[FANFICT/FREELANCE] I Promise

Title 
: I Promise
Author   : Ai Siti Mulyani
Genre         : Sad, Family
Rating          : T
Type   : One Shoot
Main Casts      
: Jo Twins

Disclaimer : alur, cerita milik author. Main cast milik sang pencipta. Don’t plagiarism, don’t bash. Dilarang meng-copy ff ini tanpa se-izin pemilik.
Summary: aku benjaji.. aku berjanji akan menjaganya dengan baik

A/N : Annyeong!! Saya balik balik lagi bawa ff kedua yang saya post di blog ini, ff gaje nan gak jelas moga kalian suka.. jangan lupa tinggalkan jejak😀

Warning : Typo(s) terselip disetiap kata. Yang dicetak miring itu artinya flashback 

Ok!! Tanpa banyak omong lagi..

***** Happy Reading *****

Ditemani keheningan, semilir angin yang menerpa wajah seorang namja, mempermainkan rambut hitam legamnya yang tengah terduduk disebuah kursi yang ada di taman. Taman yang banyak ditumbuhi pohon-pohon tua nan rindang yang berhasil melindunginya dari sengatan sinar matahari. Pandangan yang kosong, tatapan yang menyiratkan kesedihan yang sangat amat ketika sesuatu berputar-putar di dalam memorinya.

“Wah.. hyung, aku mau itu!” namja berambut hitam itu menunjuk sebuah gantungan hand phone berbentuk Pikachu kecil yang lucu.

“Kau mau ya..?” sudah tahu saengnya menginginkan gantungan itu, sang hyung masih saja bertanya. Sementara yang ditanya mengangguk dengan pasti. “Kalau begitu beli saja” lanjutnya.

“Hyung..” si dongsaeng langsung mengeluarkan puppy eyes andalannya membuat hyungnya tak mengerti maksud dari tindakan dongsaengnya itu.

“Ada apa Kwangmin-ah?” tanyanya pada si dongsaeng yang diketahui bernama Kwangmin, dan dia sendiri bernama Youngmin. Mereka adalah saudara kembar atau lebih akrab dipanggil Jo Twins. Pulang sekolah hari ini mereka tiba-tiba berhenti didepan sebuah toko aksesoris yang sangat menarik perhatian Kwangmin.

“Aku tidak bawa uang hyung hehehe..” jawab Kwangmin sambil cengengesan.

“Maksudmu kau suruh aku membelikannya?” Tanya Youngmin lagi dan disambut anggukkan cepat dari Kwangmin. “Mianhae, tapi hyung juga tidak bawa uang. Lain kali saja kita belinya ne?”

“Aahhh… ne, baiklah. Kajja hyung kita pulang!” mereka pun berjalan kembali meninggalkan toko itu dengan berat langkah terutama Kwangmin.

Namja itu bangkit dan mulai berjalan dengan gontai. Pandangannya kosong seakan tak peduli benda apa yang akan ditabraknya nanti. Ia terus berjalan mengikuti kakinya yang terus melangkah tanpa ada tempat yang benar-benar ingin ditujunya.

BUGH~ BUAKHH~ BUGH~

Aksi baku hantam antara Youngmin dan salah satu namja di sekolahnya kini sudah tak terelakan lagi. Banyak murid-murid yang sudah mengerumuni mereka disana.

“Youngmin!! Youngmin!!!” terdengar sorak sorai murid-murid menyerukan nama Youngmin.

“Sehun!!! Sehun!!!” sebagian lagi terus meneriaki nama namja yang sekarang menjadi rival Youngmin dalam acara adu kuat itu.

“Kenapa? Kau tidak suka? Memang benar kan kalau dongsaengmu itu akan mati!” Sehun berbicara seakan menantang kembali Youngmin, memancing supaya amarahnya semakin meledak-ledak.

“KAU!!!”

“Hyung! Hentikan!!!” bogem mentah yang hampir saja mendarat di pipi Sehun seketika terhenti ketika sang empunya mendengar teriakan dongsaengnya, Kwangmin.

Kwangmin segera menarik tangan Youngmin meninggalkan kerumunan orang-orang yang memandang mereka dengan heran dan tentu saja Sehun yang menatap mereka, memperlihatkan smirk evil-nya penuh kemenangan.

***

“Ish.. appo…” ringis Youngmin tatkala kapas berlumuran obat merah menyentuh luka yang perdapat di pipinya.

“Kenapa kau lakukan ini? Mau jadi jagoan?” Tanya Kwangmin dengan datarnya. Sebenarnya ia tahu alas an mengapa hyungnya berbuat seperti ini. Tapi ia sangat benci melihat hyungnya terluka, apa lagi jika terluka hanya karena membela dirinya.

“Aku membencinya” Youngmin memalingkan wajahnya setelah mengucapkan kata-kata itu, menerawang jauh keluar jendela UKS yang sedang mereka tempati saat ini.

Suasana menjadi hening seketika. Pikiran mereka melayang entah kemana.

“Hyung.. jika aku pergi bagaimana?” Youngmin langsung menatap dongsaengnya lekat-lekat. Mencerna setiap kata yang terlontar dari mulut Kwangmin.

“Ani!! Kau tidak akan pergi kemana-mana. Aku akan selalu menjagamu!!” tegas Youngmin dengan mata yang mulai berkca-kaca menahan cairan yang terus mendesak ingin keluar.

“Tapi hyung…”

“Cukup!!! Jangan bicarakan itu lagi! Aku tidak suka!!!” bentak Youngmin dibarengi dengan buliran-buliran air mata yang sukses keluar dari matanya, membuat yang dibentak merasakan penyesalan karena sudah membuat hyung yang dicintainya menangis.

“Mianhae hyung..” lirih Kwangmin dengan wajah yang ia tundukkan tak kuasa memandang wajah hyungnya yang sudah banjir air mata.

Kini namja itu telah sampai di tempat sepi, yang para penghuninya sudah tenang hidup di alam sana. Ia terus menyusuri jalan setapak yang tersedia, melewati setiap gundukkan-gundukkan tanah yang didalamnya terdapat orang-orang yang sudah tertidur pulas dalam damai untuk selamanya dan menapaki hidup baru di alam yang berbeda.

DEG~

Rasa ngilu kini menghinggapi dada Youngmin yang makin lama semakin sakit ia rasakan. Ditatapnya lekat-lekat sebuah kotak hitam kecil yang sedari tadi ia pegang. Sebulir air mata menetes membasahi kotak itu. Pikirannya kini tertuju pada dongsaengnya yang ia suruh pulang sendiri terlebih dulu, karena ia ingin membeli sesuatu yang belum sempat ia belikan untuk dongsaengnya.

Drrttt…

“Yeoboseyo?” Youngmin mengangkat telepon yang tiba-tiba saja bergetar di saku jas sekolah yang ia kenakan saat ini.

“Yeoboseyo? Chagi, kau dimana sekarang?” Tanya seorang yeoja yang terdengar sedang menangis.

“Aku di jalan. Wae eomma?” tanyanya pada yeoja yang ia panggil eomma itu dengan sesekali mengatur deru napasnya yang tak teratur, hawatir dengan apa yang akan eommanya ucapkan. Ia takut, takut sekali jika ada hal buruk yang sama sakali tak ia harapkan.

“Kwangmin.. Jantungnya.. dia..” benar. Kata-kata itulah yang sama sekali tidak ingi ia dengar.

Bagai terjatuh kedalm lubang yang dalam, yang dasarnya pun tak terlihat. Tubuhnya lemas, air matanya sudah tak bisa ia bending lagi, mengalir danga deras. Depegangnya kotak itu erat-erat. Ia berlari sekuat tenaga, membiarkan orang-orang yang ditabraknya mengoceh tak jelas. Ia biarkan, ia anggap angin lalu.

Tanpa melihat keadaan jalan raya, tanpa menoleh kekanan kiri, ia melangkahkan kakinya hendak menyebrang jalan, namun sesuatu yang fatal tiba-tiba saja terhenti.

BRAK~

Sebuah mobil hitam menabrak Youngmin sehingga tubuhnya terpental hingga beberapa meter dari tempat kejadian.

“K..Kwa.. Kwang.. ah.. ka.. kau.. aka..n.. hi.. hidup..” ucapnya dengan segenap sisa tenaganya, sebulir air mata meluncur keluar dari sudut matanya yang hapir terpejam.

“Annyeong hyung..” sapa namja itu pada sebuah gundukkan tanah yang di atasnya terdapat nisan yang bertuliskan nama hyung yang sangat ia sayangi.

“Apa kabar kau disana hyung? Apa kau tahu, aku kesepian disini sendirian”. Ucapannya terhenti membiarkan air matanya keluar terlebih dahulu.

“Kenapa? Kenapa kau meninggalakanku? apa kau sudah tak sayang lagi padaku?” bagai bertanya pada angin lalu, tidak ada yang menjawab seua pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkannya.

“iIni! Kenapa kau memberikannya padaku tanpa mendengar persetujuanku terlebih dahulu?” ia memukul-mukul dadanya pelan, merasakan sesak yang mulai menyergap dadanya ketika sebuah memori kecil hinggap di kepalanya.

“Kenapa kau melakukannya? Biarkan saja aku yang mati! Kau tak perlu memberikan jantungmu ini!” lirih Kwangmin sambil sesekali menyeka air matanya yang terus keluar.

“Bagaimana keadaannya dok?” Tanya eomma Youngmin ketika melihat dokter keluar dari ruang UGD, tempat putranya dirawat.

“Maafkan kami, tapi kecelakaan yang dialaminya cukup fatal. Kami sudah berusaha semampu kami untuk menyelamatkan putra anda. Tapi sekali lagi kami minta maaf, kita hanya bisa menunggu sang pencipta menjemputnya, karena kami sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Kami permisi dulu..” dokter dan beberapa perawat itu pergi meniggalkan eomma Youngmin yang tengah berdiri mematung.

Tersadar dari lamunannya, ia segera membuka pintu ruang UGD itu. Dilihatnya putra sulungnya yang terbaring lemah, dibantu selang oksigen yang enempel di hidungnya dan jua alat-alat mendis yang entah itu apa namanya menempel ditubuh Youngmin.

Tanpa disadari tangan Youngmin bergerak dengan lemah.

“E..eom..ma..” Ucap Youngmin pelan dengan terbata, membuat eommanya yang sedang menangis itu kaget bercampur senang.

“Sssttt.. jangan bicara dulu, istirahat saja!” eommanya tersenyum pahit melihat putranya itu. Belum lagi bayangan putra bungsunya yang sedang berjuang melawan maut itu membuat bertambah kesedihannya.

“E..eom..ma.. a..aku.. le..lah..” ucap Youngmin dengan pandangan yang semakin meredup.

“Bicara apa kau ini? Kau harus kuat!” air mata kini semakin deras mengalir keluar dari kedua bola mata eommanya.

“Kwa..Kwang.. a.ku.. ing.in.. di..a.. se..se..lama..mat.. be..beri..kan saja.. jan..tung..ku..”

“Ani!! Tak akan membiarkannya!!!”

“Eom..ma.. je..jeb..bal..”

Namja itu kini bersimpuh didepan gundukkan tanah tempat peristirahatan terakhir hyungnya, Youngmin.

“Aku berjanji. Akan kujaga jantungmu dengan baik hyung..” ia bangkit, tersenyum kecut kearah batu nisan itu. Di genggamnya sebuah gantungan hand phone kecil berbentuk Pikachu dengan erat. Pemberian terakhir Youngmin untuk dirinya, sebelum hyungnya pergi.

“Annyeong hyung.. saranghae….” Ucapan terakhir sebelu ia pergi meninggalkan tempat itu.

“Nado saranghae Kwangmin-ah…” jawab seorang namja berambut pirang yang tiba-tiba saja muncul, tengah berdiri di samping batu nisan itu sambil tersenyum memandangi punggung dongsaengnya yang terus menjauh dari penglihatannya.

Senyumnya pudar seiring dengan tubuhnya yang juga ikut menghilang diterpa henbusan angin kencang, menyisakan kenangan yang tidak akan bisa dilupakan setiap orang yang mengenalnya.

END

Gaje.. gaje..
Ini ff bener-bener gaje..😄
Apakah readers bingung sama ceritanya?? ==”
Saya cuman minta RCL nya yah….^^

Ppyong!!

This entry was posted by boyfriendindo.

20 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] I Promise

  1. K’lo bnar2 ad kjdian sprti ma jo twins gmna ya?
    *PLAAAK
    *dsar,mkir yg gk2
    Kwang nngis aq ikut nngis. Kwang prsaan kta sma ya?
    *PLAAAKK
    Ok,aq cma mw bri
    SEJUTA JARI UNTUK AUTHOR!!!😀
    Prkmbangan ffnya
    di maju’in lgi ne?
    *enak bgt nyruh author😄
    Tpi ffnya ttap keren,daebak n KEREEN

  2. Wah~ ternyata chingu ya yang bikin FF nya xD

    kereen chingu, daebak!!

    Ku tunggu karya chingu yang lain^^
    pyooong ^_~

    by: liat namanya, kyk nma fb saya juga xD~

  3. aku gak berani baca author karna bulir bulir air mataku memaksa keluar tapi aku paksain baca aku jadi nangis daebak deh buat author sugohaseo author

  4. Hwaaa…..
    Youngmin ku….kenapa harus meninggal…

    #thor klo aku boleh kasih saran, seharusnya ada tanda pemisah antara cerita yg flashback dan cerita yg sekarang…
    kalau gak dikasih pembatas agak bingung juga bacanya…
    Tepi tetep keren kok….

    • kalo harus ditulis flashback nya kan itu banyak hehe~
      trus itu flashbacknya sedikit2 & nyempil(?) disetiap cerita.

      Utk flashback, dg cuma kalimatnya diitalic juga bisa ga perlu dikasih tulisan flashback😀

      mian, kalo bingung mah😄

  5. Pertama kali membaca FF ini aku menangis sejadi-jadinya. Mengingat kalau aku suka sekali dgn sesuatu yg kembar.
    Aku kembali membaca FF ini, hari ini, pada malam Jum’at..
    Walau aku sudah tau jalan ceritanya tapi tetap saja aku menangis…
    Aku suka bgt sma cerita ini, yg bikin cerita ini Amazing banget deh…!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: