[FREELANCE] Friend Enemy Lover – Part 3

Author: farihadaina
Genre: romance, sad, family
Rating: G
Main cast : jo kwangmin, park ha rin, jo youngmin
Support cast: lee dong hae, eun rims
Type: chaptered

Eun Rim POV
huuftt, malam-malam di suruh ke supermarket oleh umma. aigo, dingin sekali. eh, kenapa anak itu menyebrang tanpa di smpingi oleh orang dewasa? ahh, ada motor yang sedang melaju kencang, hampir mengenai anak itu. tetapi motor itu menghindar, tapii tunggu dia menghindar ke jalur yang berlawanan dari arahnya dan di situ ada truk yang lagi melaju.

Bruk! motor itu tertabrak truk itu, anak kecil yang melintas itu selamat. tapi,tidak dengan pengendara motor itu. hemm, aku merasa tidak asing dengan namja yang mengendarai motor itu. kalau tidak salah itu kwangmin, ya itu kwangmin. aku pun langsung berlari ke tempat kejadian itu. di sana sudah banyak orang yang mengerumuni kwangmin. aku menerobos kerumunan itu, dan melihat kwangmin yang berdarah-darah. suara ambulans semakin nyaring yang menandakan bahwa ambulans itu sudah dekat. dan akhirnya sampai, aku pun meminta izin untuk ikut ke rumah sakit pada suster.

“suster, apa aku boleh ikut? aku temannya.” tanyaku agak pannik

“ne, silahkan.” jawab suster itu, dan menigikuti ku yang sudah masuk ke ambulan itu. aku harus memberitahu keluaraganya,pikirku. tapi aku tidak tahu nomornya. ahh Ha rin-ah pasti tau nomor telfon keluarga kwangmin. aku pun menelfon Ha rin-ah

“yeoboseyo” ucap Ha rin-ah di sebrang sanaa.

“Ha rin-ah apa kau opunya nomor telfon keluarganya kwangmin.” ucapku cepat dan agak panik.

“punya, waeyo?” tanyanya bingung

“ppalli, berikan nomor itu, kwangmin kecelakaan dan aku harus mengabarkannya pada keluarganya.” jawabku cepat.
Eun rim POV end

Ha rin POV
“mwo?? bentar-bentar ini nomornya xxxxxxxx” jawabku panik. entah mengapa aku sangat takut dan khawatir setelah mendapatkan kabar ini.

“ehh, kalian menuju rumah sakit mana?” tanyaku pada eun rim.

“aku menuju rumah sakit xx, sudah dulu ya aku mau menghubungi keluarganya dulu.” katanya. dan menutup telefon.
setelah menutup telefon, aku segera bergegas ke rumah sakit. entah apa perasaan ini, tapi hatiku terasa sesak, takut, dan gak karuan.tak terasa air mataku jatuh dari mataku. sesampainya di rumah sakit, aku menemukan eun rim-ah sedang menunggu di depan ruang UGD.
“eun rim-ah? bagaimana keadaaan kwangmin?” tanyaku sambil berlari mengahampiri eun rim.

“dia, ada di dalam, sedang di periksa oleh uisa.” katanya menunjukan ruang UGD itu.

“bagaimana kamu tau, kwangmin kecelakaan?” tanyaku penuh selidik.

“tadi aku di suruh ke supermarket dan pas di jalan aku melihat motor kwangmin melaju dengan cepat, tetapi ada anak kecil melintasi jalan itu, kwangmin pun menhindar. sayangnya ia malah tertubruk truk.” jelas eun rim-ah. aku terduduk lemas, pasti itu sehabis pulang dari rumahku. mungkin,ia kesal terhadap sikapku yang langsung menutup pintu dengan keras di hadapannya, tanpa mendengar penjelasannya. aku merasa sangat bersalah.

“tenanglah Ha rin-ah.” suara youngmin menenangkanku. aku mendongakkan kepalaku. namja itu terlihat tenang. tidak ada raut wajah khawatir terhadap adik kembarnya yang kecelakaan. aku melihat umma dan appanya kwangmin dan youngmin. mereka terlihat sangat khawatir berbeda sekali dengan youngmin. ahh, aku tidak boleh berpikiran yang jelek-jelek terhadap youngmin oppa. seorang uisa bernama leeteuk itu keluar. umma-nya kwangmin langusng menghampiri uisa itu.
“bagaimana keadaan anak saya?” tanyanya menahan tangis.

“hemm, anak anda sudah melewati masa kritis. kakinya agak sedikit retak akibat benturan kecelakaan tadi. tapi ….. “uisa itu menggantungkan kalimatnya

“kenapa? kenapa diam saja.” tanya umma kwangmin, dengan tangisan yang sudah pecah.

“anak anda, koma.” ucap uisa itu. tanpa pikir panjang umma dan appany pun menghampiri kwangmin yang sudah di pindahkan ke ruang rawat. aku, youngmin oppa, dan juga eun rim-ah mengikuti mereka dari belakang. koma? ya tuhan apakah separah itu? apakah dia bisa bangun lagi? aku takut, aku takut kehilangan kwangmin.tuhan, tolong jangan ambil kwangmin secepat ini. jauh di dalam hatiku, sebenarnya aku sudah memaafkan kwangmin dari kejadian 3 tahun yang lalu. pipi dan mataku terasa panas, air mataku sudah terjatuh. kami masuk ke dalam ruangan kwangmin, dan mendapatinya sedang tertidur, tepatnya koma. ia di pasangi alat bantu pernapasan dan beberapa alat yang tidak kumengerti. perban menutupi hampir sebagian kakinya, dan beberapa di wajahnya. Aku menangis melihat itu, youngmin oppa memelukku dan menenangkanku. kulirik wajahnya youngmin oppa, ku lihat ia tersenyum kecil. tersenyum?? kenapa youngmin oppa tersenyum?? aku takut melihat senyuman youngmin oppa itu. terus ku tatap wajahnya, sekarang wajahnya tidak lagi tersenyum, wajahnya menjadi dingin melihat kwangmin dan berkata pelan. walau pelan aku dapat menangkap kata-kata yang di ucapkan youngmin oppa. ia berkata “mianhae.” apa maksudnya? aku jadi teringat perkataan kwangmin tadi, dia menyuruhku menjauhi youngmin oppa. itu juga apa maksudnya?? ya tuhan aku tak tahu harus gimana.
Ha rin POV end

Youngmin POV
aku mendapat kabar bahwa kwangmin kecelakaan. aku segera menuju ke rumah sakit bersama umma dan appa. umma dan appa sangat terlihat khawatir, sedangkkan aku? aku sama sekali tidak khawatir pada dia, orang yang ku benci sejak kejadian 3 tahun lalu. ketika aku sampai di rumah sakit, aku melihat kwangmin yang sedang tertidur tak berdaya di atas ranjang. sambil memeluk Ha rin-ah. aku tersenyum kecil melihat kwangmin seperti itu. Tiba-tiba ada perasaan bersalah di hatiku.”mianhae”ucapku datar. tapi,,, apa salahku?? ini semuakan salah kwangmin, salah dirinya!! jika saja waktu itu, dia tidak mengahancurkan hatiku, Hatiku sangat hancur saat mengetahui isi jawaban surat dari ha rin-ah. beberapa hari kemudian aku baru mengetahui kalau surat itu palsu, tapi aku sudah terlanjur marah dan bersikap dingin pada ha rin-ah pada saat itu. aku sangat membenci kwangmin walaupun ia saudara kembarku. Dan kebencianku semakin bertambah saat kwangmin mengaku padaku, bahwa ia menyukai ha rin-ah, makanya ia menukar surat itu. dan sepertinya ha rin-ah juga sedikit menyukai kwangmin, walau Ha rin-ah tidak menyadarinya. itulah yang membuatku semakin membenci kwangmin. sekarang aku sudah menghancurkan kwangmin dan memiliki ha rin-ah sepenuhnya. hahaha!
youngmin POV end

Author POV
sudah 3hari kwangmin koma, dan tidak menunjukan tanda-tanda dia membaik.setiap hari umma appa-nya kwangmin selalu menjenguk dan menunggu kwangmin. begitupula dengan ha rin yang setiap pulang sekolah menjenguk kwangmin.semenjak kecelakaan itu Ha rin lebih memikirkan kwangmin daripada youngmin namjachingunya.

“hhm, sudah hari keempat kwangmin tidak sadar-sadar. aku harus ke sana lagi.” ha rin menggumam pelan sambil berjalan menuju gerbang sekolah.

“yaa! ha rin-ah. kenapa kau tidak menyahut saat ku panggil?” ucap youngmin sambil menepuk bahu yeojachingunya.

“ahh, youngmin oppa. mian youngmin oppa, aku sedang melamun tadi.”

“ohya, mau gak kita jalan-jalan ke taman bermain hari ini?” ajak youngmin pada ha rin.

“ahh, mian youngmin oppa, aku tidak bisa. sekarang aku harus pergi ke rumah sakit lagi.mian oppa.” kata ha rin pada youngmin dan berlalu pergi. ucapan ha rin tadi membuat youngmin marah. mengapa? ha rin-ah malah terus mengunjungi kwangmin dan melupakan aku? batin youngmin.
author pov end

Ha rin POV
aku memasuki kamar kwangmin, berharap ia sudah bangun. tetapi ketika aku masuk, keadaan masih tetep sama, kwangmin masih terbaring lemah di ranjang itu. aku menghela napas dan segera menyimpan bunga yang tadi kubeli di meja samping kwangmin.

“annyong kwangmin-ah, aku dateng lagi lohhh..” kataku tersenyum mengharapkan ada jawaban dari kwangmin.
singgggggg.
tetapi tidak ada jawaban apapun. yang ada hanya keheningan.

“kwangmin-ah, cepatlah bangun. jangan tidur terus..” kataku.”aku ingin menanyakan sesuatu yang terus mengganjal di hatiku.dan kau tahu? entah mengapa, kadang aku merasa asing dan takut pada youngmin oppa.” aku membersihkan wajahnya dengan saputangan yang kubawa. kuperhatikan wajahnya, ternyata ia sangat tampan. kenapa aku baru menyadarinya? batinku. aishh, kenapa aku seperti ini? aku kan sudah punya namjachingu yaitu youngmin oppa. setelah membersihkan wajahnya, aku kembali duduk di samping kwangmin.

“mianhae kwangmin-ah, karena aku kamu jadi seperti inii.” ucapku dengan memegangi tangannya.
Ha rin POV end

Youngmin POV
mendengar ucapan ha rin-ahdi sekolah tadi membuat kesal. kenapa? kenapa yang ia pikirkan hanya kwangmin? padahal aku namjachingunya. bukannya ia benci kwangmin? karena kesal dan marah ak mengikuti ha rin-ah ke rumah sakit. padahal aku tidak ingin ke rumah sakit tempat kwangmin berada. ketika aku hendak masuk ke kamar kwangmin.aku melihat ha rin memegang tangan kwangmin. melihat pemandangan ini membuat aku amat sangat marah. kenapa ha rin-ah seperti itu? aku tidak boleh tinggal diam.

Author POV
keesokan harinya, seperti biasa setiap pulang sekolah, ia akan ke rumah sakit untuk menemui kwangmin. tapi kali ini, ia di temani oleh eun rim. mereka berdua mampir dulu ke toko bunga, untuk membeli bunga. ketika mereka sedang memilih-milih bunga, youngmin datang menghampiri mereka.

“ha rin-ah aku ingin berbicara dengan mu bedua saja.”ucap youngmin

“hmmm,ne oppa.” jawab ha rin. youngmin pun menarik tanganha ha rin keluar toko bunga itu dan berbelok ke arah gang. eun rim sebenarnya ingin mencegah ha rin untuk ikut dengan youngmin, tapi sudah terlambat. eun rim hanya berharap ha rin cepat kembali.
author POV end

Ha rin POV
youngmin oppa mengajakku berbicara berdua, tapi kenapa ia membawaku ke gang yang sepi ini.
“ahh, youngmin oppa sebenarnya ini mau kemana?” tanyaku dan melepaskan tarikannya.

“sebenarnya..” ia mendekat padaku, dan seperti mengambil sesuatu dari sakunya. apa itu? perasaanku tak enak. aku mundur beberapa langkah.

“y youngmin oppa, aa ada apa?” tanyaku takut. youngmin oppa mendekat padaku dan aku melangkah mundur. dan akhirnya aku tidak bisa mundur lagi karena ada tmbok di belakangku. youngmin memandangku dingin dan menyeramkan. aku sangat takut. ada apa ini? ia mendekat dan mengeluarkan sapu tangan dari sakunya.

“mian hae ha rin-ah” ucapnya, dengan membekapku dengan saputangan. aku memberontak, tetapi kepalaku pusing dan gelap.

ha rin POV end

Eun rim POV
kenapa ha rin-ah lama sekali, aku pun akhirnya memustuskan untuk menyusulnya.

“hmm, sepertinya tadi dia ke sini deh.” gumamku. ketika aku melihat ke gang itu.
“mwoo?!? kemana Ha rin-ah? kok tidak ada?” ucapku kaget. aku melihat sekeliling dan hanya menemukan tas harin-ah. bagaimana ini? apa ia di bawa youngmin?

TBC
tinggalkan jejak ya,😉
Gomawo

This entry was posted by r13eonnie 강 하이에나.

7 thoughts on “[FREELANCE] Friend Enemy Lover – Part 3

  1. untung aja ini cuma ff, kalau beneran youngmin aslinya kayak gitu, uhhhhhhhh. gak jadi youngmin lover lgi saya, hehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: