[FREELANCE] Only You are My First and Last Love – Part 3

Title                : Only You are My First and Last Love  – Part 3

Author            : Frederica

Genre             : Romance, Friendship

Type                : Chapter

Rating             : G

Main Cast      :

~ Park Hee Rin

~ No Min Woo

~ Jo Youngmin

~ Choi Min Ah

~ Jo Kwangmin

~ Kim Yoo Jin

Akhirnya Part 3 kelar juga, terima kasih sudah membaca Part 1 dan part 2 nya J semoga ga bosan ya bacanya J maaf kalau ada kata yang salah harap dimaklumi ya. Cingu sebenarnya ini part ini harusnya sudah dipost tapi karena file nya hilang aku harus mengulangnya lagi, Hikss L … maaf ya jadi lama. Oh ya sedih deh kemaren ga ada yang comment T_T, tapi ga apa. Semangat !!!

Jangan lupa comment ya cingu untuk membuatku semangat dan agar lebih baik lagi. Hehehe

Selamat membaca J

Pyyong…

Youngmin menghampiri Hee rin dan menepuk pundaknya “Hee rin~a ternyata kau bersekolah disini  juga” ucap Youngmin yang membuat Hee rin terkejut

“Huaa… Jo Youngmin” teriak Hee rin yang sadar dari lamunannya

“Hahahaha” Youngmin tertawa. Hee rin hanya mengerucutkan bibirnya lalu memandang namja itu.

“Jo Youngmin kau sangat tampan jika tertawa, neomu neomu choae” ucap Hee rin tiba-tiba seraya tersenyum dan membuat Youngmin menghentikan tawanya, jantungnya bedetak cepat mendengar kata-kata yang diucapkan Hee rin barusan

“Mwo?? Aissh aku tidak percaya?” Min ah kaget mengdengar kata-kata yang diucapkan hee rin pada namja sialan itu

“Jo Youngmin” panggil Hee rin sambil melambaikan tangannya didepan wajah Youngmin

“YA! Jangan panggil namaku selengkap itu” kata Youngmin asal dan membuat Hee rin bingung

“Lalu aku harus memanggilmu apa?” Tanya Hee rin

“Oppa” jawab Youngmin

“oppa??” Tanya Hee rin bingung

“Ne, oppa. Panggil aku Young oppa atau oppa saja”

“Hmm… ne Young oppa”

“Nah begitukan tidak kepanjangan” ucap Youngmin sambil mencubit  sebelah pipi Hee rin

“Ya!” Hee rin mengelus-elus sebelah pipinya itu “Young oppa” Hee rin menatap Youngmin lalu  mencubit kedua pipi namja itu dengan gemas

Minwoo yang tidak tahan melihatnya langsung menggebrak meja “Brrakk!!” semua terkejut menatapnya.

Hee rin dan Youngmin juga terkejut dan membalikan badan. Min ah yang menyadarinya hanya mengangakan mulutnya sambil menunggu apa yang akan terjadi.

Minwoo menatap tajam namja berambut pirang itu tubuhnya gemetar matanya terasa panas hatinya terasa sakit melihat yeoja yang dicintainya sangat dekat pada namja sialan itu, sedari tadi dia sudah menahan emosi yang akhirnya meluap. Minwoo menarik kerah Youngmin dan melayangkan pukulan kepadanya

“dasar namja sialan” ucap Minwoo ketus. Youngmin menyentuh bibir bawahnya yang berdarah. Belum sempat Youngmin mengatakan sesuatu “Bukk!” Minwoo menambah satu pukulan lagi

“huaaa… Jo Youngmin” teriak Hee rin. Dengan cepat Min ah menghentikan Minwoo sebelum bertambah parah

“YA! Minwoo~a pabo ya! Apa yang kau lakukan? Micheoseo?” teriak Min ah pada Minwoo sambil menahannya jika ingin memukul lagi

“Jo Youngmin eh Young oppa? Gwaenchanayo?” tanya Hee rin sambil menyentuh wajah Youngmin

“nan gwaenchana” jawab Youngmin

“tapi wajahmu berdarah” ucap Hee rin khawatir pada Youngmin

“Ya! No Minwoo” teriak Hee rin pada namja itu “lihat perbuatanmu” lanjutnya sambil menunjuk memar di wajah Youngmin

“Ciihh…” kesal Minwoo sambil berlalu

“Hee rin~ah sebaiknya kau antar dia ke UKS” ucap Min ah lalu menyusul Minwoo pergi

Dengan wajah kesal Minwoo berjalan disepanjang koridor sekolah, sebenarnya dia ingin menyampaikan perasaannya pada Hee rin, tapi karena sesuatu terjadi pada Hee rin dia membatalkannya.

***

Setiap hari Youngmin dan Hee rin menghabiskan waktu bersama, kemana-kemana selalu bersama kecuali ke toilet. Ke kantin berdua, dikelas berdua, pulang pun berdua. Youngmin selalu ada untuk Hee rin, sampai-sampai Min ah yang sahabatnya saja jarang mengobrol dan bercanda dengan Hee rin semenjak kejadian kurang lebih dua minggu yang lalu. Min ah lebih banyak mengobrol bersama Minwoo, sementara Minwoo tidak punya kesempatan untuk dekat dengan Hee rin.

“Minwoo~a, aku merindukan Hee rin” ucap Min ah sedih

“nado” jawab Minwoo

“aku kangen dengan sikapnya yang cool dan wajahnya ketika mengomel” kata Min ah dengan wajah sedih

“kau lihat.. dia begitu senang bersama dengan namja sialan itu, aku sudah tak sabar kapan ingatannya akan kembali. Aku harap dalam waktu cepat” lanjut Min ah lesu

“Ne” jawab Minwoo, matanya tertuju pada Youngmin dan Hee rin yang berada “eh? Sebentar Min ah, Youngmin sudah pergi ada yang ingin kukatakan pada Hee rin” lanjutnya lalu menuju ketempat Hee rin berada

Minwoo menghampiri Hee rin dan segera menariknya keluar.

“Ya! Kau mau apa”?  Tanya Hee rin

“sudahlah ikut aku nanti kau juga akan tahu” jawab Minwoo

Hee rin menurut dan membiarkan Minwoo membawanya, ternyata Minwoo membawanya keperpustakaan mungkin Minwoo pikir ini tempat yang cukup aman.

“kenapa banyak sekali buku” Tanya Hee rin sambil melihat kesekeliling

“ini namanya perpustakaan, masa begini saja kau tidak tau” jawab Minwoo. Dia Membawa Hee rin ketempat yang tidak ada siswa mencari buku

“O” Hee rin membulatkankan mulutnya sambil terus melihat kesekeliling “untuk apa kita kesini, kita mau membaca semua buku ini?” tanya nya lagi mengangkat salah satu buku dari rak didekatnya dan membolak balik buku itu

“tentu saja tidak” jawab Minwoo “aku ingin menanyakan sesuatu yang penting” minwoo diam sejenak lalu melanjutkan perkataannya “apa kau menyukai namja sialan itu/ tanyanya

“namja sialan yang mana?” Hee rin balik bertanya dengan wajah bingung

“Si Jo Youngmin itu”

“Ooo Jo Youngmin” Hee rin mengangguk mengerti “iya aku memang menyukai young oppa, neomu neomu choa” lanjutnya dengan senyum yang menggenmbang

Minwoo hanya tersenyum ketus hatinya terpukul mendengar ucapan yeoja itu “oh begitu” ucap Minwoo lalu memegang kedua bahu Hee rin menatap yeoja itu lama “tapi aku suka pada mu” ucapnya “ jeongmal saranghae” Minwoo melepas kedua tangannya dan pergi meninggalkan Hee rin

“Minwoo~ya” panggil Hee rin “tunggu… aku tidak mengerti maksudmu” Hee rin menggaruk-garuk kepalanya melihat Minwoo yang tiba-tiba pergi begitu saja “orang aneh” katanya bingung

Min ah berada di perpustakaan saat Minwoo mengatakan “jeongmal saranghae” pada Hee rin dan melihat namja itu pergi keluar pintu. seketika dadanya terasa sesak mendengar perkataan itu. Sebenarnya sejak awal Min ah memang sudah suka pada Minwoo karena namja itu selalu baik padanya, Min ah mengira Minwoo juga menyukainya tapi ternyata saat dia tahu Minwoo menyukai Hee rin hatinya sangat terluka dan menyimpan perasaannya. Setiap hari Minah selalu membiasakan diri untuk tetap tersenyum sebisa mungkin dia berusaha untuk tetap kuat. Biarpun dia tahu sampai saat ini Min ah masih mencintai Minwoo

“Rasanya aku ingin pergi saja” ucapnya sambil menahan tangis yang akhirnya mengalir mambasahi pipinnya

“memangnya kau mau kemana” terdengar suara Hee rin yang mengagetkannya

“ah.. aniya” ucap Min ah dan dengan cepat menghapus air matanya

“Kau menangis ya?? Waeyo??” tanya Hee rin

“aku menangis gara-gara kau, kau membuatku sedih karena kau lupa padaku” jawab Min ah bohong

“Jinja??” Hee rin menunjuk dirinya “kalau begitu mianhaeyo, jeongmal mianhaeyo. Aku akan berusaha mengingatmu”

“ah sudahlah gwaenchana, kajja kita kembali ke kelas” jawab Min ah menarik tangan Hee rin kembali kekelas sebelum Youngmin mencarinya

***

“oppa” panggil Hee rin

“Ne” sahut Youngmin, seperti biasa setiap pulang sekolah Youngmin mengantar Hee rin pulang

“boleh aku tanya sesuatu?”

“ne, katakana saja” jawab Youngmin

“oppa apa kau suka padaku?” tanya Hee rin, Youngmin tidak menjawab dan terus berjalan

“oppa kenapa kau tidak menjawab?” Youngmin tetap tidak  menghiraukannya

Hee rin menghentikan langkahnya “YA! Oppa kau tidak mendengarku?” teriaknya “Kau tahu setiap berada didekatmu jantungku berdetak sangat cepat dan aku senang kau selalu bersamaku” perkataaan hee rin sukses membuat Youngmin menghentikan langkahnya “apa kau juga merasakan hal yang sama denganku oppa?” lanjut Hee rin “Jo Youngmin kau membuatku marah kenapa kau malah berhenti dan ti..” Youngmin membalikkan tubuhnya menghampiri Hee rin dan langsung mengecup bibir yeoja itu dengan lembut sebelum Hee rin menyelesaikan kata-katanya, Hee rin hanya membulatkan matanya tidak percaya “mwo?? Young oppa menciumku” teriak Hee rin dalam hati

“Hee rin~a neo jeongmal saranghae” bisik Youngmin lembut di telinga yeoja itu sambil memeluknya

“oppa kau… mencintaiku?” tanya Hee rin tidak percaya

“ne” jawab Youngmin dan mendekat wajahnya pada Hee rin

“oppa tunggu” Hee rin menahanya dan membuat Youngmin menegakkan kepalanya kecewa “nado sarangheyo” ucap Hee rin menarik kerah baju Youngmin dan mengecupnya dan berlari sontak namja itu terkejut dan menarik Hee rin kepelukannya

“aau..” Hee rin memegang kepalanya

“Hee rin~a gwaenchanayo?”

“Oppa kepalaku…kepalaku sakit, sangat sakit” rintih Hee rin. pandanganya mulai buram dan dia terjatuh di pelukan Youngmin

“Hee rin~a gwaenchana?? Jawab aku?” tanya Youngmin mengguncang pelan tubuh Hee rin “aku akan membawamu kerumah sakit, jadi bertahanlah”

***

Min ah, Minwoo, Youngmin dan Hee rin eomma sekarang sudah berada dirumah sakit menuggu Hee rin sadar. Semua berdoa semoga saat Hee rin sadar ingatanya sudah kembali. Saat melihat dokter keluar dari ruangan semuanya langsung berdiri secar bersamaan.

“dokter bagaimana keadaan Hee rin” tanya ke empat orang tersebut secara serempak dan membuat dokter itu tersemyum lebar

“keadaannya baik-baik saja”

“apakah ingatannya akan kembali” tanya Min ah

“saya tidak tahu pasti karena bisa saja itu permanen, semuanya tergantung pada Tuhan dan nona itu sendiri” lalu diam sejenak semua menjadi hening “tapi semoga saja ingatannya bisa kembali” lanjut dokter memecahkan keheningan

“mungkin Hee rin terlalu memaksakan diri mengingat suatu kejadian” ucap Min ah

“mungkin juga, sebenarnya akan lebih baik jika dia menginngatnya secara perlahan” jawab dokter.

“baiklah, gamsahamnida” ucap Minwoo

“ne, kalau begitu saya permisi dulu” pamit dokter sambil membungkuk kan badannya

***

            Hampir dua hari Hee rin belum juga sadar. Hari ini Yongmin dan Min ah yang bertugas menemani Hee rin. Min ah meminta Youngmin menjaga Hee rin dan Min ah pergi untuk membeli makanan. Youngmin masuk dan duduk disamping Hee rin. Dia menggengam satu tangan yeoja itu dan memandang wajahnya.

“cepatlah sadar dan tersenyumlah” ucap Youngmin “bogoshipoyo” sambil mengelus wajah Hee rin, youngmin mendekatkan wajahnya dan mencium bibir manis yeoja itu dengan lembut. sebenarnya Youngmin takut kalau ingatan Hee rin kembali karena membuatnya harus kehilangan yeoja itu “saranghae” ucapnya pelan

Min ah kembali hendak menanyakan Youngmin ingin memesan apa. Dia membuka pintu perlahan “Young..” Min ah membulatkan matanya dan menutup mulutnya dengan satu tangan, dia tidak percaya dengan yang dilihatnya barusan. Min ah kembali menutu pintu dan berlari kecil

Youngmin tertidur disamping Hee rin, Hee rin mulai sadar jarinya mulai bergerak dan matanya perlahan terbuka. Hee rin memandang lurus kedepan pikirannya menerawang, lalu melihat ada seorang namja disampingnya dan mengerutkan dahinya. Youngmin  menyadarinya dan terbangun.

“Hee rin~a kau sudah sadar, gwaenchana??” tanya Youngmin terkejut dan menyentuh wajah Hee rin dengan kedua tangannya

“Ne gwaenchana, nuguseo??’ Hee rin balik bertanya sambil mengerutkan dahinya

Dengan lemas Youngmin menurunkan tangannya “ternyata ingatan mu telah kembali” katanya dalam hati “ah ani, aku panggil keluarga mu saja” jawab Youngmin bangkit dari tempat duduknya yang sebenarnya tak ingin

“Tunggu” hee rin menarik lengan baju Youngmin “kenapa aku bisa disini? Dimana eomma ku dan Min ah??” Hee rin terus melontarkan pertanyaan

“ne sebentar aku akan memanggil mereka” jawab youngmin tapi Hee rin menahannnya lagi

“Tunggu..” Hee rin menatap Youngmin dan menyipitkan matanya “sepertinya aku pernah melihatmu tapi dimana?” tiba-tiba suara Min ah menyelamatkan Youngmin

“Hee rin~a kau sudah sadar? Apa kau ingat padaku??” tanya Min ah “bogoshipo” lalu memeluk sahabatnya itu

“ne. tentu saja mana mungkin aku lupa padamu” jawab Hee rin mengembangkan senyumnya

“Hee rin” disusul oleh suara Minwoo  dan Hee rin eomma

“eomma, Minwoo~ya bogoshipo” ucap Hee rin memeluk eommanya

“Hee rin~a kau juga ingat pada Minwoo dan eomma mu?” tanya Min ah

“ne tentu saja memang aku kenapa bisa lupa pada kalian semua” ucap Hee rin bingung

“Kau baru saja sadar dari masa kritismu” jelas Minwoo

“jinja?? sebentar aku ingat dulu” Hee rin diam sejenak mencoba mengingat kejadian waktu itu sesekali Hee rin memegang kepalanya yang masih sakit

“ah…aku ingat waktu itu aku disuruh eomma membeli susu dan..” Hee rin mengalihkan pandangannya kepada seorang namja yang sedang berbalik berniat untuk meninggalkan ruangan tersebut tapi lagi-lagi Hee rin menahannya “YA! Namja pabo ya! Urusan kita belum selesai” seketika Youngmin menghentikan langkahnya

~TBC~

This entry was posted by r13eonnie 강 하이에나.

20 thoughts on “[FREELANCE] Only You are My First and Last Love – Part 3

    • huaaa aku uda lama ga buka page ini, banyak yg mau tau lanjutannya ya oke deh…aku lanjutin karena ud banyak yg coment hehehe
      gomawo semua uda mau baca ;D
      author jd semangat lagi heehehe

  1. uda cingu aku uda kirim yg part 4 nya, uda lama kira2 uda 3 bulan nan, mungkin admin nya belom ngepost hehe
    makasih ya🙂
    atau kamu kirim email aja yg penasaran ntar aku kirimin, ato engga ku post di blog ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: