100 days in my life…(chapter 3)

100 days in my life

Author        : retno erdiyanti a.k.a kang hyunmi| @retwitr / fairyblue

Main Casts     :

  • Jo kwangmin BF
  • Kang hyunmi OC

Support Casts:

  • Oh hayoung A-pink
  • Jung Eunji    A-pink
  • Kang Sora
  • Park Jiyeon T-Ara
  • Others

Genre         : Romance

Rating        : General, Teenagers,

A/N            : Ini chap 3-nya. Mian kelamaan hehe. Yang belom baca dari awal nih chap1 chap2 ayo dibaca dan jangan lupa RCL! Enjoy with the story and please leave your comments after reading my fanfiction story.( NO BASHING! NO PLAGIAT! )

@ hyunmi POV

“  hyunmi-ah! Kau jadian dengan kwangmin ne?!” Tanya eunji tiba-tiba saat  aku baru saja tiba di kelas.

“ Mwo?!!” ucapku terkejut. Lalu aku pun segera menduduki kursiku yang berada disebelah eunji.

“ Aigooo….sudahlah tidak usah berbohong denganku. Neo… katanya aku sahabatmu, tapi kenapa masalah seperti ini kau tidak mau cerita denganku?” ucap eunji kesal sambil mengerucutkan bibirnya.

“ Ya! Apa maksudmu?” Tanyaku masih bingung dengan apa yang barusan ia katakan. Lalu tiba-tiba saja seseorang menghampiri tempat duduk kami dengan pandangan yang tidak mengenakan.

‘ hayoung? Untuk apa dia kesini?’ batinku.

“ Kau mencari kwangmin?” tanyaku padanya.

“ Anhi! Aku mencarimu!” balasnya dingin. Aku pun terkejut mendengar pernyataan darinya, sontak akupun menengok ke arah eunji yang sama bingungnya denganku. “ bisa ikut aku?!” lanjutnya lagi.

“ eoh..ne..” balasku dan segera mengikutinya dari belakang. Kami pun terus berjalan meninggalkan kelas sesampainya di luar kelas hayoung pun menarik tanganku dan menuntunku ke taman dekat danau tempat biasa ku bersama dengan kwangmin. Sesampainya disana ia melepaskan genggaman tangannya padaku dengan menghempaskannya begitu saja. Merah! Kulihat pergelangan tanganku memerah, mungkin karena genggamannya yang begitu erat tadi. Aku mencoba menahan rasa sakit itu.

“ Menjauhlah darinya!” teriaknya tiba-tiba membuatku terkejut. Ku lihat air wajahnya yang menunjukkan kekesalan yang luar biasa.

“ eoh….apa maksudmu?” tanyaku memastikan.

“ NEO!!! Untuk apa kau mendekati kwangmin hah?! Dia itu milikku! Sampai kapan pun juga dia tetap milikku! Dan berhentilah untuk mencoba menggodanya!”. ucapnya kesal sambil menunjukkan telunjukknya ke arah wajahku. Namun tiba-tiba saja tak berapa lama setelah itu seseorang menhempaskan tangan hayoung yang sedang menunjukk kearahku begitu saja dan ternyata itu adalah sosok kwangmin.

“ Neo!! Jangan ganggu dia! Dan berhentilah menganggap aku ini milikmu! Cih..” ucap kwangmin ketus dan menarik tanganku unuk menjauh darinya. Aku pun yang tidak tau apa-apa hanya bisa terdiam dan menuruti perintah kwangmin yang menarikku begitu saja.

“ Ya! Aku tidak akan pernah melepaskanmu!!” teriak hayoung di tempatnya.

@ Kwangmin POV

Hahhh suasana pagi kali ini entah kenapa sungguh aku nikmati. Terlebih awan biru yang terang menderang di atas sana. Aku berjalan menuju kelasku melalui koridor yang di penuhi murid – murid yang sedang bercengkrama di pagi hari. Kini aku sampai didepan kelas. Lalu aku pun mulai memasuki kelas ini dengan membuang pandanganku keseluruh penjuru kelas, ya…mungkin untuk melihat keadaan sekita saja. Ah sial! Nyatanya mataku tidak sejalan dengan otakku. Bola mata ini terus saja mencari dan mencari sosok yeoja yang akhir-akhir ini sangat menolongku, hyunmi. Tasnya kulihat telah bertengger absurd di mejanya. Namun rasanya ada yang aneh, untuk apa dia menggeletakkan tasnya begitu saja?! Aku pn mendekati kea rah tempat duduknya dan bertanya pada yeoja yang duduk di sebelahnya, eunji.

“ Eunji-ya, apa kau tau dimana hyunmi?” tanyaku pada eunji. Dia pun segera memandangku dengan tatapan memohon.

“ em..am..em…kau..harus menolongnya aku takut sesuatu terjadi padanya..” ucap eunji resah. ‘sebenernya apa yang terjadi’ batinku bertanya.

“ cepat kau susul mereka kwangmin-ah!” lanjutnya lagi. Aku pun yang tak mengerti maksud ucapannya hanya bisa berlari menjauhi kelas. Mengedarkan seluruh pandanganku ke segala penjuru. Kulihat dari atas dua orang yeoja tengah berjalan bergandengan tangan dengan tergesa-gesa, ‘ hyunmi-hayoung!’ batinku. Akhirnya kuputuskan untuk menghampiri mereka. Sesampainya didekat mereka, aku melihat pemandangan yang tidak mengenakkan. Salah satu diantara mereka berdua mengeluarkan mimik wajah yang kesakitan. Siapa lagi kalau bukan hyunmi. Aish, yeoja ini benar-benar keterlaluan!

“ Menjauhlah darinya!” kudengar hayoung berteriak dengan kesalnya pada hyunmi. ‘ mwo? Sebenarnya ada apa ini?’ batinku bertanya.

“ eoh….apa maksudmu?”.  kali ini hyunmi bertanya dengan pertanyaan yang sejalan dengan apa yang ada di otakku. Aku tetap berdiri terdiam dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari mereka berdua yang belum menyadari kehadiranku.

“ NEO!!! Untuk apa kau mendekati kwangmin hah?! Dia itu milikku! Sampai kapan pun juga dia tetap milikku! Dan berhentilah untuk mencoba menggodanya!”. ucapnya kesal sambil menunjukkan telunjukknya ke arah wajah hyunmi. Geram dengan perlakuannya aku pun memutuskan untuk menghampiri mereka.

“ Neo!! Jangan ganggu dia! Dan berhentilah menganggap aku ini milikmu! Cih..” ucapku kesal setelah menghempaskan tangannya yang menunjuk kearah wajah hyunmi tadi.

‘Mwo? Darah?’ melihat darah segar yang siap mengucur dari hidungnya, aku pun segera menarik tangan hyunmi dan menyeretnya menjauh dari tempat itu.

“ Ya…ya..sudah hentikan kenapa kau mengusap hidungku seperti ini?” ucapnya saat aku sedang membersihkan darah yang terus keluar perlahan dari kedua lubang hindungnya.

“ Ini coba lihat. Bagaimana bisa aku membiarkan hidungmu terus seperti ini? Babo!” ucapku sambil menunjukkan saputangan putihku yang ternodai oleh darah merah segarnya. Tiba-tiba saja dia langsung menarik sapu tangan itu dan membersihkan darahnya sendiri.

“ Ah sapu tanganmu aku pinjam dulu yah. Aku harus balik kekelas sebelum pelajaran dimulai, Annyeong..” ucapnya sambil berlari menjauh dariku yang masih terduduk dibangku taman.

‘ Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa dia seperti itu?’ batinku.

-ooOoo-

“ aku tidak bisa membiarkan putriku satu-satunya menahan rasa sakitnya sendirian..” ucap seorang yeoja paruh baya. “ aku harus datang ke acara pertemuan hari ini! Walaupun nantinya dia akan mengusirku, aku tetap harus pergi!” ucapnya lagi pada sekretaris rumahnya.

“ Baik Nyonya, kalau begitu izinkan saya untuk mengantar Nyonya kesana..” ucap seorang ahjussi yang tak lain dan tak bukan adalah seorang sekretaris di keluarga Kang.

“ ne…tolong siapkan semuanya Han ahjussi.” Perintahnya.

“ ne…akan saya laksanakan.” Jawabnya.

Setelah itu yeoja paruh baya itu pun segera bersiap-siap menyiapkan segala kebutuhan yang menurutnya sangat penting dibutuhkan oleh anaknya. Mulai dari pakaian hangat, selimut tebal, boneka kelinci yang biasanya selalu menemani hyunmi kecil tidur, vitamin, serta berbagai macam obat yang sangat di butuhkan hyunmi pun tak luput dari ingatannya.

Alhasil, sebuah koper berukuran sedanglah yang akhirnya mampu menampung semua barang-barang tersebut. Di bantu oleh sekretarisnya, koper itu pun dimasukkan kedalam bagasi sebuah mobil sedan luxury yang terpakir di perkarangan rumahnya. Selama di perjalanan, Nyonya Kang selalu memegang boneka kelinci itu dengan erat seolah-olah boneka itu adalah anaknya, Kang hyunmi.

Memang hyunmi adalah putrinya, tapi selain itu sebenarnya hyunmi memiliki satu adik perempuan yang usianya hanya berbeda 4 bulan darinya. Ya, namanya adalah Jung nara. Dengan marga yang berbeda tentu kita bisa menebak kalo mereka bukanlah saudara kandung melainkan saudara tiri. Jung nara adalah salah satu putri dari tuan Jung yang hak asuhnya jatuh pada tuan Jung itu sendiri. Namun, sayangnya Jung nara tidak bisa menerima kehadiran hyunmi dirumahnya dan itulah merupakan salah satu alasan mengapa hyunmi tinggal di asrama sekarang. Hanya salah satu.

“ Apakah masih lama?” Tanya nyonnya kang yang berada di kursi penumpang belakang kepada han ahjussi yang duduk disebelah supir.

“ Ah…sekitar 15 menit lagi kita sampai nyonya.” Ucapnya tenang.

@Kwangmin POV

‘ bagaimana keadaannya? Apa..dia..baik-baik saja?’ huek, pikir apa aku sekarang? Kenapa tiba-tiba aku ingin sekali mengetahui keadaannya?! Dan kenapa aku memikirkan kalimat apa yang pantas kuucapkan padanya?! Aigooo… ini bukan sebuah film drama Jo kwangmin.

“ AAAAAAAAAAA!!!” sebuah teriakkan terdengar sangat jelas di telingaku. Reflex aku pun berteriak.

“ YAAAA!!!!” teriakku sambil menutup telingaku dengan telapak tanganku.

“ Hahahahahahaha…” tawanya lepas melihatku yang begitu terkejut karena teriakannya barusan.

“ Micheosseo?!!” tanyaku padanya yang masih tertawa bahagia sambil memegangi perutnya.

“ Ani…hahahahaha” jawabnya sambil menggelengkan kepalanya. Cukup lama ku berikan waktu padannya untuk menertawaiku. Diselang waktu itupun tanpa kusadari mataku terus memandang wajahnya yang sedang tertawa lepas seolah tak ada beban apapun dalam hidupnya.

“hahaha…emm..waeyo? kenapa melihatku seperti itu?” ucapnya setelah sadar bahwa sedari tadi aku memperhatinkannya.

“ Anhi!” jawabku asal.

“ eoh…geojimal!” tebaknya.

“ aish… sudahlah.” Ucapku berusaha menghentikan rasa inin tahunya. “ untuk apa kau datang kemari?” tanyaku to the point.

“ eoh…hanya ingin menemanimu. Bolehkan?” jawabnya sambil menunjukkan puppy eyesnya. ‘DEG’ Omo! Kenapa jantungku berdebar-debar seperti ini?! Segera ku palingkan wajahku untuk menutupi wajahku yang mungkin mulai sedikit memerah.

“Ya! Kenapa kau menghadap kesana? Lihat aku Jo kwangmin!” teriaknya karena sikapku.

‘Aish Tuhan…tolong aku!’ batinku.

-ooOoo-

Sebuah mobil audi hitam telah terpakir di halaman gedung asrama menambah jumlah deretan mobil-mobil mewah yang sudah terpakir dengan manis sedari tadi. Seorang yeoja paruh baya dengan busana simple namun terkesan elegan keluar dari dalam mobil tersebut setelah pintu mobil itu dibuka oleh seorang namja paruh baya yang sepertinya adalah supir pribadinya. Diikuti oleh seorang Ahjussi yang sudah cukup tua dibelakangnya memasuki gedung tersebut. Kang Sora atau Jung Sora, merupakan ibu kandung dari salah satu siswi di sekolah asrama ini, Kang hyunmi. Tanpa sepengetahuan putrinya dia datang ke sekolah ini untuk menghadiri acara pertemuan wali murid. Namun baginya yang terpenting bukanlah menghadiri acara itu. Melainkan untuk melihat bagaimana kondisi putrid kandungnya yang sangat dia rindukan.

Sesampainya didepan pintu aula, beliau disambut ramah oleh seorang yeoja yang sangat ia kenal dan menjabat sebagai kepala sekolah di sekolah asrama ini, Park Jiyeon.

“ Ah…Sora-ya, rupanya kau datang.” Ucapnya setelah melihat kedatangan sahabatnya itu. Lalu dengan akrabnya mereka berpelukan sekilas.

“ Ne…aku sangat rindu pada putriku..” ucapa yeoja bernama sora tersebut.

“ Aku sudah menebaknya. Ku kira kau tidak akan datang mengingat permintaan hyunmi….” Ucap jiyeon terpotong.

“ Anhi! Aku tidak ingin lemah karena permintaannya. Rasa rinduku sudah sangat besar padanya. Ah, bisakah aku bertemu dengannya sekarang?” Pintanya.

“ Emm…kurasa jangan terlalu terburu-buru Sora-ya. Nanti kau pasti akan bertemu dengannya. Lebih baik sekarang kita keruanganku dulu. Kajja..” Jawab Jiyeon bijak. Lalu mereka pun menuju keruangan Jiyeon yang tak jauh dari gedung aula.

“ Apa yang kau bawa Sora-ya? Apa kau berniat untuk tinggal disini?” Tanya jiyeon sesampainya mereka didalam ruangan.

“ Eoh..ini semua barang-barang yang kurasa hyunmi butuhkan selama disini.” Jawab Sora sambil tersenyum. “ Ah..apakah bisa aku tinggal disini?” lanjutnya lagi setelah berpikir akan kalimat terkhir yang jiyeon katakana.

“ Aigooo..mana mungkin bisa seperti itu..hahaha” ucap Jiyeon sambil tertawa kecil.

“ Hah…kukira kau akan memperbolehkanku untuk dekat dengan putriku.” Seru Sora lirih. Melihat wajah Sora yang sedikit kecewa, Jiyeon pun iba.

“ Mianhae… itu sudah peraturan sekolah ini. Lagi pula aku akan merawat putrimu dengan baik disini. Bukankah aku selalu mengabarkan kondisinya kepadamu?”

“ Ne… soal kondisinya, aku sangat khawatir sekali Jiyeon-ah. Apakah baru-baru ini terjadi sesuatu padanya? Belakangan ini firasatku tidak enak.” Ucapnya sambil memegang dadanya.

“ Ah…sepertinya tidak. Dia selalu ceria setiap kali aku melihatnya. Satu hal yang membuatku berfikir, hyunmi itu nampak seperti anak normal yang lain. Selalu tersenyum ceria, bermain, tertawa, dan tidak nampak sedikit pun bahwa dia merasakan kesakitan.” Jelas Jiyeon panjang lebar.

“ Jinjja? Syukurlah kalau begitu…ku harap keadaannya tidak memburuk.” Tersirat wajah tenang di wajah Sora setelah mendengar penjelasan jiyeon barusan.

@Hyunmi POV

Hari ini datang lagi. Acara pertemuan wali murid. Kuharap kali ini eommaku tidak datang seperti pertemuan yang sudah-sudah. Ya! Kurasa tidak akan datang. Ku lihat setiap orang tua murid mulai berdatangan memadati setiap kursi di dalam aula. Ku edarkan pandanganku untuk memastikan bahwa eomma memang tidak hadir. Dan…ya, tak kudapati sosoknya disini.

“ Hyunmi-ah…kau mencari eommamu?” ucap eunji memudarkan pandanganku.

“ Ah..Anhio! Dia tidak mungkin datang.” Jawabku sekenanya. Jujur saja, sedikit rasa rinduku terbersit ketika melihat anak-anak yang lain melambaikan tangan pada masing-masing orangtua mereka.

“ Eoh…apa kau tidak merindukannya?” Tanya eunji padaku.

“ Emm..mollayo..” jawabku asal.

“ Aish…Apa kali ini kau akan berfoto dengan orangtuaku lagi? Jinjja…bukan maksudku tidak mengizinkan itu tapi, aku saja sangat rindu pada mereka..” ucap eunji.

“ Haha… jadi kau tidak rela? Baiklah aku akan berfoto dengan orangtua murid yang lain kalau begitu..” ucapku. Baiklah mungkin eunji benar. Sebaiknya aku mencari orangtua yang lain untuk berfoto denganku.

@Kwangmin POV

Ah apakah eomma bisa datang kali ini? Kuharap ya! Aku sungguh merindukannya. Seorang yeoja paruh baya yang sangat ku kenali menyita perhatianku. “Eomma..” gumamku. Tapi hanya eomma saja yang datang? Ya, hanya eomma. Appa mana mungkin mau datang ke acara yang tidak penting baginya. Hanya youngmin yang dia pedulikan. Bukan aku!

“ Jo kwangmin!” sebuah teriakan menyebut namaku. Rupanya itu eomma. Segera ku berikan senyuman padanya yang sudah lebih dulu tersenyum padaku.

“ Itu eommamu?” Tanya seorang yeoja disampingku.

“ Eoh..ne. waeyo?” jawabku selidik padanya.

“ Anhi! Hanya senang melihat eommamu saja.” Jawabnya. Lalu tiba-tiba saja dia menundukkan kepalanya sebagai penghormatan kepada eommaku dan dibalas dengan senyuman hangat oleh eomma. Ya! Yeoja ini.

-TBC-

( Eottokhae? Ayo dicomment ya..:)) dan butuh banget pencerahan nih dari para gooders atau pun siders(?) kalo bisa komennya yg membangun yah biar saya lbh semangat buat ngelanjutinnya ^^ )

This entry was posted by FairyBlue♚.

15 thoughts on “100 days in my life…(chapter 3)

  1. ini ff udah lama benget yah, akhinya publish juga.
    tapi masih bingung nih di part ini gak ada feel nya.

    keep writing^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: