKK

Namja itu sengaja menjatuhkan sekotak coklat ke lantai. Kemudian meninggalkan kelasnya.

DUUP!

Eunjung mengambil sekotak coklatnya yang jatuh. Ia perlahan bangkit dan memegang erat kotak coklatnya. Ia melirik tong sampah di depannya dan hendak membuang kotak yang di pegangnya.

KREEEK!

Eunjung menghentikan niatnya. Namja yang tak lain kakak 6 menit Kwangmin berdiri di pintu. Ia mendapati bangku kosong.

“Eh yang lain kemana?”

“Sepertinya masih di kantin”

Youngmin hendak berjalan keluar dan yeoja berkaca mata ini menahannya dengan pertanyaan. “Ini untuk mu” Ia menyodorkan sekotak coklat.

“Em isinya apa?

“Coklat”

“Aih, aku alergi coklat!” Youngmin menunjukan mimic tidak suka dan beralih melihat koridor “Sebaiknya aku ke kantin saja” Namja itu bercalan cepat ke arah kantin.

DUUUK

Eunjung menutup pintu kelas dan berjalan menuju kantin. Di depan kelas 2-3 keluarlah namja yang ia tidak kenal. Daripada aku buang lebih baik jika…

“Em apa kau alergi coklat?”

“Eeeh kau bertanya pada ku?”

“Ne” Eunjung menyodorkan sekotak coklat pada namja yang bernama Minwoo

“Anii aku tidak punya alergi pada apapun”

“Ini untuk mu didalamnya coklat” Namja itu melihat kotak yang di berikan padanya

“Wae? Kau berikan ini pada ku?”

“Apa kau juga akan menolaknya?” Eunjung bersiap meninggalkan namja yang tampak ragu menerima coklat darinya.

“Eits tunggu, aku akan mencobanya” Namja itu merampas sekotak coklat dari yeoja yang tidak ia kenal. Segera ia mebuka kotak itu dan benar di dalamnya coklat dengan berbagai bentuk. Bintang, love, bunga, kotak, segitiga, segi lima, segi delapan, persegi, dan lingkaran. Minwoo mengambil coklat berbentuk bintang dan memakannya. Yummy~ rasanya vanilla manis.

“Eh btw…” namja itu baru sadar yeoja disampingnya telah berjalan menjauhinya.

“Hei kau eh siapa sih namamu? Hei gamsahamnida!” teriaknya.

“Apa yeoja itu sama sekali tidak mendengar ku?”

***

Eunjung sedikit terkejut ketika ia hendak berpapasan dengan namja yang sedang memantau keadaan kantin. Yeoja yang kerap kali di panggil hyung oleh para siswa. Ia menyembunyikan diri di balik dinding dan berpura-pura memainkan ponsel.

“Hyung!” seseorang mengalihkan pandangan Donghyun

“Hei what’s up?” Ia meninju pelan pundak Youngmin begitulah caranya ia menyapa siswa SMA Seungri

“Lihat Kwangmin-ah?”

“Tadi kulihat dia di kantin lalu katanya mau ke kelas, mungkin di kelas?”

“Dikelas juga tidak ada aku baru saja dari sana. Dan hanya bertemu seorang yeoja yang menawari ku coklat”

“Tanya yeoja itu saja?”

“Ah dia bilang di kantin. Saudara ku itu merepotkan saja!” keluh Youngmin

“Apa terjadi sesuatu?” Tanya Donghyun penasaran

“Guru Kang memanggilnya dan menyuruhnya bertemu di ruang guru”

“Huh lagi-lagi bermasalah dengan guru BK. Ne, jika aku bertemu dengannya akan ku giring dia ke hadapan guru Kang”

“Ne, gamsahamnida” Donghyun dan Youngmin berjalan berlawanan. Donghyun tetap berjalan lurus dia melirik ke belakang dan memutar tubuhnya.

“Eunjung-ah kau sedang apa?” Eunjung tidak siap di pergoki Donghyun

“Em a aa a ku sedang sedang sedang berdiri di sini…”

“…Aaa  ku sebentar lagi eh guru Kang akan masuk ke kelas ku” Ia melarikan diri sebelum namja itu bertanya lebih lanjut.

“Guru Kang? O iaya bukankah dia sekelas dengan Kwangmin?”

***

Eunjung sedikit terlambat memasuki kelasnya, teman-temannya sudah memasuki kelas Hyungsoeng berdiri di depan kelas dan Eunjung segera duduk di kursinya yang dekat dengan pintu. “Guys tugas sastra kali ini di kerjakan secara kelompok. Jumlah siswa 21 dan masing-masing kelompok minimal 2 orang dan maksimal 3 orang. Tentukan kalian ingin satu kelompok dengan siapa dan tulis dikertas ini.” Ia meletakkan selembar kertas di atas meja guru.

Kwangmin memasuki kelas. Eunjung melihatnya masuk dan menundukan kepala agar namja itu tak melihatnya. Kwangmin memang tidak melihatnya lebih tepatnya tidak memperdulikannya. “Ada apa?” tanya namja itu santai pada Hyungseong. “Kau akan satu kelompok dengan siapa?” tanya Hyungseong balik.

“Hei akukan sudah bilang apapun tugasnya jika di kerjakan kelompok jadikan aku partner mu!”

“Ne” jawab Hyunseong singkat. Kwangmin duduk dan merebahkan kepalanya di meja dekat jendela ia duduk paling belakang.

“Ne biar kulihat masing-masing telah mendapatkan partner bukan?” tanya Hyunseong seraya menghitung nama siswa yang telah tertulis. “Eits kok hanya 20?”

“Mian, aku belum menulis nama ku disitu” jawab Eunjung

“Oh kau akan satu kelompok dengan siapa?” tanya Hyunseong

“Aku akan mengerjakannya sendiri” Hyunsoeng terlihat tidak setuju dengan pernyataannya.

“Apa ada yang menginginkan Eunjung-ah bergabung?”

Krik Krik Krik suara jangkrik yang menjawab.

“Aigoo, Kwangmin-ah bagaimana jika kita bertiga dengannya?” Hyunseong mendapati Kwangmin merebahkan kepala diatas meja.

“Hei hei woiii?”

“Ne, ne… Kau kan ketua kelas aku ikuti saja kebijakan mu!” jawab Kwangmin pasrah. Siswa lain setuju dan Hyunseong menuliskan nama Eunjung di bawah baris kertas paling bawah. Eunjung lega karena ia tak akan sendirian lagi mengerjakan tugas kelompok.

***

Setelah pelajaran sastra selesai para siswa serentak meregangkan otot mereka. Eunjung hanya berdiri mengikuti siswa lain. Kwangmin keluar kelas tanpa seizing ketua kelas. Eunjung melihatnya berbelok ke kanan.

***

Kwangmin melewati kelas 2-3 ia melihat seorang siswa yang pura-pura menunduk dan membaca padahal tertidur.  Kwangmin membuka ponselnya dan menekan tombol panggil.

KRING…KRING…KRING…KRING

Kelas 2-3 mendadak gaduh. “Ponsel siapa itu?Bukankah sudah menjadi peraturan ponsel harus dimatikan saat kbm?”

Namja yang tadinya bermimpi indah berubah buruk setelah suara ponselnya membuatnya terbangun. Ia merogoh ponsel di saku celana dan mematikan ponselnya tanpa menyadari guru dan temannya melihat aksinya. Ia hendak meletakkan kepalanya di meja.

“Lee Jeongmin!!!” mata yang semula tertutup karena kantuk otomatis membuka dan menatap guru matematika berjalan kearahnya. “Ini sudah yang kedua kalinya! Hukuman mu di tambah! Menulis 1000 kalimat permintan maaf pada ku besok pagi serahkan pada ku! Sekarang berdiri di luar kelas!”

Namja yang bernama Lee Jeongmin ini keluar kelas dan tak lupa mengambil headphone dari lacinya.

“Hei Bro?! Dasar pikun, pikun itu jangan di pelihara! ckckck” Kwangmin keluar dari persembunyiannya. “Heh kau juga di hukum?” Kwangmin menggeleng dan menepuk bahu chingunya. “Hei tadi aku yang menelpon mu hehehe kau tidak marah kan?”

“Oh gwaenchana! Tapi kau harus membantu ku menulis 1000 kalimat!”

“Ne, bagaimana jikakita kea tap aku ingin menghirup udara segar” ajak Kwangmin.

***

                Guru Kang memasuki kelas 2-2 siswa-siswa segera memberi hormat. “Ketua kelas tolong bagikan beberapa buku diatas meja ku pada teman mu disini” Hyunseong segera menjalankan perintah guru yang terkenal angker alias seram alias menakutkan. “Jo Kwangmin!! Apa ada yang melihatnya?” Para siswa mengangkat bahu tidak tahu. “Hari ini siapa yang piket?” tanya guru Kang.

“Eunjung!!” jawab siswa serentak.

***

                Eunjung hanya pasrah di suruh mencari Kwangmin. Di setiap ruang ia cari UKS, kantin, halaman, lapangan, perpustakaan. Sepi. Ia mencoba mencari di gudang tetapi terkunci, lalu mencari di selokan. Terlalu bodoh jika ia ada disni pikirnya. Bukankah yang lebih bodoh orang yang mencarinya disana?

Ia memutuskan untuk ke atap tempat yang belum pernah ia injak. Dengan menaiki beberapa anak tangga ia sampai. Ternyata namja itu ada di sana sedang duduk santai sambil minum soda.

“Kwangmin-ah?” panggil Eunjung tetapi namja itu tidak menggubrisnya. “Siapa kau?” tanya jeongmin yang menatapnya dengan tatapan sinis. “Kwangmin-ah guru Kang memanggil mu Segeralah menemuinya! Jika tidak aku juga akan di hukum”

“Bro, pinjami aku headphone mu. Disini berisik sekali” Jeongmin menyerahkan headphone yang belum ia gunakan. Kwangmin menyambungkan mp3 dengan headphone di tangannya. Ia lebih memilih mendengar lagu dari pada mendengarkan ucapan seorang yeoja. Yeoja itu tersu saja memanggil namanya. Jeongmin cuek saja melihatnya bahkan menghabiskan soda yang baru ia beli di kantin.  Tiba-tiba Eunjung berlutut di depan mereka sambil menundukkan kepala memejamkan matanya.

“Kumohon temui guru Kang jika tidak aku aku aku aku akan…” dia mengangkat kepala dan membuka matanya.

“Loh? Kemana mereka?Cepat sekali mereka menghilang.”

***

Dukk!

Diruang music sudah berkumpul Donghyun, Hyungseong, dan member lain klub music.

“Sorry Bro, aku telat. Habis tadi di interogasi guru Kang!” Jeongmin tersengal-sengal setelah berlari dari lantai 3 ke lantai 1.

“Interogasi apa?” tanya Hyunseong

“Guru Kang mengira aku yang mengajaknya cabut dari kelasnya. Huh ini semua karena ia menuruti yeoja aneh itu!” gerutu Jeongmin.

“Yeoja itu? Itu siapa?” tanya Donghyun.

“Sepertinya teman sekelas Kwangmin berkacamata tebal dan rambutnya diikat dua seperti ini” Jeongmin memperagakan ciri-ciri yeoja yang ia maksud.

“Oh Eunjung?” jawab Donghyun dan Hyunseong hampir bersamaan.

“Kalian mengenalnya?” tanya Jeongmin heran.

“Dia teman sekelas ku” jawab Hyunseong. “Dia itu teman SMP ku dulu” jawab Donghyun.

“Mianhe, membuat kalian menunggu ini pesanan kalian 5 soda, 5 mie instan dan…” Minwoo menyela masuk lantas meletakkan beberapa pesanan di atas meja. Meja itu segera penuh dengan makanan. Setelah menerima uang Minwoo hendak pergi. “Eh apa ini? Sepertinya aku tidak memesannya?” Jeongmin mengangkat kotak bewarna pink. Minwoo berhenti sejenak dan meliriknya.

“Oh itu punya ku” jawab Minwoo seraya berusaha meraih kotak yang di jauhkan darinya.

“Isinya coklat? Wah benar coklat! Hei sesekali kau beri kami bonus! Biar ku coba satu” Jeongmin memakan coklat berbentuk lingkaran. Donghyun dan Hyunseong tidak ingin ketinggalan dan turut memakannya.

“Coklat ini apa kau juga menjualnya?” Minwoo merasa kecewa karena hanya baru memakan 1 coklat saja.

“Aanii, seorang yeoja yang memberikannya pada ku”

Hyunseong bersiap memasukan coklta ke dalam mulutnya. “Aaaaaa ish!” Kwangmin tiba-tiba masuk dan mencuri coklat terakhir yang tersisa dari Hyunseong. “Aku lapar, untuk ku saja” ucap Kwangmin tanpa dosa.

“Hei guru Kang menskors mu?” tanya Hyunseong.

“Ingin nya sih aku begitu” jawab Kwangmin bersiap melahap coklat curiannya.

“Huh gara-gara yeoja aneh itu, kaca mata tebal gaya rambut kuno…”

“Aaa ne yeoja itu” jawab Minwoo menyela ucapan Jeongmin.

“Eunjung?” Lagi-lagi Donghyun dan Hyunseong menjawab bersamaan.

Kwangmin tidak jadi memakan coklat yang sudah di depan bibirnya. Ia memasukan kembali coklat itu ke dalam kotak. Sebelum ia tutup di lihatnya coklat berbentuk love.

Ia teringat bahwa dulu pernah sangat berhemat hanya untuk membeli coklat berbentuk love. Ia juga mengingat menunggu di depan pagar sekolah sampai tengah malam hanya untuk memberikan coklat itu pada seseorang.

“Wah semuanya sudah berkumpul disini ya?” Youngmin memasuki ruangan dan melihat Kwangmin menutup sebuah kotak bewarna pink. Kwangmin menyerahkan kotak itu pada Minwoo lalu menyambar gitar listrik bersiap memainkannya.

“Oke kajja kita latihan dengan semangat walau pensi masih lama diadakannya!” seru Donghyun semangat. “Oke latihan sampai malam!” Seru yang lain. Merasa sudah tidak ada kepentingan Minwoo menutup pintu dan keluar ruangan.

***

Setelah Kbm di sekolah usai Minwoo mengganti seragamnya dengan seragam kerjanya. Lalu menaiki motor dengan mengangkut barang pesanan. Kali ini ia mengantar pesanan sayur. Berhentilah ia di sebuah minimarket. Tanpa melepas helm ia mengambil barang dalam box yang terpasang di motornya. “Silaehamnida, apa anda yang memesan sayur-sayur ini?” ia bertanya pada seorang yeoja yang sedang sibuk menata seseuatu. Ketika yeoja itu memperlihatkan wajahnya Minwoo sedikit terkejut. “Aaa kau?” Minwoo mengenal wajah yeoja itu.

“Ne, aku yang memesannya ini…”

“Aaa ne…” Ia menerima uang pas dari yeoja yang terlihat sedang sibuk. Ia hendak melangkah keluar “Aa soal coklat dari mu… gamsahamnida coklatnya enak. Apa kau yang membuatnya sendiri?” Ia bertanya pada yeoja yang ia lupa siapa namanya. Yeoja itu hanya mengangguk. Apa dia selama ini bekerja di mini market? pikirnya.

Minwoo segera menaiki motornya dan bergegas mengantar barang pesanan lain.

***

“Aku pulang” Hyunseong pulang ke rumahnya. Namun tidak di sambut dengan baik oleh ibunya. “Kemana saja kau dari tadi? Apa kau bermain music lagi? Bukankah sudah ku bilang jangan main music sebelum kau di terima di universitas Seoul?!” ocehan ibunya kali ini tidak ia dengar. Ia lantas memasuki kamarnya dan mengunci pintu. Terdengar samar suara ibunya. BraKK (Ia melempar tasnya ke lantai)

Ia mengambil beberpa buku dari rak bukunya lalu membolak-balikkan saja halaman bukunya hingga halaman terakhir. Ia menunduk lelah dan akhirnya merebahkan tubuhnya di kasur. “Appa dimana kau sekarang?” matanya berkaca-kaca ketika ia memandang langit-langit kamarnya.

***

“Hari ini kau berulah lagi dengan guru Kang?” tanya Youngmin sembari menutup pintu mobil. “Urus saja urusan mu!” Kwangmin membuka pintu rumah dan menutupnya segera walau Kakaknya masih berada di luar.

“Tuan muda, makan malam sudah siap apa…”Kwangmin melewati kepala pelayannya begitu saja.

BRAaAAKKkk!

“E ee E, huh, jantung ku” pelayan itu terkejut karena Kwangmin menutup pintu kamarnya dengan keras. “Kepala pelayan Song, apa tadi pagi dia naik bus?” tanya Youngmin setelah beberapa saat memasuki ruang tamu.

“Ne, Nyonya tidak memperbolehkannya menggunkan fasilitas yang ada” jawab pria paruh baya yang telah menjadi pelayan setia keluarga Jo semenjak si kembar berusia 3 tahun.

***

“Sial!!! Kemana ia lari?! Cepat cari dia pasti larinya tidak terlalu jauh!” ucap seorang namja dengan wajah babak belur. Dibalik sebuah truk seorang namja tampak pelipisnya berdarah dan nampaknya ia menahan rasa sakit itu. Setelah beberapa menit ia mengintip dari balik truk di kira sudah aman segera ia pergi meninggalkan truk itu.

“Hei! Kau mau kemana he?” seorang namja membawa sebuah pemukul baseball berdiri menghadangnya. Ia mencoba membalikkan badan dan di belakang sudah banyak namja yang bersiap menghajarnya. “Kalian suka main keroyok ya?” tanyanya sambil menghapus darah di pinggir bibirnya. “Kau masih ingin melawan kami? Kim Donghyun?” tanya namja yang mendekatinya dengan pemukul baseball.

“Jika sudah main keroyok seperti ini aku akan takut? Sekarang sudah terlihat siapa yang pecundang!!” Namja itu tampak kesal dan memukul Donghyun sekuat tenaganya. Donghyun jatuh tersungkur. Namja itu tampak geram dan menendang perut Donghyun.

“HENTIKAN!! KU bilang HENTIKAN!!!” sebuah suara terlontar. Semua namja yang ada di tempat mengalihkan pandangannya pada seorang yeoja.

“Aku tidak akan berhenti sampai dia tidak bertindak sok jagoan lagi di wilayah kami!” ujar namja itu  lantang. Yeoja itu mendekat dan menarik kaos namja itu tanpa takut.

“He? Memangnya aku peduli?!”    BRUKKK

Namja itu jatuh tersungkur beberapa meter dari tempat yeoja itu berdiri. “Aiish, kau menantang ku ya rupanya?!” namja itu bangkit dan mengambil pemukulnya hendak memukul yeoja itu. “Kau tahu kami siapa?!!” namja itu berlari dan hendak memukul yeoja dengan pemukul di tangannya.

“Sudahlah Yongguk!” ujar seorang namja yang tiba-tiba muncul dari atap gedung. “Kau tak akan menang melawan Eunjung-ah turuti saja keinginannya!”

“Tapi Hyung?! Di dia dia telah…?”

“Kajja!”

Beberapa detik kemudian segerombolan namja yang tampak mengerikan itu membubarkan diri begitu juga dengan namja yang muncul dari atap mungkin sudah turun dari sana.

“Donghyun, kau mendengar ku? Hei?!”

“Ne, jangan cemas pada ku. I’m ok! Eunjung-ah gamsahamnida” ucap Donghyun sambil mencoba berdiri. “Kau mengenal mereka?” tanya Donghyun pada yeoja yang telah menyelamatkannya. “Aaa ku tidak mengenal mereka. Sampai jumpa” jawab Eunjung yang masih menyisakan tanda tanya.

***

                Eunjung sampai di rumah.

“Sepertinya ibu sudah tidur” ia melihat lampu rumahnya yang sudah di padamkan. Ia tidak bisa masuk karena pintu rumahnya terkunci. Ia duduk di teras rumahnya. Hawa dingin membuatnya mengantuk dan kacamatanya juga berembun.

“Kau terkunci lagi ya?” ucapan seorang namja membuyarkan kantuknya. “Kau sendiri kenapa masih berkeliaran di jalan? Shin Hyunseong?”

“Hah, aku tidak bisa tidur, bolehkah aku duduk di sebelah mu?”

“Anii kau duduk saja di sofa rumah mu! Bukankah rumah mu ada di depan rumah ku?”

“Hehehe, lucu deh” jawab Hyunseong. Akhirnya Eunjung mengizinkan Hyunseong duduk di sebalahnya. “Hei, apa ibu mu mengomeli mu lagi?” tanya Eunjung

“Ne… itu sudah menjadi hobinya. Kau sendiri? Apa ibu mu telah melupakan mu?”

“Issh mana mungkin, ibu ku sangat menyayangi ku!” jawab Eunjung yakin. Hyunseong mengelus kepala Eunjung pelan. “Eumm begitu ya?”

“Mungkin 30 menit lagi ibu akan membukakan pintu untuk ku” ucap Eunjung ia membiarkan namja disampingnya mengelus kepalanya.

***

“Bu, biarkan Kwangmin menggunakan motornya supaya ia tak terlambat ke sekolah” Youngmin menuliskan permintaannya di selembar kertas dan menempelkannya di pintu kulkas. “Huh, untuk apa kau melakukan itu? Percuma!” Kwangmin rupanya dari tadi melihat tingkah saudaranya. “Wae kau juga tidak mencoba untuk bicara pada ibu?”

“Sudah ku bilang urusi saja masalah mu!” Kwangmin membalikkan badannya. “Tadi pagi dia menawari ku coklat, dan aku menolaknya”

“Wae kau tidak menerimanya?” tanya Kwangmin sambil memandang hyungnya sinis. “Karena coklat itu bukan untuk ku tapi…”

“Aah aku ngantuk!” Kwangmin menyela dan berjalan ke kamarnya. Di balik pintu kamarnya tertulis sebuah angka 1-2-13 ia kemudian memilih untuk membuka bukunya. “Semoga tidak ada tugas eeh…” ia teringat sesuatu.

***

“Hei lihat ada murid baru! Yeoppoyo~ Hyung bagaimana menurut mu?” ujar Jeongmin sambil menyikut lengan Donghyun yang duduk di sebelahnya. “Oh Jieun-ssi?” Donghyun mengamati yeoja yang tengah mengantri mengambil makan siangnya. “Hei ku dengar dia baru pindah dari Gyunggi?” Hyunseong ikut memperhatikan. Namun hanya Kwangmin yang tidak memperdulikannya ia bahkan dengan cepat menghabiskan makan siangnya. “Aku ke kelas dulu” ucap Kwangmin. “Woo cepat sekali?” Jeongmin terheran-heran tidak biasanya ia kalah cepat dari Kwangmin. Kwangmin hendak berdiri dari kursinya.

PRAAAAAANG

Semua mata tertuju pada satu kejadian. “Mianhae, aku tidak sengaja” Makan siang Jieun tumpah ke lantai. “Eee ini sebagai gantinya makanlah bagian ku” Eunjung menyerahkan makan siangnya pada Jieun karena ia tidak sengaja menabrak Jieun yang berjalan di depannya.

“Anii sepertinya selera makan ku sudah hilang” Jieun berjalan meninggalkan Eunjung. “Hei bisakah kau tidak membuat onar!!” “Bersikaplah sopan pada siswi baru!” “Huh dasar pembuat keributan!” siswi yang berada di kantin tersebut mencaci Eunjung.

PRAAAANG…BRUK

“Mian” seorang namja hanya nyengir melihat yeoja yang terjatuh dikarena ulah kakinya. Seragam Eunjung yang sudah kotor terkena tumpahan makanan Jieun sekarang di tambah makan siangnya terjatuh di lantai. Eunjung mencoba bangkit dan mencari-cari kacamatanya yang terlepas. Dan setelah menemukannya ia memakai kacamatanya. Pyar “Hahahaha liat kacanya lepas satu” terdengar teriakan dari para siswa yang menyaksikan kacamata Eunjung pecah saat ia hendak memakainya.

“Hei kau sengaja ya!!” Youngmin menarik kerah baju seorang siswa. “Aaaku anii aku tidak sengaja” namja itu terlihat ketakutan ketika Youngmin akan melayangkan tinjunya. “Youngmin-ah hentikan jangan membuat keributan” Donghyun berdiri dan menarik bahu chingunya.

“Aigo, siapa yang membuat kotor tempat ini?” seorang petugas kebersihan datang dan membersihkan kekacauan di kantin.

“Aku yang salah mianhae” Eunjung membungkuk meminta maaf dan meninggalkan kantin.

***

@restroom

BYUUURRR

“Hahahaha rencana kita berhasil!!!” segerombolan yeoja melarikan diri setelah mengerjai Eunjung di kamar mandi. Eunjung hanya melihat dirinya yang basah kuyup tersiram air. Kemudian ia keluar dari kamar mandi.

“Mwo? siapa yang melakukan ini pada mu?” Youngmin ternyata menunggunya di luar kamar mandi. “Aaku yang ceroboh, gwaenchana”

“Kau tunggu disini biar aku yang mengambilkan seragam olahraga mu kau harus mengganti seragam mu” tanpa mendengar jawaban iya dari Eunjung namja itu tampak berlari menuju ke kelas 2-2.

***

“Youngmin-ah kau peduli sekali dengan trouble maker itu?” seorang yeoja memergoki Youngmin memasuki kelas 2-2. Ia tidak menjawab dan berbegas mengambil tas Eunjung. “Huh! Menyebalkan!!” keluh yeoja itu yang diabaikan oleh Youngmin. “Jieun, kau tahu dia itu namja yang ababil! Terkadang baik tapi banyak cueknya!” Jieun satu kelas dengan Eunjung dan duduk di sebelah Hyunseong. Youngmin apa kau masih mengingat ku? batin Jieun.

“Mianhae, membuat menung…gu” Youngmin terhenti melihat yeoja yang menggerai rambut panjangnya. Bola mata yang tertuju kerahnya membuat jarum jam mundur satu langkah. “Ee, aa ini pakailah handuk ini baru saja aku membelinya” Youngmin dengan gagap menyodorkan sebuah handuk dan tas. Ia menutup pintu dan menunggu di luar.

“Ah perasaan ini muncul lagi huh apa yang harus aku lakukan?” ia menyandarkan kepalanya di dinding.

***

Emm enaknya dilanjutin atau nggak ya? Ide ku lagi mampet nih kalau bisa kasih saran ya? Makasih buat yang udah baca walaupun kalian nggak nulis komentarJ Jeongmal gumawo buat readers yang udah nulis komentar syukur-syukur ngelike [just kidding] J (^_^;):-###.. :###..

About these ads
This entry was posted by boyfriendindo.

12 thoughts on “[FANFICT/FRELANCE] BFF – Part 1

  1. boleh yah kasih kritik.

    ceritanya sedikt berantakan, trus kata”nya ada yang kurang pas coba dirapihin sedikit aja pasti keren. ceritanya juga udah keren kok.
    ditunggu part selanjutnya :)

    • setuju, ceritanya bagus thor tp kata-katanya dan alurnya rada kurang rapih (kalau alur mungkin krn banyak sudut pandang yg dicritain) jadi kesannya rada sedikit berantakan tp critanya menarik bener, ditunggu lanjutannya thor, jangan lama-lama :D

  2. ceritanya menarik,tapi aku harap eunjung bakal bareng kangmin, karena kwangmin biasku sih.. hehehehe
    tapi bahasanya memang berantakan min

  3. Aduuuh…aq sdkit gk ngrti alur crtanya XD
    Coz kya berbelit-belit gitu XD
    tpi gpp… aq udh ngerti dikit :P

    lanjut scpatnya thor ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 20,830 other followers

%d bloggers like this: