[FREELANCE] 2 Hearts – Part 2

Author : Ika Youngminie

Cast : Choi Hye Min, Jo Youngmin, No MinWoo, Choi Minho

Support Cast : Taecyeon, Choi Siwon, Jo Jin Yoon.

Genre : Friendship, Romance

Rating : PG

Lenght : Chaptered

@Chungdam

“Ya! Siwon-ssi! Aku di sini!” panggilku kepada Siwon yang baru turun dari mobilnya. Siwon lalu berlari ke arahku.

“Di mana mangsa itu?” *wah, siwon yadong -__-*

“Tunggu dulu, kau harus mengikuti perintahku.”

“Apa itu?”

“Kau dan aku harus ‘sedikit’ melukai wanita ini, Minzy yang menyuruhnya. Katanya sih, wanita ini sudah membuat adiknya sakit hati.” kataku sambil memberikan foto yang tadi diberikan Minzy

“Apa kau gila?! Masa aku harus memangsa laki-laki?! Yang benar saja kau!”

“Hish~kau ini!! Yang perempuan donkk! Kau ini bodoh atau apa, sihh?!” kataku sambil menjitak kepalanya dengan keras.

“Hishh…sakit tau!?” ucap Siwon. “Tapi, kenapa di sini? Kalau sore-sore begini kan di sini ramai”.

“Ya, memang. Tadi aku melihatnya di taman itu. Kalau di sana kan tidak terlalu banyak orang.”

“Baiklah, ayo kita mulai!”

*Di taman…*
~Author’s POV~

“Youngnim-ah…kenapa kau melakukan hal seperti itu di depan semua teman-teman? Aku jadi malu, tau?!” kesal Hye Min kepada Youngmin yang sedang duduk di sebelahnya. “Apa kau masih belum yakin dengan jawabanku melalui pesan kemarin?” lanjutnya.

“Mmm, belum. Kenapa malu?” Youngmin lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Hye Min, sekarang wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. “Apa kau tidak mencintaiku? Hah?!” . “Mmm…” Hye Min hanya bisa bergumam. Youngmin lalu menegakkan kepalanya kembali menjadi seperti semula.

“Kau tahu?! Aku selalu menghitung berapa hari aku menyukaimu.”katanya sambil duduk dan menatap langit yang biru di sore ini. “Aku juga selalu menghitung berapa kali kau tertawa bahkan menangis.”

“Ya! Youngminie! Kenapa kau juga menghitung berapa kali aku menangis?? Kau ini!!” Ketus Hye Min lalu berdiri menghadap Youngmin. “Kau ini kurang kerjaan atau apa, sih?”

Youngmin lalu berdiri dan menatap wajah Hye Min *bayangin wajah cutenya Youngmin*. “Aku hanya ingin membandingkan, jika nanti kau bersamaku, apakah kau akan jarang menangis atau kau akan menangis lebih sering daripada sekarang.” Kata Youngmin lembut.

“Jinja? Emphh…” tiba-tiba Youngmin mengecup bibir Hye Min. “Yo…Youngminie…” Hye Min hanya bisa melongo melihat Youngmin tiba-tiba berbuat seperti itu.

“Jadi, mulai sekarang, bandingan itu dimulai. Berarti, kau tidak boleh menangis terus menuerus, kau wanita kuat, arra?” pinta Youngnim sambil mengacungkan jari kelingkingnya dan Hye Min melingkari jari kelingking Youngmin, “Arrasseo, karena kau adalah laki-laki pertama yang memberiku ciuman, aku tidak akan pernah melanggar itu.” Kata Hye Min sambil tersenyum yang membuat Youngmin makin mencintai ‘yeojachingunya’ itu.

“Mwo?! Aku laki-laki pertama yang menciummu?” tanya Youngmin kaget.

“Mmm, ne. Tadinya aku janji akan memberikan first kissku pada laki-laki lain, tidak kepada sahabatku, wekk!” Hye Min mengulurkan lidahnya tanda mengejek. Youngmin menarik tangan Hye Min dan Hye Min masuk ke dalam pelukannya. “Mulai sekarang, jangan anggap aku sahabatmu lagi, sekarang aku adalah ‘namjachingu’mu, ingat itu” bisik Youngmin kepada Hye Min di sela-sela pelukan itu. “N..ne…” jawab Hye Min terbata-bata.

“Youngminie…” Hye Min melepas pelukannya “Ini sudah sore, aku harus pulang dulu, annyeong” kata Hye Min sambil membungkukkan badannya dan segera pergi.

~Youngmin’s POV~

“Youngminie…” Hye Min melepas pelukannya “Ini sudah sore, aku harus pulang dulu, annyeong” kata Hye Min sambil membungkukkan badannya dan segera pergi.

“Hah, dia malah pergi, ya sudahlah.” Kataku dalam hati sambil menghembuskan nafasku dan kembali duduk. Aku memegang bibirku, “Ciuman tadi…”. Hah~sudahlah, ini adalah first kiss yang sangat menyenangkan! Haha~

“Mmm…kenapa ini?” tanyaku dalam hati dan memegang dadaku yang agak sakit. Apa ada pertanda buruk? “Ya! Hye Min-ah!” aku teringat pada Hye Min yang pulang sendirian, lebih baik aku mengikutinnya saja, takut terjadi apa-apa.

Akupun mengikutinya, aku hanya berjarak beberapa meter saja dari Hye Min, sebetulnya aku juga tidak ingin dia tau kalau aku mengikutinya, Hye Min…ini untuk kebaikanmu…

Aku terus mengikutinya dan…benar saja perasaanku ini, ada 2 orang laki-laki yang sedang mengikutinya. Badan kedua orang itu besar dan berotot. Apa mereka mau melukai Hye Min?

~Hye Min’s POV~

Kenapa 2 orang di belakangku ini terus mengikutiku, ya? Saat aku berjalan, mereka juga berjalan, saat aku berlari mereka juga berlari. Siapa mereka? Mereka seperti preman saja. Lalu aku membalikan badanku. Mereka malah mengelak dengan sok melihat ke arah langit seperti orang kurang kerjaan.

Aku berlari lebih kencang daripada yang sebelumnya. Tapi salah satu dari mereka membekapku dengan tangannya yang besar. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan mengeluarkan 1 kata pun aku tidak bisa karena mulutku ditutup oleh tangan besar ini. “Mpph..mmpphh” aku meronta-ronta, tapi tangan ini makin membekapku sehingga aku sulit bernafas.

Kedua orang ini lalu membawaku ke suatu tempat yang aku tidak tau itu tempat apa. Mereka memasukkanku ke dalam suatu ruangan. Mereka berdua terlihat sangat bernafsu. Aku tidak bisa berkutik lagi, mereka mulai kelihatan dipenuhi dengan nafsu.

“Ya! Kalian berdua mau apa, hah?”

“Siwon, lakukan sepuasmu, aku malah menjadi tidak tertarik dengannya.” Kata salah satu dari mereka.

“Ne, Taecyeon…”jawab orang yang satunya lagi.

Salah satu dari mereka keluar dari ruangan ini. Sepertinya yang keluar itu namanya Taecyeon, dan yang masih di sini adalah Siwon. Siwon masih dengan wajahnya yang terlihat dipenuhi dengan nafsu. Aku terus mundur dan akhirnya badanku menyentuh tembok. Dia mulai menerjangku (?), diciumnya bibirku lalu menuju ke leherku dan membuat kissmarks. Aku mencoba mendorong tubuhnya, tapi tetap nihil, badannya terlalu kuat.

“Inilah akibatnya kalau kau berani menyakiti hati adiknya Minzy” katanya yang sangat membuatku kaget. “Minzy? Itu kan kakaknya MinWoo!!” kataku dalam hati.

~Youngmin’s POV~

“Sepertinya Hye Min dibawa ke sini oleh 2 orang tadi” batinku dalam hati ketika akan masuk ke sebuah gedung yang mungkin sudah tidak dipakai lagi.
Aku melihat seorang laki-laki yang tubuhnya lebih besar dariku. “Hmm…itu salah satu orang yang membawa Hye Min”. Dia memainkan sebuah benda yang menurutku itu adalah kunci ruangan yang pintunya sedang disandarnya.

Aku berjalan dengan perlahan sampai berjarak agak dekat dengan orang itu. Aku menyenderkan badanku di dinding. Dan perlahan…

Bukkk! Bukkk!

Aku memukuli laki-laki itu, tak ada ampun baginya. Aku terus saja memukulnya tanpa memberi celah untuk dia membalas pukulanku. Dan akhirnya, dia pingsan. Aku lalu mengambil kunci yanga da di tangannya.

Crrekk~ Ternyata benar, ini adalah kunci untuk membuka ruangan itu. Setelah aku membuka pintu itu, aku melihat ada ruangan lagi di dalam situ. Aku membuka pintu yang sebelah kanan, nihil…Hye Min tidak ada di situ, “Apa aku salah masuk ruangan??” tanyaku dalam hati. Tetapi, masih ada satu ruangan lagi yang belum aku buka, mungkin saja Hye Min ada di dalam sana.

Tapi, kunci yang kupegang tidak ada yang cocok dengan pintu itu, ahh~mungkin ini hanya akal-akalan kedua orang itu saja. Aku pun akan mencoba mendobrak pintu itu, aku yakin sekali Hye Min ada di dalam situ.

“Huuh…huuhh. Aaa~!!” aku mulai menendang pintu itu, ternyata pintunya bisa dibuka. Aku melihat laki-laki yang tadi membawa Hye Min kemari sedang nafsu-nafsu mencium Hye Min bahkan sampai memberikan kissmarks di lehernya.

Bukk! Bukk!

Aku tidak tahan dengan perlakuannya terhadap Hye Min, langsung saja aku menariknya dan memukulnya hingga membuat samping bibirnya berdarah.

~Hye Min’s POV~

Bukk! Bukk!

Aku mendengar suara itu sangat keras. Aku lihat laki-laki berambut pirang dengan tubuhnya yang tinggi memukul laki-laki yang daritadi terus melumat bibirku. “Youngmin-ah!!” panggilku lirih seketika melihat laki-laki itu memukul laki-laki yang sangat bernafsu itu.

“Ya!? Youngmin-ah!” panggilku sambil menangis melihat Youngnim mendapat balasan pukulan dari laki-laki bernafsu itu. Tapi dia tidak menyerah, dia bangkit dan terus memukuli laki-laki itu sampai akhirnya dia pingsan seketika.

“Gwenchana, Hye Min-ah?? Ayo kita pergi dari sini!” ajak Youngmin kepadaku sambil menarik tanganku dan pergi menjauh dari tempat itu.

“Hossh..hoshh..Hye Min-ah, untung saja aku mengikutimu, kalau tidak, kau akan habis!” kata Youngmin kepadaku. Tapi aku tidak menjawabnya dan terus mencari plester, kapas, dan beberapa obat yang ada di tasku untuk mengobati mukanya yang agak biru karena dipukul balik oleh laki-laki bejat tadi. “Ya! Hye Min-ah! Aku sedang berbicara padamu!” katanya sedikit membentakku.

“Sudahlah, diam.” Kataku sambil meneteskan betadin ke kapas lalu menempelkannya ke wajah Youngmin “Mmm, Youngmin-ah…gomawo, kau sudah menyelamatkanku.”.

“Ssst…sudahlah, ini memang kewajibanku untuk melindungimu” katanya sambil meletakkan telunjuknya di mulutku. “Ahh~ kuharap kau bisa membalasnya nanti..hhahha~” katanya sambil sedikit tertawa dan mengacak lembut rambutku.

~CHU~

Aku mencium bibirnya dengan lembut, sama seperti yang ia lakukan hari ini sebelum terjadi hal seperti tadi.

“K…kau…menciumku??” Katanya dengan mata yang masih melotot dan menunjuk bibirnya seakan tak percaya. “Apa aku mimpi?” lanjutnya sambil menepuk-nepukkan pipinya sendiri.

“Tidak, kau tidak mimpi.” Jawabku lalu memeluk tubuhnya erat.

~Youngmin’s POV~

~CHU~

Dia mencium bibirku dengan lembut, sama seperti yang aku lakukan hari ini sebelum terjadi hal seperti tadi.

“K…kau…menciumku??” tanyaku dengan mata yang masih melotot dan menunjuk bibirku seakan tak percaya. “Apa aku mimpi?” lanjutku sambil menepuk-nepukkan pipiku sendiri.

“Tidak, kau tidak mimpi.” Jawanya lalu memeluk tubuhnya erat. “Youngmin-ah…kau mau kan membantuku lagi?? Aku akan melakukan apapun yang kau mau agar kau tidak menceritakan hal ini kepada siapa-siapa terutama Minho oppa” katanya terus memelukku erat.

“Pasti…” kataku sambil mengangguk mantap. “Baiklah, sekarang kau jangan menangis lagi, kau sudah janji kan tidak akan menangis lagi??” kataku sambil menyeka air matanya yang sudah membasahi pipinya. “Tapi, harus ada DPnya dulu” kataku.

“DP apa?”tanyanya sambil mengangkat kepalanya.

“Mmm…” aku menunjuk lehernya, di leher yang jenjang itu terdapat kissmarks yang dibuat oleh pria bejat tadi. “Boleh aku menggantinya??” lanjutku.

“Hmm, terserahmu saja…emphh” ~CHU~ Aku mulai melumat bibirnya, kali ini lebih nikmat (?) daripada yang sebelumnya. Tak lama, aku pun  langsung memberikan kissmarks di lehernya. “Sudah…” kataku setelah mundur satu langkah dari badan Hye Min.

“Ya!? Kenapa kau hanya melongo seperti itu??” Hye Min melongo setelah aku memberikan kissmarks di lehernya. “Hei! Kau ini kenapa?” kataku sambil menepuk-nepuk pelan pipinya. “Hei!!” aku menepuk-nepuk pundaknya, tapi dia tetap saja melongo seperti itu. Aku mencoba menepuknya lebih keras, tapi…buukk~ Ia tidak berdiri dengan semestinya dan membuat dia dan aku yang menepuk pundaknya keras menjadi terjatuh. Aku menimpa badan Hye Min dan dia mulai tersadar.

“Hei! Kau berat tau!?” katanya ketus.

“Ahh~ Ahh~ Mianhae” aku melihat ke wajahnya, “Wahh~dia sangat cantik, mungkin sekarang akulah pria yang paling bahagia di dunia ini. Hye Min-ah…tidak percuma aku kenal denganmu selama bertahun-tahun.” Kataku dalam hati. Mataku tidak bisa beranjak ke lain tempat (? Awas ya kalau otaknya mulai yadong -__-).

“Ya! Kenapa kau melihatku begitu, hah?! Ya!! Youngmin-ah!! Bangun! Kau sangat berat!” katanya yang makin tambah ketus. Aku langsung berdiri. Tak lupa aku juga membantu Hye Min untuk berdiri.

“Hishh~Hissh~” katanya sambil membersihkan bajunya yang agak kotor dengan tanah. “Ya sudah, Youngmin. Aku pulang dulu, ya. Annyeong!” katanya sambil melambaikan tangannya ke arahku. “Ne, annyeong” hanya itu yang bisa aku jawab.

To Be Continue…

This entry was posted by boyfriendindo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: