[FREELANCE] Good Bye My Lovely Pianist…

Author: Ika Youngminie

Cast: Kim Donghyun, Shim Hae Ra, Jo Youngmin

Genre: Sad, romance

Length: Oneshoot

Rating: General

Note: Annyeong! Saya kembali dengan FF sad pertama saya. Maaf kalau terlalu pendek, soalnya saya bikin malam-malam dan ketika sedang mood saja. Jadi, happy reading! Jangan lupa berikan komennya, ya…

 

~Hae Ra’s POV~

Kulihat sekeliling, tak ada siapapun, hanya keheningan yang ada. Kulihat piano putih itu tak ada yang memainkan toots demi tootsnya lagi. Kudekati piano itu, terlihat goresan kecil di bagian luar piano itu. “Hyun Love Ra”. Tulisan itu memang kecil, tapi sangat terlihat. Air mataku mengalir ketika melihat tulisan itu, tulisan terakhir yang ia berikan kepadaku.

Flashback…

“Donghyun-ah…” aku memanggil seorang namja yang sedang duduk di sebuah kursi taman yang indah ini.

“Ahh~ Hae Ra, kau sudah datang? Ayo duduk di sini” katanya sambil menepuk-nepukkan kursi yang ia duduki, menyuruhku untuk duduk di sebelahnya.

“Emm…” aku lalu duduk di sebelahnya. “Ada apa kau menyuruhku ke sini?” tanyaku memulai percakapan.

“Aku ingin membawamu ke suatu tempat…”

“Tempat apa?”

“Mungkin…kursi ini dan tempat itu akan menjadi tempat terakhir yang kita kunjungi berdua” katanya lirih, hari ini dia tampak lemas, tidak seperti yang kukenal sehari-harinya, seorang Kim Donghyun yang ceria, berani, sering tertawa…tapi hari ini tidak.

“Mwo?! Kenapa begitu? Kau mau ke mana?” tanyaku cemas.

“Kau nanti juga akan tahu, yang pasti…di tempat itu aku masih bisa melihatmu walaupun kau tidak bisa melihatku”

“Donghyun-ah, apa maksudmu, huh? Jangan berkata yang tidak-tidak!” Mataku sudah mulai berkaca-kaca mendengar perkataan Donghyun.

“Ani~aku tidak berkata yang tidak-tidak, aku tidak berbohong ataupun mengada-ada. Sudahlah, ayo kita ke tempat itu, kajja!” Donghyun menarik tanganku menuju tempat yang ia maksud, jalannya gontai, tidak seperti biasanya, ada apa dengannya??

Setelah di tempat itu, Donghyun mengajakku duduk di sebuah kursi piano putih yang ada di sebuah ruangan. Ia memainkan toots demi toots piano itu, sangat merdu…aku bahkan sampai tertidur di pundaknya.

~Donghyun’s POV~

Kumainkan toots-toots piano putih ini. Sebisa mungkin aku memainkan piano ini tanpa kesalahan sedikitpun dengan tenagaku yang sudah mulai melemah. Kulihat Hae Ra sudah tertidur pulas di pundakku. Sejenak kuhentikan permainan pianoku, kugoreskan sebuah kata di atas piano putih ini, “Hyun Love  Ra” “Kalau kau rindu denganku, bacalah kata-kata ini, maka kau akan melihatku ada di sampingmu. From: Kim Dong Hyun, I Love You”

“Dong Hyun-ssi, sudah saatnya kita pergi” bisik Lee ahjussi dari pintu ruangan ini.

“Ne, Lee ahjussi…sebentar lagi” jawabku pelan. “Hae Ra, bangun…” aku lalu menepuk-nepuk pundak Hae Ra agar ia terbangun.

“Emphh…”

“Mianhae Hae Ra-ah, aku harus pergi. Jangan lupa, besok kau ke kursi taman tadi, ya. Kalau aku tidak ada, keesokan harinya kau pergi ke tempat ini lagi, arra?”

“Ne~”

“Ya sudah, aku pergi dulu, ya. Mianhae…”

~Hae Ra’s POV~

Kulihat Donghyun sudah keluar dari ruangan ini, kutatap kembali piano putih yang ada di depanku ini. “Hyun Love  Ra” “Kalau kau rindu denganku, bacalah kata-kata ini, maka kau akan melihatku ada di sampingmu. From: Kim Dong Hyun, I Love You” Hah? Tulisan apa ini? Kenapa bunyinya seperti ini? Apa maksudnya ini?

Keesokan harinya…

Aku harus pergi ke taman pagi-pagi, aku ingin menanyakan tentang tulisan di piano itu kepada Donghyun. Saat di taman, aku tidak menemukannya. Kutunggu sampai siang, tapi ia tidak datang. Keesokan harinya, aku ke tempat piano itu, tapi ia juga tidak ada. Kejadian ini terjadi hampir 1 minggu, tapi aku tidak pernah lelah untuk mengeceknya. Bukan karena apa, aku takut terjadi sesuatu dengannya, pesanku tidak dibalas, telpon dariku tidak diangkat, aku mengirim e-mail pun juga tidak dibalas, aku takut sekali Donghyun kenapa-kenapa.

Dan akhirnya, setelah 2 minggu kejadian itu berlangsung, aku bisa menemui Donghyun di taman, ia tampak lemas duduk di bangku panjang taman ini.

“Donghyun-ah, kenapa kau sama sekali tidak bisa dihubungi, huh?! Aku juga setiap hari ke taman ini dan tempat piano itu, kau ke mana saja??”

“Ani~aku tidak ke mana-mana. Aku takut membuatmu sedih karena keadaanku. Aku takut kau tidak bisa menerimanya. Lebih baik, aku tidak menemui atau menghubungimu saja. Mungkin..sekarang adalah waktu yang tepat untuk aku mengatakannya”

“Ya! Apa maksudmu??”

“A…aku…mengidap leukimia..mungkin umurku sudah tidak panjang lagi”

“Mwo?! Donghyun-ah, jangan bercanda!” kataku tak percaya.

“Aku tidak bercanda, aku serius. Dan, sekarang aku ingin menghabiskan sisa-sisa hariku bersamamu, kau mau, kan?”

“Donghyun-ah…jangan begitu!! Mmm?” Donghyun lalu bersender di bahuku, ia menggenggam tanganku erat. Tangannya terasa hangat dan lemas. Aku ingin menangis sekeras-kerasnya, aku ingin berteriak, tapi tidak bisa. Aku mencoba untuk menahan air mataku dan tetap tersenyum sama seperti Donghyun, tapi aku tahu, di dalam hatinya, ia menangis.

“Hae Ra, setelah aku pergi, kau harus goreskan namamu dan nama pasanganmu nanti di piano itu, kuharap namaku terhapus dan digantikan oleh nama pasanganmu nanti yang benar-benar kau cintai”katanya lemas.

“Sireo! Aku tidak akan menghapus namamu walaupun itu di hatiku sekaligus. Donghyun-ah, aku tahu kau bisa bertahan, kau laki-laki kuat, bukan laki-laki lemah. Donghyun yang kukenal adalah Donghyun yang selalu bisa membuatku tersenyum, bukan membuatku menangis. Aku mohon, bertahanlah… saat kita menikah nanti, kau akan memainkan piano putih itu di hadapan semua orang, 5 tahun kemudian kau juga akan mengajari anak kita bermain piano, kelak anak kita juga bisa memainkan piano sepertimu. Kau tidak boleh pergi….” Saat ini aku tidak bisa menahan air mataku ini, kurasakan basah di pundakku, Donghyun menangis.

“Kau akan melihat itu, tapi bukan aku, laki-laki lain yang akan memainkan piano putih itu di hari pernikahanmu, mengajari anakmu bermain piano, dan…kau dan suamimu akan melihat anakmu di atas panggung memainkan piano dengan sangat merdu. Tapi…ingat, itu bukan aku, pasti ada laki-laki lain yang akan menggantikannya”

“Ani~ itu akan tetap kau, tidak ada laki-laki lain, tapi kau jangan pergi…aku mohon. Aku janji, tidak ada seorangpun yang akan memainkan piano itu selain kita berdua, janji?”

“Ne, chagiya…” kata-katanya semakin lemas, aku tidak sanggup melihatnya seperti ini.

“Jangan seperti itu! Kau harus semangat! Kau pasti bisa!” semangatku kepada Donghyun.

“Mianheyo… saranghae…”

“Donghyun-ah, jangan pergi…aku mohon! Donghyun-ah!!!” kuguncang-guncangkan tubuhnya, tapi…terlambat, ia sudah menutup matanya. Donghyun-ah, kenapa kau pergi?? Aku sangat mencintaimu!! Kenapa kau seperti ini??

“Donghyun-ah…kalau memang maumu aku mempunyai laki-laki selain dirimu, baiklah…tapi ingat, aku melakukan ini karena aku mencintaimu, aku menyayangimu, kau juga mencintaiku, kan? Kau juga menyayangikuu, kan? Goodbye My Lovely Pianist…” Aku menatap langit. Aku diantara rasa merelakannya dan tidak ingin dia pergi. Tuhan, terimakasih karena telah memberikanku seorang Pianist yang sangat tampan, baik, selalu membuatku tersenyum, dan baru kali ini dia membuatku sedih, Terimakasih Tuhan…

End Of Flashback…

2 tahun sudah berlalu. Sejak kejadian itu, aku selalu mencerna kata-kata Donghyun. Sekarang, aku sudah mempunyai pengganti Donghyun, oh bukan, bukan pengganti…tapi sisi lain dari Donghyun, ia pria yang baik, sama seperti Donghyun.

“Chagiya, ayo kita pergi!”

“Ne…”

Dialah Jo Youngmin. Laki-laki yang aku temui di taman 1 bulan setelah kejadian paling menyakitkan dalam hidupku. Donghyun-ah, apa laki-laki ini yang kau maksud?? Kau benar, dia cocok untuk menjadi pasanganku nanti. Sekarang, aku mencintainya, sekarang aku menyayanginya, tapi rasa cinta dan sayangku kepadamu, tidak akan pernah aku lupakan. Dan, lihat! Goresan namamu di piano ini tidak pernah aku hapus, aku ingin selalu mengingatmu. Saranghae Donghyun-ah…

The End

This entry was posted by boyfriendindo.

3 thoughts on “[FREELANCE] Good Bye My Lovely Pianist…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: