[FANFIC/FREELANCE] PRINCE – Chapter 02

i

Title 
: Prince – Chapter 02
Author : Ju J. N.
Genre         : Fantasy dan Romance
Rating          : G
Type   : Chaptered
Main Casts      
: ~ Kwangmin   

  ~ Youngmin

  ~ Eun A (OC)

  ~ Eun Kyo (OC)

  ~ Donghyun

  ~ Lee Hwa (OC)

Author’s Note   : Happy Reading and don’t be silent reader. Di tunggu komen-komen positifnya ^^

 

Author POV

Perlahan pintu kereta kuda  terbuka, mereka tidak dapat melihat siapa yang akan turun karena terhalang pintu kereta akan tetapi mereka dapat melihat sebuah kaki indah turun dari kereta tersebut dengan menggunakan sepatu yang cantik serta gaun putih panjang yang menjuntai. Turunlah seorang gadis cantik bergaun putih dengan rambut hitam panjang dan penuh kelembutan. Setelah gadis itu turun dari kereta, ada seoranglagi turun dari kereta itu dengan kaki indah dan gaun hitam menjuntai dengan wajah yang mirip dengan gadis bergaun putih tadi. Jika gadis bergaun putih itu berwajah penuh kelembutan, gadis bergaun hitam ini memiliki aura yang sangat kuat dan terlihat benar dari pancaran matanya dia adalah gadis yang pemberani, tentunya dengan wajah cantik penuh percaya diri.

Kedua gadis itu mengikuti seorang laki-laki yang berusia sama dengan Raja di Kerajaan KIM yaitu Donghyun. Laki-laki tersebut berjalan kearah Donghyun, Donghyun pun tersenyum melihat laki-laki itu menghampirinya dan berkata “Ya Lee Hwa, lama kita tidak bertemu”. Laki-laki tersebut adalah raja dari kerajaan LEE yaitu Lee Hwa.

“Bagaimana kabarmu Donghyun?” kata Lee Hwa sambil menjabat tangan Donghyun.

“Seperti yang kau lihat, aku sangat sehat” kata Donghyun “oh…siapa kedua gadis ini?” sambung Donghyun sambil menatap kedua gadis bergaun putih dan hitam yang mengikuti Lee Hwa.

“Mereka adalah putri-putriku, putra mahkota tidak dapat ikut kemari jadi aku membawa kedua putriku untuk menghadiri pertemuan ini lagi pula mereka ingin sekali melihat suasana di negri ini” kata Lee Hwa.

“Dia adalah putri tertuaku, Eun Kyo” kata Lee Hwa sambil memperkenalkan gadis bergaun putih.

“Dan dia adalah putri keduaku, Eun A”  kata Lee Hwa memperkenalkan gadis bergaun hitam.

“Anyeonghaseo….suatu kehormatan bagi kami bisa hadir di pertemuan ini” kata Eun Kyo dan Eun A bersamaan.

“Ya ya ya….tunggu, apa kalian kembar, kalian terlihat mirip sekali” kata Donghyun.

“Banyak yang mengira seperti itu, mereka adalah kakak beradik. Eun Kyo lebih tua satu tahun dari Eun A, bukankah kakak beradik memang harusnya berwajah mirip hahaha” ucap Lee Hwa kepada Donghyun.

“Ne…oh aku perkenalkan kedua putraku, dia adalah Putra Mahkota Youngmin dan dia adalah Pangeran Kwangmin” kata Donghyun memperkenalkan Youngmin dan Kwangmin yang sedari tadi berada di blakang Donghyun.

“Wah putramu ini tidak bisa dibedakan, bagaimana bisa membedakan antara Youngmin dan Kwangmin? mereka kembar? kau pasti menghadapi hal sulit untuk memutuskan siapa yang menjadi Putra Mahkota” tanya Lee Hwa.

“Benar, rasanya sulit sekali. Tapi mereka berdua mempermudahnya. Kau hanya perlu sering berinteraksi kepada mereka, secara fisik memang sama tapi kepribadian mereka berbeda. Mari silahkan masuk ke aula” kata Donghyun sambil mempersilahkan mereka masuk.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Youngmin POV

                Semenjak melihat Eun Kyo turun dari keretanya hingga saat ini aku hanya bisa terdiam, rasanya jantungku berdegub tak seperti biasanya. Rasanya aneh sekali, di ruang pertemuan tadi aku hanya bisa menatapnya dalam. Entah mengapa rasanya hatiku lumer ketika melihatnya, begitu cantik dan lemah lembut, senyumnya sangat cantik “Kyaaaaaaaaaa…..” rasanya aku frustasi dan akupun mengacak-acak rambutku, sepertinya aku benar-benar frustasi.

“Ya! Kau mendadak gila?” tanya Kwangmin yang datang menghampiriku.

“Hampir” jawabku singkat sambil menghela nafas.

“Apa kau bilang? Aku tidak berminat untuk jadi Putra Mahkota jika kau mendadak gila” kata Kwangmin dan akupun malas membalas ucapannya.

“Kenapa kau mendadak menjadi pendiam di pertemuan tadi? Biasanya kau sangat talk active sekali dan suka menebar karisma dimana-mana” kata Kwangmin.

“Entahlah” jawabku singkat.

“aku tadi sempat berbincang-bincang dengan Eun Kyo, dia benar-benar putri yang pintar dan cantik, pengetahuannya sangat luas. Aku kagum padanya” kata Kwangmin yang memuatku tersontak karna menyebut nama gadis itu.

“Hei apa saja yang kau lakukan dengan Eun Kyo? Kalian membicarakan apa? Kau tidak menyukainya kan?” tanyaku dengan cepat.

“Aaaaa…… benar dugaanku, kau menyukainya hyung? Sejak bertemu melihatnya kau tiba-tiba menjadi pendiam dan kedua matamu itu selalu menatapnya” kata Kwangmin yang membuatku agak kesal karna dia menjebakku.

“Ya sepertinya aku menyukainya” kataku.

“Lalu kenapa kau hanya diam saja?” balas Kwangmin.

“Entahlah, tiba-tiba aku merasa gugup di depannya” kataku ke Kwangmin.

“Hei sejak kapan hyungku ini gugup di depan seorang gadis, biasanya kau sangat percaya diri sekali dihadapan para gadis dan tentunya kau suka tebar karisma. Kau benar-benar menyukainya nampaknya. Jika kau hanya diam kau tidak akan mendapatkannya hyung” kata Kwangmin.

“Hei….. kau tidak menyukainya kan kwang? Kita tidak mungkin kan berebut gadis?” tanyaku ke Kwangmin dan Kwangminpun tiba-tiba terdiam. Oh God apa yang aku lakukan jika adikku juga menyukainya, aku tidak ingin melukai hatinya dan hatiku sendiri hanya demi gadis tapi aku rasa aku benar-benar menyukainya.

“Kwangmin-ah, kenapa kau diam saja, katakan sesuatu. Kwang, kau menyukainya? Kau menyukai Eun Kyo?” tanyaku kepada Kwangmin tapi dia hanya diam, jantungku berdegub lebih kencang. Mengapa Kwangmin hanya terdiam di depanku, Kwangmin-ah tolong jangan menghancurkan perasaanku. Bagaimana bisa kita menyukai gadis yang sama.

“Ya! Kwangmin-ah jawab pertanyaanku, jangan hanya diam” tanyaku kepada Kwangmin tapi tidak ada sepatah katapun keluar dari bibirnya, yang membuatku semakin khawatir. Tanpa mengucapkan apapun Kwangmin duduk di kursi panjang yang ada di ruangan ini, akupun mendekatinya dan duduk disampingnya. Mengapa ia memasang muka serius seperti ini?

“Hyung?” kata Kwangmin lalu menghela nafas.

“Apa?” jawabku singkat.

“Aku…aku…” kata Kwangmin sambil menatapku lalu tertunduk.

“Apa? Jangan seperti ini, kalau begini kau membuatku frustasi” kataku.

“Baiklah Hyung aku akan mengatakan apa yang aku rasakan kepadanya” kata Kwangmin dengan raut wajah serius.

“Baiklah adikku, katakan yang sejujurnya kepada hyung. Nanti kita akan membicarakannya secara baik-baik, bagaimanapun juga hubungan kita tidak boleh retak hanya karna seorang gadis” kataku.

“Hyung…. Sejujurnya aku tidak memiliki perasaan apa-apa terhadapnya he he he….dia bukan tipeku, kenapa mukamu sepucat itu ha ha ha ha ha…..” kata Kwangmin dengan memasang wajah tanpa dosanya itu yang membuatku senang dan kesal secara bersamaan.

“YAAA!!!! Kwangmin-ah lalu kenapa sejak tadi kau memasang ekspresi seperti itu?? YAASHHH!!! Kau benar-benar membuatku takut, kau mengerjaiku hah??” kataku kepada Kwangmin dengan nada tinggi.

“Ha ha ha ha… I’m so sorry Hyung aku hanya ingin menggodamu saja ha ha ha ha…… karna dari tadi kau sangat gelisah” kata kwangmin yang membuatku kesal karna dia mengerjaiku.

“Dasar kau ini, pangeran idiot!!! Bisa-bisanya kau mengerjai Hyungmu” kataku dan masih merasa kesal kepada laki-laki yang wajahnya sama dengan wajahku ini.

“Ha ha ha mianhae….ha ha ha…. Sudahlah ini sudah waktunya makan malam, appa pasti telah menunggu kita” kata Kwangmin.

“Baiklah, tapi ingat kau masih membuatku kesal Kwangmin-ah” kataku sambil bangkit dari kursi panjang itu dan bergerak menuju ruang makan kerajaan.

“Ya hyung, mianhae…. Ah kau ini tidak punya rasa humor sekali” kata Kwangmin sambil mengejar langkahku.

“Humormu tidak lucu sama sekali Kwangmin-ah, aku akan menghajarmu” kataku datar.

“Sudahlah kau tidak pernah bisa mengalahkanku hyung. Aku akan memberi tahu apa yang aku bicarakan kepada Eun Kyo tadi, kau ingin tau tidak?” kata Kwangmin yang berhasil menarik perhatianku.

“Baiklah kau akan menceritakannya kepadaku kan adikku? Kataku kepada Kwangmin sambil tersenyum.

“he he he he baiklah….” Kata Kwangmin dan sambil menuju ke ruang makan kerajaan kami membicarakannya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

                Di ruang makan kerajaan KIM, Youngmin terkejut karna dia tak mengira kalau Eun Kyo ada disana, karna harusnya semua tamu kerajaan sudah pulang ke negaranya masing-masing. Donghyun yang melihat kehadiran Youngmin dan Kwangmin berkata “Kemana saja kalian, membiarkan kami menunggu”.

“Mianhae appa tadi aku dan Kwangmin membicaraka sesuatu sebentar” kata Youngmin.

“Raja Lee Hwa akan segera pulang tapi kedua putrinya ini akan tetap berada disini untuk beberapa hari, karna mereka akan belajar tentang tata Negara bersama Jeongmin” kata Donghyun kepada Kwangmin dan Youngmin. Terlihat jelas raut wajah Youngmin yang bahagia dan membuat Kwangmin tertawa pelan.

“Aku harap kalian bisa menjaga putri-putriku beberapa hari saja, sebelumnya saya minta maaf jika kedua putriku merepotkan kalian” kata Lee Hwa kepada keluarga Donghyun.

“Anda tidak perlu cemas, aku dan adikku akan membantu putri-putri anda selama mereka disini” kata Youngmin.

“Terimakasih atas perhatian putra mahkota, saya merasa lega. Aku titipkan putri-putriku kepada kalian. Eun Kyo cukup dewasa, hanya Eun A terlalu pemberani dan tak selembut kakaknya” kata Lee Hwa.

“Appa!!!” sanggah Eun A.

“Ha ha ha ha…tapi walau begitu putriku yang satu ini sebenarnya memiliki hati yang baik dan lembut” kata Lee Hwa.

“Aku akan menganggap Eun A seperti adikku sendiri” kata Youngmin dan membuan Eun Kyo tersenyum kepadanya atas pernyataannya tadi dan Youngminpun ikut tersenyum melihat Eun Kyo.

“Adik??? Cih… Adik kepalamu, dua lelaki kembar ini benar-benar” kata Eun A pelan dan hanya dia saja yang bisa mendengarnya.

“Kau terlalu banyak bicara hyung, kau tidak ingat satu jam yang lalu betapa pengecutnya dirimu hahaha” kata Kwangmin berbicara pelan kepada Youngmin.

“Diam kau, aku akan mengurus Eun Kyo dan kau urus Eun A, biar dia tidak menempel terus pada eonninya” kata Youngmin kepada Kwangmin dengan nada sama pelannya agar hanya mereka berdua yang bisa mendengar.

“Mwo?? Kenapa aku harus mengurus Eun A? Sepertinya dia gadis yang galak, aku tidak mau” kata Kwangmin.

“Kau harus membantu hyungmu kwangmin-ah, walaupun dia terlihat galak tapi dia gadis yang cantik bukan? Anggap saja perempuan galak itu seksi, ok?” bisik Youngmin.

“Kenapa tidak sekalian saja kau bilang nenek-nenek galak juga seksi, mungkin kau juga beranggapan anjing galak juga seksi” balas Kwangmin.

“Sudahlah bantulah Hyungmu ini” kata Youngmin.

“Ah kau ini, baiklah” kata Kwangmin.

“Aigoo adikku yang satu ini bagaikan malaikat” kata Youngmin sambil tersenyum manis yang dibuat-buat.

“Sudahlah jangan bertingkah menjijikan seperti itu” kata kwangmin yang membuat Youngmin tertawa.

Eun A POV

                Mengapa kedua laki-laki kembar itu mencurigakan sekali, berbicara berbisik, apa yang mereka bicarakan? awas saja kalau mereka berbuat macam-macam kepadaku dan eonni. Walau aku perempuan aku juga tau bagaimana menghajar orang, ya walaupun tidak terlalu pandai setidaknya aku bisa.

“Eonni, sebaiknya kita harus menjaga jarak dari dua lelaki kembar itu” kataku kepada Eun Kyo Eonni, sambil berbisik agar tidak ada yang mendengar.

“Hei jaga bicaramu Eun A, mereka putra mahkota dan pangeran” kata Eonniku.

“Kita juga seorang putri” kataku cepat.

“Lalu apakah pantas seorang putri berbicara seperti itu?” kata Eun Kyo Eoni yang membuat sedikit merasa telah berkata salah, seperti itulah eonniku yang aku pikir dia terlalu baik. Memang dia sangat baik tapi aku tidak ingin seperti dia, aku lebih suka menjadi diriku sendiri seperti ini, karna menjadi orang yang terlalu baik itu akan mudah dibodohi. Aku harus bisa menjaga diri jadi aku lebih suka menampakkan sisi yang lebih kuat dibanding eonni dan aku bisa menjaganya juga.

“he he he mianhae eonni, aku akan menjaga bicaraku” kataku sambil sedikit tertawa.

“Kita berada di kerajaan KIM bukan di kerajaan LEE jadi kau harus bersikap baik Eun A” kata eonni.

“Iya aku tau, tapi kita harus berhati-hati. Sedari tadi putra mahkota menatapmu eonni, membuatku curiga” kataku.

“Jangan terburu-buru menyimpulkan sesuatu, kau selalu saja begitu” kata eonni kepadaku.

“Neeeeee……….. “ kataku dengan nada malas.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

                Donghyun, Youngmin, Kwangmin, Eun Kyo, Eun A dan beberapa pengawal istana mengantarkan Lee Hwa di depan kastil untuk kembali ke kerajaan LEE.

“Aku menitipkan kedua putriku kepadamu Donghyun, dan kalian (Eun Kyo dan Eun A) baik-baiklah disini” kata Lee Hwa

“Tenang saja Lee Hwa, mereka akan baik-baik saja disini” kata Donghyun.

“Aku percayakan kedua putriku kepadamu Donghyun, dan Eun A jagalah eonnimu” kata Lee Hwa dari Donghyun beralih ke Eun A.

“Siap paduka raja, Eun A akan menjaga Eun Kyo Eonni dengan baik” kata Eun A sambil tertawa kepada appanya.

“Appa!! Bukan Eun A yang menjagaku tapi aku yang akan menjaga Eun A” kata Eun Kyo sambil cemberut kepada appanya yang membuat appanya tertawa.

“Ha ha ha ha…. Eun A lebih tangguh darimu Eun Kyo, baiklah kalian harus saling menjaga putri-putriku” kata Lee Hwa kepada kedua putrinya dan memeluk kedua putrinya.

“Baiklah aku akan pergi, sampai jumpa lagi Donghyun dan Youngmin Kwangmin atau Kwangmin Youngmin, ah kalian berdua membuatku bingung ha ha ha ha” kata Lee Hwa yang membuat Youngmin dan Kwangmin tertawa karna bingung membedakan mereka berdua.

“Ne hati-hati dalam perjalanan Lee Hwa” kata Donghyun.

“Hati-hati appa, aku akan merindukanmu” kata Eun A dan diikuti anggukan dari Eun Kyo yang menandakan dia ingin mengatakan hal yang sama kepada appanya.

Lee Hwapun menaiki kereta kudanya untuk kembali ke kerajaan LEE, Eun Kyo dan Eun A hanya menatap kereta kuda yang dinaiki appa mereka yang telah berjalan jauh. Haripun sudah gelap dan udara telah menjadi dingin.

“Baiklah putri-putri yang cantik, pelayan istana telah menyiapkan kamar untuk kalian, beristirahatlah sepertinya hari ini hari yang panjang untuk kalian” kata Donghyun.

“Ne… kamsahanida Paduka Raja” kata Eun Kyo dan Eun A bersamaan.

“Anda pasti juga sangat lelah paduka, telah menyiapkan acara pertemuan ini” kata Eun Kyo.

“Jujur saja memang sedikit melelahkan hahaha….. Kalian beristirahatlah, Youngmin dan Kwangmin akan mengantar kalian. Aku masih akan menghadiri pertemuan untuk mengevaluasi pertemuan hari ini bersama penasehat kerajaan” kata Donghyun. Youngmin, Kwangmin, Eun Kyo dan Eun A membungkuk 10 derajat kepada Donghyun dan Donghyunpun pergi dengan di iringi oleh beberapa pengawal kerajaan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kwangmin POV

Setelah appa pergi meninggalkan kami berempat, Youngmin pun menjalankan missinya. Diapun mulai berbicara kepada Eun Kyo. Sepertinya dia benar-benar berusaha untuk mengambil hati Eun Kyo, baguslah kepercayaan dirinya mulai bangkit.

“Sebaiknya kita segera masuk ke kastil, hari sudah sangat gelap dan dingin” kata Youngmin.

“Sudah tau disini sangat dingin, kenapa tidak dari tadi malah kau ngobrol dengan eonni” kata Eun A, wah perempuan ini sungguh berani sekali berbicara seperti itu, benar-benar berbeda dengan Eun Kyo.

“EUN A!!!!!” kata Eun Kyo  dengan nada agak tinggi, sepertinya dia berusaha memberikan peringatan kepada adiknya.

“Maaf Putra Mahkota dan Pangeran, adikku memang kurang sopan” kata Eun Kyo kepadaku dan Youngmin.

“Tidak masalah putri, o iya…panggil aku Youngmin dan dia Kwangmin, jangan terlalu kaku” kata Youngmin.

“Kalau begitu panggil aku Eun Kyo dan dia Eun A saja, tidak usah terlalu formal terhadap kami” kata Eun Kyo.

“Kau bisa membedakan kami?” tanyaku kepada Eun Kyo .

“Sedikit sulit tapi menurutku Kwangmin memiliki suara yang lebih dalam dari Youngmin, dan warna rambut Youngmin lebih cerah dibanding Kwangmin. Mungkin karna kami baru sekali ini bertemu kalian jadi kami tidak benar-benar tau” kata Eun Kyo.

“kau tepat sekali putri, mari aku antar kau tempatmu beristirahat” kata Youngmin sambil mempersilahkan Eun Kyo berjalan bersamanya. Ya hyung kau ingin melangkah lebih jauh hah? Membuatku ingin tertawa saja, batinku.

“Baiklah putra mahkota…. Jika kau memanggil aku putri, aku kan memanggilmu putra mahkota” kata Eun Kyo kepada Youngmin.

“Ha ha ha ha…… mari-mari silahkan lewat sini” kata Youngmin yang mengisyaratkan agar Eun Kyo mulai berjalan bersamanya, tadi kau benar-benar seperti pengecut dan sekarang kau benar-benar tanpa ragu dan sungkan mendekatinya kataku dalam hati.

“Hei apa-apaan putra mahkota itu, sok sekali terhadap eonni ku” kata perempuan di belakanku. Ah sepertinya kita melupakan seseorang lagi, satu putri galak tertinggal.

“Hei…kau… pangeran Kangmin, kakakmu itu aneh sekali ah sebenarnya kau juga aneh” katanya kepadaku, perempuan ini sangat blak-blakan sekali, berbeda dengan kakaknya.

“Namaku Kwangmin bukan Kangmin!” kataku kesal. Kenapa hyung menyuruhku mengurusnya? Belum apa-apa sudah membuatku kesal saja.

“Ah baiklah Kwangmin-ah, kenapa Kakakmu membawa eonniku pergi dan meninggalkanku, apa maksud perbuatannya itu” kata Eun A.

“Yak kau ini seorang putri bukan sih, sepertinya dipertemuan tadi kau sangat sopan sekali mengapa sekarang kau berbicara seperti ini. O iya aku lebih tua satu tahun darimu, aku seumuran eonnimu jadi kalau kau tidak memanggilku pangeran setidaknya panggil aku oppa” kataku.

“Oppa?? Kau terlalu aneh untuk dipanggil oppa” katanya yang membuatku kesal.

“mwo??? Aneh??? Kau ini benar-benar…..” saking kesalnya aku tidak bisa melanjutkan perkataanku, benar-benar berbeda dengan kakaknya. Karna aku malas berbicara padanya akupun pergi meninggalkannya.

“Hei Kau!!!! Pangeran aneh!!! Mengapa Kau meninggalkanku??? Aku harus pergi kemana???”

Aishhhh…   Aku lupa kalau harus mengantarnya. Kenapa hyung meninggalkanku berdua saja dengannya, menyebalkan sekali. “Lalu apa yang kau dengan hanya diam disitu, cepat ikuti aku” kataku kepada Eun A yang masih di depan kastil. Diapun berlari menghampiriku yang telah berada di dalam kastil dekat pintu utama. Akupun menunggunya menghampiriku tapi aku tidak memandangnya, hanya mengalihkan pandanganku darinya yang sedari tadi membuatku kesal dan tiba-tiba * BRUUUUKKKKKKKKK* aku melihat ke sumber suara itu dan ternyata aku melihat Eun A terjatuh.

“Aaaaahhhh…..aku sudah bilang kepada eonni kalau gaun ini sangat merepotkan dan akhirnya gaun ini membuatku terjatuh, menyebalkannnn!!!!!!” kata Eun A, dan sekarang gadis itu mulai mengomel sendiri. Hah sepertinya aku harus memastikan keadaannya, baru satu hari dia disini jangan sampai ada masalah. Akupun berlari menghampirinya.

“Ya!! Gwenchana??” tanyaku kepadanya.

“Aku tidak apa-apa” kata Eun A katanya dengan ketus.

“Baguslah kalau begitu jadi aku tak perlu repot-repot mengurusmu, cepat jalan ini sudah sangat larut” ucapku sama ketusnya seperti dia.

“Aaaahhhhh…..kakiku” kata Eun A yang berusaha berdiri tapi terduduk lagi, sepertinya kakinya terkilir.

“Diamlah disitu dan lepaskan sepatumu, kakimu terkilir” ucapku dan akupun melihat kakinya, untung saja aku tau bagaimana memijat kaki yang terkilir.

“Ya!!! Apa yang kau lakukan??” katanya saat aku menyentuh kakinya.

“Diamlah aku akan menyembuhkan kakimu” kataku.

“Haruskah aku percaya kepada perkataanmu” balasnya.

“Baiklah akan ku tinggalkan kau disini” kataku sambil berdiri dan akan meninggalkannya.

“Ya!!! Jangan tinggalkan aku disini, aku percaya kepadamu” katanya, ah benar-benar gadis ini membuatku repot.

“Diamlah dan tahan” kataku sambil memegang kakinya yang terkilir.

“Tahan apa????? AAAaaaaaaaaa!!!!! Kau apakan kaki ku Pangeran Aneh??? Itu sakit sekali” katanya ketika aku menarik kakinya untuk memulihkan kakinya.

“Coba gerakan kakimu” perintahku.

“Hah sepertinya ini berhasil, kakiku tidak sakit lagi” katanya sambil tersenyum, cantik sekali jika dia tersenyum, ah sudahlah apa peduliku.

“Ayo cepat bangun aku akan mengantarkanmu ke kamarmu dan eonimu” kataku berdiri dan mulai berjalan.

“Hei pangeran, kakiku memang bisa digunakan tapi aku tidak bisa berjalan dengan cepat, kakiku masih terasa sedikit aneh” katanya dengan nada rendah.

“ahh benar-benar gadis ini merepotkanku” kataku pelan, akupun menghampirinya dan berjongkok di depannya.

“cepat naik” kataku.

“mwo??” Eun A bingung  melihatku.

“Cepat naik, aku akan menggendongmu, setelah sampai kamar aku akan menyuruh pelayan membantu memijat dan mengompres kakimu agar kembali seperti semula” kataku.

“Ne….. tapi apakah tidak apa-apa aku naik dipunggungmu??” katanya, sepertinya nada bicara galaknya sudah hilang.

“Jelas saja kau akan membuat punggungku pegal, cepatlah jangan banyak bicara aku akan segera mengantarmu ke kamarku dan aku juga akan segera beristirahat” kataku dengan nada kesal.

“Ne…. Arraso…. Mianhae Oppa aku merepotkanmu” kata Eun A dan mulai bergerak mendekatiku.

Tunggu dia bilang “Oppa” hah lucu sekali, mungkin karna aku menolongnya jadi dia mau memanggilku oppa.

“Oppa, aku tidak bisa naik kepunggungmu dengan gaunku ini, ini membuatku sedikit kesulitan” katanya.

“Baiklah” aku menggunakan kedua tangan dan lenganku untuk mengangkatnya.

“Oppa Mianhae aku benar-benar merepotkanmu” katanya.

“Kemana perginya Putri galak tadi” kataku pelan.

“Ne…???kau bilang apa?” tanya Eun A.

“Tidak apa-apa, jangan banyak bergerak kau akan membuatku kerepotan” kataku.

“Oh baiklah, mianhae…..” katanya.

“Jangan bilang mianhae lagi, aku bosan mendengarnya” kataku.

“he he he ne oppa” kata Eun A sambil tersenyum.

~~~~~ TO BE CONTINUED ~~~~~

This entry was posted by kepangmusic.

12 thoughts on “[FANFIC/FREELANCE] PRINCE – Chapter 02

  1. AIGGGGGGOOOOOOO…..
    Suami ku Youngmin genit banget…….
    ” Q : Bang.. bang inget istri bang,, aku mau kamu kemanain… YM : kapan kita nikah..??? Q : * tepar * ”
    Lanjuttttt thor ceritanya SERRRRRUUUUU…
    Kwangmin keren bgt….
    Jangan lama-lama ya…. ^^

    • situ nikah sama youngmin??? kok author g diundang sih, kan author gebetannya kwangmin #eaaaa😀
      masa youngmin baru segitu doang udah dikatain genit, siap2 envy di part selanjutnya brarti, ini masih pemanasan part selanjutnya lebih seru😀

  2. Aiggoooo….
    Brarti undanganya disembunyi’in Kwangmin oppa..
    Perasaan udah ak titipin dia dehhh….
    Hehehehehe biasa lahhhh….

    Waaaa ada apa di part berikutnya….???
    Author please jgn bikin aku terbakar cemburu….
    #LEBAy…
    Aku tunggu kejutanya…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: