[FANFICT/FREELANCE] I Yah – Chapter 01

IYAH

Title
: I Yah – Chapter 01
Author   : Alifya Anandiani
Genre         : Romance, Friendship
Rating         : T
Type   : Chaptered
Casts      
: • Kim So Hyun• Boyfriend’s KwangMin

  • Boyfriend’s DongHyun

  • Boyfriend’s YoungMin & JeongMin

  • Another Member of BoyFriend

Annyeong!! Alifya imnida! Seperti yang kalian tahu, MV I Yah menduai kontroversi karena dianggap memperlihatkan adegan kekerasan di sekolah. Tapi menurutku adegan di MV itu tidak seekstrim yang terjadi di kehidupan nyata dan MV I Yah pastinya tetap daebak! Jadi, ayo terus support BoyFriend!! Dan Author mohon komen dari kalian, eit.. baca juga FF “I’m Your BestFriend” *tetep promosi*. And no copas! Ppyoong~

Author POV

Seorang namja sedang termenung di kursinya sambil melihat ke arah jendela yang berada tepat di sebelahnya, menghiraukan Guru Seo yang sedang menjelaskan logaritma di depan kelas. Ia melihat seseorang yang memiliki wajah yang sama dengannya sedang berjalan ke arah motornya dan berlalu pergi.

KwangMin, adikku! ucapnya dalam hati dengan senyuman pahit, memperlihatkan kekhawatiran.

 

FLASHBACK

“Eomma..lihat! Aku mendapatkan nilai 90 di ujian matematika.” ucap KwangMin kecil menghampiri ibunya yang sedang terduduk di ruang TV.

“Bagus! Pasti Hyungmu telah mengajarimu dengan baik, sebelumnya nilaimu sangat buruk.” ucap eomma membuat senyuman di wajah KwangMin kecil menghilang.

“YoungMin…kemari, sayang! Eomma ingin melihat nilaimu.” panggil eomma membuat YoungMin kecil menghampirinya dan memberikan hasil testnya.

“Wah..100! Anak eomma memang cerdas! Lihat KwangMin, kau harus sering – sering belajar pada Hyungmu!” KwangMin kecilpun hanya dapat tersenyum pedih.

***

“KwangMin! Kenapa sulit sekali mengajarimu? Coba lihat Hyungmu! Sekali diberi contoh, ia langsung mengerti.” ucap seorang Appa kepada kedua putranya.

“Mianhe..Appa! Aku akan mencoba lagi.” ucap KwangMin kecil sambil mulai meletakan kembali tangannya yang gemetaran ke atas piano.

“Sudahlah! YoungMin, tolong ajari adikmu yang babo itu!” ucap Appa sambil berlalu pergi.

***

“Appa, eomma, hyung! Lihat aku mendapatkan piala lomba lari jarak jauh!”

“Wah.. kau memang hebat, KwangMin-ah! Aku bangga punya adik kembar sepertimu.” ucap YoungMin kecil sambil menyentuh pipi KwangMin.

“Lain kali, kau harus lebih tekun belajar! Bukan hanya dalam bidang olahraga saja!” ucap Appa.

“Ne! Contoh kakamu, ia mendapatkan piala olimpiade matematika minggu lalu.” sambung eomma.

“Kau memang kebanggaan kami!” ucap Appa sambil menggandeng YoungMin.

***

Sekolah Menengah Atas, Tahun Pertama..

“Mmm..aku ingin mengatakan sesuatu! A-apakah kamu mau menjadi youjachinguku?” ucap KwangMin sambil menunduk menatap lantai.

“Mianhe.. KwangMin-ssi! Sebenarnya, aku mendekatimu agar dapat lebih mengenal YoungMin. Sekali lagi, mianhe..”

 

YoungMin POV

Aku berjalan ke arah kelas KwangMin berada, aku tahu dia tidak masuk lagi hari ini namun ada tujuan lain bagiku ke sana.

“MinWoo-ssi!” teriakku memanggil seseorang yang sedang berbincang – bincang dengan temannya yang juga aku kenal, Lee JeongMin.

“Ada apa? KwangMin tidak masuk hari ini.” ucapnya setelah menghampiriku.

“Ara! Aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu.” jelasku.

Akupun lalu berjalan keluar kelas mencari tempat nyaman untuk bicara. Setelah aku menemukan sebuah kursi panjang, kamipun duduk di sana.

“Kau adalah teman dekatnya KwangMin bukan?” tanyaku.

“Ne.”

“Apa yang terjadi padanya satu tahun terakhir ini?” tanyaku lagi.

“Kenapa kau bertanya padaku? Kau jelas – jelas tahu apa yang terjadi padanya, dia membencimu.. itulah yang terjadi.” ucap MinWoo dingin sambil meninggalkanku yang masih terduduk membeku menatap punggungnya yang menjauh.

 

DongHyun POV

Aku terduduk di salah satu kursi cafetaria sambil mengacak – ngacak sandwichku. Pandanganku saat ini sedang tertuju pada seorang gadis manis yang sudah aku sukai sejak tahun pertama di SMU. Kim So Hyun.

“YA, Kim DongHyun! Tidak baik memainkan makanan seperti itu!” ucap HyunSeong sambil menarik nampan makananku ke arahnya.

“Biar aku yang memakannya.” lanjutnya.

Aku hanya membiarkannya dan tidak melepaskan pandanganku dari So Hyun. Sudah lama aku mengenalnya, tapi aku tidak pernah berani mengajaknya walaupun hanya untuk mengobrol. Kim DongHyun.. kenapa kau begitu menyedihkan?

 

KwangMin POV

Aku menghentikan motorku di pinggir jalan dan menatap jam tangan di tangan kiriku. Sekarang sudah saatnya semua murid di SMA menyedihkan itu pulang. Dari kejauhan aku melihat seorang youja yang menggunakan seragam yang sama denganku. Ia diganggu oleh 2 orang ahjussi yang sepertinya sedang mabuk di tengah bolong seperti ini.

“Cih! Orang – orang semakin lama memang semakin busuk!” ucapku sambil menuruni motor dan menghampiri mereka.

“Hentikan!” ucap gadis itu sambil berusaha melepaskan genggaman mereka di tangannya.

“Ahjussi, mengganggu gadis kecil itu bukan hal yang baik!” ucapku.

“YA! Pergi saja kau bocah! Pergi pulang dan minum susumu!”

“Mwoo!! Eomeo.. jugeoshipheo?” ucapku sambil menarik lengan youja itu untuk pergi.

“Mworago? ‘jugeoshipheo’? Kau yang akan mati!” ucapnya sambil memegang pundakku.

“Aku sedang malas berkelahi sekarang, singkirkan tangan kotormu itu dariku!” ucapku datar.

“Mwo??” ucap mereka bersamaan. Akupun langsung mendaratkan kakiku ke wajah mereka berdua sampai membuat mereka jatuh tersungkur dan berjalan pergi sambil menarik tangannya.

“Tanganku terlalu berharga, kaki lebih pantas untuk kalian!” ucapku sambil berjalan.

 

SoHyun POV

Aku sedang berjalan pulang ketika tiba – tiba ada 2 orang ahjussi mengangguku. Aku merasa sangat takut, seharusnya aku menerima tawaran teman – teman untuk pergi karokean.

Mereka menggenggam tanganku dengan kasar dan mulai menarik – narik lenganku. Namun tiba – tiba, seseorang menghampiriku dan menolongku.

Jo KwangMin-ssi! Hanya itu yang bisa aku ucapkan tanpa suara.

Sekarang aku sedang menaiki motor KwangMin, aku ingin berpegangan namun aku merasa ragu. Beberapa kali aku hampir terjatuh karena KwangMin melajukan motornya dengan kecepatan yang tinggi.

“Berpegangan, kau bisa jatuh!” ucapnya.

Dengan ragu – ragu, aku meletakkan kedua tanganku di pundaknya. Di pemberhentian bus, KwangMin menghentikan motornya dan menurunkanku. Ia langsung ingin melajukan motornya lagi.

“Jakkanmanyo!” cegahku, iapun hanya menoleh.

“Jeongmal kamsahamnida, KwangMin-ssi!” lanjutku.

“Bagaimana kau tahu namaku?” tanyanya.

“Aku adalah teman YoungMin.. Apa yang harus aku lakukan untuk membalasmu?”

“Lupakan saja!” jawabnya dan langsung melaju pergi.

Gomawo.. KwangMin-ssi!

 

YoungMin POV

Sekarang sudah pukul 11 malam, tapi KwangMin masih saja belum pulang. Kekhawatiran mulai timbul dari perasaanku sampai pintu kamar terbuka dan menunjukkan adikku di ambang pintu.

“Dari mana saja kau?” tanyaku cemas.

“Itu bukan urusanmu!” jawabnya dingin.

“Bagaimana itu tidak menjadi urusanku? Kau adalah adikku!”

“Kau tidak perlu berpura – pura sebagai seorang Hyung yang baik! Tidak ada Appa dan Eomma di sini.”

“YA! Jo KwangMin!” teriakku.

“Tutup mulutmu! Aku ingin tidur.” ucapnya sambil naik ke ranjangnya dan menutup seluruh tubuh dan wajahnya dengan selimut.

Kau adalah adik yang sangat aku sayangi, KwangMin! Aku tahu apa yang kau rasakan dan aku berjanji bahwa aku tidak akan membiarkan siapapun melukai hatimu lagi, termasuk diriku sendiri. Akulah yang telah membuatmu berubah seperti ini. Kumohon, jadilah KwangMin yang dulu lagi! Jadilah KwangMin yang sepolos Pikkachu, hal yang paling kau sukai dulu! Dan lukai aku!

 

To Be Continued..

This entry was posted by boyfriendindo.

28 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] I Yah – Chapter 01

  1. Miane, Author bukan buat FF longshoot jadi takut kepanjangan..hehe
    Dan bagusnya bikin FF chapter itu kita gak perlu ngungkapin semua pada waktu yang sama jadi reader bisa nebak2 jalan ceritanya.
    *Modus! Bilang aja lagi ngeblank!keke*
    Di chapter berikutnya Author bakal berusaha lebih baik.
    Gomawo buat komennya!

  2. thor…. lanjutin… udah gak sabar nunggunya… pengen baca nih.. penasaran…..
    keren banget ceritanya… daebak..

  3. Ok! Ni author lagi bikin lanjutan di tengah ke sibukan *cih! sok sibuk, padahal kerjaannya ngubek2 tong sampah* forget it!
    Gomawo buat komennya dan tunggu kelanjutannya ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: