[FREELANCE] My Twins – Part 1

Cast     : Jo Twins -> Youngmin & Kwangmin BOYFRIEND , Suzy Miss A, Jiyeon T-ara, Onew SHINee.

O.Cast :  Sulli F(x), Minho SHINee, Boyfriend member and Yoogeun.

Length : CHAPTERED.

Genre  : Romance, Family.

Author : Mutiara Ekagusbarani

Rating : G

Note    : In this Story, Suzy ’95 lines and marga dia juga jadi CHOI, Yoogeun juga ganti marga jadi JO ya.

Annyeong Haseo, Jo Kwangmin imnida. Umurku masih 17 tahun, aku terlahir di keluarga JO. Tentu saja aku lahir tidak sendiri, aku lahir bersama Jo Youngmin. Dia adalah kembaranku, waktu lahir kami hanya berbeda 6 menit, dan dia adalah hyungku. Kami memang memilik wajah yang serupa, tapi tentu saja kepribadian kami berbeda. Banyak orang yang bilang bahwa aku lebih ramah, baik hati, innocent, senang berbagi, ya aku juga merasakan hal itu. Berbeda dengan kembaranku, Jo Youngmin. Memang sih dia terlihat lebih kasar, pemarah, dingin, preman dan hal – hal buruk lainnya. Tapi satu hal yang harus kalian tau, Youngmin sebenarnya adalah orang yang sangat penyayang, terutama pada umma, uri dongsaengi Yoogeun, dan aku. Meskipun padaku, sikapnya lebih terlihat kasar, tapi satu hal yang selalu aku tahu lewat insting persaudaraan kami, bahwa dia sangat menyayangiku. Dan aku juga sangat amat menyayanginya, hyung terbaikku, Jo Youngmin.

***

-CHAPTER 1-

Author POV

“bangsat!” pukul Youngmin pada laki – laki berkacamata itu.

“sekali lagi kau membicarakan hal buruk tentang Kwangmin, kau benar – benar mati!” bentak Youngmin lalu melemparkan satu pukulan lagi.

“demi tuhan aku tak membicarakan hal buruk tentang kembaranmu!!” elak namja itu.

“ masih berani kau mengelak!?” bentak Youngmin lalu melemparkan satu tonjokan di pipi namja itu.

“aku..hanya bilang.. kembaranmu itu tak sehebat kau!” ucap namja itu masih membela diri.

“alaaaaah! Benar – benar berengsek kau!” bentak Youngmin lalu melemparkan satu pukulan lagi.

Namja itu hanya pasrah dan tak bisa berbuat apa – apa lagi. Semua orang berkumpul menyaksikan itu semua, kecuali Kwangmin.

Benar apa kata Kwangmin, walaupun sikap Youngmin itu kasar, tapi sebenarnya dia itu penyayang. Tentu saja dia sangat menyayangi saudara kembarnya, tapi Youngmin tak pernah berbicara langsung pada Kwangmin. Meski begitu, dari sikap Youngmin saja kita sudah bisa tau bahwa Youngmin begitu menyayangi twins-nya.

***

“Kwangmin-ah!!” panggil Jiyeon dari kejauhan sambil melambai – lambaikan tangannya pada Kwangmin yang sedang duduk dibangku taman sekolah sambil memegang buku sastra Jerman.

“Jiyeon noona!” seru Kwangmin antusias.

“Oraegamanieyo Kwangmin-ah!” ucap Jiyeon sambil memeluk Kwangmin.

“Geuraeyo, oraegamanieyo, noona-ah.” Balas Kwangmin.

“bagaimana kabarmu?” Tanya Jiyeon lalu duduk di kursi taman.

“Jal jinaesseoyo (sangat baik). Kau bagaimana?” Tanya balik Kwangmin lalu ikut duduk bersama Jiyeon.

“nado. Haha.” Balas Jiyeon lalu merebut buku sastra Jerman yang dipegang Kwangmin.

“igo mwoya? Kau berniat untuk pergi ke Jerman, Kwangmin-ah?” Tanya Jiyeon sambil membuka – buka buku itu.

“ne. aku ingin kuliah ke Universitas ternama disana,” ucap Kwangmin mantap.

“ah jinjayo? Kau ingin kuliah atau…?” goda Jiyeon.

“ya Jiyeon noona, jangan membuatku terpaksa untuk mencubit hidung lucumu itu!” ancam Kwangmin.

“haha aku hanya bercanda. Tapi kau benar – benar bukan bermaksud untuk..?” tanya Jiyeon masih memastikan.

“jinja animida noona. Masa iya orang seimutku berani membohongi Jiyeon noona yang paling maniiis,” gombal Kwangmin dengan polosnya.

“aih kau! Sedang menunggu siapa kau?” Tanya Jiyeon.

“Youngmin hyung.” Jawab Kwangmin lalu kembali mengambil buku miliknya dari tangan manis Jiyeon.

“dimana dia?” Tanya Jiyeon dengan sedikit bergemetar.

“nan molla. Tapi dia bilang kalau aku harus menunggunya disini.” Jawab Kwangmin.

“ahh.” Respon Jiyeon lalu terdiam dan menatap pohon tua yang ada disebelah kursi itu.

“sudah lama sekali ya..” ucap Jiyeon sambil tersenyum nanar.

“noona..” Kwangmin yang mendengar itu langsung memegang tangan Jiyeon.

“itu semua sudah berlalu, noona. Percayalah kalau…”

“aigo, kkambbak haetta (aku lupa) ! aku harus menemui Leeteuk Songsanim. Ada urusan yang harus aku urusi dengannnya setelah kepulanganku kesini.” Ucap Jiyeon lalu berdiri dari bangku taman.

“ah..geurae..” kata Kwangmin lalu ikut berdiri.

“sampaikan saja salamku pada hyung 6 menitmu itu, haha Annyeong!” ucap Jiyeon lalu berlari menuju kantor guru. Kwangmin masih tersenyum sambil tetap melambaikan tangannya.

“kau masih sama noona, tak berubah sedikitpun.” Gumam Kwangmin sambil tersenyum lepas hingga sosok Jiyeon menghilang dari pandangannya.

*BRUK!!!*       “aw!” rintih Kwangmin saat seseorang memukul kepalanya dengan buku.

“kajja!” ucap Youngmin yang datang tiba – tiba lalu berjalan duluan.

“hyung! Bisakah kau bersikap lebih lembut hah? Bagaimana jika aku geger otak!” rutuk Kwangmin sambil menyamai posisi jalannya dengan Youngmin.

“jangan panggil aku hyung!” seru Youngmin.

“tapi kau memang hyungku!!”

“sekali lagi kau membantah….”

“wae? Kau pikir aku takut..mehrong..”

Mereka berdua pun berjalan meninggalkan taman itu.

Author POV end.

Suzy POV

Aku hanya memanyunkan bibirku saat Minho oppa berhasil memasukan koperku kedalam mobil.

“YA!!!” teriakku lagi masih tak terima.

“uri yeppo dongsaengii..” ucap Minho oppa sambil mengacak – ngacak rambutku.

“WAE?! Kenapa aku tak ikut bersamamu saja, hah!?” protesku untuk kesekian ratus kalinya lagi.

“Suzy-ah, kau sudah SMA kan? Kau pasti sudah dapat mengerti maksudku. Jadi..”

“ne ne araseoso!! Ayo cepat kirim aku ketempat apapun yang kau inginkan!” potongku dengan nada kesal sambil masuk ke dalam mobil.

Minho oppa tersenyum lega lalu, “dan aku tak akan pernah lupa untuk menghubungimu.” Ucapnya lalu masuk kedalam mobil.

“memangnya aku mau dihubungi olehmu!” kataku ketus sambil memalingkan wajahku.

“yaaa~ jangan marah seperti itu lah. Mana ada namja yang mau bersamamu nanti, mehrong..” ledek Minho oppa.

“NEO!!!!!!!!!!!!!!” teriakku lalu memukul perutnya itu.

Setelah perjalan yang cukup lama, dari Daegu menuju Seoul. Ahirnya kami sampai di Seoul. Tepatnya disebuah rumah, hmm ya aku tau, ini perumahan bekas kerajaan Korea itu kan? Yang letaknya dekat kantor SM Entertaiment. Sebuah agensi artis Korea terkenal. Mobil putih kami berhenti tepat didepan rumah itu.

“jadi ini rumah guru terbaikmu itu?” tanyaku lalu keluar dari mobil.

“ne. biar aku yang bawakan barang – barangmu.” Ucap Minho oppa sambil membawa koperku dari bagasi.

“tentu saja kau wajib membawakannya.” Kataku ketus lagi.

“mana Suzy-ku yang manis dulu, jangan bersikap seperti itu didepan guruku,” ujar Minho oppa.

“kau sendiri yang membuatku seperti ini!” ucapku membela diri.

“baiklah aku minta maaf, tapi tolonglah kau bisa bersikap manis dihadapan mereka.” Pinta Minho oppa.

“tentu saja! Kau tenang saja, oppa!” jawabku lalu berjalan duluan.

“changkaman! Biar aku duluan!” cegah Minho oppa lalu menyusul langkahku.

***

“Annyeong haseo.” Sapa Minho oppa sambil memencet bel gerbang mereka.

“ye, nuguseo?” jawab seorang ahjumma dari pusat suara didekat pagar.

“Annyeong haseo. Choi Minho imnida, bisakah aku bertemu dengan Jo songsanim?” ujar Minho oppa ramah.

“aah keurom. Tunggu sebentar anak muda,” jawab ahjumma itu lalu terdengar suara “net.” Dari pusat suara itu.

Setelah menunggu tak terlalu lama akhirnya seorang ahjumma cantik dan muda menurutku, keluar dari rumah lalu dengan ramahnya mempersilahkan kami masuk.

“suamiku sudah bergegas, dan jangan khawatir Suzy akan kurawat seperti anak yeojaku sendiri.” Ucap ahjumma itu antusias,

“ne gamsahamnida ahjumma.” Ucap Minho oppa, lalu dia menyikut tanganku.

“aahh jinja gomaptaseumnida ahjumma.” Ucapku juga.

Akhirnya seorang ahjussi tampan pun datang sambil membawa koper yang sama seperti Minho oppa.

“murid terbaikku!” ucapanya penuh semangat.

“guru terbaikku!” ucap Minho oppa juga.

Aishh, hoekk sangat menjijikan. -_____-

“kalau begitu mari kita berangkat sekarang.” Kata ahjussi itu.

“ah ye. Kalau begitu ahjumma, aku mohon dengan sangat untuk kau menjaga yonsengku.” Kata Minho oppa penuh harap.

“keurom!! Tak usah khawatir soal itu! Kau serahkan semuanya padaku!” ucap ahjumma itu penuh semangat.

Akhirnya Minho oppa dan guru terbaikknya itu melaju pergi hingga aku benar – benar kehilangan oppaku…

“ahh Suzy-ah, mari masuk! Aku akan perkenalkan kamar barumu.” Ucap ahjumma itu ramah.

“ne gomapseumnida ahjumma.” Ucapku ramah.

Ahjumma pun mengantarku kesebuah kamar dengan nuansa biru langit, ya warna kesukaanku. Tau dari mana dia?

“otthe? Neo coa?” Tanya ahjumma.

“ne! jinja coayeo! Tapi, darimana kau tau kalau aku menyukai warna biru langit?” tanyaku penasaran.

“tentu saja dari oppamu yang tampan itu.” Ucap ahjumma sedikit genit. Haha sedikit membuatku merinding melihatnya -____-

“ah iya!! Aku juga akan perkenalkan anak namja bungsu dikeluarga ini.” Kata ahjumma lalu menepukan tangannya tiga kali, apa maksudnya?

“aishh.. YOOGEUNIE!!!!” teriak ahjumma membuat telingaku sakit sekali.

“yee umma!?” sahut seorang namja kecil yang tingginya sekitar 100 cm, dengan imutnya dia datang lalu memberi salam padaku.

“Annyeong haseo, Jo Yoogeun imnida. Bangapseumnida, noona!” ucapnya penuh keramahan dan kelucuan.

“annyeong yoogeunah!! Nan Suzy noona.” Ucapku lalu menyodorkan tangan kananku dia pun menggapai tangganku dengan tangan kanannnya hingga kami bersalaman.

“selamat datang noona!” ucapnya ramah lalu memelukku. Aihhh lucu sekali!

“gomawo Yoogeunah.” Kataku lalu mencium pipinya.

“aiiiih, baru saja kalian bertemu tapi sudah akrab sekali. Baiklah Suzy, lebih baik kau istirahat dan rapihkan barang – barangmu, nanti malam aku akan memanggilmu untuk makan malam.” Ucap Jo ahjumma ramah lalu keluar dari kamarku.

“gomawoyo, jo ahjumma!”

Suzy POV end.

Kwangmin POV

Umma mengirim pesan agar aku dan Youngmin segera pulang cepat hari ini. Aku sudah memberi tahu Youngmin agar kami pulang cepat, tapi yahh mau bagaimana, dia malah memilih berkumpul dengan teman satu geng-nya, sedangkan aku disuruh menunggu di perpustakaan saja.

“Kwangmin-ah!!” panggil Sulli sambil duduk disampingku.

“wae?” tanyaku tanpa menatapnya.

“Youngmin oppa kemana?” tanyanya manja.

“dia sedang berkumpul dengan teman satu geng-nya, kenapa harus panggil dia oppa? Lah padaku!?” protesku.

“mau bagaimanapun dia tetap lebih tua darimu, jadi pantas kan kalau aku panggil dia oppa!?” katanya membela diri.

“yang ada kau itu noona kami! Kau lahir bulan maret, kami bulan april. Mehrong!” kataku sambil mengacak- ngacak rambutnya.

“yee suka – sukaku dong, ahh akhir – akhir ini Youngmin oppa makan apa saja??” tanyanya antusias.

“akhir – akhir ini dia tak banyak makan, kalau aku sedang suka..”

“aku tak menanyakanmu! Beritahu lebih lanjut info terbaru dari Youngmin oppa!!” ucapnya memotong perkataanku.

Baru saja aku mau bicara, Youngmin tiba – tiba datang tapi masih berada di luar perpus. Dia memberi aba – aba agar aku cepat keluar.

“ahh aku ada kepentingan, lain kali saja ya, annyeong putri jelek!” pamitku lalu menjambak pelan rambut lurusnya.

“ah wae? YA! Kwangmin-ah!!”

“sssst..”

***

“lama sekali, lagian kau dan gengmu itu berbuat apa saja sih?” rutukku.

“meskipun kau kembaranku, kau tak perlu tau apa yang aku lakukan bersama gengku.” Jawabnya ketus.

“kita bersama selama 17 tahun, kau masih bisa mengeluarkan kata seketus itu? Hah aku tak percaya,” kataku lalu mulai menyalakan motor ninja putihku. Sedangkan dia tak merespon dan diapun menyalakan motor ninja merahnya.

“jangan mengebut! Kau bisa celaka.” Larangku. Dia masih tak merespon lalu menancap gas dan pergi duluan meninggalkanku.

Kami berdua pun sampai dirumah dan memasukan motor kami kedalam garasi.

“hyung!!” panggil Yoogeun.

“Yoogeunnie!” jawabku dan Youngmin serempak.

“hyung! Kalian lama sekali, tamu yang dibilang umma sudah datang dari tadi!” ucap Yoogeun dengan lucunya.

“ah jinjayo? Apakah dia namja?” tanyaku sambil mencubit pipinya. Sedangkan Youngmin hanya tersenyum lalu masuk kedalam duluan.

“hyung, kemari..” kata Yoogeun sambil mendekatkan mulutnya ke kupingku.

“tamu itu adalah yeoja. Dia noona yang sangat cantik!” bisiknya.

“hahah kau ini.” Kataku lalu mengacak – ngacak rambut lembutnya.

“dia juga baik hati!” ucap Yoogeun lagi.

“baiklah, biar nanti hyung temui dia dan berkenalan.” Ucapku sambil memegang tangan kiri Yoogeun lalu kami berdua masuk kedalam bersama.

Kwangmin POV end.

Author POV

Suzy selesai merapihkan kamar barunya, lalu dia merebahkan tubuhnya dikasur. Matanya tiba – tiba membesar saat melihat atap – atap langit itu.

“J..o..twin..seu?” ucap Suzy meng-eja tulisan dilangit – lagit kamar itu.

“apa itu? Jo kembar?” tebak Suzy sambil menatap dua gambar animasi yang berada di langit – langit kamar itu juga.

“dulu ini kamar milik siapa?” gumam Suzy bertanya – Tanya.

“huah!!” teriak Youngmin kaget saat membuka pintu kamar itu, otomatis Suzy pun sama kagetya seperti Youngmin.

“nuguseo!?” Tanya Youngmin masih dengan ekspresi kaget.

“aah.. Annyeong haseo Choi Suzy imnida. Bangapseumnida.” Ucap Suzy memperkenalkan diri.

“oppa-ku dan appa-mu pergi kesuatu tempat, dan aku dititipkan disini.” Lanjut Suzy sambil tersenyum lebar.

“hah!? Waekeurae!?” Kwangmin datang dan sama kagetnya saat melihat Suzy berada dikamar itu.

“apa yang terjadi pada kamar kita!?” Tanya Kwangmin.

“Hyung! Dialah tamu special yang dibilang umma! Dia cantik, kan?” kata Yoogeun sambil berlari kearah Suzy.

“ahh ternyata kalian sudah pulang. Mianhae, karna umma tidak bicara dulu sebelumnya.” Ucap Jo ahjumma tiba – tiba.

“umma! Seharusnya jika kau mau menampung yeoja itu tak usah dikamarku! Kau jadi memindahkan barang – barangku, kan? Bagaimana kalau ada yang hilang atau yang lainnya. Seharusnya bilang dulu padaku.” Protes Youngmin.

“begini tadi kan umma..”

“sudahlah, sekarang beri tahu aku dimana kamar baruku!?” potong Youngmin.

“kau ini tak sopan sekali! Umma kan mau menjelaskan dulu..” kata Jo ahjumma sambil menatap kesal anaknya itu.

“sudahlah lagian ini sudah terjadi, sekarang beritahu dimana kamarku.” Ucap Youngmin dengan nada kesal.

“kamar mu disini!!” ucap Jo ahjumma antusias sambil menujuk kamar yang berada disebelah kanan kamar Suzy.

“sedangkan kamarmu Kwangmin, disebelah sini!!” ucap Jo ahjumma sambil menunjuk kamar yang berada disebelah kiri kamar Suzy.

“jadi kamarku dan Youngmin terpisah?” Tanya Kwangmin sedikit kecewa.

“sudah ini lebih bagus!” kata Youngmin lalu segera masuk ke kamar barunya.

“aku istirahat dulu, umma.” Ucap Kwangmin lalu masuk kekamarnya juga.

Suzy hanya menatap bengong kejadian tadi.

“yoogeun-ah, hyung-mu itu benar-benar kembar!” ucap Suzy masih terbengong – bengong.

“dan mereka, tampan!” lanjut Suzy.

To Be Continue..

Follow @mutimutijotwins ^^

This entry was posted by boyfriendindo.

3 thoughts on “[FREELANCE] My Twins – Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: