[FREELANCE] Choose Me – Part 2 ( First Feeling )

Genre   : Romance, Comedy, school
Cast       :  Park Eun byul , Jo Kwang min, Jo Young min, No min na, No min woo
Other Cast:   Park Jae Ha, Lee Jung min,
Length  :  Chaptered
Rating   :  T
Author  :  Miss Queen Bee (VD)
Author’s Note :  Gomawoeyo yang ngikutin FF ku ini. Author sangat senang sekali kalau ada yang mau baca FF buatan author. Tapi kalau baca, juga comment ya. Karena Comment kalian adalah sangat berharga bagiku. Juga bisa jadi masukan . Gomawo.. ^_^

Preview…
Tiba-tiba Eunbyul memelukku. Dia menangis di pelukanku. Dia menangis sangat kencang.
“ Kwangie-ah.. jeomal apayo…..” ujar eun byul dengan nada menangisnya. Aku tak bisa berkata apapun. Dia ingin melepaskan pelukannya, tapi aku tak tega. Dia rupanya begitu menyukai hyungku sampai sampai dia menangis seperti ini.
“ Sudahlah.. Menangis sepuasnya yang kau mau.” Bisikku ke telinganya.
Hatiku berdebar-debar sangat kencang. Namun mendengar tangisannya aku juga merasa sesak. Apa ini?
Part 2- First Feeling
Entah kenapa tanganku dengan reflek mengelus-elus kepalanya. Tapi tiba-tiba dia melepas tanganku dan langsung membanting tubuhku.
“ YA!! Kau sembarangan memegang kepala orang!! Tak sopan!!” katanya dengan nada yang tinggi.
Bantingannya benar-benar keras. Punggung sakit sekali. Tapi kaki ku lebih sakit.
“ Ya!! Tega sekali!! Mengapa kau begitu kejam begini ?? kau yeoja atau namja sih?? “ Aku coba berdiri tapi susah sekali. Aku rasa pergelangan kaki ku keseleo.
 Eun Byul POV
                “ aah.. Mian…”
Kwangmin sepertinya kesakitan karena bantinganku. Mungkin aku membanting terlalu keras.
“ Ya kau tak bisa berdiri. Bagian mana yang sakit??” tanyaku padanya.
Kalau aku melihatnya, sepertinya pergelangan kakinya keseleo.
“ Sini aku bantu sembuhin kakimu.” Tawarku padanya.
“ gwenchana.. gwenchana.. nan gwenchanaeyo..” ujarnya. Lalu dia coba berdiri tapi dia tak bisa.
“ gwenchana… aku bantu urut kaki kamu. Aku tahu caranya kok.” Tawarku lagi. Sepertinya dia menuruti perkataannku. Dia hanya diam seperti anak kecil yang akan diobati. Aku melepas sepatunya. Ternyata benar Kakinya keseleo. Aku merasa saat aku membantunya dia melihat ke arahku.
“ Kwangmin-ssi?? Whe?? “
                “ Ά.. Aaniyaa.. ahaha…. “ Jawabnya
                Kwangmin benar-benar aneh. Aku tak tahu apa yang ada dipikirannya. Tatapan matanya ke arahku agak berbeda. Berbeda dengan tatapan dinginnya yang kemarin-kemarin.
                “ Kakimu sudah selesai ku urut. Coba kamu berdiri”
Kwang min mencoba berdiri dan dia bisa.
                “ Gomawoeyo..” singkat kwangmin dan setelah itu dia pergi berjalan duluan tanpa menungguku.
                “Kwangmin-ssi… Tunggu…”
                “ Ya..!! Jangan panggil aku begitu.. Panggil saja aku kwangie-ah..” katanya sambil tanpa membalikkan muka
                “ Wheyo??”
                “ gwenchana.. aku Cuma merasa nyaman jika kau memanggilku seperti itu.”#DEG.. Tiba-tiba jantungku berdegup mendengar kata-katanya. Dia sepertinya menundukan kepalanya. Dia juga gugup saat mengatakan alasannya.
                “ Ya Kwangie-ah!! Kau sudah menganggapku chingul mu?? Arachi??”
                “ Mwo?  Chingul? Ahaha… jangan kepedean deh…”
               “ Ya!!!” ku jitak kepalanya karena dia begitu menyebalkan. Dia tertawa lepas. Baru kali ini aku melihatnya seperti itu. Ternyata Dia terlihat manis juga kalau tersenyum. Ternyata Kwangmin tak seburuk yang aku kira. Meski dia bermulut jelek . Tapi, hatinya baik dan lembut.
Kwangmin POV
                Ahhh.. Sepertinya aku sudah menjadi benar-benar gila. Kenapa aku menyuruhnya memanggil nama kecilku. Aduh..  Apa coba yang dia pikirkan. Mengapa kata-kata itu tadi keluar dari mulutku.. Ah.. Molla… Tak penting!.. Lupakan.. Lupakan…
                “ Kwangie-ah…” Panggil Youngmin dari jauh sana. Eun Byul yang tadi sudah tersenyum tiba-tiba dia agak canggung. Dia menundukan kepalanya sedikit.
                “ Yo! Hyung…”  balas ku.
                “ Mwo.. EunByul-ssi juga ada disini..”
                “Ά.. Annyeong…” sapa Eun Byul.
                “ Kau kemana saja Kwangie-ah.. Aku dari tadi mencarimu. Terus mengapa kalian bisa bersama? Ya! Kwangie- ah… Apa kamu berpacaran dengan Eun Byul- ssi..?? Kenapa kau tak bilang??” goda youngmin sambil nge-smirk dan memandang kearah mereka.
                “ ANIYAA!!” jawabku dengan Eunbyul serempak. Tak tahu mengapa kami bisa mengatakan dengan sama. Aku Cuma bisa menundukan kepalaku.
                “ Dia Cuma chingulku… hehehehe..” tambahku..
                “ Ne.. “ tambah EunByul.
                “ Oh ne.. Eun Byul-ah.. nan Youngmin imnida. Panggil aku Youngmin-ssi atau Youngie-ah juga boleh. “  kata Youngmin sambil tersenyum lebar ke EunByul. Ah.. menyebalkan sekali. Dia selalu Tebar Pesona sama yeoja. Bikin aku muak.
                “ Aah.. Ne.. Youngmin-ssi… “ jawab eunByul sambil menundukan kepalanya
                “ Ya sudah.. kajja.. Kita harus kembali ke kelas.” Ajak Youngmin.
                Eun Byul masih menundukan kepalanya.Ya! EunByul.. Bersemangatlah sedikit. Padahal Young min dengan  Min Na belum pacaran. Mengapa dia pikir mereka pacaran, benar-benar bodoh.Sebal sekali melihat EunByul begitu menyukai Youngmin. Kenapa aku bisa begini??
Author POV
                Kwangmin sejak hari itu selalu memikirkan Eun Byul. Di setiap Dia ingin apa selalu muncul eun Byul. Termasuk saat makan, Makanannya berubah menjadi wajah Eun Byul. Saat Mandi juga di bak air nya ada bayangan Eun byul. Saat dia baca komik pikachu pun, wajah pikachu berubah menjadi Eunbyul( wkwkwk aku ga bisa bayangin!!>,<).   Dia benar-benar tak mengerti mengapa itu terjadi. Rasa itu sangat asing baginya. Karena Dia tak tahu dan sangat Galau, Dia mendatangi eomma nya. Karena seorang eomma pernah muda pikirnya seperti itu
                “ eomma.. aku punya pertanyaan.” Katanya dengan gugup
                “ apa itu nak??” tanggap eommanya yang sedang mempersiapkan makan siang.
                “ Kalau kita memikirkan seorang lawan jenis kita terus menerus. Sampai setiap hari pun selalu ada bayangannya. Itu artinya apa, eomma??”
                Eomma nya tertawa melihat kepolosan dari anaknya tersebut.dia tertawa terbahak-bahak
                “ eomma.. Whee?? Kenapa malah ketawa sih.. Menyebalkan.” Katanya dan dengan memanyunkan bibirnya ( Wajah kwangmin manyunin bibir? Pasti Lucu!! Wakakakakak :D)
                “ aniyaa.. Aku merasa sangat lucu. Masak sih kamu tidak tahu itu apa.. Itu tandanya.. Kau sedang Jatuh cinta nak..”
                “ Mwo?? Jatuh cinta??”
Kwangmin POV
                Mwo? Jatuh cinta dengan yeoja yang seperti itu?? Andwae!! Andwae!! Mana mungkin dia?? Dia sama sekali bukan tipeku. Jauh sekali dengan Min Na noona. Ya.. Kwangie-ah.. kau menyukai min Na noona.. Bukan dia!! Bukan!!
                “ Mengapa Kwangiie-ah?? Siapa yeoja yang kau pikirkan itu??” tanyanya dengan agak memaksa.
                “ Molla..” Jawabku sambil meninggalkan Eomma.
                Mungkinkah aku jatuh cinta padanya??
Eun Byul POV
                Ah.. Bosan sekali hari ini. Mungkin lebih baik aku keluar Jalan-jalan saja. Ke Mini market lagi. Beli makanan lagi yang enak. Dari pada aku harus menjamur disini.
                “Eomma.. Aku pergi dulu ya…” teriakku kepadanya
                “Ne!!” jawabnya sambil menyuci pakaian.
                Seoul tak buruk juga. Suasana nya lumayan enak walau tak se enak di Jinan. Nyaman sekali jalan-jalan.  Namun Di jalan aku bertemu dengan seseorang yang tak terduga.. Youngmin..
                “ Eun Byul-ssi.. annyeong!!” sapanya dengan ramah.
                “ Youngmin-ssi.. annyeong..” sapa balikku dengan senyuman.
                “ Kau mau kemana? Sendirian??” tanya youngmin terhadapku
                “  Cuma jalan-jalan kok…ahaha…” jawabku
                “ Eh.. Gimana kalau kita ngobrol di taman aja.. kajja..” ajaknya dengan senyuman ramahnya lagi. Youngmin.. mengapa kau begitu mempesona. Karisma mu benar-benar hebat sekali.
                Dia mengajakku ke sebuah taman yang sebenarnya tak jauh dari tempatku. Suasananya enak. Angin sepoi-sepoi  bisa kurasakan disini.
                “ Gimana menurutmu? Nyamankah disini?” tanyanya padaku. Aku menanggapinya dengan menganggukan kepalaku.
                “ Oh ya.. Youngmin-ssi.. Apa Yeoja chingulmu tahu kita berdua kesini??”
                “ Mwo? nan Yeoja chingul?? Aku tak punya kok..”  jawabnya dengan ramah.
                “ Jinjja?? Mana mungkin namja setampan kamu belum punya pacar..?”
                “ Ne.. Aku tak bohong.. “
                Kalau begitu, yeoja yang kemarin itu buka pacar dia? Ahh.. syukurlah.. Brarti aku ada kesem-patan dong.. bwahahaha*evillaugh*.#dikutipdariabangkyuhyun ^^
                “ Ehm.. Kalau kamu punya namja chingul??” tanyanya
                Dag dig dug serrr.. Astaga kenapa jantung ini mulai bergetar lagi. Kenapa dia bertanya tentang itu..
                “ Ani.. aku masih single. Ahaha” jawabku
                “ jinjjayo?? Ku kira kau pacaran dengan kwangmin…”
                “ Mwo?? Kwangmin-ssi?? Kalau aku pacaran dengannya, Dunia benar-benar terbalik. Dia cowo bermulut kasar.. menyebalkan.. dan tak tahu perasaan wanita.”
                “ ahahaha.. jinjja? Dia bukan orang yang seperti itu kok.. dia memang orangnya agak bermulut kasar. Tapi sebenarnya dia tak ada maksud berbicara seperti itu. Dia susah untuk membuat kata-kata yang baik jadinya dia seperti itu. Dia orang yang baik sekali. Dia juga sangat polos. Dia orang yang tak suka emosi pula. Sangat sabar.. tapi dia sangat aneh..”
                Sabar apanya.. Dia suka memarahiku.. ckckck
                “ Aneh?? Masak sih??”
                “ Ne.. Dia tergila-gila sekali sama Pikachu.. dan dia punya kepribadian 4 dimensi.  Jadi, Dia susah sekali konek sama orang..”
                Benar dugaanku. Dia baik.. Tidak seburuk yang aku kira. Itulah kenapa dia masih punya hati untuk menghiburku.
Kwangmin POV
                Aah… Liburan gini enak sekali bisa tiduran dan memeluk boneka pikachuku yang sangat besar. Hmm.. apa menemui Eun Byul?? Нah! Buat apa.. Orang dia bukan siapa-siapa…
                “ Kwangie-aaaahh!!!” panggil eomma ku..
                Ah.. Sangat mengganggu kenikmatan ku. Suara nya begitu nyaring. Gendang telingaku sepertinya mau pecah.Aku turun dari kasur ku. Menaruh boneka Pikachuku dan menemui Eomma yang sedang sibuk di dapur.
                “ Ye.. whe eomma??” sahutku sambil menghampirinya
                “ Dimana youngie-ahh? “tanyanya
                “ Molla…” jawabku singkat dan berbalik menuju kamarku lagi.
                “ Yaa ya ya ya.. Jangan pergi dulu.. Segera cari Hyungmu itu. Bilang padanya kalau Min na noona dan Min woo  mau ke sini… Kita semua harus menyambutnya.”
                “ Mwo? Noona ke sini nanti ?? Arachi??”
                “ Araa..  Cepat cari Hyung 6 menit mu itu!“
                “ ne…”
                Aku tak bisa berhenti tersenyum. Min Na noona datang kerumah hari ini. Aaaaaahh.. aku pingin sekali melihatnya. Malaikatku..Malaikatku? Tiba-tiba pikiranku berkata seperti ini “ Masakah Min Na Noona malaikatmu? Bukankah kau lebih memikirkan Park Eun Byul?”. Aku menjawab ke pikiranku. “Mwo?? Tak mungkin dia malaikatku. Dia tak menarik begitu akan menjadi Malaikatku. Yang benar saja.” Huh.. Pikiranku memang sangat aneh. Kadang aku memang suka berbicara dengan pikiranku.  Apa mungkin Hyung di taman? Biasanya dia suka ke taman. AH.. itu Hyung.. dugaanku benar. Tapi dia tak sendiri  sebelahnya yeoja…  Eun Byul.. DEG! Kenapa sesak sekali di sini. Molla… Omong-omong Apa ya yang mereka bicarakan? Sepertinya mereka begitu terlihat serius.
                “ Adakah yeoja yang kamu sukai sekarang??” tanya Eun Byul pada Youngmin
                “ Dulu aku pernah suka sama yeoja. Kwangmin pun juga suka. Kami saling berebut mendapatkannya. Tapi.. Aku berpikir untuk menyerah kepadanya..”
                “ Wheeyo???”
                “ Karena.. Aku merasa dia tak di takdirkan untukku. Dia tak pernah menyukaiku. Dan sepertinya aku mulai tertarik sama seorang yeoja..”
                “ mwo?? Jinjja yo?? Siapa??” tanya eun byul
                Ah.. Dia berbohong pada Eun Byul. Dia tak mungkin bisa melupakan Min Na Noona. Aku yakin itu. Dan dia tak akan mudah untuk menyukai  yeoja lain. Firasatku mengatakan seperti itu. Melihat Eun Byul begitu ramah berbicara dengan Hyung, mengapa aku jadi kesal sekali ya. Rasanya ingin mengganggu mereka. Juga kebetulan Eomma memanggilku untuk menjemput Hyung.
                “ Hyung…” sapaku kepadanya
                “ Mwo? Kwangie-ah.. Bagaimana kau tahu aku disini?” tanya padaku
                “ Firasatku mengatakan kau di sini.” Kataku sambil tersenyum padanya. Lalu ku alihkan pandanganku ke Eun Byul “ wow… Si singa betina di sini juga rupanya… “ Ledekku pada Eun Byul
                “ Ya!! Kau jangan membuatku emosi..” katanya dengan ekspresi marahnya.
                Ekspresi marahnya lucu sekali membuat ku semakin tertarik mengganggunya. Mwo?? Apa yang ku pikirkan?? Hilang Hilang Hilanglah!!
                “ Mianhe.. Mianhe.. ahahhaha”
                “ Kwanggie-ahh.. Apa tujuanku memanggilku?” Tanya Youngmin padaku
                “ Oh yee… eomma memanggilmu untuk cepat-cepat ke rumah. Min Na noona dan Min woo nanti ke rumah kita.”
                “ Dia datang kah? Sungguh?” katanya dengan raut muka yang terlihat sekali dia senang. Kau memang bisa berbohong pada Eun Byul.. Tapi kau tak bisa berbohong padaku, Young min.
                “ Ne.. “ jawabku datar.
                “ Kalau begitu.. Kajja..” katanya sambil mengajakku pulang. Tapi dia menghentikan langkahnya dan berbalik ke Eun Byul. Mau apa sih dia?
                “ Eun Byul.. Bagaimana kau ikut juga ke rumah kami? Dari pada kau tak ada kerjaan. Lagipula kau bilang eomma appa dan oppa mu tak ada di rumah kan??” katanya sambil tersenyum.
                “ Singa betina ini? Woww.. Kalau kita ajak bisa hancur rumah kita.” Kataku sambil tertawa terbahak-bahak
                “ Ya!! Jo Kwang Min!!” teriaknya kearahku
   “Gimana Eun Byul-ah?” tanya youngmin sekali lagi.
   “ Otte.. Aku juga berpikir ini adalah ide yang bagus.” Katanya pada Youngmin agak lembut
                Apa-apaan itu! Saat berbicara dengan Youngmin, Dia malah tersenyum ddan memakai suara lembut! Tapi saat bersamaku dia, Dia selalu mengatakan “YA!!” dan itu mengiang di kepalaku. Tapi, Mendengar dia ikut juga, mengapa aku merasa sedikit senang? Ah..!! Jinjja.. Mengapa aku memikirkan dia? Michoseo!!
                “ Baguslah kalau kau ikut. Sekalian kau bisa berkaca. Betapa jeleknya dirimu jika di bandingkan dengan Min Na noona… ahahaha…” ledekku padanya
                “ Ya!!” teriaknya lagi.
                “ Mian..Aku Cuma bercanda. Ahaha..” kataku padanya
                “ Nggak lucu!! “ balasnya sambil memanyunkan bibirnya.
                “ Ya.. Kau marah Eun Byul-ah.. Jangan marah dong. Jadi tambah kayak singa tuh!” godaku.
Dia menginjak kaki ku. Dia benar-benar memiliki tenaga yang kuat. Dia yeoja atau namja sih.. Tapi melihatnya seperti itu aku malah begitu senang. Rasanya puas sekali. Raut mukanya sangat unik. Pipinya menggembung. Alisnya terangkat . Kerutan dahi nya terbentuk. Tambah lagi dia memanyunkan bibirnya.  Mwo?? Kenapa aku memikirkan dia lagi.. Kwang min.. Kau sudah gila!!
Eun Byul POV
                Aku di ajak ke rumah Jo twins? Bagaimana ya keadaanya.. ?? Menarik kah..? Min na Unnie orang yang seperti apakah? Apakah dia yeoja yang aku lihat saat bersama young min?? Kata Kwangmin dia cantik dan menarik dan yeoja yang kemarin itu juga cantik dan menarik.
                “ Welcome to our house..kajja kajja.. Kita masuk..” sapa Youngmin.
                Rumah mereka besar sekali. Sudah pasti mereka dari keluarga kaya. Ternyata rumah mereka tak jauh dari restoran ku. Pantas saja kita sering bertemu. Pantas juga aku bisa bertemu dengan namja menyebalkan itu. Siapa lagi kalau bukan Kwang min.
                “ Younggie-aahh.. Kwanggie-aah..” Panggil eomma jo twins sambil memeluk mereka
                “ Eomma.. kita sudah besar..” kata Jo twins dengan serentak.
                “ Oh ne.. Tapi masakkah eomma tak boleh memeluk putra kembar eomma yang tampan ini.. Mwo?? Siapa wanita cantik ini?? “ ujar eomma mereka
                “ Dia adalah chingul ku dan kwanggie eomma..” jawab young min.
                “ aigoo… yeojachingulmu kwanggie-ah??” goda eommanya sambil melirik kwangmin.
                “ Aniiyaa!!!!” jawabku serentak dengan kwangmin
                Kenapa sih aku selalu di pacokin sama dia. Kenapa nggak sama Young min aja. Aku sukanya sama Youngmin.. Mana mungkin aku suka sama namja yang sangat bodoh dan kekanak-kanakan seperti dia.
TING TONG TING TONG
                “ Ahh… sepertinya Min Na dan Min woo sudah datang…”
                Eomma Jo twins langsung ke pintu dan membukakan pintunya. Ada seorang yeoja yang sangat cantik. Apakah yeoja itu Min na??
                “ Ya…. Min Na-aah.. Kau cantik sekali.. “
                “ Gamsahamnida ahjumma.. “
                Dia sangat cantik sekali. Kulitnya putih. Rambutnya coklat bergelombang. Bibirnya tipis. Memiliki bulu mata yang lentik. Senyumnya juga sangat manis. Young min dan Kwang min menatapnya dengan perasaan tertentu. Aku tak tahu itu apa. Mungkin dia orang yang dimaksud Young min tadi siang.
                “ Annyeonghasseo..” Sapa Min Na unnie sambil tersenyum. Aku, Kwang min dan young min membungkukan ke arahnya juga.
                “ Noona. Silahkan duduk dulu. Kau pasti lelah kan datang ke sini..” sapa Young min dengan hangat. Melihat itu, aku agak sesak.
                “ Youngmin.. siapa yeoja ini? Sepertinya aku belum tahu siapa dia?? Ya.. Apa dia yeojachingulmu??” katanya dengan riang dan menepuk bahunya. Wajah Youngmin tak secerah yang tadi.
                “ ani.. Dia bukan yeojachingulku. Dia Cuma chingul ku saja.” Katanya dengan datar.
                GLEK! Rasanya ada 10000 jarum menusuk di jantungku. Benar-benar sesak. Aku benar-benar ingin menangis. Tapi, kurasa sekarang bukan waktu yang tepat. Tiba-tiba Kwangmin menoleh kepadaku.
                “ Neul Gwenchanaeyo?” tanyanya dengan pelan kepadaku dengan tatapan yang seolah-olah berkata dia khawatir padaku.
                “ Gwenchana..” kataku dengan pelan.
                Tiba-tiba ada seorang namja memasuki rumah mereka. Dia tampan. Bukan tampan lagi, Malah sangat tampan. Hidungnya mancung, Rambutnya coklat muda kemerahan, Matanya juga sipit, tapi tak sesipit Yesung Super Junior dan aktor Yoo Seung Ho.
                “ annyeonghasseo..” sapa namja imut itu sambil tersenyum.
                “ ahh.. Min woo-ah.. sekarang kau sudah besar. Kau lebih tampan dari sebelumnya..” ujar eomma jo twins. Kwangmin dan Young min say hello padanya dan dia juga membalasnya. Lalu Dia melirik ke aku, Lalu dia datang menghampiri Kwangmin.
                “ Ya.. Kwangmin-ah.. Yeoja itu siapa?” bisiknya tapi terdengar olehku. –_–
                Kwangmin tidak menjawabnya. Namja itu kesal karena Dia tak membalasnya. Akhirnya dia menghampiriku.
                “ Annyeong.. Nan No Min woo imnida.. Kamu bisa panggil aku Min woo saja. Kalau kamu?” tanya nya sambil mengulurkan tangannya di depanku dengan ramah.
                Berbeda dengan kwangmin yang cuek dan tak tahu perasaan wanita. Dia baik dan ramah. Aku yakin pasti dia orang yang sangat populer.
                “ Nan.. “ saat aku mau bicara tiba-tiba Kwang min merangkulku.
                “ Dia Yeoja chingulku.. Park Eun Byul… Whe??” katanya dan mengagetkanku.
Kwangmin POV
                Bahaya! Min woo adalah playboy papan atas. Semua wanita bisa langsung nempel kearahnya dengan hanya satu rayuan. Andwae! Andwae! Eun Byul tidak boleh di sakiti dia. Dengan cepat  Aku menghampirinya dan merangkulnya.
                “ Dia yeojachingulku.. Park eun Byul… Whe??” jawabku padanya.
“ Ya!.. Kwanggie-ah.. Sejak ka.. mpphh..” tanya nya. Untung aku langsung menutup pintunya
                “ Kita mau bicara secara pribadi ya.. Annyeong!” kataku pada min woo.
                “ Ah.. ne..” Kata min woo pelan sambil memasang muka bingungnya yang benar-benar sok imut. Ya! Kau boleh punya pacar sejuta.. Tapi tak boleh mendekati dia. Karena dia.. Special (?) Mwo?? Apa yang aku pikirkan.. Molla..
EunByul POV
                Yang benar saja.. mengapa dia mengaku-ngaku pacarku.. Benar-benar tidak sopan. Aku langsung melepas rangkulannya dan membanting keras tangannya itu.
                “ Ya.. kenapa kau bilang aku yeojachingulmu!! ” teriakku padanya
                “ sst.. pelan-pelan ngomongnya.. “
                “ whee whee whee??” teriakku semakin keras.
                “ Ssshttt…. aku takut.. Kamu di makan buaya..” jawab kwang min..
                Ahh dia benar-benar tak waras. Kapan di sana ada Buaya. Gara-gara dia berkepribadian 4 D Khayalan nya benar-benar sudah tak waras lagi.
                “ Ya! Kapan ada buaya disana? Babo!” seru ku padanya
                “ ada.. Pokoknya ada Buaya yang sangat bahaya disana. Aku takut kamu di dekati dia…Ehmpp..Takut kau kenapa-napa..”
Aku tertegun mendengar kata-katanya. Dia menundukan kepalanya. Aku melihat wajahnya memerah. Tak tahu apa yang dipikirkannya.
“ Memang siapa buaya itu?” tanyaku padanya. Dia tak menjawabku malah mengalihkan pembicaraan.
“ Ya.. apa kau tak apa-apa. Tadi Youngmin mengatakan kau bukan siapa-siapa? Tadi aku melihatmu seperti benar-benar sedih.” Katanya. Mengapa sih dia malah membicarakan ini? Jadinya aku mau menangis lagi. Ku rasa benar tak ada harapan lagi aku padanya. Tes.. Tes.. air mataku turun lagi.. air mata ini tak bisa ku bendung lagi. Tiba-tiba Dia menghilang dari hadapanku. Lalu dia kembali lagi, Dia mengusap air mataku dengan sapu tangan.  Dia tak seperti Kwangmin yang dingin seperti di sekolah. Dia berbeda sekali.  Kwangmin yang sekarang malah sangat hangat.
“ aku tak suka melihatmu menangis.” Katanya pelan. Wajah ku dengan Kwangmin sangat dekat. Dia menatap mataku lekat-lekat. Dag Dig Dug.. Suara apa ini?? Apaan ini.. Tiba-tiba aku mengalihkan pandanganku darinya. Lalu aku melihat Sapu tangannya. Ternyata Sapu tangannya bergambar Pikachu.
“ Ya..! Kau masih suka pikachu??” kataku sambil merebut sapu tangannya. Dia melihat ke sapu tangannya. Seolah-olah Dia tak tahu bahwa sapu tangan yang dia pegang adalah bergambar pikachu.
“ Ternyata.. Jo Kwang min masih sangat kekanak-kanakan.. ahahaha” ledekku padanya.
“ Ya.. Kembalikan Sapu tanganku..!!” serunya padaku. Aku tak mau memberinya. Aku melihat sekitar kamarnya dan benar apa yang di katakan Youngmin. Dia suka Pikachu!!
                “ waaaw.. Banyak sekali foto Pikachu disini?? Juga ada bonekanya?? Wwoo!!”
                Dia terlihat gelisah dan segera mencegahku melihat.
                “ aahh.. I.. Ini buka kamarku.. Ini Kamar Young min…” jawabnya dengan nada yang agak gelisah.
                “ Jinjja yoo.. Tapi kenapa di pintu nya tulisannya “ Kwanggie’s Room “ ya?? Ahh.. bonekanya lucu sekali.. Sangat mirip denganmu.. Ahaha…” ledekku lagi padanya
                “ Ya.. Ya.. Ya.. jangan pegang boneka ku…” katanya dengan wajah kesal.
BRUK!!!
Author POV
BRUK!!!
                Karena Eun Byul menggodanya, Mereka berdua jatuh ke kasur  bersama. Kwang min di atas Eun Byul. Wajah mereka sangatlah dekat. Kwang min menatap mata Eun byul. Eun byul pun juga. Detakan jantung Kwang min begitu kencang. Begitu juga Eun Byul. Lalu Kwang min langsung berdiri dan membalikkan badannya. Suasana nya benar- benar canggung.
                “ Ya.. Eun Byul-ah.. Sepertinya makanan sudah siap..” ujar Kwang min sambil memutar matanya yang besar itu.
                “ Ahh.. A..a..Aku kira juga begitu.. Kalau begitu kita keluar saja..”kata Eun byul juga dengan suara yang canggung.
                “ Tunggu” kata Kwang min sambil meraih tangan Eun Byul.
                Dia berjalan ke depan Eun Byul. Dia tetap memegang tangannya. Tatapannya benar-benar serius. Dia berbisik ke telinga Eun Byul.
                “ chuaeyo…” ujar kwang min.
To be continued
Gimana Chingul?
Bagus kah??
Kalau ada saran yang lebih lanjut comment aja atau nggak kalian bisa mention aku lewat twitter @fidegyu ada via ɛ-mail apperentiafide@rocketmail.com. Gomawo ^_< Tunggu lanjutannya yaah.. Ppyong!!
This entry was posted by r13eonnie 강 하이에나.

7 thoughts on “[FREELANCE] Choose Me – Part 2 ( First Feeling )

  1. Minnie, aku punya opini..
    Hmm, lebih ke kritik sih sebenarnya..
    Cerita waktu awal2nya udah bagus tuh, tapi menurutku alurnya terlalu cepat..
    Truz, ini sih lebih ke selera pribadi.. Aku suka cerita dengan karakter utama prianya tuh yg cool, cuek, sengak.. Jadi, waktu awal2nya, karakter Kwangmin udah bagus tuh.. Tapi makin ke sini (part 2) koq malah jadi agak childish yah? Ini sih masalah selera pribadi aja, Min.. Hehe..
    Aku lanjut part2 selanjutnya ya, Min..

  2. Min aku mau komen soal kata min woo-ah harusnya min woo-ya jadi dikorea ada 3 jenis panggilan ah,ya,dan ssi kalo ssi adalah panggilan sopannya kalo ya digunakan jika nama orang yang kita panggil huruf terakhirnya adalah huruf vokal kalo ah dipakai jika nama orang yang kita panggil berhuruf terakhir konsonan

  3. Bagus author makin kesini ceritanya makin jelas. Mksudnya makin kliatan inti dri FF ini
    Gk nyangka Kwangmin nembak Eub byul, dikamarnya lagi kekekek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: