[FREELANCE] 2 Hearts – Part 3

Author : Ika Youngminie
Cast : Choi Hye Min, Jo Youngmin, No MinWoo, Choi Minho
Support Cast : Taecyeon, Choi Siwon, Jo Jin Yoon.
Genre : Friendship, Romance
Rating : PG
Lenght : Chaptered

Di rumah…
~Hye Min’s POV~

Clekk~

Pintu depan terbuka setelah aku mendorongnya. Aku lihat Minho oppa sedang menonton acara tv kesukaannya, apalagi kalau bukan ‘olahraga’?? Aku masuk secara diam-diam agar Minho oppa tidak tau kalau aku baru pulang.

“Ya! Hye Min-ah! Dari mana saja? Kok baru pulang?” Ahh~oppa tahu saja kalau aku baru pulang! Ckckck… Yang paling mengagetkan adalah Minho oppa tau aku baru pulang padahal dia hanya menatap ke layar tv, apa ada sensor di rumah ini?? Entahlah…

Minho oppa berjalan ke arahku, dia terus saja memandangku dengan tatapan yang ‘tidak bisa ditebak’. “Hmm…pasti..” ia mencoba menebak sesuatu sambil memegang dahunya. “Kau pergi bersama laki-laki dan berciuman, ya??” tanya Minho oppa sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku, membuatku sangat takut. “Kissmarks di lehermu masih sangat kelihatan, harusnya bersihkan dulu sebelum kembali ke rumah” kata Minho oppa sambil menunjuk kissmarks dari Youngmin yang masih terlihat sangat jelas di mata. “Ya sudah, cepat sana mandi!” suruh Minho oppa lalu ia pergi ke kamarnya.

Hish~Oppa sok cool!! Apa urusannya jika aku berciuman dengan laki-laki?? Aku kan sudah besar, tidak perlu lagi diatur seperti anak kecil.

Keesokan harinya…
@school

~MinWoo’s POV~

Kuletakkan ranselku yang sangat berat ini di bangkuku. “Di mana Hye Min? Apa dia belum datang?”. Aku lalu keluar kelas dan memastikan kalau Hye Min memang belum datang.

Bukk~

Hye Min datang dan menabrakku yang sedang ada di depan pintu kelas. Tapi dia hanya menatapku sinis, “Ada apa dengannya?? Apa dia marah karena aku tidak menanggapi ajakannya kemarin??”

“Ya!? Hye Min-ah, apa kau marah karena kemarin aku tidak menanggapi ajakanmu?? Mianhae, kemarin aku sedang bad mood.” Kataku seraya merayunya agar tersenyum kepadaku. Tapi tetap saja dia diam, sekarang malah dia yang tidak menanggapi perkataanku. “Hye Min-ah..mianhae..” kataku kembali sambil menarik-narik pelan lengan seragamnya. “BEHENTI MENARIK-NARIK BAJUKU!” katanya ketus.

“Kau ini kenapa sih?? Kau jadi aneh!!” kataku sedikit berteriak.

“Hhh~ kau masih bertanya?? Sudah puas kau menyakitiku dengan menyuruh orang??” jawabnya sambil berdiri dan meninggalkan kelas. “Hey!! Apa maksudmu??” aku mencoba memanggilnya, tapi tetap saja dia berlalu dari kelas. “Hishh~Minzy noona!!! Apa yang kau lakukan???” kesalku sambil mengacak-ngacak rambutku sendiri.

@home

“Minzy noona! Apa yang kau lakukan ke Hye Min??” tanyaku sambil memandang Minzy Noona sinis. “Noona! Jawab aku!!!” tanyaku lagi.

“Kau mau tahu???” kata noona santai.

“Cepat, noona!!!” kataku memaksa.

“Baiklah, noona menyuruh Taecyeon dan Siwon untuk ‘sedikit’ menyakiti Hye Min, tapi gagal. Seorang laki-laki berambut kuning dan tinggi yang menyelamatkannya” jelas noona.

“Laki-laki berambut kuning dan tinggi??” Apa itu Youngmin??? Aku yakin pasti orang yang menyelamatkan Hye Min adalah Youngmin, siapa lagi kalau bukan dia?? Dari ciri-ciri yang disebutkan noona juga sangat cocok dengan sosok Youngmin. “Ahh~Noona ini kenapa jahat sekali, sih??” kataku ketus.

“Hey! Kau ini pabo!! Hye Min sudah membuatmu sampai melempar barang-barang di kamarmu *ngerti kan maksudnya? =.=*, ini pantas untuknya!!” kata noona sambil menjitak kepalaku. “Hishh~Kau ini bagaimana, sih?? Ya sudahlah, noona mau mandi dulu, kau pikir itu baik-baik, ya MinWoo…” kata noona lebih lembut daripada perkataannya yang tadi sambil mengacak-ngacak rambutku.

“Cihh~” hanya itu saja yang terlontar dari mulutku.

@jembatan sungai Han

22.00
waktu Seoul.

Sekarang sudah jam 10 malam, tapi hal yang terjadi hari ini sama sekali tidak bisa membuatku lelah untuk memikirkannya. “Hisshh~ Noona!! Kenapa kau menyuruh Taecyeon hyung dan Siwon hyung menyakiti Hye Min!!?? Mereka terkenal dengan keyadongannya!! Noona!! Apa kau lupa dengan itu??” teriakku dalam hati yang rasanya ingin aku lampiaskan sekarang juga.

“Youngmin-ah…gomawo…kau telah menyelamatkan bidadariku *wew*…mungkin kau lebih pantas untuknya daripada aku.” Kataku lirih.

Drdtt…ddrtt…

Ponselku tiba-tiba berbunyi. “Kim sonsangnim???” tanyaku dalam hati. Aku langsung mengangkat telepon itu.

“Yoboseyo Kim sonsangnim”

“…”

“Ne~Arrasseo”

Ttt…ttt…

Telpon pun terputus. Kim seosangnim menyuruhku agar ke ruangannya besok di sekolah, katanya ada yang mau dibicarakan.

Keesokan harinya…

@Kim sonsangnim room

Aku menarik kursi yang sudah disiapkan oleh asisten Kim seosangnim dan segera duduk di kursi berwarna biru itu. “Apa yang akan anda bicarakan??” kataku sembari memulai percakapan.

“MinWoo-ssi, kau adalah anak yang cukup berprestasi di sekolah ini, dan nilaimu selalu di atas rata-rata, kami menawarkan beasiswa ke Amerika kepadamu…” tutur Kim seosangnim. “Tapi, dalam ujian ini kau harus lulus dengan nilai yang baik” tambahnya.

“Apa? Beasiswa ke Amerika??”

“Iya, kau tinggal menjawab iya atau tidak, paling lambat  4 hari sebelum pengumuman hasil ujian, arra??”

“Ne, Kim sonsangnim”

“Baiklah, aku masih ada urusan, aku harus segera pergi”

“Ne, Kim sonsangnim” kataku sambil membungkukkan badan 90o.

Aku lalu keluar dari ruangan Kim sonsangnim. Aku masih memikirkan tentang beasiswa itu. Hhh~ daripada aku memikirkannya, lebih baik aku ke perpustakaan.

Aku melirik ke arah perpustakaan, suasananya sepi sekali, ini adalah kesempatanku agar bisa membaca lebih leluasa. Walaupun sudah selesai ujian, aku tetap ingin membaca buku, siapa tahu bisa menjadi bekal untuk kuliah nanti. Akupun berjalan ke arah pintu perpustakaan.

Hah?!

Tapi, apa yang aku lihat?? Ternyata perpustakaan itu tidak benar-benar kosong. Aku melihat Youngmin dan Hye Min yang sedang duduk berdua sambil mengerjakan sesuatu di dalam perpustakaan, aku hanya melihat dari pintu.

“Hye Min-ah! Kau tau cara menjawab soal ini?? Aku mencari-cari buku panduan mengerjakan soal ini tapi tidak ada.” Youngmin bertanya kepada Hye Min yang sedang duduk di sampingnya. “Ahh~kalau kau tidak bisa, apalagi aku?! Lagian itu kan buku untuk mahasiswa jurusan ekonomi, aku tidak ingin mengambil jurusan yang itu.” jawabnya santai sambil membaca buku miliknya.

“Mmm…Hye Min-ah…” Hye Min memutar kepalanya karena ia mendengar Youngmin memanggilnya lagi.

~CHU~ Youngmin mengecup bibir Hye Min. Aku hanya memegang dadaku yang terasa sesak melihat adegan itu. Hye Min-ah…kenapa kau lakukan itu ketika mataku dapat melihat dengan jelas apa yang kau lakukan?? Aku segera berlalu dari pintu perpustakaan itu dengan mata yang berkaca-kaca.

~Author’s POV~

~CHU~ Youngmin mengecup bibir Hye Min dengan lembutnya.

Bukkk~

Sebuah pukulan keras datang dari buku Hye Min yang Hye Min pukulkan ke pundak Youngmin. Youngmin hanya bisa meringis kesakitan.

“Agghh~kau kenapa memukulku?? Aww~sakit, tau?!”

“Kau ini, kemarin sudah 3 kali kita berciuman, masih saja kau ingin melakukannya.”

“Memangnya kenapa?? Kau kan yeojachinguku!!” kata Youngmin sembari mengusap-usap pundaknya yang sakit.

“Tapi kan juga ada waktunya, wekk~” balas Hye Min sambil mengeluarkan lidahnya tanda mengejek. Lalu Hye Min pergi meninggalkan Youngmin sendirian di perpustakaan.

“Cihh~bocah itu, ckckck” gumam Youngmin dalam hati ketika melihat perempuan yang sangat dicintainya itu berlalu dari pintu perpustakaan.

Sementara di kelas…

~MinWoo’s POV~

Aku sudah tidak kuat melihat mereka terus berdua-duaan di depanku. Omo~ mereka sahabat-sahabatku, mengapa aku begini?? Aku terlalu mencintai Hye Min.

Saat pulang sekolah…

Untuk hari ini, amma dan appaku bisa menjemputku. Aku senang sekali jika bisa berkumpul bersama amma dan appa. Karena amma dan appa sibuk dengan pekerjaan masing-masing, kita jarang berkumpul bersama.

Ccittt~

“Ya! MinWoo-ah! Ayo naik!” kata eomma kepadaku dari jendela mobil.

“Ne, eomma..” aku segera masuk ke dalam mobil.

“Hari ini, kita akan ke sebuah restoran Jepang yang ada di Myeongdong.” Kata appa sambil melirikku dari kursi pengemudi.

“Ne, appa. Minzy noona tidak tidak ikut??” tanyaku kepada eomma yang duduk di depan. “Apa dia sedang melakukan aksi brutalnya??” tambahku sambil melipat kedua tanganku di dadaku.

“Apa maksudmu aksi brutal??” tanya appa.

“Appa tidak tahu?! Minzy noona pernah ‘hampir’ menyakiti temanku, untung saja ada yang menolongnya. Dia menyuruh orang untuk menyakiti temanku.” Jelasku kepada appa. “Entah aksi apa yang sedang dilakukan noona sekarang” tambahku.

“Apa? Apa noonamu sampai begitu?” tanya eomma terbelalak (?).

“Tentu saja, mana berani aku bohong?!”

“Anak itu!! Harus diberi pelajaran!!” kata appa kesal dan langsung menancapkan gas menuju ke daerah Myeongdong.

@restoran Jepang

Aku duduk di meja nomor 12. Aku memesan ramen kesukaanku *ngasal*. Aku memulai  percakapan untuk memecahkan keheningan. Appa hanya diam, mungkin karena hal yang kuceritakan di mobil tadi, hehe~

“Appa, eomma…aku ada berita gembira!”

“Apa itu?” kata eomma yang tidak sepenuhnya memperhatikanku, eomma hanya sibuk memainkan iPhone Apple barunya yang dibeli di Beijing minggu lalu. Yap, eomma sejak minggu lalu pergi ke Beijing karena ada pekerjaan, eomma baru tadi malam pulang dari Beijing. Keluargaku memang keluarga yang cukup berada, makanya keluarga kami bebas tunggang langgang (?) ke berbagai negara dan membeli apapun yang kami mau, tapi aku tidak pernah menggunakan kekayaan keluargaku secara berlebihan. Kalau soal ponsel, aku tetap setia dengan Samsung Anycall ini *cinta produk dalam negeri, ya Min..?? hehe~ :D *, walaupun eomma, appa, dan noona selalu memaksaku menggunakan iPhone, BlackBerry, bahkan Android, aku tetap saja tidak mau.

“Aku mendapat beasiswa” eomma langsung kaget dan menaruh iPhone miliknya di samping mangkuk makanannya.

“Apa kau bilang??” appa mulai menanggapi percakapanku dengan amma.

“Iya, aku dapat besiswa, beasiswa ke Amerika” Aku berhasil membuat eomma dan appa hampir meleleh.

“Amerika??” tanya eomma sambil menelan ludah, “Yang benar saja??” tanya eomma tidak yakin.

“Iya, tadi Kim sonsangnim yang bilang, aku hanya disuruh jawab iya atau tidak 4 hari sebelum pengumuman hasil ujian” jelasku.

“MinWoo-ah, kau harus ambil kesempatan itu, ambilah beasiswanya.” Nasihat eomma kepadaku.

“Mmm, pengumuman hasil ujiannya kan masih lama, memikirkannya nanti sajalah, eomma…appa, ya..ya.. masih banyak yang harus kupikirkan” kataku manja.

“Ini adalah jalan hidupmu, pilihlah sendiri dan jalani sendiri” kata appa kepadaku.

“Ne, appa…”jawabku singkat.

“Ya sudah, dimakan ramenmu, nanti dingin”

@MinWoo’s home

~Author’s POV~

“Minzy! Minzy!” panggil appanya MinWoo kepada anak perempuannya, Minzy.

“Ne, appa!! Ada apa??” jawab Minzy dengan roti yang masih memenuhi mulutnya.

“Siapa lagi yang kau suruh untuk menyakiti orang, huh?”

“Maksud appa?” Minzy menelan roti yang berhasil dikunyahnya itu.

“Kau masih bisa bertanya, “Maksud appa?” Kau ini!!” kata appa sambil menjewer telingan Minzy.

“Ya!? Appa! Sakkit!” ringkih Minzy saat telinganya mulai dijewer oleh appanya.

“Kau ini!! Berani-beraninya menyuruh orang dan menyakiti temannya MinWoo, huh??”

“Ya!? Temannya itu sudah menyakiti hati MinWoo, dia memang pantas mendapat hukuman!!” kata Minzy sekalian membela dirinya.

“Itukan masalah mereka! Mengapa kau ikut campur?? Biarkan mereka yang menyelesaikan sendiri! Lain kali, jika kau berani berbuat seperti itu, pasportmu akan appa ambil, tidak diberi uang jajan *=.= appanya childish,hehe~* *author digoreng MinWoo*, ponselmu appa ambil, arra??” ancam appanya MinWoo kepada Minzy.

“Ne, appa…arrasseo…” jawab Minzy sambil memegangi telinganya yang merah karena dijewer oleh appnya.

“Besok, kau pergi ke rumah temannya MinWoo, lalu meminta maaf, arra??” tambahlah penderitaan Minzy setelah dijewer appanya.

“Mwo?! Ahh~ Ne, arrasseo” jawabnya singkat.

Keesokan harinya…
@HyeMin’s House

Ttok..took..ttok..

To Be Continue….

This entry was posted by boyfriendindo.

One thought on “[FREELANCE] 2 Hearts – Part 3

  1. Ffnya banyak adegan ciuman jadi gimana gitu thor..lebih baik jangan ada adegan itu karena yang baca bukan cuma anak dewasa tapi dibawah umur juga.mohon pertimbangannya takutnya secara tidak langsung meracuni otak mereka#maaf
    Soalnya pergaulan sekarang sudah bebas jadi mengantisipasi aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: