[FREELANCE] Memorize – Chapter 1

Title : Memorize
Author : Dini Fitria Ramadhani (Dini) aka Yoon Min Ah aka Earl
Kaitori-chan Kudo Phantomhive
Genre : Humor, Romance, School, Music, Rival.
Chapter : Chapter 1
Rating : PG
Main Cast : Youngmin, Kwangmin, Minwoo, Kang Ri In, Baek Hae Na

Kisah ini berawal di Yonabeou High School. Kang Ri In seorang anak
jenius akhirnya dengan usaha belajarnya yang keras ia berhasil masuk
ke Yonabeou High School, sekolah yang cukup terkenal di Seoul. Pagi
ini, Ri In sedang berangkat menuju sekolah barunya bersama sahabat
karibnya sejak TK, yaitu Baek Hae Na.

“Haaah, akhirnya deh … berhasil juga masuk sekolah favorit ini!
Hahahahaha” Tawa bangga dan bahagia keluar dari mulut Kang Ri In.

“Iya, aku juga merasa bangga sekali! Hei, Ri In-ah … kita masuk ke
kelas kita yuk! Sudah penasaran sekali aku!” Ajak Hae Na yang
merupakan seorang putri presdir terkenal di Korea Selatan.

“Kajjah!” Ri In setuju dan segera menuju ke kelas baru mereka.

Mereka berjalan bersama menuju kelas baru mereka yang kebetulan satu
kelas. Mereka masuk ke kelas unggulan, yaitu kelas 1A=Kelas MiPa. Saat
mereka berdua hendak masuk, seorang pemuda berteriak dengan lantang ke
arah mereka.

“AWAS!!!” Plak … sebuah bola mendarat tepat di kepala Ri In. Ri In
tampak pusing dan pandangannya kabut-kabut. Seluruh siswa menuju
kearah Ri In yang masih memegang kepalanya yang pusing.

Seorang laki-laki yang sering dibilang imut se-sekolahan hanya berkata
… “mian” dari kejauhan. Padahal dia yang menendang bola itu. Ia
bernama Youngmin.

“Ri In-ah, kau tidak apa-apa kan?” Tanya Hae Na Khawatir sambil
membantunya berdiri kembali.

“Mmh … ne, aku tidak apa-apa, jangan khawatir!” Ri In segera bangun
dan duduk di bangkunya. Ri In dan Hae Na duduk di kursi masing-masing.
Ri In menata buku-bukunya ke dalam loker meja dan merapikan tasnya.
Sedangkan Hae Na yang tanpa basa-basi langsung menyisir rambut
coklatnya yang indah dengan sisir.

Ri In masih merasa pusing, namun ia berusaha untuk menenangkan
kepalanya. Ri In juga tidak mau tahu siapa yang melemparkan bola
hingga mengenai kepalanya. Tiba-tiba seeorang datang padanya dan
mengatakan sesuatu sambil sedikit membungkuk.

“Mian atas kesalahan Hyungki!” Ucap seseorang berambut coklat, Youngmin.

Ri In hanya tersenyum saja dan mengangguk pelan. Ia pun juga tidak
jelas melihat wajah anak itu karena kepalanya masih pusing dan matanya
kalang kabut.

“Baiklah, lekas sembuh ya” Serunya sambil tersenyum manis dan segera berlalu.

Ri In, Hae Na, dan seluruh siswa di kelas belajar dengan
sungguh-sungguh dan memperhatikan apa yang Sungsanim ajarkan. Setelah
itu bel tanda istirahat pun berbunyi. Dengan lekas, Ri In dan Hae Na
bergandengan menuju ke kantin sekola bersama-sama.

Ri In telah meletakkan nampan makan siangnya di meja dan menunggu Hae
Na datang. Saat Hae Na datang, Ri In sungguh terkejut dengan apa yang
ia bawa.

“Hae Na, apa kau benar-benar serius?” Tanya Ri In saat melihat nampan
makan Hae Na.

“Apanya?” Tanya Hae Na bingung.

“Apa kau dapat menghabiskan makan siangmu yang sangat banyak itu?”
Tanya Ri In tidak percaya. Sesekali mengerjapkan matanya dan menelan
ludah.

“Tidak apa-apa? yang penting tidak terlalu banyak memakan coklat kan?”
Serunya sambil tertawa imut.

“Uh, kalau begitu sih … kamu akan bertambah berat badan juga! Apa
kamu tidak takut bila Minwoo melihatmu menjadi gendut?” Goda Ri In
sambil tertawa licik.

“Hya, Hae Na-ah! jangan mengingatkanku dengan Minwoo donk! Kami kan
sudah putus!” Sahut Hae Na.Karena marah, Hae Na langsung melahap
hamburgernya dengan kasar.

“MWO? Putus? Kok bisa?” Ri In tampak kaget dan hampir saja tersedak
jus melonnya.

“Iya, kami putus! karena Appa sudah memilihkan tunangan untukku!”
lirihnya sedih. matanya turut berkaca-kaca.

“Mmm … pasti berat ya menjadi seorang putri! ckckckck …
ngomong-ngomong, siapa tunanganmu itu?” Tanya Ri In.

“Kami belum bertemu, rencanya sih, minggu depan! Kedua keluarga akan
bertemu!” Jawabnya dengan nada lemas. Namun ada harapan bahwa semoga
saja tunangannya mirip aktor Jang Geun Seok.

“Yah, yang sabar ya Hae Na! Semoga tunanganmu itu lebih baik daripada
Minwoo!” Ri In menghibur sahabatnya itu. Hae Na hanya tersenyum saja.

“Gomawo, Ri In-ah” Ucapnya pelan. Dan mereka melanjutkan makan siang
mereka dengan lahap dan tenang hingga bel berbunyi tanda istirahat
telah selesai.

Jam 4 sore, pertanda sekolah dibubarkan. Ri In dan Hae Na keluar
gerbang sekolah bersama-sama, mobil limosin Hae Na telah menunggu di
deppan gerbang.

“Ri In-ah, aku pulang dulu ya? Sopirku sudah datang! Apa kamu mau
pulang bersamaku?” Tawar Hae Na ramah sambil berharap agar mereka bisa
berbincang-bincang lagi bersama.

“Ah, tidak usah … aku bisa jalan kaki sendiri kok! Gomawo atas
tawarannya! Hati-hati di jalan … Anyeong!!!” Jawab Ri In polos.
Akhirnya keduanya saling melambaikan tangan.

Ri In pulang dengan jalan kaki. Tiba-tiba saat di tengah jalan,
seseorang datang sambil berlari dan langsung memeluk Ri In. Ri In
sangat kaget dibuatnya.

“Ri In-ah! Lama tak berjumpa!” Seru pemuda itu, Youngmin.
“Eh, kau … lepaskan!” Bentak Ri In sambil melepaskan kedua tangan Youngmin.

“Kenapa kau jadi kasar begitu?” Tanya Youngmin heran.

“Kau … kau bukannya siswa yang menendang bola ke arahku kan?” Tanya
Ri In memastikan.

“Oh, jadi tadi yang kena bola itu kau, Ri In-ah?” Ujar Youngmin biasa.

“Ya, btw, kau siapa? seenak saja memelukku seperti tadi! Mana belum
minta maaf lagi!” Gerutunya marah.

“Mianhe, yeoja!” Sahutnya malu-malu.

“Hah? Ye … yeoja>?????” Ri In kaget histeris.

“Kenpa kau kaget?” Tanya Youngmin. “Apa kau lupa denganku?” Tanyanya
lagi. Ri In hanya diam saja.

“Ri In-ah! Jawab aku!” Desak Youngmin.

“Ah, entahah … aku tidak tahu! sepertinya tidak … dan sepertinya
ini adalah pertama kali pertemuan kita! ya sudahlah, aku pulang dulu!
samapi bertemu di sekolah!” Jawab Ri In sambil berlalu.

Youngmin yang mendengarkannya merasa hatinya di tusuk beribu-ribu
jarum. tangannya kaku seperti beku di kutub Utara. Hatinya panas.
Panas sekali.

Masa lalu Youngmin dan Ri In.(3 tahun yang lalu)

Saat itu terjadi di Bandara. Youngmin akan meninggalkan Seoul yang
diikuti kembarannya, Kwangmin ke Amerika. Youngmin pergi ke Amerika
untuk operasi paru-paru. Tak tahu akan pulang kapan, ataupun tidak
akan pulang selamanya.

“Youngmin … apa kau benar-benar akan meninggalkan Seoul?” Tanya Ri In takut.

“Ne, Ri In-ah! Janganlah menangis! air matamu sangat berharga” Ucap
Youngmin sambil mengusap airmata Ri In.

“Tapi … tapi … kau pasti tak akan kembali lagi! aku takut
kehilanganmu … ” ujarnya di sela tangisnya.

“Anya, aku pasti aka kembali lagi tai entah kapan! Tunngulah aku
sampai kapanpun ne … kau milikku selamanya!” Ucap Youngin yang sudah
hampir menangis.

Ri In menangis sejadi-jadinya karena Youngmin pergi ke Amerik auntuk
cek kesehatan asmanya dan beberapa tahun tingal di sana. Entah kapan
kembalinya atau tak akan kembali lagi karean menurut dokter suasana di
Amerika lebih cocok untuk paru-paru Youngmin. sedangkan Kwangmin juga
ikut ke Amerika untuk penelitian.
Dengan tangisnya Ri In berkata “Kau milikku selamanya” ucapnya di
sela-sela sesenggukan.

Come back ke sekarang.

Youngmin yang baru saja mendengar bahwa Yeojanya yang ia khawatirkan
selama di Amerika tidak ingat padanya? Yeoja yang menangis karena
ditinggalkannya? Bahkan Youngmin berusaha untuk sembuh dan dapat
kembali ke seouldemi Yeojanya … tapi apa yang didapatkannya?
kenangan yang terhauskah?

bersambung … see you in the next chapter!
#YoonMinAh-PikaminLuph#

This entry was posted by boyfriendindo.

8 thoughts on “[FREELANCE] Memorize – Chapter 1

  1. buset dah thor kayanya lama bener uda 2 bulan,hehe
    lanjutannya mana thor uda lama nih nunggu nya, penasaran nih.hehe
    kecewa ah klo ga dilanjut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: