[FREELANCE] Love at The First Sight – Part 1

Author: Yashifa SA
Cast: kwangmin & park yeon chan
Genre: friendship, romance
Rating: General
Type: twoshoot

NOTE : ini ff ke 4 author, tapi yang 3nya bukan di post disini, mohon maaf kalo ada kesalahan dalam penulisan atau dalam isi FFnya, semoga ff ini berkenan dihati para readers *formal amat-_- DISINI PARK YEON CHAN POV SEMUA YAA😀
jangan lupa comment~ author butuh itu! makasih~~
happy reading~~! ^^

PARK YEON CHAN POV
Pagi ini, aku harus sekolah seperti biasa..
Ya, namun entah kenapa kakiku terlalu malas untuk melangkah, karena hari ini adalah musim salju, aku ingin menikmati salju yang bertebaran diluar sana. Bukan menikmati soal-soal disekolah yang kerap membuatku pusing.

Kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi untuk membersihkan diriku. Seusai itu, aku menata diriku sebaik mungkin pagi ini, walau hatiku tak baik untuk saat ini.

Setelah semuanya rapih, aku hendak ke bawah karena kamarku berada di lantai atas.
Soal sarapan…nanti saja! Lalu kuambill sepatuku dan berjalan dengan riangnya, kulirik jam tanganku, omo~ kupercepat langkahku menuju halte bus. Karena aku yakin aku akan telat.

@@@@@@

Di Sekolah…

Dan benar saja dugaanku. Aku terlambat masuk untuk yang kesekian kalinya! Huh, bagaimana caranya aku dapat memasuki sekolah ini ya? Ahh, aku ada cara! “uuuh..sakit.. pak, tolong pak bukakan pagarnya, saya jatuh dan terkilir..” kataku berpura pura sakit. pak satpam itu kemudian membukakan pagar dan menghampiriku.

Belum saja pak satpam itu bertanya, aku sudah kabur menuju kelasku. Ah biar saja satpam itu beranggapan buruk tentangku, paboya! Kenapa dia percaya begitu saja? PABO! Biarlah, yang penting aku bisa masuk.

Kemudian aku menghampiri kelasku yang lumayan jauh itu. Kuketuk pintu kelasku, dan kubuka pintu itu. Huhh syukurlah.. sedang tidak ada guru yang mengajar, jadi aku bisa bebas selama 1 jam ini~~ indahnya dunia~

@@@@@@

ketika istirahat…
Aku mengecek lokerku, aku rasa ada yang tertinggal disana. Ketika kubuka pintu lokerku, aku dikejutkan dengan setumpuk amplop. Ada yang berwarna pink, ada juga yang diberi pita. Kulihat satu persatu siapa pengirimnya. Secret admirer? Penggemar rahasia?? Apa maksudnya ini? Surat ini menyita perhatianku. Akupun segera membukanya dan membaca dalam diam.

‘apakah kau pernah merasakan jatuh cinta?

Apakah itu menyenangkan? Atau justru menyakitkan?

Kurasa aku sedang jatuh cinta, entah dari mana asalnya,

perasaan itu muncul dengan sendirinya

Aku tak mengerti akan ini, seakan berbeda dari sebelumnya

Apa ini yang dinamakan cinta?

-your secret admirer-

Aku heran, mengapa dia memberitahuku tentang perasaan nya itu? Kenapa aku?
Memangnya aku ada hubungannya dengan yeoja yang selama ini menghantui pikirannya? Entahlah.. aku terlalu bodoh untuk memikirkan itu semua.

Soal surat lainnya… ah sudahlah aku simpan saja di dalam lokerku, aku malas membacanya. Rata rata pengirimnya bukan lah orang yang kukenal, mereka asing bagiku. Namun entah kenapa aku justru menyimpan surat misterius ini ke dalam tasku

@@@@@

Seusai istirahat, aku kembali memasuki kelasku dan mengikuti pelajaran yang berlangsung selama 1 jam. Entah kenapa, aku tak fokus pada pelajaran ini, pikiran ku terus terngiang akan ‘siapa pengirim surat ini?’

Setelah lamanya seonsaengnim bercengkrama dengan papan tulis, ya itulah kebiasaan bodoh guru. Mereka terlalu bersemangat mengajar. Sehingga mereka kadang terlihat sedang berbicara dengan papan tulis.

Akhirnya pelajaran ini usai. Aaah.. saatnya PULANG! waktu yang sedari tadi kutunggu tunggu akhirnya datang juga..
Ketika aku keluar kelas, sebentar, akh sepertinya ada yang tertinggal..tapi apa?
……

Aigo!! Surat itu! Langsung saja aku kembali ke kursiku dan mencari cari surat yang kuselipkan diantara buku-bukuku. Namun, hasilnya nihil.
Aaah mengapa surat itu bisa menghilang secepat kilat? Masa iya tertiup angin? Alasan bodoh!

Ah bagaimana ini!! Aku pun mulai frustasi. Tiba-tiba kurasakan ada tangan yang menyentuh pundakku. “nuguseyo? Kau tidak melihat aku sedang kesusahan mencari surat?!” tanyaku tanpa menoleh terlebih dahulu. Masih dengan perasaan kesal.

“apa kau mencari…ini?” tanyanya menunjukkan surat itu didepan mukaku. Kutatap surat itu…Surat itu!! “surat ini.. mengapa ada di tanganmu?” tanyaku lega sekaligus heran.

“tadi ketika kau sedang melamun, kulihat kertas ini terselip diantara buku bukumu, aku penasaran apa isinya. Langsung saja aku ambil dan kubaca” jawabnya enteng seakan tak punya beban

“mwo??! Jadi kau membacanya? Aigo~ kau ini tak sopan sekali!” aku malah tambah frustasi mendengarnya

“lagipula, kau tak tau kan siapa pengirimnya? Disitu hanya tertera ‘YOUR SECRET ADMIRER’. Haha aku heran, mengapa yeoja sepertimu mempunyai penggemar rahasia? Padahal kau ini yeoja biasa ” Katanya yang secara jelas meremehkan ku.

“lagipula, jika aku punya atau tidak punya penggemar, itu bukan urusanmu. Dan itu sama sekali tak merugikanmu!” kataku sedikit membentaknya

“ aku merasa dirugikan, kau tau?” tanyanya menatap tajam kearahku.

Ah aku semakin tak mengerti tentang namja ini. Sudahlah, aku pergi saja.
“mau kemana kau?” tanyanya cuek. “pulang” kataku, tanpa basa basi, aku langsung meninggalkan namja itu sendirian. Aku semakin kesal dibuatnya. :@

@@@@@

Sesampainya dirumah…
Aku langsung menuju kamarku. Huh, siapa namja itu? Bisa bisanya menyembunyikan surat ini. Dan seenaknya membuatku frustasi mencari surat ini. Akh! Sudahlah, lupakan saja.

Akupun langsung menuju kamar mandi, kubasuh tubuhku. Ini sedikit mengurangi beban dikepalaku~ setelah selesai mandi, ku tatap wajahku dicermin. Kurapihkan rambutku agar terlihat baik, naah selesai!

@@@@

Malamnya…

Aku makan sendiri. Ya, hidup sendiri itu tidak enak. Kadang aku kesepian, butuh kasih sayang. Disaat aku sedih, aku butuh pundak untuk bersandar, aku butuh teman untuk menghiburku.
Bahkan disaat sekarang, makan malam ini terasa hambar.
Tess.. kurasakan airmataku jatuh dari pelupuk mataku. Ya, aku menangis sekarang.

Mungkin kalian beranggapan bahwa aku ini orangnya kuat, namun dibalik kuatnya aku ini, aku ini begitu rapuh. Disaat saat seperti ini, aku ingin seseorang hadir disampingku. Tapi, siapa?

Menjalani hidup ini begitu sulit, apalagi sejak orangtuaku meninggal karena operasi yang gagal. Bahkan aku pun belum sempat meminta maaf atas kesalahan kesalahanku pada mereka. Namun mereka pergi dengan cepatnya, menyebabkan sekarang aku sendiri.

@@@@@@

Keesokan harinya ketika disekolah….

“hey kau! Tak baik melamun seperti itu” tiba tiba suara itu mengagetkanku. Suara namja yang kukenal

“hah? Ah mianhae” kataku meminta maaf. “…eh, kau ini namja yang kemarin kan? Mengapa kau ada disini?” tanyaku, emosiku kembali naik

“ne, waeyo? Kau keberatan aku ada disini? Okelah aku pergi” ucap namja itu.
Namun aku merasa tak enak, “tunggu!” ucapku tiba tiba

“eh? Kenapa lagi?” tanyanya sambil membalikkan badannya kearahku.

“aniyo, kau disini saja. Aku tidak keberatan” aku memberanikan diri

“oh ne” namja itupun kembali duduk disampingku “siapa namamu?” tanyanya lembut, beda sekali dengan kemarin

“joneun.. yeon chan imnida, neo?” aku balik bertanya dan menjulurkan tanganku “kwangmin imnida” dia meraih tanganku. AISH! Aku malu ya tuhan! *blush* semoga dia tak menyadari kalau mukaku merah sekarang~ aiiih apa yang harus aku lakukan?

“gwencana?” tanyanya “hmm..ne..” jawabku salah tingkah. Kuberanikan diri untuk menatap nya. Kulihat dia ternyum padaku, senyum yang mampu membuat mataku tak beralih, senyum yang tulus itu..yang kulihat sekarang.

Akupun membalas senyumannya. Walau mata ini masih tak bisa lepas dari pandangannya. Aaah aku ini kenapaa? Apa ini yang dinamakan “love at first sight”?

“hmm aku lapar, mau ke kantin?” sepertinya dia sadar akan tatapanku. “ah, ne” jawabku singkat. Seketika dia menarik tanganku. Aku pasrah. Aku pun mengikutinya dari belakang.

“kau mau pesan apa? Biar aku pesankan” tanyanya, “aku..kimbap saja, tapi… lepaskan dulu” kataku sambil menunjuk tanganku yang terus digenggamnya. “ah,ne. Mianhae” dia pun melepaskan genggamannya. Kulihat dia sedikit salah tingkah.

Setelah beberapa menit kemudian…

“jjaang~~ “ kwangmin menaruh pesanan nya dan tentunya dengan pesananku juga.
“gomawo oppa” aku tersenyum, lagi lagi aku tak bisa melepas pandanganku pada matanya.

“mwo?! Oppa? Sejak kapan kau memanggilku oppa?” tampak terkejut pada raut wajahnya. “eh? Ah mianhae kwangmin-ssi” akupun mengambil kimbap ku yang sejak tadi belum tersentuh olehku. Aku pura pura mengalihkan pembicaraan, segera saja aku melahap kimbapku, mashita! :9

Eh, mengapa kwangmin melihatku seperti itu? “kau tidak memakan itu?” tanyaku memulai pembicaraan

“aniyo, tampak nya kau lapar sekali, ini buatmu saja” kwangmin menyerahkan makanannya kepadaku. “aniyo kwangmin-ssi. Kau salah tebak, sudahlah, kau makan saja. Aku tak suka kalau makan sendiri seperti ini. Setiap hari aku selalu sendiri. Aku ingin kali ini aku bisa merasakan bagaimana ditemani seseorang, jebal~” aku memohon padanya.

Tampaknya aku berhasil! Kwangmin mengambil alih makanannya itu dan kemudian melahapnya. Kulihat wajah tampan nya itu untuk kesekian nya. Ah, aniyo! Kau tidak boleh seperti ini terus~!

“eh? Kenapa kau menatapku seperti itu?” pertanyaan kwangmin sukses membuatku salah tingkah. “ah, aniyo~ aku tidak melihatmu ko, hanya saja….”

“apa wajahku ini terlalu tampan sehingga kau terus terusan menatapku seperti itu?” omonganku terpotong olehnya

“MWO?” aku membulatkan mataku “kau ini, bisa bisanya kau mengakui bahwa dirimu ini tampan, buktinya, sampai sekarang kau belum punya yeoja chingu. Berarti itu tandanya kau ini tak laku!” ucapku ceplas ceplos

“hey! Jangan asal bicara kau! Aku ini bukannya tak laku. Selama ini banyak ko yeoja yang tergila gila padaku, bahkan mereka memintaku jadi namjachingu mereka” kemudian kwangmin melanjutkan perkataannya
“…tapi aku sedang menunggu seseorang yang selama ini aku cintai. Aku harap dia juga mencintaiku” lanjutnya dengan nada yang sedikit direndahkan

“hmm siapa yeoja itu? Pasti dia beruntung banget ya, bisa di cintai orang sepertimu” hatiku mencelos. Apa ini yang dinamakan cemburu? Tapi..aku cemburu pada siapa? Bahkan aku pun tak tau siapa orangnya. Ah aneh sekali

“hah? Kenapa kamu bisa beranggapan seperti itu? Memangnya kau tau orangnya siapa?” tanyanya kepadaku

“aniyo, karena…kau ini tampan dan banyak disukai yeoja. Makannya, beruntung sekali yeoja yang kau sukai, bahkan kau cintai”

“kau ini kenapa sih?” tanyanya sambil menatapku penasaran sekaligus bingung.

TO BE CONTINUE~~~~~

This entry was posted by r13eonnie 강 하이에나.

9 thoughts on “[FREELANCE] Love at The First Sight – Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: