[FREELANCE] Double Twins – Part 3

Author           : Masyalia Hasna

Cast                : Song hye jin & song hye ra. Jo kwang min & Jo

young min.

Categories    : Friendship, Romance.

Type               : Chaptered


Hye Ra P.O.V

Aku menghempaskan tubuhku di kasur bermotif-pink dan berbunga milikku. Ku tatap langit-langit kamarku sambil menghembuskan nafas. Kata-kata tadi terus terngiang dalam pikiranku. Sungguh, sedari tadi youngmin benar-benar tidak bisa keluar dari otakku. Ah, apa mungkin….

Flashback

(Di taman sekolah)

 

Youngmin P.O.V

Aku menggigit bibirku lalu menunduk. Sungguh, aku tidak tau apa yang harus kulakukan sekarang. Mengapa kwangmin berkata begitu didepan Hye Ra? Oh Tuhan tolong aku…

“Ya~ Youngmin-ah ayo jawab, benarkah kau menyukaiku?” Tanya Hye Ra lagi, tapi dengan nada yang lebih pelan.

Aku membalikkan badanku dan pergi meninggalkan mereka berdua sambil membawa Hye jin, karena aku tau Hye Jin juga nantinya akan mengikutiku. Aku benar – benar tidak bisa membayangkan keadaannya nanti kalau aku masih berada di sana.

Aku menulusuri kembali jalan setapak taman ini.

“Youngmin-ah, sampai kapan mau berjalan? Ikut aku kesana yuk!” ajak Hye Jin sembari menggenggam tangan ku dan berjalan kearah bangku yang berada di bawah pohon rindang. Aku mengikutinya.

“Coba sekarang ceritakan padaku tentang kejadian tadi. Apa benar kau menyukai Hye Ra?” tanya Hye Jin tiba-tiba.

Aku menatapnya dan terdiam.

“Cepat katakan!” bentak Hye Jin.

“Ya, benar aku menyukainya. Mengapa?”

“…..”

Flashback end

Hye Jin P.O.V

BRAK!!!

Aku membanting pintu kamarku-dengan-Hye Ra sekencang mungkin. Air mata ku menetes membasahi kedua pipi ku. Dengan mata yang sembab dan air mata yang bercucuran, aku menghempaskan badanku di tempat tidur-berwarna-ungu milikku. Aku melampiaskan semua emosiku didalam bantal ungu milikku itu.

Hye Ra P.O.V

BRAK!!!

Suara bantingan pintu tersebut menyadarkan ku dari lamunan ku. Aku membangkitkan badanku untuk memastikan siapa yang membanting pintu tersebut.

Hye Jin.

Dengan kedua pipinya yang basah dan matanya yang sembab, ia menghempaskan dirinya ke tempat tidur miliknya yang berada di sebelah kiri tempat tidurku.

“Hye Jin-ah, kau kenapa?” Tanya ku dengan nada yang lembut. Entah kenapa sikapnya hari ini sangat aneh. Biasanya dia pulang sekolah dengan membawakan eskrim untukku untuk dimakan bersama.

Pertanyaanku tadi hanya dibalas oleh isakan tangis Hye Ra. Aku sungguh tidak mengerti apa yang terjadi padanya. Aku memutuskan untuk membiarkannya sampai ia benar – benar baikan.

Drrrrt…drrrttt

Aku menolehkan kepalaku kearah handphone yang kuletakkan diatas meja kecil disamping tempat tidur. Kuraih handphone ku dan melihat isi pesannya.

Bagaimana dengan makan malam bersama? Ku tunggu kau di cafe taman dekat rumahmu.

Kwangmin.

Apa?? Makan malam bersama??. Astaga. Kami baru berkenalan tadi dan ia sudah berani mengajakku makan malam?. Aku menolehkan kepala sejenak kearah Hye Jin.

Ia tertidur.

Kuurungkan niatku untuk menyuruh Hye Jin untuk menggantikanku. Ya, kalaupun Hye Jin yang datang, Kwangmin tidak akan tau itu aku atau bukan. Muka kami hampir tidak bisa dibedakan.

Dan pada akhirnya aku memutuskan untuk datang makan malam bersama kwangmin. Yah, walaupun tadinya aku tidak mau.

Youngmin P.O.V

Aku berjalan lesu dari pintu rumah menuju kamar setelah berteriak “Aku pulang!” tadi. Kubuka dasi seragamku dan melemparnya sembarangan dan kemudian membuka pintu kamar perlahan.

Aku mengangkat sedikit kepalaku yang sedari tadi menunduk. Kulihat seorang pria yang sedang duduk termenung disamping tempat tidur. Kwangmin. Wajahku tambah lesu sehabis melihatnya.

Aku melempar tas-gendong-biru milikku sembarangan dan membanting badanku di kasur. Aku menghela nafas.

Aku terdiam. Sesekali aku menolehkan kepala kearah kwangmin, tapi ia tetap terdiam. Entahlah, aku juga sedang malas untuk bicara dengannya.

Kwangmin P.O.V

Aku menundukkan kepalaku dan duduk termenung ditepi tempat tidur. Aku memikirkan hal tadi. Benar – benar kata tadi itu terlontar begitu saja dari mulutku. Mengapa aku bertindak bodoh seperti ini?. Bisa – bisa nya aku membocorkan rahasia Youngmin didepan orang yang disukainya. Bodoh!!

Kalau begini ceritanya, Youngmin dan Hye Ra bakalan jadi canggung. Hye Ra nggak akan mungkin mau ngomong lagi sama Youngmin. Kalau begitu aku harus……..

Ah!

Tiba – tiba saja ide ini terlewat di pikiran ku.

“Ya! Youngmin-ah, ganti bajumu dan bersiap – siap, aku ingin mengajakmu makan malam di cafe dekat taman, aku tunggu kau disana, aku sudah sangat lapar, ibu dan ayah belum pulang. Aku duluan ya. Jangan lupa datang! Kalau sampai lupa, akan kuhabisi kau besok.. hahahaha”

Ini benar – benar ide yang bagus.

Senyuman jahilku melintas di bibirku. Ku raih handphone ku dan kuambil handphone Youngmin secara diam – diam. Ya, karna handphone Youngmin ada dua dan yang satu tergeletak begitu saja disamping meja belajarku. Aku berpura – pura mengambil jas ku dan berjalan keluar kamar. Aku menuju ke tempat yang agak sepi dan membuka handphone Youngmin.

“Pasti dia punya nomor telfon Hye Ra” batinku. Dan…yap! Dugaanku benar. Ku salin nomor telfon Hye Ra ke handphone ku dan kukirimkan sebuah pesan kepada Hye Ra.

Di taman

Hye Ra P.O.V

Aku duduk termenung di salah satu bangku kafe taman ini sambil menikmati cheesecake yang tadi kupesan. Aku menunggu kedatangan kwang min sedari tadi, kenapa ia tiba – tiba mengirim pesan dan mengajak makan malam? Entahlah, yang pasti firasatku jadi tak enak.

Young Min P.O.V

Aku berjalan kaki dari rumah menuju ke kafe taman, ya karena jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. Aku sempat berfikir mengapa kwang min mengajakku makan malam diluar dan bisa – bisanya dia meninggalkan ku. Firasatku benar – benar mengatakan ada kejadian yang buruk malam ini atau apa, entahlah.

Akhirnya aku tiba di kafe taman, aku berjalan mencari sosok kwang min yang menjanjikan datang ke tempat sepi macam ini. Entah kenapa kafe ini jadi sedikit pengunjungnya.

Ditengah – tengah pencarianku, mataku tertuju pada sesosok wanita yang duduk sendirian sambil melahap cheesecake nya. Aku seperti mengenal wanita itu. Aku berjalan menghampirinya, entah kenapa aku merasa seperti terpanggil olehnya.

Semakin dekat diriku kearah tempat duduknya, semakin sadar pula aku bahwa wanita itu adalah…Hye Ra! Astaga!.

“Hye…Ra?? Apa yang kau lakukan malam malam begini disini?” ujarku lembut.

Hye Ra P.O.V

Aku terus melahap cheesecake yang sedari tadi belum habis habis sambil menunggu kedatangan kwangmin. Dia benar – benar bukan orang yang disiplin! Bisa – bisanya ia membiarkan ku menunggunya berjamjam. Huh!

“Hye…Ra?? Apa yang kau lakukan malam malam begini disini?” ujar seseorang kepadaku.

Glek.

Aku seperti mengenal suara ini. Meskipun dibuat – buat lembut, ini bukan suara kwangmin, tapi……

Aku mendongakkan kepalaku. Dan….

“Young min??”

Astaga. Jantungku berdebar seribu kali lebih cepat dari sebelumnya, kurasakan darahku mengalir lebih cepat. Aku benar – benar tidak bisa berkutik dihadapannya.

“Kau sedang apa ditempat seperti ini??” ujarku sedikit keras. Aku benar – benar tidak percaya bertemu dengannya ditempat seperti ini. Ini pasti ada sesuatu yang tidak beres.

“Aku..eng..kwangmin menyuruhku untuk pergi kesini untuk makan malam, kalau kau sedang apa disini?” jawabnya.

“Apa tadi kau bilang?? Kwangmin menyuruhmu?? Hah! Anak itu benar – benarrr erhhhh”

“Memangnya ada apa?”

“Dia pun menyuruhku kesini untuk makan malam! Ternyata dia sengaja ya”

“Ahahaha yasudah sudah terlanjur disini, kita makan malam aja dulu. Aku duduk disini ya?”

“Aih baiklah..Kau mau pesan apa?”

“Yang sama denganmu saja”

Kwangmin P.O.V

Aku berjalan pelan – pelan dari rumah menuju kafe taman tersebut, aku mengenakan sweater berwarna abu – abu dengan penutup kepala serta syal yang terlilit dileherku untuk menutupi hidung dan bibir ku. Semacam penyamaran lah hahaha. Dan sejujurnya aku merasa sedikit kepanasan menggunakan pakaian ini.

Dari balik pohon besar dekat taman, aku memandangi mereka berdua yang sedang asyik berbincang sambil memotong steak nya. Sedikit sesak sih, tapi jika melihatnya bahagia, aku pun turut bahagia, semoga pertemuan mereka kali ini tidak membuat mereka canggung satu sama lain jika sedang bertemu. Ku harap.

(Di rumah)

Youngmin P.O.V

Aku melemparkan jaket yang tadi kupakai dan melemparkannya diatas sofa ruang tengah kami. Ayah dan ibu masih belum pulang. Kuhempaskan tubuhku di sofa dan meraih remote tv berwarna hitam itu.

Aku menatap kosong tv yang sedari tadi kunyalakan. Aku memikirkan kejadian makan malam tadi. Sesekali sebuah senyuman melintas di bibir ku dan tertawa kecil. Entah, aku merasa sudah seperti orang gila, ya mungkin benar benar gila, karena seorang malaikat manis bernama…Hye Ra..hahahaha.

Flashback

Hye Ra P.O.V

Dengan sedikit canggung, aku memotong daging steak yang tadi kupesan. Aku merasa seperti ada suasana yang berbeda dengan cara makan ku yang biasanya. Kali ini mungkin agak terlihat sopan dan anggun, karena…disini ada youngmin hehe.

Disaat mengunyah potongan daging yang tadi kupotong, mataku beralih pada Youngmin yang sedang memasukkan daging steaknya kedalam mulut. Bumbu steaknya berceceran disekitar bibirnya. Ia membersihkan bibirnya itu dengan ibu jadinya. Aku menatapnya sambil tercenga. Tiba – tiba aku teringat sesuatu……..

Uhuk!!!

Dengan cepat aku meraih gelas berisi air putih yang disediakan kafe tersebut.

Huah~ lega sekali.

“Kau tidak apa-apa? Huh? Kenapa tibatiba tersedak??” ujar Youngmin dengan nada sedikit cemas sambil menatapku dengan kedua matanya yang membulat.

“Ah..aku tidak apa apa kok” ujarku sembari memukul mukul perlahan dada yang terasa sesak.

Aku menatapnya kembali yang sedang menunduk dan memotong daging steak miliknya. Ternyata…Youngmin…..manis juga hahaha

Youngmin P.O.V

Aku menundukkan kepalaku sambil memotong motong daging steak punyaku setelah melihat Hye Ra tersedak tadi. Entah apa yang ada difikirkannya sampai bisa tersedak begitu.

“Ohya! Youngmin, ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu” ujarnya tibatiba.

“Apa itu?”

“Soal tadi… apa kau benar menyukaiku?” tanya nya.

Aku terdiam sejenak. Aku menatap kedua bola matanya yang membulat seolah menginginkan sebuah jawaban dariku.

“Ehm..menurutmu?” jawabku singkat. Aku hanya ingin mengetes saja.

“Kalau yang tadi benar…..aku pun punya perasaan yang sama..Young min-ah”

Glek

Oh Tuhan apa ini mimpi?? Aku sedang dimana?? Surga kah? Mimpi kah? Sungguh jika ini mimpi, tolong jangan bangunkan aku.

Aku terdiam menatapnya.

“’Ya! Youngmin-ah kenapa kau diam saja??” ujarnya sedikit mengagetkan.

“Ah..em kau bilang apa tadi?”

“Yang tadi…benar kau menyukaiku?”

“Iya, kenapa?”

“Aku juga”

“Benarkah??” ujarku sedikit tidak percaya. Aku ingin mendengar ulang perkataannya tadi hihi😀.

“Benar, aku tidak bohong!” ujarnya sembari mengangkat jarinya-membentuk angka2. Yang maksudnya ia bersumpah.

“Apa buktinya?” tantang ku.

“Coba kau berdiri” ujarnya sambil menarik tanganku agar berdiri.

Ia memegang pundakku dengan kedua tangannya dan menjinjitkan kedua kakinya. Dengan cepat ia mendekatkan wajahnya kearah wajahku sambil menyentuhkan bibirnya ke pipiku. Berlangsung sangat sangat cepat namun begitu berarti untukku.

Dengan keadaan masih terdiam seolah tak percaya, aku menatap matanya. Ia pun menatapku. Dan tanpa berfikir lama lama, aku membalas kecupannya tadi, hanya saja ditempat yang berbeda. Tidak terlalu lama, dan tidak terlalu cepat. Tapi aku dapat merasakannya. Aku benarbenar merasakannya. Ini bisa jadi sebagai firstkiss ku mungkin, entahlah tapi aku benar benar senang hari ini hahahaha.

To Be continue

This entry was posted by r13eonnie 강 하이에나.

6 thoughts on “[FREELANCE] Double Twins – Part 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: