My Umbrella Girl

Author : Pinky Girl

Main Cast : Park Yeon Hee, Kwangmin

Support Cast : Member Boyfriend

Genre : Romance

Rating : PG 13

Type : One Shoot

Poster by YeonNia Art Work

Disclaimer : Ini FF yang aku buat waktu de Nia Aulia Ultah, FF ini sebagai hadiahnya..;)

Happy Reading and RCL yah….;)

Park Yeonnia POV

Flashback…

“Saengil Chukka hamnida, Saengil Chukka hamnida, saengil chukka uri Yeon Hee, saengil chukka hamnida….”

Prok..prok….proookkk….(?)

“Selamat ulang tahun, anakku, semoga kelak kau akan menjadi anak yang membanggakan eomma dan appa mu ini, dan apapun yang kau harapkan semuanya terkabul” eomma mencium kedua pipiku dan memelukku.

“Yeon Hee, selamat ulang tahun yah, appa do’akan semoga kelak jika kau besar, kau tumbuh menjadi anak yang cantik, banyak di sayang orang dan berhasil meraih setiap impianmu” appa mencium kedua pipi dan keningku dan tidak lupa memeluk juga tubuhku yang mungil ini.

“Gomawoyo eomma, appa, saranghae…” aku balik mencium kedua pipi mereka bergantian.

“Yeon Hee-ah, maaf eomma dan appa tidak bisa memberikan apa2 padamu, hanya ini yang bisa kami berikan, semoga kau suka yah…” appa memberikanku sebuah kotak.

“Appa…jangan bilang seperti itu, lagipula aku tidak berharap eomma dan appa memberiku hadiah, kalian merawatku hingga sekarang pun, itu sudah merupakan hadiah terbesar dalam hidupku”

“Omooo…yobo, lihat anak kita, dia masih berusia 13 tahun, tapi dia sudah sangat dewasa, aku beruntung sudah melahirkan dia” eomma memelukku lagi dan mulai menetskan air matanya.

“Ne…chagia, kau benar, anak kita ini sungguh luar biasa, dia benar2 kebanggaan kita” appa ikut meneteskan air matanya.

“Eomma, appa, aku seperti ini berkat didikan kalian juga, karna kalian juga adalah kebanggaanku” aku berusaha untuk menahan air mataku.

“Ne…Yeon Hee..” appa kembali mencium pipiku.

“Oya,,bukalah kado dari kami”

Aku mulai membuka pelan2 kertas yang membalut kotak yang appa berikan padaku, aku membuka kotak itu.

“Payung???”

“Ne…payung, wae?? Apa kau tidak suka kado dari kami??” appa memasang wajah sedihnya.

“Anhio, appa, aku bukan tidak suka, tapi aku senang melihat bentuk dari payung ini, bagus sekali, gomawoyo appa, eomma”

“Ne….hanya ini yang bisa kami berikan, dan saat membeli payung ini, eomma dan appa mu berharap semoga payung ini selalu bisa melindungimu di saat hujan atau panas, jaga baik2 payung ini yah, dan appa pastikan dengan payung ini suatu saat kau akan menemukan cinta sejatimu, ingatlah itu”

“Jinja?? Dengan payung ini aku bisa menemukan cinta sejatiku suatu saat nanti??” aku menanggapi guraun appa ku.

“Ne,,,haha…” appa dan eomma akhirnya tersenyum juga, aku benar2 merasa bahagia melihat senyuman mereka.

End of Flashback

Aku selalu menangis jika mengingat kenangan 9 tahun yang lalu itu, di saat aku masih merayakan hari ulang tahunku bersama eomma dan appa. Tapi ulang tahunku kali ini, tidak ada lagi pelukan, tidak ada lagi hadiah, dan tidak ada lagi ciuman dari mereka. Eomma, appa nan nomu bogoshipta….;/

***

Annyeong…kenalkan namaku Park Yeon Hee atau lebih akrab di panggil Yeonnia, umurku sekarang menginjak 22 tahun, aku seorang mahasiswi di salah satu Universitas di Seoul, aku hidup sebatang kara sekarang, tapi aku selalu berusaha untuk menjadi wanita tegar, dalam keadaan apapun, seperti yang selalu appa ku ajarkan kalau aku tidak boleh menjadi anak yang lemah, meskipun aku seorang wanita, tapi hatiku harus selalu kuat menghadapi setiap masalah. Seperti masalah cinta yang selalu aku hadapi, aku berulang kali pacaran tapi selalu gagal.

Saat SMP aku pacaran dengan namja bernama Yougmin, hubunganku hanya bertahan 3 bulan, Youngmin meninggalkanku karna wanita lain, dia mencintai sahabatku sendiri, aku benar2 terluka, cinta pertamaku ternyata tidak berjalan indah. Setahun putus dengan Youngmin, aku menjalin hubungan dengan namja bernama Min Woo, dia kakak kelasku, dan ternyata dia hanya menjadikanku sebagai bahan taruhan saja dengan teman2 nya, aku tidak sanggup untuk menahan sakit dan rasa malu di hadapan teman2 nya yang selalu mengolok-ngolokku. Saat aku menginjak SMA, aku bertemu dengan namja bernama Hyunseong, dia temanku saat masih masa2 MOS, kami menjalin hubungan setelah saling mengenal selama 3 bulan, dia meninggalkanku karna ternyata orang tuanya pindah ke luar negeri dan dia ikut bersama orang tuanya. Selama 2 tahun aku sendiri, sampai akhirnya aku bertemu dengan Jungmin saat aku datang ke acara pesta ulang tahun temanku, kami saling mengenal hanya 1 bulan dan dia meninggalkanku karna dia merasa aku aneh dengan kebiasaanku dengan payungku. Dan sekarang aku menginjak bangku kuliah, aku menjalin hubungan dengan namja bernama Donghyun, hubunganku sudah menginjak 6 bulan, yah mungkin dengan dia aku menjalin hubungan yang bertahan lama, tapi walaupun begitu semakin ke sini, dia juga semakin tidak bisa menerima kekuranganku, kami sering bertengkar karna masalh kecil ini.

“Yeonnia,,kau di panggil si Donghyun tuh, di kantin” Eun Ji, menghampiriku ke kelas dan duduk di sampingku.

“Donghyun?? Mau apa dia???”

“Entahlah, sepertinya dia sangat cemas, kau bertengkar dengannya lagi yah??”

“Huh…pasti dia hanya ingin memohon maaf padaku, aku sudah lelah menerima permintaan maafnya, pada akhirnya dia selalu mengulang kesalahannya lagi”

“Memang kenapa lagi??? Apa dia menghinamu dan payungmu lagi??”

“Begitulah, dan itu sudah yang ke seribu kalinya. Ya sudah aku pergi dulu, aku ingin tau apa yang akan dia ucapkan kali ini” aku beranjak dan pergi meninggalakn Eun Ji dengan agak kesal.

“Chagia…akhirnya kau datang juga” Donghyun langsung menghampiriku dengan wajahnya yang merasa bersalah, tapi entah kenapa aku malah muak tiap kali melihat wajahnya yang selalu seperti itu, di saat dia merasa bersalah, aku selalu memaafkannya, tapi di saat itu juga dia bisa melakukan kesalahan yang sama lagi, dan itu selalu berulang. Huft..Tuhan beri aku kesabaran setinggi langit di angkasa yang tidak pernah ada batasnya untuk bisa menghadapi pria seperti dia…

“Jangan panggil aku chagia lagi, bukankah tadi malam kita sudah putus?? Mulai sekarang jangan ganggu2 hidupku lagi, aku sudah tidak ingin mengenal pria seperti kau lagi, ara???”

“Jamkkanman Yeonnia, akuuu..” Donghyun berusaha menarik tanganku tapi dengan cepat kilat aku menghempaskannya.

Walaupun dia terkadang menjadi pria pengecut yang bisa membuatku muak, tapi dia adalah pria ter-romantis yang pernah aku temui selama hidupku, dia bisa melakukan apa yang tidak bisa pria lain lakukan untukku, dia selalu membuatku merasa kagum padanya. Tapi semua itu sekarang berubah menjadi sebuah luka yang tidak bisa aku sembuhkan begitu saja, dia bukan pria sejati yang bisa menerima semua kekuranganku. Yah, semenjak appa ku memberi hadiah sebuah payung padaku 9 tahun yang lalu, saat itulah aku selalu memakainya ke manapun, kapan pun dan di mana pun. Mungkin kau yang mendengarnya juga, merasa aneh bukan??? Yah, memang sangat aneh, tidak hujan, panas atau bahkan cuaca teduh, aku selalu memakai payung, aku selalu membawa payung putihku itu ke manapun dan bahkan saat tidur pun payung itu aku taruh di sampingku, aku selalu merawatnya agar dia tidak rusak ataupun kotor. Dia sudah seperti adik yang aku rawat, karna memang aku tidak mempunyai seorang adik.

Orang2 terkadang memandangku aneh dan sejak kecil aku selalu di bilang anak yang aneh, aku malah sempat menjadi minder, tidak berani untuk keluar rumah, tapi appa ku selalu memberi aku kekuatan, yah dan tanpa kekuatannya, aku mungkin sudah menjadi rapuh.

***

“Yeonnia, wae geurae?? Kenapa kau menangis?”

“Eun Ji-ah…” akhirnya air mataku tertumpah dalam pelukan Eun Ji.

“Yaaa….kau kenapa?? Apa yang di lakukan si bodoh itu padamu??”

“Aku putus dengannya”

“Jinja???”

“Ehmm…Eun Ji-ah, kenapa harus selalu seperti ini??? Setiap kali aku menyayangi namja, kenapa mereka selalu menyakitiku?? Kenapa mereka selalu mengkhianatiku?? Apa sebenarnya salahku??”

“Yeonnia, kau yang sabar yah, tidak ada yang salah padamu, mereka saja yang tidak bisa melihat ketulusanmu, meskipun kau memiliki kekurangan, jika mereka benar2 sayang padamu, harusnya mereka bisa menerima mu apa adanya, karna mereka juga bukan manusia sempurna, mereka juga pasti punya banyak kekurangan kan??”

“Eun Ji-ah, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?” tangisku mulai reda.

“Mwo??”

“Apakah menurutmu kebiasaanku memakai payung itu juga aneh??”

“Ne…??”

“Jawablah dengan jujur..”

“Ehm…begini Yeonnia, sebenarnya awal aku mengenalmu, aku juga merasa aneh dengan kebiasaanmu itu, karna mungkin orang yang melihatmu merasa itu tidak lazim, tapi saat aku mendengar ceritamu kenapa kau sangat mencintai payungmu itu, aku bisa mengerti keadaanmu, karna itu kau lakukan semata-mata untuk memenuhi amanat dari appa mu, tapi jika aku boleh sarankan, lebih baik kau agak mengurangi intensitas kau memakai payungmu itu, agar orang lain tidak aneh lagi melihatmu,eoh??”

“Jinja??”

“Ehm..” anggukan Eun Ji membuatku berfikir, apakah memang seharusnya aku menghentikan kebiasaanku itu dan tidak perlu lagi memakai payung itu???”

***

“Appa…eomma…apakah kalian di sana baik2 saja??? Aku di sini sedang tidak baik”

“Appa,,aku sedang patah hati lagi, orang yang aku cintai menyakitiku lagi. Kenapa nasibku selalu seperti ini??? Apakah ada yang salah denganku?? Appa, mereka masih memandangku aneh karna aku selalu memakai payung pemberianmu ke mana pun aku pergi dan laki2 yang aku cintai selalu tidak bisa menerima kebiasaanku itu, mereka awalnya mencintaiku, tapi akhirnya mereka meninggalkanku karna mereka bilang aku benar2 wanita aneh yang pernah mereka temui”

“Appa, dulu kau pernah bilang, kalau dengan payung ini aku akan menemukan cinta sejatiku, tapi mana?? Sampai sekarang aku tidak merasakan seperti apa itu cinta sejati, yang aku rasakan hanyalah kesakitan mencintai seseorang. Appa bisakah kau ijin pada Tuhan, agar kau bisa pulang dulu ke sini?? Beri aku pelukanmu dan kekuatanmu, agar aku bisa menghadapi semua ini dengan tegar seperti yang selalu kau bilang. Karna jujur saat ini aku benar2 sedang rapuh”

Aku menangis di hadapan makam eomma dan appa ku, dan seperti itulah yang aku lakukan setiap kali aku merindukan mereka atau aku merasa butuh kekuatan mereka di saat aku di timpa masalah. Walaupun aku tau mereka tidak akan pernah bisa menjawab apapun yang aku katakan.

—————————–

“Ahhh..payungku..” di saat aku berjalan pulang, tiba2 payungku terbawa terbang oleh hembusan angin, mungkin karna aku memegang nya tidak terlalu kuat dan tempat itu di atas bukit yang memang hembusan anginnya selalu besar.

“Ini..payungmu, lain kali pegang yang kuat yah, supaya kau tidak kehilangan payungmu” namja itu dengan sigap menangkap payungku dan menyerahkannya padaku dengan tersenyum manis.

Deg….

Omooo….senyumannya, aku tidak pernah melihat senyuman setulus itu, dan wajahnya yang terkena sinar matahari membuat matanya lebih menyipit lagi, membuat dia terlihat lebih cute daaaan, dan dia sudah menyelamatkan payungku??

“Helloooo…” kibasan tangan namja itu membuat aku terbangun dari lamunanku yang terpesona menatapnya.

“Ah…ye, gamshamnida, kau sudah menyelamatkan payungku, aku benar2 tidak tau jika tidak ada kau mungkin payungku sudah terjatuh ke jurang itu” aku mulai salah tingkah.

“Ye, choenmaneyo…Baiklah aku pergi dulu, annyeong” dia membungkukan badannya dan pamitan padaku, pertama kalinya aku melihat namja yang begitu sopan seperti dia.

“Appa….apakah mungkin dia yang akan menjadi cinta sejatiku??” aku bergumam.

***

“Yeonnia, kau tau ada mahasiswa baru di fakultas Management” Eun Ji menghampiriku saat aku berjalan menuju kampus sambil menarik sedikit payungku agar dia juga terkena payungku.

“Jinja?? Namja atau yeoja??”

“Hmm..yang aku dengar sih seorang namja”

“Ooohhh…aku sudah bosan mendengar namja, semua namja membuatku trauma”

“Hei..kau tidak boleh bicara seperti itu, kau boleh membenci namja tapi kau tidak boleh jadi trauma seperti itu”

“Ehem..ehem..kalian membicarakan aku yah??”

Sontak aku dan Eun Ji langsung menoleh ke belakang, ke arah sumber suara yang barusan membuatku dan Eun Ji terperanjat kaget.

“Ah..no??? Kau kan yang waktu itu menyelamatkan payungku?”

“Yah,,,Annyeong, kenalkan namaku Kwangmin, senang bisa bertemu denganmu lagi” dia membungkukan badannya memberi salam.

“Annyeong namaku Eun Ji, aku sahabatnya Yeonnia” Eun Ji dengan secepat kilat memperkenalkan dirinya dengan senyum2 mautnya.

“Ah..jadi namamu Yeonnia” namja itu melihatku sambil memasang senyumannya yang sekarang ini membuat hatiku meleleh.

“Ne..? Ah, ye kenalkan namaku Park Yeon Hee, tapi orang2 biasa memanggilku Park Yeonnia dan kau cukup memanggilku Yeonnia”

“Yeonnia, nama yang bagus”

***

Aku seperti menemukan semangat baru untuk memulai hidup, Kwangmin namja yang baru aku kenal 2 minggu belakangan ini, dia seolah memberi warna baru dalam hidupku, kau tau dia namja pertama yang membuatku benar2 merasa di anggap sebagai manusia normal dengan kebiasaan anehku…;)

“Yeonnia….kau ada acara hari ini???” Kwangmin menghampiriku yang sedang serius membaca buku di taman dan seperti biasa, payungku berada di dekatku untuk menutupiku dari panasnya matahari.

“Ye..?? Ah..Kwangmin-ah, kau mengagetkanku saja. Lagipula kau datang langsung bicara seperti itu, tidak basa basi dulu” aku membenarkan posisi dudukku,  dan dia memegang payungku sekarang untuk memayungiku (?)

“Jinja?? Maaf kalau aku membuatmu kaget, dan oya harus kau tau aku orang yang tidak suka basa basi, jika ada sesuatu yang ingin aku lakukan atau aku bicarakan, maka aku akan langsung pada intinya” dia memutar-mutar gagang payungku.

Astaga sekarang aku tidak bisa menahan tawaku, kau pasti membayangkan bagaimana seorang namja tampan dan cool seperti Kwangmin, bisa bertingkah lucu seperti anak kecil dalam seketika saat memainkan payungku itu.

“Kenapa kau tertawa?? Apa ada yang lucu??” dia meoleh ke arahku dengan tampang polosnya dan masih memutar-mutar payung itu.

“Ah..anhio….Oya kau bilang apa tadi?? Besok?? Hmmpp….sepertinya tidak ada, wae??”

“Bagus, kalau begitu aku tunggu kau di taman hiburan jam 4 sore, jangan terlambat, okey??” dia mencubit pipiku dan berlalu dalam hitungan detik dari pandanganku.

@Yeonnia’s House

“Huaaaa….apa yah maksud dari ucapan Kwangmin kemarin??? Apakah dia mau mengajakku berkencan?? Otteokhae??? Bagaimana kalau dia mau menembakku?? Apakah aku sudah siap untuk memulai hubungan lagi?? Lagipula, aku baru mengenalnya….”

“Omoo..bicara apa aku ini?? Kenapa aku mendadak jadi GR seperti ini? Bagaimana kalau dia mengajakku bertemu karna ingin membicarakan soal mata kuliah, atau hal lain, huft..babo-ah Yeonnia, jangan berfikir yang tidak2…”

Keesokan harinya…

Akhirnya datang juga hari ini, setelah semalamn aku berjuang memejamkan mataku agar bisa tertidur, karna aku benar2 terus terfikir sebenarnya untuk apa Kwangmin mengajakku bertemu hari ini? Hari ini hari libur, jadi taman hiburanlah yang pasti banyak di kunjungi orang2. Aku mencari sosok Kwangmin di tengah2 keramaian orang, aku melihat jam tangaku “Masih pukul15.50 dia pasti belum datang, laki2 kan selalu membuat wanita menunggu, dibanding dia yang menunggu, huh…”

“Siapa bilang?? Aku tidak seperti itu” ucapan Kwangmin membuatku hampir jatuh pingsan karna terkejut, aku tidak menyangka karna sekarang dia sudah ada di belakangku dan mendengar ucapanku.

“Kwangmin-ah?? Kauuu..kapan kau datang?? Ahh..kau suka sekali sih membuat aku terkejut?? Lama2 aku bisa jantungan tau” aku mengelus-ngelus dadaku.

“Jinja?? Haha..kau saja yang bodoh selalu tidak konsentrasi dan selalu melamun”

“Kau bilang aku bodoh??? Besar sekali nyalimu yah”

“Hah..sudahlah, apa aku mengajakmu ke sini untuk bertengkar denganmu?? Ayo…aku akan mengajakmu untuk menguji adrenalimu” Kwangmin menggenggam tanganku dan menarikku untuk melangkah cepat.

“Kita mau naik ini??? Shiro….pokonya aku tidak mau, lebih baik kau bunuh aku saja sekarang daripada aku harus naik ini”

“Hei..kau jangan takut, kau akan baik2 saja naik ini karna ada aku jadi tenanglah dan tidak usah khwatir, ara??” Kwangmin menatapku lekat, astaga aku tidak bisa melepaskan tatapanku dan sekarang jantungku berdegup kencang.

“Biar aku pegang payungmu” Kwangmin mengambil payungku dan memasangkan sabuk pengamanku, entah kenapa aku tidak bisa menolak ajakannya untuk naik jet coaster ini, padahal seumur hidupku, aku tidak pernah mau naik wahana mengerikan ini, tapi karna Kwangmin berhasil meyakinkanku bawha aku akan baik2 saja, akhirnya aku bisa duduk di wahana itu sekarang.

“Baik…tolong periksa  lagi sabuk pengaman kalian dan siapkan mental kalian, karna mesin akan segera di jalankan”

Dalam beberapa detik jet coaster itu berjalan dalam kecepatan 100 km / jam yah, ku fikir begitu dan sepanjang wahana itu berjalan aku hanya berteriak sambil memejamkan mata dan…dan Kwangmin memelukku erat.

“Gwaenchana?” Kwangmin menatapku karna melihat wajahku yang mungkin agak pucat setelah turun dari jet coaster itu.

“Ne..?? Ah..ye, gwaenchana..”

“Kau yakin??”

“Ye..aku yakin….” aku sedikit berbohong karna sebenarnya aku merasakan sedikit mual.

“Kau duduk di sini, aku akan membeli minum sebentar, jangan pergi ke mana-mana yah, tunggu aku sampai aku kembali, ara??”

“Ne..” aku menuruti perintahnya, duduk di kursi taman dekat wahana jet coaster tadi.

10 menit Kwangmin belum juga datang dan tiba2 turun hujan sangat lebat, semua orang berlarian mencari tempat untuk berteduh, mungkin hanya aku yang tetap berada di sana dan membiarkan diriku basah kuyup terkena hujan.

“Babo-ah, kenapa kau tidak mencari tempat berteduh dan malah diam di sini??” Kwangmin menghampiriku dan memayungiku dengan payungku yang tadi dia pegang.

“Karna kau tadi kan menyuruhku menunggu di sini, makannya aku tidak pergi dan tetap di sini” aku menahan rasa dingin menyerang tubuhku sekarang.

“Yeoja bodoh…” Kwangmin melepaskan  payungku dan memelukku erat.

Ya Tuhan, dalam seketika badanku yang tadi terasa begitu kaku karna dingin, sekarang langsung terasa begitu hangat dalam pelukan Kwangmin, aku merasakan pelukannya begitu tulus, seolah dia takut kehilanganku dan entah kenapa aku merasakan dia mulai menyayangiku sekarang.

“Yeonnia..sekarang aku yakin bahwa aku benar2 mencintaimu, dari awal aku melihatmu di makam appa mu waktu itu, dan memakai payungmu, aku yakin bahwa kau adalah takdirku, kau adalah cinta sejatiku”

“Kwangmin-ah, apa maksudmu??” akhirnya Kwangmin mulai melepaskan pelukannya.

“Yeonnia, sebenarnya 3 hari sebelum aku bertemu denganmu di makan appa mu, aku pernah bermimpi, dalam mimpiku, aku melihat yeoja sangat cantik memakai payung putih datang menghampiriku, tapi aku tidak bisa mengingat seperti apa wajah yeoja itu, dan tiba2 mimpi itu berakhir. Sampai aku akhirnya bertemu denganmu dan melihatmu memakai payung yang juga berwarna putih, dan aku tidak sengaja menyelamatkan payungmu, kan?? Dan kita juga bertemu lagi di kampus, aku benar2 tidak tau kalau kau kuliah di sana juga, appa ku yang menyuruhku pindah ke sana, jadi sekarang aku benar2 yakin, arti dari mimpiku saat itu adalah kau akan menjadi takdirku”

“Jinja???” aku mulai meneteskan air mataku.

“Kau kenapa menangis??” Kwangmin mengusap kedua pipiku.

“Kwangmin-ah, sebenarnya saat di makam itu juga, aku bertanya pada makam appa ku, di mana cinta sejatiku sebenarnya, dan ternyata saat itu aku bertemu denganmu dan kau menjadi penyelamat payungku, sampai aku mengenalmu lebih jauh, kau laki2 pertama yang bisa menerima kekuranganku, kebiasaan anehku dengan payungku ini dan aku juga yakin, mungkinkah kau cinta sejati yang di maksudkan appa ku saat itu”

“Itu bukan kebiasaan aneh Yeonnia, di mataku kau jadi lebih berbeda dari wanita2 lain, dan aku akan mencintaimu apa adanya dirimu”

“Dan kau juga akan mencintai payungku??”

“Tentu, haha..” suasana haru itu berubah menjadi suka, melihat tawa Kwangmin membuatku bahagia.

Kwangmin mengecup keningku lalu berbisik “Saranghaeyo Yeonnia, My Umbrella Girl”

Langit yang gelap dan hujan yang lebat saat itu berubah menjadi langit cerah yang indah dengan pelangi yang terbentang, seperti hatiku saat ini yang berubah menjadi cerah, akhirnya aku benar2 menemukan cinta sejatiku, aku tau ternyata Tuhan menitikan secercah keindahan dalam ujian2 ku selama ini menghadapi semua orang yang menyakitiku, karna sekarang aku menemukan laki2 yang bisa mencintaiku apa adanya dan menerima kekuranganku, sebagai wanita yang di pandang aneh oleh orang lain, sebagai si Wanita Payung…;)

The End…..

This entry was posted by r13eonnie 강 하이에나.

7 thoughts on “My Umbrella Girl

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: