약속 사랑 (Promise love) [Part.1]

약속 사랑 (Promise love) [Part.1]

Author : @sexyoungmin a.k.a Hanna a.k.a Jo Richan

Genre : romance, sad *maybe ._.v*

Cast : Jo Youngmin, Park Richan, Lu Han [EXO-M]

Other cast : find it ^^

Rating : T (teen)

P.S. : annyeonghaseyo~ author comeback dari hiatus nih XDD oh iya, hari ini tanggal 19 kan?? Author ulang tahun loo~ XDD *nagih kado #ditendang* udah deh daripada banyak bacot mending langsung aja~ enjoy ;)

thanks to :

1. Nia Noona yang udah bikinin poster :*

2. good readers ;)

Happy Reading~

Author pov

“Richannie, saranghaeyo… aku tau seharusnya aku mengatakan hal ini sejak dulu, tapi aku malah mengatakannya sekarang… saat kita akan berpisah…”ujar seorang namja tampan pada seorang yeoja bernama Richan dihadapannya.

“Youngmin oppa… aku akan member jawabannya saat oppa kembali ke Korea, jadi karena itu, oppa harus kembali ke Korea!!”jawab Richan pada namja bernama Youngmin tadi.

“oppa pasti akan kembali, maka dari itu, saat oppa kembali, kau harus sudah tau jawabannya!”ujar Youngmin

“oppa janji ‘kan, akan kembali ke Korea?”Tanya Richan

“tentu saja.”jawab Youngmin sambil tersenyum

‘kepada seluruh penumpang yang sudah memiliki tiket pesawat menuju Jepang, harap segera bersiap-siap. Terima kasih.’

“sepertinya… kita harus berpisah sekarang…”ucap Youngmi. “selamat tinggal…”lanjutnya sambil mengecup kening Richan.

“oppa! Ingat janji oppa ya!”ujar Richan sambil melambaikan tangannya pada Youngmin.

Richan pov

Dengan berat hati aku meninggalkan Incheon International Aiport, tempat perpisahanku dengan Youngmin oppa…

Tak perlu menunggu sampai Youngmin oppa kembali, aku sudah mengetahui jawabanku… nado saranghae Youngmin oppa~❤

Aku tak perlu khawatir, Youngmin oppa sudah berjanji akan kembali.

Akupun mencari sebuah taksi dan kemudian menuju rumahku.

“aku pulang…”sapaku saat sampai didalam rumah. Sepi seperti biasa. Biar ku jelaskan, Omma san Appa ku bercerai 2 tahun yang lalu, Onnie ku Park Mi Chan ikut dengan appa, sedangkan aku ikut dengan omma. Omma selalu pergi keluar kote ataupun keluar negri, jika ia tetap berada di seoul, ia selalu berangkat pergi dan pulang larut malam. Selama ini aku selalu sendirian. Tetapi, tetangga sekaligus sunbae-ku di sekolah, Youngmin oppa selalu menemaniku dan membuatku tak merasa kesepian. Tetapi, Youngmin oppa sekarang pergi untuk waktu yang cukup lama, aku akan merasa kesepian sekarang…

Kulangkahkan kakiku menuju kamarku dilantai 2, masuk ke dalamnya dan membaringkan tubuhku ke ranjangku.

“Youngmin oppa… cepatlah kembali… jika kau pergi, siapa yang akan menemaniku saat aku merasa kesepian?siapa yang akan menghiburku saat aku merasa sedih…?”gumamku merasa sedikit kesepian. Perlahan aku menutup mataku dan terlelap.

19:00 KST

“eummh…ternyata sudah jam segini…”gumamku yang baru bangun tidur.

Drrrttt… drrrtt…

Handphone ku bergetar tanda ada sebuah panggilan masuk, tanpa melihat nama penelepon, aku mengangkatnya begitu saja.

“yoboseyo?”ujarku pada sang penelepon

‘yoboseyo? Richannie…’jawab sang penelepon, suara ini….

“eum… Youngppa?”tanyaku memastikan, setauku suara ini adalah suara Youngmin oppa!

‘ ne Richannie~ ini aku, Jo YoungMin~ ada apa? Kenapa sedikit lesu? Apa ada yang terjadi denganmu?’tanyanya dengan nada khawatir

“a-aniyo… aku tak apa-apa.. aku hanya baru bangun tidur.. eh, oppa, bagaimana denganmu? Bagaimana keadaan oppa?”

‘ aku kesepian disini… aku kesepian karena kau tak berasa disampingku sekarang…’jawab Youngmin oppa dengan suara lembut yang selalu berhasil membuatku merasa nyaman.

“aku juga…. Oppa, kapan kau pulang?”tanyaku

‘heum.. entahlah, belum ada kepastian… tapi janji akan pulang secepatnya!’

“janji?”

‘yup, oppa janji.’

“aku akan selalu menunggu oppa kembali.”

‘oppa tak akan membuatku terlalu sama menunggu.”

Aku tersenyum mendengar jawaban demi jawaban yang di ucapkan Youngmin oppa. Walaupun hanya ada suaranya, itu bisa membuatku merasa bahwa dirinya berada disampingku…

‘apa kau sudah makan?’tanya Youngppa

“hm? Belum…”

‘kalau begitu kau makan saja dulu… kau harus jaga kesehatanmu, jangan sampai sakit…’

“oppa, aku bukan anak kecil lagi!”

‘iya iya, oppa tau… sudah sana kau makan saja dulu, nanti oppa telepon lagi, ppyong!’

“ne~”

Sambungan teleponnya pun terputus. Aku tersenyum. Ternyata Youngppa juga merasa kesepian tenpaku, sama seperti aku merasa kesepian tanpanya.

Kulirik wallpaper handphone ku, fotoku dan Youngppa.

-__________-__________-__________-__________-__________-

Author pov

Esok harinya…

@Richan’s School

“hei lu han, kau masih terus memperhatikan hoobae itu? Sampai kapan kau akan terus memperhatikannya? Apa kau tidak bosan?”Tanya seorang namja pada sahabatnya, Lu Han. Lu Han selalu memperhatikan salah satu hoobae-nya.

“entahlah, Kai… tapi aku merasa mataku tak bisa berhenti memperhatikan Richan…”jawab Lu Han sambil terus memperhatikan hoobae-nya. Yup, hoobae yang selalu diperhatikan oleh Lu Han adalah Richan.

“kau suka padanya kan? Tembak saja dia!”ujar namja bernama Kai itu lagi

“aish… apa maksudmu Kai?? Bahkan kami saja belum pernah saling mengobrol…”jawab Lu Han lagi

“apa salahnya? Kau memiliki wajah tampan, otak yang cerdas, dan suara yang merdu! Hampir semua murid dan guru mengagumimu! Tak mungkin ada yeoja yang akan menolakmu!”ujar Kai menyemangati Lu Han yang sejak dulu hanya berani memperhatikan Richan dari jauh.

“Kai, kata-katamu barusa memang benar… tapi… Richan selalu bersama dengan seorang namja…”jawab Lu Han

“tapi hari ini tidak Lu Han, ia tak bersama namja itu! Ini kesempatan baik untukmu!”timpal Kai

“heummh… kau benar Kai…”

“jadi, untuk apa kau masih disini? Hampiri dia dan buat dia menjadi milikmu, kawan!”

“yup, mungkin sudah saatnya…”

“bukan ‘mungkin’ lagi! Cepatlah Lu Han! Sebelum terlambat!”

“baiklah, terimakasih atas dukunganmu, Kai.”

Lu Han pun tersenyum pada Kai kemudian pergi menghampiri Richan yang sedang memakan bekalnya sendirian di kantin, biasanya ia selalu memakan bekalnya bersama Youngmin.

“an-annyeonghaseyo…”sapa Lu Han gugup

“heum? Annyeonghaseyo…”balas Richan sambil menoleh ke arah Lu Han

“eum… apa aku boleh duduk disampingmu?”Tanya Lu Han dengan perasaan sedikit gugup, karena ini pertama kalinya ia berbicara dengan Richan. Hoobae yang sejak lama ia sukai.

Richan mengangguk pelan, “silahkan…”balasnya

“ah.. gamsahamnida…”ujar Lu Han senang lalu duduk di samping Richan.

“perkenalkan, namaku Lu Han..”ujar Lu Han sambil mengulurkan tangannya, mengajak Richan untuk berjabat tangan dengannya.

“Park Richan imnida…”jawab Richan sambil berjabat tangan dengan Lu Han.

“Lu Han-ah! Kau dipanggil ke ruangan Kim seosaengnim!”ujar seorang namja yang tiba-tiba menghampiri Lu Han dan Richan.

“ah… Tao… baiklah, aku kesana.”jawab Lu Han.

“eum… Richan-sshi, aku ke ruangan Kim seosaengnim dulu ya…”ujar Lu Han pelan.

“n-ne..”jawab Richan sambil tersenyum.

Lu Han pov

Aku melangkahkan kakiku menuju ruangan Kim seosaengnim, Tao teman sekelasku sekaligus teman satu tim basket ku bilang bahwa aku dipanggil ke ruangan Kim seosaengnim. Jujur, aku merasa sedikit kesal… padahal aku ingin kenal lebih dekat dengan Richan, hoobae yang sejak dulu kusukai…

XX FLASHBACK XX

“Lu Han!! Pass!”teriak Kai lalu mengoper bola basket padaku. Akupun men-dribble bola tersebut. Namun sialnya, pemain lawan menghadangku.

“Se Hun!!”panggilku lalu melempar bosa ke arah Sehun, teman satu timku. Namun Se Hun tak berhasil menangkap bola lemparanku, bola itupun nyaris terlempar ke arah seorang yeoja yang secara tak sengaja melewati lapangan basket. Tiba-tiba seorang namja yang berada di dekat yeoja tadi menangkap bola basket yang hampir mengenai yeoja tadi.

“Ya!! Kalau bola ini sampai mengenai Richan bagaimana?? Kan bahaya!!”ujar namja itu sambil menunjuk ke arah yeoja yang bernama Richan itu.

Aku memandang Richan sebentar, lalu menghampirinya.

“aku yang melempar bola itu. Mianhamnida…”ujarku sambil membungkuk kan badanku 90o pada Richan

“gwenchana…”jawab Richan sambil tersenyum manis. Senyumannya itulah yang membuatku jatuh cinta kepadanya.

“kajja, Richannie…”ajak namja itu lalu menggenggam tangan Richan.

Sebenarnya siapa namja itu? Mengapa ia menggenggam tangan Richan? Apa ia namjachingunya??

Beberapa pertanyaan terus berputar dalam otakku dan membuatku sangat penasaran dengan yeoja bernama Richan tadi.

“Lu Han!! Ayo kita lanjutkan~!”ajak Chen, teman satu timku juga.

“hmmm… kajja!”balasku

-__________-__________-___________-__________-___________-

Keesokan harinya…

“eh? Itu yeoja yang kemarin hampir terkena lemparan bola kan?”ujar Kai sambil menepuk pundakku, akupun menoleh ke arah yang ditunjukkan Kai.

“ah, iya… benar…”jawabku sambil terus menerus melihat kearah Richan yang sedang makan siang bersama seorang namja yang kemarin. Entah kenapa aku tak bisa berhenti memperhatikan Richan.

“hei! Lu Han! Kai! Sampai kapan kalian mau disitu terus? Kita harus latihan basket lagi kan!” ujar Xiu Min yang membuatku berhenti memperhatikan Richan.

“ah, ne… kajja..”jawabku

“hei… Lu Han…”panggil Kai

“hmm? Ada apa?”jawabku sambil menoleh ke arahnya.

“mengapa tadi ka uterus memperhatikan yeoja itu?apa kau menyukainya?”

“a-a-a-apa?”

“wajahmu memerah! Aku benar kan?”

“eumm… molla… aku tak mengenal yeoja itu… tapi aku merasa bahwa aku tertarik pada yeoja itu…”jelasku malu-malu

“aku akan mendukungmu, kawan!”ujar Kai sambil tersenyum

“gomawoyo~”

-_________-_________-__________-__________-

Sejak saat itu, aku terus memperhatikan Richan dari jauh, dan mencari informasi tentangnya. Akhirnya aku mengetahui bahwa namja yang selalu bersama Richan itu hanya teman dekatnya. Ini artinya, aku masih mempunyai kesempatan untuk menjadikan Richan milikku!

XX END OF FLASHBACK XX

“Lu Han-sshi… bisakah kau memindahkan buku-buku ini ke perpustakaan?”ujar Kim seosaengnim meminta tolong padaku.

Cih, memanggilku hanya untuk meminta bantuanku memindahkan setumpuk buku ke perpustakaan?

“tentu saja Kim seosaengnim…”jawabku sambil tersenyum. Akupun mulai mengangkat setumpuk buku itu untuk memindahkannya ke perpustakaan. Sesampai di depan perpustakaan, ternyata pintunya tertutup. Karena kedua tanganku terpakai untuk memegang buku, aku terpaksa menggeser pintu perpustakaan menggunakan kakiku.  Ku geser pintu perpustakaan secara perlahan-lahan. Terlihatlah sesosok (?) yeoja yang sedang membaca buku.

“Ri-Richan?”gumamku begitu menyadari bahwa yeoja itu adalah Richan. Aku berjalan mendekati yeoja itu, yeoja itu menundukkan kepalanya sehingga tak menyadari kedatanganku.

“Richan?”panggilku pelan, yeoja itu langsung menolehkan kepalanya untuk melihatku. Benar saja, itu Richan.

“sunbaenim…”gumamnya pelan, namun masih bisa kudengar dengan jelas

“mengapa kau ada disini sendirian?”tanyaku lalu menaruh setumpuk buku tadi di meja yang berada didekatku.

“aku sedang belajar, nanti akan ada ulangan harian…”jawabnya

“fisika..”

“fisika? Apa mau kubantu? Kebetulan aku cukup ahli dipelajaran fisika.”

“ah… tak perlu repot… aku bisa belajar sendiri..”tolak Richan lembut sambil tersenyum manis

“aniyo… aku tak merasa direpotkan. Ku bantu ya?”

“heumm… baiklah…”

Akupun duduk disamping Richan lalu memperhatikan buku yang sedang dibaca Richan.

“apa materi yang tak kau mengerti?”

“ah.. ini…”

Richan menunjukkan materi yang ia tak mengerti. Untung saja aku cukup ahli di pelajaran fisika, ternyata kemampuanku ini bergina juga…

Akupun akhirnya menjelaskan segalanya yang kuketahui tentang materi itu.

“mengerti?”tanyaku begitu selesai menjelaskan

Richan tersenyum manis, menunjukkan eyesmile nya. “sangat mengerti! Gamsahamnida Lu Han sunbaenim!”

“ah… tak perlu terlalu formal… kau bisa memanggilku ‘oppa’.”ujarku sambil membalas senyumannya

“ne, gamsahamnida Lu Han oppa.”jawabnya sambil masih tersenyum. Senyumannya membuatku gugup sekarang, baru pertama kali aku melihat senyuman semanis senyuman Richan…

Teng… teng…

Bel tanda masuk kelas berbunyi.

“ah… sudah tandanya untuk kembali masuk ke kelas! Lu Han sun- eh, oppa… terimakasih atas penjelasannya, itu sangat membantu! Aku duluan ya, oppa…”pamit Richan, aku hanya membalasnya dengan sebuah senyuman termanisku. Aku sudah benar-benar tak bisa apa-apa lagi… setiap senyuman Richan membuatku terlena (?).

Richan pov

Aku berjalan menuju kelasku, setelah ini aku akan menghadapi ulangan harian fisika. Huft… aku harus mampu mengerjakan ualangan harian itu! Tadi kan materi yang tidak kumengerti sudah dijelaskan oleh Lu Han oppa!

Eh? Oh iya… sebenarnya Lu Han oppa itu siapa ya? Kurasa aku pernah bertemu dengannya sebelumnya… ah! Sudahlah! Nanti saja berpikir tentang Lu Han oppa! Seharusnya aku berpikir tentang ulangan harian fisika sekarang!

-__________-__________-__________-__________-

(Pulang sekolah…)

“Richan-sshi!”panggil seseorang, aku pun menoleh ke sumber suara. Dan ternyata orang ang memanggilku adalah…. Siapa ya? Author lupa *ditendang readers* iya deh, iyaa… balik ke cerita~

Orang yang memanggilku adalah Lu Han oppa.

“Lu Han oppa…”balasku sambil tersenyum dan melambalikan tanganku ke arahnya. Lu Han oppa pun menghampiriku.

“bagaimana ulangan harian fisika mu?”Tanya Lu Han oppa sambil tersenyum

“nilaiku sempurna! Paling tinggi dikelasku! Ini semua berkat oppa!”jawabku sambil tersenyum berterimakasih.

“ah… itu bukan karena aku, tapi itu berkat usahamu sendiri!”balas Lu Han oppa sambil membalas senyumku

“chukkaeyo…”lanjutnya sambil mengusap puncak kepalaku lembut

“gamsahamnida…”balasku sedikit merasa gugup karena ini pertama kalinya ada namja yang mengusap kepalaku selain Youngmin oppa dan appaku sendiri…

“Lu Han!!”tiba-tiba saja beberapa namja memanggil Lu Han oppa

“Kai? Tao? Se Hun? Xiu Min? Kris? Chen? BaekHyun? Teman-teman?”gumam Lu Han oppa ketika melihat beberapa namja itu

“eh? Apa kami mengganggu?”Tanya salah satu namja dari andara mereka

“a-a-aniyo… wae?”jawab Lu Han oppa

“kita harus latihan basket lagi Lu Han-ah~”jawab namja lainnya.

“heumm… baiklah… Richan-ah, mianhae.. aku harus latihan basket lagi. Sampai jumpa!”pamit Lu Han oppa, aku hanya membalasnya dengan anggukan dan sebuah senyuman. Lu Han oppa pun menepuk pundakku pelan dan tersenyum lalu pergi berdama beberapa namja tadi.

Akupun membalikkan badanku dan menuju halte bus didepan sekolah, aku biasanya diantar pulang oleh Youngmin oppa menggunakan motornya, tapi mulai sekarang aku harus mandiri, aku harus terbiasa pulang menggunakan bus…

-_________-__________-__________-__________-__________-

(In other side)

Youngmin pov

Kulirik jam tanganku yang telah menunjukkan pukul 5 sore waktu Indonesia bagian barat (?) *oke, author mulai ngaco.* maksudnya pukul 5 sore di Okinawa, Jepang.

“cih, sudah sore sekarang…”gumamku lalu merapihkan barang-barangku kedalam ranselku. Sekarang aku baru ingin pulang ke apartementku, kalau saja aku tak mendapat tugas sebanyak ini, aku pasti sudah berada di apartementku sekarang!

Kulangkahkan kakiku cepat menuju tempat parkir SMA Kyuyo ini untuk mengambil motorku.

Yah, lebih baik aku bercerita terlebih dahulu, aku pindah ke Jepang karena orang tuaku ingin aku bersekolah di Jepang, karena tak ingin menyakiti perasaan orang tuaku, aku menuruti mereka. Disini aku tinggal sendirian di apartement yang jaraknya kira-kira 10 kilometer dari sekolahku. Sebenarnya kakekku juga berada di Okinawa, tapi rumah kakekku terlalu jauh dari SMA Kyuko.

Akupun mulai melajukan motorku menuju apertemenku dengan kecepatan yang tak terlalu cepat.

Keadaan jalan mulai sepi, hanya beberapa kendaraan yang berada disekitarku.

Dan ketika aku ingin berbelok, tiba-tiba…

BRAKKK…!!

Sebuah mobil van yang berlawanan arah melaju kencang dan menabrakku, tubuhku terbaring di atas aspal, caritan merah hangat keluar dari dalam tubuhku…pengelihatanku mulai buram… mataku terasa berat… nafasku sesak… Tuhan… apakah ini… saatnya aku pergi dari dunia ini selamanya? Tuhan, kumohon… aku masih ingin hidup lebih lama lagi… aku ingin mendangar jawaban Richan atas perasaanku… Tuhan, aku belum ingin…. Mati…

…..TO BE CONTINUE…..

Ah, mian ._.v disini part youngmin masih sedikit ._.v ehehehe, bagaimana nasib youngmin? Apa kah dia masih hidup? Tunggu saja di Promise Love part.2 #author sok misterius

Yang udah baca wajib, mesti, kudu RCL! Seenggaknya TINGGALKAN JEJAK! Gamsahamnida~~ ppyong!

This entry was posted by @alchanbyeol.

5 thoughts on “약속 사랑 (Promise love) [Part.1]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: