[FANFICT/FREELANCE] A Little Stray Cat – Chapter 02

Title 
: A Little Stray Cat – Chapter 02
Author : Rae In
Genre         : Romance dan Comedy
Rating          :
Type   : Chaptered
Main Casts      
: ~ Go Yanggi
  ~ Jo Youngmin
Other Casts : ~ Kang Jihun (OC)   

  ~ Donghyun

  ~ Kwangmin

Annyeong haseyo yeoreobun *bow*, ini pertama kalinya saya ngirim FF ke blog ini, masih pemula tentunya ._.v. jadi, mianhae kalo ni FF gajenya minta ampun dan serba kekurangan lainnya, saya bakal berterima kasih banget kalau ada yang merelakan matanya melihat hasil karya saya yang (mungkin) ga jadi ini

~~~~~

Author POV

Yanggi dan youngmin sedang didalam gudang sekolah dan ini sudah 30 menit sejak mereka terkunci didalamnya, “jadi bagaimana caranya kita keluar?” tanya yanggi dengan suara yang sedikit bergertar, “mungkin kita harus menunggu sampai jam 5 pagi disini, karena memang itu waktunya gudang sekolah dibuka kuncinya” jawab youngmin lalu duduk bersila. “aah… nasibku memang sangat kurang beruntung…”, kata yanggi lalu duduk berselonjor.

‘mungkin dikejar yeoja-yeoja akan lebih baik daripada terkurung disini selama berjam-jam’ batin yanggi kesal. Yanggi mengambil HP dari kantung seragamnya, sesuai dugaannya didalam gudang ini tidak ada sinyal, lengkap sudah deritanya. “youngmin-ah…” panggil yanggi, “kenapa?” sahut namja yang baru saja dipanggilnya.

“bagaimana kalau kita mencari kawat, mungkin kita bisa membuka kuncinya…” usul yanggi, dan youngmin hanya tertawa, “kau terlalu banyak menonton film action ya?”. “aku serius, babo! kau memangnya betah disini terus?” yanggi menaikkan volume suaranya. ‘betah asal bersamamu’ batin youngmin tapi tidak mungkin dikatakan secara langsung. “baiklah, urusan buka-membuka pintu diurus nanti dulu, sekarang jawab pertanyaanku yang tertunda waktu itu”, yanggi duduk menghadap youngmin.

Youngmin menelan ludah, teringat pertanyaan kedua yang diberikan yanggi sewaktu menemani dirinya belanja. “yang mana?” youngmin pura-pura tidak tahu, “jangan pura-pura tidak tahu, memangnya apa sih jawabannya sampai kau begitu merahasiakannya?” yanggi benar-benar ingin tahu, dia menggoyangkan lengan youngmin. “Kau akan tahu jawabannya di lain waktu” jawab youngmin.

“aish malhaebwa!” yanggi menggoyangkan lengan youngmin lebih cepat, “omo, sekarang kau jadi banyak bicara” youngmin mengalihkan pembicaraan, yanggi langsung menutup mulutnya. “jangan mengalihkan pembicaraan!” yanggi memukul sedikit lengan youngmin. “ah, aku capek berdebat denganmu!” yanggi menghela napas dan melemaskan tubuhnya. “siapa suruh banyak bicara -_- itu membuatmu semakin lelah” youngmin duduk disebelah yanggi

Youngmin merasa kepala yanggi menempel dengan pundaknya, begitu youngmin menoleh dia tidak sengaja mencium kening yanggi. Dia sedikit tersentak, wajahnya mulai memerah. Terdengar suara dengkuran kecil dari arah yanggi, ‘fyuh, untung dia sudah tertidur, dahsyat sekali yeoja ini. baru beberapa detik yang lalu dia terbangun’ batin youngmin lalu mengelus dadanya. Dia sendiri dapat merasakan dari tangannya kalau jantungnya benar-benar berdegup kencang.

‘yaa, youngmin neo waegurae? tidak biasanya kau seperti ini jika dekat dengan perempuan!’ batin youngmin lalu menjitak kepalanya sendiri.

~~~~~

Di tempat lain waktu yang sama…

Kwangmin mondar-mandir di kamarnya sendiri, “aish, hyung kau dimana? sudah ku telepon sampai 10 kali belum juga diangkat!” kwangmin terus menerus menatapi layar HP-nya, berharap ada balasan dari youngmin, dan ternyata hasilnya nihil. “Appa dan eomma sepertinya sudah gila, waktu kutanya apa mereka tidak mengkhawatirkan youngmin hyung dia malah tertawa lalu pergi” kali ini kwangmin berbicara sendiri. “Atau jangan-jangan karena appa & eomma  sudah tahu dia sedang bersama yanggi jadi dia hanya tertawa, OH NO!!” ujarnya lagi.
‘apa aku harus ke sekolah?, mumpung sekolah masih belum tutup jam segini (jam 4 sore)’ batinnya lalu mondar-mandir lagi. “baiklah, sudah kuputuskan!”, kwangmin mengambil jaket tebalnya dan berjalan keluar kamar. “eomma, appa, aku pergi keluar sebentar annyeong~” kwangmin langsung meninggalkan rumah seperti sangat terburu-buru. Begitu kwangmin meninggalkan rumah, bora langsung menyahut “aku sudah tahu apa yang akan dia lakukan” lalu tertawa kecil, “nado, melihat kedua anakku seperti itu aku jadi seperti menonton drama, hahahaha~” donghyun ikut tertawa.~~~~~

Kwangmin POV
ahh, kemana youngmin hyung & yanggi? Aku sudah mencarinya dari manapun dia tidak ada. Dan nampaknya aku sudah bolak balik sebanyak 5 kali…. Apa aku pulang saja? Ya sudahlah lagi pula salju turunnya semakin banyak, aku bisa dimarahi kalau pulang terlalu sore…@@@

“aku pulang…”, kataku begitu masuk kedalam rumah, “bagaimana, mereka berdua sudah ketemu?” tanya eomma, mereka berdua? jadi dia tahu aku pergi kemana? “eomma tahu?” tanyaku, “tahu banget malah! kamu mau ke sekolah mencari yanggi dan hyungmu kan?”. Jangan-jangan eommaku adalah paranormal 0,o” #eh. “kalau mereka tidak pulang-pulang bagaimana? ini sudah sore” tanyaku, “besok pasti mereka pulang…”, eomma masih bisa menjawab dengan santai. aku hanya menghela napas.
“Hatchi!” tiba-tiba aku bersin, “neo gwaenchanha?” tanya eomma, “gwaenchan…Hatchi!” aku bersin lagi, sepertinya aku kena flu, eomma menaruh tangannya di dahiku. “aigoo, badanmu panas, cepat berbaring!” kata eomma sambil mendorongku ke kamar. Tunggu, kalau besok yanggi pulang bagaimana kalau aku sengaja mencari perhatian? yes, ide yg bagus juga, bravo kwangmin!, aku langsung melompat-lompat di atas kasurku dengan girang, kambuh sudah ke-hiperaktif-anku. “Hatchi!”~~~~~

Author POV
keesokan harinya…
Yanggi terbangun begitu merasa ada sebuah cahaya yang menyinari wajahnya, dia melihat di sekitarnya, ‘ternyata aku masih disini’ batinnya konyol lalu mengeck HP-nya… ‘jam 5… itu berarti’
Krek
“aigoo! ada orang pacaran disini?!” teriak petugas yang baru saja membuka kunci gudang, terkejut melihat 2 orang didalamnya, Yanggi tentu saja kaget dengan kata-kata petugas itu, “ani! kita tidak pacaran, sungguh! kita semalaman terkunci disini…” yanggi kelabakan menjelaskannya. “lalu kenapa ada namja yang tertidur di pahamu?” tanya petugas itu lagi. Yanggi menganga begitu lebar melihat youngmin yang masih tertidur pulas di pahanya, langsung saja yanggi menggeser pahanya sehingga kepala youngmin membentur lantai, “yaa! bangun!” teriaknya.
“jwiseonghamnida, ahjusshi!! annyeong!” yanggi menarik youngmin yang masih setengah tidur keluar dari gudang, dia bahkan bisa berjalan sambil memejamkan matanya ==a kesal dengan youngmin yang matanya masih terpejam, yanggi mencubit kedua telinga youngmin, “aa! apho!” teriaknya langsung. “bagaimana rasanya tidur di pahaku?” tanya yanggi dengan wajah yang cukup marah. “haa? o,o” youngmin hanya melongo, “lupakan! aku mau pulang!” yanggi mengambil tasnya yang tertinggal di kelasnya dan berjalan meninggalkan youngmin, dia sengaja menghentak-hentakkan kakinya keras-keras agar youngmin tahu kalau dia sedang marah (lagi), baginya youngmin itu lemot.
KRING
HP yanggi berbunyi, ada banyak missed calls dan SMS terpampang disana, yanggi membaca SMS terbaru di HP-nya…
from: Bora ahjumma
Subject: cepat pulang! 

yanggi-ah, kamu sekarang ada dimana? apakah HP youngmin mati?
Tolong cepat pulang, bilang pada youngmin kalau adiknya itu sedang sakit
annyeong~ 

Mata yanggi membulat begitu membaca SMS dari bora, dia membalikkan badannya menghadap youngmin, “yaa! cepat pulang!” teriaknya langsung, “kenapa buru-buru =_=?” tanya youngmin, ternyata matanya kembali jadi 5 watt. “Adikmu itu sakit, babo!”. Mata youngmin langsung terbuka lebar, “ooh…”. Kekesalan yanggi sudah sampai Maksimum, dia menendang kaki youngmin, youngmin memekik kecil. yanggi langsung berjalan keluar, ‘dasar namja babo! lemot! bisa-bisanya aku berdebar kalau dekat dengannya’ teriak yeoja itu dalam hati.~~~~~

“aku pulang…” kata yanggi, “bagaimana keadaan kwangmin?” tanya yanggi pada donghyun, “panasnya naik , dia bersin & batuk terus” jawabnya dengan raut wajah cemas. Yanggi masuk ke kamar namja yang (tadi) dia tendang kakinya itu, terlihat kwangmin sedang berbaring dengan lap basah di atas dahinya, dan tampaknya namja itu tidak menyadari kalau yanggi sedang masuk ke kamarnya, “kwangmin-ah…” panggil yanggi dengan suara yang dikecilkan, dia tidak mau membuat kwangmin merasa terganggu.
Kwangmin menggerakkan kepalanya untuk melihat yanggi, yeoja yang dia sukai itu. “oh, wasseoyo?” kata kwangmin dengan suara yang lemah, namja yang biasanya hiper ini baru pertama kali terlihat begitu lemas, sebenarnya itu hanya bagian dari rencananya.  “yanggi,ah… bantu aku sebentar’ panggil kwangmin, “ne?’ yanggi berjalan mendekati kwangmin. “pegangi aku sebentar, aku mau ambil minum…” katanya. “tidak usah repot, biar aku ambilkan minum!” yanggi langsung berjalan keluar ke dapur tanpa mendengar kata-kata kwangmin selanjutnya.
Tak lama kemudian yanggi kembali dengan segelas air dan menaruhnya di meja di sebelah ranjang kwangmin, “bantu aku duduk” kata kwangmin, dia memang punya banyak akal. “ne?”, “masa aku harus minum sambil tiduran? aku bisa tersedak” lanjutnya.
“Duduklah sendiri kwangmin, aku tahu kau hanya berpura-pura”, tiba-tiba namja (yang tadi ditinggali yanggi) sudah berada tepat di depan pintu, yanggi mengernyitkan alis. “apa maksudmu dengan ‘berpura-pura’?” tanya yanggi, “Dia sudah pernah melakukan trik ini dengan eomma agar diperhatikan, benar tidak kwangmin?” youngmin berkacak pinggang, “malah walaupun sakit dia tetap bisa marathon 100 meter, koprol(?), sit-up, push-up dan lain-lain… itu sebabnya aku hanya blng ‘ooh…'” jelasnya lagi. “hyung,kau membuka aibku” protes kwangmin sambil memanyunkan bibir. Yanggi hanya melongo karena ke-hiper-an kwangmin yang tiada matinya.
“jangan bercanda…” yanggi menatap youngmin dengan tatapan tajam, “sungguh, aku kakak kembarnya masa tidak tahu? kalau masih tidak percaya kau boleh tanya pada eomma” ujar youngmin,”Tetap saja dia saki, babo!” yanggi memukul keras lengan youngmin, di wajahnya benar-benar terlihat raut kesal, dia pikir youngmin adalah orang yang bisa diandalkan dan dipercaya, tapi nyatanya memedulikan adiknya yang sedang sakit pun tidak! jawabannya hanya sebatas ‘ooh…’.
“Aah, sudah jam segini, aku harus ke sekolah lagi”, yanggi bergumam dan keluar dari kamar kwangmin. Di wajah anak kembar itu terlihat raut yang sedang syok, yeoja itu sudah berubah 180 derajat (sejak bertemu youngmin), dalam hati kwangmin ada rasa bersalah, ‘seharusnya aku tidak berpura-pura sakit’ batinnya. Walaupun kadang dia kesal dengan kedekatan kakaknya itu dengan yanggi tetap saja dia tidak akan senang bila kakaknya itu dimarahi (atau bahkan dibenci) oleh yanggi.~~~~~

Yanggi dipanggil oleh jihun saat jam istirahat, yanggi mengikuti jihun sampai di lorong (dimana jihun terakhir menindasnya), “ada apa memanggilku?” yanggi memberanikan diri berbicara dengan yeoja didepannya, tiba-tiba jihun menarik rambut panjang yanggi dengan paksa, dia mau menyeretnya ke dalam sebuah loker yang cukup sempit. Tapi itu cukup untuk membuat orang sesak nafas. “ternyata kucing jelek ini sudah berani berbicara, apa itu karena dekat dengan youngmin oppa?” kata yeoja itu, ternyata dia tetap tidak kapok dengan ancaman youngmin dulu.”geumanhae, aku tidak pernah bersalah padamu! apa jika aku tinggal bersama youngmin itu masalah besar bagimu?! plus, aku ini manusia, bukan kucing!!” teriak yanggi memberanikan diri, “ya! kau adalah masalah terbesar di hidupku, aku menyukai youngmin oppa dan kau menjadi penghalang!! Lebih baik kau mati saja!!” teriak jihun tak kalah kencang, dia memaksa yanggi masuk ke dalam sebuah loker yang ukurannya setengah kali tubuh yanggi dan mengunci pintu loker tersebut. “Tetaplah disini sampai kau mati, kucing jelek hahaha!” teriak jihun dari luar, “dan kuharap kau mendapat balasan yang setimpal nanti, perempuan payah!” teriak yanggi, tapi tidak dipedulikan jihun.

Yanggi benar-benar merasakan sesak, dia sulit bernafas dan tidak bisa bergerak se-inci pun, yanggi harus menunduk sehingga punggung dan lehernya terasa sangat sakit. ‘kemarin aku sudah terkunci dan sekarang aku terkunci lagi disini’ yanggi tiba-tiba teringat pada youngmin, ‘youngmin-ah, tolong aku!’ teriaknya dalam hati, dia bahkan tidak punya tenaga untuk berbicara maupun berbisik.
pandangannya mulai kabur, nafasnya tersengal-sengal, matanya juga mulai berkaca-kaca karena takut dirinya akan begini terus hingga besok…~~~~~

Di tempat lain…
Youngmin berpapasan dengan jihun yang jalan berdua dengan temannya, tampak senyum kemenangan di wajah yeoja itu. Dia tidak sengaja pembicaraan kedua yeoja itu terdengar…
“aah, akhirnya kucing jelek itu sudah kusingkirkan”, kucing? pasti yang dia maksud yanggi.. pikir youngmin
“memangnya kau apakan dia?” tanya temannya itu
“Aku mengurungnya di lokerku, biarkan saja dia sesak napas sampai mati!”
“kejam juga kau, hahaha”
Youngmin menahan amarahnya, dia menepuk pelan bahu jihun, jihun menoleh dan langsung (sok) imut. “oh, ada apa sunbae?” kata jihun dengan suara yang (sengaja) dibuat-buat, “hmm, Kami mengadakan pemeriksaan loker karena ada barang seorang siswa yang hilang. hanya kunci lokermu yang belum saya ambil”, youngmin membual, Jihun langsung tersentak, dia tentu saja dia tidak mau dipermalukan karena dikeluarkan dari sekolah dan apalagi yang mengetahuinya adalah namja yang dia suka. “ti..tidak bisa sunbae, maaf….” jihun menolak
“kenapa tidak bisa?” tanya youngmin, Jihun tidak bisa berkata apa-apa lagi. Youngmin berbisik pada jihun, “apa karena didalam ada yanggi?”, wajah jihun memerah, lidahnya juga kelu. “cepat serahkan kuncimu” kata youngmin lagi, jihun tidak bisa berbuat apapun lagi selain menyerahkan kuncinya, “oh, iya.. aku masih berbaik hati memberimu kesempatan, kalau kau tertangkap melakukan ini lagi, kau akan celaka” youngmin menambahkan.~~~~~

Yanggi terus mencoba bernapas sebisanya, tapi nampaknya dia sudah tidak kuat lagi. Tiba-tiba pintu loker didepannya terbuka, youngmin menariknya keluar dari dalam sana. Akhirnya yanggi bisa bernapas dengan leluasa, sesekali dia terbatuk-batuk dan hampir jatuh. Youngmin langsung memeluk yanggi erat, “mian, aku terlambat…”, youngmin melonggarkan pelukannya, karena sadar yanggi kesulitan bernapas. Yanggi mulai menangis, “aku tidak menepati janjiku kan? Silakan pukul aku sepuasnya”, youngmin menarik tangan yanggi dan memukulkannya di kepalanya sendiri.
Yanggi memukul youngmin sekali-dua kali tapi pukulannya sangat pelan, tiba-tiba yanggi memeluk youngmin sangat erat dan menangis lebih deras membuat seragam youngmin basah, “youngmin jelek, babo, tidak bertanggung jawab, pembohong, hiks… hiks…”, gumamnya di sela-sela tangisannya, youngmin tersenyum mendengar kata-kata yanggi lalu mengelus kepala yeoja itu pelan.
“uljima, bagaimana kau mau ke kelasmu kalau matamu bengkak begini?” youngmin melepas pelukan yanggi, dan mengusap pipinya yang memerah. “masa bodoh” katanya sambil membuang muka, “ngomong-ngomong kau masih marah padaku?” tanya youngmin, Yanggi hanya diam lalu berjalan ke kelasnya, “yaa, malhaebwa, malhaebwa!” rengek youngmin sambil menggoyang-goyangkan lengan yanggi, “aniyo” jawab yanggi datar. “yeeey~” youngmin langsung bersorak, seperti mendapat medali emas -__-
“geurom, na kalkke…” yanggi langsung berjalan lagi ke kelasnya~~~~~

Yanggi & youngmin berjalan kaki pulang, hal biasa yang sudah dilakukan mereka setiap hari, “yanggi, ah… tidakkah kau pikir rambutmu itu terlalu mengganggu?” tanya youngmin dalam perjalanan mereka, “sedikit, kau mau membotakiku?” tanya yanggi, youngmin tertawa terbahak-bahak, “tidaklah! aku cuma berpikir, tinggimu 8 cm dibawahku ditambah rambutmu yang sangat tebal, kamu jadi terlihat keberatan di kepala…” ujar youngmin dan langsung mendapat injakan di kaki dari yanggi, “jangan permasalahkanku di tinggi badan!”  yeoja itu mengeraskan sedikit suaranya, memang kalau mereka berjalan berdua terlihat seperti kakak berjalan dengan adiknya, padahal mereka sebaya.
“bagaimana kalau didandani sedikit?” usul youngmin, “Mwo?!”@@@

Setelah beberapa lama dia didandani di salon, dia berhasil membuat youngmin melongo begitu lama melihat yanggi yang sekarang begitu cantik.

 *anggep yanggi aja yaa*

“otte? apa terlihat aneh?” tanya yanggi sambil beberapa kali melihat ke cermin, “yanggi-ah… kau, sangat cantik” katanya terbata-bata, “eish, gojitmal!” katanya pada youngmin. Menurutnya wajahnya terlihat biasa saja. “kaja, kita pulang…” youngmin menggandeng tangan yanggi dan berjalan keluar.

@@@

 

“kami pulang…” kata yanggi & youngmin bersamaan, “oh, wa… omo! ini yanggi?” Donghyun terlihat sangat kaget melihat ‘transformasi’ yanggi, yanggi menunduk malu. “oh, hyung sudah pu….” kwangmin yang keluar dari kamar juga ternganga melihat yanggi, ‘ternyata memang aneh, ya?’ batin yanggi. “apa aku seaneh itu?” yanggi mencoba bertanya, “ani, siapa bilang! kau seperti put… ani, malaikat!” kwangmin menjawab dengan jujur, yanggi tetap tidak percaya. “kalau begitu coba besok kau datang ke sekolah dengan penampilan seperti ini…” bisik youngmin, “mwo? aku malu!” sahut yeoja itu protes. youngmin tertawa.~~~~~

Yanggi menata rambutnya yang sudah dicat coklat itu seperti kemarin, mungkin berpenampilan seperti ini ke sekolah tidak ada salahnya, pikir yanggi. Begitu tatanan rambutnya sudah beres, dia turun ke bawah untuk sarapan , “annyeong” sapanya. Kwangmin & youngmin menoleh bersamaan, dan membuat yanggi tersenyum singkat, sangat singkat! ‘kwangmin nampaknya sudah sehat’ batin yanggi dan memakan sarapannya. “katanya kau tidak mau menyanggul rambutmu ke sekolah” ucap youngmin tiba-tiba yang membuat yanggi tersedak dengan daging bacon-nya, “benar tidak?” lanjutnya. “apa salahnya kalau aku berpenampilan seperti ini?” yanggi memanyunkan bibirnya dan mengacuhkan youngmin yang tertawa.
“kwangmin-ah, kau sudah sehat?” tanya yanggi mengalihkan pembicaraan, “ne, panasku turun dengan cepat” kwangmin tersenyum menanggapi pertanyaan yanggi. “yanggi hati-hati juga, angin akhir-akhir ini semakin kencang”, yanggi tersenyum dengan perhatian kwangmin, “algeosseumnida”. ‘apa-apaan itu, dia hanya tersenyum ketika berbicara dengan kwangmin tapi tidak denganku…’ batin youngmin.@@@

mereka bertiga berjalan kaki ke sekolah, yanggi berjalan di tengah kwang min & youngmin berjalan di kanan dan kirinya. “woow, anginnya memang kencang seperti yang kau bilang…” yanggi membuka pembicaraan, “aah, tanganku dingin… aku lupa memakai sarung tangan..” yanggi menghembuskan udara hangat dari mulutnya. kedua anak kembar itu serentak menarik kedua tangan yanggi ke kantong mantelnya masing – masing. “yaa, kalian benar-benar kompak… aku iri dengan kalian” katanya begitu kedua tangannya itu masuk ke dalam kantong mantel mereka yang hangat. Mendengar itu, youngmin & kwangmin melihat satu sama lain, “tapi, gomawoyo” kata yanggi lagi.~~~~~

Melihat penampilan yanggi yang berbeda, semua murid di kelas membicarakannya tentu saja kalau bukan karena penampilannya yang tiba-tiba berbeda dan penampilannya yang menjadi cantik, jihun? Dia sudah pindah karena merasa malu untuk tetap bersekolah disini. Dimanapun dan kemanapun dia berjalan dia akan mendapat lirikan dari banyak orang, itu tidak membuatnya bangga malahan malu.. Dan bahkan ada beberapa orang yang tidak bisa mengenali dirinya, ‘sebegitu bedanya kah aku? -_-‘ pikirnya disaat ada orang yang bertanya siapa dirinya.
Berjalan-jalan disaat istirahat sekarang memang menyenangkan (apalagi jika tidak ada jihun), dia bisa bebas kemanapun tanpa teror(?) dari orang-orang, karena biasanya jihun lah biangnya membuat yanggi bahan cemoohan. Yanggi memakan bekalnya di lapangan (untuk kedua kalinya), dia juga berjaga-jaga ada orang yang bermain bola atau tidak, dia tidak mau harus ke UKS lagi, tapi lebih beruntunglah dia kalau seandainya yang melempar bola itu bukan youngmin. Dia membuka tas yang membungkus kotak bekalnya, lagi-lagi disana ada tulisan youngmin
makan sampai habis!
kalau tidak kupaksa kau digendong ala bridal style!
hohohoho~ hanya bercanda kok
pastikan kamu tidak makan di lapangan lagi ya! 

jangan makan di lapangan lagi? dia pikir dia siapaku? dasar konyol! pikir yanggi sambil melepas kertas sticky note itu…
“AWAS!”, “apa lagi sih?”
DUAK! GUBRAK!
Bola yang sama, kena lemparan di tempat yang sama dan bahkan yang melempar pun orang yang sama seperti sebelumnya, youngmin. Tapi kali ini dia membuat yanggi pingsan dengan darah mengucur lewat dahinya juga. Sontak membuat Youngmin & kwangmin melongo lebih hebat, tanpa aba-aba kwangmin langsung menggendongnya ala bridal style. “hyung,kalau dulu kau pakai piggy back, aku pakai bridal style ya, annyeong~” kwangmin langsung berjalan meninggalkan youngmin yang terus memanggi kwangmin untuk kembali.
“hei, yanggi dilempari bola lagi?”
“kali ini yang bukan youngmin oppa yang menggendong?”
De el el, de es te dan de es be
Senyum kemenangan terpampang di wajah kwangmin, dia merasa sudah mengalahkan hyungnya itu.~~~~~

“Kwangmin-ah, gomawoyo…” yanggi membungkuk pada kwangmin, “ani, gwaenchanha” kwangmin hanya tersenyum dan menggaruk kepalanya. “tapi kumohon jangan menggendongku seperti itu, aku tidak mau dijadikan buronan lagi…” yanggi mengusul, “jinjaa? mian, mian”. ‘waktu kutolong dia malah kesal, kalau kwangmin yang ditolong malah berterima kasih, huh’ batin youngmin. Hatinya benar-benar panas sekarang, entah karena cemburu atau kesar ditinggali kwangmin.@@@

“yanggi-ah, kau ranking berapa di kelas?” tanya youngmin pada yanggi, “palingan 3 besar, memangnya kenapa?” jawab yanggi santai, “tolong ajari aku…” pinta youngmin pada yanggi.”PR atau ulangan?” tanya yanggi,

“PR! matematika & fisika pula! T,T” katanya lemas.

“ini kan gampang sekali -_- baiklah, akan kuajarkan…”

“yeey! gomawo sosaengnim!” youngmin bersorak-sorak
“kenapa tidak bertanya pada kwangmin saja?” tanya yanggi lagi
“otaknya sama saja dengaku,huu -3-” youngmin memanyunkan bibir bawahnya
“di kamarku saja yuk, mumpung kwangmin tidak di rumah…” youngmin menarik yanggi ke kamarnya, ‘kenapa harus pakai mumpung segala? -_-‘ batin yanggi, “tunggu, dulu… aku mau sekalian mengambil PR-ku…@@@

Yanggi berjalan sedikit terseok-seok karena menggunakan rok panjang, ini memang kebiasaannya di rumah saat musim dingin, tak jaran dia menginjak ujung roknya saat berjalan. “oke,siap?” yanggi duduk di sebuah meja kecil di kamar youngmin, dan namja itu duduk didepannya, “ne, sosaengnim!” jawabnya sambil tersenyum lebar lalu membuka PR-nya. “wah, kebetulan sama dengan PR-ku…” gumam yanggi.”jadi, selesaikan dulu yang ini dengan rumus yang ini… lalu bla…bla…bla…”, ucap yanggi sambil menulis-nulis cara dan rumus dari pertanyaan di PR-nya, yanggi terus-terusan berbicara tanpa menyadarin kalau youngmin sedang bengong menatapi wajah cantik yanggi, dia sama sekali tidak mendengar apa yang dari tadi keluar dari ucapan gadis itu.

“Bagaimana, sudah mengerti?” yanggi mendelik ke arah youngmin, dan menyadari youngmin sedang menatapi wajahnya. Yanggi memukul pipi youngmin pelan, “yaa! konsentrasi!” teriaknya juga, youngmin terbelalak, “kau baru belajar beberapa menit saja sudah bengong bagaimana caranya kau mengerti?” omel gadis itu, “kujelaskan sekali lagi, ya! setelah ini tidak ada siaran ulang” tambahnya lalu kembali berkutat di kertas coretan itu.
Yanggi terus menjelaskan berbagai soal yang ada di buku PR-nya, tapi tetap saja seluruh pikiran youngmin dipenuhi wajah yanggi, “oke, tidak ada siaran ulang lagi, kerjakan sendiri”, yanggi langsung menunduk mengerjakan PR-nya sendiri. Sedangkan youngmin bingung dengan cara menjawab soal tersebut di bukunya. Yanggi menahan tawa melihat tampang cengo youngmin, ‘siapa suruh bengong! hehehe’ batin yanggi. “kalau tidak diajarkan lagi, boleh tidak kucontek PR-mu?” bisik youngmin.
“mwo?! tidak boleh!” yanggi menjawab dengan spontan sambil mendongakkan kepala, ternyata kepalanya membentur dagu youngmin, keduanya langsung meringis. “yaa, perlukah sampai menyundul daguku?”youngmin protes, “aish, lidahku ikut tergigit…” lanjutnya karena merasakan perih di lidahnya, “siapa suruh lebih tinggi dariku! being tall isn’t everything you know!” kata yanggi menyindir dengan bahasa inggrisnya yang fasih, sedangkan youngmin tidak mengerti artinya.
“artinya apa?” tanya youngmin, “bahkan itu pun kau tidak tahu o,O” yanggi mangap. “otakku pas-pasan sih, jangan salahkan aku dong… -3-” youngmin memanyunkan bibirnya. “ok, back to your homework!” yanggi sengaja menggunakan bahasa inggris, ‘biar saja dia bingung!’ batin yanggi. Lalu dia kembali berkonsentrasi dengan PR-nya.@@@

“bagaimana? PR-mu sudah selesai?” tanya yanggi sambil merapikan bukunya, PR-nyaa sudah beres dari tadi. “yanggi, jebal… ajarkan aku lagi TT,TT” youngmin kali ini memohon sambil menangkupkan kedua tangannya, “kau sudah kerjakan sampai mana?” tanya yanggi, “kosong melompong!” jawab youngmin. “mwo?! o,O” pekik yanggi lalu mengambil buku youngmin, ternyata benar, kolom jawabannya benar-benar ‘bersih’ tanpa coretan setitik pun.”kau…benar-benar tidak mengerti semuanya?” tanya yanggi dengan alis terangkat naik, youngmin mengangguk. “bahkan yang sudah kuajarkan tidak masuk ke otak?”, youngmin mengangguk lagi. ‘OH MY GOD!’ teriaknya dalam hati. “baik, aku masih berbaik hati mau mengajarkannya pada…” yanggi baru mau beranjak mendekati tempat youngmin tapi kakinya menginjak ujung roknya. “eomma!!” jeritnya karena hampir jatuh. Youngmin reflek menahan badannya dan ikut terjatuh

Yanggi terbelalak melihat wajah youngmin tepat dihadapannya begitu juga youngmin, dan hebatnya lagi bibirnya sukses mendarat di bibir youngmin. Yanggi  langsung berguling menjauhi youngmin dan berdiri, “PR-ku sudah selesai, annyeong!”  katanya keras lalu meninggalkan youngmin di kamar. Jantungnya benar-benar sudah mau meledak saat ini, dia merasa tidak bisa bernafas kalau mengingat kejadian itu lagi. Di kamarnya sendiri pun dia masih terbengong dengan kejadian beberapa menit yang lalu itu.
Sementara itu di tempat lain…
“hyung, I’m back!” ujar kwangmin begitu masuk ke kamarnya (dan youngmin),  disana dia melihat youngmin terduduk kaku dengan kepala mendongak ke atas dan mulut termangap, “hyung, kau habis lihat hantu hyung? hyung?” kwangmin menggoyangkan badan kakak kembarnya itu, dia kira youngmin baru saja melihat penampakan. “hyung, kalau takut setan bilang saja, tak perlu gengsi!” kwangmin jongkok disebelah youngmin, “hyung! apa kau dirasuki?! o,O” kali ini kwangmin memukul-mukul pipi youngmin. “aku tidak dirasuki… aku hanya syok…” youngmin akhirnya bersuara, “karena?” tanya kwangmin, lega kalau ternyata hyungnya masih bisa bicara (?).
“tidak perlu tahu, karena kalau kau tahu kau akan mengamuk…” youngmin berjalan gontai ke kasurnya, mencoba melupakan hal yang baru saja terjadi. “hyung, ini PR-mu? kok kosong?” tanya kwangmin melihat buku PR youngmin, “kau tidak bisa mengerjakannya? ini kan gampang sekali! kukerjakan saja ya…” kwangmin mengambil pensil dan mengerjakan PR hyungnya. ‘jadi artinya aku idiot gitu -__- kwangmin yang otaknya pas-pasan saja juga bisa mengerjakannya…’ batin youngmin, “tidak menjawab artinya setuju ya hyung…” ujar kwangmin lagi. “terserah asal jawabanmu benar…” celetuk youngmin.~~~~~

Sepanjang hari, youngmin & yanggi mengalami “awkward moment” alias kecanggungan tiap kali bertemu, setiap kali berbicara saja pembicaraanya selalu garing dan jawabannya hanya sebatas “oh” atau “ya…”. Keduanya bingung, mau berbicara saja harus berpikir 2 kali dulu. “yaa, kalian berdua ada masalah apa? berantem?” tanya kwangmin melihat kecanggungan mereka berdua, biasanya mereka setidaknya saling memaki atau ngobrol… ‘waktu itu youngmin hyung juga bilang kalau dia syok…’ batin kwangmin, dia terus mengkhayal akan kemungkinan yang mungkin terjadi, tapi semuanya SALAH TOTAL akan beberapa alasan:
1. yanggi tidak pandai membentak / memarahi
2. yanggi tidak pandai mengerjai orang
3. tentunya yanggi juga tidak pandai menghajar orang, paling hanya sebatas memukul atau menampar
4. tidak mungkin yanggi itu hantu(? -_-)
5. yanggi bukan gangster(?) atau sejenisnya
‘jadi apa yang dilakukan yanggi hingga membuat hyung syok?’ kwangmin terus berpikir dan berpikir, dari yang serius sampai yang paling konyol juga dia pikirkan, tapi semua yang dia pikirkan tidak sesuai dengan kriterianya(?) yanggi…@@@

Sepulang sekolah, yanggi dan youngmin jalan kaki berdua, kemana kwangmin? katanya ada rapat dari klubnya dan dia terpaksa pulang telat, ini tentunya menambah kecanggungan mereka. “youngmin/yanggi-ah, mianhae!” ucap mereka berdua bersamaan di tengah-tengah kesunyian, “ani, gwaenchanha… harusnya aku tidak memakai rok panjang T,T” yanggi menyalahkan dirinya sendiri, “harusnya aku tidak menahanmu…” celetuk youngmin, “jadi kau mau membiarkanku jatuh? -_-” yanggi memasang tampang datar, “lebih enak kucium atau jatuh??” tanya youngmin, “jatuh…” jawab yanggi, “ya sudah lebih baik kau jatuh” ujarnya sambil tertawa. Yanggi memanyunkan bibirnya.
“tapi kalau sekali-kali kucium boleh tidak?” tanya youngmin dan dibalas pukulan lengan dari yanggi, “tidak akan!” katanya, “wow! turun salju!” yanggi memekik kecil dan berusaha menangkap-nangkap salju yang jatuh, “kenapa kau tidak sekalian jadi kucing saja, salju yang jatuh saja ditangkap-tangkap” celetuk youngmin, “bodo! urusanmu?” yanggi menjulurkan lidahnya. “apa kau kupanggil mungil saja?” tanya youngmin, “mwo? -_-” yanggi menoleh ke arah youngmin, “kan sudah kubilang, kau lebih pendek 8 senti dariku plus kau itu fisiknya lemah…” katanya lagi
PLETAK
“kalau aku pakai hak tinggi dan berjinjit aku sudah setinggi kamu!” katanya sebal, “itu kan pakai hak tinggi! coba kalau tidak pakai!” katanya mengejek, yanggi mencoba berjinjit, dan dia masih 5 senti lebih pendek dari youngmin, “berarti kau perlu pakai hak tinggi 5 senti agar bisa setinggi denganku, hahahaha~” kata youngmin sambil tertawa, “siapa peduli! setidaknya 172 senti itu sudah cukup tinggi untuk perempuan” yanggi melipat tangannya dan memanyunkan bibir bawahnya sehingga dagunya berkerut seperti biji walnut. “kau sedang makan walnut ya? huahahahaha!” youngmin meraba-raba dagu yanggi.
“makan walnut? memangnya ada apa dengan daguku?” yanggi bercermin menggunakan layar HP-nya yang hitam dan memanyunkan bibirnya sekali lagi, dan dia kesal sendiri. Youngmin kembali tertawa melihatnya, “jangan tertawa!” kata yanggi kesal lalu memukul youngmin
~~~~~
Kwangmin bingung dengan keadaan youngmin & yanggi yang sudah kembali berantem, bercanda seperti semula. ‘Pasti ada yang mereka lakukan saat aku tidak ada’ batinnya, tampangnya sudah seperti detektif (gagal) dengan jari jempol & telunjuk menempel di dagunya. Bora datang ke ruang tengah membawa semangkuk walnut, “kenapa kau bergaya seperti detektif? makanlah!” eomma menyodorkannya pada kwangmin, “ne… algeosseo….” dia memecahkan sebiji dan langsung memasukin isinya kedalam mulutnya. “yanggi, youngmin makan walnut yuk!” teriak bora.
Terlihat yanggi yang terlihat kesal dan youngmin yang tertawa sendiri, “mereka mengambil sebiji dan memakannya begitu memecahkannya, “yaa! tidak usah tertala! Perlu kutempelkan juga kulitnya ke dagumu?” kata yanggi kesal. ‘jadi itukah yang membuat mereka berbaikan lagi? o,O’ batin kwangmin heran, ‘apa lucunya dagu yang bisa berkerut?’ Kwangmin teheran-heran. Yanggi memang terlihat kesal tapi pada akhirnya tetap saja dia tertawa.~~~~~

Yanggi POV
haah~ asiknya kemarin seharian tertawa, walaupun karena hal kecil sih… kwangmin bahkan dibuat bingung, hahaha >,< Kalau dipikir-pikir memang ini pertama kalinya aku tertawa selama itu, kuakui youngmin memang terlalu baik… Tapi kenapa hanya padaku? tidak pada yeoja lain? Padahal masih banyak yang lebih cantik & baik daripadaku… Aah, untuk apa memikirkan itu, tidak ada gunanya -_-
Aku memakan bekalku di taman sekolah, aku benar-benar sudah kapok di lapangan. Karena selain kepalaku sakit, setelah itu akan terjadi ‘hal yang tidak diinginkan’… Seperti biasa, hari ini pun ada kertas sticky note lagi dari youngmin.
Makan sampai habis ya!
sudah kedua kalinya kau tidak menghabiskan makanan dariku TT,TT
Kalau kali ini tidak habis,
sepulang sekolah akan benar” kugendong bridal style!😄
annyeong, dagu walnut~ ^_^V 

Mwoya? dia pikir gara-gara siapa 2 kali tidak menghabiskan bekal darimu? Totally your fault! Kalau kau tidak melempariku bola, aku tidak akan masuk UKS, kalau aku tidak masuk UKS, aku tidak akan dijadikan buronan! Well, tidak berguna mengungkit masalah yang lalu… Kubuka saja kotak bekalnya itu, kali ini tidak ada yang main bola kan? syukurlah.
“annyeong, yanggi-ah!” sapa seseorang dari samping, “eomma!” pekikku kaget, aku menoleh melihat siapa yang menyapaku, Kwangmin. “jangan buat aku pingsan lagi, jebal…” kataku sambil mengelus dada lalu kembali melahap bekalku, dia hanya tertawa mendengar kata-kataku. “kau juga mau makan?” tanyaku, “ne, youngmin hyung juga membuatkanku bekal, dasar hyung… kotak bekalku selalu diberi sticky note -___-” katanya sambil mencabut sticky note, “aku juga ditempeli kok… nih” ujarku seraya memperlihatkan sticky note darinya. Dia nampak terbelalak melihat tulisan di sticky note-ku, apa yang aneh?
“Apa yang dia tulis di sticky note-mu?” aku mengambil sticky note milik kwangmin dan membaca isinya…
Makan sampai habis ya!
Kalau tidak, pulang nanti kusita semua boneka pikachu-mu!
atau tidak, kau harus mengerjakan semua PR-ku!
hahahaha~~~ 

from: your hyung, youngmin ^^V 

‘what?!’ pekikku dalam hati, isinya sticky note-nya dengan milikku 180 derajat berbeda, dia benar-benar mengancam adiknya sendiri, “sudahlah, ayo kita makan… tak usah pedulikan sticky note dari hyungmu…”, aku menghiburnya, dan mengajaknya makan bersama. “dia juga membuatkan makanan untuknya sendiri?” tanyaku, “ne, tapi tidak adilnya, dia memasak yang tidak dia suka untukku saja -____-” katanya, tapi nampaknya kwangmin tetap memakannya, pasti dia takut bonekanya disita. “jadi apa dia juga memasak yang tidak yang ‘tidak dia suka’ itu di bekalku?” tanyaku sambil memperlihatkan isi bekalku.
Dia melihat-lihat bekalku dan spontan matanya terbuka lebar… “ini makanan yang dia suka semua -___-” katanya, o,O” “jinjja?!” tanyaku, “serius!” dia menunjukkan jari peacenya. Aigoo, aku benar-benar kasihan dengan anak ini -_- hyungnya terlalu kejam! “mau tukar dengan bekalku?” tawarku, “memangnya boleh?” tanyanya ragu. “kalau tidak dibolehkan, kenapa aku menawarkanmu?” kataku lagi. Akhirnya kami menukar bekalnya, tak apalah toh aku tidak terlalu memilih-milih makanan, yang penting makan saja!@@@

Youngmin POV

Hari ini tumben-tumbenan kotak bekal kwangmin bersih total, biasanya ada beberapa biji nasi atau remah-remah makanan yang tertinggal, aku bahkan mengira kotak itu baru dicuci. Yaah, kalau tidak menghabiskan makanannya memang salahku sendiri sih, memberi makanan yang tidak kusuka :p Tapi sekarang malah Kotak bekal yanggi yang banyak remah-remah makanan, apa mereka salah mengambil? Ya sudahlah

“yaa! Kwangmin-ah! Kau salah mengambil kotak bekal ya?” tanyaku padanya “ani, tadi yanggi minta tukar bekal, ups…” dia langsung menutup mulutnya, pantas saja!!! “kok bisa?” tanyaku dengan tatapan tajam, jangan-jangan dia membuka aibku. “So…Sorry hyung…” katanya terbata-bata, kalau aku sudah marah memang susah diredakan.

“Kau buka aib-ku ya?” tanyaku lalu menggoyang-goyangkan bahunya, “Mian hyuuung~~” katanya, “Youngmin-ah!” panggil yanggi dari jauh. “kenapa?” tanyaku. “Lain kali berilah kwangmin bekal yang sama” katanya singkat. Kwangmin langsung kabur.

~~~~~
Yanggi POV

Aku baru ingat sebentar lagi ada perayaan ulang tahun sekolah, angkatanku mau mengadakan beberapa acara, aku berpikir-pikir acara apa saja yang akan kuikuti. Sebenarnya dari dulu aku ingin sekali mengikuti acara tapi aku terlalu malu untuk mengajukan.

Kulihat daftar acara itu, ada drama, pentas seni, dll. Jadi bingung… “Sosaengnim!” teriak seorang murid di belakang, hee ra .Sosaengnim menoleh, “saya mau mengusulkan yanggi main di drama” katanya hingga membuatku shock berat. Seluruh murid di kelas langsung bersorak tanda setuju, sosaengnim pun juga begitu, aaah~

“Arasseo… drama apa dulu?” tanyaku,

“cinderella?” usul seseorang

“Jangan, terlalu kekanakkan -_-”

“Jadi apa dong?”

Usulkan saja sendiri, asal jangan jadikan aku peran menyedihkan -_- “Bagaimana kalau romeo and juliet?” usul hee ra, ide yang cukup bagus lah… Terima jadi saja aku -_- “Tapi yang jadi romeo siapa?” tanya seseorang. Tiba-tiba muncul youngmin di pikiranku langsung saja kugetok kepalaku sendiri, untuk apa aku memikirkannya!

“Youngmin?”, begitu nama itu disebut hee ra langsung saja mereka menyorakiku lagi, apa lagi kalau bukan karena kedekatanku dengannya? Tapi ada beberapa yeoja juga yang tidak terima, terserahlah. “kwangmin? dia kan sudah kembali?” sahut murid lain, dan semuanya langsung setuju. Tak apalah, toh juga aku dekat dengan kwangmin.

“Kalau begitu latihannya besok sepulang sekolah ya! Arasseo?” ujar sosaengnim. “nee…” jawabku lemah.

@@@

Aku pulang ke rumah bersama jo twins (singkatin aja ya). “Kwangmin-ah, aku disuruh main drama romeo and juliet, lalu teman-temanku…” kataku dulu, mungkin saja dia tidak tahu hal ini, “oh, itu? Aku juga diusulkan main jadi romeo kok.” katanya. Ternyata ini sudah jadi rencana 1 angkatan huh -_-

“Mworago?!” teriak youngmin tiba-tiba, “mwoya? tiba-tiba berteriak” kataku kaget, “ani…” jawabnya.

Youngmin POV

Apa yang barusan kudengar itu? Yanggi bermain sebagai cinderella dan kwangmin… Aargh, aku bahkan tidak mau membayangkannya. Mendengar itu membuatku sangat kecewa, kenapa tidak aku saja T,T *ngarep*

~~~~~
Yanggi POV

Youngmin terus berjalan dengan gontai, semua orang di rumah dibuat bingung olehnya. Sejak aku membicarakan drama itu dia langsung tidak bersemangat. “Yaa, apa youngmin punya trauma dengan romeo and juliet?” bisikku pada kwangmin mengira-ngira, mungkin dia tahu kenapa… “Kupikir tidak, tapi waktu dia kelas 6 SD dia pernah dapat peran jadi putri di drama sekolahnya, hahahaha~” jawabnya.

“Tuh, lihat fotonya, yeppeo kan?”, dia mengambil sebuah album foto di rak di ruang tamu lalu memperlihatkan foto youngmin padaku. Benar-benar mirip perempuan! “Dia bahkan pernah di tembak anak laki-laki karena pergi keluar menggunakan wig ini…” jelas kwangmin, “jinjja? hahaha…” kataku lalu tertawa kecil. “Tapi bodohnya youngmin hyung bilang kalau dia punya pacar, bukan menjelaskan kalau dia bukan laki-laki, huh…” kata kwangmin yang membuatku menghela napas.

“Sayang sekali, kan lucu kalau anak itu syok begitu tahu youngmin bukan perempuan” gumamku.

Youngmin POV

Aku memerhatikan mereka berdua dengan tatapan kesal, mereka tampak dekat. Ku intip apa yang sedang mereka lakukan, mereka melihat sebuah buku… Aah, aku tidak peduli itu buku apa. Yanggi terlihat tertawa-tawa dan berbicara dengan bebas, kalau denganku yanggi suka kesal atau memukul lenganku T,T

@@@

“Kwangmin-ah…” panggilku begitu kami berdua masuk ke kamar, dia menoleh. Sebenarnya aku ingin minta supaya peran kwangmin diberi padaku, tapi aku takut ketahuan… Alasan apa yang enak ya? “oi,hyung! kau kesurupan lagi?”

PLETAK

“enak saja!” kilahku, mana bisa disaat seperti ini aku kesurupan -_- “oke, kau benar-benar setuju untuk jadi…”, “Ooh, itu… Sebenarnya sih aku menolak jadi romeo…”, kwangmin memotong ucapanku. Ternyata dia menolak perannya o,O Yeeeeyyy~ “Tapi kenapa kau menolak?” tanyaku heran, bukankah dia juga menyukai yanggi?

Dia menghela napas, “hyung, aku tahu kau menyukai yanggi. Karena itu daripada kau marah karenaku lebih baik kuserahkan saja dia padamu, oke?” katanya yang membuatku menganga. Aku langsung memeluknya erat, “Kwangmin-ah~ Gomawo!!” teriakku lalu menggoyang-goyangkan badannya. Kwangmin memang sangat pengertian :’)

~~~~~
Yanggi POV

“Jadi kau menolak peranmu?” tanyaku begitu kwangmin mengatakan dia menolak perannya jadi lawan mainku, dia mengangguk. “Lagi pula youngmin hyung lebih jago dalam hal beginian, hasilnya pasti tidak mengecewakan, jamin deh” katanya lalu melahap lagi bekalnya. Aku mengangguk kecil, hasilnya memang tidak akan mengecewakan tapi bagaimana kalau aku dimarah lagi oleh fans yang rada ‘ababil’ itu -_-

“Takut dimarah?” kwangmin tiba-tiba berbicara, membuatku tersedak sedikit, “tenang, berhubung kita anak kembar pasti tidak akan ketahuan..” katanya, aku menghela napas lega, benar juga. “call?” ujarnya, “ne, call!” jawabku lalu mengangkat sendokku dengan bersemangat

Aku kembali memakan bekalku, “sejujurnya, aku merasa lebih nyaman bersamamu…” ujar yanggi di sela-sela ‘kegiatan makan’-nya itu, kwangmin langsung tersedak dan meminum sebotol air yang ada di sampingnya itu, “gwaenchanha??” Tanyaku , sambil terbatuk-batuk dia mengangguk tanda kalau dia baik-baik saja, apa kataku itu terlalu berlebihan?

Setelah selesai terbatuk, kwangmin berdehem lalu mulai menanggapi perkataanku. “Tapi bukannya kau lebih dekat dengan youngmin hyung?”. “Sebenarnya dia memang baik, tapi kalau berbicara denganmu rasanya lebih ringan & bebas. Kau juga tidak pernah membuatku kesal…” jawabku, aku teringa bagaimana youngmin membuatku kesal karena mengataiku pendek dan dagu ‘walnut’. Aku menganggap semua pembicaraan yang di lontarkan oleh kwangmin lebih menarik untuk dibicarakan.

TBC

This entry was posted by kepangmusic.

6 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] A Little Stray Cat – Chapter 02

  1. Lanjuut!

    Huaaah,knpa sih ma yanggi?
    Kan lbih baik dya sma si cerewet -,-
    *di tabok young

    Ffnya kcak abis thor,smpe2 aq gk brhnti ktwa dri prtma bca smpe trkhir bca XDD

    Ini ff super kocak n kgak gaje yg prnah ap bca! 900000000000000000000000000000 jempol buat author!😄

    Klnjutannya d cpatin ya thor!
    Ppyoungie😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: