[FANFICT/FREELANCE] A Little Stray Cat – Chapter 01

Title 
: A Little Stray Cat – Chapter 01
Author : Rae In
Genre         : Romance dan Comedy
Rating          :
Type   : Chaptered
Main Casts      
: ~ Go Yanggi
  ~ Jo Youngmin
Other Casts : ~ Kang Jihun (OC) 

  ~ Kim Donghyun

  ~ Hyunseong

  ~ Kwangmin

  ~ Bora SISTAR

sedikit basa-basi: annyeong haseyo yeoreobun *bow*, ini pertama kalinya saya ngirim FF ke blog ini, masih pemula tentunya ._.v. jadi, mianhae kalo ni FF gajenya minta ampun dan serba kekurangan lainnya, saya bakal berterima kasih banget kalau ada yang merelakan matanya melihat hasil karya saya yang (mungkin) ga jadi ini

~~~~

Go yanggi POV

SRAK!

Seseorang menepis buku yang baru kutulis dengan kasar hingga jatuh dari mejaku, aku sudah 1 tahun mengenalnya… siapa lagi kalau bukan Kang Jihun, putri konglomerat yang terkenal sombong & kasar (di sekolah ini), “ya! sampai kapan kamu berkutat dengan bukumu yang usang itu? kucing jelek??” katanya menghina. Ya, mungkin ada yang tahu kalau arti dari namaku adalah ‘Anak kucing’, memang aku juga merasa nama itu cocok denganku. Aku ini pemalu & penakut, mataku yang besar dan tajam ini juga semakin membuatku cocok dengan nama itu…

Aku hanya bisa terdiam dan mengambil buku tulisku yang terjatuh, tapi yeoja itu malah menendang bukuku, semua murid-murid di kelas mulai menertawaiku. Sesuai sifatku itu, aku tidak pernah berani berbicara pada orang lain dan bahkan menatap mata orang pun tidak, karena aku sepenakut itu aku sering jadi bahan tindasan oleh jihun. “yaa! apakah kamu bisu? bukankah yang namanya kucing itu selalu mengeong?” katanya lagi. ‘cukup, aku ini manusia, bukan kucing…’ batinku. Aku langsung beranjak dari kursiku dan mengambil buku tulisku dengan cepat.

~~~~~

Pagi ini aku menjadi petugas piket, aku masuk ke sekolah sambil menguap karena harus bangun lebih pagi. “yanggi-ah, bawa kapur ini ke kelasmu”, sosaengnim memberiku 3 kotak kapur, “ne…” jawabku pelan sambil menunduk. aku langsung berjalan sambil memegang kotak kapur itu di tanganku, aku berjalan sambil menunduk, sehingga aku tidak menyadari ada seseorang di depanku….

BRAAK!

“ah… apho…” ringisku kecil, aku segera meminta maaf pada orang yang kutabrak itu, “mi…mi…” kataku terbata-bata, “yaa, keraskan sedikit suaramu. aku tidak kedengaran”, katanya, “mi….”. tiba-tiba orang itu menepuk kedua pipiku dan mendekatkan wajahku padanya, “apa? aku tidak mendengar…” katanya sambil menatapku dalam. Aku hanya bisa menutup mataku rapat-rapat, wajahku pasti sudah merah sekarang ditambah lagi dilihat banyak orang. “Mianhae…”, dia membantuku berdiri dan membereskan kapur di lantai. aku melihat name tag di seragamnya, tulisannya ‘jo youngmin’… kalau dilihat rambutnya sedikit coklat dan matanya besar sekali.
Dia memberiku 3 kotak kapur tadi dan membungkuk padaku, “ga…gamsahamnida…” ucapku pelan.~~~~~

Youngmin POV

Baru saja ada anak perempuan menabrakku, dia tampak pemalu sekali, dia terus menerus menunduk, berbicara terbata-bata dan bahkan tidak mau melihat lawan bicaranya. Aku tidak begitu jelas melihat wajahnya karena rambutnya yang panjang. Ah, aku lupa menanyakan namanya, seragamnya juga kotor terkena kapur, aku harus meminta maaf…

~~~~~

Go yanggi POV

“ya, go yanggi. kau begitu tidak tahu diri!!” teriak jihun begitu dia memanggilku ke koridor sekolah, Aku menunduk dan berkata dengan pelan “apa salahku kali ini?”. dia hanya mengela napas dan tersenyum meremehkan, “apa salahku kali ini? BERANINYA KAMU MENDEKATI YOUNGMIN OPPA!??” teriaknya begitu kencang hingga memekakkan telingaku. Koridor ini sangat sepi sehingga tidak akan ada yang mendengar teriakan yeoja ini.
Youngmin? bukankah dia namja yang kutabrak sekitar beberapa menit yang lalu? “aku hanya tidak sengaja menabraknya…” kataku pelan, menahan tangis, “KALAU BEGITU KENAPA BISA-BISANYA DIA MENDEKATKAN WAJAH JELEKMU DENGAN WAJAHNYA?!!” teriaknya lagi, kali ini lebih kencang. ‘kang jihun, kupikir kau akan masuk RS jika berteriak 2 kali lagi’ batinku. Dia mengeluarkan sebuah pisau kecil dari sakunya, sontak mataku membesar melihatnya, benda yang kecil tapi sanggup membunuh. “dengar, aku sudah muak melihat wajahmu” dia mendekatiku dan mengiriskan pisau itu di pipiku. Aku tidak merasa sakit pada pipiku, karena hatiku lebih sakit dibandingkan ini. “sepertinya mengiris pipimu tidak cukup, apa aku boleh membunuhmu saja?” katanya dengan seringaian yang lebih menyeramkan.
Aku langsung mundur dengan pelan tapi dia mendekatiku lagi, “kalau begitu lakukanlah, memang tidak akan ada yang menangisiku saat aku pergi…” , apa yang bisa kulakukan selain pasrah? Toh aku tidak punya siapa-siapa, kedua orang tuaku meninggal dan aku bersekolah karena beasiswa, semua teman sekelas sering menindasku. Aku memejamkan mataku menunggu dia menusukku dengan pisaunya.
“Geumanhae…” aku mendengar suara seseorang, aku membuka mataku dan menoleh ke arah suara itu, ternyata Jo Youngmin. Tampak jihun langsung gemetar ketakutan dan menjatuhkan pisaunya. “Kang jihun kau sudah menyiksa orang seenaknya layaknya kau seperti orang yang paling berkuasa, kau tahu apa yang akan kulakukan jika kamu melakukan ini lagi?” katanya dingin, “Aku ini anak Presiden Kim Donghyun, bisa meminta ketua yayasan mengeluarkanmu dari sekolah ini dengan mudah”. Mwo?! jadi dia anak presiden?? pantas saja Jihun marah begitu aku mendekatinya (udah gitu tampan pula :p).
Jihun langsung menangis dan berlari pergi. Aku merosot dan terduduk di lantai, kaget karena dia anak presiden juga pertama kalinya melihat Jihun yang keras kepala itu menangis, “neo gwaenchanha?” tanya youngmin begitu mendekatiku, dia mengulurkan tangan untuk membantuku berdiri, aku hanya menunduk dan menerima tangannya. “ah…” ringisku sambil memegangi pipiku, ada darah. Ah iya, tadi Jihun sempat mengiris pipiku…

“mau kuantar ke UKS?” tanyanya, aku langsung pergi tanpa memedulikan dia. Tiba-tiba dia menarik tanganku membuat ku langsung berbalik , rambutku juga tersibak sehingga tidak lagi menutupi wajahku. Aku langsung menunduk dan menutupi wajahku & berlari ke UKS.

~~~~~

Jo Youngmin POV

Aku melihat ada sebuah luka goresan di pipi kirinya, aku berniat mengantarkannya ke UKS sekalian mencuci seragamnya karena terkena kapur. “mau kuantar ke UKS?” tanyaku ramah, tapi dia langsung berjalan pergi tanpa memedulikanku. Aku langsung menarik tangannya, aneh sekali yeoja ini masa menjawab pertanyaanku saja enggan. Dia langsung membalikkan badannya sehingga rambutnya tersibak, aku terpesona melihat wajahnya yang… sangat cantik. Tapi dia malah langsung berlari pergi.

~~~~~

Go yanggi POV

Sejak youngmin-ssi mengancamnya Bomi tidak berani lagi menggangguku, sepanjang hari ini dia terus menerus diam. Aku sangat berterima kasih sekaligus heran dengan youngmin-ssi…

Bel pulang sekolah sudah berbunyi, aku membereskan bukuku dan langsung beranjak keluar kelas, di luar kelas mataku kembali membulat. Jo youngmin… sedang apa dia di luar kelasku? “pulang bareng yuk…” tiba-tiba dia langsung menyeretku keluar, aku menutup wajahku dengan satu tangan begitu orang-orang melihatku.

…….

Begitu diluar gerbang sekolah, youngmin tetap tidak melepas tanganku, sebenarnya mau apa dia? “yaa, namamu siapa” tanyanya, aku hanya terdiam, ‘itu bukan urusanmu’ batinku. “yaa! walaupun ini memang bukan urusanku setidaknya kita harus saling mengenal kan?” katanya diluar dugaanku, ‘aku malas memberitahumu, karena kalau kau tahu kau pasti menertawaiku’ batinku lagi, “memangnya namamu seaneh apa sampai tidak ingin orang lain tahu??” tanyanya lagi hingga membuat kedua bola mataku yang besar ini semakin besar. “n…na…” kataku, entah kenapa lidahku kelu, “apa?” sahutnya. “go… go yang… go yanggi imnida…” kataku sambil menutup mataku rapat, menunggu reaksinya.
“Go yanggi? Anak kucing?” dia mulai merespon, apakah dia akan tertawa? “wah, nama yang bagus. cocok denganmu” katanya memuji, aku membuka mulutku lebar-lebar. pertama kalinya ada orang yang tidak menertawakan namaku! “jinjjayo?” Teriakku girang.

siing…

“ah, ini pertama kalinya kau berbicara dengan suara sekeras itu…” katanya sambil tersenyum, sontak aku menutup mulutku, rasanya berbicara dengannya membuatku nyaman, apa ini artinya aku sudah bisa berbicara dengan suara normal(?)?? (tapi tetap saja aku lebih suka diam)

“oh iya, mengapa rambutmu tidak kau ikat saja?” tanyanya padaku, “Jihun sering bilang padaku kalau mataku jelek dan wajahku tidak menarik dibandingkan dirinya… karena itu aku berpikir mungkin menyembunyikan wajahku akan lebih baik.” kataku. Youngmin tampak memikirkan sesuatu, “bagaimana kalau kamu main ke rumahku sebentar?” . “mwo?”

~~~~~

Author POV

Sesampainya yanggi & youngmin di rumahnya, yanggi langsung terkesima ‘apakah ini istana?’ batinnya kagum, “yaa, jangan berdiri di sini ayo masuk ke dalam” youngmin menepuk pundak yanggi, “aah… yee…”

“aku pulang, bawa teman nih!” kata youngmin sedikit keras, seorang pria membalikkan badannya, presiden Kim Donghyun 0,o” yanggi langsung berdiri mematung di depan pintu, “anakku~~”  teriak presiden sambil merentangkan tangannya dan berjalan menuju tempat youngmin berdiri, “appa~” youngmin juga melakukan hal yang sama. Inikah yang presiden lakukan di belakang publik? batin yanggi sampai ternganga. “yaa! eommamu ini tidak dipeluk juga?” tiba-tiba seorang ahjumma cantik datang, tampaknya dia adalah eomma youngmin. “ah iya, eomma~” kali ini youngmin memeluk eommanya juga

“ooh, yeoja disana… emm… siapa namanya ya?” tanya presiden Donghyun sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya sama sekali tidak gatal, “a…annyeong hase…haseyo… jo… joneun Go… go yanggi imnida…” kata yanggi tergagap, benar-benar memalukan TT_TT “ba..bangapseumnida” katanya menambahkan, “oho~ ternyata kamu pandai nge-rapp ya? hahahahah~~” kali ini Istri dari presiden itu malah bercanda dan tertawa,  “ne… ahahahaha…” kata yanggi canggung + garing, ternyata memang benar pepatah ‘like father like son’… batin yanggi

“ah iya, seragammu tadi kotor kan?” sahut youngmin, “bagaimana jika seragammu kucuci?” katanya yang sukses membuat yanggi membuka mulutnya lebar-lebar. “na gwaenchanha! bisa kucuci sendiri di rumah!” yanggi melambai-lambaikan tangannya mencoba menolak youngmin dengan sopan, “eeii, aku sudah menubrukmu tapi tidak bertanggung jawab, itu bukan sifat pria sejati (ceileh), sudahlah anggap saja permintaan maafku!” youngmin berkacak pinggang dan mengernyitkan alisnya. “arrasseo…” yanggi melemaskan tubuhnya, “menginap saja sehari, tidak apa-apa kok!” tambah donghyun dan membuat otak yanggi ‘overload’, “tapi, pak presiden…” yanggi mencoba menolak dengan halus, “jangan panggil aku pak presiden, panggil aku donghyun ahjusshi saja…” sela donghyun. Kini otak yanggi kepenuhan karena kedua ayah-anak yang kompak ini
“panggil aku bora ahjumma juga!” sahut ahjumma yang merupakan eomma youngmin, “Ta.. tapi… bagaimana dengan pelajaran besok? Aku harus mengambil bukuku…. pak presi… eh maksudnya ahjusshi…” yanggi menjaga kata-katanya, “tak usah repot-repot disini banyak tumpukan buku pelajaran, tentunya milik youngmin, anak itu sering menghilangkan barangnya makanya aku sengaja membelikannya lebih banyak” kata donghyun menjelaskan lebih tepatnya seperti membujuk.

Kini yanggi tidak bisa mengelak, tidak ada lagi alasan yang bisa keluar dari mulutnya. Biasanya dia punya 1001-alasan-menolak-permintaan (tapi ini tidak berlaku pada bomi, karena kalau dia menolak sama saja dia cari mati), “arasseo -_-, aku hanya akan menginap sehari saja” yanggi menjawab dengan lemas, “TAPI INGAT, SEHARI SAJA!!” batin yanggi.

~~~~~~

Pagi yang cerah, sinar matahari menembus sela-sela jendela kamar (sementara) dan mengenai wajah yanggi, seolah memaksa gadis itu untuk segera bangun. Tidak tahan dengan cahaya yang menerpa mata indahnya, tentu saja gadis itu langsung terbangun dan mengecek HP-nya. “masih jam 5.30, terlalu pagi..” gumam yanggi. Tiba-tiba yanggi merasa tenggorokannya sangat kering, dia langsung beranjak keluar kamar.
“WUAAA!! ah… ahjusshi??” jerit yanggi begitu membuka pintunya, ternyata disana sudah ada seorang pria (yang ingin yanggi memanggilnya ahjusshi) yang seperti sedang sesenggukan, “a… ahjusshi, sedang apa di depan kamarku??” tanya yanggi begitu selesai menenangkan dirinya yang hampir terkena sakit jantung. Yanggi juga bingung karena pria itu berdiri sambil sesenggukan “tapi wajahnya kocak juga…” batin yanggi.
“Youngmin baru saja cerita padaku kalau kau hidup sendirian, begitu berat beban hidupmu, huaaaaaa!!!!” kini donghyun malah menangis, dan membuat yanggi semakin bingung dan juga panik, detik itu dia sampai terpikir untuk mendorong youngmin ke jurang sekarang juga (itupun kalau dia ada di sini…), “ah…ahjusshi, tenanglah aku tidak merasa keberatan untuk hidup sendiri.. aku sudah terbiasa…” yanggi mencoba menenangkan sambil memberikan beberapa lembar tisu pada donghyun.
“Ini tidak bisa dibiarkan! mana boleh seorang rakyat hidup sebatang kara, Detik ini juga kau tinggal di rumah ini, titik!!” teriak donghyun begitu bercemungudh, eh bersemangat. “perasaan tadi nangis kok sekarang jadi semangat, kemana hilangnya air mata itu?” batin yanggi terheran-teran, tapi kemudia tersadar akan kata-kata donghyun.
“Tunggu, aku tinggal di sini?” yanggi menunjuk ke lantai, donghyun mengangguk. Yanggi mangap dan menunjuk ke lantai lagi, kali ini donghyun mengangguk sambil menunjuk lantai juga *kocak nih si donghyun XD*. “Ti…tidak terima kasih…” katanya “lagipula barang-barangku banyak dan tidak bisa secepat itu dianta….”

Brak!

“nona, barang-barangmu sudah diantar kesini…” kata seorang pelayan yang tentu saja mengejutkan yanggi, “semua?” tanya yanggi, “ya, semua hanya perabotan saja yang tidak diantar” . “lalu?” tanya yanggi lagi, “mulai hari ini, ini kamar anda…” pelayan itu menjawab sambil menunjuk kamar yang baru saja yanggi pakai kemarin. “OH MY GOD!!” batin yanggi sambil termangap lebar, mungkin batu bata pun bisa masuk #pletak

~~~~~

Yanggi duduk di kursi meja makan begitu selesai mandi & ganti baju, “bahkan alat makan pun semuanya lengkap” batin yanggi begitu melihat sendok, garpu & pisau tersusun dari besar sampai kecil di meja, benar-benar mewah.
“yaa, jangan hanya duduk. makanlah!” suara seseorang terdengar, orang itu menepuk bahu yanggi, yanggi sudah kenal suara ini. Dia hanya menghela napas dan mengambil roti panggang di depannya, “gara-gara orang inilah aku kini tinggal di rumah serba mewah ini!” batin yanggi kesal. Youngmin melihat perbedaan ekspresi yanggi, dia tahu kalau gadis yang sedang makan disebelahnya ini sedang kesal, mungkin karena dia memberitahu kondisi yanggi pada ayahnya, yang notabene adalah seorang presiden. “yanggi-ah, mianhae… maaf jika perlakuanku itu membuatmu kesal. Tapi aku benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu… mana ada manusia yang bisa hidup sendirian, benar tidak?” youngmin meminta maaf pada yanggi, tentu saja daripada saling mengacuhkan itu lebih tidak enak.
Yanggi menghela napas lagi, “Arasseo” jawabnya pendek tapi jelas, “apa katamu?” youngmin tertawa kecil, entah kenapa mendengar suara yanggi itu hal yang menyenangkan baginya. “Arasseo!” yanggi menjawab kembali dengan sedikit keras, “apa?” youngmin tertawa lagi. Yanggi menggemeletukkan jari-jarinya menandakan dia sedang bersiap menghajar orang. Youngmin tertawa terbahak-bahak melihat tingkah yanggi yang (sangat) mirip kucing.

“Dia tidak suka dikerjai tapi suka menakuti, namanya benar-benar cocok” batin youngmin sambil menahan tawanya. Yanggi mengambil tasnya dan beranjak pergi, “ahjusshi, aku berangkat dulu” yanggi berpamitan sambil membungkuk 90 derajat, “yaa! jangan tinggalkan aku!” teriak youngmin buru-buru mengejar yanggi yang sudah berjalan keluar.

~~~~~

Yanggi berjalan gontai ke kelasnya, dia melihat ke belakang dan tidak ada youngmin disana. “nampaknya dia sudah masuk ke kelas” batin yanggi lalu menghela napas lagi. Baru saja yanggi menggeser pintu kelasnya tiba-tiba youngmin muncul tepat di belakang yanggi, “Yaa, kalian semua. Jaga dia baik-baik, karena mulai hari ini dia tinggal di rumahku” youngmin langsung ceplas-ceplos begitu yanggi menggeser pintu kelasnya, sontak semua murid perempuan di kelas itu wajahnya nampak syok dan menatap yanggi geram (terutama Bomi), Yanggi langsung menatap youngmin kesal dengan tatapan kenapa-kau-umumkan?! Tapi youngmin hanya mengendikkan bahu dan nge-wink, lalu beranjak pergi.

Wink itu sukses membuat seluruh perempuan di kelas berteriak histeris begitu pintu kelas ditutup youngmin, yanggi berjalan lemas ke kursinya dan mengeluarkan buku pelajarannya, untunglah barang-barangnya sudah diantar semua jadi dia tidak perlu meminjam milik youngmin, mana buku namja cantik itu ditulisi “youngmin”,pastilah dia akan semakin tertindas.

Selang beberapa lama teriakkan histeris para yeoja itu berhenti, dan kini yeoja-yeoja itu menatap yanggi dengan sinis dan tajam, yanggi paling tidak tahan ditatap jadi dia hanya bisa menunduk dan diam. Dia yakin saat istirahat nanti dia akan dalam bahaya besar.

~~~~~

Bel istirahat sudah berbunyi, bagi anak-anak SD atau sejenisnya(?) ini hal yang menyenangkan tapi tidak oleh yanggi, karena ini waktu dimana seluruh jam istirahat dipakai untuk merasa tersiksa. Yanggi mulai memejamkan matanya, mencoba tidak mendengar omelan para yeoja itu nanti, tapi yang dia dengar malah yeoja-yeoja yang memanggil namanya. Yanggi membuka matanya dan melihat semua yeoja di kelas mengelilingi mejanya dan tidak ada ekspresi marah terpampang dari wajah mereka semua. “a…ada apa?” yanggi membuka mulut
Tiba-tiba seorang yeoja nimbrung sambil memegang HP-nya, “yanggi-ah! kumohon dengan sangat,  tolong potret youngmin oppa saat sedang tidur siang, setelah itu kirim ke HP-ku!!” mata yeoja itu berbinar-binar dan membuat yanggi kaget, Memotret seseorang saat tidur siang?? Yeoja-yeoja lain juga ikut menimbrung, entah ada yang meminta tolong untuk memotret youngmin yang sedang makan,dan bahkan ada yang meminta yanggi untuk memakai saputangan mereka hanya untuk ditepuk ke seragam youngmin.

Yanggi benar-benar pusing dan akhirnya menyetujui untuk melakukan permintaan yeoja itu, kini di kantong & tasnya ada banyak Sapu tangan dan hebatnya daftar kontak di HP milik yanggi bertambah drastis.

~~~~~

Yanggi berjalan pulang ke sekolah bareng youngmin, sempat terpikir oleh yanggi kalau itu kesempatannya untuk menjalankan “mission impossible” dari para yeoja di kelasnya. Yanggi pelan-pelan mengambil salah satu sapu tangan dari kantung seragamnya dan langsung menepuknya ke seragam youngmin, youngmin tentu saja langsung menoleh “yaa! tadi kau menempelkan apa?” youngmin menatap yanggi dalam-dalam, “a..ani… perasaanmu kali…”. Entah apa yang dipikirkan youngmin, mungkinkah dia mengira yanggi menempelkan kertas bertuliskan “anak gila” atau “anak bodoh” di seragamnya atau dia menempelkan permen karet? Tentu tidak! yanggi bukan orang yang suka mengerjai orang lain.
Yanggi mengambil satu sapu tangan lagi dan mencoba menepukkannya pada seragam youngmin, dan tiba-tiba youngmin berbalik dan menangkap tangan yanggi. Yanggi benar-nenar terkejut sekaligus malu karena youngmin sudah mengetahui apa yang dia lakukan, “itu apa? sapu tanganmu?” youngmin bertanya, yanggi orang yang benar-benar tidak bisa berbohong jadi dia mengangguk lalu menunduk, “pasti itu karena yeoja-yeoja di kelasmu kan?”, yanggi mengangguk lagi. “lalu kau menyetujui mereka?” kini youngmin menempelkan dahinya di dahi yanggi dan membuat wajah gadis itu bersemu merah

DUAK!

“dasar laki-laki! kau belum tahu ya kalau aku sudah belajar bela diri sejak kecil?! bisa-bisanya kau seenaknya mendekati wajahku!” yanggi berteriak begitu membenturkan dahinya ke kepala youngmin, lalu berkacak pinggang.

STOP! INI HANYA KHAYALAN YANGGI SEMATA!!

“apa aku perlu melakukan itu?? tapi… aku tidak sehebat itu dalam menghajar orang, apalagi sepertinya jantung ini sudah mau meledak 0,o” batin yanggi, “NE!!” akhirnya yanggi berteriak setelah berpikir keras, youngmin begitu kaget mendengar yanggi bisa berteriak begitu kencang, bahkan nenek-nenek pun bisa langsung sakit jantung. “kau tidak perlu mengambil saputangan meraka, aku kan tinggal beli saja sapu tangan untuk semua yeoja di kelasmu, kau ini bagaimana sih -_-” youngmin menutup telinganya, sepertinya dia akan trauma mendengar teriakan yanggi lagi.

Yanggi hanya mengangguk pelan, “seperti anak kecil” batin youngmin lalu mengelus kepala yanggi pelan

~~~~~

Yanggi POV

“nah, untuk urusan saputangan itu beres, aku yakin semua yeoja benar-benar akan histeris dan menciumi saputangan yang dibelikan youngmin -_-, nah, sekarang tinggal memotret youngmin saat tidur & makan lalu tinggal mengirim foto itu ke semuanya, beres!” batin yanggi sambil mengepalkan tangannya, “yanggi, hwaiting!”

@@@

Aku beranjak keluar dari kamarku dan berjalan ke kamar youngmin dengan pelan-pelan, kubuka pintu kamarnya dengan pelan dan mengintip kamarnya. Baguslah, dia sedang tertidur! Aku mulai memasuki kamarnya dengan berjinjit dan berusaha tidak menimbulkan suara sedikitpun, tiba-tiba badannya bergoyang sedikit. Aku tersentak dan langsung diam di tempat, setelah dia kembali diam aku berjinjit lagi mendekatinya, aku mulai menyiapkan HP-ku dan menyalakan kamera. Tapi, gambarnya terlalu kecil, aku mendekati ranjangnya lagi.

CKREK!

Yes!! misiku berhasil! yey!!, aku berjinjit lagi meninggalkan kamarnya, tapi tiba-tiba youngmin menarik tubuhku sehingga aku kini tiduran di kasurnya. Aku menengok untuk mencoba memastikan apa dia tertidur atau tidak, dan ternyata dia hanya tertidur, berarti dia hanya mengigau. aku beranjak lagi dari kasur dan mencoba turun dari ranjangnya tapi dia malah menarikku lagi dan parahnya kini dia memelukku erat, untungnya Aku sedang membelakangi dia, “aish, eotteokhae?” batinku, dengan cepat aku mengirimkan foto pada salah satu dari mereka, aku tidak bisa berlama-lama.

Saat aku mau menekan tombol send pada yeoja, dia menarikku lagi dan kini dia ada tepat didepanku (anak ini tidurnya buruk sekali). Akhirnya aku menulis pesan singkat di bawah foto itu

to: lee hee ra

subject: none

maaf, tapi tolong kirimkan foto ini ke semuanya aku sedang sibuk sekarang, annyeong…

Aku langsung menekan tombol send dan menghela napas lega, sekarang aku harus pergi dari kamar ini segera! Sebelum namja ini terbangun pastinya.

TRING

Suara dering ponsel terdengar di HP-ku, aku langsung menutup speakernya dengan tanganku. Aku membuka HP-ku dan ada SMS masuk dari hee ra

from: lee hee ra

subject: none

tidak apa-apa kok, gomawo banget fotonya. aaa~ youngmin oppa neomu gwiyeowo >///<  :*

tenang saja, pasti kukirimkan! annyeong~

Huft~ untung anak ini (lumayan) baik, aku langsung melepaskan tangan youngmin dari tubuhku dan beranjak pergi. “ka ji mara!” tiba-tiba youngmin berbicara, dia memintaku untuk tetap disini?? o,O OMG, aku harus mengerjakan PR-ku sekarang!  aku tetap beranjak pergi dan dia langsung terduduk dan memelukku dari belakang, apa dia sedang tertidur atau pura-pura tertidur?
Aku menoleh kebelakang dan melihat dia mulai terbangun, “wuaaa!!” teriaknya begitu melihatku, aku juga terkejut mendengarnya berteriak, “mwoya? kau yang memelukku tapi kau sendiri berteriak begitu melihatku -____-” kataku, “tapi apa yang kau lakukan disini?” tanyanya sambil mengernyitkan alis, “ituu…karena…..ehh…apa ya?” bodoh sekali aku ini!

“jadi begitu?”

“begitu apa?” tanyaku karena dia menjawab dengan setengah-setengah

“Jadi kau lebih suka tidur denganku?” dia menatapku sarkastik

“mwo?! Aniyo!! aku cumaa….”

dia langsung beranjak turun dari kasur dan berteriak

“appa, yanggi bilang dia lebih suka tidur di…”

KRETEK

aku sengaja menggemeletukkan jariku lagi, memang hanya inilah “senjata” yang kupunya, kalau tidak ada efeknya ya sudah, “hahahahaha, arasseo,arasseo” dia hanya tertawa, “aku hanya bercanda kok, biasanya jam segini appa tidak dirumah. wajarlah, ngurusin masalah negara, bla bla bla”. pantas saja dari tadi sepi, hanya ada beberapa pelayan dan kita berdua…

~~~~~

Suhu di musim dingin semakin dingin, aku sengaja memakai sweater dan rok panjang, yah walaupun membuatku sedikit susah berjalan. Untunglah hari ini hari minggu dan aku tidak perlu berjalan kaki 10 menit ke sekolah, intinya inilah hari dimana aku bisa santai seharian. Aku tidur-tiduran di sofa dan memainkan benang dari sweaterku yang lepas, benar-benar mengasikkan bagi jari-jari kecilku.
“Yanggi-ah” youngmin memanggilku, “kenapa?” aku langsung duduk, “temani aku keluar sebentar, aku kan sudah janji mau membelikan saputangan untuk teman-temanmu…”. “mwo? diluar dingin, aku tidak mau! lagi pula ini hari minggu” aku langsung tiduran lagi di sofa, “appa, kemarin yanggi bilang kalau….” youngmin mulai mengadu, huh aku tidak akan tertipu lagi!

“kenapa dengan yanggi?”  ahjusshi benar-benar ada disini 0,o”,

“ara! ara! aku ikut denganmu!!” aku menyerah -_-

“ada apa sih?” tanya ahjusshi
“hehehe, tidak kenapa kok, appa. hanya mengerjai dia saja :p”

“haish, kamu ini! jaga dia baik-baik, kan kau yang mau dia tinggal disini -_-“, hahaha kena kamu diomelin :p

~~~~~

Kami baru saja keluar dari sebuah toko, youngmin menenteng kantung plastik yang penuh dengan saputangan, bahkan ahjumma di kasir sampai bingung melihatnya. “yaa, makan dulu yuk, sudah jam 12 nih!” youngmin sekarang mengajakku makan, “kenapa tidak dirumah saja?” tanyaku. “yah, mumpung masih diluar, kalau kita jalan kaki bisa sampainya 20 menit lagi…” jawabnya santai. tiba-tiba terlintas sebuah pertanyaan di pikiranku

“youngmin-ah…”, aku memanggilnya

“kenapa?”

“aku punya 2 pertanyaan untukmu” aku menunjukkan jadi telunjuk & jari tengahku

“tanya saja, memangnya apa??

“pertama, kenapa kau mau menolongku dan bahkan membiarkanku tinggal di rumahmu?”

~~~~~~

Youngmin POV

“pertama, kenapa kau mau menolongku dan bahkan membiarkanku tinggal di rumahmu?”
aku agak bingung bagaimana menjawabnya, “kau hidup sebatang kara dan tertindas di sekolah bagaimana bisa aku membiarkanmu??”. Aku sering meliat kesedihan di mata yeoja ini, seperti sedang kesepian dan ketakutan, tapi dia selalu menutupinnya dari orang lain. Kalau bagi orang lain, yeoja ini susah ditebak justru bagiku dia ini mudah sekali ditebak. Dia menghela napas, “baiklah, pertanyaan kedua”

“kenapa kita selalu berjalan kaki? bukankah kau punya supir atau semacamnya?”

Aku menelan ludah mendengarnya, memang sejak bertemu dengannya aku jadi lebih suka berjalan kaki. Padahal biasanya aku diantar oleh supir kemanapun aku pergi. Tapi aku tidak bisa mengaku kalau aku ingin berlama-lama dengannya (itu sebabnya aku memilih jalan kaki, soalnya perjalanannya jadi lebih lama). “kan lebih sehat, aku sudah lama tidak olahraga jadi badanku kaku, hehehehe~” kataku membual.
“tapi waktu aku ke kamarmu, kau punya treadmill! masa kau sama sekali tidak menggunakannya? itu kan pemborosan -_-“katanya sambil mengernyitkan alisnya, aaaarrghhh! apa lagi yang bisa kujadikan alasan?? o,O

mungkinkah lebih baik aku berkata jujur? “Baiklah, soalnya kalau berjalan kaki aku lebih bisa berlama-la….”

KRING!

Ah, ada SMS dari appa, gomawo appa!!

From: nae appa ^.~

Subject: none

my son~ apakah kamu lagi nge-date?
hohohoho~ kau sudah keluar sampai 1 jam 30 menit!
kapan kamu pulang? appa akan pergi sebentar
jadi rumah akan sepi (sepi lho, bukan kosong!)

jaga yanggi baik-baik ya, annyeong~

NB: hyunseong ahjusshi akan datang bersama kwangmin nanti sore

hahahaha, dasar appa! cuma minta ditemani kok malah dikira nge-date -.- kubaca SMS itu sampai kebawah…

NB: hyunseong ahjusshi akan datang bersama kwangmin nanti sore

mwo? ahjusshi?? bersama kwangmin? yeeeeyy!!!
“pulang yuk” aku langsung menggandeng yanggi, berjalan ke rumah dengan semangat. Bagaimana tidak senang? kwangmin adalah adik kembarku yang baru pulang dari AS untuk liburan, tapi paspornya hilang disana jadi dia harus mengurusnya beberapa bulan lagi disana -_- dasar mirip sekali denganku, selalu menghilangkan barang
~~~~~~
 

Yanggi POV

Youngmin terlihat sangat girang sedari tadi, apa yang ahjusshi katakan padanya?  youngmin membukan pintu rumahnya dan terlihat youngmin didalam sana, tunggu! youngmin ada di dalam sana? bukankah dia di sebelahku? langsung saja aku menoleh dan disebelahku memang youngmin, jadi yang disana siapa? masa hantu *ya nggaklah!*
“kwangmin-ah!!” youngmin langsung berlari masuk dan memeluk orang yang dipanggil kwangmin itu, jadi mereka anak kembar? “hyung, neomu bogoshipeosseo!!” kwangmin ikut berteriak, aku iri melihat mereka, sungguh! (aku juga ingin punya adik kembar). “ah, mian aku lupa dengan mu yanggi-ah! kenalkan, ini kwangmin adik kembarku. mirip kan?” youngmin mengenalkan kwangmin denganku, dasar, kalau namanya kembar ya mirip lah!  “annyeong haseyo, jeoneun go yanggi imnida, bangapseumnida”

“go yanggi?”, aish! aku lupa

“hahahahahahaha!!!”, benar kan dia tertawa -_- mestinya aku tidak memberi tahu namaku dulu.

PLETAK

“yaa, jaga bicaramu kwangmin-ah”, youngmin baru saja menjitak kepala kwangmin kecil, “hehehehe, apa dia yeoja chingumu, hyung?” kwangmin mengusap bekas jitakan tadi dan bertanya, “ne, dia yeoja chinguku, kenapa?” jawab youngmin tak terduga
Kata-kata youngmin sukses membuatku & kwangmin tergagap hebat, ingin rasanya aku berteriak ‘AKU BUKAN YEOJA CHINGUNYA!’ pada kwangmin, terlihat semburat kecewa di wajah kwangmin, apa dia kecewa karena mengira dia didahului kakaknya? kekanakan sekali!
“oh, iya. hyunseong ahjusshi mana?” tanya youngmin, “dia langsung pergi lagi begitu menginjakkan kaki disini -3-, dia pergi dengan appa” jawab kwangmin sambil memanyunkan bibirnya. “emm, maaf mengganggu pembicaraan, hyunseong ahjusshi itu siapa ya?”
“memanggilku?” tanya seseorang yang sekarang tepat dibelakangku, sontak membuatku menjerit kecil dan menoleh ke belakang, “anda hyunseong ahjusshi?? a…annyeong haseyo,” aku langsung membungkukan badanku secara refleks. ‘sepertinya kalau aku terus disini aku akan sakit jantung’ batin yanggi. “saya wakil presiden, hyunseong” katanya dengan bangga, -__-

“jadi, donghyun ahjusshi… dimana?” tanyaku, “ooh, dia ‘menghilang’ lagi, tentu kau tahu maksudnya ‘menghilangkan’ kan?” jawabnya, aku hanya mengangguk maksudnya menghilang kan berarti dia pergi.

~~~~~

Kwangmin POV

Sesaat setelah youngmin hyung menyambutku dengan pelukan, aku langsung menyadari ada yeoja di depan pintu, dan hebatnya begitu aku melihatnya jantungku langsung berdetak kencang, sungguh! Dia benar-benar cantik >////<

Youngmin hyung melepaskan pelukannya dariku, “ah, mian aku lupa dengan mu yanggi-ah! kenalkan, ini kwangmin adik kembarku. mirip kan?” youngmin mengenalkanku dengannya, dasar,hyung candaannya selalu garing (aku juga sih :p).

“annyeong haseyo, jeoneun go yanggi imnida, bangapseumnida”, aku sedikit terkejut mendengar namanya, Go yanggi itu kan…. “hahahahahahaha!!!” tawaku keras-keras, namanya benar-benar menyesuaikan (kalau dilihat secara fisik)! Kulihat di wajahnya ada semburat antara malu dan menyesal, menurutku nama itu tidak aneh tapi lucu.

PLETAK

tak lama setelah aku berhenti tertawa youngmin hyung menjitakku pelan (dia memang tidak bisa memukulku keras-keras), “yaa, jaga bicaramu kwangmin-ah”, huu youngmin hyung -3- aku tidak bicara tapi tertawa :p. kuusap bekas jitakannya tadi, “hehehehe, apa dia yeoja chingumu, hyung?” tanyaku, aku agak mencurigainya karena ini pertama kalinya dia membawa perempuan ke rumahnya, tapi kalau selama aku di australia sih aku tidak tahu…

“ne, dia yeoja chinguku, kenapa?” jawabnya tak terduga, rasanya seperti ada batu besar menimpa kepalaku. Benar kah yeoja (yang membuatku langsung jatuh cinta) ini yeoja chingu hyungku sendiri?

~~~~~~

Yanggi POV

Aku benar-benar kesal setengah mati karena kata-kata namja itu (youngmin) tadi, sudah kedua kalinya dia membuatku kesal. Sepertinya aku memang terlalu baik, aku bahkan tidak bisa memarahi orang, palingan ngambek.

Youngmin menoel bahuku lalu berbisik, “yaa, kau marah?”, sudah tahu marah kau masih bertanya. Aku hanya membuang muka lalu langsung pergi ke kamarku, walaupun aku merasa kasihan juga padanya T.T

~~~~~~

Youngmin POV

Ternyata benar dia marah (untuk kedua kalinya), dan parahnya sekarang dia bahkan tidak mau berbicara denganku, tolol sekali aku ini harusnya aku tidak ngaku-ngaku. Padahal aku cuma bercanda dan ternyata ditanggapi serius olehnya. Dan sekarang kwangmin terheran-heran melihatku begitu murung di kamar -.- “kenapa hyung?” tanyanya lalu duduk disebelahku, “biasanya kau suka mondar-mandir sana sini udah gitu bisa koprol tiba-tiba(?)” lanjutnya.

Pletak

“itu kan kamu yang suka koprol!”

“hehehehe”, dia hanya tertawa kecil setelah aku menjitaknya lalu aku menghela napas.

“waeyo hyung! kau dari tadi hanya menghah-hih-huh saja! beritahu aku!” kini dia menggoyang-goyangkan badanku. “ara! ara! aku beritahu nih!” akhirnya aku menyerah, dasar aikku ini apa aja pengen tahu, “Ini sudah kedua kalinya aku membuat yanggi marah”
“mwoya?! membuatnya marah dua kali?!” dia berteriak begitu kencang di telingaku, “Aish! berisik, tidak usah teriak-teriak kali!”, aku langsung menutup telingaku. “itu kan pencatatan rekormu yang terbaru hyung, selama hidup semua perempuan selalu mengelu-elukan kita dan sekarang kau membuat seorang perempuan marah itu benar-benar luar biasa!”, katanya panjang-lebar-tinggi-luas(?) “tapi dia marah karena apa?” tanyanya lagi, huuh banyak tanya sekali sih!
“aku berbohong padamu kalau dia yeoja chinguku, kita sama sekali tidak pacaran kok. tapi waktu aku bilang seperti itu dia langsung kesal”

Kwangmin POV

“aku berbohong padamu kalau dia yeoja chinguku, kita sama sekali tidak pacaran kok. tapi waktu aku bilang seperti itu dia langsung kesal”

apa? ternyata dia hanya bercanda. YEEEEYY!!! teriakku dalam hati. Itu artinya aku masih punya kesempatan kan? >///<, “dan parahnya lagi dia sampai membuang muka” lanjutnya lagi, sampai membuang muka? “kenapa kau tidak meminta maaf saja langsung?” tanyaku lagi. “dibilangin dia langsung membuang muka -_- budeg ya?” katanya mengernyitkan alis.

hmmm… gimana ya? kasihan juga kalau hyung didiamkan terus, “bagaimana kalau aku yang bicara dengannya?” usulku. “memangnya dia bisa membedakan kita? kalau dia mengira kau adalah aku bagaimana?” protesnya. “tenang, aku kan tinggal bilang kalau ponimu disisir ke kiri kalau aku disisir ke kanan, itukan sengaja buat membedakan kita” jelasku. “benar juga, yasudah coba kau bicara dengannya, kamarnya ada di sebelah!”. yes! terima kasih hyung~

~~~~~

dengan perasaan dag-dig-dug aku mencoba mengetok pintu kamarnya. ayolah kwangmin, kau kan tidak sedang menembaknya! masa begitu saja malu-malu kucing! batinku menyemangati diri. Akhirnya aku mengetok pintu kamarnya dengan berani, “nuguya?” jawabnya dari dalam kamar. “na kwangmin ida!” jawabku.

~~~~~

Yanggi POV

Seseorang baru saja mengetuk pintu kamarku, aish baru saja aku mau tidur… “nuguya?” jawabku, “na kwangmin ida!” jawabnya dari luar. Kwangmin? atau itu youngmin yang nyamar jadi kwangmin? Aku membuka pintu kamarku dengan malas lalu kembali lagi ke kasur, kali ini aku menutup seluruh tubuhku dengan selimut sehingga aku hanya terlihat seperti bola selimut. “ada apa?” tanyaku lemas, “kau youngmin kan?” lanjutku. “ani, aku kwangmin” jawab orang yang mengaku kwangmin itu, “gojitmal” jawabku pendek tapi masuk ke inti.
“poni youngmin disisir ke kiri kalau aku disisir ke kanan” jelasnya, tapi tetap saja aku mencurigainya, “kau kan tinggal menyisir ponimu ke kanan”. “youngmin punya tahi lalat di tangan kiri kalau aku punya tahi lalat di pipi kanan, sekarang kau mau bilang apa? masa aku punya tahi lalat palsu?” jelasnya dan kali ini mungkin dia memang benar kwangmin, mana ada tahi lalat palsu -_____-“
Akhirnya aku mengeluarkan kepalaku dari selimut dan kwangmin terkekeh kecil, “kenapa? ada yang lucu? yasudah aku tidur lagi ya” aku memasukkan lagi kepalaku, memang sih aku jadi terlihat seperti kura-kura, “andwae, andwae! aku mau bicara sesuatu” teriaknya, tapi masih saja kudengar suara tawa kecil. “kalau kau tertawa aku tidak akan mau bicara denganmu”, ancamku.

“baiklah, aku sudah berhenti tertawa” akhirnya dia diam. aku mengeluarkan kepalaku dari selimut, “oke, mau bicara apa?” tanyaku to the point.

“kau marahan dengan youngmin?” tanyanya langsung tanpa basa-basi,

“iya, kenapa?”.

“aku kasihan pada youngmin hyung karena kau mengacuhkannya, jadi aku mau berbicara denganmu sebagai pengganti youngmin”

Aku juga merasa kasihan padanya, tapi apa boleh buat aku orang yang agak bergengsi tinggi…

“youngmin hyung hanya bercanda saja, dia memang punya kebiasaan seperti itu”

ternyata bercanda pun dijadikan kebiasaan o,O

“tapi uniknya hanya kamu yang pernah marah karena candaannya”

mwo? apakah berarti aku abnormal? #eh. “yaa! bukan berarti kamu abnormal, itu berarti kau unik!” jawabnya tak terduga. hebat! satu lagi orang yang bisa membaca pikiranku, anak kembar memang sama saja, batinku. “lalu, apa yang unik dariku?” tanyaku, komentar orang yang pernah kudapat hanya kalau aku sangat pendiam dan pemalu hanya itu saja. “aku tidak tahu, tapi pasti dia juga merasa kalau kau itu orang terunik yang pernah dia temui”.

@@@

Semalaman kurenungkan kata-kata kwangmin dan aku masih belum mengerti apa yang bisa dibanggakan dariku, kucek HP-ku dan ini sudah jam 3 pagi plus aku tidak tidur sama sekali! Well, mungkin bagiku tidak ada tapi bagi orang tertentu ada keunikan dariku. ‘tidur!’ perintahku padaku sendiri

~~~~~

Baru masuk kelas aku langsung dirubungi yeoja-yeoja, pastilah mereka menuntut janji dariku, “youngmin tidak mau saputangan kalian diusap, jadi sebagai gantinya dia membelikannya untuk kalian” jawabku sambil menunjuk kantung plastik yang berisi banyak saputangan, dan tentu saja yeoja-yeoja itu makin histeris, dasar -_- aku yakin mereka akan menyimpan kotak saputangan itu, batinku. “tapi kalau soal fotonya sudah beres kan?” tanyaku, “belum” jawab mereka serentak, “kalian belum dapat?” bukankah aku sudah meminta hee ra untuk mengirimkannya pada semua? “belum” jawab mereka lagi

“tapi aku sudah mengirimkannya pada hee ra dan memintanya untuk mengirimkannya pada kalian, aku sedang sibuk saat itu…”

semua yeoja di kelas langsung melirik ke meja hee ra, hee ra langsung menyembunyikan wajahnya dengan buku pelajaran, langsung saja semua yeoja merubungi mejanya.

“yaa, jangan serakah kirimkan juga pada kami!”

“kau bahkan sudah memasangnya jadi wallpaper!!”

dan lain-lain, ributlah terus, sosaengnim akan datang sebentar lagi…

~~~~~

bel istirahat pertama sudah berbunyi, aku langsung berjalan ke lapangan sekolah untuk memakan bekalku, aish, dingin sekali disini! untung aku membawa sweaterku. Di tutup kotak makan itu ada sebuah kertas,
makan sampai habis ya!
silakan tebak siapa yang membuatnya

hohohoho~

aish,ini pasti youngmin yang membuatnya! namja itu memang terlalu baik. Langsung saja kulahap salah satu lauk di dalam bekal itu, dan mataku langsung membulat. ‘belajar masak dimana sih dia! sudah potongannya tidak rapi keasinan pula!’ batinku, tapi mau tak mau aku tetap memakannya soalnya kalau tidak dimakan mubazir….

“AWAS!”, ha?

DUAK
“Ah!! apho!!”, aku mengusap-ngusap kepalaku, baru saja ada bola baseball yang mengenai kepalaku. Aish, untung aku kebal dengan hal seperti ini (soalnya bomi pernah melempari kepalaku dengan kerikil sampai berdarah), kalau tidak mungkin aku berakhir di UKS! “gwaenchanha?” tanya seseorang disampingku, kuyakin orang ini yang melempar bola itu dan ternyata youngmin, marah besarlah diriku ini! “yaa, hyung sepertinya kau akan kena masalah besar nanti” kwangmin berbisik pada youngmin tapi tetap saja aku bisa mendengarnya -_-, “aku mendengarmu, kwangmin” kataku ditekankan pada ‘kwangmin’, dan itu sukses membuatnya tersentak.
“mi…mianhae yanggi-ah! kumohon maafkan aku sekali ini, apa aku perlu berlutut?”, katanya memohon-mohon padaku, OMG dia bahkan menanyakanku untuk berlutut atau tidak?? 0,o” mana mungkin anak presiden berlutut di depan rakyat jelata, ini akan jadi breaking news! “tidak perlu, aku cukup berterima kasih karena kau membuatkanku bekal”, tapi dalam hati tetap saja aku masih agak kesal.

TES

rasanya tadi ada yang menetes dari kepalaku, aku mengusap sekitar dahiku dan ternyata itu adalah…. kalian tahu maksudnku kan? darah. itu membuat kedua anak kembar itu dan aku menganga 3 jari, tanpa aba-aba youngmin langsung menggendongku di punggungnya, “yaa! turunkan aku, aku bisa jalan sendiri!!” teriakku sambil memukul pundaknya, “apa kau mau kugendong dengan bridal style?? oke, akan kulakukan jika itu maumu”, dia langsung berhenti, “wait, wait! baiklah gendong aku seperti ini saja!!” teriakku, dia terkekeh pelan. sedangkan aku hanya bisa menunduk menahan malu karena ditatap puluhan orang. Harusnya aku tidak makan di lapangan T,T

~~~~~

“yaa, bagaimana keadaanmu sekarang?” tanya anak kembar itu bersamaan, “ya, aku berterima kasih padamu youngmin, berkatmu sekarang aku tidak punya muka lagi untuk keluar dari ruangan ini!” jawabku tajam, dengan tatapan yang tajam juga, anak kembar itu juga sekarang bergidik ngeri. “a…aku ke toilet dulu,bye~” kwangmin langsung keluar dari UKS begitu melihat tatapanku. “baiklah, aku berjanji padamu” katanya dalam keheningan, “janji apa?”. “aku berjanji menjagamu” katanya lagi.
Aku hanya mengernyitkan alis tanda tidak percaya akan apa yang dikatakannya, “serius?” tanyaku, “perlu dua rius?” dia malah bercanda. “baik, baik. aku serius! karena aku yang meminta appa untuk membiarkanmu tinggal di rumahku, maka aku bertanggung jawab atasmu juga” kali ini dia baru berbicara serius. “kalau kau tidak menepati janji?” tanyaku, “kau boleh memukulku sepuasnya, terserah! mau ditinju atau ditampar yang penting kau puas menghajarku”, katanya yakin. “yang benar?” tanyaku lagi, dia hanya mengangguk.

“yaksok?” dia menunjukan jari kelingkingnya, “apa ini? kau mau aku mematahkannya?” tanyaku, dia hanya tertawa keras, “bukan, kaitkan kelingkingmu juga”. Dia memegang tanganku dan mengaitkan kelingkingku pada kelingkingnya. “yaksok” jawabku. “kalau bohong telan 1000 jarum” kataku, memang ada lagu anak-anak yang liriknya seperti itu, “yaa, aku bisa mati!” dia tertawa mendengar ucapanku, padahal aku sedang serius -3-

~~~~~

Aku mengendap-endap keluar dari UKS saat istirahat kedua, berusaha berjalan sepelan mungkin agar tidak ketahuan apalagi yeoja-yeoja ganjen (seperti bomi)… selang beberapa lama aku mengendap-endap… “wow, yanggi-ah! kau sudah jadi yeoja chingunya youngmin oppa?” teriak seorang yeoja dibelakangku, sepertinya aku akan mati sekitar 10 detik lagi setelah aku melihat sekumpulan yeoja mendatangiku, baiklah aku cukup bersyukur karena mereka mendatangiku hanya untuk menginterogasi, tapi tetap saja aku tidak tahan. Maka itu aku harus kabur secepatnya.
Dahsyat, mereka benar-benar mengejarku, yeoja-yeoja itu makan apa sampai larinya secepat itu? tiba-tiba ada yang menarik tanganku masuk kedalam gudang, youngmin lagi -_-, “yaa, apa-apaan dengan ekspresi ‘lagi-lagi-kamu’ itu? masih untung aku menolongmu! mau kudepak kau keluar lagi?” orang ini membaca pikiranku lagi, “oke, gamsahamnida!” kataku.
Tiba-tiba ada suara langkah seseorang dari luar, “cepat sembunyi!”, bisik youngmin padaku, dia langsung menarikku masuk kedalam lemari di gudang itu, lemari itu cukup sempit sehingga kami terpaksa berpelukan (layaknya teletubbies #eh), Jantungku langsung berdetak kencang, untunglah ruangan ini gelap sehingga dia tidak bisa melihat wajahku yang sudah seperti udang rebus ini. “tunggu sebentar lagi, orang itu masih didalam” bisiknya tepat di telingaku.

Selang beberapa detik kemudian….

“orang itu sudah pergi…” youngmin langsung membuak pintu lemari itu, dan aku langsung jatuh terduduk seketika. Benar-benar kejadian yang membuatku sulit bernafas! “ah,pintunya terkunci…” katanya, “apa kau bilang?” aku tidak percaya dengan kata-katanya, “pintunya terkunci” ulangnya. “haaa?” aku berjalan ke arah pintu dan mencoba membukanya dan ternyata benar-benar dikunci. “berarti yang masuk tadi petugas” katanya santai

“berarti aku harus menunggu sampai pagi agar bisa keluar?” tanyaku, “yap, betul sekali”. “mwoya??”

TBC

This entry was posted by kepangmusic.

10 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] A Little Stray Cat – Chapter 01

  1. Ceritanya KEREN. DAEBAK MIMIN. I LIKE THIS!!! ^^

    Ceritanya juga panjang banget. Sempurna dah^^
    Disitu gak di tulis ya min, kalau sikapnya Yanggi berubah karna Youngmin? Atau aku yg bacanya agak kecepetan nih? O.o

    Huaa~ aku juga mau jadi anaknya Donghyun T.T kalau gk, jadi anaknya Hyunseong gwaenchanna #plak

    Lanjut ya min, jgn lama-lama.
    Yaksok! *ngikutin youngppa xD*
    Ah~ banyak coment saya T.T
    Ku tunggu lanjutannya min, jagn lama2 *cerewet lo!*

  2. KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAA………………
    * TREAX PAKE TOA *
    NEOMU-NEOMU CHOAAAAAAAAAAAAA……..
    DAEBAAAAAXXXXXXXXXX……
    KEREEEEEEEENNNNNNN………..
    #LEBAY
    Bagus bgt thor…
    Lanjut-lanjut,, kau sudah membuat sanubari ini resah menunggu kelanjutan cerita ini….
    * Halah sok puitis loe *
    Pokoknya Lanjuttttt….
    Aku juga pingin di peluk Youngmin T-T
    Huuuuu’uuuuuu
    ” Q : Youngpa peluk ak donxxx…..
    YM : Sapa loe….??? Q : ( nangis di bawah shower ) “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: