[FANFICT/FREELANCE] You Are My Stranger

mystrenger

Title 
: You Are My Stranger
Author ranrenRINrunron
Genre         : Romance
Rating          :
Type   : Ficlet
Main Casts      
: ~ Jo Youngmin 

  ~ Choi Yonnhee (OC)

 

Heyo~ Park Rin imnida. Chingudeul bisa manggil aku RIN😀 Ini pertama kalinya aku ngirim fic disini. Semoga raderdeul suka ^^ Happy reading, ppyong~

***

Semua berkat dia. Dia yang selalu Youngmin gumamkan namanya. Dia yang selalu dikhawatirkan Youngmin. Dia yang memenuhi pikiran Youngmin sepanjang hari.

***

ranrenRINrunron present….

A Boyfriend’s fanfiction

Staring Jo Youngmin

***

YOU ARE MY STRANGER

***

Youngmin menghempaskan tubuh kurusnya ke jok belakang mobil van Boyfriend. Dilirik sekilas jam tangan hitam yang melingkar sempurna di tangannya.

Pukul 02.00 dini hari.

Sungguh, setelah menyelesaikan jadwal hari ini Youngmin merasa begitu lelah. Perlahan bersamaan dengan mobil van yang mulai berjalan, Youngmin turut memejamkan matanya erat. Menyusul semua member yang juga sudah terlelap sedari tadi. Menjadi orang yang gampang sekali lelah sangat menyusahkan.

***

“Youngminie, ironaa~“  Youngmin merasakan suara yang familiar menelusuk masuk telinganya.

“Ini sudah jam setengah tujuh, cepat mandi atau kau akan terlambat ke sekolah,”

“Lima menit lagi Kwangie~” Youngmin menggeliat tidak nyaman, kemudian meneruskan  tidurnya kembali.

“Aish, terserahmu! Aku sudah membangunkanmu dan jangan salahkan aku kalau kau nanti terlambat,” Kwangmin mulai jengah, menyerah membangunkan kembarannya itu mengingat Youngmin sangat keras kepala, sulit untuk ditaklukkan. Setelah mengenakan jas kuning kebanggaan sekolahnya -School of Performing Art Seoul- Kwangmin keluar kamar menuju ruang makan untuk sarapan.

***

“YA! Kalian berdua tega sekali tidak membangunkanku lebih awal!” Youngmin menatap sebal kearah Kwangmin dan Minwoo yang berjalan lebih dahulu menuju gerbang sekolah mereka.

“Seratus kali aku memanggil namamu, lima puluh kali ku goyangkan tubuhmu, dan dua puluh lima kali aku menarik selimutmu Youngminie, tapi kau tidur seperti kerbau,” jawab Kwangmin santai sambil terus melenggang pergi.

Youngmin mendesah berat. Memang jujur belakangan ini keadaan fisiknya makin melemah. Youngmin menjadi lebih cepat lelah dibandingkan sebelumnya. Jadwal yang padat dan tidak teratur membuat waktu istirahatnya berkurang drastis dan memperburuk keadaanya. Saat berjalan seperti ini pun, rasanya Youngmin ingin sekali mengendarai kasur hangatnya untuk ke sekolah. Sungguh, Youngmin merasa sangat lelah.

Dan kepalanya makin berat ketika melihat seisi kelas sedang sibuk belajar. Youngmin menoleh menatap kembarannya yang duduk di bangku belakang bersama Minwoo, bertanya apa yang terjadi.

“Test harian mata pelajaran modern music. Belajarlah selagi songsaengnim belum datang,” Kwangmin menjawab tatapan Youngmin kemudian mengeluarkan sebuah buku tebal dan mulai membacanya.

Youngmin mengacak rambutnya frustasi. Dengan malas ia keluarkan buku yang serupa. Namun alih-alih membacanya, Youngmin menggunakannya sebagai bantal. Dan tiga detik berikutnya, jiwa Youngmin sudah berpetualang menuju alam mimpi.

***

Youngmin berbaring santai sambil menutup matanya merasakan angin yang menggelitik membelai wajah tampannya. Sudah menjadi kebiasaan Youngmin semenjak masuk SOPA bahwa atap gedung sekolah menjadi tempat favorit Youngmin. Karena hanya disinilah satu-satunya tempat dimana Youngmin bisa menyendiri dan menghindar dari keramaian.

“Youngmin-ah….”

Youngmin membuka mata indah miliknya, kemudian menoleh ke sumber suara yang meneriakkan namanya. Muncullah sesosok gadis manis dengan tinggi sedang dan rambut sepunggung yang ia gulung keatas, serta poni lurus yang menghiasi dahi gadis tersebut.

“Yoonhee-ya,” jawab Youngmin manis. Kini ia ubah posisi dari berbaring menjadi duduk bersila.

“Kemarilah,” Youngmin menepuk lantai di sampingnya. Mengisyaratkan gadis yang ia panggil Yoonhee tadi untuk duduk di sampingnya.

“Kau jarang masuk sekolah, aku kira kau sudah keluar dari SOPA.”

“Ya! Jadwalku sangat padat tau.”

“Aku tau! Lihatlah badanmu itu Youngmin-ah, kurus kering seperti ini,” Yoonhee menyentuh pelan lengan kurus Youngmin, menatapnya prihatin.

Youngmin tersenyum senang melihat perhatian gadis di hadapannya tersebut. “Gomawo, nae chagi-ya.”

Yoonhee menunduk malu, dapat ia rasakan pipinya yang mendadak terasa panas. “Ya! Jangan memanggilku seperti itu. Jika ada yang dengar, matilah kita.”

Youngmin tidak menggubris Yoonhee, sedetik kemudian ia rebahkan kepala lelahnya di paha Yoonhee. “Beritau aku kalau bel berbunyi. Aku mau tidur sejenak.”

Yoonhee sedikit salah tingkah, namun kemudian jemari kecilnya memainkan rambut coklat milik Youngmin. Merasakan betapa lembutnya rambut tersebut walaupun nyatanya rambut tersebut milik seorang namja.

“Neo gwencana?”

Youngmin membuka matanya sejenak untuk memastikan pertanyaan tiba-tiba yang mendadak meluncur dari bibir yeojachingu-nya itu. “Sedikit buruk,” jawab Youngmin sembari menutup matanya kembali.

Yoonhee mamandang wajah Youngmin yang makin kurus. Sungguh, setahun tahun lalu pipi milik Youngmin masih berisi dan terlihat sangat cute. Tapi sekaranng, pipi namja paling disayanginya itu makin tirus, seperti orang kurang gizi. Tanpa sadar, jemari yang sedari tadi memainkan rambut Youngmin berpindah ke pipi kurus milik Youngmin.

Grep.

Youngmin menangkup tangan Yoonhee di pipi miliknya.

“Kau tau, kulit selebritis itu mahal. Kalau kau menyentuhnya, itu bisa menimbulkan jerawat, Yoonhee-ya….”

Yoonhee mengembungkan pipinya kesal, dengan sengaja ia hempaskan tangan Youngmin yang menangkup tangannya, kemudian berdiri secara tiba-tiba, “Terserahmu!”

Youngmin tertawa melihat tingkah yeojachingunya tersebut. “Ya! Jangan marah Yoonhee, aku hanya bercanda tau. Yoonhee-ya….”

Yoonhee memandang kesal  Youngmin. Namja itu selalu saja menggodanya.

“Yoonhee-ya….”

“Awas kalau kau seperti itu lagi, aku tidak akan sudi menyentuhmu lagi, Jo Youngmin-ssi!”

Youngmin tertawa kecil, kemudian dituntunnya Yoonhee untuk duduk di sampingnya kembali. “Aku lapar….”

Yoonhee menoleh kearah Youngmin, sedetik kemudian ia baru ingat kalau sedari tadi bekal yang ia bawa untuk Youngmin terlupakan begitu saja. “Ah~ aku lupa! Ayo kita makan,” Yoonhee menyodorkan kotak berwarna biru berukuran besar.

Youngmin menyambut kotak besar itu dengan senang. Dengan antusias ia buka kotak makan tersebut. Sekotak kimbap penuh untuk dirinya. Tanpa pikir panjang lagi, Youngmin menyantapnya dengan lahap.

”Aku membuatnya sendiri tadi pagi. Maaf kalau rasanya aneh.”

Youngmin menghentikan aktivitas mengunyahnya sejenak. Dipandangnya Yoonhee dengan penuh rasa sayang, “Ini lebih dari enak, nae Yoonhee-ya.”

Yoonhee tersipu, wajahnya tidak bisa menyembunyikan rasa senang.

“Kau juga makan, aaaaaa~” Youngmin kemudian menyuapi sepotong kimbab ke mulut Yoonhee.

“Tapi Youngmin-ah, aku rasa kimbab ini agak aneh. Tidak terlalu enak. Kau bohong kan tadi?”

Youngmin tersenyum lembut. Memang benar, Youngmin akui rasa kimbab ini tidak bisa di sebut enak. Tapi entah, ada sesuatu yang membuat Youngmin menyukai kimbab buatan Yoonhee. Youngmin rasa ketulusan dan rasa cinta Yoonhee lah yang membuat kimbab ini menjadi sangat enak di lidahnya. “Kalau kau yang membuat semuanya terasa enak.”

Dan setelah beberapa menit menikmati makan siang mereka, akhirnya sekotak kimbab penuh tersebut selesai mereka santap di ikuti bel nyaring yang menandakan waktu istirahat mereka selesai.

“Aku kembali ke kelas dulu, lima menit kemudian baru kau yang turun, ne?” Yoonhee memberi wejangan kepada Youngmin. Menjalani hubungan backstreet seperti ini memang merepotkan. Mereka berdua harus sedemikian rupa tidak mengundang perhatian ataupun kecurigaan orang lain. Youngmin sadar, statusnya sebagai seorang idol bisa saja membahayakan jiwa Yoonhee kalau saja mereka ketahuan berpacaran.

”Yoonhee-ya,” Youngmin memanggil Yoonhee yang sudah diambang pintu turun dari atap sekolah.

Ye?”

Youngmin mendekat kearah Yoonhee, ekspresinya sedikit berbeda dengan beberapa detik lalu, lebih serius. “Besok kau ganti rokmu!”

Mwo?”

Youngmin menunjuk rok seragam diatas lutut milik Yoonhee, “Aku tidak suka kau mengumbar pahamu dihadapan namja lain!”

Walaupun dimarahi, tapi Yoonhee tidak bisa menyembunyikan wajah senangnya.

Ya! Kenapa malah tersenyum?”

Aniyaa~” Yoonhee merasa sangat bahagia. Walaupun tindakan Youngmin tadi terkesan overprotective, tapi Yoonhee menyukai Youngmin yang seperti ini.

“Kau takut aku disukai namja lain ya?” Yoonhee menggoda Youngmin.

“YOU. ARE. MINE.” Jawab Youngmin tegas.

Dan Younhee merasa jantungnya berhenti berdetak saat itu juga. Diikuti kecupan singkat Youngmin pada bibirnya. Sungguh, Yoonhee merasa kakinya melayang tidak menapak di tanah. Walaupun ini bukanlah ciuman pertamanya dengan Youngmin, tapi selalu saja seperti ini ketika Youngmin memberikan skinship yang berlebihan kepadanya.

“Hatimu milikmu, aku tidak akan membiarkan siapa pun mengambilnya dariku. Saranghae,” dengan ekspresi serius yang menghiasi wajah Youngmin ketika mengatakan kalimat itu, Yoonhee bersumpah gadis manapun yang melihatnya akan mencair saking bahagianya.

Nado saranghae. Jaga kesehatanmu, ne? Aku akan mengirimkan vitamin ke dorm-mu, jangan lupa kau minum nanti,” Yoonhee mengatakan dengan lembut, sembari membenarkan dasi seragam Youngmin yang sedikit miring, persis seorang istri yang sangat menghawatirkan suaminya.

“Kalau waktuku luang aku janji akan mengajakmu berkencan. Sudah lama sekali kita tidak melakukannya kan?” balas Youngmin juga dengan ekspresi lembutnya.

Aniya~ pergunakan waktu luangmu untuk istirahat. Aku tidak suka mukamu jadi kurus seperti ini.”

Senyum Youngmin merekah, perlahan ia kecup penuh sayang dahi Yoonhee. Mengungkapkan betapa ia menyayangi gadis dihadapannya ini.

“Aku kembali ke kelas dulu Youngmin-ah. Kabari aku kalau kau akan masuk sekolah, ne? Aku akan membuatkanmu makanan lagi.” Kemudian Yoonhee berlalu dari hadapan Youngmin. Berat memang berpisah dengan namjachingu-nya itu mengingat dirinya memiliki waktu yang sangat sedikit dengan Youngmin. Tapi status Youngmin sebagai seorang idol mengharuskan keadaan yang seperti ini.

***

Youngmin tiba di kelasnya, untunglah songsaengnim belum masuk kelas. Dengan langkah ringan ia duduk kembali di bangku. Diiringi siulan halus dari mulutnya.

“Kwangmin-ah, Minwoo-ya aku hidup kembaliiii~” Youngmin tersenyum lebar sambil mengangkat dua tangannya penuh semangat.

“Pasti gara-gara DIA,” Minwoo menekankan kata dia.

“Ya, aku tau kau iri kau belum punya seseorang seperti DIA,” Youngmin menjulurkan lidahnya, mengejek Minwoo yang memang belum memiliki kekasih.

“Setidaknya aku tidak akan bertingkah norak seperti dirimu tiap kali menerima telepon atau pun pesan darinya,”

Youngmin mengangkat satu alisnya sambil memandang Minwoo setengah kesal, baru saja ia akan membalas ucapan Minwoo ketika Youngmin mendapati ponselnya bergetar,

From: My Soul

Youngmin-ah, kau sudah di kelas? Kau tidak terlambat kan?

Youngmin mengetik balasan pesan ketika kemudian ponselnya bergetar kembali.

From: My Soul

Kalau kau masih merasa lelah hari ini, bilang saja pada Songsaengnim kalau kau sakit dan beristirahat di ruang kesehatan.

Youngmin tersenyum. Namun lima detik kemudian ponselnya kembali bergetar.

From: My Soul

Jangan memaksakan dirimu.

Kali ini Youngmin diam, menunggu apakah ponselnya akan bergetar lagi. Dan bingo!

From: My Soul

Aku akan membunuhmu kalau kau sampai sakit!

Youngmin tidak bisa menahan senyumnya.

To: My Soul

Yoonhee-ya, nan jinjja jeongmal neomu mani mani saranghae. Terimakasih kau telah menghawatirkanku. Nanti aku telepon dirimu, ne?

“Kau lihat Kwangminnie? Nan jinjja jeongmal neomu mani mani saranghae adalah contoh bahwa kembaranmu itu bertingkah sangat norak!” Tiba-tiba saja Minwoo mengintip dari belakang, membuat Youngmin memandangnya dengan tatapan sialan-kau-No-Minwoo.

Kwangmin memperhatikan kakak kembarnya tersebut dengan seksama, kemudian tersenyum lega. Walaupun Youngmin adalah Hyung-nya, tapi justru Youngmin lah yang memiliki stabilitas stamina yang lebih buruk darinya. Youngmin akan lebih cepat lelah dan mudah sakit dibandingkan dirinya. Contohnya saja pagi ini, kalau saja karena mereka sudah hampir seminggu bolos sekolah karena jadwal yang menggila, Kwangmin pasti tidak akan membangunkan Hyung enam menit-nya itu untuk pergi sekolah. Namun ternyata pilihannya tepat. Kwangmin bisa melihat dengan jelas kalau Youngmin memang telah ‘hidup kembali’ daripada tadi pagi. Tentu saja, semua berkat DIA. Dia yang selalu Youngmin gumamkan namanya. Dia yang selalu dikhawatirkan Youngmin. Dia yang memenuhi pikiran Youngmin sepanjang hari. Siapa lagi kalau bukan dia, Choi Yoonhee.

=FIN=

Semoga enggak mengecewakan yaah~

Kritik saran selalu di tunggu di kolom comment bawah ini😀

No silent reader yaahh~😀

This entry was posted by kepangmusic.

9 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] You Are My Stranger

  1. Haha, aku ngakak banget pas baca ucapan Minwoo yang terakhir : ” “Kau lihat Kwangminnie? Nan jinjja jeongmal neomu mani mani saranghae adalah contoh bahwa kembaranmu itu bertingkah sangat norak!” dan juga tatapan Youngmin yang mengatakan ‘sialan-kau-No-Minwoo’… Thanks ya thor udah bkin aq ngakak…😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: