[FREELANCE] Girlfriend’s Diary! – Part 2

Author             : Jung_Pennie a.k.a Veni Liem a.k.a Jung HeeYeon

Genre              : Friendship, Romance

Cast                 : All Boyfriend member, HyoRin and K.Will-ssi, and some of my fictional friends

Rating            : G

Type         : Chaptered

PESAN AUTHOR : Warning! MAAPH kalo Chapt. 2 ini kurang memuaskan dan Boyfriend member-deul munculnya sedikit. Karena.. tahulah, ini kan diarinya si YuJin. #plakk

10 Juli 2011

Diari! Aku tidak tahu hari ini akan menjadi hari tersialku sepanjang tahun 2011 (kurasa).

Ya ampun!

Aku dibangunkan oleh Eomma pagi, tunggu, koreksi! Subuh-subuh tadi hanya agar dia bisa mendandaniku untuk audisi pencarian bakat di gedung Starship (sudah kubahas tgl. 08 kemarin). Mataku tidak bisa membuka sedikit pun. Aku sudah memberitahunya kalau aku baru saja tidur pukul 02.00 tadi pagi, tapi dia tidak mengindahkan ucapanku. Katanya itu salahku sendiri karena tidak tidur cepat, padahal sudah tahu akan pergi audisi hari ini.

Aku heran, kenapa tidak dia saja yang mengikuti audisi itu kalau memang dia sangat terobsesi dengan ‘kamera’, atau ‘seni tari’, atau ’olah vokal’, ‘atau ‘penonton’, atau ‘tepuk tangan’.

_*(&(&*^%GrrrRRRRrr3333EERRR..^%%$!!!712877918201X(&%%*979(&^*!!!!!!!!!

Tidak. Kekesalanku bukan Cuma Karena itu. percayalah, diari, kalau kau hidup dan berperasaan sepertiku, kau juga akan kesal setengah mati kalau kau mengalami apa yang kualami hari ini.

Jadi aku berangkat dari rumah dengan dandanan super imut ala Eomma. Tapi semuanya segera kuganti begitu aku tiba di pemandian umum dekat gedung Starship. Rok kembang super pendek dan baju pink seksi itu semacam suatu ancaman mengerikan untukku. Aku akan lebih terlihat seperti diriku dengan T-shirt putih dan celana biasa.

Ternyata yang mengikuti audisi super banyak. Antriannya super panjang dan pastinya hal ini akan menjadi super melelahkan. Disela-sela antrian, kudengar dari percakapan gadis di sebelahku, katanya K.Will dan HyoRinnya Sistar ikut menjadi juri. Tiba-tiba saja perutku mulas. Mereka berdua adalah penyanyi dengan tingkat vokal yang mengagumkan dan aku harus bernyanyi di depan mereka sebentar lagi.

Dan ternyata memang benar. Aku gugup setengah mati ketika namaku dipanggil dan aku disuruh masuk ke dalam ruangan terang dengan wallpaper berwarna terang pula. Ada empat orang yang duduk di depanku: K.Will, HyoRin, seseorang yang tidak kukenal, dan pelatih Choi.

Pelatih Choi jadi juri! Yah, tentu saja! Kenapa tidak terpikir olehku sebelumnya. Bukankah dia adalah seorang pelatih serba bisa? Bisa menyanyi, menari, menulis lagu, mendesain kostum panggung, menjebak orang!

“Namamu Seo YuJin?” tanya pelatih Choi.

“Ya.”

“Berapa umurmu?”

“Bulan desember tahun ini, 18,” jawabku.

“Okay. Lagu apa yang akan kau nyanyikan?”

Aku terdiam dan melirik HyoRin. Dia tersenyum. Semacam senyum yang membuat perutku meringis dan mulas.

“Ng.. Anu.. Dang Dang Dang-nya Supreme Team.” OHO! Jangan terkejut seperti juri-juri itu, diariku.. Aku tahu lagu ini, agak sedikit.. Ehem.. menyeramkan.. Tapi aku berusaha menenangkan teriakan-teriakan alam bawah sadarku.

‘Tenang,’ kataku dalam hati. ‘Tenang.’ Aku tak punya pilihan lain.  Cuma lagu ini yang sering kudengar akhir-akhir ini—kecuali lagu Boyfriend—dan aku bisa berhenti sampai bagian reff pertamanya selesai, berpura-pura aku memang sengaja menyanyikan lagu tersebut sampai sana, padahal aku tidak hafal lagi lirik selanjutnya.

“Tidak, tidak. Jangan menyanyikan lagu rap. Cobalah lagu perempuan.”

Pelatih Choi berbisik kepada pria di sebelahnya sebentar lalu menunjukku dengan pulpennya sambil berkata, ”coba lagu IU, Joeun Nal, dari second chorus-nya.”

Diari, rasanya saat itu aku tergoda melemparkan sapu ijuk di sebelah pintu masuk ke kepalanya pelatih Choi dan kabur dari sana secepatnya.

“Tapi..” kataku terbata.

“Kenapa? Kau tidak hafal?” tanya pelatih Choi. “tidak apa-apa, aku bisa meminjami-mu teks lagunya.” Tambahnya sambil mengulurkan secarik kertas ke arahku.

NAH! Audisi menyanyi mana yang BISA meminjami peserta audisi teks lagu pada saat peserta tidak hafal lirik lagu yang akan dinyanyikannya? Jawabannya Cuma ada di sini, bersama pelatih Choi!

“Mulailah,” kata HyoRin, tetap dengan senyuman-pembangkit-rasa-mulas.

Dan aku bernyanyi. Begini, diariku, aku tidak pernah mengatakan, atau merasa suaraku bagus, okay? Aku juga tidak suka bermusik sebenarnya, tapi ternyata aku berhasil menyanyikan lagunya dengan aman dan tentram, sampai pada Chorus akhirnya, “I’m in My dream~” ketika biasanya IU Sunbae bernyanyi nada tinggi tiga tingkat oktaf.

WAW!

PRAAANNGGG!!!!

Kukira semua kaca dalam ruangan ini pecah. Atau mungkin juga bukan kaca dalam ruangan ini yang pecah, tapi kaca dalam batinku (kalo memang ada kaca dalam batinku). Pokoknya aku mendengar sesuatu yang pecah saat aku menyanyikan nada tiga tingkat oktaf tersebut, jadi aku berhenti bernyanyi. Sejenak ruangan sunyi. Wajah pelatih Choi dan yang lainnya setengah shock. Mulut HyoRin bahkan menganga.

Ketika aku membuka mulut untuk bertanya apa yang sedang terjadi, sadarlah aku kalau.. Suarakulah yang tiba-tiba berubah menjadi suara kaca pecah. Tenggorokanku seperti terbakar, lalu aku terbatuk-batuk keras.

“RrrrAkkuu.. MarrrAffff.”

“Okay. Sudah cukup. Terima kasih. Ya, tidak usah bicara. Tidak apa-apa.” Kata K.Will. Sepertinya dia shock berat mendengar suaraku yang, pastinya, adalah suara paling mengerikan yang pernah didengarnya.

“MaarrRrrrrAaffffff.. Eerrrmmhhh..” kataku lagi.

“Tidak apa-apa. Ya, tidak apa-apa,” dia bahkan berdiri, sambil menunjuk dengan ragu-ragu pintu keluar. Aku membungkuk sekitar sepuluh kali, mungkin, dengan wajah dan tenggorokan yang panas membara.

HHHHhhhhhhhhhhhhhhhh………..

Diariku, tujuanku pergi ke audisi itu hari ini hanyalah untuk menuruti permintaan DongHyun Oppa (bisakah kata, “cheommal? YuJin harus ikut audisi ini.” kuanggap sebagai permintaan darinya padaku? Kurasa bisa!) tapi ternyata aku hanya mempermalukan diriku sendiri.

Aku berjalan cepat keluar dari sana dan berlari ke toilet. Aku terbatuk-batuk keras di sana, tapi setelah berkumur-kumur dengan air keran, akhirnya tenggorokanku sudah lumayan lega.

Aku tidak langsung pulang ke rumah, karena aku tahu, Eomma yang baik hati sedang menungguku pulang dengan hati berdebar-debar, dan kalau kukatakan aku bersuara seperti kaca pecah saat audisi berlangsung, dia bisa melarangku makan Kimchi pedas seumur hidupku. dan aku tidak sanggup hidup tanpa makan Kimchi pedas walau hanya sehari saja.

Dan, aku sedang duduk di kursi tamu di gedung Starship ketika MinWoo memanggilku.

“Noona,” teriaknya. Aku kaget dan balas meneriakkan namanya. “MinWoo!”

“Bagaimana audisinya?” tanyanya antusias. “Sudah selesai, ya? kau lolos? Aaah.., kau pasti lolos. Chukahae, Noona. Kau akan jadi artis sebentar lagi.”

Aku meringis. “Anu.. Hehe..” Ternyata takdir tidak membiarkanku berbicara lebih lanjut karena JeongMin langsur berhambur ke arah kami, dan HyunSeong, dan KwangMin, dan YoungMin, dan DongHyun Oppa.

“Hyung-deul,  Noona lolos audisi katanya. dia akan menjadi hoobae kita. Asyik, kan?” sesaat aku hampir lupa kalau dia adalah MinWoo, Dongsaeng-imut-yang-super-menggemaskan dan ingin sekali membungkam mulutnya dengan asbak rokok terdekat.

KwangMin menjentikkan jari tengah dan ibu jarinya. “Sudah kuduga. Ahjumma akan senang sekali mendengar berita ini. Kau sudah memberitahunya, Noona?” tanyanya.

JeongMin cepat-cepat menambahkan, “Ayo beritahu Ibunya Noona, lalu kita bisa merayakannya setelah ini. Noona mau menunggu kami selesai perform, kan?”

DongHyun Oppa maju mendekatiku, “Chukahae, YuJin-ah, aigoo.. Ppyong! Ppyong! Ppyong! Hehhehe…” (Dia sedang mencoba akrab denganku, kurasa?) DongHyun Oppa bilang dia bisa mengajariku banyak hal, dan akan menjadi Sunbae yang baik. Dia bahkan mengucapkan mantra ‘Ppyong!’ terus-menerus.

Diari, kali ini aku benar-benar mulas. Mereka semua salah paham. Mereka tidak tahu apa yang sudah terjadi di ruang audisi tadi. Mereka tidak tahu tentang insiden Kaca Pecah. Mereka tidak tahu sekarang, tapi mereka akan tahu secepatnya! Mereka akan tahu aku ternyata bisa meniru suara kaca pecah dengan sempurna, dan keakraban tiba-tiba  DongHyun Oppa denganku akan menguap cepat-cepat. Tapi, diari, yang paling buruk adalah.. Aku tidak sanggup bersuara. Aku tidak bisa menyangkal. Mulutku seperti diplester erat oleh lem Hi-Q, dan tidak bisa menjelaskan apa pun tadi. Celakalah aku!

Sudahlah, aku tidak bisa melanjutkan tulisan ini lagi untuk sementara. Eomma sedang menari kegirangan di luar sana bersama Appa. Mereka sedang merayakan sesuatu yang sepertinya adalah kebohongan menyesatkan dariku. Aku tidak tahu kenapa aku bisa menjadi seperti ini.

Annyeonghi chumuseyo.

Nb. YoungMin tidak berkomentar sedikit pun tentang audisiku hari ini. Mukanya ditekuk terus. Kenapa lagi anak itu?

 

NNb. Hasil audisi akan diumumkan hari rabu, jadi aku masih punya waktu untuk berdoa semoga aku benar-benar lolos audisi. Doa yang berbeda 360 derajat dengan doaku di malam-malam sebelumnya.

 

NNNb. Atau aku bisa mencari pelatih Choi dan menyuapnya (dengan apa pun itu)  agar membiarkanku lolos audisi.

This entry was posted by boyfriendindo.

One thought on “[FREELANCE] Girlfriend’s Diary! – Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: