약속 사랑 (Promise love) [Part.2]

약속 사랑 (Promise love) [Part.2]

Author : @sexyoungmin a.k.a Hanna a.k.a Jo Richan

Genre : romance, sad *maybe ._.v*

Cast : Jo Youngmin, Park Richan, Lu Han [EXO-M]

Other cast : find it ^^

Rating : T (teen)

P.S : annyeonghaseyo~ part 2 nya dataaangg~ XDD mian kalo lama ._.v oh iya, disini part youngmin masih sedikit, kalo ga suka ga usah baca ^^

Happy reading~~

Youngmin pov

Suara bising membangunkanku, suara ini…. Seperti suara tangisan, isakan dan kesedihan…

Hey, itukah diriku…? Mengapa aku terbaring di tempat tidur?

Itukan keluargaku, mengapa mereka menangis di hadapan diriku yang terbaring?

“hey, semuanya… aku disini… mengapa kalian semua menangis?”tanyaku dan mencoba menyentuh pundak salah seorang yang berada di dekatku. Tapi, apa yang terjadi? Tanganku menembus orang itu…

a-apa yang terjadi?? Apa ini mimpi? Kalau ini memang benar mimpi, aku harus segera bangun!

Kutatapi tubuhku yang terbaring di tempat tidur… wajahku pucat…

Kulihat cermin yang berada disampingku, apa ini? Sosokku tak terlihat di cermin! Sebenarnya apa yang telah terjadi??!!

Tiba-tiba dalam otakku terbesit peristiwa kecelakaan mobil tadi.

Aku terdiam… apa aku sekarang… telah… mati?

BRAKK!!

Seseorang mendobrak pintu ruangan ini, dan ternyata orang itu adalah… keluargaku…

“omma… appa… Kwangmin… Hyunmin…”gumamku pelan, aku yakin tak ada lagi yang bisa mendangar suaraku.

“Youngminnie!”jerit ommaku histeris, ia menatapi tubuhku yang terbaring dan mulai menangis…

“Youngmin hyung.. kenapa kau harus pergi sekarang…?” ucap Kwangmin sambil meneteskan air matanya.

Tidak… ini tidak mungkin! Aku tak mungkin telah mati! Aku masih disini!!

Tanpa sadar, air mataku mengalir deras.

Aku tak mungkin telah mati!! Aku masih hidup!!

Kupeluk tubuh Kwangmin dari belakang, tapi sia-sia saja.. tubuhku malah menembus tubuh Kwangmin.

Ini tak mungkin… ini tak mungkin terjadi! Aku tak mungkin telah mati!! Aku masih ada disini! Ini pasti mimpi!!!

Tenang Youngmin… tenang! Ini hanya mimpi! Pasti ini hanya mimpi! Sekarang, aku harus bangun dari mimpi buruk ini!

Tangisan keluargaku semakin keras, membuatku semakin tak percaya kalau aku telah tiada…

Tuhan… tolong bangunkan aku dari mimpi ini… aku tak ingin melihat semua orang yang kucintai bersedih… keluargaku… dan Richan… aku tak ingin melihat mereka bersedih…

Richan… aku belum ingin meninggalkanmu.. aku masih ingin bertemu denganmu… aku masih ingin menemanimu… aku belum boleh mati sekarang… aku… mempunyai janji dengan Richan… aku harus kembali ke Seoul…

Beberapa lama kemudian, keluargaku mulai tenang, mereka mulai pergi keluar untuk mengurus segalanya tentang pemakamanku.

Sekarang, hanya ada tubuhku yang tak bernyawa, Kwangmin dan Hyunmin, dan… tentu saja denganku… jiwa Youngmin yang sudah lepas dari raganya.

Kutatapi tubuhku, wajahku sangat pucat… kepalaku berdarah, begitu juga dengan lengan kiriku…

Aku… benar-benar sudah mati…

“hyung… buka matamu…”ucap Hyunmin pelan

“Hyunminnie… kau harus bisa menerima kenyataan ini…” timpal Kwangmin sambil mengusap punggung Hyunmin pelan.

“tapi… Youngmin hyung masih memiliki hutang padaku…” *oke, lebih baik bagian ini di skip #author ditendang*

“semuanya… maaf aku meninggalkan kalian semua…” ucapku walaupun aku tau, tak ada yang bisa mendengarku…

-___________-___________-__________-__________-

09:00 PM KST

Richan pov

Handponeku berbunyi, ada sebuah panggilan masuk. Kutatapi layar handponeku, telepon dari Kwangmin oppa… saudara kembar Youngmin oppa…

“yoboseyo?”ujarku sambil menjawab panggilan itu

‘yoboseyo… Richan-ah… aku dan keluargaku sedang berada di Jepang…”ucap Kwangmin oppa

“hm? Di Jepang? Ada apa?”

‘eum… kau harus mempersiapkan dirimu sebelum mendengar berita ini…’

“berita apa…? A-aku siap mendengarnya…”

‘kau yakin?’

“ne…”

‘Youngmin hyung… dia… mengalami…’

“Youngmin oppa? Ada apa dengannya??”

‘Youngmin hyung… mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya…’

Aku terdiam tak percaya dengan kata-kata Kwangmin oppa

“bo-bohong!!”ucapku tak percaya

‘aku serius Richan-ah… lusa kami akan kembali ke Korea untuk memakamkan Youngmin hyung…’

“Kwangmin oppa… kau bohong kan? Cepat mengaku! Youngmin oppa tak mengalami kecelakaan! Oppa… leluconmu sungguh tak lucu!”

‘Richan-ah… ini bukanlah sebuah lelucon! Cobalah menerima kenyataan ini… Youngmin hyung telah tiada…’

“apa kau punya bukti?”

‘tentu saja aku punya bukti… akan ku kirim foto Youngmin hyung lewat pesan multimedia… tunggu saja…’

Tubuhku mendadak lemas… kata-kata Kwangmin oppa tadi terdengar sangat… serius…

“ba-baiklah…. Kutunggu…”

Aku pun mematikan sambungan teleponnya dan menunggu pesan multimedia dari Kwangmin. Tuhan… Youngmin oppa tak apa-apa kan? Ia masih sehat kan? Ia masih…. Hidup kan?

Tak lama kemudian aku mendapat pesan multimedia dari Kwangmin, tanganku gemetar…. Kubuka pesan multimedia itu dan melihat foto Youngmin oppa yang terbaring dengan wajah pucat dan kepala yang berlumuran darah.

Tanpa kusadari, air mataku menetes…

“ini tak mungkin…. Ini pasti… hanya mimpi buruk… Youngmin oppa kan sudah berjanji untuk kembali….”keluhku sambil menangis

“oppa…oppa… Youngmin oppa…”isakku, air mataku tak bisa berhenti mengalir dan mengalir semakin deras.

Mataku terasa berat, hingga aku akhirnya kehilangan kesadaranku.

-___________-___________-_____________-___________-

02:00 PM KST

Sinar matahari yang hangat membuatku terbangun dari pingsanku tadi.

“eummhh… ini dimana…?”gumamku sambil memegangi kepalaku yang masih terasa berat dan pusing.  Kulihat sekitarku, tempat ini…. Ini kan kamarku…

Kenapa aku berada disini? Seingatku tadinya aku berada di ruang tamu…

“sudah sadar?”tiba-tiba terdengar suara seorang namja.

“Lu… Lu Han oppa?”gumamku begitu menyadari bahwa namjaitu adalah Lu Han oppa. Lu Han oppa tersenyum kearahku.

“maaf, aku bisa menjelaskan semuanya… tadi pagi aku tak melihatmu disekolah…. Jadi aku mencoba beratanya ke teman sekelasmu, mereka bilang kau tak masuk sekolah, karena khawatir ada sesuatu yang terjadi padamu, aku menanyakan alamatmu pada temanmu. Setelah sekolah usai, aku langsung kerumahmu, ternyata pintu rumahmu tak terkunci, aku pun masuk dan menemukanmu terbaring di lantai ruang tamu, aku langsung membawamu ke kamarmu…” jelas Lu Han oppa

“eumm… bagaimana caranya oppa tau ini kamarku?”tanyaku

“didepan pintu ada lambang ‘PRC’ aku pikir itu artinya Park Ri Chan.”jawab Lu Han oppa sambil tersenyum

“heum… gamsahamnida oppa… mian, aku sudah merepotkanmu…”ucapku sambil menundukkan kepalaku

“gwenchana…”jawab Lu Han oppa sambil mengusap puncak kepalaku lembut.

“oh iya… kau kelihatannya dengan mempunyai masalah… maukah kau menceritakan masalahmu padaku?”lanjutnya. Lu Han oppa menatapku dengan tatapan dalam.

Aku mengalihkan pandanganku, tak berani menatap Lu Han oppa, aku juga tak ingin Lu Han oppa melihatku menangis ketika menceritakan Youngmin oppa telah tiada…

“oppa… Youngmin oppa…”gumamku tanpa sadar. Air matakupun kembali menetes mengingat kenyataan pahit bahwa Youngmin oppa telah tiada…

“wa-waeyo??” Tanya Lu Han oppa dengan nada khawatir

Tak tau kenapa, tapi air mataku tak bisa berhenti mengalir.

Lu Han oppa memelukku erat dan mencoba menenangkanku

Author pov

Lu Han terus memeluk erat Richan, ia tak tau apa yang harus ia lakukan, ia hanya bisa memeluk dan mencoba menenangkan Richan. Tetapi Richan tetap menangis di pelukan Lu Han dan sesekali menggumam nama Youngmin.

Sementara itu, ada sesosok kasat mata yang sedari tadi terus memperhatikan mereka berdua. Siapa sosok kasat mata tersebut? Tentu saja sesosok jiwa Youngmin yang sudah terpisah dari raganya.

Youngmin pov

Aku melihatnya… aku melihat Richan dipeluk oleh namja lain… aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri… hatiku terasa seakan dicabik-cabik… sakit… perih…

Air mataku secara perlahan mengalir keluar.

Apa boleh buat… aku sudah bukan manusia lagi… Richan sudah tak bisa melihatku lagi… aku sudah membuat Richan menangis… aku tidak bisa membahagiakan Richan lagi… aku tidak bisa menemani Richan lagi… aku.. sudah tak bisa bersama Richan lagi…

Aku tak kuat lagi melihat pemandangan ini lagi…

Akupun pergi dari sini menuju keluar. Aku memandangi langit yang begitu cerah, tetapi bertolak belakang dengan cuaca di hatiku sekarang…

Tak ada yang bisa melihatku lagi sekarang… termasuk Richan…

Aku mulai beranjak menuju sungai yang berada tak jauh dari sini, aku biasanya bermain bersama Richan di dekat sungai ini, saat aku… masih hidup…

Kutatapi air sungai itu dengan tatapan kosong. Aku sudah mati… tapi mengapa aku masih berada di dunia..? apakah aku masih memiliki masalah yang belum terselesaikan di dunia ini? Padahal… semuanya sudah jelas… Richan sudah memiliki namja lain yang dapat menjaganya… aku tak perlu khawatir… Richan akan baik-baiksaja…

Tess… tess..

Lagi-lagi air mataku membasahi pipiku.

Aku memejamkan mataku. Menahan agar air mataku tak terjatuh lagi.

“hey… kau yang disana…”

Tiba-tiba terdengar suara seseorang, akupun segera menoleh kearah sumber suara.

Benar saja, ada seorang namja yang sedang memandangku.

“kau… bisa melihatku?”tanyaku pada namja itu, namja itu hanya menjawabku dengan sebuah anggukan.

-__________-__________-_________-__________-__________-

Author pov

@Richan’s school

Lu Han bertemu dengan Richan di kantin sekolahnya, Lu Han pun segera menghampiri Richan dan duduk di sebelah Richan.

“Richannie, bagaimana kabarmu? Apa kau sudah baikan?”Tanya Lu Han

Richan menatap Lu Han dengan tatapan lesu, wajah Richan sedikit pucat. “ne… aku sudah baikan…”jawabnya dengan nada rendah

“bohong… kau terlihat tidak sehat! Lebih baik kau istirahat saja… biar ku antar ke UKS ya?”ujar Lu Han

“aniyo… aku baik-baik saja… oppa tak perlu khawatir…”balas Richan

“sudahlah, lebih baik kau istirahat saja di UKS, dari pada nanti kau sakit…”

“aniyo…”

“aku akan menemanimu di UKS…”

Richan terdiam sebentar, kemudian menganggukan kepalanya tanda setuju.

“kajja.” Lu Han pun menarik tangan Richan pelan lalu menuntunnya menuju UKS.

(di UKS…)

Lu Han membuka pintu ruangan UKS dengan perlahan, tapi ternyata disana tidak ada siapa-siapa.

“tak ada siapa-siapa…”gumam Richan pelan

“tak apa, kau berbaring saja, aku akan menemanimu.”ujar Lu Han, Richan pun hanya menurutinya dan berbaring di kasur yang berada di ruang UKS. Lu Han pun duduk di sebuah kursi yang berada dekat dengan kasur tersebut.

“oppa….” Panggil Richan pelan

“iya?”jawab Lu Han sambil tersenyum

“mengapa oppa selalu baik padaku…?”Tanya Richan sambil menatap Lu Han.

“itu karena…. Aku….”

Belum sempat Lu Han menyelesaikan perkataannya, bel sekolah tanda masuk kelas berbunyi.

“oppa… sudah bel…. Kita harus kembali ke kelas…”ujar Richan

“aniyo, kau harus tetap disini dan beristirahat, dan aku akan tetap disini untuk menemanimu.”jawab Lu Han.

“tapi…” sebelum Richan sempat berbicara lagi, Lu Han meletakan jari telunjuknya didepan bibir Richan tanda agar ia diam

“sudahlah… aku tak ingin kau sakit, jadi lebih baik kau beristirahat saja disini. Arasso?”

Richan menganggukan kepalanya tanda mengerti.

“tidurlah.”ujar Lu Han sambil tersenyum manis, lebih manis dari gulali (?)

Richan pun mengangguk dan secara perlahan menutup matanya.

Lu Han pov

Haaahh… padahal tadi aku hampir saja menyatakan perasaanku pada Richan…

Kutatapi dirinya yang sedang tertidur. Walaupun dia sedang tidur…. Dia tetap terlihat… cantik! Sangat cantik! Ingin sekali aku menjadikannya milikku…

Aku mencoba melambai-lambaikan tanganku di depan wajahnya memastikan apakah Richan sudah tertidur ataubelum. Richan sama sekali tak menunjukkan reaksi apapun, bertanda bahwa ia telah tertidur.

“Youngppa.. Youngmin… oppa…”gumamnya pelan

Aku kaget mendengar dia menggumam nama namja itu lagi, sebegitu berarti kah namja itu bagi Richan?

Hatiku terasa sakit… aku memandang Richan yang masih tertidur dengan tatapan nanar…

“Richan… kapan kau akan melupakan namja itu…??”gumamku sambil mengelis rambutnya pelan.

“aku mencintaimu…. Bisakah kau melupakan namja itu dan menjadi milikku seutuhnya?” lanjutku pelan

“bisakah kau berpaling padaku? I love you more than anything, I really love you. Can you forget him and be mine now and forever?”

Secara perlahan, aku mendekatkan wajahku pada wajah Richan, perlahan-lahan akupun mengecup kening Richan lembut dan penuh perasaan.

Tak sampai satu menit, aku melepaskan kecupanku dari kening Richan.

“I hope you feel that… that’s my feeling…. I love you.”ucapku pelan di dekat telinganya

-______________-______________-______________-

1 jam kemudian….

“eummhh…”gumam Richan, aku masih duduk di sebelahnya, menepati janjiku untuk menemaninya

Perlahan Richan membuka matanya. “Hanppa? Lu Han oppa? Kau masih disini?”tanyanya begitu melihatku masih duduk di sampingnya

Aku tersenyum. “ne, aku menepati janjiku untuk menemanimu.”

Richan membalas senyumanku. “apa oppa tak apa terus-terusan menemaniku? Apa tak akan dimarahi guru oppa?”tanyanya

“tak apa. Aku tak akan dimarahi oleh guru karena aku mempunyai alasan tidak mengikuti pelajaran.”jawabku meyakinkan.

“oh kalau begitu… sekarang oppa boleh kembali ke kelas oppa, aku sudah tak apa-apa…”ujarnya

“tidak, aku tidak akan meninggalkan ruangan ini sebelum kau 100% sembuh!”tolakku

“tapi aku sudah tak apa-apa…”ujarnya lagi

Aku mendekatinya, lalu menempelkan keningku didepan keningnya untuk merasakan suhu tubuh Richan. Namun Richan menghindariku dan menarik kepalanya mundur. Aku tak menyerah, aku menahan punggung nya dengan tangan kananku hingga akhirnya aku berhasil menempelkan keningku didepan keningnya.

Aku dapat merasakan suhu tubuh Richan… hangat…

Akupun lalu memundurkan kepalaku dan melepaskan tangan kananku dari punggungnya.

“kau masih hangat….”ujarku sambil tersenyum. “beristirahatlah sebentar lagi.”lanjutku

Wajah Richan terlihat bersemu merah, diapun hanya menganggukn kepalanya dan kembali berbaring.

Dia memang sangat cantik dan manis…. Dalam keadaan sakit, sehat malu atau dalam keadaan apapun dia tetap terlihat cantik seperti biasa.

“oppa…”panggil Richan pelan.

“ne?”balasku sambil tersenyum dan menatapnya dalam

“sekarang sudah jam berapa?”Tanya Richan

“hmmm…” aku menatap jam tangan yang menghiasi tangan kananku. “jam 14.15 KST. Ada apa?”jawabku sambil balik bertanya padanya

“heumm… aku lapar…”ucapnya dengan tatapan polos

Aku tersenyum melihat tatapan polosnya yang begitu indah. “aku akan ke kantin dan membeli beberapa makanan, kau tak apa jika kutinggal sebentar?”ujarku

Richan menganggukan kepalanya pelan. “ne, mianhae Lu Han oppa, aku selalu merepotkan oppa…”

“gwenchana…”jawabku sambil mengelus puncak kepalanya pelan

“aku tak akan lama.”ujarku lalu keluar dari ruang UKS menuju kantin.

Richan pov

Lu Han oppa pun pergi meninggalkanku untuk membelikanku beberapa makanan.

Sekarang, aku sendirian di ruang UKS. Merasa sedikit bosan, aku berjalan menuju jendela ruang UKS kemudian membuka jendelannya untuk mendapatkan udara segar.  Aku menatap keluar jendela.

Tanpa sengaja aku melihat seorang namja yang sepertinya kukenal. Aku tidak yakin, tapi aku merasa namja itu adalah… Youngmin oppa!

Kuperhatikan lebih jelas lagi namja itu. Aniyo, wajahnya tidak mirip dengan Youngmin oppa… tapi kenapa hatiku merasa bahwa namja itu adalah Youngmin oppa??

Kuperhatikan lagi namja itu, namja itu seperti sedang mencari-cari sesuatu…. Sedari tadi kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri seperti orang yang kehilangan sesuatu… aku terus memperhatikannya sampai matanya tertuju padaku, dia melihatku yang sedang melihatnya!

Karena malu, aku segera menutup kembali jendela ruang UKS dan kemudian kembali berbaring di atas kasur.

Entahlah… tapi hatiku merasa yakin bahwa itu adalah Youngmin oppa, padahal wajahnya tak mirip dengan Youngmin oppa… sebenarnya, apa maksudnya ini??

Richan, Youngmin oppa sudah tiada! Namja itu pasti bukan Youngmin oppa!

Klekk…

Pintu ruangan terbuka, masuklah Lu Han oppa yang membawa beberapa makanan. Ia tersenyum kearahku dan memberiku beberapa makanan.

“gamsahamnida…”ujarku pelan, Lu Han oppa pun kembali tersenyum.

Aku mulai membuka bungkus makanan itu dan mulai memakannya, tanpa kusadari dari tadi Lu Han oppa terus memperhatikanku.

“oppa… apa ada yang salah denganku? Kenapa kau terus memperhatikanku?”tanyaku merasa sedikit risih

“a-aniyo…” wajah Lu Han oppa terlihat bersemu merah .”kau terlalu manis untuk tidak diperhatikan..”lanjutnya yang sukses membuat jantungku berdetak kencang.

Aku menundukkan kepalaku sehingga membuat wajahku terutupi oleh rambutku.

“rambutmu menutupi kecantikan diwajahmu itu.”ujar Lu Han oppa yang membuatku semakin malu.

“Richan-ah..”panggil Lu Han oppa, akupun menoleh dan menatapnya. Lu Han oppa juga menatapku dalam.

“ne?”balasku pelan

“aku…..”

Untuk kedua kalinya, sebelum Lu Han oppa selesai mengucapkan kata-katanya bel tanda pulang berbunyi.

“ah… sudah saatnya pulang.. kau tunggu saja disini dan selesaikan makanmu, aku akan kembali dan membawakan tasmu kembali.”ujar Lu Han oppa sambil tersenyum

“ne..”balasku singkat sambil membalas senyumnya.

Untuk kedua kalinya, aku ditinggal Lu Han oppa sendirian di ruang UKS.

Akupun melanjutkan makanku sembari menunggu Lu Han oppa datang kembali dan membawakan tas ku.

Lu Han pov

Aku pun berjalan menuju kelas Richan untuk mengambil tas miliknya.

Sesampai di depan kelas Richan, aku melihat teman-teman ku membawa tas milikku.

“ya!! Lu Han-ah!”panggil Kai

Aku pun segera berlari menghampiri mereka.

“ini, tas milikmu.”ujar Tao sambil memberiku tas milikku.

“gomawoyo.”ujarku sambil mengambil tasku dari tangan Tao.

Aku pun mulai berjalan menuju kelas Richan untuk mengambil tas milik Richan.

“ya! Kau sedang apa?”Tanya Chen

“aku akan membawakan tas milik Richan pada Richan yang berada di UKS.”jawabku singkat

“Lu Han-ah! Aku tau bagaimana perasaanmu pada yeoja itu, tapi kau juga harus tetap focus pada basket!! Minggu depan kita akan mengikuti lomba!”ujar Kris

“ne, aku tau, aku akan berusaha sebisa mungkin.”jawabku

“tapi belakangan ini kau malah lebih mementingkan yeoja itu daripada basket! Kau bolos latihan hanya karena yeoja itu! Apa kau serius ingin bermain basket, atau kau lebih memilih yeoja itu?”Tanya Kris tegas

“Kris benar, tim kita membutuhkan mu, tetapi kau malah sering bolos latihan karena yeoja itu.”timpal Xiu Min

“baiklah aku akan latihan setelah aku mengantar Richan pulang.”jawabku

“YA! Kita akan menghadapi lomba, kau masih lebih mementingkan yeoja bernama Richan itu daripada lomba basket?!! Apa kau masih ingin menjadi anggota basket?!”ujar Kris, nada bicaranya meninggi. Ia memang kapten basket.

“kau memilih basket, atau yeoja itu?? Tak masalah jika kau akan memilih yeoja itu, tapi kau akan dikeluarkan dari klub basket.”ujar Kris tegas.

“YA! Kris! Apa yang kau katakan? Grup ini tidak lengkap tanpa Lu Han!”ujar Chen membelaku.

“tapi sebentar lagi kita akan menghadapi lomba, aku harus tegas mulai sekarang!!”ujar Kris. “jadi, Lu Han. Apa pilihanmu? Basket? Atau yeoja bernama Richan itu?”

……….TBC……….

gimana lanjutannya? komen ya~ :3 sejelek atau sebagus (?) apapun ff saya mesti kudu wajib RCL ya~ tunggu part.3 nya ya~ ppyong!

This entry was posted by @alchanbyeol.

3 thoughts on “약속 사랑 (Promise love) [Part.2]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: