(Oneshoot) Still love you♥

Still love you!  (Oneshoot)

Author       : Retno erdiyanti (retno_v_v | @retwitr)

Main Cast  :

  • Kang hyunmi OC
  • Jo kwangmin Boyfriend

Support cast:

  • Boyfriend’s  members
  • SISTAR’s bora
  • Kang raesub OC

Genre         : Romance

Rating        : PG-17

A/N              :  Annyeong yorobeun!!!  Mianhae buat para readers yang nungu-nunggu 100diml, saya blm bisa post sekarang sebagai selingannya saya bawakan ff oneshoot perdana saya yang jadi sampai tamat.*yeayyy* sedikit cerita, FF ini terlahir karena beberapa hari yang lalu saya sempet baca sebuah hoax  mengenai bias saya ini. Nyesek bangetttt pas bacanya!!! huhuhu sampe saya beneran nangis-upssss-

Like usually.. please Don’t be silent readers! No Plagiat! No Bashing! Peace love and kpop~

-ooOoo-

Ku jatuhkan tubuhku begitu saja di tempat tidurku. Rasa sesak, kesal, sedih, sakit dan tak percaya semua bercampur begitu saja. Sambil menerawang langit-langit putih kamar ini dengan tatapan nanar berusaha menahan segala tumpahan airmata yang mulai mengembang di pelupuk mata. Semakin lama kutahan namun kenyataannya pelupuk itu tak sebesar lautan yang mampu menampuk berjuta kubik air dan meluaplah semua airmata ini begitu saja. Seiring menetesnya cucuran airmataku, perlahan namun pasti segala memori itu mulai terputar kembali didalam otakku. Masih sangat jelas kurasakan semua memori itu. Mengingat semua masa-masa indah saat masih bersamanya. Saat masih memilikinya. Saat masih bisa menggenggam erat tangannya. Saat masih bisa melihat senyumnya yang terukir manis kepadaku. Saat masih bisa memeluknya erat dalam dekapannya.

BLAMMMM!!! Hantaman keras melukai relung hatiku seketika saat tersadar akan hal yang baru saja ku ketahui tadi. Unbelieve! Masih tetap tidak bisa ku terima semuanya. Tidak mungkin dia setega itu padaku melakukan semuanya sedangkan dulu dia pernah berkata suatu hal yang membuatku tersakiti lebih dulu karena keputusannya waktu itu untuk mengakhiri semuanya begitu saja. Tangisanku makin menjadi dan kini sedikit mengeluarkan isak disela tangis yang terus berlangsung. Sakit! Itulah yang kurasakan saat ini. Aku masih mencintainya dan sangat mencintainya. Bahkan sekalipun dia menyakitiku lebih dulu saat itu. dengan perkataannya yang merangkai kata menjadi sebuah kalimat seolah bom nuklir yang menghancurkan dan menyayat hatiku seketika ‘ Kita akhiri saja semuanya…’ Sejujurnya aku masih tidak terima dengan apa yang ia katakana satu tahun yang lalu itu. Ya, tepat 1 tahun di tanggal dan hari jadi kami. Sangat sakit ketika kau mulai mencintai seseorang dengan sangat dalam melebihi rasa cintamu pada diri sendiri. Tentu saja aku tidak menuruti begitu saja keinginan sepihaknya itu. Kecil namun masih dapat didengar seolah ia tahu aku tidak terima dengan keputusannya ia melanjutkan kembali kalimatnya ‘…aku tidak bisa menjalin hubungan dengan siapapun saat ini. Mianhae, tapi semua ini adalah impianku sejak lama dan kalaupun boleh memilih aku takkan melepaskan dirimu ataupun impianku ini begitu saja.’ Ya, aku tahu! Kau tak mungkin begitu saja melepaskan karirmu serta masa depanmu hanya demi seorang wanita biasa sepertiku! Terlalu ‘NAIF’ bila kau berkata seperti itu. Aku tahu semua itu karena kontrak itu. Seorang idol star tidak mungkin menghancurkan karirnya dengan hal berupa percintaan begitu saja yang dapat menghancurkan popularitasnya dalam sekejap karena berjuta-juta fans yang siap mengamuk bila mengetahui idolanya memiliki pasangan, taken!

Terima tidak terima, namun aku harus bisa terima semuana itu. aku sadar bahwa cinta tidak harus memiliki. Bila pun jodoh takkan lari kemana. Aku rela melepasmu demi untuk melihatmu bahagia walau bukan bersamaku. Tapi, berapa puluh menit yang lalu rasa percaya itu seakan luntur begitu saja saat kicauan burung berkoar dimana-mana mengatakan dirimu…Ah! Rasanya bodoh sekali diriku telah mempercayai semua itu. sampai akhirnya aku menetahui berita itu secara langsung. Asal kau tahu! Sejujurnya saat baru saja mendengar berita itu, kau tahu? Sesak didadaku mulai menrgap menyelimuti semuanya. Dan yang lebih parahnya saat aku mengetahui berita itu dan melihatnya. Bukan hanya sesak bahkan rasanya aku ingin pingsan seketika karena oksigen yang tak mampu kuhirup walau mereka berkeliaran dengan bebasnya disekelilingku. Tapi tidak mungkin aku pingsan disaat seperti itu. Percuma saja, justru orang-orang akan mengira bahwa aku hanya fangirls yang tidak bisa menerima biasnya telah memiliki hubungan dengan wanita lain dan nekat melakukan hal-hal spontan begitu saja.

***

Dering handphoneku berbunyi begitu saja membangunkan ku dari tidur deritaku yang entah sejak kapan telah membiusku hingga warna langit telah berwarna gelap pekat seperti saat ini. “ yoboseoyo?” sapaku dalam telepon pada orang yang diseberang sana yang belum kuketahui identitasnya. Tapi sedikit pun tak ada kata yang keluar dari mulutnya. Lalu kuputuskan untuk melihat layar handphone dan tertera namanya –kang raesub-. “ Ya! Kenapa baru angkat teleponku sekarang?! Darimana saja kau? Kau tidak sedang berdiri diatas gedungkan? Atau menyiapkan tali untuk disangkutkan dipohon sakura depan rumahmu? Ah, jangan sentuh benda tajam apapun yang ada didekatmu! Buka pintu rumahmu sekarang!” suaranya khawatir namun lebih terkesan mengomel dalam pendengaranku. Tanpa babibu lagi aku pun segera mematikan sambungan teleponnya. Dengan gontai ku turuni anak tangga sambil tetap berpegangan di kayu-kayu penjaganya. Lemas rasanya melangkahkan kakiku setelah semua yang telah kurasakan tadi siang. Ceklekkk—-pintu itu pun kubuka dan mendapati sosok sahabatku itu yang sedang berdiri terkejut melihatku sekarang ini. “ Omo! Neo…gwaenchana? Kenapa lusuh sekali penampilanmu? Sudahlah ayo rapihkan dirimu. Aku tidak ingin melihat kondisimu yang sangat memprihatinkan seperti ini Kang hyunmi-ah!” kritiknya sambil menarikku masuk kedalam rumahku(?) ya sebenarnya siapa yang tamu siapa yang pemilik rumah bila seperti ini?!

Kini aku dan raesub sedang berada di taman balkon rumahku. Tempat biasa kami bila sedang bersama dirumahku seperti saat ini. Taman yang beralaskan pijakkan kayu lalu disekelilingnya banyak pot-pot tanaman yang berjejer memenuhi lahan taman balkon yang cukup membuat penuh. Dan pohon sakura yang tumbuh tinggi sampai menjulang tegak kearah balkon ini dan dijadikan rumah pohon dibagian atasnya sebagi tempat berbincang-bincang kami. “ sudahlah…jangan seperti iniiii…” ucapnya sedih menatapku. Ingin rasanya aku berkata bagaimana bisa aku tidak sedih setelah mengetahui hal itu?! wanita mana yang senang bila orang yang dicintainya menjadi milik orang lain?! Sekalipun dia berkata bahwa dia senang pasti jauh dilubuk hatinya yang paling dalam terpincut rasa sedih yang mendalam. Namun aku tidak ingin melampiaskan amarahku begitu saja pada sahabatku hanya demi kekesalanku semata. “ itu hanya hoax, hyunmi-ah. Belum ada yang tau pasti tentang kebenaran berita itu. kita harus berpikiran positif saja. Aku percaya bahwa kwangmin tidak akan setega itu. tidak mungkin rasanya bila seorang namja sepertinya mencintai seorang noona yang seperti itu.” lagi ucapnya dengan panjang lebar. “ Ne…tapi tetap saja aku merasa sakit dengan kabar burung tersebut!” sahutku penuh kekesalan.

-ooOoo-

“ Hya! Siapa yang sudah membuat berita sampah seperti ini?!!!” teriakku pada semuanya sambil melemparkan beberapa lembar artikel yang ku dapat tadi disekolah. Sekarang aku tidak peduli orang-orang ini akan mengira aku apa. Kesabaranku sudah mulai habis. Dan aku sadari sekarang sifatku hampir mirip dengan hyungku itu. Anhi! Mungkin sepertinya lebih menakutkan diriku ketimbang hyungku bila sedang mengamuk seperti saat ini. Semua orang memandangku dengan tatapan tak percaya, kaget, terkejut dan apalah itu. Perlahan donghyun hyung menghampiriku. “ waeyo? Kita bicarakan baik-baik.” Ucapnya sambil menyuruhku untuk duduk sejajar dengan yang lain. Akhirnya aku pun menuruti perkataan donghyun hyung. Lalu mereka pun bersuara satu persatu. “ MWO?! Siapa yang kurang kerjaan membuat berita seperti ini?! Aish!!!! Keterlaluan!!!” ucap jeongmin hyung kesal sambil melempar artikel itu setelah tadi memungutnya. Aku pun hanya bisa terdiam. Mengontrol emosiku dalam-dalam. Kesal, itulah yang kurasakan saat ini. Bagaimana bisa para netizens itu membuat berita samapah macam ini?! Padahal dia pun tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tidak benar bila disitu mereka mengatakan bahwa seorang ‘Jo kwangmin menjalin hubungan dengan Bora?!’ Aishhh..mana mungkin aku berpacaran dengan noonaku sendiri?! Lagi pula untuk apa aku menyukai seorang noona?! Itu sama sekali bukan tipeku. Dan bagiku saat ini tidak ada yeoja manapun yang dapat menggantikan posisinya dihatiku. Tidak akan ada. Terlalu munafik bila kukatakan aku tidak mencintainya dan lebih memilih untuk mengakhiri semuanya begitu saja. Aku masih mencintainya bahkan sangat-sangat mencintainya. Aku masih belum bisa merelakan semuanya. Mungkin baginya aku hanya belenggu yang telah menyakitinya dan mengurungnya dalam rasa sakit di hatinya. Babo!!! Sebenarnya yang aku khawatirkan saat ini hanyalah takut dia akan semakin sakit bila mengetahui berita sampah itu.

“ Kwangmin-ah….” Kudengar ada yang memanggil namaku dari ambang pintu dorm kami. Youngmin hyung, ya dia baru saja tiba karena aku telah lebih dulu meninggalkannya.

“ hahhh…” deru napasnya dapat kudengar. “ ini tidak bisa didiamkan hyung! Kurasa kita harus menyuruh manager untuk menyelesaikan semuanya.” ucap youngmin sambil mengatur nafasnya.

“ ne..aku juga tidak ingin para bestfriend beranggapan buruk pada kita!” jeongmin hyung pun ikut mengeluarkan pendapatnya. “ ne…aku tidak bisa membayangkan bagaimana hati para bestfriend diluar sana saat ini…huuu” Ucap minwoo dengan tampang kasihannya kepada para bestfriend. Mataku pun beralih pada hyunseong hyung, kulihat dia hanya diam tak berkata apapun. “ baiklah, sekarang juga kita harus memberitahu manager dan sepertinya masalah ini harus diselesaikan sesegera mungkin tanpa tunda-menunda.” Ucap donghyun hyung bijak.

-ooOoo-

Malam semakin larut namun diriku masih tetap terjaga. Aku sudah mencoba untuk merapatkan kedua kelopak mataku, tapi hasilnya ‘nihil’. Ku tengok sekeliling kamarku, sepi tidak ada siapapun. Ya, tadi raesub sudah pulang setelah yakin bahwa kondisiku sudah tidak terlalu memprihatinkan lagi. Bosan dengan kesunyian ini aku pun memutuskan untuk melangkahkan kakiku turun dari tempat tidur. Segera kukenakan sweater kremku yang tergantung dibalik pintu. Aku pun segera berjalan keluar menuju teras rumah untu merasakan udara malam. Entah tiba-tiba saja aku merasa ingin sekali pergi kesuatu tempat dan ku putuskan untuk mengunci pintu rumahku dan melangkah menyusuri jalan. Tap..tap..hanya suara derap langkah kakiku yang mengisi sepanjang jalan ini. Tak ada seorangpun yang tertangkap oleh penglihatanku. Akhirnya aku berhenti disebuah taman yang letaknya lumayan jauh dari rumahku. Taman ini lumayan sepi hanya ada beberapa muda-mudi yang mungkin sedang berpacaran atau entahlah apa yang mereka lakukan. Aku pun memutuskan untuk duduk di salah satu kursi taman dekat air mancur yang sedang menyala. Lampunya berkelap-kelip berubah warna menambah suasana romantis bagi mereka yang berpasangan disini. “ cantik…” gumamku, dan tanpa sadar seulas senyum terukir di wajahku. Aku jadi teringat masa itu. ingin rasanya mengulang kembali masa indah itu disini sama seperti saat dulu bersamanya. “ tapi sekarang tidak mungkin. Baboya! Aku ini berpikir apa?! Aisshhh..” sadarku sambil memukul kecil kepalaku. Namun tiba-tiba saja sebuah tangan yang cukup kuat menahan tangan kecilku ini. Aku merasa bulu kudukku bangun. Aku tak berani mendengakkan kepalaku. Takut! Ya itulah yang kurasakan saat ini. Aku pun hanya bisa meringis memohon agar orang ini mau melepaskan cengkraman tangannya dari tanganku. “aa…le..lep..paskan..” pintaku takut-takut. “ untuk apa menyakiti dirimu sendiri noona?” ucapnya memecahkan ketakutanku. Suaranya cukup berat dan bisa dikategorikan suara pria. Dan rasa-rasanya suara ini tidak terlalu asing ditelingaku. Dengan takut-takut aku pun mendengakkan kepalaku. Sesosok namja berkacamata dengan jaket hitam tebal serta syal dan topi  hitam mentupi tubuhnya. Penglihatanku agak sedikit terganggu karena lampu taman airmancur ini yang menyala-redup. “ apa kau merindukan tempat ini?” tanyanya sambil tetap memegangi tanganku. “ neo…” aku tersadar, ternyata namja ini adalah “ kwangmin-shi?”. Aku sangat terkejut ketika menyadarinya. Bagaimana bisa aku bertemu dengannya?! Perlahan dia pun menduduki kursi disebelahku. Tangannya masih tetap dalam posisi yang sama. Aku berusaha untuk melepaskannya dengan sedikit merontakan pergelangan tanganku. Nampaknya dia menyadari hal itu “ mianhae..” ucapnya sambil melepaskan genggamannya. Kini ‘kami’, anhiii! mungkin ‘aku dan dia’ lebih pantas, duduk sejajar di bangku taman ini. Aku hanya bisa mematung tanpa mampu mentapnya sedetik pun. Satu menit, dua menit, lima menit, “ aa…lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?” ucapnya basa-basi memecah kecanggungan ini. “ hem..baik. neo?” sahutku sambil tetap menatap lurus ke arah air mancu itu. “ tidak baik.” Jawabnya singkat. “ eoh..” sahutku kecil. “ aku harus pulang!” ucapku padanya dan segera bangkit dari kursi taman. Namun saat ku langkahkan kakiku, lagi-lagi tangannya menahan tanganku. Sontak akupun memandangnya tajam. “ jangan pergi.” ucapnya lembut “ jangan pergi, jebal!” lanjutnya lagi. Aku pun merasa bahwa hatiku memang tidak ingin meninggalkannya dan lebih memilih untuk kembali ke tempatku semula. “ untuk apa kau kesini?” tanyaku langsung. “ aku…aku merindukan tempat ini..” jawabnya. “ untuk apa memintaku menemanimu?” tanyaku lagi. “ aku ingin bersamamu…” jawabnya mantap. Mwo? Apa yang dia katakan?! “ sudahlah… lebih baik kau pulang. Bukankah akan jauh lebih baik jika kau tidak bersamaku seperti saat ini. Lagi pula untuk apa ingin bersamaku saat seseorang bisa mengisi tempat itu?” ucapku tertahan. Menahan tiap tetes air yang mungkin dengan mudahnya keluar dari pelupuk mata ini. “ mianhae.. jeongmal mianhae.. jeballl..jangan berkata seperti itu hyunmi-ah” ucapnya berat “ jangan percaya dengan apa yang mereka katakan. Percayalah padaku…” lanjutnya dengan tatapan penuh harapan. “ untuk apa aku mempercayaimu? Aku sudah mempercayaimu sejak dulu kwangmin-shi! Mempercayaimu untuk merebut hatiku! Juga mempercayaimu untuk mematahkan semua harapanku!” haaahhh, keluar begitu saja kata-kata itu dengan lantangnya dari bibirku. Aku tak tau kenapa aku mengatakannya, tapi rasanya lega setelah mengatakan itu, sedikit beban perasaanku berkurang, walau hanya sedikit. “ aku mengerti, dan sangat mengerti bila kau ingin mengejar karirmu. Bahkan kau tidak perlu mengatakannya jika ingin memutuskan semuanya karena kau tidak ingin bersamaku. Baboya!! Kenapa aku mempercayaimu?!!!” ucapku kesal. “ hiks…hikss…” isakkan tangisku pun tak dapat ku tahan lagi. “ jeballl…katakan kalau ini semua hanya lelucon! Katakan kalau kau—.” Mppph hangat..sesuatu menyentuh bibirku. Dapat kurasakan sesuatu yang lembut menyentuh permukaan bibirku, menahan semua kata-kata yang telah siap meluncur dari bibir ini. Deru nafasnya bisa kurasakan. Tanpa sadar akupun menutup kedua mataku. Satu detik, dua detik, tiga detik, sepuluh detik, lima belas detik, akhirnya diapun melepaskan pagutannya dari bibirku. Entah kenapa jantungku semakin berdetak tidak karuan. Aku memandangnya dalam mencoba mencari kebohongan dalam tatapannya. Namun sial, tatapannya seolah meyakinkanku bahwa apa yang baru ia lakukan adalah sesuatu yang didasari dengan ketulusan. “ besok aku akan menghadiri press conference tentang masalah itu…” jelasnya.

-ooOoo-

“ semua yang diberitakan itu tidak benar! Aku dan bora noona tidak memiliki hubungan apapun selain adik dan noona. Kami semua sangat dekat karena kami satu agensi. Dan aku pun tak yakin bila bora noona merupakan tipeku.”

“ ahaha…ne kami adalah dongsaeng dan noona. Ya seperti itulah. Jadi bila ada yang mengatakan hal itu kurasa dia tidak mengetahui hal yang sebenarnya.” –tuttss-

Hem rasanya aku tidak perlu melanjutkan tontonan itu, setelah kejadian semalam aku rasa semuanya adalah penjelasan yang selanjutnya. Drrttt-drrttt- handphone disampingku bergetar, tertera one message disana.

‘ kau sudah melihatnya? Apa aku bilang! Dia tidak mungkin setega itu ;D’

Aku hanya bisa tersenyum membaca pesan dari sahabtku itu. Lalu aku pun segera membalasnya.

‘ ne…aku mendapat penjelasannya tadi malam~ ;>’ send-

Tak butuh waktu lama balasannya pun datang. ‘ Mwo? Aku tidak mengerti sepertinya ada sesuatu yang terlewatkan’. Sekali lagi aku pun hanya bisa tersenyum membacanya. Tiba-tiba saja handphone-ku kembali bergetar.

‘ kau bisa mengerti sekarang? Kalau kau bisa mengertinya aku akan menunggumu di tempat itu’

Sebuah pesan yang akhirnya tiba di layar handphone setelah sekian lama tak berkunjung. Jo kwangmin, aku sudah mengerti bahkan sebelum kau bertanya padaku.

-ooOoo-

Aku tak sabar menunggunya. Aku telah menyiapkan sesuatu untuk kami, ya kami. Aku ingin perkataan aku dan dia akan berubah menjadi satu kata ‘k-a-m-i’. Sepuluh menit sudah aku menunggunya. Apakah dia belum bisa mengerti hingga melewatkan sepuluh menit untukku menunggunya. “ Aku mengerti kwangmin-ah” seseorang berkata dengan riangnya di belakangku. “ neo..bagaimana bisa kau mengenaliku dengan mudahnya?” tanyaku. “ karena aku mengerti” jawabnya sambil tersenyum manis kepadaku. Ah, senyuman itu…sudah lama aku tak melihatnya. “ ini…” ucapku sambil menyodorkan sebuah gembok emas berbentuk hati padanya. “ mwoya?” tanyanya. ” Aku serahkan hatiku padamu.” Ucapku to the point. “ Aigoo…bisakah kau tidak melakukan hal yang tidak romantis seperti ini kepada seorang yeoja?” dengusnya sebal. “ mianhae..tapi aku tidak bisa seperti namja kebanyakan yang dengan semudah itu mengatakan hal-hal romantis..” ucapku pasrah. “ hemm…ne..ne…lalu untuk apa gembok ini?” tanyanya polos. Aish..yeoja ini selalu saja. “ ini…” ku serahkan sebuah spidol dari saku blazerku. “ eoh…ne..arasso!” ucapnya mengerti dan segera menuliskannya pada gembok yang barusan ku berikan padanya. “ kkeuttt…” teriaknya. “ coba ku lihat..” pintaku namun dia tidak mau memberikannya padaku. “ shireo! :p” ucapnya. Aigo…yeoja ini benar-benar menggemaskan. “ apa yang kau tulis disitu?” tanyaku padanya yang masih menggenggam erat gembok itu. “ sudahlah lebih baik kita memasangnya dulu disana” pintanya. Lalu kami pun segera mendekati tiang-tiang yang sudah dipenuhi beratus-ratus atau mungkin ribuan gembok beraneka macam warna dan bentuk. “ ah sepertinya disini lebih mudah di temukan..” ucapnya sambil memasang gembok itu. Setelah ia selesai memasangnya, aku pun mendekat dan membaca kalimat yang ia tuliskan disana. ‘ masih mencintaimu…dan sangat-sangat mencintaimu’ aku tersenyum membacanya tapi sepertinya ada yang kurang. “ neo…kenapa hanya kalimat itu saja yang kau tuliskan?! Sini berikan spidolnya!” pintaku. Ah, terlintas sebuah kalimat di otakku. ‘ aku prince kwangmin akan selalu mencintai dan menyangi nae yeoja, hyunmi hingga akhir hayatku♥’ “ yaksok?” tanyanya memastikan tulisanku itu. “ emm..yaksok!” ucapku sambil mendaratkan ciuman di pipinya. Kulihat semburat merah terurai jelas di wajahnya saat ini. “ ya! Kenapa sekarang kau jadi sangat suka menciumiku, Jo kwangmin-ah?!” ucapnya dengan wajah innocentnya itu. “ Karena kau telah mengerti…” ucapku berlalu meninggalkannya yang mungkin masih mematung memegangi kedua pipinya itu. Dan dengan sadar sebuah senyuman terukir lebar di wajahku.

-FIN-

Ayo….di komen ya readers yang baik hati dan tidak sombong^^

This entry was posted by FairyBlue♚.

18 thoughts on “(Oneshoot) Still love you♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: