Love Story part 9

Title              : Love Story part 9
Author        : Rifka Amalia/Min Rira
Cast              : Kwangmin, Youngmin (Boyfriend), Song Miyoung (OC)
Genre           : Romantic, Friendship
Length         : Captered
Rating           : General

 

 

LOVE STORY : IT’S HURT

 
Youngmin PoV
Buru-buru aku menyimpan buku diari Kwangmin di tempat tersembunyi karena seperti Kwangmin sudah pulang.  “Hyung, kau di mana?” teriak Kwangmin.
Segera saja aku keluar kamar. Tentu saja dengan sikap sewajar mungkin agar dia tidak curiga. Kwangmin mendekatiku dengan wajahnya yang tidak menyenangkan. Tersirat kepanikan juga di wajahnya.
“Ada apa?” tanyaku risih di pandang oleh orang yang berwajah mirip denganku.
“Appa…” jawab menggantung.
“Appa kenapa?”
“Appa tau kalau aku sudah sembuh. Dia menyuruhmu cepat kembali ke Jepang”
Aku diam seribu bahasa mendengar perkataannya. Sudah ku duga cepat atau lambat Appa akan mengetahui ini dan menyuruhku kembali ke Jepang. Kembali ke Jepang sama dengan menyiksa diriku sendiri. Ikut Appa rapat, membantu Appa di Perusahaan, belajar keras, di tuntut berprestasi, terkurung di rumah, bertemu dengan teman yang menyebalkan, arggggh….!!
Sebenarnya yang aku khawatir bukan itu. Song Miyoung. Aku tak bisa membayangkan jika aku meninggalkan dia di saat aku ingin berusaha agar dia mencintaiku. Dengan kata lain, bisa saja dia dekat dengan Kwangmin lagi. Atau bahkan mereka bisa menjadi sepasang kekasih.

%%%%%%%%%%

 
Entah kenapa aku merasa ada yang aneh dengan Miyoung. Dia seperti menjauhiku. Atau hanya perasaanku saja ya? Tapi tingkah lakunya menunjukan kalau dia menghidariku secara perlahan. Saat aku memintanya untuk pergi  atau sekedar pulang bersama, dia menolak.
Jangan-jangan dia melakukan apa yang di sarankan Eunkyo? Menghindariku secara perlahan dan mengejar cintanya pada Kwangmin. Andwae!!! Aku tidak akan membiarkan ini terjadi.
Bel sekolah telah berdering. Beberapa siswa di kelasku teriak senang karena itu berarti pelajaran hari ini usai. Namun hanya satu siswa yang seolah tidak peduli dengan bel yang sudah berdering. Dia terlalu serius dengan tugas-tugasnya. Ya, dia adalah Miyoung.
“Ayo pulang” ajak ku setelah aku berhasil berdiri tepat di sampingnya.
“Kau duluan saja” jawabnya singkat tanpa memandangku.
Aku memutuskan untuk duduk di bangku kosong di sebelahnya.
Untuk beberapa saat hanya keheningan di antara kami. Aku masih saja menatapnya yang sedang sibuk mengerjakan tugasnya.
“Hmm, Youngmin-ah bisa tolong jelaskan maksud soal ini? Aku tidak mengerti” ujarnya memecah keheningan. Dengan senang hati aku mengajarkannya.
“Gomawo, Youngmin-ah” kata Miyoung.

Setelah itu dia melanjutkan mengerjakan tugasnya.
Keheningan kembali tercipta. Akhirnya aku memutuskan untuk memulai pembicaraan.
“Miyoung-ah, boleh aku bertanya sesuatu?”
“Katakan saja” dia tetap tidak menatap ke arahku.
“Bisakah kau berbicara sebentar denganku? Maksudku, tinggalkan sebentar tugasmu itu”
Dia menatapku, “mianhae Youngmin-ah, tugas ini sangat penting. Aku selesaikan tugasku dulu ya, sebentar lagi selesai kok”
Aku menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Menahan emosiku.
Hampir setengah jam, namun dia tetap saja belum selesai. Tiba-tiba ponselnya berdering. Dia mengangkatnya. Dia hanya menjawab seadanya dengan ekspresi masam. Dia menutup telfonnya lalu memasukan ponselnya di saku jasnya. Setelah itu dia membereskan buku-buku di mejanya.
“Sudah selesai? Kau mau pulang?”
“Belum, tapi eomma menyuruhku cepat pulang karena sudah terlalu sore”
“Bisa kita berbicara sebentar?”
“Bagaimana kalau besok saja? Aku buru-buru. Mianhae”
Dia beranjak dari duduknya. Mau tidak mau aku juga melakukan hal yang sama. Dengan sigap aku menahan tangannya. Dia menatapku sebal dan berusaha melepas cengkramanku.
“Jebal…” ucapku sambil menatap tajam matanya, “ada yang inginku bicarakan”
Dia melunak, “apa yang ingin kau bicarakan?”
“Haah…Kenapa kau seperti ini?”
“Maksudmu?”
“Kau…berubah. Kau seperti menjauhiku”
Dia menunduk. Diam. Aku medekatinya. Meraih pipinya dan mengangkat wajahnya. Kutatap kedua mata indahnya.
“Saranghae. Jeongmal saranghae” ucapku tulus.
Perlahan kudekatkan wajahku. Mempersempit jarak antara wajah kami. Bisa kurasakan ujung hidungku menyentuh ujung hidungnya.
“Andwae” ujarnya sambil mendorong pelan bahuku. Membuat wajahku menjauh dari wajahnya. “Err…aku…aku…ah iya ini di sekolah Youngmin-ah, masak kau mau melakukannya di sini? Kalau ada yang melihat bagaimana?” katanya salah tingkah.
Bohong. Dia pasti berbohong. Sekolah sudah sangat sepi. Mana ada yang akan melihat?
Kukepalkan tanganku, menahan emosiku. Mencoba bersabar. Positive thinking Youngmin-ah, mungkin memang dia belum siap.
“Aku…pulang dulu ya” Pamitnya.
“Akan ku antar” jawabku dengan senyum.
“Aniyoo, aku bisa pulang sendiri”
Aku tidak menanggapi ucapannya. Langsung saja kugenggam tangannya lalu  berjalan keluar.

%%%%%%%%

Aku memutar kenop pintu apartmen Kwangmin. Seorang wanita cantik nan anggun menyambutku. Andwae! Bagaimana bisa wanita ini berada di apartmen Kwangmin? Kenapa secepat ini wanita itu datang secepat ini?
“Akhirnya kau pulang juga Youngmin-ah.Eomma sejak tadi menunggumu” kata wanita yang mengaku sebagai eomma-ku. Tapi tak akan sudi memanggilnya eomma. Bagaimana bisa aku memanggil orang yang telah merusak keluargaku dengan sebutan ‘eomma’? Tidak akan!
“Kenapa anda ada di sini? Ada perlu apa?”
“Kita bicarakan di dalam saja”
Aku melangkah mendahuluinya. Lalu duduk di sofa. Wanita itu juga melakukan yang sama.
“To the point saja” ujarku sedikit sinis.
“Haaah…kau masih saja bersikap seperti ini”
“Sebenarnya apa yang akan anda bicarakan?”
“Ini tentang appamu”
“Ada apa dengannya?”
“Appamu…dia terserang stoke. Separuh badannya lumpuh. Beliau memintamu pulang ke Jepang dan mengelola perusahaan. Perusahaan terbengkalai saat ini. Kalau kau tidak segera membantu, perusahaan akan semakin terpuruk. Kau ingin menghancurkan perusahaan appamu?”
Aku hanya diam. Aku tahu pasti dia akan membicarakan ini. Aku ingin sekali mengacuhkan masalah ini dan bersikap seolah tak ada masalah. Tapi aku tidak bisa. Seberapa menyebalkan dan tidak adilnya appa, aku tetap menyayanginya.
Jika aku ke Jepang, itu tandanya aku harus berpisah dengan Miyoung. Aku masih menyayanginya. Sangat menyayanginya. Haruskah aku meninggalkannya?
“Eomma mohon kau mau kembali ke Jepang”
Aku hanya diam. Bergelut dengan pikiranku. Lamunanku terpecah karena suara yang berasal dari ponsel wanita itu. Dia terlihat serius saat menerima telpon itu. Tak lama kemudian dia menutup telponnya.
“Youngmin-ah, eomma harap kau mempertimbangkan masalah ini lagi. Ini masalah yang serius. Eomma harus kembali ke Jepang sekarang”
Wanita itu bangun dari duduknya lalu mendekatiku. “Ini 2 tiket pesawat. Jadwal keberangkatannya minggu depan. Jika kau ingin mengajak Kwangmin, ajak lah”
Setelah memberikan itu, wanita itu keluar dari apartmen Kwangmin. Aku masih saja duduk terdiam. Aku menarik nafas panjang. Sudah kuputuskan. Semoga aku tidak salah mengambil keputusan.

–  TBC –

Nb : Maaf banget lama lanjutannya. Maaf juga kalo sedikit aneh >< . Jujur sempet bingung harus gimana lanjutan ceritanya hehe. Sebenarnya mau aku buat langsung selesai, tapi terlalu panjang. Jadi aku bagi hehe

 

This entry was posted by evildubu.

25 thoughts on “Love Story part 9

  1. Author kpan lanjutannya?? udh di tunggu berbulan-bulan,bertahun-tahun blum kluar jga lanjutannya.
    please thor lanjutannya harus cepat diselesein

  2. Thor lanjutannya jangan sampai setahun yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Cepetin diseleseiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin (?)

  3. Huaaa…!!! Thor!!!
    Author kmna sieh???
    Udah 3 blan nnggu klnjtannya,blom klar2 jga…
    Ayo donk thor…
    Cptin next partnya…
    Spya bkin readers happy2…
    Apa lgi udh dkat ntal ma thun bru nih thor…
    Mhon kcptannya ya thor😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: