[FANFIC/FREELANCE] Be My Shine (MinWoo’s Love Story)

Picture1

Title                 : Be My Shine (Minwoo’s Love Story)

Author           : Alifya Anandiani

Cast                  :

  • No Min Woo
  • Lee Hye Ri (Imagined)

Genre             : Romance

Rating            : G

Type               : Oneshoot

 

Annyeong! Nah ini adalah FF Oneshoot kedua yang author buat. Masih dengan Be My Shine, namun kali ini yang diceritain adalah member favorit Author yaitu MinWoo Oppa. Apa kalian udah baca FF yang YoungMin’s Love Story? Kalau udah, kamsahamnida! Dan juga, tunggu FF Be My Shine dari member lainnya and no copas! Jeongmal kamsahamnida! Ppyoong~

Author POV

Seorang namja manis turun dari salah satu gerbong Kereta Api sambil membawa tas besar di punggungnya. Ia melihat ke sekelilingnya yang tampak sangat asing. Namja itupun menghela nafas berat seakan dia tidak ingin datang ke kota ini. Seoul. Kota dengan banyak gedung tinggi dan lampu – lampu yang bersinar di malam hari.

“MinWoo, ppaliwa!” ucap seorang ahjumma meneriaki namja itu dari pintu stasiun.

“Ne, eomma!” balasnya sambil menghampiri.

MinWoo POV

Aku berjalan mengikuti Guru Song yang berjalan di depanku. Setelah beberapa lama, aku mendapati sebuah ruang kelas yang sangat gaduh walaupun ada seorang guru yang sedang menjelaskan tentang krisis ekonomi berbagai belahan dunia di depan kelas.

Guru Song menggerakkan kepalanya ke arah kelas, menyuruhku masuk. Tapi sebelum aku masuk, Guru Song langsung mencubitku dan berjalan pergi. Akupun hanya melihat aneh ke punggungnya yang semakin menjauh. Daripada diambil pusing, aku langsung melangkah masuk ke kelas itu. Seketika pandangan semua orang beralih menatapku.

“Tolong, perkenalkan dirimu!” perintah Guru Jung.

“Annyeonghaseyo, No Min Woo imnida!” ucapku sambil membungkukkan badan.

“No Min Woo? Hei, teman – teman! Kita mendapatkan seorang artis di kelas kita, itu yang ada di film My Girlfriend is Gurilam..hahaha,” dengan seketika kelas dipenuhi dengan suara tawa.

“Ya, Dong Gu jelek! Jangan mengganggu murid baru!” ucap seorang youja yang duduk di kursi paling dekat dengan guru.

“Ne! Dan kau bilang ‘Gurilem’? Jangan merusak film orang lain! Kau saja yang gurilem. Ani! Ikan Lele lebih pantas untukmu,”

“Benar, bilang saja kau iri padanya!” timpal gadis – gadis lain.

“Ya ya ya!!! Kenapa youja – youja ini? Memangnya, apa yang bisa membuatku iri dari namja cantik seperti dia!” ucap namja yang mencemoohku tadi.

“Sudah..sudah!!” ucap Guru Jung menghentikan kami.

“MinWoo, kamu bisa duduk di sebelah Hye Ri,” lanjut Guru Jung.

Aku tidak tahu siapa itu Hye Ri, tapi aku mendapati satu – satunya bangku kosong yang ada di belakang. Di sebelahnya, terdapat seorang youja yang sedang mengunyah permen karet sambil memainkan PSPnya. Akupun hanya menghampiri dan duduk di sebelahnya.

“Annyeonghaseyo,” ucapku.

“Jangan bicara dengan ku,” ucapnya datar tanpa mengalihkan pandangan dari PSP.

“Ne?” tanyaku, diapun langsung menoleh dan menatap ke arahku dingin.

“Aku bilang jangan bicara dengan ku, jika kau tidak ingin berakhir di loteng sekolah dengan wajah yang hancur! Arasseo, Princess Ballerina?!”

Akupun hanya menelan ludah dan mengangguk.

“Hye Ri!” panggil Guru Jung.

“Ne?” jawab youja di sebelahku.

“Jam istirahat nanti, kau temani MinWoo berkeliling sekolah!”

“MWOO??!! Kenapa harus aku?!” ucapnya setengah berteriak.

“Kau tidak bisa menolak, selama ini yang kau lakukan di kelas hanyalah main video games atau tidur. Pokoknya, kau harus menemani MinWoo berkeliling sekolah!”

 

Pada Jam Istirahat..

             Aku sedang berkeliling sekolah dengan seorang youja menyeramkan di sebelahku. Sejak tadi, dia hanya berjalan tanpa menerangkan dan memberitahuku apapun tentang sekolah ini. Bahkan dia berjalan tanpa menyesuaikan langkah – langkahku dengannya, seakan dia sedang berjalan seorang diri.

Tiba – tiba di hadapan kami, ada seorang namja yang terlihat lebih seperti berandalan daripada anak sekolah. Ia diikuti oleh beberapa temannya yang sama – sama berwajah berandalan. Dan lebih buruknya lagi, teman – temannya itu memiliki wajah berandalan, mesum, dan ikan koi dalam waktu yang bersamaan, sepertinya mereka butuh operasi plastik.

“YA, Lee Hye Ri! Apakah ini youjachingumu?” tanya berandalan yang berdiri di tengah, secara tidak langsung dia telah menyebutku youja. Cih!

“Aniya! Dia namja! Atau bukan? Yang mana yang youja dan yang mana yang namja?” lanjutnya lagi dan diikuti tawa dari Berandalan Ikan Koi itu sambil melihat ke arah kita berdua.

“Dia itu setengah namja setengah youja! Memangnya apa pedulimu? Kau ingin mengencaninya?” ucap Hye Ri membuatku kesal.

“MWO?!! Mengencaninya? Aku lebih memilih mengencani perawan tua seperti Guru Song daripada mengencani makhluk seperti dia,” ucap berandalan itu sambil mengetuk – ngetuk kepalaku dengan jari telunjuknya.

“Kau kira aku ingin berkencan dengan berandalan sepertimu? Kalaupun aku gay, aku akan lebih memilih mengencani kakek tua reyot yang sebentar lagi mati daripada denganmu. Dan sayangnya aku tidak gay. Apa jangan – jangan, kau yang gay?” ucapku datar sambil mendongakkan kepala dan menatapnya dingin.

“MWOO?!! Apa yang kau katakan?” teriaknya tepat di depan wajahku, akupun hanya menyingkirkan tangannya yang mulai menepuk – nepuk kepalaku dengan kasar.

“Cih! Ternyata pendengaranmu seburuk gaya dan wajahmu, kasihan..” ucapku dengan pandangan menghina sambil membalikan badan.

“Kau boleh juga, No Min Woo,” ucap Hye Ri sebelum aku melangkah.

“Aku tidak suka berkelahi dan harus aku akui kalau aku juga penakut. Tapi aku sangat benci jika ada orang yang mengetuk – ngetuk kepalaku,” jawabku di belakangnya dan berjalan pergi.

***

            Hari ini adalah hari yang paling menyebalkan selama aku hidup, semuanya sudah aku duga sebelum tiba di kota ini. Seoul. Ibu kota negara  yang dipenuhi dengan orang – orang arogan dan orang yang selalu memamerkan apa yang dia punya. Dan sialnya, di kota ini bukan hanya ada orang seperti itu tapi masih banyak lagi tipe – tipe menyebalkan lainnya.

Yang pertama adalah berandalan. Apakah kau masih ingat dengan youja yang duduk di sebelahku atau kumpulan namja ikan mas koki yang memanggilku youja. Yang kedua adalah youja – youja genit yang selalu membuntutiku di sekolah bahkan saat aku ingin ke kamar kecil. Yang ketiga adalah orang cerewet seperti Dong Gu yang ternyata adalah fanboy-nya No Min Woo dan tidak henti – hentinya membicarakan tentang idolanya itu dan ketidakterimaan dia atas namaku yang sama dengan “No Min Woo”. Dan bahkan, yang keempat adalah Guru perawan tua yang suka dengan namja yang berusia 10 tahun lebih muda darinya, sampai – sampai Guru Song sangat perhatian dan selalu mencubit pipiku setiap kita bertemu di koridor.

Mengapa ini terjadi padaku? Sampai sekarang, aku belum mendapatkan satu orangpun teman baru yang “normal”. Hah, sudahlah! Daripada memikirkan nasibku yang malanglebih baik aku meneruskan jalanku.

Tiba – tiba aku melihat seorang youja yang aku kenal. Seragamnya sangat kotor, rambutnya berantakan dan wajahnyapun lebam.

“Hye Ri-ssi!” panggilku. Bukannya menghampiriku, ia malah berbalik dan berjalan dengan langkah cepat. Akupun setengah berlari menghampirinya dan menarik tangannya.

“YA!! Apa urusanmu?!” teriaknya tiba – tiba.

“Seharusnya aku yang bertanya, apa yang terjadi denganmu?” tanyaku. Tanpa mendengar jawabannya, aku langsung menarik dan mendudukannya di kursi panjang.

“Tunggu di sini! Aku akan membelikan obat untukmu,” akupun hanya berjalan pergi untuk membeli alkohol, kapas, obat merah dan plester.

Setelah selesai, aku berjalan kembali ke bangku taman itu. Aku melihat Hye Ri masih terduduk di sana sambil menundukkan kepala. Tanpa basa – basi, aku terduduk jongkok di depannya, menarik kakinya dan langsung mengobati lututnya.

“Apakah terasa perih?” tanyaku, ia hanya menggeleng masih dengan kepala tertunduk.

“Kalau sakit bilang saja! Tidak perlu malu,” ucapku lagi,  tapi Hye Ri malah menitikkan air dari kedua kelopak matanya yang berhasil membuatku terkejut.

“Aku menyuruhmu untuk bilang kalau terasa sakit, bukan menyuruhmu menangis!”

Tiba – tiba Hye Ri memelukku dan mulai menangis dengan lebih keras. Akupun hanya menepuk – nepuk kepalanya, karena aku merasa bingung apa yang harus aku lakukan.

“Sebenarnya ada apa?”

Bukannya menjawab pertanyaanku, dengan tiba – tiba lagi dia malah mendorongku hingga terjungkir ke belakang.

“Ya! Kenapa kau memanfaatkan situasi?! Dasar cabul!”

“Mwo?! YA! Tadi kau sendiri yang memelukku,” jawabku membela diri.

“SEHARUSNYA KAU MENGHENTIKANKU, APA KAU TIDAK LIHAT SITUASIKU SEPERTI APA HAH? AKU SUDAH KEHILANGAN OTAKKU!” teriaknya membuatku takut dan sontak melangkah mundur beberapa langkah darinya.

“Sini, kemarikan obatnya!” ucapnya kembali normal. Datar. Sangat datar.

“Ada apa?” tanpa menghiraukan kekesalan yang tergambar di wajahnya, aku bertanya.

“Menangislah kalau kau ingin menangis! Aku berjanji tidak akan mengatakannya pada siapapun di sekolah. Jika menangis dapat mengurangi beban di pundakmu maka menagislah! Semua orang juga menangis, bahkan namja dengan otot besarpun bisa menangis. Apalagi youja cantik sepertimu,” ucapku sambil tersenyum hangat ke arahnya. Iapun hanya menatap ke arahku.

***

HyeRi POV

            Sejak MinWoo membantuku tiga minggu yang lalu, kita menjadi teman dekat. Aku tidak tahu kenapa belakangan ini aku sering tersenyum, tidak bersikap dingin seperti biasanya. Wajahku mulai menunjukan ekspresi – ekspresi yang belum pernah aku tunjukkan kepada orang lain. Walaupun aku masih seperti berandalan seperti dulu, tapi aku merasa bisa mencoba untuk lebih baik. Meski hanya sedikit, kau sudah mengubahku, MinWoo-ssi!

Flashback..

“Aigo~ tubuhmu terlihat kecil tapi kenapa kau bisa begitu berat?”

Tanpa menjawab pertanyaannya, akupun menjambak rambut MinWoo yang terlalu mudah untuk dijangkau.

“Aw..aw..AWWW! YA! Kenapa kau menjambak rambutku?”

“Kalau kau keberatan menolongku, maksudku benar – benar ‘keberatan’ kau bisa menurunkanku disini,” ucapku datar.

“Aniya! Kakimu terluka,”

“Tapi kenapa kau berkelahi dengan kumpulan namja ikan mas koki itu? Kau itu youja, sekuat apa dirimu hingga mencoba melawan tujuh orang namja? Babo!” lanjutnya.

“Kau tidak mengerti! Dan juga, aku tidak ingin disebut babo oleh orang babo, dasar babo!”

“YA! Tidak bisakah kau tidak terlalu banyak menggunakan kata itu? Dan memangnya apa yang tidak aku mengerti, hah?” tanyanya. Aku hanya terdiam sejenak dan berusaha menarik nafas perlahan.

“Mereka bilang ibuku adalah seorang pelacur,” ucapku pelan di telingannya. Aku berusaha menahan air mataku agar tidak jatuh lagi, “Hanya karena aku tinggal dengan eomma sejak aku masih kecil. Mereka bahkan bilang eommaku bingung dengan siapa ayahku. Aku tahu kalau seluruhnya tidak benar, aku tahu kalau Appa meninggalkan kami saat aku di sekolah dasar untuk lari dengan gadis lain. Meskipun aku tahu tidak semua yang mereka katakan itu benar, tapi aku merasa sangat sakit. Karena aku juga tahu kalau tidak semuannya salah,” jelasku dengan air mata yang perlahan turun kembali. “Apa maksudmu? Tentang tidak semuanya salah,” tanya MinWoo.

“Eomma memang seorang pelacur, kami kesusahan setelah Appa pergi dan aku seperti sekarang ini agar tidak seperti eomma yang cantik.. namun tak berharga,”

Aku kira MinWoo akan memertawakanku, tapi dia hanya memandang kosong kedepan dan tidak mengucapkan sepatah katapun. Aku mencoba memperhatikan wajahnya yang tenang dari pundaknya.

“HyeRi-ah..”   panggilnya tiba – tiba.

“Ne?”

“Kau bisa menutup mata dan telinga mu, lupakan semuanya dan anggap itu hanyalah mimpi buruk yang terjadi sejenak.. aku berjanji akan membawamu pergi dan membuatkan mu hidup yang nyata, bukan mimpi itu. Jadi bisakah kau mencoba untuk tidak perduli?” aku hanya menjawabnya dengan anggukan. Dan bibir MinWoopun mulai terangkat, menunjukan sebuah senyuman yang hangat namun air matanya menetes lembut.

 

MinWoo POV

“Aigo~ apakah orang – orang di Seoul memang sudah kehilangan otak – otak mereka? Bagaimana mungkin gadis manis, lugu dan juga pendiam bisa seagresif ini?” pikirku dalam hati.

“MinWoo-ssi.. apakah aku membuatmu terkejut? Baiklah, aku akan mengulanginya lagi. MinWoo-ssi.. apakah kau mau menjadi namjachinguku?” tanyanya.

“Ne?” aku yakin sekali, sekarang wajahku sudah seperti anak autis atau anak tuna grahita.

Tiba – tiba, youja itu memelukku. Sontak aku berusaha untuk melepaskan pelukannya. Akupun hanya menundukkan kepalaku sebagai tanda minta maaf dan berlari pergi.

“Aku akan menjawabnya besok!” jawabku sambil berlari.

Setelah itu, aku berusaha mencari HyeRi untuk menceritakan kejadian yang baru saja terjadi padaku. Matakupun menangkap punggungnya yang berjalan menjauh.

“HyeRi!” panggilku. Bukannya menoleh, dia malah mempercepat langkahnya. Akupun menyusulnya dan menarik rambut kudanya yang panjang.

“YA!! Kenapa kau menarik rambutku?” tanyanya galak seperti biasa.

“Miane.. habis yang paling terjangkau itu rambutmu,” jawabku tak berdosa.

“Weo?”

“Aku hanya ingin cerita, tadi ada seorang youja yang menyatakan cinta padaku. Apakah aku harus menerimanya? Dia manis dan tidak banyak bicara,”

“KALAU KAU INGIN MENERIMANYA, KENAPA BERTANYA PADAKU? ITU KAN URUSANMU! TADI AKU JUGA MELIHAT KALIAN BERPELUKAN,”

“YA! Kenapa kau jadi marah dan berteriak padaku?”

“DASAR BABO NAMJA!!!” iapun hanya berlari meninggalkanku.

 

KEESOKKAN HARINYA..

Author POV

Dari kejauhan, berjalanlah seorang youja manis yang berhasil menyita seluruh pandangan orang – orang di sekitarnya. Tidak ada lagi rambut yang diikat satu ke belakang seperti ekor kuda. Tidak ada lagi lengan baju yang dilipat. Tidak ada lagi permen karet yang selalu ia kunyah. Tidak ada lagi celana olahraga panjang yang ia pakai walaupun ia juga memaki rok sekolah. Bahkan, tidak ada lagi garis wajah menyeramkan atau  ekspresi datar.

Yang ada hanya pakaian rapih, rambut tergurai panjang dengan jepit cantik dan wajah yang tersenyum manis. Youja itupun hanya memasuki kelas dan menghampiri namja yang sedang terduduk di kursinya sambil membaca buku.

“Annyeonghaseyo, MinWoo-ssi!” sapa youja itu dengan ramah.

MinWoopun hanya mendongakkan kepalanya, “HyeRi?”

Youja itupun hanya tersenyum manis ke arah MinWoo yang kebingungan.

 

MinWoo POV

            Aku menyelusuri jalan yang biasaku lewati saat berangkat dan pulang sekolah. Seperti biasa, aku pulang bersama dengan HyeRi yang terus membuatku bingung sejak pagi tadi.

Kemarin tiba – tiba dia marah – marah kepadaku dan meninggalkanku pulang saat jam sekolah berakhir. Tapi sekarang dia menjadi bersikap manis padaku, penampilannya juga berubah total. Dia memang cantik walaupun menggunakan pakaian apapun, tapi dia terlihat lebih manis sekarang. Tapi sejujurnya, aku lebih menyukai HyeRi yang sebelumnya. Menyukainya? Apa yang sedang ku pikirkan?

“MinWoo-ah.. cepat makan ice creammu! Ice crimenya sudah mulai meleleh,” ucapnya membuyarkan lamunanku.

“Ada apa?” lanjutnya.

“Kau yang ada apa?” aku malah balik bertanya.

“Apakah aku terlihat begitu buruk?” tanyanya sambil menatap ke tanah.

“Aniya! Kau terlihat bagus! Hanya saja aku merasa heran dengan perubahanmu,” jawabku.

“Oh.. syukurlah! Tapi ngomong – ngomong bagaimana dengan youja yang kemarin itu?”

“Maksudmu youja yang..”

“Ne!” jawabnya singkat.

“Aku menolaknya,”

“Hah..” ekspresinya menunjukan keterkejutan.

“Kau bilang dia manis dan tidak terlalu banyak bicara. Weo?” lanjut HyeRi.

“Weo? Aku tidak menyukainya, aku menyukai youja lain dan sepertinya dia juga menyukaiku,” jawabku.

“Ne?” dia semakin kebingungan.

“Ya, HyeRi-ah! Apakah karena itu? Karena aku bilang dia manis dan tidak banyak bicara, kau langsung berubah,”

“Apa maksudmu?” tanyanya lagi.

Tanpa menjawab, aku langsung mengecup pipinya. Dia terlihat terkejut dan menjatuhkan ice creamnya. Tanpa melihat respon darinya, aku bergegas berlari. Jika sifat aslinya muncul sekarang, apa yang akan terjadi padaku? Apakah dia akan membuat wajahku hancur di loteng sekolah atau.. bersedia menjadi cahayaku?

“YA! Babo, jangan lari! Kau harus mengganti ice creamku yang terjatuh!” teriaknya sambil mengejarku.

Lalu aku berhenti dan berbalik, karena terlalu tiba – tiba HyeRi tidak dapat menghentikan kakinya yang berlari cepat dan menabrakku. Saat dia ingin mundur beberapa langkah, aku mendekat dan memeluknya.

“Jangan memanggilku ‘babo’, panggil aku ‘oppa’!”

“Andwe!”

Kamipun hanya tertawa dengan lepasnya. Gadis berandalan yang membuatku takut tapi di waktu yang bersamaan juga membuatku merasakan sesuatu yang aneh. HyeRi-ah, kau terlihat seperti api yang sedang marah namun api itu bukan hanya amarah tapi api adalah kehidupan, api adalah cahaya. Kau seperti sebuah lilin yang berdiri sendirian di tengah kegelapan. Kau datang dengan lukamu namun kau juga membawa cahaya dalam hati. Aku tidak sedang mengasihanimu, tapi aku sedang membuat hidup untuk mu dan juga untuk ku seperti yang telah aku janjikan. Saat aku berjanji, aku telah menjadi cahaya untukmu.

Jeongmal kamsahamnida, HyeRi-ah! Karena telah menjadi lilin di tengah kegelapan untukku. Karena telah menjadi cahayaku. Cahaya yang membuat cahaya untukmu tidak redup seiring berjalannya waktu. Dan saranghaeyo.. Lee HyeRi!

THE END

This entry was posted by kepangmusic.

19 thoughts on “[FANFIC/FREELANCE] Be My Shine (MinWoo’s Love Story)

  1. Sedikit bingung dengan alur ceritanya ==”
    Aku kurang paham author xD

    Tapi karna ini yang main castnya Minwoo, tiba-tiba nyambung aja xD

    Ulala .-. Mungkin aku yang tulatit..
    Ku kira semuanya bakal SadEnding, ternyta gak🙂 ku tunggu Be My Shine ver. yg lain.

    Tapi thor, yg lainnya masa belum di sambung. Yang I’m Your BESTFRIEND xD~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: