[FREELANCE] Love Story – Part 5

Author                  : Rifka Amalia / Min Rira

Cast                       : Song Miyoung (OCs), Kwangmin, Minwoo, Youngmin (Boyfriend), EunKyo (5dolls),

Namju (A  Pink)

Genre                   : Romance, Friendship, Comedy

Lenght                  : Chaptered

Rating                   : General

Love Story : Who is He?

Hari demi hari, bulan demi bulan lewat begitu saja. Sudah hampir 2 bulan mereka di Jepang. Selama itu juga hari-hariku terasa ada yang kurang mewarnai. Eunkyo yang cerewet tapi perhatian dan selalu memberiku dukungan, Kwangmin yang selalu tersenyum dan tertawa, aah…aku merindukan itu semua.

Selama mereka di Jepang, kami berkomunikasi lewat ponsel, email, twitter dan terkadang skype. Tapi itu hanya di awal-awal. Setelah itu kami nyaris tidak berkomunikasi. Mungkin mereka terlalu sibuk di sana. Eunkyo pernah bilang ia stres karena jadwal latian yang kadang hingga larut malam. Namun aku memotivasinya terus dan meyakinkan dia karena itu semua untuk masa depannya.

Aku berjalan menuju taman belakang sekolah. Tempat ini sepi karena sudah setengah jam yang lalu bel pulang berbunyi. Aku memilih duduk di bawah pohon di mana Kwangmin sering tidur. Aku menutup mataku dan menarik nafas dalam. Aku sangat merindukannya. Sangat sangat rindu. Apakah dia juga merindukanku? Aku rasa tidak. Dia menghilang tak ada kabar. Dia tidak pernah membalas mention atau emailku. Ada apa dengannya? Apa dia melupakanku? Apa di sana dia menjadi tambah dekat atau bahkan malah menyukai Namju? Aku mencoba menghilangkan pemikiran bodohku. Tapi tetap saja itu berputar di otakku.

Eunkyo pernah bilang kalau Kwangmin dan Minwoo sangat populer di kalangan yeoja. Tak heran, karena mereka mempunyai wajah rupawan dan dance skill yang hebat. Bahkan tak jarang yeoja-yeoja itu bertengkar memperebutkan mereka berdua. Tapi akhirnya mereka menyerah karena Kwangmin bilang kalau dia sudah memiliki pacar yaitu Namju. Kaget? Pasti! Awalnya aku juga kaget. Hatiku sangat sakit saat Eunkyo menceritakan itu. Seharian aku menangis karena itu. Malam harinya Kwangmin menjelaskan kalau dia melakukan itu agar yeoja-yeoja itu tidak mengejarnya terus. Ia merasa terganggu. Dia bercerita kalau ada 1 yeoja yang sangat terobsesi dengannya. Dia selalu mengikuti Kwangmin, mengawasi Kwangmin dan yang parah lagi yeoja itu mengumpulkan barang-barang yang pernah Kwangmin pakai. Yeoja itu juga pernah mencuri handuk Kwangmin yang selalu ia bawa saat latihan. Kwangmin merasa takut dan akhirnya dia menyuruh namju untuk jadi pacar pura-puranya. Itulah kenapa aku sering berpikir yang tidak-tidak tentang Kwangmin dan Namju.

Aku merasakan ponselku bergetar. Aku mengambilnya. Nomor asing. Kira-kira siapa ya?

“Yoboseyo. Nuguseyo?”

“Miyoung-ah, ini aku Eunkyo”

“Aah…Eunkyo-ya! Kau pakai telepon siapa? Kok nomornya asing?”

“Aku pakai telepon asrama. Oya apa kau sudah menjenguk Kwangmin?”

“Mwo?”

“Kau belum membaca emailku?”

“Belum. Memang Kwangmin kenapa?”

“Aish…jinjja! Jari tangan Kwangmin patah saat latihan, akhirnya panitia memutuskan untuk memulangkan Kwangmin karena jika dipaksa akan semakin parah. Dia pulang 2hari yang lalu. Mungkin sekarang dia ada di rumah”

Aku langsung mematikan telepon dan langsung beranjak dari dudukku. Aku harus ke rumah Kwangmin sekarang!

^^^^^^^^

                Aku berada di depan kamar apartment-nya. Aku memencet bel. Namun belum ada tanggapan. Aku memencet bel sekali lagi. Tak lama kemudian seseorang membukakan pintu.

“Nuguseyo?” kata seseorang yang sedang membuka pintu. Reflek aku langsung memeluknya. Erat. Sangat erat.

“Nuguseyo?” tanyanya sambil mencoba melepaskan pelukanku. Akhirnya aku melepaskan pelukanku dan menatapnya. Ada yang berbeda. Rambutnya berwarna pirang sekarang. Pipinya juga sedikit tirus.

“Kau sudah berubah banyak ya” kataku sambil tersenyum.

“Nuguseyo?” tanyanya lagi dengan wajah sedikit sebal. Mwo? Dia…dia tidak ingat aku?

“Ini aku, Miyoung. Song Miyoung. Kau lupa?”

“Song Miyoung? Seingatku aku tidak punya chingu bernama Miyoung. Mungkin kau salah orang” jawabnya tegas lalu hendak menutup pintu. Reflek aku menahannya. Lalu memeluknya lagi.

“Apa kau juga amnesia? Kenapa kau melupakanku?” kataku setengah menahan tangisku. Dia melepas pelukanku kasar. Membuatku tersungkur ke lantai.

“Kau ini siapa sih sebenarnya? Aku benar-benar tidak mengenalimu. Dan satu lagi! Kau sangat murahan! Dengan seenaknya memeluk namja yang bahkan tidak mengenalmu. Pergi sana! Atau aku akan memanggil keamanan” bentaknya.

Ada apa dengannya? Kenapa dia menjadi kasar seperti ini? Dia tak seperti Kwangmin yang kukenal. Aku sudah tidak dapat menahan air mataku. Aku menangis memeluk lutuku di hadapannya.

“Hyung, ada apa? Kenapa ribut sekali? Mengganggu tidurku saja” kata seseorang dari dalam.

“Ada yeoja gila yang sok kenal padaku” jawabnya ketus.

“Sepertinya aku mengenalnya”

Aku merasa seseorang mendekat padaku. “Miyoung-ah? Kau…miyoung kan?” tanyanya sambil mengangkat kepalaku.  “Sudah kuduga! Ya, Miyoung-ah, kenapa kau menangis? Hyung apa yang kau lakukan padanya?”

Aku menatapnya orang yang di depanku. Dia mirip Kwangmin. Lalu aku menatap namja satunya. Impossible! Wajah mereka mirip! Aku menatap mereka bergantian. Wajah mereka benar-benar sama! Aku mengucek mataku. Memastikan apa yang telah kulihat. Ternyata sama saja. Aku merasakan kepalaku sangat pusing. Sedetik kemudian pandanganku buram…dan semua gelap.

^^^^^^^^

Kwangmin PoV

 

Aku terbangun dari tidur nyenyakku. Tak lain karena kegaduhan yang terjadi di pintu depan. Awalnya aku mengabaikannya saja. Namun makin lama malah semakin gaduh. Bahkan aku mendengar ada suara tangis. Karena penasaran, akhirnya aku memutuskan untuk melihat apa yang terjadi.

“Hyung, ada apa? Kenapa ribut sekali? Mengganggu tidurku saja” kataku saat aku telah dekat dengan hyungku.

“Ada yeoja gila yang sok kenal padaku” jawabnya ketus.

Aku melihat kearahnya. Dia sedang menangis sambil memeluk lututnya. Dia juga masih mengenakan seragam sekolah. Tunggu! Aku sepertinya familiar dengan seragam ini. Omo! Ini seragam sekolahku! Jangan-jangan dia…

“Sepertinya aku mengenalnya” ujarku sambil mendekat padanya. “Miyoung-ah? Kau…miyoung kan?”  ragu-ragu aku bertanya. Untuk memastikannya, aku mengangkan kepalanya.

“Sudah kuduga! Ya, Miyoung-ah, kenapa kau menangis? Hyung apa yang kau lakukan padanya?”

Aku menatap hyungku dengan curiga. Namun kemudian aku melihat Miyoung pingsan. Buru-buru aku menahan tubuhnya agar tidak jatuh.

“Hyung! Cepat bantu aku! Aku tak bisa menggendongnya”perintahku pada hyungku. Bukannya aku tak kuat menggendongnya sendiri. Tapi tak mungkin aku menggendongnya dengan tangan yang terperban seperti ini.

Hyungku menggendong Miyoung ke kamarku. Lalu menidurkannya di ranjangku. Setelah itu aku mendekatinya. Meraba dahinya, mengecek apakah dia sakit. Lalu menghapus air matanya yang masih membasahi pipi merahnya.

“Dia yeojamu ya?” tanya hyungku. Aku menggeleng. “Jinjja? Tapi tingkahnya seperti dia yeojamu. Begitu aku membuka pintu, dia langsung memelukku. Pasti dia mengira aku itu kau” lanjutnya.

“Jadi tadi ribut-ribut itu karena masalah itu. Hahaha. Lucu sekali” Aku tertawa keras mendengar cerita dari hyungku.

“Hei jangan terlalu keras kau tertawanya! Lihat dia terbangun!”

Aku buru-buru menghentikan tawaku. Namun terlambat. Miyoung terlanjur bangun dari tidurnya.

“Sebaiknya aku buatkan minuman untuknya. Daripada ntar dia pingsan lagi melihatku. Dan…itung-itung buat permintamaafan telah membuatnya menangis” ujar hyungku lalu meninggalkan kamarku.

Miyoung PoV

Perlahan mataku terbuka. Suara tawa yang keras itu yang membangunkanku. Aku mencoba bangun dari tidurku. Tapi seseorang menahanku. “Kau jangan bangun dulu. Tidurlah” katanya sambil tersenyum. Aku memperhatikan orang itu. Rambutnya hitam pendek, pipinya tembam dan senyumnya lebar. Dia juga lembut. Apa dia…Kwangmin? Tidak mungkin! Jika ini Kwangmin, lalu tadi itu siapa? Kepalaku terasa pusing lagi memikirkan ini.

“Gwenchana Miyoung-ah?” tanyanya mengkhawatirkanku. Cih, setelah membuatku menangis sekarang ia menjadi lembut padaku?

“Neon nuguya?!” tanyaku setengah teriak. Dia agak kaget mendengarnya.

“Aku? Kwangmin. JO KWANG-MIN” jawabnya lembut sambil mengejanya.

“Gojitmal! Kau bukan Kwangmin yang aku kenal! Kau telah berubah banyak! Kau pasti bukan Kwangmin! NEON NUGUYA!!” Kali ini aku berteriak. Entah kenapa ada sesuatu yang membuatku emosi. Muak? Ya, mungkin karena muak dengan sikapnya dia yang berubah.

“Dia Jo Kwangmin. Orang yang membukakan pintu untukmu itu aku, bukan Kwangmin” timbrung seseorang yang memasuki kamar Kwangmin sambil membawa nampan berisi makanan dan minuman. Aku memperhatikannya yang sedang menaruh nampan itu di meja belajar dekat ranjang yang aku tiduri sekarang. Lalu dia mendekat padaku dan memberiku segelas coklat panas. “Minumlah dulu” ujarnya dingin. Aku meneguk coklat panas itu. Perasaanku menjadi sedikit lebih baik sekarang.

“ergh…maaf tadi aku kasar padamu. Sampai menangis seperti itu” orang yang ku kira Kwangmin itu memulai pembicaraan. Aku memperhatikannya. Lalu mengalihkan pandanganku ke Kwangmin untuk membandingkannya. Melihat raut mukaku yang bingung, Kwangmin angkat bicara.

“Kau pasti kaget ya melihat kita? Hahaha. Dia hyungku, Jo Youngmin”

“Hyung? Tapi kalian tidak sperti kakak-adik. Kalian seperti…”

“Anak kembar?” potong Kwangmin. Aku menganggukkan kepalaku.

“Kami memang kembar. Lihat! Wajah kami mirip kan? Ya tapi gak mirip-mirip amat sih” Kwangmin mendekatkan dirinya dengan Youngmin. Aku memperhatikan mereka berdua. Mereka kembar!

“Kwangmin-ah, kenapa kau tak pernah cerita kau punya kembaran?” tanyaku pada Kwangmin. Dia diam sebentar. Begitu juga dengan Youngmin. Sepertinya ada yang mereka sembunyikan.

“Kenapa hanya diam? Ayo ceritakan” pintaku pada Kwangmin. Kwangmin menarik napas panjang lalu berkata, “mau tau?” Aku mengangguk, siap mendengarkan ceritanya. “mau tau?” tanyanya lagi. Aku mengangguk lebih semangat. “Mau tau? Yakin?” tanyanya lagi. Sepertinya ia ingin menggodaku dulu. Aku melemparkan bantal yang berada di samping padanya karena gemas.”Palliwa! aku sudah tak sabar”

Kwangmin hendak memulai ceritanya. Namun tiba-tiba ponselku bergetar. Aish…kenapa ada telpon di saat seperti ini? Aku mengambil ponselku. Ternyata eomma yang meneleponku. Aku mengangkatnya. Sudah kuduga, pasti eomma cemas karena aku belum pulang ke rumah. Eomma memarahiku dan menyuruhku pulang sekarang juga.

“Kau akan pulang?” tanya Youngmin padaku. Aku mengangguk ringan. “Pulanglah, ini sudah malam” lanjutnya.

“Ide bagus! Kau sebaiknya pulang saja. Ini sudah malam. Lihat sudah jam 8.00 pm” sambung Kwangmin seraya menunjuk jam dinding.

“Aniyo~ aku akan pulang setelah kau menceritakannya” tolakku.

Tiba-tiba Kwangmin mendekatkan wajahnya padaku dan menempelkan jari telunjuknya tepat di bibirku. “Tenanglah. Aku akan menceritakannya besok”. O Me Got!~~ aku melting dibuatnya. Tanpa sadar aku mengangguk. Seolah terhipnotis olehnya.

“Kajja! Aku akan mengantarmu” kwangmin menarik tanganku lembut.

“Kau yakin akan mengantarnya?” tanya Youngmin tiba-tiba, “kau kan masih belum diperbolehkan melakukan aktivitas yang berat”

“Ya hyung, aku kan hanya mengantarnya pulang. Itu bukan aktivitas yang berat” elak Kwangmin

“Kau akan mengantarnya menggunakan apa?” tanya Youngmin khawatir.

“Motor” jawab Kwangmin singkat.

“Baboya! Bagaimana bisa kau menyetir dengan tangan di perban seperti itu hah?”

Aku melihat perban di tangan kanan Kwangmin. Ah benar! Aku kan kesini untuk menjenguknya. Aku malah lupa kalau di sedang sakit.

“Lebih baik kau istirahat saja. Aku akan pulang sendiri. Sebenarnya aku kesini untuk menjengukmu tapi malah merepotkanmu. Mianhae Kwangmin-ah” aku membungkuk dan hendak keluar. Tiba-tiba Kwangmin menahanku. “Ini sudah malam. Aku takut kalau terjadi hal-hal yang dapat membahayakanmu” ujarnya khawatir.

“Aku akan mengantarnya” tawar Youngmin. Kwangmin melihatnya dengan tatapan curiga. “Waeyo?” tanya Youngmin. “Jangan kau apa-apakan dia. Miyoung-ah, bilang padaku kalau dia melukaimu lagi. Arasho?” Youngmin langsung menjitak kepala Kwangmin, “Kau pikir aku preman hah?”

Aku hanya bisa tertawa melihat tingkah anak kembar ini.

Kini kami berada di parkiran apartment. Youngmin sedang mengeluarkan motor.

“Miyoung-ah, sini deh. Aku mau cerita sesuatu. ” Tanpa ragu aku mendekatinya. Kwangmin memberi isyarat agar aku lebih dekat dengannya karena dia akan menceritakannya bisik-bisik. Kini jarakku dan Kwangmin sangat dekat. Aku merasa jantungku berdetak kencang.

“Aku…” kata kwangmin memulai ceritanya. Untuk beberapa saat ia tidak melanjutkannya. “Kau mau cerita apa sih?” tanyaku gemas. “Aku…aku mau…” CUP! Tiba-tiba Kwangmin mencium pipiku lalu menjauhkan dirinya dan tertawa. “Apa yang kau lakukan hah?” Aku memukulinya pelan. Dia tetap saja tertawa. “Tapi kau suka kan? Hahaha. Lihat wajahmu memerah” godanya. Aku mencubitnya keras. Dia merintih kesakitan dan memintaku untuk melepaskan cubitanku. “Hahaha mianhae mianhae. Aku tak akan melakukannya lagi” katanya setelah aku melepaskan cubitanku.

Youngmin menglakson motornya, pertanda ia sudah siap untuk mengantarku pulang. Ia memberiku helm. Langsung aku pakai, lalu naik ke atas motornya. “Hati-hati di jalan” kata Kwangmin saat Youngmin mulai mengendarai motornya.

^^^^^^^^^^^^

                Sesampainya di rumah, aku langsung di omeli eomma. Bahkan Youngmin pun kena marah juga. Eomma pikir Youngmin yang telah mengajakku main hingga larut malam. Namun akhirnya eomma meminta maaf pada Youngmin setelah aku menjelaskannya.

Aku memasuki kamarku, membaringkan tubuhku di ranjangku. Aku meraih ponselku dan mulai mengetik. Aku ingin mengirim pesan untuk Kwangmin, emm tepatnya Youngmin. Aku ingin meminta maaf padanya. Berhubung aku tidak punya nomer ponselnya, maka aku mengirimkannya pada Kwangmin. Sent!

Aku memejamkan mataku. Tanpa sadar aku tersenyum saat aku ingat Kwangmin mencium pipiku. Ahh…dia benar-benar nakal! Seenaknya saja menciumku. Tapi jujur, aku suka. Hahaha.

Entah kenapa aku teringat sesuatu. Aku masih penasaran tentang anak kembar itu. Bagaimana bisa mereka kembar tapi malah berpisah seperti itu? Bukankah kalau anak kembar sangat susah di pisahkan? Lalu, kenapa Kwangmin tak pernah bilang kalau dia punya saudara kembar? Aigooo~ ini membuatku tambah penasaran! Aku harus menagihnya untuk bercerita besok!

 ~ TBC ~

This entry was posted by r13eonnie 강 하이에나.

7 thoughts on “[FREELANCE] Love Story – Part 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: