[FREELANCE] Don’t Say I Love You – Part 2

Title: Don’t say I Love You *2*

Author: Widya Inriyanti (Widy)

Main Cast : Eun Suk , Jo Kwangmin, Jo Youngmin, Yang Seungho

Genre: Romance, Family

Type : Chapter

Rating : T


“Wah segar.”Eun Suk mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ia baru saja menyelesaikan kegiatan mandinya. Eun Suk mengacak2 bawaannya dan mencari sesuatu.”Mana celana dalam ku?”ia masih bingung dan sibuk mencari.”apa mungkin tertingal?”

Youngmin membuka pintu dan melihat sesuatu yang asing di lantai.”Punya siapa ini?”ia mengangkat benda itu dengan ujung jarinya dan melirik pitu kamar mandi yang tidak jauh dari kamar mereka.

“Haduh…. Mana mungkin aku harus keluar dengan berbalut handuk saja?”ia bingung bukan kepalang dan akhirnya memberanikan diri untuk membuka pintu kamar mandi tapi sesuatu masuk setelah pintu terbuka sedikit.

“Ini milikmu?”kata suara itu dari celah pintu. Di ujung jarinya tergantung sesuatu yang tentu Eun Suk kenali.

“Eh…..Go…Gomawo…”ia menyambar benda itu lalu menutup pintunya.”Bodoh! kenapa aku bisa teledor seperti ini?”ia mundar mandir di depan kaca kamar mandi sambil berteriak.”Aku takan ganti baju di kamar mandi lagi!” Youngmin yang mendengar suara  noonanya itu hanya tertawa.

“Kenapa aku bisa menyukai wanita seperti itu ya?”ia masih tertawa dan meninggalkan kamar mandi.

Di ruang tamu.

Eun Suk melewati ruang tv dengan malu dan menggeleng2Kn kepalanya.

“Polkadot ungu lucu juga.”celetuk Youngmin saat noonanya melewati belakang sofa.

“Sudah jangan bahas tentang itu!”Eun Suk ngibrit*bhs dr mana ngibrit?* balik ke kamarnya.

KRIIIIINGGG!! Suara telepon rumah berdering keras memecahkan keheningan.”Hallo?”sapa Youngmin pada si penelepon.

“Apa ada Eun Suk.”jawab suara di sebrang telepon.

“Tungu sebentar akan saya pangilkan.”Youngmin menyimpan telepon di meja dan mendatangi kamar noonanya.”Noona ada..”ia membuka pintu kamar perlahan dan..

“Kyaaaaa..”Eun Suk menjerit saat namja itu hendak masuk.”Bisa tidak kau mengetuk pintu dulu!”ia menutupi tubuhnya dengan handuk.

“Ma, maaf. Aku hanya ingin membertau ada yang menelepon.”setelah menyampaikan pesan ,youngmin meningalkan kamar noonanya.

“Haduh…. Kenapa jadi begini sih?”ia memukul kepalanya sendiri.

Ruang tamu.

“Hallo?”

“Eun Suk. Buku catatanku terbawa olehmu ya?”Iseul si pemilik suara itu.

“Iya. Kemarinkan aku sudah bilangkan akan meminjam catatanmu. Kau lupa?”

“Emmm…”Iseul berfikir sejenak.”Ia aku lupa. Kalau begitu maaf sudah mengganggumu. Sampai bertemu besok.”telepon di matikan.

“Hanya gara-gara buku ini aku harus malu tadi.”Eun Suk memelototi buku Iseul seperti musuh bebuyutan. Ia sangat malu setelah kejadian waktu itu dan tadi.”Hah~ kenapa harus di depan dia sih?”

“Boleh aku masuk?”Youngmin mengetuk pintu dan meminta izin.

“Ya masuk lah.”

“Maaf soal yang tadi.”ia mendekati noonanya dan duduk di sampingnya.

“Tak apa.”

“Emmm… Noonakan sudah tau perasaanku… sekarang.. aku ingin tau perasaanmu.”nadanya tampak gerogi.

“Perasaanku. Kau mau tau yang mana? Yang sebenarnya.. atau yang berbohong?”

“Aku ingin….”ia kembali berfikir dan menatap noonanya”Yang berbohong.”

“Aku sangat membencimu! Jangan pernah temui aku lagi!”nadanya membentak.

“Jahat sekali. Kenapa seperti itu?”katanya dengan nada manja. Tatapannya benar2 seperti anak kecil*emang masih keciil Thor.*

“Kan itu yang berbohong. Ya sudah aku tak mau teruskan.”ia melipat tangangannya di dada dan membalik badanya membelakangi Youngmin.

“Noona, kok marah?”ranyunya dengan nada tambah manja.

“Lah? Kenapa kau jadi manja begini? Ada setan yang merasukimu ya?”

“Lalu… yang jujur apa?”nadanya tambah manja*loh kok malah jadi Youngmin yang kaya cewe ya?*

“Yang jujur?”tanyanya”Kan tadi sudah aku katakana.”

“Jadi benar  noona membenciku?”matanya berkaca2 siap meledakan airmata.

“Bu, bukan. Aku hanya bercanda. Jangan menangis.”Eun Suk mengusap air mata yang akan menetes di pipi Youngmin. Namja itu meraih tangan Eun Suk dan menciumnya. Wajah Eun Suk memerah, ia menundukan wajahnya malu.

“Berarti noona juga menyukaiku?”

“Aku tak mau berkomentar.”Eun Suk memalingkan wajahnya.

“Kalau begitu aku mau menangis lagi.”ancamnya.

“Eh jangan.”ia kembali menatap dongsaengnya itu. Dan dengan sergap*??* Youngmin mendaratkan sebuah kecupan di bibir Eun Suk.

Eun Suk mendorong tubuh Youngmin.”Kalau ada yang lihat bagaimana?”cemasnya.

“Paling hanya Kwangmin.”santainya kembali mengecup bibir kecil Eun Suk.

“Kalau Kwangmin bilang ke ibu kn gawat.”

“Tenang. Kwangmin sudah tau masalah ini.”youngmin memeluk Eun Suk erat dan kembali mengecup Eun Suk.”Noona hanya milikku sekaranng.”bisiknya.

***

Sebulan ini keadaan rumah membaik. Tidak ada pertengkaran2 pengawal pagi yang berisik. Tidak ada rebutan kamar mandi lagi. Yang ada hanya kebahagian sepanjang hari.

“Kenapa hari libur begini harus pergi ke sekolah?”Eun Suk memakaikan dasi seragam untuk Youngmin.

“Ada urusan OSIS.”katanya.

“Jangan lupa sarapan”kata ibu yang berada di belakang Eun Suk sibuk menyiapkan sarapan.

“Baik bu.”jawab Youngmin.

“Nah sudah beres.”Eun Suk merapikan kerah baju Youngmin. Youngmin mendongakan wajah Eun Suk dengan kedua tangannya dan mendaratkan sebuah kecupan.

“Nanti ibu lihat.”bisik Eun Suk.

“Yang penting dia tidak melihatnya kan?”kedua tangannya masih memegang kedua pipi Eun Suk.

“Sudah, sarapan sana.”

“Baiklah.”

Begitulah kira2 suasana rumah sebulan ini.

Sekolah Youngmin

“Enak sekali di manja noona kita.”Kwangmin melirik sekali kembarannya itu.

“Hahaha. Kenapa, kau sirik?”

“Tidak. Apa tidak apa-apa seperti ini?”cemas kwangmin memandang Youngmin.

“Entah. Tapi untuk sementara seperti ini saja dulu.”ia melipat tanganya di dada sambil masih memandang ke depan.

“Semoga ada keajaiban.”

Siangnya

Larinya cepat menuju sebuah bangku taman. Terlihat seorng namja sedang duduk di sana.”Mian. pasti kau menunggu lama.”Eun Suk mengatur nafasnya yg berantakan karena berlari.

“Tak apa. Ayo duduk dulu. Istirahatlah.”Seung Ho menepuk2 bangku kosong di bebelahnya.

“Kenapa oppa mendadak mengajakku jalan?”

“Hari libur seperti ini tidak baik juga diam di rumah. Kau mau menemaniku jalan kan?”senyumnya ramah yg selalu membuat Eun Suk meleleh di buatnya.

“Ne. kemana?”

“Ke mana saja. Toh hari ini liburkan?”

“Baiklah.”senyumnya.

Di pihak lain

“Rapat kali ini benar2 membosankan.”Kwangmin melipat tangannya dan menyanggah kepalanya seakan2 akan copot.

“Sejak kapan sih rappat di sekolah kita menyenangkan? Mana ketua OSIS itu mabur ga tau ke mana lagi.”

“Iya. Si Yang Seung Ho itu selalu tidak ikut rapat. Padahal dia ketuanya. Parah.”ia menatap ke sebrang jalan dan mendapati dua orng yang ia kenal.”Bukannya out noona dan ketua OSIS kita? Sedang apa mereka?”Youngmin memandang ke arah yang sama.

Sorenya

“Noona.”pangil Yougmin.

“Ada apa?”Eun Suk terduduk di mejanya sambil membaca beberapa buku. Youngmin mendekat, ia duduk di kasur Eun Suk.

“Tadi siang ke mana?”

“Pergi dengan teman lama.”matanya masih memandang buku.

“Yeoja atau namja.”

“Namja. Dia kakak kelasku saat SMP. Kenapa?”ia memutar kursi belajarnya.

“Kalian berkencan?”nada bicaranya semakin di pertegas.

“Tidak. Kami hanya jalan2 biasa. Sebenarnya ada apa denganmu?”

“Aku perna bilang kan kalau noona hanya milikku? Kenapa jalan dengan namja lain?”nada bicaranya sedikit membentak.

“Ya! Kau ini kenapa? Siapa yang milik siapa?”

“Aku sudah menyatakan perasaanku pada noona. Dan noona sendiri menyukaiku juga kn?”

“Tapi hubungan di antara kita itu adik kaka. Mana mungkin kita bisa menjalin hubungan?”keduanya saling membentak.

“Aku tidak peduli. Aku tidak suka noona dekat2 dengan si Yang Seuung Ho2 itu!”ia meninggalkan noonanya setelah kata terakhirnya itu. Eun Suk hanya terpaku menatap pungung namja yang tak lain adalah adiknya sediri.

Eun Suk sedang bingung menatap Iseul yang tersenyum memandangi hpnya. ‘Apa dia sudah gila?’pikirnya.

“Hei, Iseul. Kau gila atau kenapa?”

“Kenapa sih?”ia masih menatap hpnya lengkap dengan senyuman yang menurut Eun Suk itu aneh.

“Aku takut dengan senyumanmu itu. Tolong hentikan.”Eun Suk masih ngeri dengan senyuman Iseul.”Kau smsan ma sapa sih?”

“Min Woo.”katanya masih dengan cengiran aneh di wajahnya.

“Mwo? Noh Min Woo?”kaget Eun Suk sedikit meninggikan nadanya.

“Iya. Ada apa emang?”

“Dia teman sekelas Youngmin.”

“Ada masalah? Toh di sekolah kitakan ga ada cowonya.”

Sekolah Youngmin

“Ya… rapat kita sudahi sampai di sini dulu.”Seungho menutup rapah siang ini. Ia membereskan beberapa kertas dan buku yang berserakan di hadapannya.

“Kau kenal dengan Eun Suk.”Tanya seorang namja jangkung. Youngmin.

“Emm..”ia berpikir sejenak mengingat sesuatu.”Yah. dia adik kelasku di SMP. Kenapa?”ia melirik namja di sampingnya. Tatapan Youngmin tajam.

“Jangan dekati dia lagi.”katanya sambil berlalu.

***

“Aku pulang.”Eun Suk memasuki ruang tamu bersama seorang namja.”Oppa tunggu di sini ya. Aku ganti baju dulu.”ia meninggalkan namja itu di ruang tamu.

“Untuk apa kau datang ke sini?”Youngmin muncul dari balik pintu sebuah ruangan. Ia berseder di dinding dan melipat tangannya di dada.

“Berkunjung. Apa salahnya? Oh ternyata kau adiknya?”SeungHo menoleh ke sumber suara.

“Ya. Dan aku tak suka kau mendekati noonaku.”kata2nya sinis dan tatapannya tajam.

“Tenang. Aku hanya bermain2 bersama noonamu itu. Aku bosan.. ya kutinggalkan.”katanya di barengi senyum licik.

“Kau!”ia mengangkat kepalan tangannya tinggi2 bersiap memukul.

“Youngmin!”bentak Eun Suk saat melihat Youngmin akan memukul Seungho.”Bersikap sopan pada tamuku!”

“Awas saja nati!”dengan kesal Youngmin meninggalkan Eun Suk dan Seungho di ruang tamu.

Malamnya di kamar Eun Suk

“Kya!!! Youngmin!”Eun Suk berteriak ketika Youngmin masuk ke kamarnya”kenapa selalu masuk tanpa mengetuk pintu?”omelnya setelah selesai berganti baju.

“Memang kenapa? Toh dulu kita sering mandi bareng kan?”santanya sambil duduk di kursi belajar Eun Suk.

“Itu kan dulu. Beda dengan sekarang!”rengeknya sambil memeluk bantal erat.ia menenggelamkan mukanya di balik bantal, menghindari tatapan Youngmin.

“Aku sudah menyuruh noona untuk tidak bertemu lg denganya. Kenapa malah membawanya ke rumah?”pertanyaan Youngmin membuat Eun Suk mengangkat wajahnya.

“Memang apa urusannya denganmu?”juteknya.

“Tentu saja ada. Noona itu hanya milikku. Tidak boleh ada yg mendekatimu kecuali aku!”

“Lalu ayah? Kwangmin? Apa mereka juga tidak boleh mendekatiku?”tanyanya.

Youngmin berpikir dan mencari jawaban”Mereka tidak masuk hitungan.”jawabnya cepat.

“kalau begitu…. Mulai besok aku akan dekat-dekat dengan Kwangmin.”jahilnya.

“Tidak! Tidak bolah!”

“Kenapa? Katanya mereka tidak masuk hitungan? Lagian Kwangmin itu kan kembaranmu. Masa kau cemburu dengan kembaran sendiri?”Eun Suk merebahkan tubuhnya di kasur dan masih memeluk bantal. Youngmin beranjak dari tempatnya dan pindah ke sebelah Eun Suk dan ikut tidur-tiduran di sebelahnya.

“Noona, apa kalau kita bukan kakak adik noona akan menyukaiku?”ia menatap langit2 kamar Eun Suk.

“ Kalau memang itu jodoh kita bisa jadi aku akan menyukaimu.”

“Kalau kita bukan kakak adik, bagaimana cara kita bertemu?”

Eun Suk melirik sekali namja di sebelahnya yang tatapannya masih menerawang ke atas.”Bisa berbagai cara. Mungkin kita bersekolah di seklah yang sama. Atau, rumah kita bertetangga. Atau, kau pe;anggan di kedai yang menjadi kerja sambilanku. Atau, yah…. Kau menjadi adikku.”

“Yang terakhir aku tidak mau.”

“Tapi ini sudah menjadi takdir kita. Lagian kenapa kau bisa suka padaku?”

“Karena noona sering memperhatikanku, menjagaku, bahkan kau pernah tdk ikut ujian masuk SMP yang kau suka karena aku. Kau ingat?”ia memandang wajah noonanya yang dari tadi menatapnya juga.

“Bukannya itu Kwangmin?”bingungnya dan dahinya berkerut.

“Bukan. Itu aku. Karena gaya rambut kami selalu di samakan oleh ibu makanya kau tetrukar antara aku dan Kwangmin.”

“Lalu kenapa kau selalu menjahiliku?”ia semakin penasaran

“Karena aku ingin kau perhatikan.”

“Ha~ aku tidak mengerti.”Eun suk menegakan tidurnya dan memandang langit2 kamarnya.

Youngmin merapatkan tubuhnya dengan Eun Suk. Kepalanya ia sandarkan di bahu noonanya itu dan mulai terlelap.

Kelas Seungho

“Bagaimana hubunganmu dengan gadis itu?”seorang yeoja duduk manis sambil memeluk pinggang seungho.

“Baik, tapi sedikit membosankan. Tidak seperti bersamamu.”ia tersenyum dan mengecup bibir mungil yeoja itu.

“Aku tak percaya. Kau pasti mengucapkan itu pada semua gadis.”

“Lalu harus ku buktikan dengan cara apa?”ia kembali tersenyum.

“Kau sudah lama tidak mengajakku ke motel. Apa mala mini bisa?”manja yeoja itu semakin merapatkan pelukannya.

“Kalau malam ini aku tidak bisa.”

“Pasti menemani yeoja itu? Memang sudah sampai mana hubunganmu dengan gadis itu?”

“Emm.. belum terjadi apa2. Tapi ku pastikan malam ini berhasil.”senyum liciknya terukir jelas.

Sorenya

“Oppa datang lagi”Eun Suk membukakan pintu.

“Emm… aku ingin mengajakmu keluar boleh?”Seungho masih berdiri di depan pintu.

“Emm… tunggu sebentar. Aku ambil jaket dulu.”Eun Suk bergegas kembali kekamar.

Taman

“Dingin.”Eun Suk mengusap2 kedua tanganya.”Untuk apa oppa mengajakku ke sini?”

“Emm… aku hanya menghindari Youngmin saja.”

“Oh.”

“Dan…”

“Emm.”Eun Suk menghentikan langkahnya dan memandang namja yg ada di sebelahnya.

“Ada yang ingin ku tanyakan. Apa kau mau menjadi yeoja chinguku?”

“Eh…”dilema. ‘ayo Eun Suk! Bukankah kau menyukainya?’batin Eun Suk.”Aku….”ia masih berpikir untuk jawabanya.

“Kau bersedia?”

“Aku tak mengizinkan noonaku berpacaran dengan namja seperti mu.”Youngmin muncul dan mendekati keduanya.

“Untuk apa kau ke sini?”

“Aku menghawatirkan noona. Berada malam2 di tempat sepi bersama namja seperti ini sangat berbahaya noona.”

“Selama ini aku diam dengan segala cacianmu. Tapi yang ini sangat menghinaku.”

“Menghina? Terhina? Aku tau betul sifatmu di sekolah. Suka memoermainkan wanita. Gonta ganti pasangan. Apa perlu aku buat pengakuan dr yeoja2 itu? Jangan pernah berpikir bisa menyentuh noonaku karena kau akan berhadapan dengaku.”ancamnya dengan amarah yg meluap. Eun Suk benar2 tidak bisa membiarkan ini begitu saja.

“Sudah. Youngmin lebih baik kita pulang.”EunSuk menarik tangan Youngmin dan meninggalkan Seungho tanpa berkata apa2.

“Aku tidak mau melihat noona bertemu lagi dengan si Seungho2 itu.”perintahnya.

“Iya. Tapi, apa benar Seungho oppa seperti itu? Dulu dia sangat baik*ini pengalaman pribadi author*”Eun Suk memeluk tubuhnya sendiri menahan dinginnya udara mala mini.

“Seisi sekolah sudah tau kelakuan dia seperti apa. Makanya sejak awal aku tidak suka noona dekat2 dengannya.”

“Bukan karena kau cemburu?”ia sedikit mendingak karena tingginya tubuh Youngmin

“Sedikitnya masalah itu. Selebihnya, karena aku memang tidak suka dengan si bejat itu.”melihat Eun Suk terus memeluk tubuhnya, Youngmin tersadar bertapa dinginnya malam ini.

Ia melepas jaketnya dan memakaikannya ke Eun Suk.”Kenapa keluar dengan pakaian tipis seperti itu?”Youngmin merapatkan tubuhnya ke Eun Suk dan merangkulnya.

“Tadi aku terburu2.”Eun Suk tersenyum. Ia merasa nyaman dengan keadaan ini.

“Untuk orang seperti itu noona terburu2? Aku iri pada si Seungho2 itu.”

“Kenapa kau ini? Katanya aku milikmu. Kenapa masih cemburu pada orang lain? Kau tidak mempercayaiku?”Eun Suk menghentikan langkahnya. Youngmin membalik tubuhnya dan menatap Eun Suk.

“Noona.”katanya manja.

“Apa?”ia merapatkan jaketnya

“Kau menyukaiku?”Youngmin melangkahkan kakinya ke arah Eun Suk.

“Ya.”singkatnya.

“Bukan sebagai seorang adik?”langkahnya semakin dekat. Pandanganya terus terarah ke sosok yeoja di hadapannya.

“Iya.”

“Sebagai seorang namja?”

“Iya.”seunsuk tersenyum dan sekarang Youngmin sudah berada di hadapannya. Merka saling beradu pandang, saling tersenyum dan sibuk dengan dunianya sendiri.”Aku benar2 menyukaimu.”Eun Suk menengadah untuk menatap wajah namja itu. Tangan Youngmin melingkar di pinggang Eun Suk dan satu tanyannya lagi mengangkat wajah Eun Suk.

“Apa buktinya kalau noona menyukaiku?”ia menundukan wajahnya.

“Cium aku.”pintanya dan Youngmin menurutinya. Satu kecupan manis membuat malam ini terasa hangat bagi keduanya.

To Be Continue

This entry was posted by boyfriendindo.

4 thoughts on “[FREELANCE] Don’t Say I Love You – Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: