[FREELANCE] Finally I’m Yours

Author: Novia Nurfitriana
Genre : Romance
Rate : T
Cast : Jo Youngmin, Choi Rinrin and other
Type : Oneshoot

Note : Don’t like, don’t read. No plagiat, no bash and no silent reader(s) please! J FF ini pernah di-post di nobbiah.wordpress.com


***

Aku masih tidak percaya dengan apa yang aku lihat sekarang. Benarkah itu hoobae-ku sewaktu SMP?
Ya, hari ini adalah hari pertama tahun ajaran baru. Aku dan kembaranku, Kwangmin, melihat-lihat murid baru yang sedang berbaris di lapangan dari depan kelas. Dan tiba-tiba saja aku melihat seorang yeoja yang berada di barisan paling depan yang sukses membuatku terkejut.
Yeoja itu, aku menyukainya sejak ia menjadi murid baru di SMP-ku. Ralat, lebih tepatnya aku menyukainya saat ia menjadi murid baru di SD-ku!
“Youngmin, kenapa melamun?” tanya Kwangmin yang sukses membuat lamunanku buyar.
“Eh, um… Gwenchana,” jawabku dengan gugup. Ya, Kwangmin tidak tahu hal ini, dan jangan sampai dia tahu!
“Jinjja? Um, baiklah…” katanya, lalu melanjutkan aktifitasnya lagi, yaitu melihat-lihat murid baru yang sedang berbaris.
Kini tatapanku focus pada yeoja tadi. Sejujurnya, dia memang tidak terlalu cantik. Bahkan, kalau boleh jujur, jauh lebih cantik beberapa mantan yeojachingu-ku daripada dia. Namun entah mengapa aku bisa tertarik padanya, dari SD sampai SMA ini. Dari kelas 4 SD sampai kelas 3 SMA. Sudah 8 tahun!
“ Para murid, kalian diperbolehkan untuk masuk ke kelas!” seru Donghyun, teman sekelasku. Dia adalah OSIS di sekolahku.
Kini semua murid kelas 10 berhamburan. Dan kini aku sibuk mencari yeoja itu, Choi Rinrin. Ya, akupun mengetahui namanya dari seorang teman yang pernah memanggilnya saat SMP.
Pertama aku mencarinya di kantin. Saat aku mencarinya dengan susah payah, ternyata hasilnya nihil. Akhirnya aku memutuskan untuk mencari di seluruh kelas 10. Namun hasilnya sama saja, nihil.
Tapi aku tidak menyerah. Aku memutuskan akan mencarinya pulang sekolah nanti. Karena aku berjalan tidak melihat ke arah depan, akupun menabrak seseorang.
“Ugh… mianhae, sunbaenim, aku tidak tahu.”
Suara itu. Aku terbangun, lalu melihat orang yang tadi menabrakku. Dia… Choi Rinrin! Apakah ini mimpi?
“Eh, um… sekali lagi mianhae,” katanya. Ia tampak gugup saat bertemu denganku. Apa dia takut sekali denganku?
“Gwenchana,” kataku. “Kamu ini kenapa takut sekali?”
“Aku… aku…” ia terlihat gugup. “Aku…”
“Hm?”
“Aku pernah melihatmu sedang bertengkar dengan temanmu, jadi kupikir….”
“HAHAHA!” tawaku meledak. Beberapa murid yang melewatiku dan Rinrin langsung menoleh ke arahku dengan tatapan heran.
“Youngmin!”
Tawaku berhenti saat mendengar ada yang memanggilku. Ternyata Hyunseong.
“Apa?” tanyaku.
Hyunseong menghampiriku, lalu menatapku dengan tatapan marah. Ada apa sebenarnya?
“Kau keterlaluan,” katanya dengan nada dingin.
“Maksudmu?” tanyaku kebingungan.
“Yeoja yang tadi ada di depanmu! Kau menertawakannya, dan sekarang ia kabur entah kemana, ia menangis!” hardik Hyunseong.
Aku terkejut. Ia menangis?
“Lalu dimana ia sekarang?” tanyaku dengan nada panik. Ini tidak boleh terjadi, Youngmin! Orang yang kau sukai menangis karenamu!
“Pabo, mana aku tahu! Lebih baik kau cari pada saat pulang sekolah! Kau mengingat wajahnya, kan ?” tanya Hyunseong. Kini nada bicaranya telah melunak daripada yang tadi.
“Ne, aku masih ingat,” kataku.
“Baiklah kalau begitu, ayo kita ke kelas,” ajak Hyunseong.
Aku mengangguk. Kami berduapun berjalan menuju kelas. Selama perjalanan ke kelas, aku melirik ke dalam kelas 10-1 sampai 10-5, siapa tahu dia berada di kelas. Dan, usahaku tidak sia-sia! Ia berada di dalam kelas 10-3!
“Hyunseong, bisakah kau ke kelas lebih dulu? Aku ada urusan lain,” kataku.
“Urusan apa? jangan sampai kau menembak murid kelas 10 yang kau suka!” perintahnya. Akupun mengangguk dan masuk ke kelas 10-3.
Saat aku masuk, semua murid di kelas itu menoleh ke arahku, termasuk Rinrin. Ia tampak terkejut saat melihatku. Akupun tersenyum ke arahnya. Ia tampak salah tingkah.
“Kemari kau,” kataku sambil menatap ke arahnya. “Ya, yang berambut pendek dan berkacamata, ke sini kamu!”
Semua murid menoleh ke arah Rinrin. Banyak yang menatap dengan tatapan kau-ini-murid-baru-tapi-sudah-berulah-dengan-sunbae, namun tidak sedikit juga yang menatap dengan tatapan apa-hubunganmu-dengan-sunbae-itu.
“Aku?” Rinrin menunjuk dirinya sendiri.
Akupun menghampirinya dan menarik tangannya. Ia tampak terkejut dan makin salah tingkah. Namun aku tidak peduli.
Aku menarik tangannya ke luar kelas. Aku melepas peganganku, lalu berdiri berhadapan dengannya. Aku menatapnya dalam-dalam. Bisa kulihat mukanya memerah dan semakin salah tingkah karena perlakuanku. Ia menunduk, kedua tangannya meremas roknya.
Aku tertawa kecil, lalu mengangkat dagunya. “Jangan begitu, aku berjanji tidak akan tertawa lagi.”
Ia melepas tanganku dari dagunya. “N-ne,” katanya.
“Maafkan aku karena telah menertawakanmu,” kataku. Ia mengangguk.
“Soal aku yang bertengkar dengan temanku… itu benar. Tapi bukan berarti aku akan mengajakmu bertengkar,” kataku lagi.
“Ah, n-ne… hehehe,” katanya. Aku tersenyum.
“Jadi, maafkan yang tadi ya?” kataku. Ia mengangguk sambil tersenyum.
“Ciee Rinrin!” seru ketiga murid yang keluar dari kelas Rinrin.
“Kalian ini!” seru Rinrin, mukanya makin memerah, dan salah tingkahnya semakin menjadi.
Aku tertawa kecil. “Sudahlah,” kataku.
Ia mengangguk sambil tersenyum. “Um… boleh aku bertanya sesuatu?”
“Tentu saja,” kataku.
“Um… apa sunbae berasal dari National Elementary School dan Seoul Junior High School ?” tanyanya.
Aku membelalakkan mataku. Ternyata tidak hanya aku yang menyadari bahwa aku dan dia pernah satu sekolah, ternyata ia juga!
“Ne!” jawabku dengan semangat. “Kau juga, kan ?”
Ia mengangguk. Ia terlihat senang dengan jawabanku. “Ne, sunbae! Hehehe,” katanya.
“Rinrin, apa ini mimpi?” seru seseorang yang datang dari arah belakangku. “Ini kenyataan, kan ?”
Aku melihat orang itu. Ya, aku kenal sekali! Dia kan orang yang selalu dekat dengan Rinrin!
“Apanya, Hyunin?” tanya Rinrin.
“Kau itu jangan berpura-pura, deh! Hihihi,” jawab temannya yang bernama Hynin itu.
“Ya, aku tahu! Sudah nanti aku ceritakan!” kata Rinrin, wajahnya masih memerah.
“Oke!” Hyunin mengacungkan jempolnya, lalu pergi begitu saja.
“Mau cerita apa ke Hyunin?” tanyaku pada Rinrin.
“Itu, um… rahasia,” jawab Rinrin.
“Rahasia? Sudahlah, aku tidak akan bilang siapa-siapa,” kataku. Ya, aku yakin sekali bahwa yang ingin diceritakannya pada Hyunin pasti berhubungan denganku.
“Tapi tetap saja rahasia,” kata Rinrin.
“Baiklah kalau kau tidak mau memberitahuku,” kataku sambil mengacak rambut pendeknya. “Kau ceritakan ini ke Hyunin ya.”
“Eh?” dia tampak terkejut dengan ucapanku. Ternyata dugaanku benar, ia akan menceritakan kejadian antara aku dan dia! Hahaha….
“Sudahlah, jangan terkejut seperti itu,” kataku. Ia mengangguk.
“Um… begini,” aku melanjutkan perkataanku. “Aku tahu aku telah mengenalmu, begitu juga dengan sebaliknya. Kau pasti telah mengenalku, berhubung di SMP aku suka membuat masalah, jadi aku yakin kau pasti mengenalku.”
“Lalu?”
“Sejujurnya, aku menyukaimu…” kata-kata itu sukses meluncur dari mulutku.
Ia tampak terkejut. “Benarkah?”
Aku mengangguk. “Bahkan dari SD, sampai sekarang. Sudah 8 tahun. Bagaimana denganmu?”
Ia menundukkan wajahnya. Wajahnya semakin memerah seperti kepiting rebus. “Aku… aku juga menyukai sunbae. tapi aku menyukaimu sejak SMP, bukan sejak SD. Sejujurnya, aku terkejut dengan perkataanmu tadi. Aku tidak menyangka. Awal aku menyukaimu, aku memang sudah pesimis bahwa aku tidak mungkin berpacaran denganmu, karena kau itu orangnya cuek,” katanya.
Ia menggigit bibir bawahnya, lalu melanjutkan perkataannya. “Dan aku tahu beberapa mantan yeojachingu-mu. Dan kulihat semua cantik-cantik. Aku? Aku tidak cantik.”
Aku kembali mengangkat dagunya. “Tapi kau sukses membuatku tertarik padamu selama 8 tahun.”
Ia tersenyum. “Jadi?”
“Mau jadi yeojachingu-ku?” tanyaku.
Ia mengangguk. “Ne,” katanya. Senyumnya begitu menawan.
“Saranghae,” kataku. Kulepas tanganku dari dagunya, lalu kuacak lagi rambutnya.
“Nado,” katanya.
“Youngmin!”seru Kwangmin. “Kamu kemana sa… hei! Kau baru saja jadian?”
Kwangmin datang bersama Donghyun, Jeongmin, Minwoo, dan Hyunseong. Hyunseong menatapku dengan tatapan marah.
“Tadi aku bilang apa?” tanyanya.
“Aku tahu, Hyunseong,” kataku. “Tapi kini aku berjanji tidak akan menyakitinya.”
“Janji?” tanya Hyunseong.
“Janji!” kataku dengan yakin.
“Chukkae!” Minwoo memberi selamat padaku.
“Ngomong-ngomong, kenapa kau bisa menembaknya? Dia kan murid baru?” tanya Jeongmin.
“Hehehe, panjang ceritanya,” kataku. “Akan kuceritakan nanti.”
“Yang ini jangan lupa diceritakan ya,” kata Rinrin sambil mengacak rambutku. Sial, ia meledekku!
“Kau ini ya…” kataku sambil ingin mengacak rambutnya. Namun ia berlari menghindar dariku.
“Kejar aku, coba!” ledeknya. Akupun berlari mengejarnya. Sementara Donghyun, Hyunseong, Kwangmin, Jeongmin dan Minwoo menertawai aku dan Rinrin.

END

This entry was posted by r13eonnie 강 하이에나.

10 thoughts on “[FREELANCE] Finally I’m Yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: