[FREELANCE] Love Story With You – Part 1

Title                 : Love Story With You (part 1)

Author             : @dara_daroen

Main cast        : –  Na Min Ra (shes’s me!! ^^)

–    No Minwoo

Support cast    : –  Jo Youngmin

–    Yoona

Genre              : Romantic , Sad

Rating              : General

Length             : Chapter

Hari ini aku malas bangun dari tidurku. Percuma saja aku bangun, jika tak melakukan apa-apa. Ya, benar. Hari ini tak akan ada aktifitas apapun yang harus kulakukan. Hari ini hari Minggu, kuliahku pun libur. Maka entahlah apa yang bisa kulakukan hari ini..

Setelah kusempatkan tuk membuka mataku lalu terduduk di pinggir kasur. Teringat lagi mimpiku semalam, dan itu sepertinya mimpi buruk yang seharusnya tak boleh kuimpikan -___-

Mimpiku itu…… Aku tengah terduduk di atap apartemenku sambil menengadah ke langit, lalu tiba-tiba ada seseorang menepuk pundakku. Kulihat dia adalah seorang namja, dan aku sangat kenal sekali dia. Dia No Minwoo, namjachinguku. Lalu dia terduduk disampingku dan menyunggingkan senyumnya padaku. Setelah itu……. Aku terbangun dari mimpi –”

Aigo! Entah apa arti mimpi itu. Apakah aku merindukannya? Aiihh memang sih aku dan Minwoo sudah tak saling komunikasi lagi selama sebulan. Aku berkali-kali mengirim SMS dan menelponnya, bahkan aku sempat mengunjunginya ke dorm nya tapi dia tak ada. Aku tau Minwoo pasti sibuk. Tapi mengapa seperti ini? Mengapa sampai segininya? L

Ya, Minwoo namjachinguku itu adalah salah satu member Boyband Boyfriend yang kini tengah sibuk dengan album barunya. Aku tau dia sibuk, aku tau. Tapi apa tak ada waktu luang sedikitpun??

Aku telah menjalani hubungan dengan Minwoo selama 5 tahun. Awal hubungan kami ini sejak SMP, ketika dia masih kelas 7 dan aku kelas 9. Saat itu aku sempat menolaknya karena dia terlalu muda, aku agak malu pacaran sama brondong. Kekekeke~ tapi setelah dia menunjukkan bahwa dia benar-benar mencintaiku, yasudah aku terima dia dgn sepenuh hati ^^

            5 tahun berjalan.. Kami makin sibuk dengan urusan masing-masing. Apalagi Minwoo, dia jadi sangat sibuk sejak debutnya bersama Boyfriend. Banyak hal yang telah membuat Minwoo seakan membuangku akhir-akhir ini.

~~~

            Setelah bangun tidur, aku langsung kekamar mandi. Hanya untuk mencuci muka. Lepas itu aku tertidur lagi di kasur.

Tiba-tiba ketika aku tengah tidur pulas, handphone ku berdering dan menandakan ada SMS masuk. Itu ternyata dari Yoona, sahabatku.

From : Yoona

Min-Ra! Hey bangun bangun. Ayolaah dasar tukang tidur -___-

Ada info nih, Boyfriend nanti perform di Inkigayo, so pasti ada Minwoo kan. Nah kesempatan, kau bisa melepas rindu padanya. Ayo cepat lah, mereka tampil jam 13.00 . jangan ketinggalan!!

Aku kaget membaca SMS itu tapi aku pun agak malas. Haaahhh apa aku harus datang?

Aku pun tertidur lagi. SMS dari Yoona aku abaikan. Dan akupun seakan cuek dengan adanya acara perform Boyfriend nanti.

Aku membuka mataku dan kulihat jam sudah pukul 11.00 ternyata. Aigo! Segera aku cek handphone dan ternyata banyak sekali SMS dari Yoona. Sampai 5 kali dia SMS yg isinya mengingatkanku untuk tidak ketinggalan perform Boyfriend.

Langkahku gontai menuju kamar mandi. Aku bergegas pergi ke Inkigayo.

~~~

            Aku telah sampai di Inkigayo, ramai sekali disini. Huuhhhh aku sangat malas sebenarnya kesini tapi ya demi melihat namjachinguku yang menyebalkan itu sajalah, mungkin hanya sesaat. Aku juga rada malas bertemu dengannya, karena kekesalanku padanya melebihi batas -__-

Tepat jam 13.00 sekarang. Dan inilah saatnya Boyfriend tampil. Mereka menaiki panggung dan mulai perform. Lagu yang mereka bawakan itu Don’t Touch My Girl. Ah! Aku jadi teringat disaat Minwoo menyanyikan lagu ini untukku di hari unniversary kami. Hari itu…. AAAAHH~

Lamunanku buyar ketika Minwoo yang sedang perform memandangku dan akupun memandangnya. Namun, dia mengalihkan pandangannya dan cuek sama sekali padaku. Tak ada satu senyuman pun terlukis untukku. Aku seperti dianggap orang biasa disini. Aigo!😥

Sebelum Boyfriend usai perform aku sudah keluar dari sana. Aku lebih baik pulang. Sia-sia sekali aku sampai rela kesini.

Aku menunggu taksi lewat. Dan ketika kuingin menaikinya, tanganku ditarik seseorang. Dia lalu menyeretku dari tepi dan menyuruh taksinya pergi.

”Hey noona! Apa kau ingin pulang? Mengapa tak menemui namjachingumu?” serunya padaku. Yang menarik tanganku itu ternyata Youngmin, salah satu member Boyfriend pula.

“Ah aigo!.. hmmmm. Ani. Aku tak ingin bertemu dengannya. Memang aku masih dianggap yeojachingunya? Haha pasti tidak” jawabku dengan datar yg sebelumnya terkaget dulu.

”Haaahh ayolah dia masih menganggapmu. Cepat temui dia Min-Ra” ujar Youngmin. Dia langsung menarik tanganku dan membawaku masuk hingga ke dorm mereka.

”Aiihh apa-apaan ih . Aku tak ingin bertemu dengannya, dia pun pasti tak ingin bertemu denganku” seruku padanya seraya melepaskan tangannya.

”Heh! Jangan asal bicara kau. Dia itu namjachingumu, mana mungkin seperti itu” serunya lagi padaku. ”Ah Ne.” ujarku dengan pasrah. Lalu aku ikut masuk kedalam bersama Youngmin.

Didalam tak ada siapapun. Youngmin pun terkaget mendapati isi dorm itu sepi. Aku pun langsung beranjak keluar dorm.

”Hey noona! Tunggu dulu saja mereka sedang keluar sebentar mungkin. Hey!” seru Youngmin dengan teriakan. Aku lebih baik berlalu saja.

Huuhh semuanya benar-benar sia-sia. Kenapa sih Youngmin harus menyeretku kedalam sedangkan yang didapat hanya nihil. -_____- sungguh menyebalkan.

Aku cepat-cepat lari keluar dan kudapati Minwoo dan member Boyfriend lainnya tengah berada dikerubungan fans-fans. Dan kulihat Minwoo sedang memeluk seorang wanita. Setelah itu ia menatap kearahku namun tak senyum, malah dengan cepat dia mengalihkan tatapannya dariku.

Aigo! Itu tadi sangat menyakitkan. Dua kali sudah aku disakiti olehnya hari ini. Langkahku makin kupercepat menuju pulang. Dan tak nampak maupun terdengar suara panggilan dari Minwoo, padahal aku sangat mengharapkannya.

~ ~ ~

            Malam ini tepatnya jam 20.00 aku akan bertemu Minwoo di taman pertama kalinya kita bertemu. Aku sudah titip pesan ke Youngmin untuk Minwoo agar Minwoo datang ke taman.

1 jam…

2 jam..

Dan… 3 jam sudah aku menunggunya. Tapi dia tak kunjung datang. Kemana dia? Kemana? Ahhh ternyata benar dugaanku, dia itu sudah melupakanku.

Sekarang sudah jam 11.00 malam. Di taman ini sangat sepi, aku sebenarnya takut sendirian disini. Aaahh Minwoo, kemana kau? Setega ini kau kau padaku? T_T

Tak terasa airmata menetes dipipiku. Ya, aku menangis. Entah harus apalagi yang ku akan lakukan. Kesabaranku pada Minwoo sudah melebihi batas. Aku terlalu sering sesakit ini.

Tangisku pecah dimalam yang hening ini. Isakku pun mulai semakin tak tertahan. Aku tak tahan membendung semua ini. Tangis ini selalu kutahan, selalu.

Tetapi, disaat aku terbangun dan berjalan mulai meninggalkan taman, tanganku diraih oleh seseorang. Saat itu aku kaget, panik, takut. Aku takut kalau itu bisa saja hantu. Kan sekarang ini sudah tengah malam. Aku terbelalak dan berteriak tanpa menengok.

Tiba-tiba orang yang menyentuh tanganku itu membalikkan badanku. Aku langsung terpejam karena takut jika itu benar hantu. O,o

Dalam pejaman mataku, aku mendengar orang didepanku itu tertawa geli. Hmmmmm. Waeyo? Masa hantu bisa tertawa? Bahkan tawanya ini sangat lucu.

“Aaaahhh kumohon jangan ganggu aku. Aku ingin pulang sekarang juga. Kumohon aku takut. Aku takuuuutt…” ujarku dengan tangisan dan mata masih terpejam. Terdengar lagi suara tawa tadi didepanku.

“Kumohon aku ini seorang yeoja. Kumohon… aku masih terlalu penakut untuk melihat dan bertemu denganmu. Oh hantu yang baik.. pergilah kumohon. Pergi…” ujarku polos dengan mata masih tertutup.

Tiba-tiba tak ada suara apa-apa lagi disekitarku. Tawa itu, tawa itu sudah tak terdengar lagi. Aaaaahh syukurlah. Aku meraba-raba kedepan dgn mata masih kupejamkan. Hmmmm tak ada apa-apa😀

“aaah akhirnya hantu itu mengerti apa yang kumaksud.” Kataku seraya membukan mata perlahan-lahan.

Ketika aku melangkah tiba-tiba ada yang memelukku dari belakang. Aigo! Apakah hantu itu lagi? Ya ampuuun T_T

Aku kaget ketika yg memelukku itu membalikkan badanku dan membawaku dalam pelukannya. Aaahh~ kini aku didalam dekapannya. Aku sempat kaget sebelumnya tapi setelah aku kenali harum jaket orang ini, aku mulai tersenyum dan sedikit tenang.

‘Aigo. Apakah ini…..’ gumamku dalam pelukkan.

Aku segera melepaskan pelukkan dan melihat sesosok namja, namja yang memelukku ini. Ya! Dia Minwoo. Aigo…

O,O “Min… Mi.. M.. Minwoo! Ya! Apakah kau?” ujarku terbata-bata dengan mata melotot. Dia hanya tertawa.

“Ne, Min Ra. Ini aku, Minwoo” jawabnya dengan senyum manisnya.

Aku tersenyum juga tapi hanya sesaat, aku langsung cemberut dan menundukan kepala.

Aku mendorong badan Minwoo. “Ah BABO! Mengapa kau datang? Bukankah kau tak peduli lagi padaku? Hah?” geretakku padanya.

“Hey.. Aku sudah datang. Apakah ini bukan bukti bahwa aku peduli padamu? Aku sudah sempatkan waktu untukmu. Apakah kau tak bahagia dengan ini?” Tanya Minwoo.

“Mana ada peduli seperti itu! Aku sudah menunggumu 3 jam lebih disini! Aku sudah meneteskan banyak airmata karenamu hari ini. Aku sudah rela demimu hari ini. Tapi kau hanya menyempatkan ini untukku? Apa itu kepedulian? Aku benci kau Minwoo!!” jelasku panjang lebar pada Minwoo. Sungguh berat rasanya mengatakan benci pada Minwoo, tpi ini yg sesungguhnya.

Minwoo terdiam. Aku masih tertunduk.

“aku ingin… aku ingin akhiri semua ini Minwoo” kataku dengan ragu tapi pasti padanya.

“MWO? Apakah kau sungguh? Kau memutuskanku? Waeyo Min Ra?” Tanya Minwoo tak henti dan menengadahkan wajahku. Daguku diangkat olehnya. Aku melepaskannya.

“Cukup Minwoo! Aku sudah muak dengan semua ini. Aku tak bisa menahan ini. Kau selalu menyakitiku. Seminggu kau tak membalas SMS maupun telfonku. Bahkan kau sama sekali tidak menghubungiku. Dan tadi, di Inkigayo. Cukup jelas kau lebih mementingkan fans daripada aku! Cukup Min…..” jelasku pada Minwoo, tetapi perkataanku terputus ketika Minwoo menempelkan mulutnya kemulutku. Lembut… Tapi, mengapa?

1 detik…

5 detik…

10, 20 , 30 detik… Minwoo melepaskan ciumannya.

Aku terbelalak dan kaget setengah mati. Aku tak berkutik.

“Cukup Min Ra.. aku tak mau dengar kau mengeluh seperti itu lagi. Dan aku tak ingin kita mengakhiri semua ini. Kita sudah 5 tahun bersama. Aku tak ingin berakhir sampai disini. Aku ingin kita nanti sampai ke pelaminan. Maafkan aku.. Maafkan aku sudah cuek padamu. Tapi kau tau pasti kan aku sibuk sekali. Bahkan handphone pun aku tak urus selama ini. Jadi ku tak bisa menghubungimu. Dan tadi siang itu aku hanya ingin menyenangkan fans, sebenarnya aku ingin menemuimu tapi kau sudah terlanjur pulang Min Ra. Maafkan aku…” jelas Minwoo padaku.

Aku menangis. Minwoo memelukku. Dalam isak tangisku, aku berkata “ Minwoo, apakah semua itu benar? Tapi… aku….” Minwoo melepaskan pelukkan. Dia menyeka airmataku.

“Ku mohon. Percayalah sepenuhnya dengan aku. Aku berjanji tak akan pernah menyia-nyiakanmu, my princess” ujar Minwoo dengan senyum yang terlukis manis di bibirnya. Aku menghapus airmataku dan tersenyum pula.

“Ne. aku pegang janjimu Minwoo. Kuharap kau tak hanya memberikan janji palsu” ujarku padanya.

~ ~ ~

            Malam ini sangat indah. Tengah malam ditaman ini bukan suasana yang menyeramkan bahkan malah menyenangkan. Itu sebabnya karena ada Minwoo disampingku.

“Minwoo..” seruku manja pada Minwoo. Minwoo menengok.

“Ada apa, Chagiya?”  Tanya nya padaku sembari senyum.

“Apa kau tak bosan daritadi hanya duduk disampingku. Apa kau tak ingin pulang?” tanyaku padanya. Minwoo bergumam.

“Mana bisa aku bosan kalau ada kau disisiku. Aku betah bersamamu Min Ra.. Pulangnya nanti saja ya. Hehe” ujarnya manis.

“Aihhh kau ini. Gombal aja. Tapi aku ingin pulang, gimana dong?”

“Yaaaahh. Aku tak ingin pulang tapinya. Biarkan kita disini sampai tengah malam okey?” seru Minwoo manja.

“Hey! Kau tak lihat jam kah? Sekarang sudah jam 01.00 dinihari. Sudah lewat dari tengah malam. Ayolah pulang, tak baik keluar hingga malam begini. Apalagi untukku, seorang yeoja.” Gerutuku padanya dengan cemberut.

“Ahh. Baiklah. Demi yeoja tercintaku ini, aku rela meninggalkan surga untuk sementara. Hmmmm oke. Pulang deh..” seru Minwoo mengalah.

“alaaaaah lebay nya dirimu. Surga segala haha. Apa ini yang disebut surga? Aneh ah. Haha”

“Yeeeee. Bermalam berdua denganmu itu surga namanya. Walapun tempatnya menyeramkan seperti ini tapi denganmu terasa seperti tempat yang paling indah.”

“Aihh Minwoo cukup, jangan berlebihan lagi ah~” seruku padanya.

Minwoo berdiri. “baiklah, ayo pulang” dia melangkah mulai menjauh.

Aku masih terdiam duduk. Aku masih malu karena ucapan Minwoo tadi. Haha. Seperti surga katanya? Aigo. Romantisnyaaaaa~

“HEY! Apa kau tak tau? Jika kau sendiri disana, akan ada yang menemani loh. Tapi hati-hati, bukan orang yang menemanimu, tapi…… semacam hantu!!” teriak Minwoo dan melangkah lagi.

Omo???!

Aku segera berlari mengejar Minwoo. Takuuuuuuut, sungguh takut aku. Aku berlari dan berhasil sampai disamping Minwoo. Segera aku raih tangannya.

“Minwoo. Jangan takuti aku” gerutuku manja pada Minwoo.

“Hahaha dasar penakut. Tapi kau lucu kalau ketakutan seperti itu” seru Minwoo dengan tawa gelinya.

Aku melepaskan tangan Minwoo yang kupegang tadi. “Huh kau ini!”

“hmmmmm. Apalagi ketika kau menangis ketakutan dan memohon kepdaku saat kau terpejam. Kau sungguh babo. Masa aku ini dikira hantu? Aigo.. haha tapi kau sungguh lucu Min Ra. Haha”

Omo??! Aaah aku lupa. Tadi aku sempat ketakutan heboh ketika aku kira Minwoo itu hantu. Huh abisnya mengagetkan sih tadi dia tiba-tiba memegang tanganku. Tertawa pula…. Brrrrrr…

“Ahhh sudahlah. Lupakaaaan. Lupakan.. “ ujarku pada Minwoo. Minwoo tertawa geli dan merangkulku.

~ ~ ~

            Huaaaaaa~ Pagi ini terlihat cerah tapi mengapa dingin sekali? Ku tengok keluar kaca.     Wuaaahh salju?. WINTER TIBA!!!

Aduh aku belum menyiapkan peralatan winterku. Semuanya masih tertata di tasku didalam lemari. Tetapi tas itu sudah tertumpuk banyak baju-baju lain. Yaampuuuun.

Aku segera keruang bawah. Kudapati di meja tamuku ada beberapa bingkisan. Bingkisan itu lucu, warnanya kesukaanku, Orange. Hmmmmm. Sepertinya aku tau sesuatu…

Segera aku buka bingkisan-bingkisan itu satu per-satu. Ada jaket , sweater tebal, sarung tangan, kaus kaki, sepatu, sandal bulu, dan beberapa pelaralatan winter. Aigo.. semua ini yang sedang kuperlukan.

Kudapati surat didalam bingkisan terakhir.

From : Minwoo

My Princess.. Aku tau pasti kau belum siap dengan semua peralatan wintermu kan? Sudah kutebak. Untung saja aku masih baik memberimu semua ini. Keke~

Oh ya, kutunggu kau di taman biasa ya. Gunakan semua baju-baju winter yang kuberi okey? See you my love :*

“Waaahh aku tau semua ini pasti dari malaikatku. Haha siapa lagi? Aigo.. Minwoo gomawoyo” ujarku sembari memeluk surat itu.

~ ~ ~

Baju winter yang Minwoo berikan bagus-bagus. Cocok sekali dengan selera dan keinginanku. Aaah~ dia memang yang paling mengerti apa yang aku suka.

Huh. Oke, aku sudah siap dengan semuanya. Sweater, topi, shall, sarung tangan, kaus kaki, sepatu. Yap, aku siap menghadang salju diluar. Keke~

Ku tapakkan kakiku ke pekarangan apartementku yang penuh tumpukan salju. Ku lipatkan kedua tanganku menutupi dada. Dingin… huh tapi untungnya sweater pemberian Minwoo ini berhasil mengurangi kedinginan salju ini.

Aku sampai di taman tempat biasa aku dengan Minwoo bersama. Suasana disini lebih indah disaat winter. Salju-salju yang bertumpuk malah membuat pekarangan taman terlihat sejuk. Aigo… Bagaikan di Surga.

Aku duduk disalah satu kursi taman. Di taman ini sepi. Mungkin semua orang masih enggan keluar rumah. Mereka mungkin masih perlu beradaptasi dengan musim baru ini. Ya jelas, hari ini hari musim dingin pertama untuk tahun ini.

“aigo Minwoo. Tolong jangan buat aku melakukan hal yang sama dulu ditaman ini. Masa sih aku harus menangis lagi menunggumu. Aduh padahal kan ini kau yang meminta aku datang. Aduh babo deh” gerutuku sendiri.

Kurasakan mataku hangat karena ada tangan yang menutupi mataku. Aku tebak! Minwoo! Ya!

“MINWOO~ah..” panggilku manja seraya melepaskan tangannya.

“ah tak seru! Mengapa kau sangat pintar bisa menebak kalau ini aku?” seru Minwoo lalu duduk disampingku.

Dia tampan sekali dengan kostum musim dinginnya. Dengan jaket bulu tebal berwarna hitam juga jeans hitam dan shall yang melingkar dilehernya membuatnya tampak keren. Rambutnya pun kini berubah style. Yaampun dia makin tampan!

Aku terbelalak melihatnya, kupelototi penampilannya dari atas hingga bawah. Minwoo kebingungan melihatku.

“Waeyo Mi Ra? Ada yang salah kah?” tanyanya bingung.

“Ah Ani. Kau.. Kau hanya tampak keren dan memukau My Prince. Kekeke~ kau tampan sekali!!” seruku padanya. Minwoo tertawa mendengarku seraya mengacak-acak poniku.

“aiihh. Bisa kah tak mengacak-acak rambutku? Sudah rapi tadi tapi mengapa kau mengacaknya. Haduuhh kau ini” gerutuku sambil merapikan poni.

Minwoo menatapku. Tatapannya… Ahh begitu dalam. Dia terus menatapku tak berpaling. Pandanganku yg sebelumnya berpaling dari Minwoo kini mulai memandangnya lagi. Aku tersenyum.

“Kenapa? Kau menatapku seperti itu. Aku…. Aku takut.” Ujarku padanya.

Minwoo melukiskan senyum manisnya padaku. Dia mendekatkan dirinya padaku dan merangkulku.

“Aku bahagia. Karena di hari musim dingin pertama ini bias kuawali bersama dirimu.” Ujar Minwoo sambil menatap langit.

“Na Do.” Kataku meresponnya.

Kami berdua menikmati awal musim dingin ini.

~ ~ ~

“Min Ra~ah” sahut Minwoo tiba-tiba mengagetkanku.

Aku menatapnya yang telah berhenti mengukir gambar di pohon, kini ia terduduk kembali di bangku taman tadi.

“Aku akan meninggalkanmu akhir-akhir ini. Aku tak bisa bersamamu dulu akhir-akhir ini. Aku tak mungkin bisa.. tak mungkin bisa bertemu dirimu Min Ra” ujar Minwoo. Aku pun terhenti mengukir di pohon pula dan segera duduk disampingnya.

“waeyo? Tiba-tiba kau berkata seperti ini? Memangnya kau ingin kemana?” tanyaku penuh kebimbangan.

“Ada sedikit urusan yang sangat penting tapi maaf kau tak bisa tau hal ini.”  Ujarnya datar.

“Lalu berapa lama kau pergi?”

“1 Tahun kurang lebih”

OMO??!! OMO!! Apa dia bilang? Satu tahun?? Aigo..

Aku tertunduk lesu mendengar itu. Aku ingin banyak bertanya sebenarnya apa yang akan dilakukannya selama setahun itu. Tapi kupikir sia-sia, dia sudah bilang aku tak perlu tau hal ini.

“Mianhamnida Min Ra. Aku pasti kembali. Kau tunggu saja diriku” katanya seraya membelai lembut rambutku. “Ne” jawabku singkat.

Minwoo memelukku. Hangat… Ini cukup menenangkanku.

“Dan satu yang kupinta. Jangan kau berpaling dariku, aku mohon kau tetap setia menantiku selama setahun itu” Pinta Minwoo padaku.

Aku melepaskan pelukannya dan tersenyum manis.

“Pasti. Itu sangat pasti. Seberapa lamapun kau pergi, aku akan tetap setia padamu. Aku tau, kau tak pergi jauh-jauh karena kau selalu dihatiku” kataku padanya. Kupeluk lagi namjachingu tercintaku itu dengan erat seakan tak ingin berpisah. Dan kurasa kebersamaan ini akan menjadi yang terakhir sebelum dia pergi.

~ ~ ~

Pagi hari ini adalah hari musim dingin kedua. Hoaaaam. Aku malas bangun pagi hari ini. Aku tak bersemangat hari ini. Sangat sangat sangat -____-

Ku buka jendela kamar apartementku, kulihat halamanku yang sepi sekali dipagi. Ini. Biasanya, ketika aku baru bangun tidur dan membuka jendela pasti selalu muncul sesosok namja tercintaku.

Minwoo. Bogoshipoyo :*

Andai kau tau… Aku kesepian disini tanpamu. Walau ini baru hari pertama kau meninggalkanku, tapi rasa rindu ini sudah ada. Aku benar-benar merindukanmu No Minwoo…

–          TOBE CONTINUED            –

FF ku ini masih ada lanjutannya looohh. Ditunggu aja ya, kisah selanjutnya pasti akan makin menarik dan membuat pembaca penasara. Hehehe.

Ohya, mian ya kalo Typo bertebaran dimana-mana, dan mian kalo bahasa yg digunakan atau kalimat-kalimatnya menyinggung dan ga pantes digunakan. Aku juga manusia loh, yang bisa salah dan kadang benar juga hehe.

Okay, gitu aja. Ditunggu deh ya part selanjutnya!

Gomawo readers!!😀

This entry was posted by r13eonnie 강 하이에나.

2 thoughts on “[FREELANCE] Love Story With You – Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: