[FREELANCE] Love Story – Part 1

Author : Rifka Amalia / Min Rira
Cast : Song Miyoung (OCs), Kwangmin, Minwoo (Boyfriend), EunKyo (5dolls),
Namju (A Pink)
Genre : Romance, Friendship, Comedy
Lenght : Chaptered
Rating : General

Song Miyoung PoV

Ku langkahkan kaki ku menuju taman belakang sekolah. Sepi. Tentram. Nyaman. Rindang. Itu semua cukup untuk menggambarkan suasana taman ini. Ya, di sini banyak pohon tumbuh dengan rindangnya. Mataku tertuju oleh seorang namja yang sedang tertidur pulas. Setiap pulang sekolah ia selalu tidur di sini. Aku juga tak tau kenapa ia tidak pulang ke rumahnya saja. Bukankah itu lebih baik?

Kuberanikan diri mendekat. Dia sangat tampan. Matanya. Hidungnya. Bibirnya. Semuanya sempurna! Tak bosan aku memandang wajahnya. Ya, tanpa kusadari, aku telah memandanginya lama.

Jo Kwangmin. Namja itu bernama Jo Kwangmin. Sejak pertama melihatnya, aku sudah menyukainya. Saat itu aku dan dia tidak sengaja mengambil buku yang sama saat di perpustakaan sekolah. Dia mengizinkanku untuk mengambilnya. Sangat baik dan tampan. Itulah kesan pertamaku padanya. Sejak saat itu aku mencari tau semua tentangnya.

Suatu hari aku melihatnya tidur di taman ini, seperi sekarang ini. Namun saat itu dia mengigau kelaparan. Ekspresinya sangat lucu saat itu! Hahaha. Sejak saat itu aku memutuskan untuk memberinya kotak makan untuk makan siang. Entah kenapa itu menjadi kebiasaanku, sampai saat ini.

Kubuka tasku dan mengeluarkan sesuatu, kotak makan.  Aku menaruhnya sebelahnya. Semoga dia memakannya dengan lahap. Batinku dalam hati.

“Kwangmin-ah! Jo Kwangmin! Kau di mana?” teriak seseorang tiba-tiba. Buru-buru aku meninggalkan tempat itu. Aku bersembunyi di belakang pohon yang cukup besar sehingga dapat menutupi tubuhku.

Ternyata yang teriak tadi adalah Minwoo. Ia membangunkannya.

“Kwangmin-ah~ ireona! Apa kau lupa hari ini kita harus latian dance. Ireona, ireona!” kata Minwoo seraya mengguncang tubuh Kwangmin.

Kwangmin menggeliatkan tubuhnya. “Ne, aku ingat. Tapi bisakah aku tidur sebentar lagi?” kata Kwangmin. “Andwae!! Ayolah~~ cepat! Sebelum kita dimarahi. Ppali Kwangmin-ah” paksa Minwoo. Kwangmin menarik napas panjang dan bangun dari tidurnya. Tidak sengaja dia menyenggol kotak makan yang berada di dekatnya. Ia memperhatikan kotak makan itu, lalu tersenyum.

“Kau mendapat kotak makan lagi? Enak sekali kau, tiap hari dapat makan gratis” cibir Minwoo.

“He-eh, tapi aku penasaran siapa yang memberiku ini. Aku merasa berterima kasih padanya”

Kwangmin meraih kotak makan itu. Namun Minwoo merebut kotak makan itu.

“ Ya!! Makannya nanti aja. Lebih baik kita ke ruang latihan sekarang. Kajja!”

“Kembalikan kotak makannya! Arasho. Aku akan memakannya nanti”

Minwoo mengembalikan kotak makan itu. Langsung saja Kwangmin masukkan ke dalam tasnya. Takut jika ia kehilangan makan siangnya. “Kajja!” ajak Kwangmin.

Kwangmin dan Minwoo berlalu meninggalkan taman ini. Perlahan aku keluar dari persembunyianku. Aku menatap sosok Kwangmin yang sudah jauh dari tempat ini. Aku menarik napas. Memikirkan apa yang dikatakan Kwangmin tadi. Apa aku harus mengaku padanya?

Aku melangkahkan kaki ku untuk beranjak dari tempat ini. Namun tak sengaja aku menendang sesuatu. Polaroid? Apakah ini punyanya? Lebih baik aku ambil dan mengembalikannya besok. Akan ku taruh di sebelah kotak makan. Batinku. Akupun meraih polaroid itu dan memasukkannya di tas.

^^^^^^^^^^^^

                Hari ini aku membuat bekal untuknya lagi. Aku menambah porsinya karena hari ini dia ada pelajaran olah raga. Ya, aku hafal jadwal pelajarannya. Hahaha. Mungkin orang mengira aku sudah gila. Terlalu terobsesi dengan seseorang yang bahkan orang itu tidak mengenalku.

Aku sengaja duduk di tempat yang dekat dengan jendela agar aku bisa melihatnya. Ah! Itu dia! Dia sedang mencoba merebut bola basket dari Minwoo dan berhasil! Minwoo, ah dia sangat lemah dalam segala permainan. Ckckckck

“Pasti kau sedang melihat Kwangmin” ujar seseorang dari belakangku. Reflek aku menghadap ke belakang. Ternyata Eunkyo, sahabatku.

“As usual. Hahaha” jawabku seadanya.

“Miyoungie, kenapa kau tak mencoba untuk berkenalan dengannya? Apa harus aku yang bertindak?”

“Ani, aku lebih menikmati seperti ini. Aku takut kalau dia tau itu aku, dia akan menjauhiku”

“Ya! Kenapa kau bisa bicara begitu hah? Apa yang kau takutkan?”

“Hm…aku takut jika…jika aku tak pantas untuknya. Karena aku…jelek”

PLETAK!! Eunkyo menjitak kepalaku. “Ya! Kalau kau begini terus, bagaimana bisa berkembang hah? Cinta tak selamanya memandang dari segi fisik. Perhatian dan ketulusan itu yang lebih penting. Arasho! ”

Aku hanya diam. Mencoba mencerna perkataan Eunkyo tadi. Dia benar.

“Kau mau jika Kwangmin di rebut oleh Namju? Si bebek kecentilan itu?”

“Namju? Nugu?”

Eunkyo menjawab pertanyaanku dengan cara menunjukkan telunjuknya, ke arah seorang yeoja yang sekarang berada di dekat Kwangmin. Ah…ternyata dia teman sekelas Kwangmin. Menurutku dia…cantik. Postur tubuhnya juga lebih bagus dariku. Mentalku menciut seketika. Bisakah aku bersaing dengan yeoja itu?

Eunkyo yang melihatku menundukkan wajah, langsung memberiku semangat. “Jangan berkecil hati. Sudah kubilang tadi kan. Fisik bukan segalanya. Miyoungie FIGHTING!!”

“Ne, gomapta Eunkyo-ya…Kau memang sahabat yang bisa di andalkan!”

^^^^^^^^^

                Aku belari menuju taman belakang sekolah. Aku harus piket hari ini, ini yang menyebabkanku telat. Kupelankan langkahku saat sudah dekat dengan taman. Kurapikan rambut dan seragamku yang agak berantakan. Lalu kulanjutkan jalanku.

Nah…! Itu dia! Pasti dia sudah tertidur lelap. Dengan percaya diri aku lebih mendekat ke arahnya. Aku duduk di sebelahnya saat aku sudah berada di sampingnya. Kupandangi wajahnya. Wajahnya sama seperti pertama aku bertemu dengannya. Bahkan lebih tampan.

“Apa kau sudah puas memandang wajahku?” Tiba-tiba kata-kata itu meluncur dari mulutnya. Reflek aku mundur. Sedikit menjauhkan posisiku. Apa-apaan ini? Jadi dia…Sial!! Aku masuk perangkapnya!

Dia bangkit dari tidurnya dan duduk berhadapan denganku.

“Kau sudah puas atau belum? Apa kau ingin lebih lama lagi memandangku?” katanya sambil tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke wajahku.

“Hei…Kenapa hanya diam? Terkejut ya? Hahaha”

Oh em geee!!~~~ Apa yang harus ku lakukan sekarang? Dia telah menjebakku! Akhirnya rahasiaku terungkap! Eotteokaji? ><

To Be Continue…

This entry was posted by boyfriendindo.

2 thoughts on “[FREELANCE] Love Story – Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: