[FREELANCE] My Twins Chapter 5

Tittle    : My Twin

Cast     : Jo Twins -> Youngmin & Kwangmin BOYFRIEND , Suzy Miss A, Jiyeon T-ara, Onew   SHINee and Minwoo.

O.Cast :  Sulli F(x), Minho SHINee, Boyfriend member, Yoogeun, Krystal F(x) .

Length : CHAPTERED.

Genre  : Romance, Family.

Author : Mutiara Ekagusbarani

Note    : In this Story, Suzy ’95 lines and marga dia juga jadi CHOI, Yoogeun juga ganti marga jadi JO ya.

“aku tau bagaimana perasaanmu! Sebagaimanapun kau mengelaknya masih terlihat jelas diwajahmu kalau kau merindukan Jiyeon noona, berhentilah seperti ini!” ucapku menahan amarah.

Youngmin hanya diam. “Youngmin-ah, kau itu rindu padanya! Aku tau!” ujarku lagi.

“aku benar – benar tak percaya kau seperti ini sekarang..”ujarku merendahkan volume suaraku.

“Annyeong,” sapa Jiyeon noona ramah bersama seorang namja.

“Onew hyung?” panggilku dan Youngmin serempak.

***

-Chapter 5-

Author POV

Youngmin dan Kwangmin menatap kaget kearah Onew, menggambarkan seolah – olah ada sesuatu yang pernah terjadi antara mereka.

“Jotwinseu!” panggil Onew lalu tersenyum tampan.

Youngmin dan Kwangmin masih membeku melihat Onew. Tak dapat mengatakan apapun, bahkan untuk melihat Onew saja adalah suatu hal yang butuh perjuangan bagi mereka berdua.

“kenapa kalian menatapku seperti itu? Ayolah bicara,” ujar Onew lalu menghampiri Youngmin dan Kwangmin.

“stop!” bentak Youngmin.

“sesungguhnya kejadian dulu itu tidak seperti yang kalian kira,” jelas Onew.

“Kwangmin-ah, Suzy-ah ayo kita pulang!” kata Youngmin lalu berjalan keluar dari kamar.

“tunggu!” sahut Suzy lalu menyusul Youngmin.

“mianata hyung,” ucap Kwangmin serba salah lalu menyusul Youngmin.

Jiyeon hanya pasrah lalu terduduk dan terisak. Onew hanya bisa memeluk Jiyeon dan menenangkannya.

“uljima Jiyeona-h,” ucap Onew.

“ini hal yang selalu aku takutkan, oppa tolong aku!” ucap Jiyeon terisak.

“uljima Jiyeon-ah, uljima..” ucap Onew berkali – kali.

***

“Youngmin – ah, siapa namja itu?? Kenapa kau terlihat membencinya??” tanya Suzy sambil setengah berlari karna berusaha menyamai posisinya dengan Youngmin yang berjalan cepat.

“kau tak perlu tau!” bentak Youngmin.

“wae?? Ayo ceritakanlah!!” paksa Suzy.

Youngmin pun berhenti berjalan lalu menatap Suzy dengan lekat. Mata Suzy dan Youngmin saling bertemu pandang.

“kau benar – benar ingin tau?” tanya Youngmin semakin mendekatkan wajahnya pada Suzy.

“Ya! Apa yang kau lakukan didepan umum seperti ini!?” ucap Suzy salah tingkah.

“babo!” bentak Youngmin lalu kembali berjalan cepat.

“aishh YA!”pekik Suzy lalu kembali menyusul Youngmin.

***

Youngmin dan Kwangmin duduk di bangku taman sekolah sambil terhanyut dalam pikiran masing – masing.

“apakah kau sudah begitu membaik?” tanya Kwangmin memecah keheningan.

Youngmin tidak menjawab, atau lebih tepatnya tidak sadar bahwa kembarannya melontarkan pertanyaan.

“Youngmin Hyung..” panggil Kwangmin sambil memegang pundak Youngmin.

“ah ye?” jawab Youngmin baru tersadar.

“kau sedang memikirkan apa?” tanya Kwangmin.

Youngmin menghela nafas lalu menatap pohon disebelah kursi itu dengan tatapan nanar.

“masih bisakah aku memutar waktu ke masa lalu?” tanya Youngmin.

Kwangmin masih diam sambil menatap kembarannya itu. Dia juga berfikir apakah dia bisa memutar waktu ke masa lalu. berharap bahwa hal itu tak pernah terjadi, bahkan yang lebih baik lagi tak akan pernah ada sosok wanita itu dalam kehidupan mereka.

“jadi karna hal itulah kau berubah, hyung?” tanya Kwangmin.

“namja itu kembali, berusaha meluruskan segalanya? Lucu sekali!” kata Youngmin yang tak menghiraukan pertanyaan Kwangmin.

“Youngmin – ah!! Kwangmin – ah!!” panggil Suzy riang sambil berlari menuju arah sikembar.

“apa yang kau lakukan disini?” tanya Kwangmin heran.

“hehe aku membawa ini!!” seru Suzy riang sambil melihatkan dua rantang makanan.

“kalian pasti belum makan kan? Aku sengaja masak ini untuk kalian! Ayo makan bersama!” ajak Suzy lalu duduk diantara keduanya.

“Minho oppa loh yang memberi resepnya, dia dapatkan resep ini dari chingunya,” jelas Suzy.

“gomawo Suzy –ah!!” ucap Kwangmin lalu tersenyum manis.

Mereka bertiga pun memakan makanan itu.

“kenapa kalian bisa duduk berdua disini? Biasanya kalian beda alam,” celetuk Suzy.

“aniyo, hanya duduk biasa saja, kebetulan ada suatu hal yang kami bicarakan,” jawab Kwangmin.

“Youngmin –ah, kau sedang tak enak badan? Apa perlu aku bawakan obat??” tawar Suzy.

“tidak usah. Nan, gwenchana,” jawab Youngmin datar.

“ahh ada hal yang ingin aku tanyakan padamu, Youngmin-ah,” ucap Suzy mulai serius.

“apa kau sering menyakiti seseorang?” tanya Suzy.

“ne,” jawab Youngmin datar.

“aku tau siapa seseorang yang memukulmu sampai kau masuk rumah sakit,” jelas Suzy.

“nugu?” tanya Youngmin dan Kwangmin.

“dia namja berkacamata, yang kau pukuli di sekolah sampai dia harus dirawat dirumah sakit untuk waktu yang sangat lama, namanya Minwoo,” jelas Suzy.

“Minwoo!?” tanya Kwangmin kaget. “Minwoo? Yang berkenalan denganku itu?” tanya Kwangmin masih tak percaya.

Youngmin menatap Kwangmin dan Suzy saling bergantian. “namanya Minwoo..?” tanya Youngmin menerawang.

“Kwangmin-ah, aku baru ingat. Bukankah Minwoo itu namsaeng Onew hyung..” ucap Youngmin.

“mworago? Memangnya dia?” tanya Kwangmin masih tak percaya.

“tapi wajahnya berbeda, Minwoo kecil itu tak tampan seperti Minwoo yang berkenalan denganku di rumah sakit,” jelas Kwangmin.

Suzy hanya menatap Youngmin dan Kwangmin saling bergantian.

“agak sedikit berbeda dengan Minwoo yang dulu..tapi kurasa..” gumam Youngmin.

Author POV end.

Kwangmin POV

Susah bagaimana caranya aku menjelaskan segala hal pada Suzy. Tentang Jiyeon noona, Onew hyung, bahkan Minwoo kecil! Tuhan, terakhir aku bertemu dengan Minwoo saat umur kami 7 tahun. Perubahannya sungguh membuatku tak bisa mengenalinya!

Perasaan kecewa datang saat aku tahu bahwa dialah orang yang membuat Youngmin hyung sakit. Memang sih Minwoo kecil itu pemurung, dan sedikit menyeramkan untuk ukuran anak –anak.

Tapi aku sempat mendengar bahwa Onew hyung mengirimkan Minwoo ke Singapura untuk proses rehabilitasi gangguan jiwa pada anak.

Lalu? kenapa sekarang dia ada di Korea? Apakah dia memang sudah kembali? Dan kenapa dia melakukan hal sekejam itu? Ya sih aku tau karna Youngmin sempat memukulinya.

Wajahnya juga terlihat beda sekali dengan Minwoo kecil. Atau dia oprasi pelastik?

Tapi benarkah dia Minwoo yang kukenal? Benarkah dia Minwoo namsaeng Onew hyung?

Kwangmin POV end.

Onew POV

Aku baru saja selesai mandi dan sedang mengeringkan rambutku. Namsaeng ku datang ke kamarku tanpa permisi lalu menatapku dengan tatapan kebenciannya. Ya sudah biasa sih.

“wae Minwoo-ah?” tanyaku sambil tersenyum padanya, walau kutau dia tak akan membalas senyumanku.

“untuk apa kau kembali!?” serunya geram.

“wae? Bukankah urusanku dan Jiyeon di German sudah selesai.” Ujarku pelan masih penuh kesabaran.

“tak peduli akan urusanmu! Kenapa kau kembali , hah? Apa tujuanmu? Ingin menghancurkanku lagi, hah!?” serunya geram sambil menggempalkan kedua tangannya.

Aku hanya tersenyum sambil menatapnya penuh sayang. “tenanglah dulu,” kataku sambil merangkulnya.

Tentu saja dia langsung melepas rangkulanku dengan paksa. “jangan sentuh aku!” bentaknya sambil menjauh dariku.

“kali ini aku tak akan pernah membiarkan kau melakukan hal semaumu!” bentaknya.

“memang apa yang sudah aku lakukan padamu, hm..” ujarku masih bersabar.

“dasar licik! Masih bisa kau bicara seperti ini!? setelah apa yang kau lakukan padaku! Mengirimku ke tempat yang tidak seharusnya aku tempati!” serunya penuh amarah.

“dengarkan aku..” ucapku memulai nasihatku.

“tentu saja tempat rehabilitasi gangguan jiwa itu tidak pantas untukmu, tapi itupun jika kau bersikap normal seperti anak biasanya. Apakah pantas aku membiarkanmu berkeliaran sedangkan sikapmu itu membahayakan orang lain seolah – olah kau memilki gangguan jiwa,” ucapku panjang lebar.

Minwoo hanya dia sambil tetap menatapku dengan tatapan kebenciannya.

“atau jangan – jangan kau memang memilki gangguan jiwa, Minwoo –ah?” tanyaku lalu tersenyum padanya.

“KURANG AJAR!” teriaknya lalu meninju hidungku.

Aku masih tersenyum sambil mengusap darah yang keluar dari hidungku. Tak ada niat sedikitpun bagiku untuk membalasnya.

“ayo! Pukul aku, hah!” tantangnya lalu memukulku lagi.

“shireo Minwoo – ah. aku sangat amat menyayangimu, kau adalah dongsaengku satu – satunya. Aku tak ingin menyakitimu,” ujarku.

“omong kosong kau!!” bentaknya lalu mencengkram kerah bajuku.

“kau mengirimku ke pusat rehabilitasi gangguan jiwa di Singapur dan tidak pernah menemuiku! Itu yang kau sebut menyayangiku, hah!!” bentaknya lalu menonjokku lagi.

“pukul aku sepuasmu, aku tak masalah,” ucapku pasrah.

“jangan pasang sneyumanmu itu!! Benar – benar membuatku muak!!” bentaknya.

“oppa!!” seru Jiyeon dari luar kamar lalu segera menghampiriku dan Minwoo.

“Minwoo – ah, hentikan,” ucap Jiyeon.

Minwoo menatap Jiyeon lalu melepaskan cengkramannya.

“kalians semua bejat!” bentak Minwoo lalu keluar dari kamarku.

Jiyeon pun langsung memelukku. “oppa, gwenchana?” tanyanya lalu mengusap darah yang keluar dari hidungku.

“gwenchana, Jiyeon – ah,” ucapku lalu tersenyum padanya.

“berhentilah tersenyum seperti itu!” bentak Jiyeon lalu menangis.

“uljima Jiyeon –ah,” kataku lalu mengusap rambut halusnya.

“kenapa kau seperti ini? kau telah membuat dongsaeng, Youngmin, dan Kwangmin membencimu atas suatu masalah yang sama sekali tidak kau lakukan.” ujarnya terisak.

“tapi kan, soal Minwoo memang aku yang mengirimnya hehe,” kataku lalu terkekeh.

“oppa..”

“uljima,” ucapku lalu menghapus air matanya.

Aku pun menatapnya dalam senyumku, sedangkan kulihat matanya masih berair dan dia tersenyum malu.

“mianhae,” ucapku lalu aku pun menciumnya.

Aku merasakan bibirnya yang manis, dan mungkin dia malu sekarang. Tapi tak dapat dipungkiri bahwa aku mencintainya, Park Jiyeon.

Onew POV end.

Youngmin Pov

Aku merasa muak melihat Kyuhyun Songsanim yang bicara sendiri tanpa beinteraksi dengan siswa, jadi untuk apa dia jadi guru kalau Cuma bicara sendiri dengan buku tebalnya?

Aku melihat Kwangmin dan Sulli yang masih rajin memerhatikan guru dan menulis catatan. Sungguh lucu mereka berdua. Aku jadi merasa bahwa kembaran Kwangmin itu Sulli bukannya aku, mereka selalu bersama – sama dan memang terlihat sama, jadi kesimpulannya siapa kembaran Kwangmin? Haha lupakan itu.

Tiba – tiba ada sebuah ide kotor yang mampir di otakku.

“songsanim!” panggilku lalu mengacungkan tangan kananku.

“ye?” jawabnya.

“bolehkah aku permisi ke toilet sebentar?” izinku.

“tentu saja,” jawabnya.

Aku pun keluar dari kelas, sedikit merasa segar karna tidak dalam susana sumpek. Hanya 5 menit aku berdia diluar lalu kembali masuk kekelas.

“kyu Songsanim, Victoria songsanim memanggilmu tadi, katanya kau disuruh ke atap sekolah,” ucapku berdusta.

“ah jinjayo?? Ah ye gomawo,” ucapnya salah tingkah lalu merapihkan rambut coklatnya dan keluar kelas.

Semua murid menatapku penuh kecurigaan lalu mereka tersenyum tanda mengerti. Aku pun mengambil lem kayu di laci kelas, lalu lem itu aku tumpahkan semuanya di kursi guru.

“Jo Youngmin, apa yang kau lakukan?” tanya Suzy muali protes.

“diam saja kau,” kataku ketus.

Youngmin POV end.

Suzy POV

Dasar aneh! Dia masih berani bohong pada Songsanim lalu masih lancang memasang lem kayu di kursi guru? Dasar namja brandalan!

“Jo Youngmin!” panggil Kyuhyun songsanim dengan raut wajahnya yang terlihat kesal.

“kau membohongiku lagi?!” seru Kyu Songsanim.

“lagian kenapa songsanim masih percaya saja, sudah berapa tahun kau mengenalku sih,” jawab Youngmin datar dan cuek.

“dasar anak brandalan!” hina Kyuhyun songsanim lalu…..duduk dikursi itu. Ya Tuhan, matilah songsanim!

“ah ye, aku akan memperkenalkan Guru training. Dia mengajar dalam bidang musik, sebentar..” ujar Kyuhyun songsanim. tapi sudah kami semua duga bahwa dia tidak bisa berdiri!

“ah..haha..Jo Youngmin..awas kau..” gumam Songsanim lalu tersenyum paksa.

“baiklah tuan Lee silahkan masuk,” suruh Kyuhyun songsanim yang masih duduk dikursinya yang sudah ber-lem.

Seorang namja yang sudah tak asing lagi masuk kedalam kelas. Benar! Namja yang kutemui di rumah sakit! Dia datang bersama Jiyeon unnie.

“annyeong haseo yeorobun, Onew Lee imnida, bangapseumnida,” ucapnya ramah.

Aku langsung melihat kearah Youngmin, wajahnya murung dan tatapannya menunjukan kebencian lalu aku melihat kearah Kwangmin, dia hanya menampakan wajah sedihnya.

“dia datang kembali!” gumam Youngmin dengan geramnya.

To Be Continued…

This entry was posted by r13eonnie 강 하이에나.

11 thoughts on “[FREELANCE] My Twins Chapter 5

  1. Omoo~ banyak kata “WAE” bersemayam di otakku:

    1. kenapa harus Minwoo oppa? namja imut sepolos itu .__.
    2. kenapa harus Jiyeon unnie juga, yg harus sakit hati?
    3. kenapa Onew oppa??? *jambak rambut sendiri frustasi* Oppaaaaa~ bibirmu sudah terkontaminasi(?) oleh bibir lain TT__TT
    4. kenapa Kuyun oppa jd guru yg sperti itu?
    5. kenapa Sulli unnie yg harus dekat Kwamin oppa? kenapa ga aku aja😄 hoho~ *ditampol author*

    6. KENAPA BIASKU SEMUA……???? TT___TT huaaaaaa~
    7. KENAPA BUKAN AKU YEOJA YANG DI DALAM SANA??? TT___TT
    hueeee~

    aaa, tp aku suka ff-nya!😀
    update, update🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: