[FREELANCE] Friend Enemy Lover – Part 2

Title: friend enemy lover part 2
Author: Park harin
Rating: G
Main cast: jo kwang min
                park ha rin
                jo young min
Support cast: lee eun rim
                    lee dong hae
                    pemeran dapat bertambah sesuai cerita
Genre: romance, sad, family
Type: chaptered

Author POV
Bruk! Ha rin terjatuh. Alhasil murid-murid yang sedang menunggu giliran untuk lari, kaget melihat itu dan langsung menghampiri Ha rin yang sudah tergeletak di tanah. Eun rim pun panik melihat keadaan Ha rin.
“Ha rin-ah? gwaenchana? ha rin-ah?” tapi Ha rin tidak bergerak. eun rim tambah terlihat panik. Pada saat itu seorang namja berlari ke arah Ha rin terjatuh. dengan wajah yang khawatir. ia, membawa Ha rin ke UKS.
people POV
aku sangat panik ketika melihat Ha rin yang pingsan itu. tanpa pikir panjang aku langsung menggendong Ha rin menuju UKS.  sesampainya di uks aku membaringkan ia di kasur. aku membiarkan petugas uks memeriksa Ha rin.
“mungkin dia pingsan, karena tadi pagi belum sarapan. hanya saja ia terluka di kedua lututnya karena jatuh tadi. sebaiknya kau kembali ke kelas  saja.” kata petugas uks itu, setelah mengobati Ha rin. ahh, leganya dia tidak kenapa-kenapa. aku pun kembali ke kelasku, ketika aku baru saja keluar ruangan uks, ada eun rim-ah, temannya ha rin-ah. dia berjalan dengan panik,mungkin karena khawatir pada Ha rin. ketika ia melihatku wajahnya terlihat kaget.
“kau… kau yang menggendong Ha rin-ah ke sini? ” tanya nya kaget. aku hanya menempelkan jari telunjukku di depan bibir ku “ssstt, jangan kasih tahu tentang hal ini, pada Ha rin.” ucapku dan berlalu pergi.
Ha rin POV
aku membuka mataku, dan melihat ke sekeliling. hemm, dimana aku? ahh sepertinya di uks. ketika aku melihat ada petugas uks. ketika aku mau berdiri, aku merasa perih di lutut.
“aww, aduh perih sekali.” aku meringis.
 “aah, Ha rin-ah kau sudah sadar? syukurlah.” ucap eun rim yang baru dateng dengan lega.
“memang aku kenapa? aduhh sakit sekali lututku.” tanya ku, sambil meniup-niup kedua lututku yang sudah ada luka.
“tadi, kau pingsan saat lari, jadi lututmu ikut terluka. ahh kau ini membuat orang khawatir saja Ha rin-ah.”
“ohh begitu, mian, mian membuatmu khawatir.” jawabku sambil menggaruk-garuk kepala.
“ne, ne. kenapa kau bisa pingsan. pasti kamu tidak sarapan lagi. padahal kan kamu sudah dapat roti coklat dari penggemar rahasiamu.”
“ahahaha, aku lupa. sudahlah yang penting aku sudah sadar….” Kruyuuk~
“suara apa itu?” tanya eun rim kaget.
“hehe itu suara perutku, aku lapar.hehe” jawabku malu.
“aigoo, ku kira apa. yasudah, kajja kita ke kantin.” ucap eun rim sambil menarik tanganku.
“hey,hey pelan-pelan kakiku masih sakit nih.” ucapku cemberut.
“mian, mian. aku lupa.” jawab eun rim dengan muka innocentnya. aku pun berjalan di samping eun rim-ah, jalanku jadi agak pincang karena ada luka ini. aku duduk di salah satu meja setelah sampai di kantin. eun rim-ah yang membeli makanan untukku. ahh, kepalaku masih sedikit pusing. ini pasti gara-gara aku pingsan tadi. aku memegangi kepalaku. Pada saat itu, seorang namja mendekatiku.
“hai, tadi aku mendengar kamu pingsan, apakah kamu baik-baik saja?” tanya namja itu ramah.
“ne, aku baik-baik…….” ucapku terhenti ketika melihat namja di depanku ini. kaget? ya tentu saja kaget. kenapa kaget? ya karna namja yang di depanku ini adalah jo youngmin,cinta pertamaku. aish, dia menanyai keadaaanku? mana mungkin, dia kan masih marah padaku. pasti ini cuman halusinasiku saja, kan kepalaku sedang pusing,jadi ngebayangin yang aneh-aneh.  ya ini pasti cuman bayangan aja.
“Ha rin-ah?” tangan namja itu mengibas-ngibas di depan muka ku. aku tersadar dari pikiranku dan melihat youngmin masih di depan ku dengan muka yang khawatir. ini bukan bayangan? aku mengucek-ngucek mataku. dan ternyata ini bukan bayangan. ini asli. aigoo,, jantungku berdegup dengan kencang. kenapa youngmin menanyakan keadaanku? bukannya dia masih marah??
“Ha rin-ah gwaenchana?” tanya youngmin sekali lagi.
“n…ne youngmin-ah, gwaenchansseumnida.” jawabku malu.aaah, pasti mukaku sudah memerah.
“hmm, boleh aku duduk di sampingmu?”
“ne, silahkan.” jawabku. dan youngmin duduk di sebelahku. jantungku berdegup tambah kencang, karena youngmin duduknya dekat sekali. aku saja sampai bisa mencium parfumnya.
“hemm, Ha rin-ah. mianhae, waktu itu aku marah-marah padamu.padahal itu bukan salahmu. itu salah kwangmin. mianhae.” ucapnya pelan.
“ne, youngmin-ah.itu bukan salahmu juga youngmin. wajar, saja kalau kamu memang marah. habis kejailan kwangmin waktu itu sudah keterlaluan. dan kau juga waktu itu tak tau apa yang sebenarnya terjadi.” yaa, semua itu salahnya kwangmin. ucapku dalam hati.
“haha, kau tidak pernah berubah Ha rin-ah. kau memang tetap bisa membuatku nyaman dan tenang.” ucap dia tersenyum,dengan mengacak-ngacak rambutku. DEG! dia sangat tampan sekali, dengan senyumannya itu. aku tertunduk malu.
Brak!
tiba-tiba eunrim-ah datang membawakan makananku. kenapa dia seperti yang kesal. apa ada sesuatu yang terjadi?
 “annyong, eunrim-ah.” sapa youngmin pada eun rim-ah. sedangkan eun rim-ah tidak menjawab sapaan youngmin. ia melhat youngmin dengan tatapan yang tidak suka.
“hei, kau! bisakah kau pergi dari sini.? itu tempat dudukku. jadi pergilah.” ucap eun rim sinis.
“ne, ne aku akan pergi eun rim-ah.”youngmin pun berdiri dari bangkunya.” hmm,. Ha rin-ah mau pulang bersamaku nanti?” tanya youngmin.
“ahh, hmm. boleh.” ucapku malu.
“ok, kutunggu di gerbang sekolah.” ucap youngmin tersenyum dan berlalu.
Ha rin POV end
Eun rim POV
setelah aku membeli makanan dari kantin, aku melihat youngmin mendekati Ha rin-ah. dan duduk di samping Ha rin-ah. aku tak tahu mereka ngobrol apa. tapi, entah mengapa aku tidak suka melihat youngmin dekat dengan Ha rin-ah. aku merasa senyum youngmin tadi tidak tulus, dan seperti menyimpan rahasia.aku takut sesuatu terjadi pada Ha rin-ah. aku berjalan menghampiri mereka.
Brak! aku menyimpan makanan dengan kasar.mengagetkan mereka yang sedang asik ngobrol.
“annyong, eun rim-ah.” sapa youngmin padaku. huh, rasanya dia hanya berpura-pura baik.
“hei kau! bisakah kau pergi dari sini? itu tempat dudukku. jadi pergilah.” kataku sinis.
“ne, ne aku akan pergi eun rim-ah.” dia bangkit dari tempat duduknya. “hmm,. Ha rin-ah mau pulang bersamaku nanti?” tanya youngmin pada Ha rin-ah. apa-apaan dia? bukannya dia marah pada Ha rin-ah, tapi kenapa dia mengajak Ha rin-ah pulang.
“ahh, hmm boleh.” jawab Ha rin-ah pada youngmin dengan malu.
“ok, ku tungg di gerbang sekolah.” ucap youngmin berlalu pergi. ah akhirnya dia pergi juga. aku duduk di tempat yang youngmin duduki tadi. dengan kesal.
“yaa!! eun rim-ah kau kenapa sih? marah-marah seperti itu?dan mengusir youngmin-ah. apa ada masalah?” tanya Ha rin-ah dengan muka yang sedikit kesal dan heran.
“entahlah, kau tak suka saja dia ada di sini. auranya terasa menyebalkan dan aku tak suka.” ucapku datar. dan masih sibuk dengan makananku
“apa maksudmu? ia sangat baik. tadi dia minta maaf karena sudah memarahiku tiga tahun yang lalu. dia berniat baik ke sini.” ucap Ha rin antusias.
“tapi, aku merasa ada udang di balik batu Ha rin-ah. aku merasa senyumannya itu tidak tulus terhadapmu.” sekarang aku mulai berbicara serius dengan Ha rin.
“itu hanya perasaanmu saja eun rim-ah. kau tidak usah khawatir. hahhh, tadi jantungku hampir copot ketika ia berbicara lagi denganku. senangnya. ternyata tidak sia-sia aku pingsan tadi.” ucap Ha rin-ah tersenyum-senyum.
“terserah kau sajalah.” aku menghela napas. aku tidak mau membicarakannya sekarang. aku tidak mau merusak moodnya yang sedang bagus hari ini.
Eun rim POV end
teng..teng..teng..
Author POV
bel pulang sudah berbunyi. Ha rin sangat menanti-nanti acara pulangnya bersama youngmin. dari sehabis di kantin dan sampai saat pulang ini, dia tersenyum-senyum riang.
“Ha rin-ah, aaku pulang duluan ya. hati-hati di jalan bersama youngmin. pai pai.” ucap eun rim pada sahabatnya itu.
“haha, kau ini. tidak usah khwatir. pai pai eun rim-ah.” eun rim pun berlalu meninggalkan kelas. dan beberapa menit setelahnya Ha rin juga meninggalkan kelas menuju gerbang sekolah, tempat dimana youngmin menunggunya.
“annyong, youngmin-ah. mian menunggu lama.” ucap Ha rin-ah ketika sampai gerbang sekolah.
“annyong Ha rin-ah. aku baru saja sampai sini ko. kajja Ha rin-ah.” youngmin menarik tangan eun rim.
“aduh, pelan-pelan yungmin-ah kakiku masih sakit.” ha rin meringis kesakitan setelah di tarik youngmin.
“ahh, mianhae, mian. aku lupa, kalau kau sedang terluka. aku terlalu senang bisa pulang bersamamu lagi.” youngmin membungkuk minta maaf.
“ahh, ne tak apa, youngmin-ah, aku juga senang bisa pulang bersamamu.” ucap Ha rin malu dengan wajah yang memerah.
“hemm, apakah kau kuat jalan?” tanya youngmin pada Ha rin.
“entahlah, tapi rasanya perih sekali.” jawab ha rin sambil memegangi lututnya.
“ya sudah ku gendong saja ya.” ucap youngmin sambil berjongkok mempersilahkan ha rin naik ke punggungnya.
“tidak usah, youngmin-ah.” ucap ha rin malu-malu.
“ayolahh,naik. ini permintaan maaf karena telah membuatmu kesakitan.” youngmin menepuk-nepuk punggungnya. dan akhirnya Ha rin pun naik ke punggungnya youngmin dengan wajah memerah. youngmin pun mengantar pulang Ha rin dengan menggendongnya.
pada saat itu juga, seorang namja melihat youngmin dan ha rin berdua. ia merasa jengkel melihat mereka berdua seperti itu. ia pun pergi dengan perasaan yang kesal.
 ———-
Ha rin POV
 “Ha rin-ah. apakah menurutmu langit sore ini indah?” tanya youngmin dalam perjalanan pulang.
“hmm, ne, youngmin-ah. aku juga berpikir seperti itu.” jawabku pada youngmin yang masih menggendongku. youngmin tiba-tiba behenti berjalan dan terdiam.
“waeyo youngmin-ah?” tanyaku padanya. tiba-tiba dia menurunkanku dari gendongannya.
“Ha rin-ah….” ucapnya gantung, yang membuatku penasaran.
“yaa?” tanyaku masih menunggu lanjutan kata-katanya tadi.
“saranghae ha rin-ah. jeongmal saranghae…. aku masih menyukaimu seperti 3 tahun yang lalu. Ha rin-ah apakah kau mau jaadi yeojachinguku?” ucapan youngmin itu berhasil membuat mukaku memerah dan jantungku berdegup 2kali lebih kencang.
“nado saranghae.. youngmin-ah. aku mau menjadi yeojachingu-mu” jawabku tersenyum malu. youngmin pun memelukku dengan erat.
“gomawo, chagi. mulai sekarang panggil aku oppa.” dia berbisik pada ku. aku hanya mengangguk, tidak tau harus berkata apa lagi saking senangnya. dia pun menggendongku kembali. dan mengantarku pulang.
sesampainya di rumah, aku tidak bisa menghentikan senyumku. aku terlalu senang dengan kejadian tadi. aigo. jangan-jangan yang mengirimiku roti coklat dan bunga mawar putih kesukaanku itu adalah youngmin oppa. ah senangnya.
“ada apa ini? sepertinya dongsaeng kesayangan oppa sedang senang.” ucap donghae oppa yang sedang menonton tv.
“ahh,oppa. aku senang sekali hari ini. aku dan youngmin akhirnya pacaran.” ucapku antusias, sambil menghampiri donghae oppa.
“youngmin? cinta pertama mu itu?” tanya donghae oppa mengerutkan keningnya.
“ne oppa. ahh indahnya dunia ini.” aku masih terus tersenyum dan membayangkan kejadian tadi.
“ohh, seperti itu. kirain oppa kamu akan berpacaran dengan kwangmin-ah. ternyata dengan youngmin.”
“yaa, jangan sebut-sebut nama itu oppa. moodku sedang bagus. jangan di rusak dengan menyebut-nyebut nama kwangmin.” ucapku dengan sedikit penekanan pada kata kwangmin.
ne.ne yasudah gantilah bajumu dulu. lalu siap-siap untuk makan malam.” perintah donghae oppa. aku pun beranjak menuju kamarku di lantai dua. setelah aku selesai mandi. umma memanggilku.
“Ha rin, ada yang mencarimu.” ucap umma.
“ne,umma aku akan menemuinya.” siapa malam-malam begini datang kerumah. apakah itu youngmin? haha padahal baru ketemu sore tadi.mungkin dia kangen.
“annyong youngmin oppa. apakah kau kangen…. EH? kau ngapain di sini.” ternyata yang datang adalah namja menyebalkan kwangmin.
“tadi kau bersama youngmin bukan?” tanyanya datar.
“iya.. waeyo? kamu tidak suka? malah aku sudah berpacaran dengannya” tanyaku balik dengan sinis.eh, kenapa mukanya terlihat sedikit kaget dan khawatir? mungkin mataku yang salah, tak mungkin kwangmin khawatir padaku. dia kan musuhku saat ini
“jauhi dia Ha rin-ah. ini demi kebaikanmu.” ucapnya kembali datar.
“ehh? waeyo? kau ini benar-benar mengaggapku musuh-mu hah? hingga kau tak mau melihat ku senang??!?! aku benarr-benar menyesal pernah bersahabat dengan mu dulu!!” ucapku kesal dan menutup pintu dengan kesal. apa yang dipikirannya sih?
“terserah kau sajalah, yang penting aku sudah memberi tahumu!!”  teriak kwangmin padaku dari luar sana. dan pergi meninggalkan rumahku.
Harin POV end
Kwangmin POV
aku baru saja memberi tahu Ha rin-ah untuk menjauhi youngmin hyung, tapi ia tidak mau mendengar kata-kataku. dan ia akan semakin membenciku. arghh, aku menggaruk-garuk kepalaku dengan frustasi. Ha rin tidak tau young min yang sekarang telah berubah dari yang dulu. aku takut terjadi sesuatu yang tidak mengenakan pada yeoja yang ku cintai. aku melajukan motorku dengan kecepata penuh. pada saat itu juga, ada seorang anak kecil melintasi jalan. aku yang kaget melihat anak kecil itu lanngsung menghindar.
Brukk! dan akhirnya semua gelap.
TBC
hey readers!! gimna ff part ini?? mian, mian,mian klo geje.
ohya rencananya ff ini bakal tamat di part 3. jadi tungguin aja yaa!!
tinggalkan jejak ya..
gomawo
This entry was posted by r13eonnie 강 하이에나.

2 thoughts on “[FREELANCE] Friend Enemy Lover – Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: