약속 사랑 (Promise love) [Part.3]

Promise love [Part.3]

Author : @sexyoungmin a.k.a Hanna a.k.a Jo Richan

Genre : romance, sad *maybe ._.v*

Cast : Jo Youngmin, Park Richan, Lu Han [EXO-M]

Other cast : find it ^^

Rating : T (teen)

P.S : annyeonghaseyo~~ ini adalah part terakhir dari ff promise love, semoga kalian suka! >< kalo ada yang mau, admin bisa bikin sequel nya kok~ tapi kalo mood #pletakk oh iyaa admin kembali setelah hiatus selama sebulan penuh~ kekeke ada yang kangen? *eh author lanjutin ff ini disaat berduka saat kehilangan orang yang author sayangi T^T mian kalo malah jadi curhat ._.v

Happy reading~~

“baiklah!! Tapi izinkan aku untuk mengembalikan tas nya dulu!”pintaku

“baiklah kalau begitu, kita menunggumu di lapangan basket.”ujar Kris, akhirnya merekapun pergi menuju lapangan basket.

Lalu akupun segera berlari menuju ruang UKS.

Sesampainya di depan ruang UKS, aku langsung membuka pintunya pelan, agar tidak mengagetkan Richan yang masih berada di dalam.

“Lu Han oppa? Kenapa oppa tampak begitu lelah? Apa oppa habis berlari?”Tanya Richan

“ne, ini… tas mu…”ujarku sambil menyerahkan tas Richan pada Richan.

“gamsahamnida…”ujarnya sambil mengambil tasnya dari tanganku

“Richanie, jeongmal mianhamnida, aku harus latihan basket… kau tak apa kan pulang sendiri??”ujarku sambil menatapnya dengan tatapan minta maaf

“gwenchana… aku bisa pulang sendiri kok, oppa latihan saja….”jawabnya sambil tersenyum. Akupun tersenyum lega.

“baiklah kalau begitu, aku duluan ya! Sekali lagi jeongmal mianhamnida aku tidak bisa mengantarmu pulang!”ujarku lalu meninggalkan ruang UKS dan berlari secepatnya menuju lapangan basket.

Disisi lain, aku ingin mengantar Richan pulang dan memastikan ia selamat sampai di rumah, disisi lain juga aku ingin tetap menjadi tim basket dan mengikuti lomba basket minggu depan serta mendapat gelar juara dari lomba tersebut. Tapi apa boleh buat, aku harus memilih salah satu. Kalau begiu, sepulang dari latihan, aku akan mengunjungi rumah Richan!

Sesampainya di lapangan basket, aku disambut oleh teman-temanku.

“Lu Han~~”sapa Kai

“Lu Han! Kita sudah menunggu mu~ untung saja kau datang dengan cepat!”ujar Chen

“kajja, kita mulai latihannya.”ujar Kris

Kami semua pun mulai berlatih basket.

-__________-__________-__________-

Author pov

Karena Lu Han tak dapan mengantar Richan untuk pulang, Richan pun terpaksa untuk pulang sendirian menaiki bis.

Ia pun menunggu di halte bis di depan sekolahnya. Selama menunggu, ia terdiam. Di dalam pikirannya masih terbayang namja yang tak ia kenal, tetapi ia merasa bahwa ia mengenal namja itu, ia merasa bahwa namja itu adalah Youngmin.

Richan pov

Ah mana mungkin namja itu adalah Youngmin oppa… Youngmin oppa kan sudah meninggal… apa ini hanya khayalanku saja karena aku tak bisa melupakan Youngmin oppa? Tapi… mengapa aku merasa yakin bahwa namja itu adalah Youngmin oppa??

Tak lama kemudian bis yang kutunggupun akhirnya datang. Sejenak aku melupakan namja misterius itu dan segera memasuki bis.

-__________-__________-__________-

“aku pulang…”sapaku ketika aku masuk kedalam rumahku. Sepi, seperti biasa.

Omma-ku hari ini tidak pulang lagi… ia masih berada di Singapura dan berkencan dengan pekerjaan-pekerjaannya itu.

Aku melihat kearah kalender, besok adalah hari dimana Youngmin oppa akan dimakamkan…

Aku berjalan menuju kamarku, kemudian membaringkan tubuhku di kasur milikku.

“Youngmin oppa.. jeongmal bogoshippoyo…”ujarku sambil menatap wallpaper handponeku, fotoku bersama Youngmin oppa….

Aku terus berusaha menahan agar air mataku tidak jatuh, begitu sedih rasanya jika mengingat kembali segala hal yang telah aku dan Youngmin oppa lakukan bersama-sama. Sangat sulit untuk melupakannya, aku rasa aku tidak akan pernah melupakan Youngmin oppa meski aku amnesia sekalipun. Youngmin oppa adalah satu-satu nya hal yan tidak bisa kulupakan seumur hidupku…

Akhirnya aku tak bisa menahan air mataku yang sudah menggantung di kelopak mataku ini untuk jatuh. Yup, aku menangis. Lagi.

Entah berapa lama aku telah menangis hingga akhirnya aku tertidur.

“euummhh…”gumamku begitu bangun dari tidurku, aku segera melihat diriku di cermin. Mataku sembab. Ini pasti karena aku terlalu banyak menangis tadi.

“ah sudahlah…”aku berusaha tak memperdulikan mata sembabku ini lalu duduk di sebuah sofa untuk menenangkan diriku sendiri. Biasanya disaat seperti ini ada Youngmin oppa atau Lu Han oppa yang menenangkanku. Tapi sekarang aku hanya sendirian tapa mereka disini.

Ah bodoh. Aku malah membuat diriku merasa semakin kesepian.

-__________-__________-__________-

Esoknya…

Author pov

Hari ini adalah hari dimana Youngmin akan dimakamkan di Korea. Acara pemakaman akan dilakukan di siang hari. Oleh karena itu Richan pun meminta izin pada wali kelasnya untuk tidak mengikuti jadwal pelajaran lagi setelah istirahat. Richan pun di beri izin oleh wali kelasnya. Ketika istirahat selesai, Richan pun mulai merapihkan barang-barangnya untuk dibawa pulang. Ia berjalan melewati lapangan basket dan kebetulan bertemu dengan Lu Han yang sedang berlatih basket dengan kawan-kawannya.

Lu Han menatap teman-temannya dengan pandangan ‘bolehkah-aku-menyapanya-?’ dan disetujui dengan anggukan teman-temannya.

“Richan!!”panggil Lu Han, Richan yang di panggilpun menoleh lalu tersenyum kearah Lu Han.

Lu Han pun menghampiri Richan. “kau sudah mau pulang?”Tanya Lu Han yang melihat Richan membawa tasnya, padahal ini belum waktunya untuk pulang.

“ne…”jawab Richan

“waeyo? Apa kau sakit?”Tanya Lu Han

Richan menggeleng pelan. “aniyo… siang ini aku ada urusan pribadi…”jawabnya

“tapi wajahmu kelihatan sembab, apa kau baik-baik saja?”Tanya Lu Han khawatir

“iya Lu Han oppa, aku baik-baik saja kok.”jawab Richan meyakinkan Lu Han bahwa ia baik-baik saja

“baguslah kalau begitu.”ujar Lu Han lalu mengusap puncak kepala Richan pelan. “aku harus kembali berlatih, hati-hati dijalan ya Richan-sshi…”

Richan menganggukan kepalanya. “ne, selamat berlatih oppa~”ujarnya lalu melambaikan tangannya pada Lu Han kemudian pergi. Lu Han pun kembali melanjutkan latihan basketnya bersama teman-temannya.

-__________-__________-__________-

Setelah Richan sampai dirumahnya, ia segera melepas sepatunya dan menaruhnya di rak sepatu. Ia pun menuju kamarnya untuk mengganti seragamnya dengan pakaian lainnya.

Tak lama kemudian, ia menerima telepon dari Kwangmin.

“yoboseyo?”ujarnya mengangkat telepon itu

yoboseyo… Richan-sshi, kami sudah sampai di Incheon, kami akan sampai di rumah beberapa saat lagi.’ujar Kwangmin di sebrang telepon

“ne, aku akan menunggu.”

Obrolan singkat itupun segera diakhiri oleh Richan. Ini sudah saatnya, saat untuk Richan melihat kembali Youngmin, walaupun hanya raga nya saja.

Richan menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya kembali.

Kau harus kuat menghadapi ini Park Richan, kau harus menghadapi kenyataan menyakitkan ini. Pikirnya sambil mengepalkan tangannya bertujuan untuk menyemangati dirinya sendiri.

Richan melihat kearah jam dinding yang terpasang di dinding kamarnya, jam sudah menunjukkan pukul 13.07 siang. Kemungkinan Kwangmin dan keluarganya akan sampai di rumah mereka pukul 14.00 siang.

14.00 siang

Benar saja, kini Kwangmin dan keluarganya telah sampai di rumah mereka, acara pemakaman Youngmin pun akan dilaksanakan sejam lagi, namun Kwangmin mempersilahkan Richan untuk berkunjung kerumah keluarganya dan menjadi orang pertama selain keluarganya yang melihat jenazah Youngmin.

Richan perlahan membuka kain yang menutupi seluruh wajah Youngmin. Dan terlihatlah wajah Youngmin yang terlihat sangat pucat dan tubuh Youngmin yang sudah dingin. Richan tidak dapat menahan air matanya lagi. Untuk kesekian kalinya Richan menangis karena Youngmin. Kwangmin yang melihatnyapun ikut merasa iba pada Richan. Ia memberikan Richan sebuah sapu tangan dan menghapuskan air mata Richan yang terus mengalir.

“sudahlah… tidak usah menangis lagi…”hibur Kwangmin

hikss… Youngmin oppa…. Hikss…”isak Richan

Perlahan Kwangmin mengelus punggung Richan, berusaha menenangkan tangisan Richan. Beberapa tetes air mata Richan pun sempat terjatuh tepat di tubuh pucat dan dingin Youngmin.

Hingga akhirnya sejam berlalu, Richan sudah mulai tenang, tetapi masih ada air mata yang menggantung di kelopak matanya. Sekarang sudah saatnya acara pemakaman Youngmin, beberapa teman dekat Youngmin pun ikut hadir untuk mengikuti acara pemakaman Youngmin.

Peti Youngmin pun mulai dibawa menuju ke sebuah kuburan yang berada tidak terlalu jauh dari kediaman keluarga Jo. Kira-kira berada 20 km dari rumah kediaman keluarga Jo.

Bagitu peti Youngmin telah dikuburkan, air mata kembali membasahi pipi Richan dan beberapa teman dekat Youngmin lainnya. Mungkin Richan adalah orang kedua setelah keluarga Youngmin sebagai orang yang paling merasa kehilangan Youngmin.

Hal ini memang sulit dipercaya. Youngmin oppa telah meninggalkanku sendirian dan tak akan pernah kembali. Tapi apa boleh buat, mungkin ini memang takdir. Takdir yang menyakitkan. Takdir yang sangat amat menyakitkan. Youngmin oppa, suatu saat aku akan menyusulmu… pikir Richan.

Setelah acara pemakaman, Richan kembali kerumahnya. Menangis kembali.

-__________-__________-__________-

Esoknya…

“Richan-sshi!”panggil Lu Han yang tanpa sengaja bertemu Richan di kantin, Richan pun menoleh lalu tersenyum pelan kearah Richan. Lu Han pun menghampiri Richan dan duduk disebelahnya.

“ada apa? Kau kelihatan lesu hari ini…”Tanya Lu Han dengan nada khawatir

“ah, gwenchanayo…”jawab Richan sambil tersenyum mencoba meyakinkan Lu Han bahwa keadaannya baik-baik saja. Namun senyuman Richan malah terlihat seperti senyuman yang menutupi sesuatu dan Lu Han pun menyadari hal itu.

“apa kau sedang ada masalah?”Tanya Lu Han lagi. Kini Richan terdiam sejenak, ia menundukkan kepalanya. Tanpa melihat kearah lawan bicaranya, ia mengangguk meng ‘iya’ kan pertanyaan Lu Han tadi

“mengapa kau tidak bercerita? Kau tidak sendirian. Aku akan selalu ada jika kau membutuhkanku, dan aku bisa membantumu jika kau memiliki masalah.”ujar Lu Han menatap Richan dalam.

Richan balas menatap Lu Han. “oppa… aku bisa mempercayai oppa, benar kan?”

“tentu saja kau bisa mempercayaiku.”jawab Lu Han

“emm…. Sebenarnya… seseorang yang sangat berarti bagiku sekarang telah pergi meninggalkanku ketempat yang sangat jauh dan tak akan kembali lagi…”ujar Richan

“ke… mana?”Tanya Lu Han

“surga….”jawab Richan

Lu Han terdiam sejenak lalu menatap Richan kembali. “siapa… orang itu?”

“dia… cinta pertamaku….”jawab Richan sambil menatap langit yang cerah, membayangkan apa yang sedang Youngmin lakukan di surga sana.

Lu Han yang selama ini memendam perasaan Richan merasa sedikit terpukul. Orang yang dicintainya bercerita tentang cinta pertamanya di depannya. “aku mengerti perasaanmu…”

“Richan-sshi…”panggil Lu Han, Richan pun menoleh dan menatap Lu Han.

“emm… jika cinta pertamamu telah pergi… bisakah aku yang mengisi hatimu sekarang?”

Richan terdiam mendengar ucapan Lu Han barusan

“aku telah menyukaimu sejak dulu…”lanjut Lu Han. “dulu aku merasa tak memiliki harapan untuk memilikimu. Tapi sekarang, orang yang kau cintai telah pergi. Aku akan membantumu melupakan orang itu dan membuatku jatuh cinta padaku….”

Richan masih terdiam, ia tak percaya apa yang ia dengar. Selama ini ia hanya menganggap Lu Han sebagai sahabat yang setia menemaninya disaat sedih maupun senang.

would you be mine? Would you be my girlfriend?”ujar Lu Han

Richan membuka mulutnya sedikit, berusaha untuk mengeluarkan sebuah kata-kata, tetapi ia seakan tak bisa berkata apa-apa.

“o-oppa….” Ujar Richan, “oppa… aku tidak tahu kalau selama ini oppa memiliki perasaan seperti itu padaku… tetapi, maafkan aku oppa… aku hanya menganggap oppa sebagai sahabat… tidak lebih… dan… aku akan tetap mencintai Youngmin oppa sampai kapanpun walaupun ia telah pergi meninggalkanku… selamanya…”akhirnya Richan berhasil mengungkapkan segala-galanya yang ia pikirkan.

Lu Han mengangguk mengerti, walaupun berat, ia harus menerima kenyataan ini bahwa Richan tidak bisa membalas perasaannya. “tapi… kita bisa tetap menjadi sahabatkan?”Tanya nya

“tentu saja oppa… oppa akan selalu menjadi sahabatku…”jawab Richan sambil tersenyum.

“Lu Han!!”panggil teman-teman satu tim basket Lu Han

“aku harus berlatih basket lagi sekarang. Minggu depan aku akan ikut pertandingan basket disekolah ini. Kau ingin menonton?”ujar Lu Han

“tentu.”jawab Richan sambil tersenyum dan menganggukan kepalanya.

Lu Han masih berusaha tersenyum walaupun hatinya terasa sakit. Sangat sakit. Iapun pergi dan menghampiri teman-temannya.

“ada apa Lu Han?”Tanya Kai

“ah… aniya…”jawab Lu Han

“kau… ditolak?”Tanya Kai lagi, Lu Han mengangguk pelan sambil menundukkan kepalanya lesu. Teman-teman Lu Han yang lainpun ikut merasa iba pada Lu Han

“tenang saja Lu Han… lagi pula di dunia ini masih banyak yeoja! Apalagi kau memiliki wajah tampan dan babyface pasti mudah bagimu untuk mendapatkan seorang yeoja!”hibur Tao

“aku mengerti perasaanmu Lu Han, tapi kau harus tetap focus pada pertandingan minggu depan.”ujar Kris dengan kharismanya.

Lu Han menangguk. “terimakasih telah mengiburku. Aku akan tetap focus pada pertandingan, Richan akan menonton nanti…”

“kalau begitu, mari kita mulai latihannya sekarang.”ujar Kris.

-__________-__________-__________-

Richan pun sampai di depan rumahnya, di depan rumahnya sepertinya sudah ada seseorang yang menunggunya. Tapi Richan tidak mengenal orang itu.

“ah maaf, apa ada yang bisa saya bantu?”Tanya Richan sopan pada orang tak dikenal itu, orang itupun menatap Richan

“Richannie…”panggilnya

Panggilan ini… selama ini hanya Youngmin oppa yang memanggilku seperti itu… pikir Richan

“maaf, anda siapa?”Tanya Richan lagi

Tanpa bicara apa-apa lagi, orang tak dikenal itu memeluk Richan.

Kehangatan ini… pelukan ini… sepertinya aku mengenalinya… pikir Richan lagi

Orang itu melonggarkan pelukannya.

“aku kembali untuk menepati janjiku. Sekarang, aku minta jawabanmu…”ujar orang itu

“apa kau… Youngmin oppa?”Tanya Richan seakan tidak yakin.

Orang itu menganggukan kepalanya. “iya.”

“ah tidak mungkin… Youngmin oppa kan sudah… meninggal…”ujar Richan

“aku bisa menjelaskan semuanya.

XX FLASHBACK XX

Seorang namja berdiri didepan arwah Youngmin.

“hey… kau yang disana…”panggil namja itu

“kau… bisa melihatku?”Tanya arwah Youngmin  pada namja itu, namja itu hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan.

“siapa kau?”Tanya arwah Youngmin

“aku… aku diutus oleh Tuhan. Kausudah mati. Kau masih disini karena memiliki hal yang belum terselesaikan. Aku benar kan?”

Arwah Youngmin hanya mengangguk dan mendengarkan setiap penjelasan namja itu

“aku meminjamkan tubuhku, tapi hanya kuberi waktu seminggu. Jika kau tidak menyelesaikan urusanmu yang belum selesai itu dalam waktu seminggu, kau terpaksa harus pergi dari dunia ini dan tak bisa kembali.”jelas namja itu. “selama seminggu tubuh ini akan menjadi milikmu. Jika sudah seminggu, tubuh ini akan lenyap bersamamu menuju surga.”

“kau mengerti?”Tanya namja itu. Youngmin pun mengangguk mengerti.

“mulai dari detik ini, tubuh ini akan menjadi milikmu.”ujar namja itu lalu mengarahkan tangannya untuk menyentuh arwah Youngmin, ketika namja itu berhasil menyentuh arwah Youngmin, seketika arwah Youngmin masuk kedalam tubuh namja itu.

-__________-__________-__________-

Tanpa berpikir panjang, sehari setelah kejadian itu Youngmin segera saja mengunjungi sekolahnya untuk mencari Richan. Tapi karena sekolah itu terlalu luas untuk mencari seseorang. Youngmin tahu dimana saja tempat biasa Richan berada, tapi ia tidak ada disana.

Sampai akhirnya, Youngmin menemukan seseorang yang ia cari-cari sedang menatapnya dari atas ruang UKS. Youngmin hendak menghampirinya, namun ia melihat seorang namja yang dulu ia pernah lihat memeluk Richan. Disaat Richan menangis karena dirinya.

Youngmin mengurungkan niatnya untuk menghampiri Richan begitu menyadari namja itu juga menuju ruang UKS.

-__________-__________-__________-

Setelah hari itu, keesokan harinya Youngmin mencari kembali Richan disekolah, tapi hasilnya nihil. Ia selalu gagal mencari Richan. Sering kali ia juga menghampiri rumah Richan, tetapi setiap ia datang, rumah Richan terlihat kosong dan sepi.

Sampai akhirnya, dihari terakhir Youngmin bersama tubuhnya itu, ia memutuskan untuk menunggu Richan sampai pulang. Dan akhirnya ia bertemu dengan Richan sekarang.

XX END OF FLASHBACK XX

Richan pun memeluk Youngmin erat. “oppa… ini benar oppa kan?”Tanya nya, perlahan air mata kembali mengalir membasahi pipinya. Tapi kali ini bukan air mata kesedihan. Melainkan air mata kesenangan karena akhirnya Richan bisa bertemu kembali dengan seseorang yang sangat ia cintai. Jo Youngmin.

“tentu saja ini aku. Jo Youngmin.”jawab Youngmin sambil membalas pelukan Richan. “jangan menangis…”ujarnya sambil mengusap air mata yang membasahi pipi Richan menggunakan tangannya.

“aku… aku senang bisa bertemu oppa kembali…”ujar Richan sambil tersenyum bahagia.

“waktuku sebentar lagi…. Jika matahari terbenam, aku akan lenyap dari dunia ini… jadi, bolehkah aku mendengar jawabanmu?”ujar Youngmin

“ne… nado saranghaeyo Youngmin oppa…”jawab Richan. Youngmin pun kembali memeluk Richan erat.

Matahari sebentar lagi terbenam, bertanda waktu Youngmin berada di dunia ini sudah tidak lama lagi.

Youngmin menangkat dagu Richan menggunakan tangan kanannya, sekarang mereka saling bertatapan. Youngmin pun mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Richan.

Perlahan Richan menutup matanya sampai ia dapat merasakan bibir Youngmin menyentuh bibirnya. Youngmin mencium Richan untuk beberapa lama sampai akhirnya, matahari terbenam. Waktu Youngmin telah habis.

Perlahan wujud Youngmin menghilang.

“aku akan selalu berada di dalam hatimu. Jangan lupakan aku. Berjanjilah padaku kau tidak akan menangis dan selalu ceria. Aku tidak ingin melihat air mata kesedihan membasahi pipimu lagi. Kita pasti akan bertemu lagi. Sampai jumpa…”

Begitulah kata-kata terakhir Youngmin untuk Richan.

“Youngmin oppa… tunggu aku, suatu saat entah itu kapan, aku pasti akan menyusulmu…”ujar Richan sambil tersenyum seiring menghilangnya sosok Youngmin di depannya.

THE END

Huaaahh gimana? Gimana part terakhirnyaa? Komen yaa~ kalo ada yang mau minta sequel, author ga janji ya #pletakk mian kalo ada typo, jangan salah kan author, salahkan saja keyboard author (?) kekeke😄

Wajib komen yaa~ author out! Pai pai readersdeul~ :D

This entry was posted by @alchanbyeol.

6 thoughts on “약속 사랑 (Promise love) [Part.3]

  1. ksian youngminx # nangis
    tpi akhirnya janji itu ditpatin jga….

    awlx q pkir pas youngmin dpinjm slh stu tbuh n stelh youngmin nepatin jnji, youngmin hdup kmbli…# khayalanx ketinggian nee..
    tpi tk apa kerennnnn ff-x!
    kutunggu karya2 lainx!!! ^ HwaitinG^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: