100 days in my life….( chapter 1 )

100 days in my life

Author        : retno erdiyanti a.k.a kang hyunmi| @retwitr

Main Cast     :

  • Jo kwangmin BF
  • Kang hyunmi OCs
  • Others…

Genre         : Teenagers, romance

Rating        : General

Author note   : *FF ini sebelumnya udah pernah di post di tempat lain dan di wp pribadi aku. Jadi kalau yang udah baca sebelumnya mianhae…;)* Enjoy with the story and please leave your comments after reading my fanfiction story.( NO BASHING! NO PLAGIAT! )

“ hari ini kita pergi kemana?” Tanya yeoja itu riang kepada namja yang berada disebelahnya yang sedang menutup mata dengan earphone yang menempel di kedua telinganya.

“…………” namun namja itu sama sekali tidak bergeming. Membuat yeoja itu kesal dibuatnya. Yeoja itupun mencabut paksa earphone di telinga sang namja gusar. Membuat namja itu tersadar dan bangun dari tidurnya.

“ YA!! Neo..kenapa selalu menggangguku?!” ucap namja itu kesal. Namun yeoja itu malah tertawa riang melihat wajah namja itu yang menurutnya lucu bila dia sedang marah seperti ini.

“ HAHAHAHAHAHAH… Aigooo..wajahmu lucu sekali bila sedang marah.” Ucap yeoja itu tertawa keras.

“ aish!! Kau mau apa datang kesini?! Bukankah kemarin kita sudah pergi! Aku lelah! Berikan aku satu hari saja agar aku tidak melihatmu..” ucap namja itu memelas dengan puppy eyesnya.

“ SHIREO!!! Kau mau melanggar janjimu sendiri?! Tak kusangka aku menyukai seorang namja yang ingkar janji sepertimu..aigoo..aigoo…” sahut yeoja itu sambil memukul kecil kepalanya.

“ YA!! Hari ini aku ingin disini! Kalau kau mau kau tunggu saja disana.” Ucap namja itu sambil menunjuk kearah ayunan yang berada di taman sekolah asrama mereka.

“ ne? jeongmal? Aish! Padahal hari ini aku mau melihat kunang-kunang denganmu. Yasudah kalo begitu, dapat kupastikan bahwa kau adalah namja yang ingkar janji. Hah, bagaimana ya tanggapan para yeoja bila mengetahui hal ini?!” ucap yeoja itu sambil mengetukkan jari tengah dan telunjuk ke dagunya seolah berpikir keras.

“ YA!! YA!! ne.. kajja!” ucap namja itu terpaksa seraya bangkit dari tempatnya dan berjalan cepat.

~~~~~~~~~~~~~~

@ Jo kwangmin POV

Andai saja kejadian itu tak pernah terjadi. Mungkin sekarang aku hidup dengan damai di dunia ini. Semua ini karena kebodohanku mengajukkan keinginannya begitu saja.

-flashback-

“ Awassss!!!!” ucap seseorang yang sangat amat aku benci. Dan tiba-tiba saja kejadian itu terjadi begitu saja. Aku didorong olehnya sehingga kami berdua jatuh tersungkur ketanah. Dan tak lama setelah itu suara benda jatuh dengan keras berbunyi ‘ BRAAAAKKK’ saat aku lihat sebuah pot besar jatuh begitu saja dari lantai dua ruang auditorium. Ya saat itu memang aku hendak pergi meninggalkan ruangan tersebut setelah menghibur diriku dengan bermain gitar disana. Lalu kulihat orang yang berada disampingku yang telah menyelamatkanku. Sesosok yeoja yang sangat amat ingin aku hindari dari dunia ini. Yeoja gila yang selalu mengirimiku sebuah kado ataupun sebuah ungkapan sastra yang tidak aku mengerti. Tapi bagiku itu hanyalah sebuah surat cinta sampah yang tak berarti! “ Aww…” teriaknya kesakitan. Kulihat darah keluar dari sikutnya dan beberapa luka gores di pergelangan tangannya. Aku masih terdiam. Terkejut akan kejadian yang hampir saja menimpaku.

“ neo..gwaenchanayo?” ucapnya. Lalu aku pun tersadar dari lamunanku. “ bagian mana yang terluka?” ucapnya sambil memperhatikan kondisiku. Aish yeoja in! jelas-jelas yang terluka parah itu dia, kenapa dia sama sekali tidak memperhatikan dirinya sendiri.

“ Ya! Berhentilah memperhatikanku! Apa kau ini gila?! Ha?! Jangan berlagak seolah kau ini malaikat penyelamatku! Kau sadar karenamu sikutku terluka?! Dan lihat ini, pakaianku kotor!!” ucapku ketus dan dingin. Lalu aku pun berdiri sambil membersihkan debu-debu yang menempel di seragamku.

“ e…mi..mian..hae…aku tidak bermaksud—.” Ucapnya sambil berusaha berdiri sejajar denganku. Sejujurnya aku tak tega melihatnya yang menahan kesakitan di sekujur tubuhnya. Tapi kalau aku memperhatikannya lebih dia bisa besar kepala.

“ Sudahlah! Aku tidak ingin berhutang budi dengan orang sepertimu! Sebagai gantinya kau boleh meminta satu permintaan dariku! Cepat katakan!!” ucapku dengan nada tinggi.

“ Anhio..” ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.

“ YA! Cepat katakan!!!” ucapku teriak.

“ Anhio…aku hanya—.”

“ YA!!!! Cepat katakan!! Aku tidak ingin mempunyai hutang budi dengan yeoja sepertimu!”

“ hiks….ne…tapi berjanjilah untuk mengabulkannya.” Ucapnya sambil terisak. “ 100…100 hari! 100 hari dalam hidupku. Aku ingin kau berada disisiku selama 100 hari kedepan.”lanjutnya sambil memandang nanar ke arahku.

“ MWO?!! Micheosseo?!! Melihatmu saja sudah  membuatku muak!”

“ Anhio! Kau tidak mau melakukannya? Sudah kutebak kau orang yang seperti ini…”

“ Ya! Kkereum! Hanya 100 hari saja tapi setelah itu jangan pernah menggangguku lagi! Ne?” tawarku.

“ emm…yakso!” ucapnya sambil menganggukkan kepalanya lalu dia menjulurkan kelingkingnya kepadaku. Namun aku tak membalasnya dan pergi meninggalkannya begitu saja.

-Flashback end-

Hah……….. sekarang baru hari kedua aku menjalaninya. Rasanya lama sekali untuk bisa sampai dihari yang keseratus!

~~~~~~~~~~

@ Kang Hyunmi POV

Entah apa yang ada di kepalaku. Menyukai seorang namja yang sama sekali tidak memandangku sedikitpun. Bahkan katanya dia muak, sangat muak melihatku. Sebegitu jeleknya kah diriku? Andwae!! Buktinya para namja banyak yang memuji kecantikkanku. Bahkan tak jarang dari mereka menyatakan perasaannya padaku. Jo kwangmin, namja tampan dengan tubuh kurus tinggi, mata besar, dan senyum indahnya mampu menghipnotis setiap yeoja yang melihatnya. Bagai punduk merindukan bulan. Begitulah kenyataannya. Sangat mustahil untuk bisa memilikinya. Dia namja yang dingin! Bahkan mungkin lebih dingin dari es. Namun beruntungnya diriku bisa menjadi yeoja yang dekat dengannya sekarang ini. Ya..walaupun hanya dalam tempo 100 hari saja. Ah serasa terbang melayang di langit bila setiap hari bisa selalu menatapnya bahkan bersamanya seperti saat ini. Aku telah menyusun hari demi hari dengannya, segala jadwal kegiatan bersamanya telah ku tulis didalam sini, buku diary biruku. Ya walupun hanya bisa melakukannya di sorehari saja karena kami tidak mungkin melakukan kegiatan bersama sepanjang hari. Kami bersekolah di sekolah asrama, pukul 7 pagi sampai pukul 4 sore adalah waktu sekolah. Pukul 4 sore sampai 6.30 malam adalah waktu bebas kami. Pukul 6.30-6.45 adalah waktu makan malam. Lalu pukul 6.45- 9.45 waktunya belajar di kamar masing-masing. Dan pukul 10.00 malam kepala sekolah akan mengontrol kamar kami satu persatu untuk memastikan semua muridnya telah tertidur. Itulah hari-hari di asrama kami. Sekolah ini mempunyai 3 gedung dengan 1 rumah pondok dan dikelilingi oleh taman-taman. Gedung pertama merupakan asrama putera. Gedung kedua merupakan gedung sekolah. Dan gedung ke tiga merupakan asrama puteri. Sekolah ini pun hanya meluluskan100 murid dalam waktu 3 tahun. Bahkan sekolah ini mempunya kriteria khusus untuk setiap muridnya. Tapi menyenangkan bisa bersekolah disini karena aku bisa bertemu dengannya dan mengenalnya.

“ ini hari kedua kita bukan?” ucapku padanya yang masih memejamkan matanya. Sepertinya dia menikmati sore ini. Melihatnya merebahkan tubuhnya di tepian danau ini sambil memejamkan matanya.

“ emm..” sahutnya.

“ besok aku ingin kita naik perahu disekitar danau ini. Ottoke? Kau harus mau ya?” ucapku lagi sambil memandang matahari yang perlahan- lahan menghilang.

“ apa kunang-kunangnya sudah muncul?” tanyanya masih dalam posisi yang sama.

“ belum…mataharinya saja masih kelihatan.” Jawabku.

“ Aish….sekarang pukul berapa?” tanyanya.

“ emm..6.15” jawabku santai

“ MWO?!!! Aish 15 menit lagi waktu kita habis babo! Sudahlah aku balik duluan.” Ucapnya kaget. Dan dia pun segera pergi meninggalkanku. Segera aku pergi meninggalkan tempat ini. Aku selalu berharap bisa melihat kunang-kunang didalam hidupku! Tapi sepertinya waktunya belum tepat.

****

Setelah makan malam akupun balik kekamarku melanjutkan aktifitasku yang selanjutnya. Aku meraih buku diary biruku terlebih dahulu untuk menceklis apa saja kegiatan yang sudah kulakukan bersamanya. Tapi aku belum bisa menorehkan tinta ini pada kegiatanku ‘ melihat kunang-kunang bersamanya’. Karena kenyataannya sampai detik ini aku belum bisa melihat kunang-kunang itu.

“ hyunmi-ah kau dipanggil Mrs. Park keruangannya…” ucap haena teman sekamarku itu.

“ ah ne? gomawo…” ucapku. Lalu akupun segera menyimpan buku diariku di laci meja belajarku dan segera menuju ruangan Mrs. Park.

~~~~~~~

Seorang wanita paruh baya tengah duduk berhadapan dengan seorang gadis manis berambut hitam panjang dengan piyama tidurnya. Entah apa yang sedang mereka bicarakan tapi sepertinya itu adalah masalah yang intim.

“ Hyunmi-ah tidakkah kau merindukan eommamu?” Tanya wanita paruh baya itu.

“ ne? tentu saja Mrs. Park.” Ucapnya sambil tersenyum. “ Aku sangat merindukannya. Tapi jika anda menginginkan aku untuk bertemunya, sayangnya aku belum bisa melakukannya. Aku mohon Mrs. Park bisa mengerti.” Lanjutnya.

“ kau tahu? Banyak orang diluar sana yang lebih memilukan kondisinya daripada kita. Mereka terpaksa menerima takdir mereka, dilahirkan didunia ini tanpa bisa merasakan kasih sayang seorang ibu yang melahirkannya. Apa segitu sulitnya kah? Dia hanya ingin menjagamu. Menyayangimu juga mengasihimu. Seorang ibu tak akan tega membiarkan anaknya kesakitan. Walaupun hanya luka gigitan semut pun mampu ia rasakan. Sebentar lagi akan ada pertemuan wali murid. Bisakah kau menerima kedatangannya?” ucap yeoja bernama Mrs. Park itu panjang lebar.

“ aku hanya tidak ingin melihat tangisnya pecah begitu saja saat melihatku. Aku tidak ingin melihatnya menangisi kondisiku. Sakit yang kurasakan akan bertambah sakit bila aku melihatnya menangisiku.” Ucap gadis itu lirih sambil menahan airmata yang siap turun dari pelupuk matanya.

“ tapi percayalah. Dia tidak akan membuatmu semakin sakit. Dengan kehadirannya aku yakin akan menambah semangat belajarmu.” Ucap lagi yeoja itu meyakinkan gadis didepannya.

“ hemm…akan ku pikirkan lagi semuanya. Aku permisi. Selamat malam..” ucap yeoja itu lalu bangkit dan membukukkan badannya 300 dan pergi menuju ambang pintu.

-TBC-
*Eottokhae?!!!! kalo mau cepet lanjut, komennya yang banyak yaaaa..dan kalo suka silahkan di like. o:)*

This entry was posted by FairyBlue♚.

8 thoughts on “100 days in my life….( chapter 1 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: