[FREELANCE] 2 Hearts – Part 4

Author: Ika Youngminie
Cast : Jo Youngmin, Choi Hye Min, No MinWoo, Choi Minho
Support Cast : Taecyeon, Minzy(maaf, di part sblmnya gak ditampilin namanya),Choi  Siwon, Jo Jin Yoon.
Genre : Friendship, Romance
Rating : PG, T
Type : Chaptered

Ttok..took..ttok..

Minzy mengetuk pintu rumah Hye Min, dan… clekkk~ pintu pun terbuka. Dilihatnya laki-laki tinggi memakai celana pendek berwarna abu-abu dan memakai kaos berwarna biru. “Annyeong, Hye Min ada?” kata Minzy ke pria itu yang ternyata adalah Minho, oppanya Hye Min.

“Mmm, ada. Sebentar ya, aku panggil. Tapi, sebelumnya, masuklah dulu.” Kata Minho sambil mengantarkan Minzy ke ruang tamu. “Hye Min-ah! Ini ada orang yang mencarimu!!” kata Minho kepada Hye Min yang sedang asyik bermain game, tadinya ia bermain bersama Minho, tapi karena ada seseorang yang mengetuk pintu, akhirnya permainannya dihentikan dan sekarang hanya Hye Min yang bermain game.

“Ne, oppa!” Hye Min lalu bangkit dari duduknya dan segera menghampiri Minho yang sedang berada di ruang tamu. “Siapa tamunya?” tanya Hye Min setelah hampir mendekati ruang tamu. Setelah di ruang tamu, ia melihat Minzy yang sudah menyuruh orang untuk menyakitinya sedang duduk manis di atas sofa berwarna cokelat itu. “Oppa, kau lanjutkanlah gamenya, aku ingin bersama temanku dulu” kata Hye Min kepada Minho, “Ne, saeng…” jawab minho singkat dan segera berjalan ke tempat game berada (?).

“Kenapa kau kemari??” tanya Hye Min ketus, hatinya sudah terlalu sakit mendengar nama ‘Minzy’. Sadar atas kesalahannya, Minzy tak segan-segan berlutut di kaki Hye Mi. “Mianhae, Hye Min-ah…aku sungguh menyesal, yang melakukan itu semua adalah aku, aku mohon maafkan aku. Aku bersalah karena sudah menyuruh orang untuk menyakitimu.” katanya sambil menangis di depan Hye Min. Hye Min pun mengeluarkan air matanya sama seperti Minzy.

“Sudahlah, bangun” kata Hye Min yang berusaha menahan air matanya agar tidak terjatuh ke pipinya lagi. Minzy tetap saja berlutut dan selalu mengeluarkan kata-kata maaf dari mulutnya, ini semakin membuat Hye Min marah, “Sudahlah!! Beridiri!! Aku bilang sudah!!” kali ini Hye Min membentak Minzy sangat keras. Minho yang melihat mereka berdua sambil membawa minuman pun hanya bisa menghela nafas, tapi…melihat dongsaengnya yang seperti itu, Minho juga tidak bisa tinggal diam. Diangkatnyalah Minzy agar berdiri, “Sudahlah, Hye Min…tenang” Hye Min menangis dan berlari ke kamarnya. “Ichana??” tanya Minho kepada Minzy, Minzy hanya bisa mengangguk.

“Sebenarnya apa yang terjadi antara kau dan adikku??” tanya Minho kepada Minzy sambil memberikan orange jus yang tadi ia bawa dari dapur.

“Ani…hanya masalah kecil saja” jawab minzy sambil meneguk orange jus yang diberika Minho. “Ya sudah, aku harus pulang dulu, gomawo …” Minzy lalu keluar dari rumah itu dan segera pergi dengan matanya yang sembab.

Beberapa menit kemudian…

~Hye Min’s POV~

Ttok..ttok..ttok..

Suara pintu kamarku yang sedang diketok oleh seseorang terdengar sangat jelas. “Masuklah..” kataku.

“Hye Min-ah…sebenarnya ada masalah apa, sih? Coba lihat, matamu masih sembab begitu.” Kata Minho oppa sambil menunjuk mataku yang sembab karena menangis ini. Ia duduk di sebelahku dia atas ranjang tempat tidurku.

“Ahh~tidak, hanya masalah kecil saja, oppa..”

“Apa benar?? Ahh~ oppa tidak percaya, ayolah…katakan yang sejujurnya”

“Apa oppa perlu tau?! Inikan masalah pribadiku…lagian ini hanya masalah kecil saja”

“Ayolah~sebetulnya apa masalahmu??”tanya Minho oppa lagi.

Aku berdiri dan ‘sedikit’ membentak Minho oppa, “Oppa! Sudahlah! Aku tidak ingin membicarakan ini lagi!” aku lalu keluar dan segera menelpon Youngmin, siapa tahu dia bisa jadi teman curhat, hehe~

Ttt…ttt..

“Yoboseyo…Youngmin-ah, bolehkah aku ke rumahmu?? Aku butuh teman curhat sekarang”

“…”

“Ne, tunggu sekitar 10 menit lagi yah…”

Hmm, Youngmin malah menyuruhku untuk ke taman saja, katanya dia sedang ada di sana sekarang, lagi menangkap belalang katanya… ckckck, seperti anak kecil saja.

@taman

“Youngmin-ah!” sapaku kepada Youngmin yang sedang duduk bersama seorang anak kecil.

“Ahh~Hye Min-ah! Ayo ke sini!” katanya.

Aku lalu ke bangku panjang berwarna putih yang sedang ia duduki bersama seorang anak kecil. Dia tampak sangat akrab dengan anak laki-laki kecil ini.

“Oh iya, Jin Yoon, kenalkan, ini Hye Min, Choi Hye Min noona”

“Salam kenal, noona…aku Jin Yoon, Jo Jin Yoon” katanya sambil melambaikan tangan kepadaku, dan aku juga membalas lambaiannya. Anak ini sangat manis, senyumnya juga mirip Youngmin, “Salam kenal juga, Jin Yoon” kataku. “Youngmin-ah, apa ini adikmu?” tanyaku kepada Youngmin. “Ahh~ini adik sepupuku yang paling kurcaci alias yang paling kecil, haha~” jawab Youngmin dengan candaannya yang begitu khas. “Oh…dia sangat manis, sama sepertimu” pujiku kepada Youngmin. “Ahaha~ sepertinya Cuma kau saja yang tidak manis, wekk~” katanya mengejek. Aku hanya memanyunkan bibirku, “Ah, tidak…tidak, hanya bercanda, kau tetap manis di hatiku, hehe~” katanya sambil mengacak-acak rambutku ahh…Youngmin, kau bisa saja membuatku malu.

“Hyung, noona! Apa kita jadi nangkap belalang?” seru Jin Yoon yang membuat aku kaget.

“Ne, Jin yoon, kajja!” kata Youngmin.

Aku, Youngmin, dan Jin Yoon pun mulai berlarian mencari belalang. Youngmin selalu mengikuti ke mana Jin Yoon pergi, mungkin sekarang dia sedang jadi baby sitternya Jin Yoon, haha~

~MinWoo’s POV~

“Huft…bosan di rumah terus, lebih baik aku berjalan-jalan di taman saja” kataku saat rumah mulai sepi, eomma dan appa ke kantor, sedangkan Minzy noona pergi entah ke mana.

“Han ahjussi, aku pergi dulu, yah…nanti kalau eomma dan appa pulang, bilang saja lagi ke jalan-jalan, arra??”

“Ne, MinWoo-ssi…”

Aku pun berjalan-jalan di sekitar taman. Banyak sekali orang yang ingin bersantai di sini, anak-anak pun tak mau kalah, mereka banyak yang bermain dengan teman-temannya di sini.

“Ayo, hyung! Noona! Tangkap belalangnya!” aku mendengar sekilas suara itu. Aku pun membalikkan badanku ke arah datangnya suara itu, entah mengapa aku jadi tertarik untuk melihat siapa yang berteriak seperti itu. “Yeyy! Kita berhasil menangkap belalangnya, hyung! Noona!” Anak kecil itu lalu digendong oleh seorang laki-laki, tapi…sepertinya aku kenal laki-laki itu… “Youngmin??” aku kaget ketika melihat mukanya dengan jelas. Dan.. “Hye Min?! sedang apa mereka di sini??” Kulihat Hye Min juga ada bersama mereka, aku yakin pasti itu benar-benar Youngmin dan Hye Min.

Youngmin merayakan keberhasilannya menangkap belalang yang daritadi dikejarnya bersama anak kecil itu dengan sangat gembira. Youngmin menggendong anak kecil itu. Rasanya mereka sudah seperti keluarga kecil yang sangat bahagia, walaupun sekarang hanyalah duplikatnya saja. Dadaku tiba-tiba mendadak sesak melihat mereka bahagia seperti itu, terkadang Youngmin juga memeluk Hye Min, itulah yang membuat dadaku makin terasa sesak. Sebaiknya aku pulang dan istirahat di kamar saja daripada di sini melihat pemandangan yang membuat dadaku sesak.

Beberapa hari kemudian..

Aku pun mengambil keputusan untuk mengambil beasiswa itu dan dua hari lagi aku akan berangkat ke Amerika. Hye Min, akankah kau mengejarku dan bilang ‘Saranghaeyo’ kepadaku?? Hah~ mungkin hanya mimpi bagiku.

@school

~Author’s POV~

Hari ini adalah hari perpisahan anak kelas 12 di Chungdam High School. Youngmin duduk terpisah dengan Hye Min karena Hye Min datang terlambat  dan harus duduk di barisan belakang.

Samar-samar, Youngmin mendengar 3 murid perempuan yang sedang menggosip yang duduknya tak jauh dari dirinya.

“Hei, kau tau kan MinWoo anak XII A mendapat beasiswa ke Amerika??” kata salah satu murid yang berambut pendek.

“Iya…Eh, kau juga tau kalau MinWoo itu suka dengan Hye Min?? Aku dengar-dengar, dia mengambil beasiswa ini karena tidak tahan melihat kemesraan Youngmin dan Hye Min” kata yang lainnya.

“Wahh…sebetulnya Hye Min juga menyukai MinWoo, tapi dia menyuruhku untuk tidak memberitahukan kepada siapa-siapa agar Youngmin tidak mengetahuinya, dia takut kalau Youngmin tau, Youngmin akan marah padanya, dia masih menjaga perasaan Youngmin. Tapi, Hye Min tidak punya perasaan apa-apa ke Youngmin, Hye Min hanya menganggapnya sebagai sahabat, tak lebih.” Jelas yang lain dengan panjang lebar. “Oiya, bukannya MinWoo akan berangkat ke Amerika 2 hari lagi?? Wah, Hye Min harus segera menyatakan perasaannya ke MinWoo” lanjutnya.

Youngmin sangat kaget ketika murid-murid itu bilang bahwa Hye Min tidak mencintainya malah mencintai MinWoo, MinWoo pun memiliki perasaan yang sama terhadap Hye Min, di dalam hatinya ia hanya bisa berkata, “Ya Tuhan~Apa yang harus aku lakukan??”.

1 hari sebelum keberangkatan MinWoo…

@cafe

Hari ini Youngmin mengajak MinWoo ke café langganannya ini. Ia ingin berbicara tentang Hye Min.

“MinWoo-ah, sebenarnya, sepeti apa perasaanmu terhadap Hye Min??” tanya Youngmin lebih dahulu.

“Apa maksudmu?” MinWoo hanya bisa kaget ketika mendengar pertanyaan Youngmin.

“Kau mencintainya, kan?? Aku tidak akan marah apalagi menghajarmu jika kau suka padanya” kata Youngmin sambil menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu.

“Ya!? Apa maksudmu??” MinWoo sebetulnya ingin mengelak, tapi ia tidak bisa, “Iya, aku sudah suka padanya ketika pertamakali bertemu, tapi sepertinya dia lebih bahagia jika bersamamu, bukan aku” kata MinWoo merendahkan diri.

“Tidak, dia memang bersamaku, tapi cintanya tidak. Dia tidak mempunyai rasa sedikitpun kepadaku” Youngmin balik merendahkan diri. “MinWoo, raihlah cintanya, aku tahu dia juga mencintaimu, jadi…kejarlah dia. Aku mau, sebelum kau ke Amerika, katakanlah kau cinta padanya sekali saja. Aku akan membantumu” kata Youngmin dan segera berlalu meninggalkan MinWoo di café itu. MinWoo hanya bisa menatap Youngmin yang sangat baik terhadapnya, bahkan sampai rela memberikan wanita yang sangat dicintainya menjadi milik MinWoo, sahabatnya.

Keesokan harinya…

“Hye Min-ah…aku mau tanya sesuatu…”kata Youngmin kepada Hye Min yang sedang berdiri di depannya.

“Apa??”

“Selama ini, kau menjadi yeojachinguku karena cinta atau karena aku ini sahabatmu??”

“Hah? Apa maksudmu??”

“Kau selama ini tidak mencintaiku, kan?? Hh~Aku tahu itu. Kau bahkan tidak pernah mengatakan ‘saranghae’ kepadaku.”

“Mianhae, Youngmin-ah…itu memang benar, aku tidak punya perasaan apapun kepadamu, kau hanya sahabatku, tak lebih dan selamanya menjadi sahabat yang paling aku sayangi” kata Hye Min dengan air mata yang mulai berlinang di pipi mulusnya itu.

“Ne, arrasseo. Daripada kau tersiksa, lebih baik kita akhiri sekarang juga” kata Youngmin lembut, tidak seperti kebanyakan laki-laki lainnya yang biasanya agak keras saat memutuskan hubungan dengan kekasihnya.

“Ne, Youngmin-ah…”

“Tapi, kau mau kan membantuku?? Aku mohon…”

“Apa??”

“Kejarlah MinWoo, bilang kau cinta padanya. Nanti dia akan ke Amerika untuk beasiswa yang ia dapat.” pinta Yongmin yang sedang menyeka air mata yang sudah megalir di pipi Hye Min, perlahan Youngmin mengangkat dagu Hye Min dan ~CHU~ Youngmin mencium bibir Hye Min  untuk yang terakhir kalinya. “Ayolah…pesawatnya 1 jam lagi berangkat, ayo…kejar dia, dia pasti juga aku bilang ‘saranghae’ kepadamu. Ayo..”

Hye Min hanya diam, dia tidak mengerti mengapa Youngmin tiba-tiba begitu. Tapi dia pun tidak bisa menolak perkataan Youngmin. Dia sadar kalau dia mencintai MinWoo, ia pun segera mengemudi ke bandara. Youngmin melihat mobil Hye Min yang sudah mulai menghilang dari hadapannya.

Hye Min-ah…semoga kau berbahagia bersama lelaki yang benar-benar kau cintai, bukan bersama laki-laki yang tidak kau cintai seperti aku. Senyumanmu kepadaku setiap hari semuanya hanya palsu, sekarang kau bisa senyum dengan tulus kepada laki-laki yang kau cintai. Good bye my love…

Itulah yang hanya bisa Youngmin pikirkan sekarang, hanya merelakan Hye Min untuk bahgia bersama-sama laki-laki yang benar-benar ia cintai.

@Airport

~Hye Min’s POV~

“No Min Woo-ssi! MinWoo-ssi!” aku mencari-cari sosok MinWoo di bandara Incheon, tapi aku beluk juga menemukan sosok MinWoo.

Tiba-tiba aku melihat seorang laki-laki memakai coat bewarna coklat sedang berdiri sambil melihat ke arahku. “MinWoo??” kataku lirih karena sudah berlari-lari. Aku langsung memeluknya, “Ya!? Kau ini kenapa jahat sekali, sih??!! Kenapa kau mau meninggalkanku??” racauku kepada MinWoo.

~MinWoo’s POV~

Kulihat seorang yeoja yang sepertinya aku kenal, aku pun menghampirinya, dan ternyata dia adalah Hye Min. Hye Min langsung memelukku, “Ya!? Kau ini kenapa jahat sekali, sih??!! Kenapa kau mau meninggalkanku??” racaunya kepadaku. “Kau kenapa mau pergi?? Kita belum mulai dari awal” katanya sambil memukul-mukul tubuhku dan menangis.

“Ani…aku tidak akan meninggalkanmu, aku tidak akan pergi. Kau harus tenang…” kataku sembari menenangkan dirinya. “Hye Min, aku sudah membatalkan program beasiswanya, jadi aku tidak akan meninggalkanmu, arra??” kataku sambil menatap matanya. Dia hanya mengangguk pelan.

“MinWoo-ah…saranghae…” katanya yang makin memelukku erat.

“Nado saranghaeyo, Hye Min-ah…”

~Author’s POV~

MinWoo akhirnya membatalkan program  beasiswa yang sudah ia setujui bebarapa hari yang lalu, ia sadar dia masih punya orang yang sangat ia cintai, ia tak akan meninggalkannya, karena dia yakin kalau orang itu juga menyayanginya.

Ternyata itu benar, orang itu juga mencintainya, MinWoo pun tidak bisa berbohong atas perasaannya itu. Sekarang sepasang anak muda itu akhirnya dapat bersama dengan cinta yang murni, bukan paksaan.

Beberapa tahun kemudian….

~Hye Min’s POV~

“Eun Min-ah! Tangkap!”

“Ne!”

“Coba liat mereka, sangat dekat, bukan??”tanyaku kepada Youngmin.

“Hmm, sama seperti kita dulu, kuharap cerita kehidupan mereka tidak seperti kita”

Pletakk~

“Ya! Youngmin-ah! Kau ini!!”

“Hihihi~”

10 tahun setelah kejadian masa SMA dulu, akhirnya aku memiliki kehidupan yang pasti, bersama orang yang kucintai dan kusayangi. Hari ini, aku mengajak anak perempuanku, No Eun Min bermain bersama Jo Young Jae, anak laki-laki Youngmin. Hari ini, MinWoo ada tugas di Jepang, jadi kami tidak bisa berkumpul bersama.

NoEun Min adalah hasil hubunganku dengan No MinWoo. Kami menikah 4 tahun yang lalu. Sedangkan Youngmin, menikah dengan seorang yeoja bernama Han Jae Sung, mereka menikah 4 tahun yang lalu, mereka memiliki anak bernama Jo Young Jae.

Sekarang kami hidup semakin dekat dan seperti sahabat yang tidak bisa dipisahkan. Aku selalu mengingat kejadian masa lalu yang memberikan pelajaran arti cinta sesungguhnya.

Finish…

Nah.. Selesai. Maaf Ɣªª kalau kurang bagus ;) komentar sangat dibutuhkan. Gomawo…

This entry was posted by boyfriendindo.

12 thoughts on “[FREELANCE] 2 Hearts – Part 4

  1. Terharu bacanya setiap adegan min woo pasti keluar tuh air mata,,tp inikan cmn FF tpi ini tuh menrutku udh kyk nyata😀

  2. kereeeeeeeennnnn TOPBGT unnie keren bgt ceritanya tpi mungkin agak dewasa yah soalnya ada kiss nya tpi keren bgt penuh pengorbanan

    ^_^likelikelikelike

  3. huhuhuhu…mau nangis deh..di stu sisi awlnya cedih ma min woo..tp pd akhirnya cedihnya ke youngmin..
    top bnget critanya ngena bgt dhati thor..bkin lgi ya ntar crita yg bru lgii..b^^d..good luck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: