[FREELANCE] Ini Hanya Kebetulan atau Memang Takdir? – Part 1

Tittle                   : Ini Hanya Kebetulan atau Memang Takdir?!!!!! part 1

Main Cast           : Mia , Jo Youngmin,

Support Cast      : Semua member Boyfriend

Genre                 : Friendship  , Romance (Bingung apa genrenya)

Maaf ya kalo kurang menarik. Ini FF pertamaku soalnya, mohon dukungannya. Saya berharap ada yang menyukainya, jangan sungkan untuk memberikan kritik ya. Itu bisa membuatku untuk membuat cerita yang lebih baik lagi, kalimat dengan huruf miring menandakan “pikiran yang berkata”. Dan 1 hal lagi ini benar-benar hasil pemikiranku, jadi jika ada kesamaan cerita atau alur itu murni hanya kebetulan. Terima kasihhh (^___^)

~~~~~~~~~~

Angin di musim dingin berhembus dengan lembut membuat semua orang lebih merapatkan jaketnya agar tidak mendapatkan dingin. Tapi tidak bagi seorang perempuan yang sedang terduduk di kursi taman dengan muka melihat langit dan memejamkan matanya lebih dari 1 jam yang lalu. Perempuan itu seakan tidak perduli bahwa hidungnya sudah menjadi merah karena angin dingin yang menampar wajahnya. Seseorang yang melewati perempuan itu memberikan tatapan yang jijik padanya “Apa yang perempuan itu lakukan? tertidur di tengah taman dalam keadaan musim dingin. Apa dya gila?” dan pergi tanpa membangunkannya.

~~~~~~~~~~

Mia POV

Sebenarnya aku tidak benar-benar tertidur, tapi hanya memejamkan mata dan merasakan angin di musim dingin yang menampar wajahku. Tiba-tiba aku mendengar seseorang “Apa yang perempuan itu lakukan? tertidur di tengah taman dalam keadaan musim dingin. Apa dya gila?”.

Ya aku sudah gila. Gila karena dya tega meninggalkanku, padahal kita sudah berjanji untuk selalu bersama. Aku menjawab pertanyaan orang itu dalam pikiranku. Aku menaikkan tanganku didepan muka untuk menutupi sinar matahari yang sore itu masih menyilaukan mata dan kulihat cincin dijari manisku.

Serpihan-serpihan itu kembali masuk kepikiranku seperti sebuah flim, semuanya tentang Dya, Senyumannya, Suaranya, Perhatiannya. Tiba-tiba hatiku terasa sangat sakit, aku mencoba untuk memukul-mukul dadaku berharap rasa sakit ini akan hilang dengan menanamkan pikiran Ayolah Mia menjadi kuat, kau tak mungkin menangis kau sudah berjanji untuk menjadi kuat dan menjalani hidupmu tanpa Oppa, tapi itu tidak berhasil rasa sakit ini seperti tahu bahwa aku benar-benar merindukannya.

Aku meringkuk seperti bola dikursi taman dan menangis dengan keras tak menghiraukan orang-orang yang melihatku seperti orang gila., “Oppa aku merindukanmu, kumohon kembalilah. Aku tak sanggup menjalaninya tanpamu, Oppa kumohon kembalilah. Aku mencintaimu, sangat-sangat mencintaimu. Kumohon Oppa kembalilah, kembalilahhh”.

~~~~~~~~~~

Tanpa Mia sadari seseorang yang sedang duduk di atas pohon sudah memperhatikannya  sejak 1 bulan yang lalu dengan muka sedih dan menyesal. Dia ingin melakukan apapun agar kembali seperti dulu sebagai Mia yang ceria, membantu Mia mencari penggantinya agar Mia bisa melupakannya dan dya bisa dengan tenang meninggalkan dunia ini.

“Mia kumohon menjadilah kuat, aku merasa sakit melihatmu menjadi seperti ini. Kumohon carilah kebahagian yang lain selain denganku untuk hidupmu biar aku tenang meninggalkan dunia ini. Kumohon padamu Mia”.

~~~~~~~~~~

Youngmin POV

Aku baru saja pulang dari swalayan dengan kantong plastik penuh dengan sayur-sayur pesanan eomma. “Haish, eomma ini selalu menyuruhku ke swalayan untuk membeli sayur. Kenapa tidak Kwangmin?!!”. “Hufh,, hari ini anginnya juga sangat dingin. Apa eomma ingin membunuh anaknya untuk keluar di cuaca seperti ini”, gerutuku dan merapatkan jaketku agar tidak menangkap dingin.

Saat aku sedang berjalan melewati taman, aku berpapasan dengan 2 orang perempuan yang sedang bergosip “Kau tau, katanya ada seorang perempuan yang tertidur dikursi taman. Banyak yang mengira dya sudah gila dan tak berani mendekatinya, karena sebelumnya dya teriak-teriak dan beberapa saat kemudian dya diam seperti orang mati”.

MWO!! perempuan mati di taman? tapi bisa saja kalau dya tertidur dicuaca seperti ini. Kenapa tak ada yang menolong sih? apa karena dya gila, tapi aku juga takut dengan orang gila. Ah sudah lah, lebih baik cepat pulang eomma pasti memarahiku kalau kelamaan. Aku berjalan lebih cepat dengan menggosok-gosok tanganku agar tidak kedinginan.

Tiba-tiba sesosok perempuan yang meringkuk seperti bola dikursi taman dengan lampu yang meneranginya menangkap perhatianku. Apa perempuan ini yang digosipkan tadi? jangan-jangan dya memang gila. Ah lebih baik aku pulang. Aku kembali berjalan meninggalkan perempuan itu, tapi hatiku mengatakan tak boleh meninggalkannya. Tinggalkan, Tidak, Tinggalkan, Tidak. Yah youngmin jadilah seorang pria jangan pengecut. Tapi klo dya benar-benar gila bagaimana? Aggrrrhhhhh. Aku kembali dan mendekati perempuan itu.

“YA! bangunnn. Apa kau sudah gila untuk tidur disini? Keluargamu pasti cemas sekarang”, Aku menggoyangkan bahu perempuan itu berharap dia akan bangun. Tapi ternyata dia tidak bangun malah kulihat dya mengeluarkan keringat dingin di dahinya, kucoba merasakan dahi perempuan itu dengan tanganku dan ternyata benar dya mendapatkan demam. “YA! Bangun. Kau mendapatkan demam”.

“Haish, menyusahkan saja…”. Aku menggendong perempuan itu dipunggungku dan membawanya ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan yang tepat atau setidaknya demamnya akan menurun, karena aku juga khawatir melihatnya sakit. Entahlah aku juga tak tau kenapa merasa seperti ini.

Aku menemaninya saat diperiksa oleh dokter “Hmmm,,apa kau keluarganya?”, kata suster dengan kertas identitas pasien ditangannya. “Ohhh,, bukan a-aku mmm-mmm–teeeee”, aku menggaruk belakang kepalaku karena bingung harus menjawab apa. Tepat saat itu juga *Kring Kring Kring Kring (suara HP)*, Oh tuhan terima kasih sudah membantuku dan mengelus dada.

“Mr. ini HP teman anda”, suster itu menyerahkan HPnya padaku. “Terima kasih”, mengambilnya dan keluar ruangan.

“Yeoboseyo?”, kataku dengan nada cemas.

“YA! kau siapa? kenapa menjawab telepon adek ku? Dya ada dimana sekarang? Apa yang kau lakukan padanya?”.

“Wo wo wo,,tunggu dulu. Aku menemukan adekmu tertidur di taman. Sekarang dya lagi ada di klinik Merpati karena mendapatkan demam, silahkan jemput dya disini. Aku akan meninggalkan pesan pada suster. Oke”.

“Oke. Maafkan aku sebelumnya sudah menuduhmu. Terima kasih”.

Wah dya memiliki Hyung yang sangat protektif. Hiiii, membuatku merinding. Aku segera memasuki kamar dan memberitahu pada suster, beberapa saat lagi Hyungnya akan datang dan aku sekarang akan pergi karena eomma sudah menungguku. Saat suster keluar kamar aku melihat perempuan itu lagi dan mendekatinya “YA! jangan pernah melakukan hal itu lagi dan membuat orang-orang disekelilingmu khawatir. Baiklah aku akan pulang sekarang jaga dirimu baik-baik, annyeong”, aku mengambil plastik pesanan eomma dan keluar kamar.

~~~~~~~~~~

Saat Youngmin baru saja menutup pintu kamar, Mia membuka matanya dan melihat pintu yang baru saja tertutup.

“Aku ada dimana? kenapa aku ada disini? Siapa yang membawaku?”, tapi Youngmin sudah tak mendengarnya karena dya berlari setelah keluar kamar karena eomma sudah menunggunya. Mia merasa matanya masih terasa berat dan jatuh tertidur.

Seseorang yang berdiri disudut ruangan melihat Mia dan tersenyum “Kau ada diklinik karena mendapatkan demam, yang membawamu kesini adalah Youngmin seorang namjaa yang aku yakin akan menggantikanku. Itu kalau kau bisa membuka kembali hatimu”.

~~~~~~~~~~~To Be Continued~~~~~~~~~~~

This entry was posted by r13eonnie 강 하이에나.

4 thoughts on “[FREELANCE] Ini Hanya Kebetulan atau Memang Takdir? – Part 1

    • wahhh,,akhirnya ada yg ninggalin coment..gomawo chingu udh baca n nge coment.. Sabar ya,,lanjutannya msh dlm proses..^__^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: