[FREELANCE] Love Story – Part 6

Author                  : Rifka Amalia / Min Rira

Cast                       : Song Miyoung (OCs), Kwangmin, Youngmin (Boyfriend)

Genre                   : Romance, Friendship, Comedy

Lenght                  : Chaptered

Rating                   : General

Love Story : Am I Falling Love with You?

Miyoung PoV

Suara jam weker membangunkanku dari tidur nyenyakku. Perlahan kugapai jam weker itu dan menekan tombol agar berhenti berdering. Aku mencari ponselku. Mengecek siapa tau ada SMS masuk. Namun ternyata nihil. Tak ada satu pun SMS darinya. Sedikit kecewa memang. Tapi mau bagaimana lagi? Tiba-tiba terlintas sebuah ide di benakku. Bagaimana kalau hari ini aku ke rumahnya lagi? Lagian ini kan hari Minggu, jadi bisa bebas berlama-lama di sana. Tanpa membuang waktu lagi, aku melompat dari tempat tidurku dan langsung menuju kamar mandi.

Aku berdiri di depan kaca. Menatap bayanganku yang tercipta di kaca itu. Setelah merasa  cukup rapi, aku mengambil tas dan berjalan keluar kamar. Tak lupa aku pamit dengan orang tuaku. Aku sengaja tak memberi tahu Kwangmin kalau aku akan ke rumahnya. Aku ingin memberikan surprise untuknya hahaha.

Kini aku berada di depan kamar apartment-nya. Aku memencet bel. Tak berapa lama kemudian terdengar seseorang membukakan pintu untukku. Ternyata Youngmin. Dia memakai…celemek? Dan tangannya sedikit kotor. Sadar karena di perhatikan, akhirnya dia membuka mulutnya, “hah…ternyata kau. Aku kira siapa”

“Ah Miyoung-ah!~~ Kau datang?” tiba-tiba Kwangmin nongol dari balik badan Youngmin. Dia juga memakai celemek, sama seperti Youngmin.

“Untung saja kau datang! Ayo masuk! Bantuin masak yaah” Kwangmin menarik tanganku masuk, menuju dapur. And you know? Dapurnya porak poranda!! Aku hanya bisa bengong melihat ini semua.

“Bantu kami memasak ya” pinta Kwangmin sambil menunjukkan puppy eyesnya. Aku mengangguk setuju.

Aku menyuruh Jo twins, panggilanku untuk mereka, untuk membersihkan dapur dan aku memilih bahan-bahan apa yang masih ‘selamat’ untuk memasak. Aku memutuskan untuk membuat curry rice dan bulgogi karena hanya ada bahan untuk membuat itu.

Setelah jo twins menyelesai membersihkan dapur, aku mulai memasak. Youngmin membantuku. Kwangmin sebenarnya ingin membantu, namun aku melarangnya. Dengan tangan di perban seperti itu bagaimana ia bisa membantu?

Akhirnya makanan sudah tertata rapi di meja makan. Kami bertiga juga sudah duduk dan bersiap menyantap makanan. Melihat Kwangmin yang kesusahan mengambil makanan, aku membantunya. Awalnya dia menolak, namun aku memaksanya.

“Kalau begitu suapi aku juga” pinta Kwangmin. Dengan senang hati aku menyuapinya. Dia berlagak seperti anak kecil. Hahaha .

“Aaaaak….pesawatnya mau sampai, ayo buka mulut Kwangminie”

“Aaaaak….Ammm”

Kami bermain layaknya anak kecil hahaha.

Tiba-tiba Youngmin meletakan sumpit agak keras sehingga terdengar bunyi yang dapat kudengar. Aku dan Kwangmin menatapnya.

“Aku sudah selesai makan. Terima kasih atas makanannya” ujarnya seraya bangun dari duduknya.

“Youngmin ssi! Nasi dan laukmu belum habis. Kau yakin sudah selesai makan?” tanyaku.

“Aku tidak ada selera makan. Mianhae” Sekarang Youngmin mulai berjalan menuju kamarnya.

“Ya hyung! Rasa masakan Miyoung itu hampir sama dengan masakan eomma. Kenapa bisa kau tidak ada selera makan?” kata Kwangmin. Apakah dia berusaha membelaku?

Youngmin berhenti sebentar. Lalu menatap Kwangmin. “Tidak ada yang bisa menyamai rasa masakan eomma Kwangmin-ah” jawabnya dingin lalu berbalik dan masuk ke kamarnya.

 

Youngmin PoV

 

Aku merebahkan tubuhku di tempat tidurku. De javu. Yeoja itu membuatku teringat sosok eomma yang sangat aku rindukan. Kenapa dia bisa seperti eomma? Sifatnya, perhatiannya dan…benar kata Kwangmin kalau rasa masakannya hampir mirip eomma.

Aku bangun dari tempat tidurku dan meraih bingkai foto di meja belajar dekat tempat tidur. Dalam foto itu terdapat Appa, Eomma, aku dan Kwangmin tersenyum lepas. Terlihat sangat bahagia. Tak terasa air mataku jatuh. Aku sangat merindukan saat-saat itu. namun sayang, itu tidak akan pernah terjadi lagi. Eomma, jeongmal bogoshipoyo~ :’)

Tapi…kenapa selalu Kwangmin yang mendapatkan kasih sayang seperti itu? dulu eomma. Sekarang dia mendapatkan teman yang sangat peduli padanya. Sedangkan aku tidak pernah mendapatkan itu semua! Kenapa selalu Kwangmin? Tuhan…aku juga ingin ada seseorang yang memperdulikan aku.

^^^^^^^^^^

Miyoung PoV

 

Kini aku dan Kwangmin sedang bermain PS. Apakah kau tau apa yang kami mainkan? Game racing pikachu -____-“ Dasar maniak pikachu! Lama-lama aku kesal bermain game ini dengannya. Gila! Aku sudah 8x kalah darinya. Dia selalu saja menang. Menyebalkan!

“Stop! Aku tidak mau main lagi!” kataku kesal sambil membanting stick PS. Melihatku yang kesal, dia malah tertawa. Aku hendak berdiri dan meninggalkannya. Tetapi tanganku di tahan. Dia memaksaku untuk duduk. Akhirnya aku duduk kembali karena dia terus menerus menarik tanganku. Ia tersenyum sambil mendekatiku.

“Miyoung-ah, apa kau masih penasaran tentang apa yang aku bisikan dulu saat di bandara?” tanya Kwangmin serius. Aku mencoba mengingat-ingatnya.

“Kapan sih?”

“Kalau lupa? Aish jinjja!”

Aku mencoba mengingat-ingat lagi. Di bandara ya? Hhmmm…..

“Ah aku ingat!”

“Sudah ingat? Apa kau masih penasaran tentang itu?”

Sekali lagi ia bertanya dengan mimik serius. Tumben sekali dia serius seperti ini. Aku menjawabnya dengan anggukan kepala. Dia menarik nafas panjang dan membuka mulutnya. “Sebenarnya aku…ehem…aku..miyoung-ah naeg-” perkataan Kwangmin terpaksa terputus karena ponselku berdering. “Bentar ya Kwangmin” ujarku.

Ternyata telepon dari Eomma. Aku buru-buru mengangkatnya. Aku terlibat percakapan yang seru dengan eomma. Ternyata halmoni datang ke rumah jadi aku di suruh eomma untuk cepat pulang.aku menutup telepon dan segera pamit.

“Perlu ku antar?” tawar Kwangmin. Aku hanya tersenyum lalu menggeleng, “Tak usah. Aku bisa pulang sendiri. Oya, tadi kau mau bilang apa?” tanyaku padanya. Kwangmin tersenyum, “Aniyo, tidak penting kok”.

“Geureyo? Aku pulang dulu ya. Kau besok mulai sekolah kan? Annyeongi gyeseyo Kwangmin-ah” ucapku sambil melambaikan tangan.

^^^^^^^^^^^

                Aku berjalan memasuki kelas lalu duduk di bangkuku. Aku melihar sekitar kelasku. Kenapa jadi ramai seperti ini? Kalau ramai karena menyalin PR itu hal biasa. Tapi pagi ini aneh. Para yeoja sibuk…dandan? Karena aku penasaran, aku bertanya pada salah satu teman yeoja yg mejanya di sebelahku.

“kau tidak tau? Ada anak baru. Namja pula!” jawabnya antusias.

“darimana kau tau?” tanyaku penasaran.

“tadi pagi saat aku melewati ruang kepala sekolah, ada beberapa yeoja yang mengintip, karena penasaran aku jadi ikut bergabung dengan mereka. Namja itu ganteng banget!” jawabnya heboh. Aku hanya mengangguk lalu meninggalkannya dan kembali duduk di bangkuku. Muak aku melihat teman-teman yeoja di kelasku seperti itu. Harus ya dandan kayak gitu? Lebay banget -_____-“

Bel berbunyi tanda pelajaran akan segera di mulai. Tak berapa lama wali kelas kami memasuki kelas. Namun dia tidak sendirian. Seseorang mengikutinya dari belakang. Dan ternyata dia adalah…YOUNGMIN!!! seketika teman yeoja di kelas berbisik-bisik. Sepertinya mereka senang kedatangan murid baru yang…. ehem bisa di bilang ‘menyegarkan mata’.

“Annyeonghaseyo, joneun Jo Youngmin imnida. Mannaseo bangabseumnida” kata Youngmin memperkenalkan diri. Para yeoja tidak sedikitpun melepas pandangan mereka pada Youngmin. Apalagi saat Youngmin tersenyum. Yeoja-yeoja berteriak histeris.

“Hmm Youngmin kau duduk di…ah sebelah Miyoung saja ya? Di sebelah sana” perintah wali kelas kami. Mwo? Sebelahku? Bisa-bisa aku di amuk yeoja sekelas kalau begini -___-“

Youngmin berjalan menuju mejaku. Lalu ia duduk begitu sampai di mejaku. Dia memberiku senyuman dan hanya aku balas dengan anggukan kepala. Aku melihat ke arah teman yeojaku. Wajah mereka seakan menggambarkan mereka akan membunuhku .____.

Bel istirahat berbunyi. Sekelompok yeoja, ani, seluruh yeoja di kelasku langsung menghampiri mejaku. Tepatnya bangku Youngmin. Mereka mulai melontarkan pertanyaan kepadanya. Karena sesak, aku memutuskan keluar dari situ. Namun dia menahan tanganku.

“Mau kemana?” tanya Youngmin.

“Mencari udara segar. Di sini sesak” jawabku seadanya lalu melepaskan tangannya.

“Aku ikut. Antar aku keliling sekolah ini ya” pinta Youngmin. Aku hanya memandangnya heran.

“Sama aku aja Youngmin ssi. Aku akan mengajakmu berkeliling sekolah ini. Otte?” tawar salah satu yeoja. Sedetik kemudian yeoja yang lain ikut menawarkan diri untuk menemani Youngmin berkeliling. Bahkan sampai ada yang menarik lengan seragamnya.

Aku sungguh tidak tahan lagi. Aku langsung saja keluar dari kerubungan yeoja itu. Tiba-tiba aku merasa seseorang menarik tanganku dari belakang. Youngmin? Aku memandangnya heran. Dia hanya diam lalu menarik tanganku, mengajakku berlari menjauhi serangan yeoja-yeoja itu.

“Bawa aku ke tempat sepi” pinta Youngmin seraya berlari. Aku menjawabnya dengan menarik tangannya atau dengan kata lain aku yang mempimpin ‘lari’ kali ini.

Akhirnya kami sampai tempat yang aku maksud. Yap! Taman Belakang Sekolah! Kami memilih duduk di bawah pohon yang rindang. Lelah karena berlari menghindari kejaran yeoja-yeoja itu. Dia menyandarkan tubuhnya di pohon.

“Nice place” komentar Youngmin.

“Ne, ini tempat tidur Kwangmin loh” responku.

“tempat tidur? Kwangmin?” tanyanya keheranan.

“Ne. Kwangmin sering tidur di sini. Tapi kok hari ini aku tidak melihatnya tidur di sini ya?” Aku mengedarkan pandanganku. Kwangmin tidak ada. Kemana dia?

“Kau mengetahui segala tentangnya ya? Apakah kau menyukainya?”. Spontan aku menatapnya. Kaget. Kenapa dia tiba-tiba bertanya seperti itu? Bagaimana aku menjawabnya?

“Apa yang kau suka darinya?” tanyanya lagi. Aku hanya diam. Ya, aku diam seribu bahasa. Harus aku jawab apa?

Suara bel menyadarkanku dari lamunanku. “Ah..sudah bel. Aku kelas dulu ya. Annyeong” Aku berdiri dan langsung meninggalkannya yang masih duduk di pohon itu.

^^^^^^^^^^^^^

Youngmin Pov

Dia meninggalkanku sendiri di sini. Aku kembali menyandarkan tubuhku di pohon. Apa yang aku lakukan barusan? Kenapa pertanyaan itu meluncur dengan bebasnya dari mulutku? Apakah dia tersinggung? Atau dia marah?

Aku mengacak rambutku. Frustasi. Aku merasa akhir-akhir ini ada yang aneh dengan diriku. Miyoung, wajah yeoja itu selalu muncul di otakku. Apakah ini artinya aku mulai menyukainya? Secepat itu kah? Tapi aku akui dia berbeda. Dia…special.

Sekali lagi aku mengacak-acak rambutku. Aku sungguh bingung. Lalu sebuah suara menghentikanku melakukan itu.

“hyung! Apa yang kau lakukan?” Itu suara yang membuatku menghentikan aktifitas ‘mengacak rambut’.

“Kwangmin-ah? Apa yang kau lakukan?”

“Hyung juga kenapa di sini? Ini kan tempat favorit ku” Kwangmin mendekatiku dan duduk di sebelahku.

“Kau…sering tidur di sini kan?” tebakku. Memastikan perkataan Miyoung tadi.

“Kau tau dari mana hyung?”

“errr…hanya menebak”

“Oh..tapi biasanya enak loh. Ada seseorang yang selalu memberiku kotak makan. Biasanya di letakkan di sebelahku”

“Nugu? Siapa yang memberi itu?”

“Seseorang yang rasa masakannya mirip eomma”

Deg! Dadaku terasa sesak mendengarnya. Apa ini? Apa aku cemburu karena Miyoung selalu perhatian pada Kwangmin? Atau hanya iri?

“Mi..miyoung kah yang kau maksud?” tanyaku hati-hati. Dia menjawabnya dengan anggukan ringan.

“Hidupmu menyenangkan ya sepertinya” lanjutku.

“Maksud hyung?”

“Kau selalu di perhartikan oleh orang di sekitarmu dengan tulus”

“Apa maksudmu hyung? Aku tidak mengerti. Bukannya seharusnya kau senang tinggal bersama appa”

“Hampa. Hanya itu yang aku rasakan. Teman-teman yang hanya mendekatiku karena aku pewaris perusahaan appa, di tuntut perfect dalam segala hal. Kau pikir itu semua menyenangkan hah? Kau juga tidak tau. Appa juga sudah berubah. Aku muak di sana”

Aku merasakan tangan Kwangmin menepuk pundakku. Menenangkan diriku yang mulai emosi ini.

“Bagaimana kalau kau tinggal di sini bersamaku?”

“Entahlah. Tapi kata ayah, begitu kau sembuh, aku harus kembali ke Jepang”

“Aku akan membantumu agar appa mengizinkan kau tinggal di sini bersamaku”

Kami berdua menyandarkan tubuh di pohon. Suasana menjadi hening. Kami tenggelam pada pemikiran masing-masing.

“Kwangmin-ah… bolehkan aku minta tolong?” ujarku memecah keheningan ini. Kwangmin menolehkan wajahnya, menatapku.

“Apa hyung?”

“Maukah kau membantuku…” Aku menghentikan perkataankku. Aku ragu untuk melanjutkannya. Haruskah aku melanjutkannya?

 

To be Continued…

This entry was posted by r13eonnie 강 하이에나.

14 thoughts on “[FREELANCE] Love Story – Part 6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: