[FANFICT/FREELANCE] YA! Joahae…

YA! Joahe..

Title
YA! Joahae…
Author ANDINI940223
Genre Romance
Rating T
→ Type One Shoot
Main Casts
Lee Jeongmin as him self
★ AnnJ (C-Real) as Jo Yeo Woon

Disclaimer : Semua cast yang ada dalam FF ini milik Tuhan, orangtuanya, agensi masing-masing band, dan milik para penggemar yang namanya author pinjam. FF ini hanyalah fiktif belaka dan pure hasil pemikiran author sendiri. Karena author lagi seneng sama C-REAL jadi authornya pake nama member C-REAL di FF.

Summary :Aku tak pernah bisa mengatakan bahwa aku menyukaimu, berbeda denganmu yang setiap waktu selalu berkata ‘neo neomu joahae’. Bukan aku tak menyukaimu, hanya saja kata itu tak pernah mau terucap dari bibirku. Aku selalu saja kelu mengatakan hal itu padamu. Mianhae. Itu yang selalu aku bisa ucapkan, apakah aku menyakitimu Jeongmin-ah? mianhae… jeongmal mianhae. Aku begitu pengecut dan tak bisa berkata aku menyukaimu.”

“Yeowoon-a… bagaimana kalau kita melihat kembang api besok, aku dengar akan ada pesta kembang api.” ujar Jeongmin saat mendekati Yeoja yang sedang duduk sambil membaca buku di bangkunya. Yeoja itu menoleh ke arah sumber suara. “Ne.” jawabnya singkat lalu kembali membaca bukunya itu.

“Ya! Nae Woonie, bisakah kau tidak terus-terusan membaca buku. Aku bosan melihatmu dengan buku-buku itu” Jeongmin duduk di sebelah Yeowoon. “Shireo… aku belum selesai Jeongmin-ah…” ujar Yeowoon tanpa mengalihkan pandangannya pada buku itu. “Aaaa… walau aku bosan melihatmu membaca buku itu, tapi kau selalu terlihat yeoppo. Neol neomu joahae…” Jeongmin menyunggingkan senyumnya, Yeowoon menatap Jeongmin malu. Jeongmin memang selalu bisa membuat wajah Yeowoon memerah karena gombalannya itu.

“Hahhahahaha lihatlah sekarang mukamu memerah, kyeopta!” ujar Jeongmin girang lalu mencubit pipi chubby Yeowoon. “Baiklah minggu nanti kita pergi kencan. Jangan lupa kau harus berdandan yang cantik untukku…” Yeowoon hanya tersenyum dan mengangguk.

*Minggu*

“Yeowoon-ah… eodiga? Aku sudah ada di depan rumahmu” ujar Jeongmin di telepon. “Ne. sebentar lagi aku akan keluar, tunggulah di depan.” ujar Yeowoon. Dia lalu menutup teleponnya dan berlari keluar untuk bertemu dengan namjachingunya.

Yeowoon membuka pintu pagar rumahnya. Dia bisa melihat Jeongmin yang sedang berdiri di depan rumahnya. Yeowoon menyunggingkan senyumnya dan menepuk Jeongmin pelan. “Omo..” ujar Jeongmin kaget.

“Yeowoon-ah… apa kau yakin kau akan memakai baju seperti itu untuk kencan pertama kita?” komentar Jeongmin saat melihat Yeowoon menggunakan T-shirt dan celana jeans panjang. “Ne. wae?” tanya Yeowoon heran. “Aku kira kau akan menggunakan dress dan berdandan feminim untukku.” Terlihat raut wajah Joengmin yang sedikit kecewa melihat penampilan Yeowoonnya itu. “Aaa… mianhae… kalau begitu aku ganti baju dulu.” Jeongmin memegang tangan Yeowoon saat yeoja itu hendak kembali ke rumahnya. “Gwenchana, karena kau tetap terlihat manis dengan baju itu. Aku memaafkanmu. Karena aku menyukaimu. Kajja kita pergi” ujar Jeongmin tersenyum. ‘Nado Jeongmin-ah, aku juga menyukaimu…’

Mereka lalu pergi menuju tempat perayaan kembang api, disana sudah banyak orang yang berkumpul. Jeongmin dan Yeowoon mengambil tempat di café dekat perayaan kembang api tersebut. “Setidaknya disini kita bisa melihat kembang api itu, untung tidak penuh yah” Yeowoon mengangguk pelan. Kemudian mereka memesan makanan dan minuman, rasanya tidak lengkap datang ke café tanpa memesan apapun.

“Kau mau mencobanya?” tanya Jeongmin pada Yeowoon saat mereka sedang makan. “Waffle disini terkenal enak, cobalah” Jeongmin lalu menyuapi Yeowoon. Awalnya Yeowoon tak mau disuapi tapi dengan paksaan Jeongmin yang merengek, akhirnya dia mau disuapi Jeongmin dengan muka yang benar-benar memerah.

“Heum… mashita” ujar Yeowoon senang, Jeongmin menatap Yeowoon terpaku, ada rona merah di wajahnya saat melihat Yeowoonnya. “Waeyo, kenapa mukamu memerah seperti itu Jeongmin-ah? gwenchana?” Yeowoon memiringkan kepalanya menatap Jeongmin bingung.

“Yeoppoyo~ aaaa Yeowoon-ah neomu yeoppo, aku benar-benar menyukaimu…” ujar Jeongmin girang sambil mencubit pipi Yeowoon. Yeowoon kembali merona, Jeongmin yang childish selalu saja membuatnya merasa malu dengan ucapannya itu.

Duar… Duar… Duar… Duar… “Waaaa… kembang apinya indah!” ujar Yeowoon senang saat mereka melihat kembang api di depan mereka. “Ayo kita lihat di balkon café Jeongmin-ah!!” ajak Yeowoon, Jeongmin mengikuti Yeowoon dari belakang sambil tersenyum.

“Apa kau menyukaiku Yeowoon-ah?” tanya Jeongmin tiba-tiba. Yeowoon tertegun menatap Jeongmin. “Aku belum pernah mendengar sekalipun kau mengatakan bahwa kau menyukaiku. Apa kau merasa kasihan denganku yang keras kepala ini, yang memaksamu menjadi yeojachinguku? Argh… aku merasa bahwa hanya aku saja yang punya perasaan ini” ujar Jeongmin menatap langit yang penuh kembang api. Yeowoon menundukkan kepalanya, bukan karena dia tidak menyukai Jeongminnya itu. hanya saja dia begitu pengecut sehingga kata-kata itu tak pernah bisa keluar dari bibir manisnya itu.

Flashback

“Murid baru itu namanya Lee Jeongmin, aku dengar dia baru pindah dari Hongkong. Dia begitu tampan ya” ujar seorang yeoja. “Ne. Dan dia bisa bahasa korea, aku dengar dia lahir di Korea, hanya saja sejak kecil dia tinggal di Hongkong. Aku tidak menyangka dia tidak melupakan bahasa Negara kelahirannya. Daebak” kagum yeoja lainnya. Yeowoon menatap chingunya yang sedang membicarakan murid pindahan di kelasnya.

“Yeowoon-ah bagaimana menurutmu tentang Jeongmin-ssi?” tanya chingunya menyikut tangan Yeowoon. Yeowoon menatap chingunya bingung. “Mollaa… aku tidak begitu memperhatikannya.” Ujar Yeowoon. “Ah uri Yeowon memang tidak peka terhadap seorang namja, kau tahu banyak gossip yang berkata bahwa murid baru itu selalu memperhatikanmu.” Ujar chingunya lagi. “Jeongmal? Aku tak tahu kalau murid baru itu menyukai uri Yeowoon.” Mereka terus saja bergosip tentang murid baru itu. Yeowoon hanya terdiam menanggapi setiap obrolan dari chingunya itu.

Flashback End

“Mianhae…” ujar Yeowoon sambil menundukkan kepalanya. “Stop! Jangan ucapkan kata mianhae, kau tahu setiap kau mengucapkan kata itu rasanya aku seperti sedang ditolak olehmu lagi.” Ujar Jeongmin sambil menutup kedua telinganya. “Mi-mianhae…” ujar Yeowoon sekali lagi. “Sudahlah Yeowoon-ah, jangan katakan itu! aku membencinya, sudahlah sekarang itu tidak berlaku lagi. Karena kau sudah menjadi milikku, walau kau tidak menyukaiku tapi aku menyukaimu.” Ujar Jeongmin lembut dan membelai pipi Yeowoon. ‘bukan begitu Jeongmin-ah, tapi maaf aku tak bisa mengucapkan kata aku menyukaimu. Lidahku kelu untuk mengucapkannya’.

“Kau tahu, kau adalah hadiah terindah untukku…” Jeongmin mengecup bibir Yeowoon lembut. Duar… duar… duar… “Wah lihatlah kembang api itu indah” girang Jeongmin. “Sebagai hukumanmu yang selalu meminta maaf padaku, setiap kembang api berbunyi aku akan menciummu” seringai Jeongmin. “Eoh? Itu memalukan, kau tak lihat banyak orang disini” tolak Yeowoon. “Aku tidak peduli” Jeongmin memerongkan lidahnya. Duar…duar…duar… “Wah suara kembang apinya banyak sekali, berarti aku harus sebanyak mungkin menciummu…” lanjut Jeongmin girang. “A-andwae…” Jeongmin mendekatkan wajahnya ke wajah Yeowoon. Yeowoon hanya bisa menutup matanya malu. GREP! Jeongmin menarik Yeowoon kepelukannya.

“Hahahahaha aku suka melihat ekspresi malumu itu” ujar Jeongmin mengelus puncak kepala Yeowoon lembut. “Nappeun…” Yeowoon memukul pelan dada Jeongmin dalam dekapan Jeongmin, sementara Jeongmin hanya tertawa melihat yeojanya itu.

“Kau tahu aku yakin kalau kau juga menyukaiku” ujar Jeongmin pelan, namun masih bisa terdengar oleh Yeowoon. Hangat. Itu yang Yeowoon rasakan saat Jeongmin memeluknya. Sentuhan tangan Jeongmin selalu membuat nyaman Yeowoon, Jeongmin selalu bisa membuatnya tenang karena itulah Yeowoon sangat menyukai Jeongmin.

“Sesudah melihat kembang api ayo kita makan lagi…” ujar Jeongmin melepas pelukannya. “Bukankah tadi kita sudah makan?” tanya Yeowoon heran. “Aku masih lapar hahahaha” mereka tertawa bersama. Malam ini mereka habiskan waktu kencan pertama mereka, walau sudah dua minggu berpacaran. Karena kesibukan Yeowoon sebagai pengurus kelas dan OSIS yang menyebabkan mereka tidak bisa berkencan.

Flashback

“Jeogi… Yeowoon-ssi… apa kita bisa bicara sebentar?” tanya Jeongmin gugup. Yeowoon menganggukkan kepalanya dan menyimpan buku yang sedang ia baca, lalu mengikuti Jeongmin yang mulai berjalan keluar kelas menuju atap sekolahnya.

“Waeyo?” tanya Yewoon setelah mereka berada di atap geedung sekolah. “Jeogi… neol joahae…” Yeowoon terdiam mendengar pernyataan Jeongmin barusan. Pasalnya Jeongmin baru seminggu berada di sekolah itu, dan dengan cepatnya dia bilang bahwa dia menyukai Yeowoon yang berarti baru Jeongmin kenal selama seminggu juga. “Mianhae…” ujar Yeowoon, dia lalu pergi meninggalkan Jeongmin sendiri di atap. “Yeowoon-ah… aku akan terus mengatakan aku menyukaimu sampai kau jadi milikku!!!” teriak Jeongmin saat tubuh Yeowoon mulai menghilang dari balik pintu.

Sudah selama enam bulan Jeongmin mengejar-ngejar Yeowoon, dan setiap pagi di sekolah dia pasti akan berteriak di lapangan bahwa dia menyukai Yeowoon. Semua murid membicarakan mereka setiap hari, dan kelakuan konyol Jeongmin yang selalu membuat Yeowoon dan murid-murid di sekolah tercengang. Yeowoon hanya bisa menundukkan kepalanya malu.

Tak sampai disitu, Jeongmin menggunakan alasannya sebagai murid baru untuk minta Yeowoon mengajarinya. Dan Yeowoon dengan terpaksa mengajari Jeongmin setiap pulang sekolah selama tiga hari dalam seminggu.

“Kenapa kau menyukaiku?” tanya Yeowoon saat mereka sedang belajar bersama di kelas yang kosong. Jeongmin menghentikan aktivitas menulisnya dan menatap Yeowoon.

“Apakah harus ada alasannya?” tanya Jeongmin balik, Yeowoon hanya mengangguk mantap. “Apa ya? Karena apapun yang kau lakukan kau selalu terlihat cantik dan manis, jadi aku menyukaimu. Bahkan saat kau sedang mengantuk di kelas karena tugasmu sebagai pengurus OSIS, lalu saat kau sedang berpikir dan menggigit jari jempolmu, atau saat kau terdiam di tengah-tengah chingumu yang selalu bergosip, atau makan roti dengan selai blueberry di kantin. Ah aku suka semuanya tentangmu.” Jawab Jeongmin lebar sambil menyunggingkan senyumnya. Blush, wajah Yeowoon merona. Ternyata selama ini Jeongmin selalu memperhatikannya.

Sejak saat itu, Yeowoon tahu betapa tulusnya Jeongmin menyukainya. Dia selalu membantu Yeowoon dalam hal apapun. Dan lama-kelamaan setelah mengenal Jeongmin hampir setahun dia menyukai namja itu.

“Yeowoon-ah.. lihat keluar jendela, Jeongmin-ssi melakukan hal bodoh lagi!!!” teriak chingunya. Yeowoon lalu melihat keluar jendela dan Jeongmin sedang berada di lapangan sambil menyalakan kembang api siang-siang. Yeowoon langsung berlari keluar menuju lapangan.

“Apa yang sedang kau lakukan eoh?” kesal Yeowoon. “aku sedang menyatakan perasaanku lagi padamu” jawab Jeongmin santai. “Mwo? Tapi ini memalukan, dan kau bisa dihukum oleh kesiswaan jika kau lakukan itu.”

Jeongmin berlutut dan memegang tangan Yeowoon. “Neol jeongmal joahaeyo. Do you want to be my girlfriend?” tanya Jeongmin menggenggam tangan Yewoon diantara ratusan murid yang melihat ke arah mereka.

“bada! Bada! Bada! Bada!” teriak murid-murid yang menonton peristiwa itu. yeowoon menundukkan kepalanya malu, dan mengangguk kecil sebagai tanda jawaban. Semua murid bersorak, dan Jeongmin memeluk yeoja yang sekarang menjadi yeojachingunya.

 

Flashback End

Perayaan kelulusan Jeongmin dan Yeowoon telah tiba, itu berarti sudah hampir satu tahun mereka berpacaran. Dan selama hampir satu tahun berpacaran tak pernah satu kalipun Yeowoon mengatakan bahwa dia menyukai Jeongmin. Sampai saat ini, kata itu tak bisa terucap dari bibir Yeowoon.

“Kau dengar gossip, katanya sudah setahun Yeowoon dan Jeongmin berpacaran. Tapi Yeowoon tak pernah berkata menyukai namjachingunya itu. apa Yeowoon-ssi terpaksa menerima Jeongmin?” terdengar suara samar-samar dari depan Jeongmin dan Yeowoon. Yeowoon menatap nanar dua orang yang sedang membicarakkannya. Jeongmin menatap Yeowoon dan merasa suasananya tidak nyaman. Lalu dia menarik yeojachingunya itu ke atap.

Mereka terdiam, tak ada yang memulai pembicaraan dan sibuk dengan pikiran masing-masing. “Yeowoon-ah…” “Mianhae…hiks..” Jeongmin menatap Yeowoon. Dia mendengar isakan dari yeojanya. Apa dia menangis?

“Jeongmin-ah… mianhae…hiks… aku memang bukan yeojachingumu yang baik.. hiks.. maaf sudah membuatmu terluka… hiks..” ujar Yeowoon bergetar. Jeongmin memeluk Yeowoon. Tangisan Yeowoon semakin menderas di pelukan Jeongmin, Jeongmin mulai bingung apa yang baru saja dia perbuat. “Yeowoon-ah, jebal… uljima… kenapa kau malah menangis?” Jeongmin mengusap air mata Yeowoon lembut.

“Mianhae.. aku tidak pernah mengatakan aku… aku… aku… hiks..” Yeowoon berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengatakan bahwa dia menyukai namjachingunya itu tapi tak bisa. “Aku tahu Yeowoon-ah kalau kau juga menyukaiku. Jika tidak mana mungkin kau mau menerimaku, dan hubungan kita tak akan bertahan sejauh ini” ujar Jeongmin tersenyum lalu kembali memeluk yeoja itu.

Yeowoon masih menangis di pelukan Jeongmin lama. Jeongmin hanya bisa mengelus punggung yeojanya untuk menenangkannya.

“Hajiman… aku ingin mencoba mengatakannya, bahwa aku menyukaimu. Jeongmal joahae…” akhirnya kata itu dapat keluar dari mulut Yeowoon setelah dia tenang. Jeongmin tersenyum ke arah yeojanya dan mencium lembut bibir yeojanya itu.

“Asin” komen Jeongmin. “Mwo? Ya! Lee Jeongmin, neo nappeun namja!!!” Jeongmin hanya terkekeh melihat reaksi yeojanya, lalu menariknya lagi ke dalam pelukannya. “Na-do.. Yeowoon-ah. aku juga menyukaimu. Ani. Aku mencintaimu… setelah aku lulus kuliah dan mendapat pekerjaan, ayo kita menikah!”😀

 

– The End –

This entry was posted by boyfriendindo.

10 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] YA! Joahae…

    • Gomawo chingu~🙂
      Cast adenya author, Minwoo yah?? hhmmmppp… doakan author semoga dapat pencerahan yah kkkk~😀

  1. Gomawo chingu~🙂
    Cast adenya author, Minwoo yah?? hhmmmppp… doakan author semoga dapat pencerahan yah kkkk~😀

  2. Annyeong hasibnikka..
    Aq reader baru, slam kenal.
    Ini bagus banget ceritanya!! Thor bikin sequelnya dong….ya? Ya? #

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: