[FREELANCE] Ini Hanya Kebetulan atau Memang Takdir? – Part 2

Tittle                        : Ini Hanya Kebetulan atau Memang Takdir?!!!!! part 2

Main Cast               : Mia , Jo Youngmin.

Support Cast          : Semua member Boyfriend

Genre                      : Friendship  , Romance

~~~~~~~~~~

Wah,,akhirnya part yang ke-2 selesai juga. Makasih dukungannya, apa tebakkan kalian di part 2 ini, untuk part selanjutnya? jgn lupa tinggalkan coment ya chinguuuu..(^__^).

~~~~~~~~~~

Mia POV

Secara perlahan aku membuka mata dan melihat sesosok pria berdiri disamping jendela, aku tak bisa melihatnya dengan jelas karena sinar matahari yang menyilaukan mata. Tapi aku sangat yakin bahwa itu adalah Dya “Oppa..”, kataku dengan suara serak dan tersenyum padanya.

Tiba-tiba ada suara yang mengalihkan perhatianku darinya “Mia, akhirnya kau bangun. Oppa ada disini jangan takut, sudah 2 hari kau tertidur”, yap benar itu adalah suara Jeongmin Oppa sambil menggenggam erat tanganku. Tapi aku tak memperdulikan perhatian Oppa dan kembali melihat ke arah jendela, namun sosok itu sudah menghilang dan yang ada hanya tirai yang bergoyang terkena hembusan angin. Entah kenapa perasaan sakit dihatiku kembali muncul dan tanpa sadar air mata mengalir dipipiku.

“Mia, kenapa kau tiba-tiba menangis? Apa ada yang sakit? Tunggu, Oppa akan memanggil dokter untuk memeriksamu”.

Semua serpihan itu kembali berputar dikepalaku dan aku menangis seperti anak kecil dengan tangan menutupi muka, Oppa, kenapa ini begitu berat? Kenapa kau selalu mengganggu pikiranku. Ini begitu sakit Oppa, bantu aku untuk merelakanmu.

~~~~~~~~~~

Someone POV

Sudah sangat lama aku tidak melihatnya tidur senyenyak ini. Aku memandangnya dengan sebelah bahu bersandar pada jendela disampingku dan tersenyum. Saranghae, pikirku dan tetap memperhatikannya. Tiba-tiba dya membuka matanya dan melihat ke arahku, dengan menyipitkan sebelah matanya “Oppa..”, katanya dengan suara serak dan tersenyum padaku.

Mwo?!! Apa dya bisa melihatku sekarang? Oh tuhan, sekarang apa yang terjadi padanya? Jangan biarkan dya melihatku, jangan tambahkan penderitaannya. Aku menutup mulutku dengan telapak tangan dan tetap memperhatikannya dengan gugup. Tiba-tiba “Mia, akhirnya kau bangun. Oppa ada disini jangan takut, sudah 2 hari kau tertidur”.

Gomawo Jeongmin-ah, kau telah membantuku kali ini. Aku segera menghilang dari ruangan itu berharap Mia tak bisa melihatku.

~~~~~~~~~~

Di lain tempat, seorang namjaa yang berada di dalam kelas hanya memperhatikan langit dari jendela disampingnya. Tidak sedikitpun dia memperhatikan penjelasan dari gurunya didepan kelas. Karena saat ini, pikirannya jatuh kepada yeoja yang kemarin ditolongnya. Hingga…

“Mr. Jo Youngmin, apa pelajaran yang anda dapat dari langit hari ini?”, Mr Choi berdiri didepan meja namjaa itu dengan kedua tangan terlipat didada menunggu jawaban darinya.

Youngmin masih memperhatikan langit dengan membayangkan muka yeoja itu “Mukanya begitu indah, jadi tidak mungkin kan dya gila. Bagaimana menurutmu?”, dan berpaling ke arah depan. “Omo..!!” spontan Youngmin memegang dadanya karena kaget. Seisi kelas menertawakan tingkah Youngmin.

Mr Choi memberikan tatapan mematikan “Kau tahu Youngmin, bukan yeoja itu yang gila. Tapi dirimu, karena tidak memperhatikan pelajaranku. Sekarang jangan pikirkan yeoja itu terus, mengerti?”.

Youngmin berdiri dan membungkukkan badannya “Mengerti Mr. Choi, maafkan aku”.

~~~~~~~~~~~

Kwangmin POV

Hahahahahahaha (^_^) aku hanya tertawa melihat Hyung yang menjawab pertanyaan dari Mr. Choi, Apa sih yang mengganggu pikirannya? Hyung menjadi aneh sejak dya pulang dari supermarket. Jangan-jangan dya bertemu seorang yeoja yang cantik. Aku harus menanyakannya, dan kembali memperhatikan Mr. Choi.

Saat istirahat, seperti biasa aku dan Hyung pasti ke taman belakang sekolah. Yah bisa dibilang ini tempat favorit kami sejak masuk sekolah, apalagi pohon ini benar-benar membuat sejuk meskipun saat ini sedang musim dingin. “Ini”, sambil menyerahkan sekaleng soft drink aku merapatkan jaket agar tidak menangkap dingin dan duduk disampingnya. “Ada yang ingin kau ceritakan?”, sambil menatap langit.

Ada keheningan sesaat “Yah! aku memang tidak akan bisa menyembunyikan sesuatu darimu. Tapi aku bingung harus menceritakan darimana, intinya aku bertemu seorang yeoja yang yahh bisa dibilang cantik”, dia merebahkan kepalanya pada meja taman dan memejamkan matanya.

Aku langsung berbalik menatap kembaranku dengan muka antusias “Aku tau dari awal pasti ini tentang seorang yeoja. Ceritakan semuanya padaku Hyung, siapa namanya? sekolah dimana? berapa umurnya?”. Setelah 2 menit tidak ada tanggapan dari Youngmin “YA! Hyung, aku tau kau tidak tidur. Haish aku penasaran, palli ceritakan padaku. Cepat cepat cepat!!!!”, dan menggoyangkan bahunya berharap dya akan menjawab.

“Haishhh,,kau membuatku stress. Aku tak tau Kwangmin, aku hanya menolongnya dan tak sempat menanyakan namanya karena dya pingsan saat itu. Sekarang aku hanya bisa berharap, akan bertemu lagi dengannya”, katanya dan meninggalkanku.

“Aku ikut berdoa untukmu Hyung, tapi tunggu aku. YA! tak bisakah kau berjalan lebih pelan?”.

~~~~~~~~~~

Saat itu waktu menunjukkan pukul 20.30 dan Mia berada di rumahnya, karena dokter sudah memperbolehkannya pulang. Di depan TV Mia hanya mengganti-ganti channel TV, Jeongmin yang melihat dari belakang punggungnya hanya dapat menggelengkan kepala melihat tingkah adek satu-satunya. *Dalam hal ini Jeongmin dan Mia hanya tinggal berdua, orang tua mereka tinggal di luar negeri. Karena itulah kenapa Jeongmin begitu protektif pada Mia*.

“Mia, Oppa memindahkanmu ke sekolah lain. Bagaimana? apa kau setuju atau malah marah pada Oppa?”, Jeongmin duduk disampingnya dan memeluk pundak Mia.

“Oooo Ne, akan lebih baik buatku. Aku ingin mencari cerita baru dan lingkungan yang baru. Gomawo Oppa”, Mia memberikan tatapan kosong pada Jeongmin dan kembali memperhatikan TV dengan memeluk erat lututnya.

Jeongmin terkejut dengan tanggapan dari Mia “Wah, benar kau tak marah pada Oppa? Sebentar tunggu disini”, Jeongmin berlari kecil ke lantai atas menuju kamarnya dan kembali dengan barang-barang ditangannya “Ini seragam barumu, tas, buku, dan perlengkapan lainnya. Jika kau ada kesulitan dalam pelajaran panggil Oppa, ok!!!”. “Oh, ya satu hal lagi…”

Jeongmin memeluk Mia dan mengusap kepalanya dengan lembut “Oppa ingin Mia yang dulu kembali. Temukan kebahagianmu yang baru, Oppa yakin ada rencana tuhan yang lebih indah dibalik ini semua, Oppa sangat menyayangimu”, jeongmin berlalu ke kamarnya meninggalkan Mia yang masih diam tanpa ekspresi.

~~~~~~~~~~

Mia POV

Kata-kata Jeongmin Oppa membuatku begitu tersentuh. Betapa dya begitu mengkhawatirkanku, sampai dya menyiapkan segala keperluan sekolah untukku.

Dengan air mata yang mengalir dipipiku “Oppa Gomawo,,aku juga berharap perasaan sedih ini akan berlalu dan aku akan kembali menjadi Mia yang kau inginkan. Tapi tidak bisa sekarang Oppa, terlalu banyak kenanganku tentangnya dan itu membuatku masih merasakan sakit. Maaf harus membuat Oppa menunggu begitu lama”, gumamku dan menenggelamkan kepalaku pada lutut yang kupeluk erat didepan dada.

Setelah merasa lebih baik, aku berjalan ke kamarku dengan membawa barang-barang yang diberikan oleh Oppa. Aku menggantung seragam di samping lemari. Sebelum memejamkan mata, aku kembali melirik seragam itu dan tersenyum tipis Semoga keputusanku untuk pindah ke sekolah itu tepat. Aku ingin segera merelakannya dan mencari kebahagian untukku tanpa menyusahkan Oppa lagi. dan menutup mata untuk persiapan ke sekolah baruku.

~~~~~~~~~

Saat itu matahari bersinar lebih terik, tapi tak lekas membuat orang-orang melepaskan mantelnya di musim dingin. Begitu juga dengan seorang namjaa yang sedang berjalan dengan tangan disaku mantel dan earphone ditelinganya, dya seakan tidak memperdulikan matahari yang bersinar terik dan angin dingin yang membelai wajahnya. Tapi tidak jauh dibelakang namjaa itu ada seseorang yang mengikutinya dengan tas ditangan kanannya.

“Youngmin hyung, Tunggu aku!!. Apa kau tak bisa membawa tasmu sendiri? ini sungguh berat”, seorang namjaa dibelakang Youngmin memberi tatapan kesal dengan menyipitkan sebelah matanya walaupun dya tau Youngmin tidak akan melihatnya.

Youngmin menoleh ke arah yang memanggilnya sambil melepaskan earphone “Haish, tidak usah rewel. Salah sendiri kenapa selalu kalah setiap bermain Batu, Gunting, Kertas denganku. Dongsaengku tersayang, Fighting” mengepalkan tangan sebagai penyemangat dan kembali memakai earphonenya dengan tersenyum.

Karena kesal, Kwangmin menghentakkan kaki ke tanah “Ck benar-benar menyebalkan”, dan kembali berjalan dibelakang Hyungnya.

~~~~~~~~~

Mia POV

 

“ Mianhe Mia, Oppa tidak bisa menemanimu sampai ke ruang kepala sekolah. Oppa ada kuliah pagi, tidak apa-apa kau sendirian ke sana?”, Oppa menatapku dari balik kemudinya saat didepan sekolah baruku.

Aku melirik Oppa dengan menyipitkan sebelah mata “ Oppa apa kau tidak ingat, aku bukan anak kecil lagi!!!. Lagian mencari ruang kepala sekolah di sekolah ini pasti tidak sulit, dilihat dari sini juga sepertinya masih luas sekolahku yang dulu”, dan melirik sekolah dari kaca mobil disampingku.

“ Aaaaaaaa Oppa lupa klo dongsaeng kecil Oppa sudah besarrrrr. Aigo jangan lihatkan wajah cemberut disekolah barumu, bertemanlah dengan baik. Arasso?”, Jeongmin oppa memberikan senyum jahil dan mengacak-ngacak rambutku.

“ OPPA!! Kau benar-ben…..”.

Oppa mengulurkan jari telunjuknya didepan bibirku sambil mendorong tas ranselku “ Shhhhttttt,, sekarang bukan saatnya marah-marah. Kau tidak mendengar bel sekolahnya sudah berbunyi, sebaiknya kau cepat-cepat ke ruang kepala sekolah”.

Aku pun keluar dari mobil Jeongmin oppa dengan kesal dan tetap menyisir rambutku dengan tangan “ Haish, oppa selalu saja mengacak-ngacak rambutku. Apa tidak tau betapa berharganya rambut ini. Menyebalkan..”, gumamku dan berjalan di koridor sekolah yang sepi, karena memang pelajaran sudah dimulai.

“ Haduh dimana lagi ruang kepala sekolah, rasanya aku sudah melewati tempat ini hampir tiga kali. Oppa aku cabut kata-kataku, sekolah ini sangat luas, mencari ruang kepala sekolah saja sampai sesulit ini”, gumamku dengan muka tertunduk lemas. Tiba-tiba ada bunyi deraman dari perutku Aigo! untung sekarang sedang tidak ada orang. Lebih baik aku mengisi tenaga dulu, selanjutnya baru mencari ruang kepala sekolah. Ya itu lebih baik, tenang perut aku akan makannnnn.

Mencari kantin disekolah ini tidak sesulit mencari ruang kepala sekolah. Buktinya, sekarang aku sudah berada dikantin dengan makanan didepanku, Oppa aku merindukanmu, makan dikantin seperti sekarang ini benar-benar mengingatkanku…….

 

Flashback…

 

“ Chagia katakanlah aaaaa..”, dengan menyodorkan garpu yang berisi sepotong roti sebagai makanan penutup didepanku.

Aku menatap namjaa didepanku dengan tatapan bingung. “ Oppa, sekarang sedang disekolah. Haish, ini membuatku malu. Lebih baik oppa makan sendiri”, sambil melirik beberapa orang yang sedang duduk dikantin untuk memastikan apakah ada yang melihat tingkah namjaa didepanku.

Namjaa itu ikut memperhatikan orang-orang disekelilingnya “ YA! tidak ada yang memperhatikan kita, lagian apa salahnya aku perhatian pada pacarku sendiri. Jadi lebih baik kau cepat memakan roti ini”, dan menggoyangkan garpu yang ada didepanku.

“ Haish,,Oppa benar-benar membuatku malu”, aku memakan roti itu dan kembali melirik orang-orang disekitar berharap tidak ada yang memperhatikan. Untungnya keadaan kantin saat itu tidak seramai biasanya, baru saja aku menundukkan kepala dan ingin menghela nafas lega…

“ Wahhhh,,kalian berdua ini selalu saja romantis. Membuat orang lain iri”.

“ Omo!!”, spontan aku menoleh ke arah suara dan melihat Jeongmin oppa berdiri disamping mejaku “ Haish, oppa membuatku kaget. Aku kira siapa…”, dan kembali mengunyah kue yang tadi sempat berhenti karena kaget dengan tetap memegang dadaku akibat ulah Jeongmin oppa.

Namjaa itu menepuk pelan bangku kosong disampingnya “ Jeongmin-ah, ayo duduk disebelahku”. “ Aigo!! Liatlah tingkah yeoja chinguku, hahahahaha (n_n) membuatku selalu ingin mengganggunya”, dan menatapku dengan dagu berpangku pada tangannya serta memberikan senyum termanis yang membuatku menyukainya.

Flasback End…

 

Aku terus menatap langit dengan pikiran yang mengingatkanku padanya, tapi tiba-tiba aku membayangkan wajah Jeongmin oppa yang tersenyum. Hahhhh,, ayolah Mia kau jangan bersedih terus. Apa gunanya kau pindah sekolah, jika untuk satu menit saja kau tidak bisa melupakan Oppa. Ingattttt kau jangan membuat Jeongmin oppa selalu khawatir. dan kembali menghabiskan makanan.

Sebelum berdiri aku melirik kaca disamping kananku yang menampilkan pantulan diriku walaupun tidak terlalu jelas “Mia FIGHTING”, sambil mengepalkan tangan pertanda semangat kepada diriku sendiri dengan memberikan senyuman dan berlalu keluar dari area kantin.

~~~~~~~~~~

Kwangmin POV

 

Setelah membasahi muka dengan air, rasanya menjadi lebih segar dan membuatku tidak lagi mengantuk. Aku menatap cermin toilet yang ada dihadapanku serta menyipitkan sebelah mata “ Jo Kwangmin, kau memang benar-benar tampan. Hmmmm,, kurasa Youngmin Hyung pun kalah darimu”, gumamku dengan jari telunjuk didaguku seperti berfikir.

, Hahahahahaha. (>.<) apa yang kulakukan sih? seperti orang gila saja bicara sendiri, lebih baik aku cepat kembali ke kelas. Aku tertawa kecil sambil mengusap belakang kepalaku yang tidak gatal dan berlalu keluar dari toilet.

“ Wah, pelajaran kimia membuat semua ototku kaku”, dengan merantangkan kedua tanganku untuk melakukan perenggangan otot “ Pasti Youngmin Hyung mengerti apa yang diajarkan Mr….”, belum selesai menyelesaikan kata-kata, pandanganku tertuju pada yeoja yang sekarang sedang berjalan dengan posisi membelakangiku.

Hmmm,, kenapa saat jam pelajaran masih ada siswi yang berkeliaran? bukankah aturan disekolah ini sudah jelas!!. Karena penasaran aku mengikutinya dengan berjalan dibelakangnya “ YA! apa yang kau lakukan berkeliaran di koridor sekolah saat jam pelajaran?”.

Tiba-tiba langkah yeoja itu berhenti dan spontan membalikkan badan, hal itu membuatku akan menabraknya yang berjalan tepat dibelakangnya. Tapi untungnya hal itu tidak terjadi, jika sampai aku menabraknya aku tidak tau apa yang akan terjadi.

“ Hrmmmmm….”, aku berdehem membersihkan kerongkongan dengan tangan yang terkepal menutupi mulutku dan melangkah mundur satu kali. Karena saat itu posisiku hanya beberapa inci didepannya. “ Kau belum menjawab pertanyaanku, apa yang kau lakukan dikoridor saat jam pelajaran? apa kau ingin bolos?”.

“ Ani, aku anak baru disekolah ini. Sekarang aku sedang mencari ruang kepala sekolah, jujur ini sudah yang ke-4 kalinya aku melewati koridor yang sama. Bisa kau tunjukkan ke mana arah ruangan kepala sekolah?”, jawabnya dengan muka tertunduk lesu.

Aku menatap yeoja didepanku dengan kedua tangan yang terlipat didepan dada “ Lebih baik kau jangan menunduk terus, bagaimana aku akan menunjukkan arahnya kalau kau terus menundukkan kepalamu”, dan memberitahukan arah ruang kepala sekolah.

Yeoja itu kembali memainkan tangannya seperti yang aku lakukan untuk kembali mengingat arah tujuannya “Aaaaaaa, ya ya ya sekarang aku tau arahnya”.

“ Apa tidak lebih baik jika aku mengantarmu ke sana? aku khawatir kau akan kembali tersesat!!”, dengan menyipitkan sebelah mataku.

Spontan yeoja itu menghentikan aktifitasnya dan menoleh ke arahku “ Tidak usah repot-repot, lagian aku sudah menghafal arah yang tadi kau beritahu. Jadi lebih baik kau segera kembali ke kelas, aku yakin guru akan marah padamu jika kau terlalu lama diluar kelas”, dan berjalan meninggalkanku yang masih berdiri ditempat.

Tiba-tiba dia kembali membalikkan badannya saat berjarak 4 meter dari tempat kami semula “ Oh, ya aku lupa mengatakan satu hal. Terima kasih bantuannya, Annyeong!!”, sambil tersenyum dan berlalu ke aktifitasnya semula.

Aku masih berdiri mematung dikoridor sambil mengedipkan mata-mata berkali-kali berusaha menyakinkan dengan apa yang kulihat, Wahhh,,kenapa tiba-tiba aku merasa panas dan hatiku berdebar kencang seperti ini? Apa aku menyukainya? Ahhhhh, tidak mungkin. Paling ini tanda-tanda aku akan memiliki demam, lebih baik aku banyak istirahat. dan berbalik ke arah yang berlawanan.

~~~~~~~~

Kwangmin dan Mia tidak menyadari, saat mereka berbicara dikoridor sebenarnya tidak hanya ada mereka berdua saja. Tapi, juga seorang namjaa yang berdiri tepat disamping kanan Kwangmin dan terus memperhatikan Mia saat mereka berdua mengobrol. Namjaa itu terus memperhatikan Mia dengan senyum yang tidak pernah lepas dari bibirnya, lebih tepatnya namjaa itu tidak perduli sama sekali tentang apa yang mereka bicarakan. Karena menurutnya melihat Mia yang seperti pagi ini benar-benar suatu keajaiban selama 1 bulan terakhir.

Namjaa itu tetap tersenyum saat melihat Mia membalikkan badannya dan beranjak pergi. Tapi tiba-tiba Mia kembali membalikkan badannya saat berjarak 4 meter dari tempat mereka semula

“ Oh, ya aku lupa mengatakan satu hal. Terima kasih bantuannya, Annyeong!!”, sambil tersenyum dan berlalu ke aktifitasnya semula.

Namjaa itu tertegun seakan-akan jantungnya berhenti berdetak saat melihat Mia tersenyum, padahal dia tau tidak ada jantung yang berdetak didalam dirinya. Tapi, dia benar-benar merindukan senyuman itu. Akhirnya setelah 1 bulan Mia bisa kembali tersenyum, senyuman yang membuat dia begitu mencintai yeoja yang sekarang sudah menghilang dari pandangannya. Dia membalas senyuman Mia dan menolehkan kepalanya ke kiri, saat itulah dia tahu bahwa Kwangmin masih disampingnya melihat ke arah koridor yang dilewati Mia dengan ekspresi yang sama seperti dirinya.

~~~~~~~~~

This entry was posted by r13eonnie 강 하이에나.

9 thoughts on “[FREELANCE] Ini Hanya Kebetulan atau Memang Takdir? – Part 2

  1. namja yg d critakan dsini syp sii ?
    youngmin ,jelas bukn .
    kwangmin aplgi ,
    jeongmiin juga ga mungkiin ..
    truss siapaa,, ga paham’ dee jdinyaa😀
    pnsran sma namja yg sllu mrhati’iin sii Miaa🙂

  2. hahahahaha ^__^ msh rahasia chingu,,nnti akan datang saatnya..
    wahhh,,maaf yah klo jdi bikin Tiiea bingung..(-__-)

  3. Author,, apa lanjutannya??
    Penasarn nih,,,
    namja misterius itu pacarnya mia yang udah meninggal ya??
    Author kalu bisa ending nya mia bahagia sama youngmin ya,,,
    lanjutannya cepat ya thor gk sabar nihh,,,

  4. Wah,, gk nyangka ada yang baca Fan Fictionku.. Maaf ya kalian semua nunggu lama baca kelanjutan ceritanya. Hanya saja belakangan ini author disibukin dengan skripsi. Sekarang lagi usaha untuk lanjutin ceritanya, biar gk bikin kalian penasaran. I’m really sorry,,,forgive me kay.. \(^__^)/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: