[FREELANCE] Friend Enemy Lover – Part 4 END

Author: park ha rin
Title:  Friend Enemy Lover part 4
Genre: romane, sad, family
Main cast: park ha rin, jo kwangmin, jo youngmin.
Support cast: eunrim, lee donghae
Lenght: chaptered
Rating: G
Author note: annyong readers ^^ akhirnya selesei juga ff ini.. mian kalo emang ff ini ngebosenin sama geje hhehe. maaf juga kalo banyak slah ngetik.
tinggalkan jejak yaa…. comment kalian semua bisa jdi masukan untuk ff lainnya.
Happy reading!!~~~

Kwangmin POV
aku berjalan di suatu tempat yang menurutku tidak asing, tap aku tidak terlalu mengingatnya. dimana ini? kok gelap semua? aku berjalan dan mengedarkan pandanganku. tiba-tiba aku mendengar suara tangisan. aku mendekati suara tangisan itu. aku melihat serang yeoja duduk di atas kursi dengan kepala tertunduk dan di sekap? siapa yeoja itu? kenapa ia di sekap? aku mendekatinya, semakin dekat dengan yeoja itu, aku semakin mengenali suara itu. jangan-jangan yeoja itu Ha rin-ah. aku berlari mendekat, aku melihat wajah yeoja itu. dan ternyata yeoja itu benar Ha rin-ah. dia terlihat sangat ketakutan dan menangis. dan di wajahnya ada sedikit bekas tamparan. siapa yang melakukan itu.
“ha rin-ah? kenapa kamu di sekap?” tanyaku.
“tolongg.. tolonngg aku..” ucapnya lemah dan gemetar. ketika aku hendak menolong tiba-tiba ha rin-ah menghilang. aku mencari-carinya. tapi tidak ada. arrghh, kemana ha rin-ah? kenapa dia menghilang dan di sekap? apa yang terjadi? aku mengacak-acak rambutku dengan kasar.
“Ha rin-ah!! kau dimanaaa???” teriakku. dan semua bertambah gelap dan samar.
author POV
“Ha rin-ah???” ucap kwangmin terbangun dari koma-nya. nafasnya terdengar memburu.
“kwangmin? kau sudah sadar?” ucap umma kwangmin yang baru datang.
“syukurlahh..” ummanya menghampiri kwangmin dan memeluknya.
“umma, dimana ha rin-ah?” ucap kwangmin agak berteriak
“ahh, molla. tapi biasanya ha rin-ah datang ke sini sehabis plang sekolah, tapi kali ini ia belum datang.” ucap umma kwangmin menjelaskan.
“youngmin hyung? youngmin hyung dimanaa??” kwangmin mengedarkan pandangannya.
“youngmin tidak kesini, ia jarang kesini. katanya ia sibuk. kamu kenapa kwangmin? tiba-tiba menanyakan mereka berdua dan kenapa kau terlihat panik?”
“tadi, di mimpiku aku melihat ha rin-ah menangis dan di sekap.”
drrtdrttt, handphone umma kwangmin berbunyi.
“yeoboseyo?” ucap umma kwangmin. sedangkan kwangmin hanya berkutat dengan pikirannya.
“mwoo?!? ha rin-ah menghilang.” ucapan umma kwangmin berhasil menyadarkan kwangmin dari pikirannya.
“umma? ha rin-ah menghilang?? bagaimana bisa? apa itu ada hubungannya dengan mimpiku?” ucap kwangmin.
umma mematikan handphonenya. “kata donghae-ah, ia mendapat kabar dari eunrim-ah.katanya eunrim-ah dan harin-ah sedang menuju rumah sakit untuk menjengukmu. mereka mampir dulu ke toko bunga. tetapi mereka bertemu youngmin. youngmin mengajak ha rin-ah berbicara. dan mereka hilang.” jelas umma kwangmin.
“jangan-jangan youngmin membawanya.” gumam kwangmin.”aku harus cepat mencari youngmin dan ha rin-ah” kwangmin beranjak dari rannjang dan melepaskan semua alat yangterpasang padanya.
“yyaa! kwangmin kau mau kemana? kau baru sadar. yyyaaa!! kwangminn!!” teriak umma kwangmin, yang tak di hiraukan oleh kwangmin. yang ada di pikiran kwangmin saat ini hanyalah satu yaitu Ha rin.
author POV
youngmin POV
setelah aku membius ha rin-ah aku membawanya ke gudang yang sudah tak terpakai. dulu gudang ini selalu menjadi tempat persembunyian aku dan kwangmin ketika sedang bermain petak umpet. aku menurunkan ha rin, lalu aku mengikatnya. aku melakukan ini agar ha rin-ah tidak bisa dekat-dekat dengan kwangmin. hahaha.
“mmhhh…” ha rin-ah terbangun.. ia seperti sedang mengingat apa yang terjadi. dan ia mulai menangis. ahh aku tau pasti ia takut di keadaann gelap gulita ini.
“apa yang kau lakukan youngmin oppa? kenapa kau lakukan ini padaku?” tanyanya gemetar.
“hahaha, apa kau yakin ingin tau?” kataku sambil tertawa.
“nee, kenapa kau tega mengikatku seperti ini? tanganku sakit. hiks..hikss.dan kau kan tau aku takut gelap” tangisannya semakin jelas
“aku melakukan ini untukmu chagii. aku melakukan ini biar kamu tidak bisa bertemu kwangmin.” ucapku lalu membelai rambutnya. ia menghindar dan tatapannya berubah tajam.
“youngminn!! kenapa kau jadi seperti ini?? benar apa kata kwangmin kamu telah berubbaaahh!!” ucapnya histeris.
Plaak!!
“diam!! jangan sebut-sebut nama itu lagi!!” aku berteriak pada ha rin-ah dan menamparnya.
Author POV
ha rin memegangi pipinya. matanya membulat saking kagetnya. lalu ia menangis, ketika rasa sakit menjalar di permukaan pipinya.
“jangan coba-coba kabur.” ucap youngmin lalu berlalu pergi.
“tolongg. aku ingin pulang.. takut.. youngmin oppa bukan lagi orang yang aku kenal…hiks hiks hiks” ucap ha rin.”kwangmin-ah tolongg.. akuu.”
Kwangmin POV
“aissh, di waktu yang mendesak, kakiku sakit sekali.” aku berhenti berlari sejenak karena merasakan sakit dikaki. “kalau saja aku tidak mengalami kecelakaan, mungkin aku tidak akan merasa sakit dan aku pasti akan lebih cepat mencari ha rin-ah.” aku menagacak rambut dengan kasar, mungkin dengan melakukan itu dapat mengurangi rasa kesalkuu ini.
“pasti youngmin yang membawa ha rin-ah, tapi kenapa ia melakukan itu? bukannya dia sangat mencintai ha rin-ah sehingga terkadang ia selalu ingin melenyapkan ku agar tdak ada saingan?” aku mencoba berpikir apa yang terjadi selama aku koma.
drtttdrttt. hp-ku berbunyi. kulihat layar hp-ku, eunrim-ah? kenapa ia meneleponku?
“yeoboseyo?” jwabku pada eunrim-ah.
“ahh, kwangmin-ah. aku mendengar mu sudah sadar dari koma. makanya aku segera meneleponmu.” suara eunrim-ah terdengar panik.
“nee, ada apa euneim-ah?”
“kwangmin-ah, sepertinya ha rin-ah di culik oleh youngmin-ah… ”
“nee, aku sudah tahu itu. dan aku sedang mencarinya.” aku menyela omongan eunrim-ah.
“kalau begitu,, tolongg carikan dia kwangmin-ah.. aku percaya padamu kwangmin-ah, dan sepertinya cuman kamu ynag tahu tempat youngmin akan membawa ha rin-ah, karena kamu ssaudara kembarnya.. tolonngggg kwangmin-ahh, tadi donghae oppa juga sudah mencari-cari ha rin-ah tapi tidak ketemu.. tolonngg aku mohon temukan ha rin-ah, aku sangat khawatir.” ucapnya terdengar khawatir.
“ne, eunrim-ah. aku akan mencari ha rin-ah dan menemukannya secepatnya. aku tidak akan pulang sebelum aku menemukan ha rin-ah. percayalah padaku.” ucapku yakin.
“ahh, gomawo kwangmin-ah sebaiknya kau juga hati-hati.” ucapnya mengakhiri pembicaraan kami. aku terdiam menenangkan hatiku, karena jika pikiranku kacau, aku tidak bisa berpikir jernih. aku menarik napas dan mengeluarkannya. tiba-tba aku teringat mimipku tadi. di mimpiku ha rin-ah berada di tempat yang gelap dan sepertinya pernah aku datangi. aku terus memutar otakku terus.ahh, apakah tempat itu gudang dimana tempat persembunyian youngmin dan aku dulu?ahh iya benar itu. aku harus ke sana sekarang!
aku berlari dengan cepat, walau kakiku sakit, tapi dalam hatiku terdapat dorongan yang besar untuk menggerakan kakiku dan menahan rasa sakitnya. tuhan, kumohon jagalah ha rin-ah.
Ha rin-ah POV
Bekas tamparan youngmin tadi masih sedikit terasa sakit. sekarang aku sudah tidak bisa menangis lagi, karena terlalu lelah. rasanya badanku sakit, jika diikat terus seperti ini.
kruyuuuuk~
aishhh, di waktu seperti ini aku malah lapar. hmmm, sepertinya sudah lewat jam makan malam. ahh, disini juga sudah mulai dingin. aku ingin pulang…..
cklek, suara pintu terbuka, youngmin datang lagi dengan membawakan makanan padaku. dia terlihat lebih tenang dari kejadian tadi, tapi tetep saja youngmin sekarang terlihat asing dan menakutkan. ia menghampiriku, rasa takut kembali menyergapku.
“makanlah chagi,, biar kamu gak sakit.” ia menyodorkan makanan itu. tiba-tiba rasa laparku hilang di telan rasa takutku. aku pun menggeleng lemah.
“ayolah, makan jebal..” ucapnya memohon dan membelai rambutku. aku pun menggeleng kembali.
“yaa! kenapa kamu tidak mau menuruti keinginanku?” ucapnya setengah berteriak. aku terkesiap mendengar bentakannya. tubuhku menggigil ketakutan, takut ia akan marah seperti tadi. aishh Ha rin-ah babo sekali kamu. kenapa kamu tidak mengikuti keinginannya? kataku dalam hati. tetapi tubuhku tidak mau bekerja sama dengan apa yang aku pikirkan. ia melempar makanan itu, dan mendekatiku.
“andwae,, a a ndwae youngmin, jangan sakiti aku lagiii jebal.” ucapku memohon padanya. tapi ia tidak mendengarkan aku, ia seperti sedang di kuasai oleh emosi. aku memejamkan mata karena takut saat tangannya hendak melayang ke pipiku.
eh? kenapa tangannya tidak kunjung mengenai pipiku? aku memberanikan membuka mata, dan ternyata di depanku sudah ada kwangmin-ah menahan tangan youngmin.

“kwangmin-ah??” ucapku gemetar dan lemah.
“ha rin-ahh?!? gwaenchana? “ucapnya khawatir. masih memegangi tangan youngmin.

“lepaskan aku!” bentak youngmin pada kwangmin. dan menarik tanganya dengan kasar. kwangmin mendekatiku dan membukakan ikatanku dan memelukku. tiba-tiba perasaanku menjadi tenang dan merasa aman di samping kwangmin.

Kwangmin POV
bangunan gudang ini, sudah agak berbeda dari yang dulu. sekarang gudang ini terlihat lebih rapuh. aku bergegas menuju ke dalam gudang dengan beharap semoga ada ha rin-ah. dan benar di situ ada ha rin-ah dengan youngmin yang hendak menamparnya. dengan sigap aku berlari dan menahan tangan youngmin. aishh, apa yang dipikirkan youngmin. tindakan ini sudah terlalu berlebihan.

“kwangmin-ah?” ucap ha rin-ah terdengar lemah dan gemetar.

“ha rin-ah?? gwaenchana? ” ucapku. aishh, aku tak tega melihat yeoja yang aku cintai seperti itu. ia terlihat sangat kacau dan ketakutan. mulai sekarang aku akan berjanji untuk terus melindungi dia, dan kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi pada dirinya.

“lepaskann!!” bentak youngmin sedikit mebuatku kaget. dia menarik tangannya kasar. aku pun langsung membukakan ikatan ha rin-ah dan tanpa sadar aku memeluknya. tubuhnya sangat dingin dan gemetar. tapi perlahan tubuhnya tidak gemetar lagi.
“ya!! kenapa kau memeluk yeojachinguku!!! lepaskan!!” bentak youngmin dan mendorongku menjauhi ha rin-ah. aku akhirnya tersungkur dan merasakan nyeri di kaki. youngmin mendekati ha rin-ah

“ya! apa-apaan kau?! jauhi ha rin-ah!! jangan dekati dia.” aku memerintah youngmin.

“waeyo?? dia adalah yeojachnguku!! jadi terserah aku mau mendekatinya atau apa!!” balasnya dengan menatap tajam padaku. “huh, kau hebat juga kau bisa selamat dari kecelakan itu. padahal aku sudah merencanakan inii sejak lama.”

“mwoo?? k k kau yang merencanakan kecelakaan itu?” tanya ha rin-ah yang sedari tadi diam terduduk lemas. sekarang ia menatap kaget youngmin, sama halnya juga denganku. aku tahu youngmin memang selalu ingin melenyapkanku tapi aku tak tahu kalau itu akan benar-benar terjadi. youngmin kenapa kau jadi seperti iini? apa yang merasukimu sampai seperti ini?

“hahaha, nee. aku yang menyuruh anak itu menyebrang sehingga kau menhindar. itu semua sudah ku perhitungkan!! hahaha” akunya sambil tertawa. dan memeluk ha rin-ah.

“ini semuua demi kamu chagi, aku melakukan ini karena kamu benci kwangmin dan agar kamu tidak dekat dengan kwangmin.” ucapnya lembut tetapi pelukannya itu terlihat semakin erat. “tapi, kamu malah mengkhawatirkannnya, menangisinya, dan melupakan aku namjachingu kamu!!” pelukannya semakin erat, membuat ha rin-ah terlihat kesakitan.

“sa.. sakit, le, lepas…” rintihnya. di saat seperti ini kakiku sakit sekali, aku ini namja yang tidak berguna, aku merutuki diriku sendiri.

“tapii, sekarang kamu tidak akan kemana-kemana lagi. dan kwangmin juga sudah tidak berdaya di sana. jadi aku sudah bisa tenang.” youngmin tersenyum puas.

“lepaskan akuu!! kamu bukan youngmin yang dulu. dan aku baru sadar ternyata selama ini aku menyukai kwangmin aku tidak membencinya. dan aku merasa nyaman saat bersamanya.” apa? ha rin-ah ternyata menyukaikuu?

“m, mwoo..?? kamu bilang apa tadii?” tanya youngmin pada ha rin-ah. ia melepaskan pelukannya. mundur beberapa langkah.

“mianhae, youngmin.memang dulu aku menyukaimu tapi aku baru sadar ternyata rasa suka terhadapmu cuman sebagai seorang kakak.” ucap ha rin-ah lemas.

“tidak, tidak mungkinn!! tapi aku menyukaimu ha rin-ah!! aku menyukaimuuu!!” youngmin mulai berteriak histeris. ia melempar-lempar segala sesuatu yang ada di dekatnya. lemparannya tak terarah, dan bisa saja mengenai ha rin-ah. aku harus melindunginya. harus!
BRUK! sebuah kursi tepat mengenai badanku yang berhasil melindungi tubuh ha rin-ah yang gemetar dan lemas.

“youngmin hyung!! hentikan semua ini!! kau bukan menyukai ha rin-ahh!! kau hanya terobsesi saja pada ha rin-ah! bukan menyukainyyaa! kau hanya tak mau kalah padaku! kalau kau menyukai dia, tak seharusnya kamu menyakiti dia!!” aku berteriak agar youngmin bisa mendengarku. ia tak melempar-lempar lagi, ia terdiam.

“youngmin hyung, mian hae jika memang selama ini aku selalu membuatmu kesal, tapi jebal kembalilah seperti dulu jangan seperti ini jebal.” aku melanjutkan ucapanku dan terus menenangkan ha rin-ah. setelah aku mengucapkan itu, youngmin beranjak pergi meninggalkan aku dan ha rin-ah. semoga ia tidak melakukan hal yang aneh-aneh.

“ha rin-ah, ha rin-ah sekarang sudah tidak apa-apa.” aku melepaskan pelukanku.
PLETAK.
“yaa, namja babo! kenapa kau langsung menolongku? kau kan baru bangun dari koma! tadi kamu terlihat begitu kesakitan. jangan membuatku khawaatirr!!” dia menjitakkku dan memarahiku.

“aishh, appo,, huh, padahal kan aku sudah susah-susah menolongmu. dasar tak tahu terima kasih” aku mengelus-ngelu kepalaku yang di jitaknya. tenagannya lumayan juga.

“yaya, mian hae.. gomawoo kwangmin-ah.” balasnya.

“yaapp, ayoo kita pulang. sudah larut malam. pasti keluargamu dan sahabatmu mencemaskanmu.” aku langsung menggendongnya seperti putri (?). dan langsung berjalan.

“yaa! jaangan asal menggendong dong. aku malu.lagipula kakimu kan masih sakit” dia berkata dengan muka merah. haha lucu sekali mukanya itu.

“sudah diam saja jangan banyak bicara dan bergerak. jika kamu bergerak kakiku tambah sakit.” jawabku. kami sama-sama terdiam. dan akhirnya ha rin-ah berbicara.

“hmm, bagaimana kamu bisa tau aku ada di dalam gudang itu?” tanyanya sambil menguap. ahh sepertinya dia mengantuk. aku harus berjalan cepat agar cepat sampai rumahnya.

“hhmm, aku tidak akan memberi tahumu.” jwabku sok misterius.

“hmm apa kamu yang selalu ngasih roti coklat dan bunga setiap pagi?” tannya lagi dengan muka merah.

“hhmm ne.” jawabku singkat.

“kenapa kamu nolong aku kwangmin-ah?” tanyanya lagi.

“aissh, kamu tuh banyak nnanya.” jawabku

“ya! aku cuman nanya, tinggal jawab kan gampang” balasnya tak mau kalah.

“karena aku menyukaimu.” jawabku sangat cepat. kurasakan wajahku panas karena malu. dia terdiam. akhirnya aku melanjutkan kata-kataku.

“sarang haeyo ha rin-ah jeongmal saranghaeyo. aku akan terus melindungimu apapun yang terjadi.” ucapku lembut.

“nado sarang hae, kwangmin-ah.” ucapnya tersenyum dan mukanya memerah.

“nah, kau tidur saja. sepertinya kau lelah.” kataku padanya.

“nee kwangmin-ah. gomawo” ucapnya lalu memejamkan matanya. wajahnya begitu cantik ketika tersenyum, seperti bintang-bintang malam ini. aku akan terus menjaga senyumannya itu.

“sarang haeyo chagi” aku tersenyum padanya.

Pada saat itu disebuah taman.
youngmin POV.
“obsesi?” aku terus merenung. dan sepertinya semua itu benar. aishh, apa yang telah aku perbuat? aku hampir saja mencelakakan adik sendiri dan mencelakakan yeoja yang dia sukai hanya karena sebuah obsesi. aku mengacak-ngacak rambutku frustasi.

“haii, sedang apa kau disini malam-malam?” tanya seorang padaku.

“bukan urusanmu.” aku mendongakkan kepala. yang bertanya padaku adalah seorang yeoja. DEG tiba-tibaku jantungku berdetak kencang melihat senyuman yeoja ini. perasaan ini, perasaan yang berbeda jika bersama ha rin-ah. perasaan ini lebih nyaman.

“mian hae, jika aku membuatmu terganggu , aku akan pergi saja.” ketika ia hendak pergi. aku menahannya.

“tunggu, sebenarnya kau tidak menggangu.” aku memalingkan wajah agar ia tidak melihat wajah merahku. “kau sendiri sedang apa?” aku balik bertanya padanya.

“kalau aku memang selalu ke sini. untuk menenangkan diri. kau sendiri?” dia menghirup udara dalam-dalam.

“hemm, mungkin sama dengan mu.” jawabku singkat.

“tapi sepertinya kau sangat kacau. kalau kau mau kau boleh cerita padaku.” lagi-lagi dia tersenyum padaku. yang membuatku tak mau jauh darinya.

“hmm, aku bingung bagaimana minta maaf pada adikku dan pacarnya.dan aku tak yakin dia akan memaafkanku. karena aku telah berbuat jahat padanya.” tak tau kenapa aku menceritakan itu pada orang yang belum ku kenal.

“ohh seperti itu, menurutku kau harus tetap minta maaf padanya caranya hanya kau yang tau. dan aku yakin adikmu pasti memaafkanmu, karena bagaimanapun kau jahat padanya kau tetaplah kakaknya.” ucapnya tetap tersenyum dan memandangi langit yang terlihat begitu indah.

“ahh, kamsahamnida….” aku terdiam karena aku lupa menanyakan namanya.

“naneun lee je sang imnida. cheonmaneyo” ucapnya masih tetap tersenyum dan menoleh padaku.

“haha, jo youngmin imnida.aku akan mencoba nasihatmu itu dan kau tau senyumanmu itu sangat indah.” ucapku.

author POV.
akhirnya pada malam itu, mereka semua tersenyum bahagia sehingga langit malam itu juga ikut tersenyum menatap mereka.

THE END

yeyeyeye! tamattamat *jingkrakjingkrak* gimana? jelek atau bagus nih? mian deh kalo jelek😦
tapi aku harap kalian sukaa.. commentcomment yaaaaa
GOMAWO

This entry was posted by r13eonnie 강 하이에나.

19 thoughts on “[FREELANCE] Friend Enemy Lover – Part 4 END

  1. wahhh…seru and bkin deg2an…hihihihi..
    wah seru kl eonie bsa jd pnlis naskah bt film korea nih…psti bkl bnyk yg nnton..^^bt lgi ya nnti…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: