100 Days in My Life… ( Chp #4 )

100 days in my life

Author        : fairyblue { fairyblue.wp }

Main Casts  :

  • Jo kwangmin BF
  • Kang hyunmi OC

Support Casts:

  • Oh hayoung A-pink
  • Jung Eunji    A-pink
  • Kang Sora
  • Park Jiyeon T-Ara
  • Others

Genre         : Romance

Rating        : General, Teenagers,

Must Read : Chp 1| Chp 2| Chp 3

Ku langkahkan kakiku memasuki ruangan yang penuh dengan rak-rak buku serta figura-figura yang terpampang di bagian dinding ruang ini. Di sebelah sana sudah ada Mrs. Park yang sudah menungguu dan juga…’eomma?’ Hatiku terasa sesak namun bercampur bahagia saat melihat sosoknya yang tersenyum tulus ke arahku.

“ Hyunmi-ah…silahkan duduk.” Mrs. Park menyadarkanku dari lamunan yang kubuat di kepalaku.

Aku berjalan mendekati sofa putih yang kosong di depan mereka. Aku tak tau apa maksud dari semuanya ini. Bukankah eomma tidak akan datang seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya? Tapi, bagaimana bisa dia sekarang berada di hadapanku. Suasana ini berlangsung dengan sedikit kesunyian.“ hiks…” sebuah senggukkan terdengar jelas di telingaku.

Rupanya eomma sedang menahan tangisnya. ‘Kenapa eomma harus menangis saat kami bertemu? Eomma..uljima!’

“ hyunmi-ah….hiks…bagaimana keadaanmu?” sedikit dia hiraukan airmata yang jatuh perlahan di pipinya.

“ Gwaenchana…” jawabku singkat.

“ Ah…silahkan kalian gunakan ruangan ini sementara saya akan menemui orang tua murid yang lain.” Mrs. Park meninggalkan aku dan eomma dalam ruangan yang cukup besar ini. Suasananya seperti suasana berduka. Hanya isakkan eomma yang sesekali mengisi suara di ruangan ini. Aku hanya bisa memandang ke arah lain berusaha untuk menghiraukan apa yang sedang eomma lakukan sekarang.

Kwangmin POV

“ Kau tumbuh semakin besar kwangminnie..” ucap eommaku ini sambil mengusap lembut pundakku.

“ Ya! Jangan panggil aku seperti itu eomma..”

“ Wae? Kau kan anak eomma. Dan itukan panggilan kesayanganmu saat kecil dulu.”

“ Aish..aku sudah besar sekarang. Lagi pula disini ramai. Bagaimana kalau ada yang mendengar? Bisa-bisa reputasiku hancur di sekolah ini..” Jelasku sambil memperhatikan sekeliling.

“ Araso.. Kwangmin anakku sudah besar rupanya.” Eomma tersenyum sambil menepuk-nepuk pundakku. “ Apa yang kau cari?” Rupanya eomma menyadari tingkahku yang sedari tadi terus memutar bola mataku.

“ Mwo? Anhio..hehehe” Ku berikan senyuman khasku pada eomma agar dia percaya dengan apa yang ku katakan barusan.

“ Masih mau berbohong? Hah?” Seketika cubitan maut eomma menyambar pergelangan tanganku.

“ Aaaa…appo…eomma…”

“ Hah…sudah lama eomma tidak memarahimu dengan Youngmin. Saat-saat seperti itu…” Tiba-tiba eomma melepas cubitan mautnya dan mengantikannya dengan genggaman yang hangat. ‘ eomma..’

++++

“EOMMAAAA….EOMMAAAAAA….” Suara lengkingan terngiang se-antero penjuru rumah. Seorang anak perempuan sepertinya tengah mencari sosok wanita yang dianggapnya sebagai eommanya itu.

“ Ya! Ahjumma! Eomma eodiga?” Tanyanya pada seorang ahjumma yang sepertinya adalah salah satu pembantu di rumahnya ini.

“ Saya tidak tau, agashi..” Ahjumma itu pun berkata tanpa berani melihat wajah anak perempuan tersebut.

“ Aaaaa…eomma eodigaaaa? Eommaaaaaa….huaaaaaaaaa. Appa…eomma eodigaaaaaaa? Hikshiks” Seketika itupun ahjumma tersebut panik. Antara ingin menutup kupingnya karena teriakan anak perempuan itu atau menutup mulut anak perempuan tersebut dengan kemoceng yang di pegangnya sedari tadi(?) Akhirnya dia memutuskan untuk pergi meninggalkan anak perempuan tersebut.

Tangisan dan rengekkan anak perempuan itu pun semakin menjadi-jadi. Dia tidak peduli dengan seberapa besar tubuhnya. Atau pun seberapa tahun usianya. Tingkah lakunya saat ini tidak mencerminkan dengan kenyataan tubuh serta usianya saat ini. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke sebuah kamar di lantai atas.

“ Eomma….” Serunya saat pintu kamar itu terbuka. “ Kenapa eomma tidak ada disini?” Ia pun segera menutup kembali daun pintu itu. “ Apa mungkin eomma disana?” Pandangannya tertuju pada kamar di sudut pojok lantai ini. Dia pun segera beranjak menuju kamar itu.

*CKLEK—*

“ eomma…” Dia tetap memanggil-manggil eommanya. Dia pun melangkahkan kaki untuk masuk lebih dalam ke kamar dengan nuansa biru semu ini.

“ Kenapa tidak ada eomma? Biasanya dia ada disini…” keluhnya.

Sebuah figura menarik perhatiannya. Figura berukuran sedang dengan foto seorang yeoja muda tengah tersenyum manis sambil memegang sebuah boneka kelinci di pelukkannya. Dia terus menatap foto yang ada dalam figura tersebut. Selang beberapa menit kemudian pikirannya mulai kembali.

“ Aku iri padamu eonnie! Kapan kau akan kembali? Hah?” Dia berbicara dengan seseorang yang berada dalam figura tersebut. Akal sehatnya menuruhnya untuk mencurahkan semua keluh kesahnya pada sebuah figura besar itu.

“ Seandainya aku tidak membuat ini kesal waktu itu….mungkin eonnie tidak akan meninggalkan rumah ini. Aku menyesal! Sangat-sangat menyesal. Aku tau, sampai kapan pun Sora eomma itu adalah tetap eommamu. Dia eomma kandungmu! Aku? Aku hanya seorang anak tiri yang terlalu egois ingin memiliki semua perhatiannya! Eonnie…….Mianhae…Jebal, Mianhaeyo…” Air matanya sudah tidak dapat ia bendung lagi. Dia menyesali atas semua kesalahannya waktu dulu.

+++++

“ kapan kau akan kembali ke rumah hyunmi-ah?” Sora bertanya pada putri kandungnya itu dengan lembut sambil memegan kedua telapak tangan hyunmi erat.

“ aku…aku belum ingin pulang ke rumah, eomma..” jawab hyunmi sambil menatap manic milik ibunya hangat seolah mencoba meyakinkan ibunya itu.

“ pulanglah…aku mohon padamu. Maafkan kesalahannya hyunmi. Dia tidak pernah bermaksud untuk mengusirmu. Pulanglah untukku, hyunmi-ah. Jebal…”

“ mianhae, aku tidak bisa pulang sekarang. Ku mohon eomma bisa mengerti..” hyunmi mencoba untuk sekali lagi meyakinkan sora. Sambil memeluk eommanya perlahan.

@hyunmi POV

Aku harus apa? Aku harus bagaimana Tuhan? Bukan maksudku untuk tidak ingin tinggal bersamanya. Aku hanya ingin mencoba hidup normal seperti yang lainnya. Aku sangat amat yakin. Saat aku pulang kerumah nanti, mereka pasti angin mengasianiku seperti orang tak berdaya. Aku tidak suka itu! Biarkan disisa hidupku aku merasakan hidup yang sesungguhnya dan mungkin…cinta yang sesungguhnya.

Aku termenung memandangi semua barang yang eomma bawakan untukku. Perlahan ku tata rapi barang-barang itu di kamarku. Ku rasa lemari ku sudah tidak cukup lagi untuk menampung semua barang ini. Alhasil ku biarkan barang-barang ini berada di tempatnya semula, koper.

Sebuah boneka kelinci duduk manis di tepi ranjangku. Eomma yang membawakannya untukku. Koko! Begitulah nama boneka kelinciku ini.

“ Koko-ya…kenapa kau ikut eomma kesini? Hah? Kau merindukanku ne? Ah…koko-ya bagaimana keadaan kamarku? Apa kau selalu merapihkan kamarku setiap pagi? Ah…aku rindu kamarku.” Ku peluk boneka kelinciku ini erat-erat. Jujur ini adalah boneka kesayanganku. Boneka ini pemberian terakhir dari appa sebelum…appa pergi untuk selamanya.

“ hemm…kau tau? Saat aku memelukmu seperti ini, rasanya aku seperti memeluk appa dari dekat.” Celoteh ku lagi. Mungkin kalau ada orang yang melihatku seperti ini mereka akan menyangka aku kurang waras. Tapi kurasa tak ada orang disini. Jadi aku bebas memeluk dan berbicara dengan koko!

@Kwangmin POV

Perasaanku seperti ada yang kurang. Dari tadi aku tidak melihat hyunmi. Anak itu menghilang begitu saja setelah acara sambutan selesai. Bukankah tadi dia bilang dia ingin berkenalan dengan eommaku? Aish..anak itu!

“ Kwangmin-ah…lusa eomma dan appa akan pergi ke Jepang.”

“ Eoh?” sadarku setelah mendengar perkataan eomma barusan.

“ Ne.. disana appa mu akan mengurus perusahaannya. Youngmin akan menyusul bersamamu sebulan setelah eomma berada disana bersama appa.”

“ Mwo? Jinjja?” Aku terkejut mendengar kata-kata eomma barusan. Menyusul? Itu berarti…

“ Kau akan melanjutkan sekolahmu dengan Youngmin disana.” Jelas eomma.

“ Ya! Ya! Eomma tidak bercandakan?” tanyaku memastikan perkataan eomma.

“ Anhi.” Jawab eomma pasti.

“ Jinjja?” Sekali lagi aku berusaha meyakinkan bahwa kupingku tidak bermasalah. Dan anggukkan eomma lah jawabannya.

++++

Hyunmi dan Kwangmin duduk di bangku tepi danau tempat biasa mereka menghabiskan sore bersama. Semilir angun seolah membawa mereka ke pikiran masing-masing. Tak ada satu patah kata pun yang terlontar dari mulut mereka. Hanya duduk, terdiam sambil memandang kea rah danau.

“ ini hari ke 69 kita bersama” suara itu amat sangat kecil. Parau. Tak dapat didengar.

“ tinggal 31 hari lagi kita bersama” sangat kecil. Seperti bisikkan.

“ tapi kenapa aku merasa ingin secepatnya mengakhiri semua ini?” Tak dapat didengar. Hyunmi berkata tanpa bersuara.

“ kk..kwang..min-ah…” panggil hyunmi terbata. Terlihat dari wajahnya, hyunmi nampak menahan sesuatu.

“ …. “ tak ada sahutan dari orang yang dipanggilnya.

“ naneun…nan.. nan————–.”

@Kwangmin POV

Haruskah aku ceritakan padanya kalau aku akan pindah dari sini? Kenapa eomma member tahukan ku kabar seperti ini? Sebulan? Itu berarti hari terakhir dimana perjanjian ku dengannya berakhir bukan? Ya! Tapi…rasanya berat sekali menceritakan hal ini padanya.

Saat ini aku masih bingung dengan perasaanku sendiri. Bukankah aku harus bahagia karena sebulan lagi masa kebebasanku akan datang? Ditambah kata eomma aku akan pindah ke Jepang bukan? Itu tandanya kebebasanku semakin terbuka lebar. Tapi….aku merasa sesuatu yang mengganjal disini. Aku bingung saat bersamanya aku harus berbuat apa?! Saat bersamnya seperti aku pun tidak mengeluarkan suaraku sedikit pun. Sudah hampir satu jam kita terdiam seperti ini. “ kk..kwang..min-ah..” Mwo? Seperti ada yang memanggilku. “ naneun…nan..nan———–“ – bugggg—– Pundakku terasa agak berat. Ada apa ini?! Ku alihkan pandanganku ke arah pundak. Dan…hyunmi tengah tertidur di pundakku dengan indahnya.

“ Hyunmi-ah…” Panggilku. “……” Tak ada jawaban.

Tes..tes…  Butiran air hujan turun tiba-tiba. “ YA!! Hyunmi-ah..ireona!! Ya! Ya!”

Aku bangkit dari dudukku. Membuat hyunmi hilang sandaran dan tertidur diatas bangku. Aku hampiri dirinya sambil mengguncangkan tubuhnya pelan. Kenapa dia tidak bangun juga?! Ku ulurkan tanganku ke keningnya. Dan….panas!! Ya! Kenapa anak ini?! Tanpa pikir panjang aku pun membopong tubuhnya menerobos tetesan hujan yang turun semakin deras.

++TBC++

– Annyeong… Otte? Mian kalo ceritanya kependekkan, kepanjangan, datar, gak seru atau apalah. Ini saya bikinnya juga baru-baru ini dikarenakan kesibukkan sbg seorang pelajar..you knowlah~ Jadi baru bisa ngepost sekarang ^^. Sekali lagi.. saya minta kritik dan saran dari kalian semua oke ._.b As usually~~~ keep RCL!!-

This entry was posted by FairyBlue♚.

40 thoughts on “100 Days in My Life… ( Chp #4 )

  1. komposisinya pas thor😀
    sediiiiiiihhh😥
    jangan-jangan Kwangmin jadi suka dgn Hyunmi !? Jadi deg-degan #Loh hehe
    Keep posting Author !! Fighting😀

  2. lanjut thor ,,, seru btg top deh di tunggu yo next chap,, sedih bgt kayaknya klo kwangmin harus pindah ke jepang T^T nanti aku di tinggalin (ngarep deh,,, (*u*)

  3. eonie…kpan ni lnjutannya,,,lgi sdih2nya nihh…dtnggu ya,,
    mnarik skli critanya brkhayalnya jd lbih jlas..hihihihi..semangat buatnya yaa b^^d,,

  4. Author keren banget!!! Daebak!!! Terusin ya :3 penasaran!! Ceritanya beda2 sm FF2 yang lain. Wahhhh seru!!! Terusin ya :3

  5. Admin… cepetan bikin terusan.a ya. udh penasaran tingkat akut nih.
    gomawo🙂
    cerita.a bagus… seru… (y)

  6. Thor lanjutannya mana,,,
    ni udah yang kesekian kali nya aku baca ceritan nya,, tapi msh belum ada lanjutannya,,
    di lanjutin ya ceritanya,, sayang cerita nya bgus sekali tapi malh belum selesai,,
    hwaiting buat part selanjutnya

  7. Thor lanjut dunk. Ω̶κ̣̇υ̲ udh baca FF ini U̶̲̥̅̊d̶̲̥̅̊н̲̣̣̣̥ lama banget! Ω̶κ̣̇υ̲ penasaran sama lanjutannya! U̶̲̥̅̊d̶̲̥̅̊н̲̣̣̣̥ di post belum???? Ω̶κ̣̇υ̲ cari kok ƍäª ketemu sich???? Bagus FFnya.

  8. Author.
    Aku sudah kesekian kali baca ff ini. Tapi lanjutannya eodiga??
    Aish~ di lanjut dong thor Y.Y ceritanya kan keren, yg coment aja banyak.
    Jebaaal thor, di lanjutin!!!

    Lanjutttttt, lanjutttttt, lanjuttttttttttt!!!! #demo

  9. Thor! Lanjutannya dimana thor? Thor, FF ini sedikit sad donk thor! Lagi pengen sedih-sedihan ajaaaa! hehehe! thor ppali dilanjut ne! Gomawo! Annyeong!!!! Ppyong!!! ^^

  10. thor nextnya di tunggu terus ni ,, udah ga sabar nunggunya . bolak balik buka belum next😦 next dong min kajja secepatnya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: