[FREELANCE] Love Story – Part 2

Author                  : Rifka Amalia / Min Rira

Cast                       : Song Miyoung (OCs), Kwangmin, Minwoo (Boyfriend), EunKyo (5dolls), Namju (A  Pink)

Genre                   : Romance, Friendship, Comedy

Lenght                  : Chaptered

Rating                   : General

Preview

Aku belari menuju taman belakang sekolah. Aku harus piket hari ini, ini yang menyebabkanku telat. Kupelankan langkahku saat sudah dekat dengan taman. Kurapikan rambut dan seragamku yang agak berantakan. Lalu kulanjutkan jalanku.

Nah…! Itu dia! Pasti dia sudah tertidur lelap. Dengan percaya diri aku lebih mendekat ke arahnya. Aku duduk di sebelahnya saat aku sudah berada di sampingnya. Kupandangi wajahnya. Wajahnya sama seperti pertama aku bertemu dengannya. Bahkan lebih tampan.

“Apa kau sudah puas memandang wajahku?” Tiba-tiba kata-kata itu meluncur dari mulutnya. Reflek aku mundur. Sedikit menjauhkan posisiku. Apa-apaan ini? Jadi dia…Sial!! Aku masuk perangkapnya!

Dia bangkit dari tidurnya dan duduk berhadapan denganku.

“Kau sudah puas atau belum? Apa kau ingin lebih lama lagi memandangku?” katanya sambil tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke wajahku.

“Hei…Kenapa hanya diam? Terkejut ya? Hahaha”

Oh em geee!!~~~ Apa yang harus ku lakukan sekarang? Dia telah menjebakku! Akhirnya rahasiaku terungkap! Eotteokaji? ><

^^^^^^^^

 

Love Story : My Heart is Beating

 “Kau…kau tidak tidur?” tanyaku tergagap. Apakah kalian tau? Wajahnya masih beberapa senti di depan wajahku ><

“Waeyo? Tidak boleh ya? Aku sengaja melakukan ini” jawabnya sambil memundurkan wajahnya.

“Kenapa kau melakukan ini?”

“Molla. Hanya ingin tau saja. Hm…sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya. Tapi di mana ya?”

“Di perpustakaan sekolah. Apa kau ingat?”

Kulihat dia mencoba mengingatnya kembali. Jantungku berdegup kencang. Apakah dia ingat? Ah..apa yang aku pikirkan? Mana mungkin dia ingat padaku. Kenal saja tidak. Wake up Miyoung! Jangan terlalu berharap!

“Ah…aku ingat! Kau yeoja yang mengambil buku yang sama denganku itu kan?” jawabnya riang.

Omo!! Dia…INGAT?? Ini kenyataan? Atau aku hanya mimpi? Oh Tuhan…aku bahagia sekali!

“Namamu…Song Mi Young ya?”

Omo omo omo!!! Bahkan dia tau namaku! Dewi cinta sedang berpihak padaku ternyata.

“Kau…tau namaku?” tanyaku meyakinkan. Mataku berbinar, terlalu senang karena dia tau namaku. Huwaaa~ ingin teriak rasanya. Untuk melampiaskan ini semua.

“Tentu saja! Kan namamu tertulis di name tag mu. Makanya aku tau”

GUBRAK!!!  Berasa jatuh dari gedung beratus-ratus lantai! Nggonduk banget! -______________-“

Ku kira dia benar-benar tau namaku. Ternyata…Dia hanya membaca namaku di name tag T^T T^T T^T

Selain itu, dia mengakui dengan polosnya. Ingin ku cubit pipinya saking gemasnya aku padanya ><

“Ah…ne, kau benar. Hehehe” jawabku dengan diiringi senyum hambar. Kenapa dia begitu polos? Menyebalkan! Tapi tapi, itu yang membuatku tambah menyukainya. Hihihi >,<

“Hm…Miyoung ssi, kemarin kau lihat polaroid di sekitar sini tidak? Sepertinya aku menjatuhkannya kemarin”

Polaroid? Ah iya! Untung aku membawanya. Langsung saja ku buka tasku dan mencari polariodnya.

“Ini” kataku sambil memberinya polaroid padanya, “dan ini. Aku membuat bekal untukmu juga.”

Dia menerimanya dengan mata berbinar. “Gomawo Miyoung ssi. Aku juga sedang lapar sekarang. Jeongmal gomawo” Dia membuka kotak makan itu dan mulai memakannya. Namun saat ia akan memasukkan satu suapan ke mulutnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dia meletakkan sumpitnya dan mengambil  ponselnya. “Aish…Kenapa Minwoo selalu saja mengangguku saat aku akan makan? Menyebalkan sekali!” kudengar dia berbisik membicarakan Minwoo. Lalu dia mengangkat telponnya.

“Yeoboseyo? Ya! Neo! No Minwoo! Kenapa selalu mengganggu saat aku akan makan siang, hah? Apa kau tau aku sangat lapar?”

Itulah kalimat yang ia lontarkan pertama kali saat mengangkat telpon. Hahaha. Lucu sekali dia. Beberapa saat kemudian, ia mematikan telponnya dan memasukkan ponselnya. Dia merapikan kotak makannya.

“Kenapa tidak jadi memakannya? Minwoo menyuruhmu cepat datang latian ya?” Aku mencoba menebaknya. Jangan-jangan nasibnya seperti kemarin.

“Bingo! Kau benar. Anak itu sangat menyebalkan” keluhnya sambil memasukkan kotak makan ke dalam tasnya.

Ia bangkit dari duduknya dan memakai tasnya. Aku juga melakukan hal yang sama.

“Miyoung ssi” panggilnya. “Ne?” jawabku langsung. JEPRET! O em gee~~ apa yang dia lakukan? Dia diam-diam memfotoku. “Ternyata masih berfungsi. Kukira ini tak akan berfungsi lagi setelah jatuh” ujarnya sambil melihat hasil jepretannya. Ternyata dia hanya mencoba polaroidnya saja.

“Mana hasilnya? Boleh aku lihat?” tanyaku padanya.

“Aniyo~~ kau tak boleh liat. Hahaha. Oya, aku duluan ya. Gomawo atas semuanya. Annyeong~~”.

Ia berlari dengan sangat cepat. Aku hanya bisa melambaikan tanganku. Aku meletakkan tanganku di dadaku. Ada sesuatu yang bergerak cepat di sana. Ya, jantung berdebar sangat cepat. Ini semua karenanya. Apakah aku akan merasakan ini lagi besok? Aku harap begitu. Berharap dewi cinta berpihak padaku lagi.

^^^^^^^^

                                Esoknya, aku menceritakan kajadian kemarin pada Eunkyo. “Jinjjayo? Kau beruntung sekali!” ucapnya seraya mencubit pipiku. “Ya! Sakit tau! Oya Eunkyo-ya, aku mau tanya sesuatu. Kau anak dance kan? Kenapa akhir-akhir ini sering latian? Memang ada apa?” tanyaku penasaran.

“Ne, karena sebentar lagi akan ada dance competition. Yang menang akan ke Jepang selama sebulan untuk mengikuti traning di sana. Selain pemenang, peserta yang di anggap bagus oleh juri akan ikut training di Jepang juga. Apa kau tau? Aku di pilih untuk ikut kompetisi itu lho! Satu grup dengan Kwangmin, Minwoo dan…” eunkyo menggantungkan kalimatnya dengan wajah yang tidak enak.

“Dan…Namju, si bebek kecentilan itu”

Mwo? Namju? O.O

“Apakah kau tau Miyoung-ah? Dia selalu tebar pesona dengan Kwangmin. Sangat memuakkan!”

“Mau bagaimana lagi? Kan dia juga suka Kwangmin. Wajar kalau dia melakukan itu”

“Ya! Kenapa kau membelanya? Kau juga harus berbuat sesuatu untuk menonjolkan dirimu. Oya, kau kenapa tidak ikut ekskul dance saja? Bukannya dulu kau sempat ikut?” ajak eunkyo.

“Itu…sepertinya aku tidak berbakat di dance. Lagian dulu aku hanya iseng” jawabku seadanya.

“Ayolah…kau pikir aku langsung bisa? Kalau kau rajin berlatih kau bisa kok. Pulang sekolah akan ku bawa kau ke studio dance. Otte?”

Dasar eunkyo! Kalau seperti ini sudah susah untuk menolaknya. Ya sudahlah di coba dulu. Miyoung Fighting!!

^^^^^^^

                Nah di sini lah aku sekarang à STUDIO DANCE !! Ini semua karena Eunkyo. Dia menarik tanganku sampai kesini. Ternyata sedikit berbeda dengan pertama aku kesini. Atmosfirnya juga berbeda. Apa karena ada dia di sini. Ya, dia di sini! Aku bisa melihatnya dengan jelas. Dia dan Minwoo sedang mempraktikkan koreografi yang rumit. Sangat rumit menurutku.

“Miyoungie, ini pelatih Lee” Tiba-tiba Eunkyo datang dan memperkenalkanku pada pelatih dance mereka.

“Annyeonghaseyo, joneun Song Miyoung imnida. Bangapseumnida” aku gantian memperkenalkan diri sambil membungkukan badanku.

“Miyoung ssi, besok bisa kah kau datang kesini lagi? Karena aku akan menyeleksi semua yang akan mengikuti ekstra ini.Arasho? Persiapkan dirimu baik-baik ya”

“Ne, arasho”

Pelatih Lee meninggalkan kami berdua. Lalu Eunkyo juga meninggalkanku karena dia harus ganti baju untuk mengikuti latihan.

Mataku mencari-cari sosok namja yang aku cintai. Akhirnya aku menemukannya. Namun sayang, dia sedang bercanda dengan Namju. Bahkan Namju sekarang sedang menghapus keringat Kwangmin dengan handuknya. Entah kenapa aku tak tahan melihatnya. Ada yang mengganjal di dadaku.

“Tenang saja. Kwangmin hanya menganggapnya teman kok” ujar Eunkyo yang entah kapan berada di sampingku. Eunkyo menepuk pundakku pelan dan meninggalkanku karena ia telah di panggil pelatih lee untuk latihan.

Aku putuskan untuk duduk di bangku yang terletak di sudut ruangan. Aku memperhatikan mereka. Mereka sangat keren. Aku menjadi ciut untuk mengikuti ini. Apa yang kau pikirkan Miyoung-ah! Kau pasti bisa! Ayo jangan lemah seperti ini!

Ku fokuskan perhatianku pada Kwangmin. Dia sangat memukau. Tanpa sengaja mata kami bertemu. Omo omo! Langsung saja aku palingkan wajahku. Aku sangat malu. Ku alihkan pandanganku ke arah Minwoo. Woow~~ dia keren! SANGAT KEREN! Dia seperti menjadi pribadi yang berbeda saat ngedance seperti itu. Sepertinya Minwoo merasa kalau aku memperhatikannya karena dia sempat tersenyum padaku. Ah…pasti dia mengira aku terpukau oleh dance skill-nya -.-“

Ada satu hal yang baru ku ketahui. Eunkyo, Minwoo, Kwangmin dan Namju merupakan ‘Main Dancer’ di sini. Tak heran sih karena dance skill mereka memang sangat keren. Jujur, aku kaget saat aku melihatnya ngedance saat ini. Aku baru tau dia sangat berkembang pesat. Padahal dulu dia biasa saja. Tapi sekarang menjadi luar biasa! Ini menjadikanku lebih termotivasi. Aku pasti bisa kok sepertinya.

“Miyoung ssi? Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Kwangmin. Hah? Kapan mereka selesai ngedance? Dan…dan sejak kapan Kwangmin ada di depanku?
“Aku…aku…hanya melihat kalian latihan. Aku ingin tau bagaimana kalian latihan karena aku rencana akan gabung dengan kalian” jawabku sedikit gugup.

“Jinjjayo?” Kwangmin meletakkan tangannya di pundakku. Omo! Apa yang dia lakukan?

“Ne…” jawabku sambil menundukkan wajahku sedikit. Aku malu menatapnya.

“Kalau begini, kau tidak susah-susah menemuiku di taman untuk memberiku bekal dong. Hm…mulai sekarang kau bisa memberiku di sini. Kita juga bisa memakannya bersama. Ini pasti menyenangkan!” katanya girang. Tangannya yang awalnya berada di pundakku, kini beralih menggenggam kedua tanganku, sambil di gerakkan ke kanan dan kiri. Omona~~ apakah ini artinya dia…menyukaiku? >,<

“Kwangminie, kau melupakan sesuatu” tiba-tiba Namju datang dengan wajah yang sedikit menyebalkan.
“Mwo?” tanya Kwangmin bingung. Kini tangannya telah melepaskan tanganku.

“Kau lupa? Tidak semua orang bisa masuk ekstra ini. Pelatih Lee akan menyeleksi dengan cermat. Dia tidak menerima orang yang hanya asal-asalan” jelasnya pada Kwangmin. Lalu ia menoleh ke arahku lalu berkata “Jangan terlalu berharap bisa masuk ke ekstra ini. Kalau kau tidak punya bakat dan niat, lebih baik tidak usah bergabung di sini. Daripada kau memaksakan diri dan akhirnya tersiksa”

“Siapa bilang? Jika kita tidak punya bakat tapi kita punya kemauan yang kuat, pasti kita bisa kok. Lagian Miyoung punya pengalaman kok” kata Eunkyo membelaku tiba-tiba.

“Oke, kita lihat saja nanti. Good luck ya” kata Namju padaku dengan tatapan merendahkan, lalu dia meninggalkan kami.

“Miyoung-ah, jangan di masuki hati ya kata-kata Namju. Kau pasti bisa kok. Percaya deh” Seperti biasa, Eunkyo selalu memberiku semangat saat aku down.

“Aku yakin kau bisa, Miyoung ssi” kata Kwangmin ikut menyemangatiku.

Aduh galau~~~. Itu yang aku alami sekarang. Di sisi lain aku ingin membuktikan pada Namju kalau aku tidak asal-asalan. Tapi, di sisi lain aku juga takut jika aku tidak bisa membuktikannya. Apa yang harus aku lakukan? >,<

To be Continue…

This entry was posted by boyfriendindo.

2 thoughts on “[FREELANCE] Love Story – Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: