[FREELANCE] GirlFriend’s Diary! – Part 3

Author             : Jung_Pennie a.k.a Veni Liem a.k.a Jung HeeYeon

Genre              : Friendship, Romance

Cast                 : Jo Twins, and Some of fictional friends~

Rating            : G

Type        : Chaptered (Chapt. #3)

PESAN AUTHOR : Ayo dikomentarin siapa ajah yang udah baca~ Author butuh komentar dan kritikan!!

13 Juli 2011

Joeun Achim, Diari. Tebak aku sedang berada di mana sekarang! Mm.. yah, pagi-pagi begini bisa di mana lagi selain di sekolah. Tapi masalahnya bukan itu, Diari. Ini tentang note yang kutulis tgl. 10 kemarin,

Nb. YoungMin tidak berkomentar sedikit pun tentang audisiku hari ini. Mukanya ditekuk terus. Kenapa lagi anak itu?

 

Dia dan KwangMin masuk sekolah pagi sekali hari ini. KwangMin menyapaku, tapi dia tidak. Mukanya masih sama seperti semalam—masih saja ditekuk. Mulanya aku tidak begitu memerhatikan hal ini, Diari. Aku masih bertingkah seperti biasa (meskipun sepertinya tidak terlalu biasa karena hatiku masih belum kuat memikirkan audisiku semalam), sampai pada puncaknya saat aku mengajaknya berbicara.

“YoungMin-ah, jam berapa kau akan pergi ke gedung Starship hari ini?” tanyaku. Dia diam sebentar dan kemudian menjawabku dengan ekspresi Ikan Mati.

“Belum tahu.”

Nah. Nah! NAH!

Dia bahkan tidak menambahkan ‘Noona’ lagi di belakang jawabannya itu! Dia kenapa?Aku kenapa? Apa yang terjadi? Apa masalahnya?!

Aku tidak ingin mengikuti emosiku yang memang tidak pernah bagus ini, jadi aku memutuskan untuk bertanya, “Kau kenapa? Ada masalah, ya?” padanya terlebih dahulu. Tapi dia tidak menjawabku. Dia Cuma menggeleng dua kali dan setelah itu tidak menanggapiku lagi.

Dahiku mengerut. “Kau marah?” tanyaku langsung.

“Tidak,” jawabnya, lagi-lagi tanpa ‘Noona’ sebagai bahan pelengkap jawabannya.

“Omo! Jo YoungMin.” Aku mulai bersuara keras. “Pasti ada sesuatu yang salah denganmu. Kenapa kau begitu ketus pada Noonamu?”

KwangMin menatap kami dari mejanya di depan (dia duduk di meja paling depan, sedangkan aku dan YoungMin duduk bersebelahan di meja belakang).

“Kalian kenapa?” tanyanya.

“Tidak,” jawabku kemudian. “Tidak ada apa-apa.”

Aku kembali duduk dan berusaha untuk tidak meliriknya walau hanya sebentar. Maksudku, aku ingin dia tahu kalau aku ini bisa marah juga, Diariku. Aku ingin dia lebih menghargai diriku yang sudah ia panggil Noona semenjak umurnya 5 tahun. Bolehkan aku berpura-pura marah dan tidak memerdulikannya juga? Aku rasa boleh. Jadi, aku tidak mengajaknya bicara lagi sampai murid lain masuk satu persatu dan bel masuk sekolah berbunyi.

Pelajaran ke dua baru saja dimulai, Diari. Aku hebat sekali karena sudah bertahan selama 45 menit untuk tidak menoleh ke arahnya. Dan dia juga hebat, ternyata, karena juga tidak menoleh ke arahku. (Jangan Tanya kenapa aku tahu dia tidak menoleh ke arahku kalau aku tidak menoleh sekali pun ke arahnya. Menoleh dan melirik itu berbeda, kan?!”)

Belum lagi masalah audisi sialan itu selesai, sekarang YoungMin, entah karena apa, marah padaku. Aku benar-benar ingin menangis saat ini, tapi itu tidak bisa kulakukan karena Jang Sonsaengnim sedang membagikan soal ulangan, dan dia hampir tiba di mejaku sekarang.

See Ya~

Nb. Mungkin KwangMin tahu apa yang terjadi pada YoungMin, dan MUNGKIN juga penyebab tingkah anehnya bukan diriku. Aku harus bertanya pada KwangMin tentang masalah ini.

 

NNb. Akan pergi ke gedung Starship pulang sekolah nanti. Aku sudah memutuskan untuk menemui pelatih Choi dan meminta pertanggung-jawabannya karena sudah menjebakku mengikuti audisi itu.

 

NNNb. Doakan aku berhasil di ujian sejarah kali ini, Diari.

 

 

 

<span>Lanjutan kegiatan hari ini (13 Juli 2011)</span>

Diari, aku pergi ke gedung Starship tadi sore dan aku mendapat kejutan yang hebat, yang menggugah hatiku. Jo twins tidak menungguku karena aku diberi soal tambahan oleh Jang Sonsaengnim berupa Tanyajawab selama satu jam tentang Masa-Depan-Apa-Yang-Diinginkan-Oleh-Murid-Dengan-Nilai-Test-NOL.

Okey, nilai test-ku memang nol. Aku tidak belajar atau membaca buku sejarahku sedikit pun semalam. Aku hampir menulis cerita ChunHyang dan MongRyeong ketika disuruh menjabarkan kisah Ratu SeonDeok. Maksudku, tidak ada bedanya, kan? Keduanya sama-sama terjadi di zaman kuno Korea.

Tapi, kejutan yang hebat dan menggugah hatiku bukan itu. Kejutanku lebih keren lagi, Diari.

Aku sedang berjalan menuju ruang latihan Boyfriend dengan, seperti biasa, cutie KwangMin sebagai penyambutku yang setia.

Dia melambai. “Noona, kenapa kau bisa ke sini? Aku terkejut saat kau meneleponku tadi.”

“Maaf sudah mengganggu latihanmu. Aku.. ada perlu dengan.. Ng, KwangMin, mana Pelatih Choi?” tanyaku pada KwangMin. Aku belum masuk ke ruang latihan Boyfriend, tapi mataku sudah melirik duluan ke dalam. Member Boyfriend sedang berlatih harmonisasi vokal, tapi kemudian DongHyun Oppa mengucapkan ‘Ppyong!’ sambil menyentil kening MinWoo (mungkin karena MinWoo salah memakai nada) dan member yang lain tertawa. YoungMin juga tertawa, bahkan dia tertawa keras (dia tertawa keras dan langsung terdiam, lalu membuang muka ketika melihatku).

“KwangMin-ah.” Aku menarik tangan KwangMin mendekat. “Ng.. Hyung-mu.. apakah dia menceritakan sesuatu padamu?”

KwangMin kelihatan berpikir. “Ah!’ katanya kemudian. Telinga dan kesadaranku langsung siaga. “Tiga puluh menit yang lalu dia berbisik padaku, katanya dia sakit perut dan ingin pergi ke Toilet.”

Okay, Diari! KwangMin adalah adik yang baik hati dan selalu penuh dengan kejujuran.

“Maksudku, KwangMin,” kataku lagi. “Sesuatu yang agak sensitif, seperti.. yah… dia sedang marah pada seseorang, atau..”

KwangMin menggeleng. “Tidak. Sepertinya tidak, Noona. Tapi kenapa Noona bertanya seperti itu? Dan.. tadi Noona mencari Pelatih Choi? Noona dipanggil ke sini untuk melihat video audisi Noona, ya?”

“Video audisi?!” pekikku.

KwangMin mengangguk ceria. “Mereka akan meng-upload video audisimu ke YouTube, Noona,” katanya, sambil menyunggingkan bibir, yang, bagiku terlihat seperti senyuman malaikat maut ketika dia mengatakan ‘Upload’ dan ‘YouTube’.

KwangMin memberitahuku Pelatih Choi sedang berada di ruang rapat Starship di lantai paling atas. Aku langsung melesat ke lantai atas, tanpa menjawab KwangMin yang memanggil-manggilku di belakang.

Ruang rapat Starship berada di ujung koridor lantai atas, dan letaknya dari lift adalah ujung ke ujung. Aku berlari lurus ketika pintu lift terbuka. Dan ketika aku hampir—betul-betul hampir menyentuh gagang pintu, pintu itu terbuka. Para staff berhambur keluar.

“Hei, kau Seo YuJin, kan?” Tanya salah seorang staff perempuan yang berponi unik, dan berkaca mata bingkai putih yang tebal. “Kami baru selesai meng-uploadnya. Kau harus nonton,’ tambahnya lagi, sambil mengedipkan mata kirinya.

OHOHO!!

Aku berhambur masuk ke ruang rapat dan mendapati Pelatih Choi sedang duduk menatap laptopnya dengan serius.

“Kau!!” pekikku langsung. “Kau meng-uploadnya? Videoku saat audisi? Saat aku bernyanyi?” tanyaku beruntun padanya.

Matanya langsung menyipit. “Siapa yang kau panggil ‘KAU!’? dasar tidak sopan!” katanya padaku.

“Aku tidak sopan karena, K-.. Pelatih Choi juga tidak sopan! Bagaimana kalian bisa meng-upload videoku itu ke internet tanpa persetujuanku? Bagaimana kalau satu Korea, bukan, bagaimana kalau seluruh orang di dunia ini melihatnya? Apa aku harus pindah ke Planet Mars?!! Geezz!” kataku padanya. Rambutku sudah kuacak-acak dan mungkin wajahku sudah terlihat seperti manusia yang kewarasannya harus diragukan.

Dia berdecak jengkel. “Itu sudah ada di persyaratan audisi. Apa kau tidak membaca persyaratan audisi di formulir yang kau isi kemarin?”

“Apa?” tanyaku. Aku memang tidak membaca tulisan apa pun di formulir audisi kemarin. Hanya dengan cepat mengisi nama, umur, tempat tinggal dan tanggal lahir, dan setelah itu aku bahkan tidak melirik lagi ke kertas formulir itu, bahkan hanya untuk melihat apakah ada tulisanku yang salah.

Tapi bukankah mereka tidak perlu meng-upload video peserta audisi yang bersuara seperti kaca pecah? Terus terang saja, mereka mencari bakat penyanyi atau pelawak?

“Yah, kalau begitu, upload saja video para pemenang yang bernyanyi dengan suara emas! Tidak perlu menyentuh videoku. Aku bahkan tidak tahu aku direkam waktu audisi kemarin. Aigooo….!” Aku kembali mengacak-acak rambutku. “Hapus, hapus! Tolong hapus saja! Kumohon..”

Tapi ternyata Pelatih Choi menutup laptopnya. Ia berdiri dan berkata, “Itulah persyaratan yang tertera di formulir pendaftaran audisi kemarin.”

“Apa? Apa itu?!” tanyaku dengan gaya berantakan. Dia berjalan keluar tanpa menghiraukanku, tapi sebentar kemudian, dia berhenti di ambang pintu.

“Ah!” katanya. ”Yang suara kaca pecah itu sudah kupotong.”

Jadi, itulah kejutannya, Diari. Bukan, bukan Cuma tentang suara kaca pecah yang sudah dipotong Pelatih Choi, tapi juga tentang persyaratan audisi di formulir yang dibicarakan Pelatih Choi tadi.

Akan kuberi penggalannya di sini.

(Persyaratannya adalah :

* Peserta Audisi harus bersedia direkam ketika audisi berlangsung dan video hasil rekaman sepenuhnya adalah milik pihak Starship Entertainment.

* Peserta yang lolos audisi akan diumumkan melalui channel resmi Starship Entertainment di YouTube.)

Jadi ternyata aku lolos audisi. Aku tidak perlu menyogok Pelatih Choi, atau meminta pertanggung-jawabannya, atau kabur ke belahan dunia yang lain untuk menghindar dari rasa malu akibat kebohonganku yang menyesatkan.

Aku tidak ingin menceritakan tentang bagaimana reaksi Eomma yang—sudah terbiasa—berlebihan ketika membaca namaku, apalagi menonton video audisiku di YouTube. Begitu pulang aku langsung mengamankan diri di kamar dan belum keluar sampai sekarang. Mungkin Eomma sedang menari-nari kegirangan lagi bersama Appa di luar sana. Ckckck..

Bagaimana nasibku selanjutnya, Diari? Aku tidak ingin menuliskan ini tapi, perasaanku mengatakan, karir sukses Master J.K. Rowling sepertinya sedang memanjat masuk ke dalam roket untuk terbang menjauh dariku, entah ke mana pun itu. TT_______TT

Tidurlah malam ini. Tidurlah, tidurlah..

Annyeonghi chumuseyo, Diari~

(lagi-lagi) Nb. Aku lupa kembali ke ruang latihan Boyfriend tadi, jadi aku mengirim sms ke KwangMin untuk mengabarinya, dan dia memberitahuku kalau Eomma sudah mengundang mereka sekeluarga untuk datang ke rumah besok karena Eomma akan mengadakan acara barbeque.

 

NNb. Besok malam adalah kesempatan bagus untuk menyelesaikan masalah YoungMin yang, entah sejak kapan, sudah melibatkanku sebagai korban, atau tersangka utama?

 

NNNb. Ternyata video audisiku tidak seburuk yang kukira (setelah bagian kaca pecah dibuang dengan sempurna oleh Pelatih Choi). Pelatih Choi memang serba bisa. Bisa menyanyi, menari, menjebak orang, mengedit video! Thumbs Up!

-TBC-

This entry was posted by boyfriendindo.

2 thoughts on “[FREELANCE] GirlFriend’s Diary! – Part 3

  1. Hmmm…
    Ada apa dgn youngmin yah?
    Apa dia thu tntang suara kaca pecah itu?wkwkwkwk!
    Uppppps sory.?.,
    udah ah q mau lanjut kechap brktx…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: