[FREELANCE] Love Story – Part 3

Author                  : Rifka Amalia / Min Rira

Cast                       : Song Miyoung (OCs), Kwangmin, Minwoo (Boyfriend), EunKyo (5dolls),

Namju (A  Pink)

Genre                   : Romance, Friendship, Comedy

Lenght                  : Chaptered

Rating                   : General

Annyeonghaseyo readers~~ ^^

Jeongmal gomapta uda baca FFku. Makasi juga uda komen. Jujur itu semua yang buat aku jadi tambah semangat buat bikin FF ini. Jeongmal gamsahamnida readers~~ ^^

Oya, sebenarnya FF ini terinspirasi dari film thailand judulnya Crazy Little Thing Called Love ^^ , mungkin sekarang memang belum terlalu keliatan, karena itu buat next-next part.

Sekian aja deh ‘pengakuannya’ hehehe

HAPPY READING~~ \(^o^)/

 

Love Story : Nothing’s Over

Miyoung PoV

Di sini lah aku. Berdiri di depan studio dance tanpa melakukan apa pun, selain mengintip mereka latihan. Aku menarik napas dalam, dan mulai memasuki studio itu.

“Annyeonghaseyo” sapaku.

“Ah! Miyoungie~” sapa Eunkyo lalu berjalan ke arahku.  “Apa kau sudah siap?” tanyanya. Aku hanya menarik napas panjang, “Molla” jawabku pesimis. “Kau pasti bisa. PASTI!” kata Eunkyo memberiku semangat. Aku tersenyum hambar. Mencoba menenangkan diri.

“Apa kau sudah siap? Kita mulai seleksi sekarang saja untuk mempersingkat waktu” kata pelatih Lee seraya menghampiri kami berdua.

“Hm…Ne…” jawabku lemah. Aku mengikuti pelatih dari belakang. Aku merasa seperti tersangka yang akan di sidang. Bagaimana tidak? Semua mata melihatku saat ini. Ini membuatku semakin gugup. Sekilas aku melihat Kwangmin. Dia tersenyum sambil mengucapkan ‘fighting’ lirih. Begitu pula dengan Eunkyo. Namun di sisi lain, Namju dan Minwoo menatapku serius. Tak heran sih, karena Minwoo adalah ketua ekstra. Sedangkan Namju, ya…kalian tau kan pasti kenapa dia melihatku seperti itu?

Pelatih Lee mulai menyalakan musiknya. Aku menarik napas panjang. Aku mulai menggerakkan badanku. Menyesuaikan dengan beat musik tersebut. Aku mulai menikmatinya. Hei! Ini tak seburuk yang aku bayangkan.

Tiba-tiba Namju datang dan menantangku battle. O em gee~ apa-apaan ini? Aku mulai mundur, memberi dia kesempatan untuk unjuk gigi. Setelah dia puas, aku mulai membalas tantangannya. Begini terus untuk sementara waktu. Dia terus saja menantangku dengan koreografinya. Aku bingung harus bagaimana lagi. Dan beginilah sekarang, aku hanya berdiri sambil memikirkan gerakan apa yang harus aku pakai. Sampai akhirnya pelatih Lee mematikan musiknya.

“Good job Miyoung ssi” puji pelatih Lee padaku. Lalu menghampiri Minwoo. Sepertinya mereka mempertimbangkanku. Ekspresi mereka sangat serius. Dan terkadang seperti memperdebatkan sesuatu.

Aku berjalan ke arah kursi panjang  yang terdapat di pojok ruangan. Lalu meneguk air yang dari botol minumku. Eunkyo dan Kwangmin menghampiriku.

“Bagaimana? Tak seburuk yang kau bayangkan kan?” tanya Eunkyo padaku.

“Ne, ternyata mengasyikkan ya”

Kulihat Kwangmin yang duduk disebelah eunkyo. Dia hanya diam dan…sedikit tegang (?)? Dia juga menatap pelatih lee dan Minwoo dengan pandangan serius. Kenapa dia? Apa itu hanya perasaanku saja ya?

Kemudian, aku mendengar pelatih Lee memanggilku. Aku langsung menuju ke arahnya. Kwangmin dan Eunkyo pun mengikutiku. Duh…aku menjadi semakin gugup. Kira-kira apa keputusan pelatih Lee dan Minwoo ya? Tapi apapun keputusannya, aku harus menerimanya dengan lapang dada.

“Miyoung ssi, apa kau sudah siap untuk mendengar keputusannya?” tanya pelatih Lee saat aku tepat berada di depannya. Aku hanya mengangguk. Entah kenapa sepertinya sedikit susah untuk mengeluarkan kata-kata. Suasana menjadi tegang sekarang.

“Oke, keputusannya adalah…” pelatih Lee menggantungkan kalimatnya. Kemudian menarik napas dan melanjutkan kalimatnya,”maaf sekali, kau belum bisa untuk masuk ekstra ini. Kau belum punya basic dance. Kau juga belum bisa meng-improvisasi gerakan. Saat battle tadi, kau hanya memakai gerakan yang itu-itu saja dan…sedikit aneh menurut saya. Jadi, sekali lagi saya mohon maaf”

Aku hanya diam mendengar kalimat yang di ucapkan oleh pelatih Lee. Badanku terasa lemas. Sekuat tenaga aku menahan tangisku. Aku tak mau terlihat lemah di hadapan mereka, terutama Namju. Pasti dia akan menganggapku loser. “Geureyo? Ne, gwenchana. Aku pamit pulang dulu” kataku pada pelatih Lee sambil membungkuk. Dia hanya mengangguk, lalu menyuruh Minwoo dkk untuk kembali latihan.

Aku mengemasi barang-barangku. “Ternyata benar kataku kan?” reflek aku mengarahkan pandanganku ke arah suara itu. Namju.

“Mwoya?”

“Terbuktikan sekarang? Kalau tidak ada bakat tak akan bisa. Dan masalah niat…kau ingin masuk ekstra ini hanya karena Kwangmin kan? Babo yeoja” Setelah mengatakan itu, dia meninggalkanku.

Eunkyo menghampiriku dan menghiburku. “Gwenchana? Apa yang dia katakan?” tanya Eunkyo cemas. Aku hanya menggelengkan kepalaku. Seolah-olah tak ada yang terjadi. “Ne, nan gwenchana. Lebih baik kau latihan sana. Daripada kau kena marah” jawabku, meyakinkannya kalau aku baik-baik saja. Namun sepertinya Eunkyo terlihat cemas saat dia akan meninggalkanku. Lalu aku mendorongnya, menyuruhnya bergabung dengan yang lain untuk latihan. Setelah itu, aku berjalan meninggalkan studio ini.

^^^^^^^

                Setelah hari itu, aku jarang bertemu dengan Kwangmin. Aku menghindarinya. Entah kenapa aku tak ingin bertemu dengannya. Dengan Eunkyo pun juga jarang, karena mereka sibuk latihan untuk dance competition.

Suatu hari aku bertemu dengan Kwangmin, namun aku buru-buru menghilang dari pandangannya. Selalu saja seperti ini saat aku bertemu dengannya. Namun walau begitu, aku kadang mengamatinya dari jauh. Pecundang? Ya. Aku memang pecundang. Aku takut bertatapan langsung dengannya.

Sekarang aku berada di depan studio dance. Aku hanya iseng kesini. Berharap bisa melihatnya. Namun sayang, studio ini sudah sepi. Mungkin mereka sudah pulang karena latihan sudah selesai. Tiba-tiba aku merasakan seseorang menutup mataku.

“Nuguseyo?” Tak ada jawaban. Aku melepas paksa tangan yang menutupi mataku, lalu membalik tanganku. Ternyata orang itu adalah…Kwangmin. Aku kaget. Aku tak menyangka dia masih ada di sini. Ku kira dia sudah pulang.

“Annyeong miyoung-ah” sapanya dengan senyum yang lebar. Aku masih diam. Aku masih syok dia, orang-yang-aku-hindari, malah berada di hadapanku sekarang.

“Ya! Kenapa kau hanya diam?” katanya lagi sambil mencubit pipiku. Aku merintih kesakitan. Melihatku kesakitan, akhirnya dia menghentikannya. Sekarang tangannya memegang pipiku. Mata besarnya menatapku. Perlahan wajahnya mendekat. Aku diam membeku. Bingung harus bagaimana. Wajahnya sangat dekat sekarang. Ia mulai memiringkan wajahnya. Aku menutup mataku karena gugup. Apakah dia akan mengambil first kiss-ku? ><

Bentar deh. Kok tidak terjadi apa-apa? Apa sudah selesai? Tapi aku tak merasakan apapun. Perlahan aku buka mataku. Kalian tau apa yang dia lakukan? Dia hanya menatapku dengan menahan tawa. Akhirnya tawanya pecah saat melihat wajahku yang sudah tak karuan ini. Ah menyebalkan sekali dia!

“Ya! Sudahlah! Jangan mengetawaiku seperti itu. Dasar nappeun namja!”

“Hahahaha. Iya deh, iya. Sudah lama ya kita tak bertemu. Apalagi bercanda seperti ini. Kenapa kau menghindariku akhir-akhir ini?”

“Hm…itu…itu…Ah sudahlah tak usah dibahas. Kan kita sudah bertemu sekarang”

“Oke oke. Hahahaha. Wajahmu lucu sekali tadi”

“Ya! Neo! Sudah jangan diingat lagi”

“Hahaha. Lucu sih. Oya, kau tau kan kalau besok sabtu itu ada dance competition? Apakah kau akan datang?”

“Ne, tentu. Aku akan mendukung Eunkyo dan tim sekolah kita”

“Jinjjayo? Bagus deh kalau begitu. Hm…Miyoung-ah, kau pulang naik apa? Aku antar pulang ya. Otte?”

“He? Aniyo, tidak usah. Aku bisa pulang naik bis kok”

“Ayolah. Jangan menolak. Kajja!”

Kwangmin menarik tanganku. Mau tak mau aku pulang dengannya. Tunggu! Itu berarti aku akan berboncengan dengannya kan? Haruskah aku memeluk pinggangnya? Kkkkkk :p

^^^^^^^^^^

Tak terasa ya hari ini sabtu. Itu artinya aku harus menonton dance competition. Aku berada di antrian tiket gedung di mana di adakan dance competition tersebut. Cukup panjang antriannya. Mungkin karena ini salah satu event dance competition bergengsi saat ini.

15 menit kemudian, aku berhasil mendapatkan tiket tersebut dan memasuki gedung itu. Ramai sekali tempat ini. Aku mulai mencari kursi. Nah itu dia! Langsung saja ke arah kursi yang aku maksud. Tiba-tiba aku merasakan ponselku bergetar. Eunkyo menelponku.

“Yoboseyo”

“Miyoungie, kau dimana?”
“Aku di kursi penonton. Waeyo?”

“Ani, aku hanya tanya kok. Nanti tariakan namaku ya hahaha”
“Ha? Untuk apa? Memalukan tau”

“Arasho arsho. Kau memang tak akan meneriakan namaku, tapi pasti kau akan meneriakan Kwangmin”

“Aniyo. Aku juga tidak akan meneriakan siapa pun”

“Jongmalyo? Kau pasti akan teriak saat Kwangmin perform nanti. Dia terlihat perfect dengan kostumnya. Kau pasti akan pangling. Eh sudah dulu ya. Sepertinya acara akan mulai. Annyeong”

Sekitar 15 menit kemudian, acara dimulai. Satu persatu kontestan menunjukan penampilan terbaiknya. Kini saatnya tim sekolah kami. Mereka mulai memasuki panggung. Mereka memakai konsep kostum dark and glamorous. Dancer yeoja memakai kostum berwarna hitam dan gold, sedangkan dancer namja memakai kostum berwarna hitam dan silver. Mereka terlihat sangat keren! Mataku mulai mencari sosok Kwangmin. Dia berada di belakang, karena dia tinggi. Dia terlihat…perfect! Sangat perfect! Benar kata Eunkyo. Aku hampir pangling dengannya. Dia terlihat maskulin dan berkarisma. Aku jadi ingin meneriakan namanya >,<

Musik mulai terdengar. Satu persatu koreografi rumit mulai mereka tunjukan. Mereka tampil all out. Aku yakin mereka pasti akan menang. Sepertinya sebentar lagi mereka akan menyelesaikan penampilan mereka. Tapi, sejak kapan koreo terakhir  mereka di buat berpasangan seperti ini? Dan kau tau? Kwangmin dengan NAMJU!! Mana gerakannya sedikit seksi dan ada koreo yang menggendong si yeoja pula  -__-“ . Akhirnya mereka mengakhiri penampilan mereka dengan sangat memukau. Bahkan mendapat standing applause dari penonton, termasuk aku.

^^^^^^^^^^

                Now, it’s time to know the winner! Semua peserta memasuki panggung. Panggung menjadi sangat penuh. Ku tujukan mataku ke tim sekolahku. Mereka semua bergandengan tangan. Mencoba memotivasi satu sama lain dan berdo’a. Tapi kenapa Namju ada di sebelah Kwangmin lagi? -,-“

Menyebalkan!! MC mulai mengumumkan juara 2 dan 3. Kini saat yang mendebarkan! Kira-kira siapa yang akan mandapat juara 1? Terdengar suara musik yang membuat kami bertambah gugup. “Dan juara 1 di raih oleh….” kata MC menggantungkan kalimatnya, “Tim dari Seou lof Performing Arts School! Chukahamnida!”

Mereka langsung  berpelukan. Lalu menuju tengah panggung untuk menerima piala dan buket bunga. Mereka terlihat sangat senang. Bahkan Eunkyo sampai meneteskan air matanya. Ku alihkan pandangku ke Kwangmin. Dia sedang berusaha untuk menghibur Namju yang sedang menangis. Sesak rasanya melihat itu semua.

Mereka semua membungkuk, lalu menuruni panggung. Kembali ke backstage. Sebenarnya aku langsung ingin bangun dari dudukku dan keluar. Namun, karena ramai, aku memutuskan untuk menunggu.

Aku merasakan ponselku bergetar. Ternyata SMS dari  Eunkyo. Ia memintaku untuk menuju backstage dan dia akan menungguku di pintu backstage. Aku memasukan ponselku ke dalam tas dan  menuju backstage.

Eunkyo langsung memelukku saat aku sampai di tempat yang ia maksud. Aku bisa merasakan dia menangis sekarang. Dia melepas pelukannya.

“Miyoungie, kami menang! Kami akan ke Jepang! Akhirnya…aku bisa kesana juga. Aku sangat senang! Apalagi pasti nanti aku akan bertemu dengan dancer-dancer profesional di sana!”

“Ne, arashoyo. Chukae Eunkyo-ya”

“Gomawo Miyoungie”

Eunkyo kembali memelukku, kemudian melepasnya.

“Aku akan sangat kesepian kalau kau ke Jepang, Eunkyo-ya”

“Dan pasti kau akan sangat merindukanku kan? Hahaha”

“Ne. Aku akan rindu semuanya”

“Terutama Kwangmin kan?”

Astaga! Aku baru ingat kalau dia juga akan ke Jepang. Itu berarti, aku tidak akan melihatnya setiap hari.

“Jangan sedih gitu Miyoungie. Kami hanya 3 bulan di sana kok”

Aku hanya diam. Membayangkan hari-hariku yang pasti akan hambar dan membosankan.

“Annyeong Miyoung-ah” Terdengar suara di belakangku. Aku menengok ke belakang. Kwangmin! Ya, Kwangmin berada di belakangku sekarang dengan senyum yang mengembang di bibirnya.

“Ehem, sepertinya aku harus pergi sekarang. Annyeong Miyoungie” pamit Eunkyo yang hanya kubalas dengan anggukan.

Lama kami hanya diam. Lalu aku beranikan diri untuk memulai percakapan.

“Chukae Kwangmin-ah !”

“Ne, gomawo Miyoung-ah. Aku…aku akan ke Jepang”

“Ara, jaga kesehatanmu selama di sana ya. Makan yang banyak”

“Ne, omma! Hahaha. Kau sudah seperti ommaku saja. Oya, bagaimana kalau kita bertukar nomer ponsel?”

Kami pun bertukar ponsel. Mengetik masing-masing nomer ponsel dan menyimpannya. Setelah itu, mengembalikan ponsel ke empunya. Suasana menjadi hening. Kali ini Kwangmin yang memulai percakapan.

“Miyoung-ah”

“Hm? Wae?”

“Hm…Apa…apakah…kau… mau…”

^^^^^^^^^^

Kira-kira apa yang akan dikatakan Kwangmin ya? Tunggu next part yaa ^^

This entry was posted by boyfriendindo.

One thought on “[FREELANCE] Love Story – Part 3

  1. uwaaaaa~~ daebak ff nya author
    aku suka aku suka😄

    kira-kira apa yg bakalan di bilang sama kwangmin ya? aw aw~~😄
    lanjut dulu bacanya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: