[FREELANCE] Don’t Say I Love You – Part 1

Title: Don’t say I Love You *1*

Author: Widya Inriyanti (Widy)

Main Cast : Eun Suk , Jo Kwangmin, Jo Youngmin

Genre: Romance, Family

Type : Chapter

Rating : T


“Eun suk, Youngmin, Kwangmin! Sarapan.”suara ibu menggema di seluruh sudut ruangan.

“Baik bu.”teriak ke3nya kompak. Tak berapa lama mereka turun dan duduk di meja makan.

“Lainkali bangun lebih pagi.”omel sang ibu yang sedang sibuk mengoles roti2 dengan selai coklat untuk sarapab anak-anaknya.

“Iya bu. Lagian kalau Youngmin bisa mandi lebih cepet, aku tak akan setelat ini.”Eun Suk mengambil rotinya dan segera memakannya.

“Hei noona. Mandi itu harus pake hati.”Youngmin juga mengambil rotinya yang di sodorkan ibu padanya.

“Yang ada mandi itu pakai sabun, air, sikat gigi, odol, dan sampoo. Mana ada mandi pakai hati. Kau gila atau bodoh?”balas Eun Suk.

“Kenapa noona tidak pernah mau mengalah pada adik sendiri? Aku ini adikmu.”

“Ya. Kau memang adikku. Kata siapa kau adik orang. Kau dan Kwangmin kembaranmu  adalah adikku. Karena kau adikku  makanya aku memperhatikanmu. Dan……”mendengar perkataan itu Kwangmin hanya tersenyum menarik ujung bibirnya.”Kata siapa aku tak pernah mengalah padamu? Cepat habiskan sarapanmu! Kita sudah terlambat.”

Di sekolah

“Pagi ini….. bertengkar lagi dengannya?”Iseul berjalan beriringan di sebelah Eun Suk.

“Ya.. masih seperti tema sebelumnya. Masalah kamar mandi.”ia berjalan dengan lesenyu sambil menunduk ke bawah.

“Kenapa kau tidak pernah bermasalah dengan yang satunya?”Iseul menoleh.

“Kwangmin tak pernah berbuat aneh2. Sepertinya Youngmin menyesal jadi adikku. Entah apa yang ada dalam otaknya.”ia terus mengoceh tentang  salah satu dari adik kembarnya itu.

“Lalu… katanya kemarin kau bertemu dengan Seung Ho sunbae? Kakak kelas kita di SMP dulu?”

“Ya… dia tambah tampan.”mukanya berseri.

“Kau masih menyukainya?”

“Emm mungkin. Tapi entahlah.”

***

“Youngmin, kenapa kau selalu seperti itu pada Eun Suk noona? Dia sepertinya kesal padamu.”ia sibuk mengguratkan bolpoinnya di buku tugasnya.

“Entah. Rasanya menyenangkan membuat dia marah-marah seperti itu. Ada kepuasan tersendiri rasanya.”jawabnya sambil merebahkan diri di kasur.

“Dari dulu kau selalu membuat noona marah. Mungkin kalau kau bukan adiknya, sekarang kau tinggal nama.”

“Justru kalau aku bukan adiknya aku akan merasa senang. Setidaknya di antara kami tidak ada hubungan darah.”pandangannya lurus menatap langi2 kamarnya.

“Kau… menyukainya?”Kwangmin memutar bangku belajarnya dan memandang saudara kembarnya tak percaya.

“Ya. Sangat menyukainya.”ia masih menatap langit2.

“Kau gila? Dia itu noona kita.”

“Aku memang gila. Tepatnya tergila-gila padanya.”

“Omonganmu mulai melantur. Mulai melantur.  Kalau ibu tau, habis kau.”

“Ya jangan di beri tau. Kau tinggal diam dan tutup mulutmu rapat-rapat.”perintahnya dengan tatapan sinis.

Langkahnya cepat menuju pintu kamar mandi yang tak jauh dari kamarnya. Ia menahan pintu yang akan buka seorang namja.

“Minggir!  Hari ini aku yang akan menggunakan kamar mandi terlebih dahulu.!”tak berkata apa2 lagi ia lamhsung masuk kamar mandi dan menutup pintunya keras. Tak berapa lama……. “Jo Youngmin! Apa yang kalu lakukan dengan sabun muka ku?”ia berteriak keras dari dalam kamar mandi.

“HAHAHAHAHAH.”ia tertawa puas mendengar teriakan noonanya itu. Strateginya berhasil hari ini.

“Kapan ini akan berakhir?”bisik Kwangmin sambil membaca Koran di ruang tamu.

Koridor sekolah

“Pagi ini dia mengerjaiku.”curhat Eun Suk pada sobatnya.

“Apa yang ia lakukan pagi ini?”

“Ia membuang semua semua sabun mukaku ke lantai kamar mandi. Apa sih yang ia inginkan? Aku bisa mati muda kalu begini terus. Mana tadi aku juga tidak bisa bertemu Seung Ho oppa di bus . sangat menyebalkan!”keluhnya.

“ Ia masih anak2. Biarkan dia seperti itu.”

“Kelas 1 SMA masih di bilang anak2? Aku heran. Kenapa dia tak sedewasa Kwangmin?”keluh Eun Suk penuh emosi. Seung Ho oppa….”rengeknya

***

“Hari ini aku harus membeli apa untuk makan malam?”Eun Suk terus berpikir dan sama sekali tidak melihat jalan di depannya. Dan tiba2 ia menabrak seorang namja.”Maaf.”

“Taka pa. kau tak kenapa2?”tanya namja itu ramah.

“Ah~ Seung Ho sunbae?”kaget Eun Suk karena orang yang ia tabrak adalah orang yang ia kenal.

“Kau mengenalku?”tanya namja itu lagi memandang bingung padanya.

“Aku Eun Suk, adik kelasmu di SMP dulu. Kau masih ingat?”

“Emm.. ah ya aku ingat. Apa kabarmu?”ramahnya dengan senyum yang menawan. Tentusaja Eun Suk merasa senang dengan hal ini.

“Sepertinya aku harus cepat pulang. Lain kali kita ngobrol lagi.”

“Emm kalo begitu.. kita tukar no hp saja.”

“Ah itu usul yang bagus.”ia mengeluarkan ponselnya.”Nanti kita lanjutkan di SMS saja ya”senyumnya senag.”Annyeong.”

“Annyeong.”senyumnya ramah.”Emm orang aneh. Percaya saja aku mengingat dirinya. Yah lumayanlah.”senyumnya sinis saat Eun Suk sudah jauh di belakangnya.

Kegiatan rutin Eun Suk adalah berbelanja bahan makanan untuk satu minggu penuh. Menurutnya menjadi seorang noona dan anak perempuan satu2nya itu adalah tugas yang berat. Selain harus menjaga 2 bocah kembar terkadang ia juga harus mengerjakan tugas rumah yang lebih berat.

“Kenapa kau tidak membantuku? Setidaknya bawa sebagian!”perintah Eun Suk menyodorkan kantung belanjaan di tangan kirinya. Youngmin hanya memandangi kantung itu lalu berjalan duluan.

“Baru begitu saja sudah mengeluh. Bawa saja sendiri.”

“Lalu untuk apa kau menawarkan diri ikut denganku?”

“Aku hanya mengantar dan menjagamu saja.”ia berbalik berjalan mundur dan kembali memandang ke depan.

“Anak menyebalkan! kapan sih dia tidak membuatku kesal?”gerutu Eun Suk. Namja itu kembali berjalan ke arah Eun Suk dan menyambar dua katung belajaan di tanggan Eun Suk tanpa berkata apa-apa.

Di rumah

“Kami pulang.”Eun Suk mengganti sepatu dengan sandal rumah dan memasuki ruang tamu.

“Kau membantu, Youngmin? Tumben sekali.”kata ibu saat mereka memasuki ruang tamu.

“Sepertinya dia salah makan tadi pagi bu.”ejek Eun Suk sambil tertawa ringan.

“Puas noona mengejekku seperti itu?”

“Yah. Seperti yang kau lihat.”

“Awas kau.”ancamnya sambil menaruh belanjaan di meja dapur.

Besok paginya

Eun Suk sangat senang karena pagi ini ia akan berangkat dengan sunbaenya di SMP dulu. Ia sudah berdandan yang cantik dan bertengkar masalah kamar mandi dengan Youngmin. Mereka memang seperti itu kan?

“Sunbae menunggu lama?”sapanya karena dia sedikit telat dating.

“Kebetulan aku juga baru datang. Kalau begitu ayoh.”ia berdiri dan menggandeng tangan Eun Suk.

Pagi yang cerah di hari minggu. Eun Suk sedang membantu ibunya memasak beberapa makanan untuk di bawa piknik.

“Eun Suk, pangilkan Kwangmin, dan Youngmin.” Perintah ibu.

“Baik bu.”patuh Eun Suk dan segera pergi dari tempatnya.

Pintu masih tertutup rapat. ‘Mungkin masih tidur.’ Pikir Eun Suk  saat pintu terbuka, Youngmin yang sedang bertelanjang dada memandang ke arah pintu. Eun Suk salah tingkah di buatnya. Walau dia adiknya, tetap saja adiknya itu seorang namja yang beranjak dewasa.

“Eh…. Itu… di…”kata2nya terbata2.

“Kalau ngomong yang jelas.”

“Di…. Di pangil ibu.”katanya lalu keluar kamar.”Kenapa tidak mengunci pintunya sih? Untung sudah pakai….”ia tak melanjutkan kata2nya dan menggelengkan kepalanya keras2.”Aku ini mikir apa?”

“Noona yang aneh.”Youngmin memakai kausnya dan beranjak ke luar kamar.

***

“Pemandangan di luar indah.”kagum Eun Suk sambil menepis udara di luar jendela mobil.

“Masukan tanganmu Eun Suk!” perintah ibu.

“Baik bu.”patuh Eun Suk yang lalu menutup kembali kaca mobil.

“Dasar katro *di korea ada bahasa katro juga ya?* seperti tidak pernah melihat pemandangan saja.”

“Youngmin! Aku sedang tidak mau bertengkar. Jadi hari ini kau tak boleh menggangguku. Mengerti?” ketusnya.

“Baiklah. Tapi noona harus mengerjakan PR ku selama 3 bulan ini. Bagaimana?”tawarnya.

“Kau..”Eun Suk mengepalkan tanyannya dan menganggatnya tinggi2 berniat memukul Youngmin namun ia mengurungkan niatnya.

“Sudah-sudah. Kenapa di tempat seperti ini kalian harus bertengkar juga sih? Akurlah untuk hari ini.”pandangan ayah masih tertuju pada jalan di hadapannya.

“Tapikkan Youngmin duluan.”rengek Eun Suk manja.

“Sana mengadu!”Youngmin menyikut bahu Eun Suk yang duduk di sebelahnya.

“Kenapa dengan kembaranmu itu? Selalu saja membuatku kesal.”omel Eun Suk pada Kwangmin.

“Itu tanda sayangnya pada noona.”jawab Kwangmin sambil melempar batu ke tengah danau.

“Sayang kok seperti itu? Itu sama saja menyiksaku. Bisa cemat mati kalo begini terus.”

“Mungkin dia menyukai noona.”goda Kwangmin.

“Kau gila? Kalian ini adikku. Mana mungkin ada perasaan seperti itu.”

“Itu mungkin saja. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Sangkuriang aja bisa mencintai ibunya *hahai tu cerita bisa nyasar ke korea pake layanan TIKI ya?*.”ia kembali mengambil batu dan melemparnya lagi ke danau.

“Ah sudahlah. Dia hanya ingin aku mati muda.”

“Kalau noona mati, dia akan sangat sedih.” Ia tersenyum.

“Sebenarnya apa yang ingin kau katakana sih?”Tanya Eun Suk bingung.

“Aku hanya bicara apa yang  aku tau saja. Itu terserah noona  mau percaya atau tidak. Tapi yang jelas  aku sudah mengatakan yang sejujur2nya.””Kwangmin bangkit dan beranjak dari duduknya.

“Dia itu kenapa?”

Sorenya di villa

“Ibu. Sebenarnya ngidam apa bisa dapat anak kembar?”Tanya Eun Suk berbaring di pangkuan ibunya.

“Entah. Ibu ga tau ngidam apa saat mengandung Youngmin dan Kwangmin. Yang jelas ibu sangat senang punya anak perempuan seperti kamu.” Ibu membelai  rambut anak perempuannya itu.”Tidurlah. saat makan malam, ibu akan membangunkanmu.”

“Baik bu.”ia memejamkan matanya dan mulai terlelap.

Matanya tertuju pada sosok itu. Tangannya terlipat di dada dan bahunya tersender di pinggiran pintu.

“Kenapa noona begitu  membuatku gila? Noona tau sesengsaranya aku menjadi adikmu? Sangat menyakitkan.”ia berbicara pada dirinya sendiri sambil memandangi sosok yang terlelap di gadapannya. Seorang yeoja yang tak lain adalah noonanya sendiri.”Apa yang harus  ku lakukan dengan persaan ini?  Aku benar2 ingin memilikimu noona.”

Malamnya

“Noona bangun. Makan malam sudah siap.”Youngmin mengguncang2 tubuh noonanya itu.

“Iya2. Ga usah pake goyang2 badanku seperti itu kn??”Eun Suk bangun dan mengusap2 matanya.

“Tidur seperti orang mati.”ia duduk membelakangi Eun Suk dan melipat tangannya di dada.

“Kenapa? Sirik saja. Sudah sana!”ia mendorong tubuh namja jangkung di sebelahnya sambil masih mengusap2 matanya.

Dalam hitungan detik, namja itu sudah berada di hadapannya”Yah. Aku memang sirik pada noona. Karena noona selalu di sayang oleh ibu.”wajahnya sangat dekat di hadapan Eun Suk. Eun suk kaget dan mengerjap2kan matanya.”Ayo cepat ke ruang makan.”ia bangkit dan meninggalkan Eun Suk di kamar.

“Apa itu tadi?”ia masih mengerjap2kan matanya.

Ruang makan

Suasana cukup hening karena ayah tidak suka makan sambil berbicara.

“Eh, maaf. Kita mau sampai kapan di sini, yah?”Tanya Eun Suk hati-hati.

Hanya ayah yang menatapnya. Kegiatan makannya pun terhenti dan menyimpan sumpitnya di atas meja.

“Kau merasa bosan?”Tanya ayah pada anak gadis satu-satunya itu.

Eun Suk terdiam dan menelan makannya karena ia tau kalau ia berbicara dengan mulut penuh makanan, ia malah akan di marahi ayah.

“Tidak, aku hanya bertanya yah.”jawabnya segera.

“Kita akan 3 hari 3 malam di sini. Jarang-jarangkan keluarga kita bisa berkumpul seperti ini? Jadi nikmatilah. Dan kau Youngmin. Jangan godai noonamu lagi.”perintah ayah dan lalu melahap makanannya lagi.

Youngmin hanya menatap ayahnya sekali dan melirik yeoja yang ada di hadapannya. Makan malam kali ini di lewati penuh keheningan.

Langit sudah benar-benar gelap di luar sana. Keheningan jalan menjadi tanda bahwa orang-orang sudah tidak berkeliaran di luar sana. Eun Suk sedang asik dengan telepon yang menempel di kupingnya.

“Libur kali ini tidak akan menyenangkan.”keluhnya pada ong di sebrang telepon.

“Sudah nikmati saja.”suara seorang yeoja di sebrang sana. Iseul.

“Setiap hari melihatnya saja sudah membuatku muak. Apa lg harus benar-benar bersamanya 24 jam. Kalau di rumah aku bisa beralasan ke rumahmu atau pergi denganmu. Nah sekarang? Apa aku harus kabur dari villa? Hah~ andai saja di sini ada Seung Ho oppa.”

“Dia itu adikmu. Kenapa kau yang takut padanya? Seharusnya kau yang di takutinya. Kau ini noonanya.”

“Entah. Dia bagaikan monster yang menakutkan. Nanti kita sambung lagi.”ia menutup teleponnya dan menyimpannya kembali di tempatnya.”Ada apa?”

“Kau sedang membicarakan aku?”Tanya sosok tinggi di samping pintu.

“Yah. Aku memang sedang membicarakanmu. Ada apa ke sini? Kau mau menggangguku lagi?”

“Tidak. Aku hanya ingin mampir ke kamar noona saja.”ia merebahkan tubuhnya di kasur dan menjadikan pangkuan Eun Suk sebagai bantalan.

“Kalau kau tidak keluar, kubunuhkau!”ancam Eun Suk tapi Youngmin tak menanggapinya. Ia memejamkan matanya dan melipat tangannya di dada.

“Biarkan aku bermanja-manja sebagai adikmu mala mini.”katanya.”Apa aku begitu menakutkan bagimu?”tanyanya.

“Yah. Kau teramat sangat menakutkan bagiku. Kau monster yang selalu menyusahkanku.”

“Em… begitu ya? Tapi kau menyayangiku kan?”matanya masih terpejam.

“Yah… bagaimana pun kau ini masih adikku.”Eun Suk menyandarkan tubuhnya di sandaran kasur.

“Adik kesayanganmu?”ia membuka matanya dan menengadah menatap Eun Suk.

“Emmm akan ku pikirkan untuk itu.”

“Sebenarnya  aku tak suka menjadi adikmu.”ungkapnya.Eun Suk kaget dan menegakan duduknya.

“Sebegitu benikah kau padaku?”Tanya Eun Suk

“Aku tidak membencimu. Justru sebaliknya.”ia masih bersantai-santai di pangkuan Eun Suk. Kening Eun Suk berkerut.

“Kau ini ngomong apa? Kalau kau tidak membenciku, lalu kenapa kau tidak suka menjadi adikku?”

“Karena aku menyukai noona. Kalau aku menjadi adikmu, aku tidak bisa bebas menyukaimu. Seperti sekarang ini. Seperti ada tembok penghalang.”jelasnya. ia memutar tubuhnya ke samping dan terlelap.

***

“Aku bosan.”keluh Eun Suk keras di ruang tamu.”Appa dan Eomma enak jalan-jalan.  Anak-anaknya di tinggal begitu saja. Dasar raja tega mereka.”

“Kalau begitu kita jalan-jalan juga.”usul Youngmin mendadak duduk di sebelah Eun Suk.

“Denganmu?”ulangnya.

“Ya denganku.”

“Em… Kwangmin. Kau ikut ya!”ajak Eun Suk pada namja yg terduduk di ruang makan.

“Tidak. Aku di vila saja.”ia hanya melambaikan tangan tanpa membalikan badannya.

Dan pada akhirnya….

“Jangan jauh-jauh dariku.”Youngmin menggandeng tangan noonanya. Yeoja itu hanya terdiam dan tiba-tiba. DUK! Seorang anak menabrak Eun Suk.

“Maafkan anak saya.”sesal seorang ibu.

“Tak apa.”Eun Suk tersenyum pada ibu itu.

“Ibu, apa itu yang di namakan pacaran?”Tanya anak tadi saat sudah melewati Youngmin dan Eun Suk.

“Iya. Makanya jangan mengganggu mereka ya.”

“Baik ibu.”Eun Suk yang mendengar hal itu hanya menunduk malu.

“Kita ini adik kakak. Mana ada tampang pasangan kekasih.”bisik Eun Suk.

“Orang mana tau kita ini adik kakak atau bukan.”namja ini tersenyum sambil menatap jalan di hadapannya.

Festival ini cukup ramai. Jalan yang sempit sangat sesak di padati banyak pengunjung. Eun Suk melewati sebuah kios kecil yang menjajahkan pernak-pernik dan aksesori wanita. Tatapannya tertuju pada sebuah jepit kupu-kupu yang kecil dan berkilauan.  Eun Suk menyimpan kembali jepit itu dan menginggalkan kios sedangkan Youngmin masih memandangi jepit itu lalu menyusul Eun Suk.

“Aku lelah.”Eun Suk menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang tamu.

“Jalan-jalannya menyenangkan?”Kwangmin duduk di sebelahnya.

“Biasa saja.”

“Tidak seperti  kencan?”

“Tidak.”

“Youngmin tidak melakukan apa-apa atau mengatakan apa padamu?”bingung Kwangmin menatap Eun Suk.

“Tidak. Sepanjang jalan dia hanya menggandeng tanganku. Seolah-olah aku akan hilang atau kabur kalau dia melepas tanganku.”

“Kalau itu sudah bisa di tebak.”tawanya ringan.

“Sebenarnya ada apa dengan dia?”

“Dia menyukaimu noona.”candanya

“jangan bergurau.”

“Tanyakan saja padanya.”kemudian Kwangmin meninggalakan Eun Suk sendiri di ruang tamu.

Hari ini mereka pulang dan sedang sibuk membereskan perlengkapan masing-masing.

“Tidak ada barang yang tertinggal?”Tanya ibu mengecek semuanya.

“Tidak ada bu.”jawan Eun Suk lesu bambil membawa barang-barangnya ke ruang tamu.

“Kau sakit?”ia cemas dan meraba dahi Eun Suk. Benar saja badannya panas.”Kau demam.”

“Aku tidak apa-apa bu.”

“Kalau begitu tidurlah di mobil.”

Di mobil*perjalanan pulang*

“Kau kenapa?”tanya Youngmin berbisik pada Eun Suk yang duduk di sebelahnya.

“Tidak apa-apa. Jangan mengajaku bertengkar hari ini.”Youngmin meraba dahi Eun Suk untuk mengecek suhu tubuhnya.

“kau demam?”

“Sudah diam. Aku tidak apa-apa.”Eun Suk menepis tangan Youngmin dengan kasar.

“Istirahatlah.”ia menyenderkan kepala Eun Suk di pundaknya.

“Kwangmin, tolong papah noonamu ke kamarnya.”perintah ibu sesampainya di rumah.

“Biar aku saja.”Youngmin segera menggendong Eun Suk dan membawanya ke kamar. Ia membaringkan tubuh Eun Suk di kasur dan menyelimutinya.”Cepatlah sembuh!”ia mengelus lembut wajah Eun Suk.”Kau sakit, aku juga akan sakit. Kau senang, aku juga akan merasa senag. Jika kau sedih, aku juga akan ikut sedih. Jadi bahagialah untuk ku noona.”Youngmin mengecup dahi Eun Suk dan bangit. Eun Suk terbangun dan menarik lemah ujung baju Youngmin. Youngmin menoleh dan memandang noonanya yang terbaring di kasur.“Ada apa?”tanyanya kembali duduk.

“Ada yang ingin aku tanyakan.”nada suaranya terdengar pelan dan lembut.”Apa benar  kau menyukaiku?”lanjutnya.

“Itu benar.”ia tersenyum.

“Bukan sebagai seorang noona?”

“Ya. Aku menyukaimu sebagai seorang yeoja. Bukan seorang noona yang menjagaku selama ini.”

“Apa yang menarik dariku?”

“Emm…”ia berfikir, matanya berkeliling mencari jawaban yang pas.”Memang tidak ada yang menadik dari noona. Entah aku bisa menyukaimu dari mananya. Tapi yang pasti, aku benar-benar menyukaimu.”ia kembali menatap noonanya yang terbaring di kasur.”Istirahatlah.”ia mengelus rambut Eun Suk.

“Tunggu. Jangan ke mana-mana. Di sini saja.”manja Eun Suk.

“Kenapa noona jadi manja begini?”ia kembali duduk di pingir kasur.

“Aku sedang sakit. Temani aku.”

“Bukan karena noona suka padaku kan?”tanyanya jahil dengan tawa ringan.

“Bukan. Aku masih waras.”

“Baiklah. Ku temani malam ini.”

To Be Continue

This entry was posted by boyfriendindo.

4 thoughts on “[FREELANCE] Don’t Say I Love You – Part 1

  1. wah wah wah bahaya aku cemburu nie oppa youngmin kenapa kau menyukai noonamu aku ini yeojachingumu 9274232969^&%@W@(%*&_@^(@ plak !! mampus deh kalau diserang beribu fans oppa youngmin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: