[FANFICT/FREELANCE] Don’t Touch My Girlfriend – Chapter 04

cats34

Title 
Don’t Touch My Girlfriend – Chapter 04
Author   Oktaviani Manalu
Genre         Romance, Friendship
Rating          T
Type   Chaptered
Main Casts      
No Minwoo

– Jo Kwangmin

– Krystal f(x)

– Sulli f(x)

Hai.. para reader, udah baca FF ku yang sebelumnya kan? Gomawo ya, udah nyempetin waktu buat baca! Mianhae, kalo FF nya kurang sempurna ato banyak salahnya. Aku harap Don’t Touch My Girlfriend 4 ini bisa menjawab semua pertanyaan para reader di Don’t Touch My Girlfriend 3.

Seminggu kemudian seperti biasa, aku, Sulli, Kwangmin berada di kantin, dengan posisi duduk yang sama. Sulli dan Kwangmin asyik berbicara berdua. Bagaimana kalau aku bertemu dengan Minwoo? Aku menyukainya, masa aku harus menjauhinya?. Batinku. “Ji Eun!” kata Kwangmin sambil menggerakkan tangannya di hadapanku, aku hanya menoleh ke tangannya.

“JI EUN!!!” teriak Sulli, sontak aku kaget dan terbuyar dari lamunanku.

“Kau melamun?” tanya Kwangmin.

“A..Ani!”

“Kau tidak makan rotimu?”

“Aku tidak berselera makan.”

“Kuraeyo??” tanya seseorang lalu merampas roti itu dari hadapanku, dengan cepat ia memakannya, lalu menyodorkannya kembali padaku. Minwoo. Tiba-tiba aku teringat oleh Krystal, dengan cepat aku pergi dari bangku itu. Tapi aku terlambat, karena tanganku sudah lebih dulu ditangkap Minwoo.

“Kau marah?” tanyanya padaku. Aku hanya diam sambil menyentakkan tanganku, lalu aku berlari kea rah kelas.

“Hari ini dia aneh.” kata Kwangmin.

“Mungkin!” jawab Minwoo.

***

“Ji Eun, kau mengapa?” tanya Minwoo padaku.

“Apa salahku?” sambungnya.

“Mwo? Minwoo ingatlah, memangnya aku ini siapa mu? Yeoja chingu bukan, eomma jelas bukan. Jadi kau tak perlu repot-repot menanyakan itu padaku.” jelasku.

“Apa kau menyukaiku?”

Sontak aku kaget, lalu menggelengkan kepalaku.

“Mengapa kau dari dua hari yang lalu di kantin, kau tak menatap mataku?”

“Apakah itu penting?”

“Baiklah kau memang bukan siapa-siapaku, dan aku tak akan pernah menanyakan sesuatu hal padamu lagi, maupun memanggilmu.” katanya lalu berlari menjauh. Melihat kepergiaannya, serasa mataku perih melihat apa yang aku lakukan barusan. Menolaknya, mengusirnya. Itu tentu bukan diriku.

-TINNN TINN- suara klakson mobil memanggilku.

“Kwang?”

“Masuklah!” aku masuk ke dalam mobil itu.

Kwangmin mengendarai mobilnya menuju ke mall. Sepanjang perjalanan aku tak berani melihat kearah namja itu, meskipun Kwangmin berulang kali menangkap pandanganku. Suasana dalam mobil hanya diam tapi menegangkan.

“Ji, apa yang terjadi padamu? Kau sungguh berbeda.”

“Kwangmin, kau baru saja kenal denganku. Pasti Minwoo.”

“Apa dia sangat mengenalmu?”

Aku hanya menunduk diam. Akhirnya kami sampai tepat di mall. Kwangmin mengajakku ke toko pakaian wanita. Tanpa harus meminta alasan, Kwangmin menyuruh ku memilih pakaian yang aku mau. Aku pun memilih T-shirt berwarna putih dengan rok mini berwarna hijau. Selesai membelikan pakaian untukku. Kwangmin juga mengoleh-olehiku flower crown ‘matahari’.

“Untung, seleramu idak membuat dompetku kempis.” katanya padaku, aku hanya bisa tertawa memaklumi seleraku.

“Tenang, aku tak akan membuat dompetmu kempis. Tapi semua ini untuk apa?”

“Nanti kau pasti tau. Kau ke toilet sana! Aku tunggu di sini.”

Aku hanya menuruti perintahnya, karena sudah terlihat dari wajahnya. Kwangmin orang yang baik.

***

Kwangmin POV

Aku mengambil Iphone-ku dari saku celana, dan segera mengontak Minwoo.

“Minwoo.. Bagaimana?”

“ Bagaimana siapa?” jawab Minwoo dari seberang.

“Krystal. Aku tau pasti ini gara-gara Krystal.”

“Krystal tidak tau.”

“Kuraeyo?”

“Ne…” jawabnya kesal.

“Oh baiklah. Ji Eun sudah kembali.” kataku dengan cepat mematikan panggilan saat Ji Eun sudah kembali.

Kwangmin POV END

Aku melihat Kwangmin menelpon orang sebentar lalu dimatikan setelah aku mulai terlihat di hadapannya. Pasti itu Sulli, menurutku Kwangmin dan Sulli akan berpacaran dalam waktu dekat ini. “Kwangmin.. itu dari Sulli ya?” tanyaku.

“Rahasia.” jawabnya singkat sambil memamerkan senyumannya.

Selesai aku ganti pakaian, kami segera keluar dari mall itu. Tubuhku menggigil seusai keluar dari mall itu, karena ini hari-hari menuju natal, musim salju. Melihatku menggigil, Kwang memakaikan jaketnya padaku. Sungguh aku tak percaya, Kwang akan sebaik ini padaku.

“Kwangmin..” kataku sambil berusaha melepaskan jaketnya. “Sudahlah!” usahaku tertahan oleh Kwangmin yang memakaikan jaket padaku.

Di dalam mobil, meskipun sudah memakai penghangat tetap saja itu tak cukup. Aku pakai jaket milik Kwang, agar tetap hangat. Tanpa sadar, mataku meminta lebih, ia meminta untuk terlelap, aku pun menurutinya karena aku yakin setelah sampai ke tempat tujuan, Kwang akan membangunkanku.

***

Tubuhku mulai terasa bugar, mataku pun sama. Tapi tidak seperti biasanya, tangan dan kakiku terkunci. Meski berulang kali aku gerakkan tetap saja terkunci. Aku pun membuka mata, aku berada di kamar bercat putih yang cantik. MINWOO!!. Aku berusaha melepaskan ikatan di yang melilit di tanganku.

“Heii. Lepaskan aku!” teriakku padanya. Minwoo hanya tertawa, lalu mengambil kursi dan mengambil posisi di depanku.

Aku mencoba berteriak sekuatku, tapi hal itu tak membuat Minwoo kewalahan, malah ia memperkeras tawanya. “Hei! Lepaskan aku! Atau…”

“Atau apa?” sambungnya.

“Lepaskan aku. KWAAAANGMIIN! TOLONG AKU!” teriakku lagi tak kalah histerisnya.

“Apa yang membuatmu berubah, dan begitu sinis padaku?”

“Sadarlah dirimu Minwoo, ini semua bukan urusanmu. Aku hanya ingin jelaskan. Aku sinis padamu, itu karena Krystal. Beberapa minggu yang lalu, ia menghajarku dan itu alasannya adalah kau. Dia cemburu atas perlakuanmu padaku. Makanya waktu itu aku tak masuk selama seminggu itulah alasannya.” jelasku yang tak kuasa menahan air mata.

“Gomawo! Berarti ini bukan urusanmu , ini semua urusanku dengan Krystal. Dan aku tak akan mendekatimu lagi.” jawabnya sambil beranjak pergi tanpa melepaskan ikatanku. Melihatnya pergi dari hadapanku, aku hanya bisa menangis, Minwoo akan menjauhiku.

Minwoo POV

Semua yang ada di hadapanku hanyalah amarah dan murka. Member Boyfriend melihat ke arahku, entah aku tak mengerti bagaimana raut wajahku saat ini. Pasti berantakan , Hyun Seong hyung menghampiriku.

“Apa yang terjadi? Waeyo?” tanyanya padaku. Aku menghindari tatapan cemas mereka, karena bagiku itu berlebihan. Ku robohkan tubuhku ke sofa lalu keluarkan Iphone-ku dan mulai bermain game.

“Minwoo! Apa yang kau lakukan pada Ji Eun?” tanya Kwangmin sedikit beremosi.

“Dia di kamar, dia sedang menangis. Tolong letakkan dia tidur di ranjangku. Nanti aku tidur di kamarmu.” jelasnya.

“Mwo??” jawab mereka serentak.

“Lalu kami tidur dimana?” dengan serentak Hyunseong hyung dan Donghyun Hyung bertanya.

“Sementara ini kalian tidur dengan Kwangmin dan aku.”

“Kau gillaa!” protes Hyunseong Hyung.

“Ayolah Hyung!” kataku memelas.

“Ne ne ne”

Aku tersenyum mendengar jawaban Hyungku.

Minwoo POV end

***

“Ji Eun-ah ireona!” lagi-lagi seseorang mengganggu mempi indahku. Tapi sepertinya bukan satu orang melainkan banyak, itu pasti khayalan. Aku masih menlanjutkan tidurku. “Ji Eun-ah IREONA!!” kali ini orang itu berteriak, aku akhirnya mengalah. Ku buka mataku, Kwangmin. Member Boyfriend lainnya kecuali Minwoo. Melihat Kwangmin kesusahan membangunkanku, member yang lain ikut tertawa.

“Kwangmin!! Gomawo!” seruku sambil menepuk pipinya, dengan sigap beranjak dari ranjang.

“Apa semalam aku tidur denganmu?” tanyaku sambil mencari seragamku.

“Anio.” jawabnya singkat.

“Seragamku?”

Lalu Kwangmin mengambil seragamku yang ternyata berada di bawah ranjang.

***

“Gomawo oppa! Kalian sangat baik padaku.” kataku pada mereka, mereka hanya tersenyum lalu mengangguk. Di meja makan, hanya ada aku dan Minwoo karena member yang lain sudah makan.

“Annyeong haseyo!” sapaku pada Minwoo, ia hanya menganggukan kepalanya. Aku dengan cepat menghabiskan sarapanku, takut menciptakan suasana yang tegang. Minwoo sama sekali tak menatapku. Kwangmin menghampiri kami.

“Ayo berangkat!” ajaknya.

“A.. aku tidak berangkat bersamamu, aku jalan kaki saja!” kataku dengan cepat beranjak lalu berlari agar Kwangmin tak melarangku. Tapi tiba-tiba kaki bergerak aneh, keseimbanganku meruntuh, akan terjatuh.

Perlahan ku tutup mataku “Wooa!” tapi aneh, semua yang ku rasakan aneh. Tubuhku menghangat, jantungku berdetak tak karuan, perlahan aku memberanikan diri untuk membuka mata. Minwoo!. Dia menatapku tajam, sehingga mataku mendadak redup tapi keadaan itu ku tahan agar tak redup. Mendadak mata Minwoo pun tertutup dan mendekat padaku, entah angin apa, mataku pun ikut tertutup.

“Ehm!” Kwangmin berdeham, menghancurkan kesempatan yang terbuka lebar lebar. Aku masih menatapnya, dengan cepat Minwoo melepaskan tangannya. BRAAAKKKK!

“Aduhh!” punggungku kesakitan akibat Minwoo.

“Sudahlah, jangan berciuman di sini.” kata Kwangmin sambil tersenyum geli, pipiku pun memerah.

“Ayo naik ke mobil, Ji Eun kau tak boleh melarikan diri.”

“Tapi Kwangmin??”

“Sudah.. naiklah!”

***

Saat istirahat.

“Ji Eun. Kau tidak ke kantin?” tanya Sulli padaku, aku menggelengkan kepala.

“Baiklah, aku duluan ya?”

Suasan kelas memang bisa di kategorikan sepi, karena Cuma ada aku dan dua orang siswo. Tapi ketakutanku kembali pecah, Krystal memasuki kelasku dan tersenyum padaku. Ternyata benar ia mencariku. Ia duduk di bangku sebelahku. Aku menatapnya dengan khawatir.

“Sepertinya aku mendapatkan hadiah besar untukmu chingu!” serunya sambil menahan tawa.

“Mwo? Apa maksudmu?” tanyaku lirih. Tak lama kemudian, Krystal mengeluarkan foto. Dia sodorkan foto-foto itu padaku dan membukanya secara bergantian. Apa? Itu foto Kwangmin bersama denganku kemarin, saat Kwangmin mengikutiku memilih baju, membayari belanjaanku, membelikanku flower crown, sampai saat Kwangmin memakaikan jaketnya padaku.

“Baiklah Girl, aku tau kau ketakutan, tapi aku sungguh senang.” katanya sambil menepuk bahuku.

“Mau kau apakan foto itu?” tanyaku.

“Jawabannya Sulli.”

“Tolong jangan berikan itu padanya, dia sangat menyukai Kwangmin!” kataku sambil memasang muka pucat.

“Woww. Kuraeyo?”

“Itu semua tak sama dengan foto itu.”

“Tentu foto ini punya penjelasan tersendiri chingu!”

***

“Ji Eun kau mau tidak menemaniku menginap di dorm Boyfriend?” tanya Sulli saat kami berjalan pulang.

Aku tersenyum padanya.

“Anio.. pasti dia akan menyuguhkan kita mie instan sebagai sarapan. Rasanya perutku akan menolak.” jawabku yang tak sadar keceplosan.

“Mwo? Memang kau tau dari mana?” tanyanya begitu ingin tau.

Sejenak aku berfikir, Sulli melihatku dengan curiga.

“Mereka itu namja, jadi mana mungkin mereka pintar memasak, seperti Eommamu dan Eommaku!” jelasku agak terbata-bata.
Sulli mengangguk sambil ber-oh panjang.

 

TO BE CONTINUED…

This entry was posted by boyfriendindo.

4 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] Don’t Touch My Girlfriend – Chapter 04

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: