[FREELANCE] My Twins – Part 6

Tittle : My Twin
Cast : Jo Twins -> Youngmin & Kwangmin BOYFRIEND , Suzy Miss A, Jiyeon T-ara, Onew SHINee and Minwoo.
O.Cast : Sulli F(x), Minho SHINee, Boyfriend member, Yoogeun, Krystal F(x) .
Length : CHAPTERED.
Genre : Romance, Family.
Author : Mutiara Ekagusbarani
Note : In this Story, Suzy ’95 lines and marga dia juga jadi CHOI, Yoogeun juga ganti marga jadi JO ya.

Seorang namja yang sudah tak asing lagi masuk kedalam kelas. Benar! Namja yang kutemui di rumah sakit! Dia datang bersama Jiyeon unnie.
“annyeong haseo yeorobun, Onew Lee imnida, bangapseumnida,” ucapnya ramah.
Aku langsung melihat kearah Youngmin, wajahnya murung dan tatapannya menunjukan kebencian lalu aku melihat kearah Kwangmin, dia hanya menampakan wajah sedihnya.
“dia datang kembali!” gumam Youngmin dengan geramnya.
***
-Chapter 6-
Setelah perkenalan namja itu tersenyum lebar lalu duduk dikursi guru. Onew Songsanim, guru musik baru dikelas kami. Aku masih terkejut melihat respon Youngmin dan Kwangmin, mereka seperti tidak menerima kehadiran Onew Songsanim.
“yeorobun, aku yakin pasti diantara kalian memiliki cita – cita sebagai seorang penyanyi, keurae?” tebak Onew Songsanim yang berdiri di depan kelas sambil tersenyum tampan.
“nan!” sahut Sulli sambil mengacungkan tangannya.
“kau ingin menjadi penyanyi solo atau Girlband?” tanya Onew Songsanim.
“sebenarnya sih aku lebih suka menjadi ibu rumah tangga, yang selalu setia menunggu suamiku pulang dari kantor, dan mengurusi anakku, aku sangat ingin punya anak kembar, tapi mereka harus yeoja. Hehe,” ucap Sulli -_-
“haha jadi?” tanya Onew Songsanim.
“sebenarnya aku tak ingin jadi penyanyi sih,” sahut Sulli lalu terkekeh.
Otomatis satu kelas memeberinya teriakan, “huuu~” kecuali Youngmin. Dia masih terdiam sambil menatap tajam kearah Onew Songsanim.
“baiklah, karna aku masih guru training disini, aku hanya memberi tugas pada kalian. Aku harap kalian bisa mengumpulkannya minggu depan,” ucap Onew Songsanim.
“buat satu buah lirik lagu dengan tema sedih, kalau bisa kalian gunakan bahasa Inggris, kalian hanya membuat liriknya, ingat hanya membuat liriknya saja,” ujar Onew songsanim.
Sedangkan Youngmin menggempalkan tangannya keras. “jangan harap kau bisa bertahan disini,” gumamnya penuh emosi.
***
Aku memutar otakku mencari sebuah lirik sedih yang kira – kira akan bagus jika dijadikan sebuah lagu galau. Berkali – kali aku mengerutkan dahiku, tetap saja tak menemukan ide cemerlang.
“assa!” teriakku lalu tersenyum lebar.
“sikembar pasti sedang membuat lirik bersama,” gumamku.
Aku pun mengambil kertas tak lupa pensil lalu segera keluar kamar. Belum juga aku sampai mengetuk pintu kamar Youngmin, aku mendengar percakapan Youngmin dan Kwangmin.
“tapi aku tidak menyukai yeoja itu..” ucap Youngmin.
Aku pun semakin mendekatkan kupingku ke pintu kamar Youngmin.
Suzy POV end.
Author POV
“kau yakin, Youngmin – ah ?” tanya Kwangmin memastikan.
“ne aku sangat yakin,” ucap Youngmin.
“kau tidak tersentuh dengan perhatiannya selama ini? kau yakin?” tanya Kwangmin lagi.
“entahlah, tapi aku tidak menyukainya, aku juga tak mencintainya,” ujar Youngmin.
Kwangmin hanya menatap kembaranya tanpa ekspresi. “dia cantik kok,” ucap Kwangmin polos.
“ne dia cantik karna dia yeoja,” ujar Youngmin lalu kembali sibuk dengan laptopnya.
“tapi dia sangat menyukaimu, hyung..” kata Kwangmin lagi.
“keumanhae, aku tak mau mendengarnya lagi,” ucap Youngmin.
“kukira karna kau bersikap buruk padanya itu tandanya kau menyukainya,” kata Kwangmin polos.
“babooo~” ucap Youngmin.
“dia sempat menangis dan bercerita pada oppanya tentangmu, Youngmin – ah,” kata Kwangmin lagi.
“lalu? aku harus peduli begitu padanya? Memangnya aku menyuruh dia untuk bersikap seperti itu? Toh aku sama sekali tak berharap mengenalnya juga,” ujar Youngmin ketus.
“Youngmin – ah!” seru Kwangmin.
“kau keluar saja lah, aku sedang mengerjakan tugas,” usir Youngmin.
“kau begini karna masih mempertahankan yeoja itu, hah?” tanya Kwangmin.
“naga!” suruh Youngmin.
“shireo!” kata Kwangmin membangkang.
“aku perjelas ya, aku sama sekali tidak menyukai Suzy, tidak menyukai Suzy, bahkan aku sangat amat berharap yeoja itu cepat keluar dari rumah ini. jelas kau?” ujar Youngmin.
“minimal kau pelankan suaramu! Tak baik jika Suzy mendengarnya!” seru Kwangmin.
Suzy hanya diam sambil terduduk diluar kamar Youngmin, bibirnya tersenyum lagi tapi air matanya jatuh begitu saja.
“Minho oppa..I’m brokenheart.” Gumam Suzy.
“jinjayo mian,” gumam Suzy lagi lalu masuk kedalam kamarnya lalu mengunci pintu kamarnya.
Author POV end.
Jiyeon POV
Aku menyambut kepulangan Onew oppa dengan hidangan special yang selalu aku buat, apalagi kalau buka Chicken World. Onew oppa pasti menghabiskan semua ini.
“masitge deuseyo..” ucapku, lalu ia tersenyum dan duduk.
“Minwoo eodie?” tanya Onew oppa.
“nan molla, dia langsung pergi tanpa berpamitan padaku,” ujarku.
“aku menjadi guru musik di kelas Youngmin dan Kwangmin,” ucap Onew oppa lalu menggigit satu paha ayam.
“jinjayo? Lalu respon mereka??” tanyaku penasaran.
“Youngmin terlihat geram dan Kwangmin terlihat sedih,” kata Onew oppa lalu meneguk setengah gelas air putih.
“oppa, apa tidak sebaikanya kita katakan semua ini pada Youngmin, Kwangmin, dan Minwoo?” usulku.
“aniyoo, aku tidak ingin mereka tahu, Jiyeon – ah,” larang Onew oppa masih dengan senyum tampannya.
Aku hanya menghela nafas berat, menatap Onew oppa yang masih asik mengunyah ayamnya dengan senyum khasnya yang masih setia menempel di bibirnya.
“kesalah pahaman, patah hati, kebencian,” ucapku.
“eung?” respon Onew oppa.
“oppa aku sudah tidak tahan,” kataku lalu mengambil tasku.
“aku pulang dulu,” ucapku.
“biar aku antar,” tawarnya.
“tak usah, makanlah yang banyak.” Kataku lalu berlari keluar rumah.
Aku masih terdiam dihalaman rumah Onew oppa, memandang lurus kedepan dengan tatapan kosongku. Aku merasakan mataku sudah mulai membasa, hatiku terasa sesak, ada rasa yang mengganjal di tenggorokanku.
“ya Tuhan, cepat ahiri semua ini,” gumamku lalu menangis.
Jiyeon POV end.
Kwangmin POV
Aku baru saja menyelesaikan tugas pembuatan lirik, lalu kusimpan tugas itu dilaci meja. Aku melihat kearah jam dinding, sudah jam 2 siang. Biasanya Sulli menelfon untuk minta antar ke perpustakaan umum.
Dengan inisiatifku sendiri aku memencet beberapa digit nomor ponselnya, tapi yang terdengar hanay suara ahjumma yang mengatakan bahwa nomornya itu tidak aktif. Tumben sekali dia.
Baiklah sekarang lupakan dulu Sulli sejenak, dan aku kembali termenung dengan perkataan Youngmin tadi. Dia tega mengatakan itu pada yeoja baik seperti Suzy? Kalau Suzy dengan bagaimana?
Masalahnya aku tau betul bagaimana Suzy menyukai Youngmin. Yang aku lihat Suzy selalu menempelkan ucapan – ucapan manis dikertas kecil dan dia tempelkan di pintu kamar Youngmin. Dan setahuku kertas – kertas itu selalu hilang, dan kukira kertas itu hilang karna Youngmin yang mengambilnya.
Nyatanya apa? Aku sama sekali tidak melihat tumpukan kertas kecil dan yang lebih parah lagi pengakuan Youngmin itu. Miris sekali bukan? Kalau saja aku jadi Youngmin, minimal aku akan bersikap manis pada Suzy, meskipun aku tak menyukainya juga (?)
Aku tau betul bagaimana Youngmin, aku tau betul tipe yeoja idamannya, aku tau betul bagaimana sikapnya. Tapi sekarang aku bingung sendiri, karna semua yang kutau dari kembaranku itu menghilang. Youngmin berubah drastis semenjak kepergian Jiyeon noona 4 tahun silam.
“Annyeong haseo!!” tegur seorang namja diluar gerbang rumah.
Aku segera melihat dari kaca jendela kamarku, benar saja ada namja yang sedang asyik berdiri diluar gerbang.
“Mi..n..wo?” tebakku.
Aku segera berlari keluar kamar, lalu menuruni anak tangga dan membuka pintu rumah. Nafasku masih tak beraturan, aku berhenti sejenak sambil menatap gerbang rumahku. Aku pun segera berlari kearah gerbang dan membukanya.
“Annyeong haseo,” sapanya lalu membungkuk.
Tubuhku sedikir bergetar namun aku masih bisa mengatasinya. “ah ne Annyeong haseo,” sapaku lalu membungkuk juga.
“Suzy ada kan?” tanyanya lalu tersenyum lebar.
“ne. Kalau begitu mari masuk dulu,” ajakku, lalu aku pun berjalan duluan.
Aku mempersilahkan Minwoo duduk, aku juga sempat melihat sebuket bunga yang dia pegang. Jangan – jangan dia menyukai Suzy?
“kau mau minum apa?” tanyaku.
“teh hangat saja, kebetulan cuaca hari ini cukup dingin.” Katanya lalu tersenyum.
“ahjumma…” panggilku.
“ah ye?” jawabnya sambil menghampiriku.
“buatkan teh hangat ya,” kataku lalu tersneyum.
“ye tuan,” katanya lalu kembali kedapur.
“kalau begitu aku panggilkan Suzy dulu ya,” kataku lalu berjalan keatas.
Aku mengetuk pintu kamar Suzy berkali – kali, tapi tak ada jawaban. Apa dia ada dirumah?
“Suzy – ah,” panggilku lalu mengetuk pintu kamarnya lagi.
Aku mencoba membuka pintunya tapi ternyata dikunci. “Suzy – ah,” panggilku lagi.
Aku mulai merasa panik dan mengetuk pintunya lebih keras lagi. “Suzy – ah,” panggilku lebih keras lagi.
Aku segera masuk ke kamar Youngmin dan menemukannya sedang asik dengan laptopnya. “Youngmin – ah, bantu aku dobrak pintu kamar Suzy,” pintaku.
“wae?” tanyanya masih santai.
“palliseo!!!!” teriakku lalu menariknya keluar.
“aku memanggilnya berkali – kali tapi tak ada sahutan,” jelasku.
“dia sedang pergi mungkin,” tebak Youngmin.
“aniyo, dia hari ini ada dirumah, dan kalau pun dia pergi pasti dia tak menyunci pintu kamar,” ujarku.
“arra, ayo kita dobrak,” ucap Youngmin.
“han..na..dul…set!!” ucapku dan Youngmin lalu kami berhasil membuka pintu kamar Suzy.
“Suzy – ah!” teriakku dan Youngmin.
Aku dan Youngmin menemukan Suzy yang tergeletak dilantai dengan darah yang keluar dari hidungnya. Badannya juga dingin sekali, dia juga menggenggam ponsel ditangan kirinya.
“ayo bawa dia kerumah sakit!” seru Youngmin lalu menggendong Suzy.
“ah ye! Dibawah ada Minwoo,” ucapku.
“mworago? Untuk apa dia kesini?” tanya Youngmin.
“ah sudah itu tak penting, ayo bawa Suzy ke rumah sakit dulu,” kataku, lalu aku pun berlari kebawah.
***
“Suzy kenapa??” tanya Minwoo panik.
“kami menemukannya tergeletak di lantai kamar,” jelasku.
“kami mau bawa Suzy ke rumah sakit dulu, lebih baik kau pulang,” suruhku.
“aniyo, aku mau ikut!” seru Minwoo.
“baiklah kajja!” seru Youngmin.
Kwangmin POV end.
Suzy POV
Perlahan aku membuka mataku, aku mencium bau bau aroma tak sedap. Apakah ini rumah sakit? Kenapa aku ada disini? Apa yang terjadi padaku?
Aku melihat ke sekelilingku, dan tidak ada siapa – siapa? Aku dimana? Kenapa aku sendiri?
“Suzy – ah, kau sudah sadar!” seru Minwoo tiba – tiba lalu duduk disebelah ranjangku.
“Youngmin dan Kwangmin menemukanmu pingsan tadi,” jelasnya.
“tapi kau tenang saja, kata dokter kau hanya kelelahan dan depresi,” ucapnya.
“ponselku mana?” tanyaku.
“igo..” katanya sambil menunjukan ponsleku yang dia genggam.
Aku segera menggapai ponselku. “gomawo,” ucapku lalu tersenyum padanya.
“Youngmin dan Kwangmin masih diluar,” ucap Minwoo. Aku hanya tersenyum lalu melihat ponselku.
“tak ada yang menelfonku?” tanyaku.
“ada, tadi oppamu menelfon, dia sempat panik saat mendengar kau pingsan, katanya dia akan pulang minggu depan,”
“keurae? Baguslah,” responku.
Aku kembali menghela nafas, merasakan mataku bengkak karna kau menangisi seseorang yang seharusnya tak boleh aku tangisi. Aku kembali menatap cincin di jari manisku lagi. Dulu aku belum sempat mengembalikannya pada Youngmin.
“aku sudah merasa baik, aku ingin pulang,” pintaku.
“mwo? Aniyo, kau tak boleh pulang, kau masih harus istirahat,” kata Minwoo.
Tiba – tiba aku tersentak sendiri, ya Tuhan aku barus saja bercakap dengan santainya bersama Minwoo?! Orang yang sangat berbahaya! Ya Tuhan apa yang aku lakukan? bagaimana kalau orang ini tiba – tiba membunuhku??
“wae? Kau terlihat pucat, sudah lebih baik kau tetap disini, biar aku yang menemanimu,” ucapnya lalu tersenyum MANIS.
“aniyoo, aku benar – benar ingin pulang!” pintaku mantap.
Suzy POV end.
Author POV
Youngmin terduduk dikursi tunggu sedangkan Kwangmin masih berdiri sambil menatap kembarannya kesal.
“kau tau tidak bagaimana sakitnya yeoja itu?” tanya Kwangmin kesal.
“aku tak bisa memaksakan hatiku, yang aku cintai itu..”
“Jiyeon noona? Keurae? Kau mencintainya? Sedangkan dia sudah menyakitimu? Terlebih kau juga lebih menyakiti Jiyeon noona dan dirimu sendiri!” seru Kwangmin mulai emosi.
“aku tau dirimu Youngmin – ah, aku lebih tau kau dari kau mengetahui dirimu sendiri! Kau itu tak paham dengan dirimu sendiri!” seru Kwangmin.
Youngmin menatap Kwangmin lekat lalu kembali menundukan kepalanya, “aku tetap tidak bisa,” ucap Youngmin.
“kau keras kepala!” seru Kwangmin.
“sekarang begini, jika kau sudah menyukai yeoja lain kau sudah berikan kasih sayangmu sepenuhnya untuk yeoja lain, tapi ada yeoja baru yang datang, menyukaimu, dan kau terpaksa harus menyukainya, apa kau mau Kwangmin – ah? aku yakin kau juga tak akan mau melakukannya,” tegas Youngmin.
“aku bisa melakukan semua itu.” Ucap Kwangmin.
“apa kau lupa, Youngmin – ah ? kau lupa kalau dulu aku menyukai Jiyeon noona? Bahkan lebih dari yang kau kira!” ujar Kwangmin.
“bahkan aku harus melepaskan semua itu demi mu, aku tau kau lebih menyukai Jiyeon noona, maka dari itu aku terpaksa dan berusaha keras melupakan Jiyeon noona,” ucap Kwangmin.
“jika kau tau bagaimana terpuruknya aku dulu, diusiaku yang baru 14 tahun. Haha lucu sekali anak sekecil itu sudah patah hati dan berkorban demi kembarannya,” ujar Kwangmin.
“kau tak tau sih, semua lukaku terobati karna Sulli datang, walaupun aku tau bahwa Sulli itu menyukaimu.” Kata Kwangmin lagi.
“apa kau tak bisa berkorban untuk dirimu sendiri? Daripada kau terluka dan Suzy juga terluka,” ucap Kwangmin.
Youngmin hanya membatu mendengar semua itu.
“untuk apa kau melukai seorang yeoja seperti Suzy demi Jiyeon noona yang tak menyukaimu sama sekali,” kata Kwangmin.
“apa kejadian 4 tahun lalu itu tidak membuat kau membenci Jiyeon noona?” tanya Kwangmin.
“KEUMANHAE!” bentak Youngmin lalu memukul kembarannya sendiri, hingga darah keluar dari hidung Kwangmin.
“jangan membuat seolah – olah semua ini salahku!” bentak Youngmin.
Youngmin pun berjalan gusar lalu masuk kedalam kamar Suzy.
“Minwoo – ah, kau bisa keluar?!” usir Youngmin.
“aku ingin bicara berdua dnegan Suzy,” ucap Youngmin.
Minwoo mengangguk lalu berjalan keluar kamar, tatapan Minwoo berubah menjadi tatapan iblis lalu menggepalkan tangannya.
“bersabarlah Minwoo – ah, ini tak akan lama,” gumam Minwoo lalu tersenyum sinis.
***
“kenapa kau menyukai namja sepertiku?” tanya Youngmin. Sedangkan Suzy masih terdiam dan tak bisa menjawab.
“jawab aku!” bentak Youngmin.
“nan mollaseo,” jawab Suzy.
“kau tau? Aku tak pernah menyukaimu,” tegas Youngmin.
“aku tau.” Kata Suzy.
“lalu? kenapa kau masih punya muka untuk menyukaiku?!” tanya Youngmin ketus.
“wae? Bukankah menyukaimu itu hak ku? Aku juga tidak memintamu untuk membalasnya, kenapa kau harus risih? Aku bisa kok tidak mengganggumu, dan cukup memendamnya,” ucap Suzy dan butiran bening sudah sampai dipelupuk matanya
“tapi ini membuatku risih!” bentak Youngmin.
“wae? Apa kau tak bisa mencoba untuk menyukaiku?” tanya Suzy.
“aku tidak menyukaimu, jadi lupakan saja!” bentak Youngmin lalu keluar dari kamar Suzy.
“eomma, hatiku sakiiiit. I’m brokenheart..” gumam Suzy lalu terisak.
To Be Continued..
PREVIEW NEXT CHAP.
FLASHBACK EDITION.

This entry was posted by r13eonnie 강 하이에나.

29 thoughts on “[FREELANCE] My Twins – Part 6

  1. thor, lanjt dong! jgn lma2 ya soalnya q penasarn dgan endingx! dan jga WAEYO minwoo itu seprt dndam ma youngmin?

    dtnggu bngt kelanjtnx fighting tor!😀

  2. Huaa~ lanjut dong!!
    Aku sudah nunggu ini FF berbulan-bulan. Ko belum juga sih dilanjutin?!
    Please, jebal, lanjutin dong thorr!!!

    Ceritanya kereeen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: