[FREELANCE] Girlfriend’s Diary! – Part 4

Author                     : Jung_Pennie a.k.a Veni Liem a.k.a Jung HeeYeon

Genre                      : Friendship, Romance

Cast                         : Jo Twins, HyunMin (Youngest boy in Jo Famz), Jo Ahjumma & Ahjussi, and Some of fictional friends~

Rating                      : PG

Type                 : Chaptered (Chapt. #4)

PESAN AUTHOR      : Author bakalan tetap berkarya meski ga ada yang mau ngasih komentar atau baca ff ini! (untuk yang udah baca dan ngasih komentar, DIBERKATILAH KALIAN!

15 Juli 2011

Yah, yah, yah…

Diari, ini aku lagi. Seperti biasa, kembali mencoretimu dengan semua keluhan-keluhan harianku.

Begini, tadi malam (malam barbeque ria bersama keluarga Jo—tgl. 14 Juli 2011), Min bersaudara datang bersama ayah dan ibunya. Ibu mereka masuk terlebih dahulu, KwangMin dan HyunMin baru turun dari mobil, YoungMin sedang mengambil bungkusan plastic yang sepertinya berisi makanan ringan di bagasi mobil mereka.

Annyeonghasseyo, Ahjumma,” sapaku pada Ibu Jo twins, sambil memberi hormat. Dia tersenyum ramah dan mengatakan, “Aigoo, chukahaeyo, YuJin.” yang langsung kujawab, “hehehe, iya.. kamsahamnida, Ahjumma.”

“Nah, jadi kapan mulai trainingnya? Aigoo.. Ajumma sudah melihat video audisimu. Kau hebat sekali, tapi Ahjumma kira kau akan memakai baju pink yang Ibumu beli kemarin itu. Tidak jadi, ya?” tanyanya.

Diari, ibu Jo twins adalah seorang wanita yang sangat anggun. Ketika dia diam dan tersenyum, senyumnya mirip senyuman malaikat wanita yang lukisannya digantung di ruang tamu rumah keluarga Jo (dulu waktu kecil, kukira itu lukisan Ibu Jo twins yang sedang bergaya seperti malaikat, tapi ternyata bukan.) Tapi pujianku pada ibu Jo twins tidak bisa diperpanjang karena, bagaimana pun juga, ketika dia bertemu dengan Eomma, mereka berdua adalah SAMA.

Aku meringis. “Tidak, Ahjumma. Baju itu tiba-tiba robek di perjalanan menuju audisi, jadi aku hanya memakai t-shirt biasa.”

Dia mengangguk-angguk tanda mengerti, sementara Eomma sedang tertawa kecil sambil melayangkan tatapan membunuh ke padaku.

“Tiba-tiba Robek! Betul-betul tiba-tiba robek ya, YuJin?” tanya Eomma (hanya dia yang tahu bagaimana bentuknya baju pink itu sekarang.)

“I-iya, Eomma! Hehehhe..” jawabku tergagap. Bahaya mulai mengancam, jadi aku dengan cepat berpindah lokasi ke taman.

HAHAHA!

Ayah Jo twins sudah bergabung dengan Appa di depan panggangan di taman depan sambil bercerita tentang ikan dan teman-teman ikan (baca: pancingan, danau, udang, umpan, dll). Aku akhirnya duduk di luar jendela besar yang sekaligus berfungsi sebagai pintu, yang menghadap ke taman setelah menyapa ayah Jo twins dan akhirnya diusir ketika berniat membantu mengurus panggangan.

Mataku sengaja melirik-lirik ke arah tempat parkiran di depan rumah, tapi aku sudah tidak melihat YoungMin. Aku harus segera menuntaskan permasalahan yang tidak jelas ini dengan YoungMin. Bagaimana pun, sebagai seorang kakak (meskipun tidak kandung), aku tidak tahan didiami adikku tanpa alasan yang jelas.

Udara malam terasa panas meskipun angin bertiup sepoi-sepoi, jadi aku mengipas-ipasi diriku dengan telapak tangan, dan tiba-tiba saja aku dihampiri suara yang hawa membunuhnya kental terasa.

“Jadi Noona akan menjadi artis seperti hyung-deul?”

Aku terperanjat dan hampir terpeleset. “Oi, Jo HyunMin! Dari mana kau belajar mengagetkan orang seperti itu?”

HyunMin tidak tertawa melihatku, hanya terus memelototiku dengan matanya yang luar biasa bulat dan besar itu. Dan itu membuatku merinding.

“Noona tidak boleh menjadi artis sebelum aku jadi artis,” katanya.

Diari, diari, diari.. Aku bosan membicarakan masalah artis dan segala tetek bengeknya. HyunMin, adik Jo twins tercinta ini punya sifat anti padaku. Dia tidak suka aku terlalu dekat dengan kedua hyungnya. Dia juga tidak suka aku lebih menguasai sesuatu hal dari pada dia atau hyungnya. Dia ini tidak pernah bersikap manis, imut atau bermanja-manja padaku. Tapi.., justru karena sikap tidak imutnya itulah.. dia.. jadi terlihat SEMAKIN IMUT dan juga LEBIH mengundangku untuk MENJAHILINYA! XDD

“Memangnya kenapa kalau aku akan debut menjadi artis?” tanyaku sambil mencondongkan badan, dan menyipitkan mata.

“Tidak! Tidak boleh!” pekiknya. Yahaha.. ekspresinya lucu sekali. Tapi belum sempat HyunMin bertingkah lebih menggemaskan lagi, kerah bajunya di tarik-tarik oleh YoungMin.

Jo twins muncul bersamaan.

“Apanya yang tidak boleh, Minnie?” Tanya KwangMin. Dahi HyunMin mengerut. “Jangan panggil aku ‘Minnie’, Hyung,” katanya.

Dan kedua saudara ini pun bercengkeramah.

“Ya, ya.. kau tidak akan kupanggil ‘Minnie’ lagi, HyunMin…nie.. hehhehe..”

“HYUNG!”

“Iya, iya.. sudahlah.. ayo kita bantu Appa saja.” KwangMin menggandeng lengan HyunMin, dan langsung ditepis olehnya.

Dan pada saat itu, Diari, YoungMin berniat menghindariku lagi. Dia berbalik hendak mengikuti KwangMin dan HyunMin, tapi aku dengan cermat segera menghentikannya.

“Jo YoungMin!” panggilku. Dia berhenti dan dengan agak ragu, berbalik melihatku. “Aku.. minta waktumu sebentar.”

Aku sudah berusaha tegas dan terdengar seperti kakak-kakak yang marah pada adiknya, tapi, pada akhirnya, setelah melihat wajah YoungMin, suaraku terdengar seperti guru perempuan berusia 30 tahun yang masih single dan kesulitan mencari pacar, yang akhirnya tidak pernah bisa menghukum murid laki-laki berwajah imut, dan terjebak dalam penderitaan antara emosi konkrit dan emosi abstrak.

Dia akhirnya berjalan ke arahku—masih dengan enggan—dan duduk di sampingku.  Memang aku yang mengajaknya untuk berbicara, Diari, tapi, sungguh, aku tidak tahu bagaimana cara memulainya. Jadi sempat terjadi keheningan yang mengerikan antara kami sebelum akhirnya kami mengucapkan, “Aku..” secara bersamaan, dan, “Kau..”, dan “duluan..”, dan pada akhirnya kami tertawa.

Mianhae, Noona. Aku..” kata YoungMin.

Nah, Diari, ini yang kutunggu-tunggu, akhirnya dia mau bercerita juga.

“Apakah Noona benar-benar ingin menjadi artis?” Tanyanya.

Hmm? Kenapa? Kenapa dia bertanya seperti itu, Diari? Apa dia tidak berbicara padaku beberapa hari ini karena disebabkan oleh ‘artis’ dan tetek bengeknya?

“Emm.. tidak tahu juga, tapi, kau tahu, kan, kalau cita-citaku yang paling mulia itu adalah menjadi seorang penulis?” jawabku bangga, dengan cengiran khasku yang menurutku manis, tapi menurut Jo twins terlihat konyol. YoungMin menunduk, dan ternyata mengatakan sesuatu yang membuatku terkejut.

“Kalau begitu jangan menjadi artis.”

What?! Apa aku salah dengar? (Aku sempat menoleh ke samping dan melihat ke arah panggangan, hanya untuk memastikan yang duduk di sebelahku adalah YoungMin, bukannya HyunMin, dan yang berada di tempat panggangan—sedang berusaha mengangkat tabung gas 2 Kg—adalah HyunMin, bukannya YoungMin.) YoungMin kenapa? Apa dia tertular penyakit-anti-pada-YuJin Noona-nya HyunMin?

“Noona sebaiknya tetap menulis saja. Jangan menjadi trainee di Starship, dan.. jangan dengarkan apa pun perkataan Pelatih Choi. Besok Noona ke Starship dan katakan pada mereka kalau Noona mengundurkan diri dari posisi trainee baru itu,” lanjut YoungMin.

Aku, jelas saja SHOCK, Diari!

Wae?” tanyaku.

Gelembung-gelembung pertanyaan mulai muncul dalam pikiranku. YoungMin tidak ingin memberitahuku tentang alasannya menyuruhku untuk mengundurkan diri, meski sudah kupaksa dengan ancaman apapun. Dia hanya diam, dan.. dengan mata yang terlihat sangat tulus, lagi memohon, mengatakan, “Mianhae Noona, karena sikapku yang menyebalkan akhir-akhir ini. Dan, tolong dengarkan semua yang kukatakan tadi. Kumohon..”

Entahlah. Entahlah. ENTAHLAH!

Aku tidak mendapatkan ketentraman meski sudah berbicara pada YoungMin. Dia membuatku bertambah bingung SEPULUH KALI LIPAT. Aku tidak begitu mempermasalahkan trainee itu, tapi, bagian dari hati kecilku berteriak, “JANGAN! ITU KESEMPATAN! HARGAILAH KERJA KERASMU SENDIRI, BODOH!”

Hhhhh…. Apa menurutmu, Diari? Ah, seandainya saja kau bisa berbicara! Kenapa para pencipta buku tidak melengkapimu dengan speaker sekaligus memori setingkat manusia, jadi semua buku diari bisa membantu menjawab pertanyaan sulit setiap pemiliknya (Akan kukirim ide yang hebat ini ke perusahaan pembuat buku).

Chumuseyo, Diari..

Nb. Setidaknya YoungMin sudah berbicara lagi denganku, dan dengan ekspresi wajah yang SANGAT kusukai itu, memanggilku “Noona~ ”, “Noona~”

 

NNb. Aku baru menyadari kalau ternyata YoungMin sudah bertambah tinggi 1 cm lagi, dan sekarang dia sudah lebih bisa mengedipkan sebelah matanya (terbukti saat dia mencuri daging panggangku dan sengaja bertingkah aegyo ketika aku memelototinya tadi.).

 

NNNb. Bagaimana caranya mengundurkan diri dari posisi trainee itu? Pergi ke sana dan merekam video untuk dipublikasikan ke Youtube lagi?

 

 

 

-TBC-

This entry was posted by boyfriendindo.

11 thoughts on “[FREELANCE] Girlfriend’s Diary! – Part 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: