[FANFICT/FREELANCE] PRINCE – Chapter 03

Title 
: Prince – Chapter 03
Author : Ju J. N.
Genre         : Fantasy dan Romance
Rating          : G
Type   : Chaptered
Main Casts      
: ~ Kwangmin      ~ Youngmin

  ~ Eun A (OC)

  ~ Eun Kyo (OC)

  ~ Minwoo

  ~ Hyunseong

Author’s Note   : Happy Reading and don’t be silent reader. Di tunggu komen-komen positifnya ^^

O iya, buat readers yang agak sulit mengimajinasikan cerita yang berbau fantasi kolosal yang dibuat author ini, jadi begini ceritanya…. Memang FF ini kolosal tapi bayangkan saja, hidup mereka seperti di kisah-kisah fantasi kolosal Eropa, yang pangeran-pangerannya berkostum kayak di MV Janus dan putri-putrinya menggunakan gaun. Serta settingnya di kastil-kastil Eropa. Semoga readers suka sama cerita kolosal buatan author ini🙂

Eun A POV

Mataku terbuka, mengedarkan pandanganku ke kamar yang asing ini. Benar saja ini bukan kamarku, aku sedang berada di kerajaan KIM. Nyenyak sekali tidurku semalam, rasanya aku tidak ingin bangun dulu. Akupun menaikkan selimutku dan memeluk gulingku lagi, meskipun tidak untuk tertidur lagi tapi aku ingin seperti ini dulu lagipula ini masih terlalu pagi.

“Kau sudah bangun?” aku mendengar suara kakakku bertanya.

“Ne… kenapa?” kataku sambil memejamkan mataku.

“Apakah kau sudah baikan?? Kakimu sudah pulih?? Tanyanya lagi, ah ya aku lupa kalau semalam aku terkilir dan ah aku malu sekali mengingatnya lagi. Mengingat pangeran itu menolongku dan menggendongku.

“Entahlah tapi rasanya kakiku sudah baik-baik saja” kataku .

“Bangunlah dan coba gerakan kakimu Eun A!” perintah Eun Kyo eonni.

“Aku masih malas sekali eon… nanti saja, ini masih terlalu pagi untuk bangun” kataku sambil menaikan selimutku ke kepalaku.

“aishhh…. Adikku yang satu ini, cepat bangun!!!” kata eonni sambil menarik selimutku.

“Yaaa!!! Eonni!!!! Aku masih malas sekali, kemarin kita melakukan perjalanan jauh dan semalam aku terjatuh. Aku ingin seperti ini sebentar saja, ne? jebal…..” pintaku kepada eonni.

“Hah baiklah… aku akan mandi dan jika setelah aku mandi kau tidak bangun akan kau rasakan nanti apa akibatnya” ancam eonniku.

“He he he arasseo” kataku sambil tertawa. Dan setelah eonni masuk ke kamar mandi akupun kembali memeluk guling dan menaikkan selimut yang di tarik eonni tadi. Pikiranku melayang memikirkan kejadian semalam.

 

Flashback……………

“Jangan bilang mianhae lagi, aku bosan mendengarnya” kata pangeran itu.

“he he he ne oppa” kataku sambil tersenyum.

Pangeran itu menggendongku dengan kedua tangannya, kami berdua hanya terdiam saat perjalanan menuju ke kamarku yang berada di dalam kastil. Kenapa aku hanya diam saja? Seumur hidupku laki-laki yang pernah menggendongku adalah appa  dan kakakku sendiri, Seong Il oppa. Rasanya aku malu sekali dan hanya bisa diam saja menundukkan wajahku dan lagi pula pangeran aneh ini juga kenapa hanya diam saja membuat suasana menjadi sangat kikuk. ‘Hei jangan diam saja pangeran aneh, katakan sesuatu’ batinku. Mengerikan sekali, apa aku sedang di gendong oleh zombie??

                Sesekali aku mengangkat kepalaku sedikit untuk melihatnya, menatap wajahnya. Pangeran yang tampan, sangat tampan, amat sangat tampan…… mwo?? Apa yang aku pikirkan tentang pangeran aneh ini?? Tapi jujur saja pangeran aneh ini benar-benar sangat tampan. Ya! Ya! Ya! Kenapa jantungku berdetak dengan kencang, jebal jangan begini, aku bisa malu jika pangeran ini mendengarnya. Hanya berada didekapannya seperti ini saja sudah membuatku malu apalagi kalau ia mendengar jantungku berdetak seperti ini.

                Akupun menarik nafas untuk mengontrol diriku, ‘tenangkan dirimu Eun A!’ perintahku kepada diriku sendiri. Akupun menatap pangeran ini lagi. Lalu tiba-tiba tanpa melihatku dan hanya melihat jalan di depannya dia berkata.

“Kenapa kau menatapku??? Kau mengagumi ketampananku?? Apakah aku sangat tampan??” kata pangeran itu yang membuatku kaget, tidak mungkinkan dia dapat membaca pikiranku.

“a.. a.. a.. aniya…. Apa maksudmu? Aku tidak melihatmu” kataku bohong dengan sedikit tergagap.

“Jangan bohong, aku dapat merasakan ada yang memandangku” kata pangeran itu.

“Baiklah, aku memang memandangmu untuk memastikan apakah aku digendong oleh manusia atau zombie” kataku dengan nada sedikit ketus seperti biasanya.

“Wah sepertinya tadi kau seperti anak kucing sekarang kau telah kembali lagi seperti  srigala” kata pangeran itu sambil menyeringai tapi tetap tidak memandangku.

“MWO??? Berani-beraninya kau mengataiku srigala” kataku dengan nada kesal dan pangeran itu tertawa.

“Ya! Apa yang kau tertawakan” kataku lalu memukul-mukulnya,

dan tiba-tiba pangeran itu berhenti berjalan dan berkata “Hentikan itu, kalau tidak kau akan ku lempar, kau mau aku lempar?” lalu dia menatapku dan kami berdua tiba-tiba terpaku dan saling menatap.

Aku bisa melihat matanya yang lebar itu menatap mataku, awalnya ia menatapku dengan tajam dan kesal tapi aku merasakan bahwa tatapannya melunak dan memandangku dengan dalam. Seketika itu detak jantungkupun berdetak sangat kencang. Tiba-tiba pangeran itu mengalihkan pandangannya  dan berjalan lagi tanpa mengucapkan sepatah katapun. Akupun hanya bisa tertunduk dan aku bisa merasakan wajahku yang memerah.

                Tak berselang lama kami berada di depan sebuah kamar dan pangeran itu berkata “ketuk pintunya!” dan karna aku tidak begitu memperhatikan ucapannya aku hanya berkata “apa maksudmu?”.

“ketuk pintunya kedua tanganku mengangkat tubuhmu, bagaimana aku bisa mengetuk pintunya?” katanya cepat

“oh baiklah” kataku cepat dan mengetuk pintu itu dan pintu itu terbuka, aku melihat Eun Kyo eonni yang membukanya .

“Apa yang terjadi, kenapa kalian………. “ kata Eun Kyo eonni tanpa menyelesaikan perkataannya karna bingung kenapa pangeran ini menggendongku dengan kedua tangannya.

“Ah adikmu tadi terjatuh” kata pangeran itu

“Benarkah, apakah ada yang terluka?” kata eonni sambil mengamati tubuhku.

“Dia terkilir, tapi tenang saja aku sudah mengatasinya cuma mungkin kakinya masih sedikit sakit. Nanti aku akan menyuruh perawat istana untuk merawatnya” kata pangeran itu kepada eonni.

“Cepat segera masuk, kau pasti sangat lelah telah mengangkatnya” kata eonni sambil menyuruh kami masuk ke kamar.

Pangeran itu mendudukkanku di atas ranjang.

“Memang sedikit melelahkan, sepertinya kau memberinya banyak makanan” katanya sambil tertawa ringan.

“Mwo?? Apa katamu” kataku dengan nada kesal, sepertinya tubuhku tidak gemuk.

“hahaha kau ini pandai sekali bercanda Kwangmin-ah” kata eonni sambil ikut tertawa, apa-apaan mereka ini. Dan apa itu tadi ‘Kwangmin-ah’ wah eonni sok akrab sekali sampai-sampai memanggilnya seperti teman.

“Baiklah nunna, aku akan kembali ke ruanganku dan menyuruh dayang untuk merawatnya” kata pangeran itu, apa lagi itu? Nunna? Sejak kapan kau menjadi adik eonniku?

“Ya! Jangan panggil aku nunna, kau lebih tua dariku beberapa bulan, harusnya aku yg memanggilmu oppa” kata eonni. Oh GOD!! Please hentikan percakapan yang memuakan ini.

“Karna aku menghormatimu jadi aku memanggilmu nunna, kau tidak suka?” kata pangeran itu dan sepertinya mereka melupakan keberadaanku.

“Panggil saja dengan namaku” kata eonni.

“Baiklah Eun Kyo aku akan pamit dulu” kata pangeran itu.

“Ne… gomawo Kwangmin-ah” kata eonni dan pangeran itu pergi tanpa melihatku sama sekali bahkan tanpa mengatakan apapun kepadaku. Ah.. apa peduliku…..

“ Ya! Eun A, apa yang kau lakukan? Belum apa-apa kau sudah merepotkan Kwangmin” kata eonni dengan nada tinggi.

“Gaun yang kau pilihkan ini penyebabnya” kataku sambil cemberut.

“Dasar kau ini, Kwangmin baik sekali mau menggendongmu. Negri ini benar-benar beruntung memiliki pangeran kembar dan keduanya sangat tampan serta baik” kata eonni yang membuatku mual.

“Mereka kembar aneh eon” kataku yang dibalas hanya dengan decakan oleh eonni.

 

Flashback End…………..

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Eun A POV

Setelah tadi pagi aku dan eonni belajar bersama Jeongmin ajusshi tiba-tiba saja putra mahkota itu datang dan mengajak eonni pergi dan tega-teganya mereka membiarkan aku sendirian lagi seperti ini aishhhhhh……  jinja! Apa sih maksud putra mahkota itu, dia terus-terusan menyerobot eonni ketika ada kesempatan, dan eonni juga mau-maunya diajak olehnya. Karna aku sendirian, aku memutuskan untuk pergi berjalan-jalan sendiri, berkeliling di kastil kerajaan Kim ini. Kastil ini benar-benar megah sekali dan jujur saja arsitekturnya benar-benar daebak, tapi kastil kerajaan Lee juga tidak kalah bagus dari kastil ini. Aku menyusuri koridor-koridor kastil ini, aku agak bingung karna aku belum terbiasa berada di kastil ini, ah sudahlah kalaupun aku kesasar aku bisa bertanya pada pengawal atau pelayan yang lewat he…he…he…  sampailah aku di salasar, wah disini indah sekali di kanan dan kiri salasar ini merupakan taman dari kastil ini. Disini banyak bunga dan pohon yang terawat, indah sekali dan aku senang bisa sampai ditempat ini. Tiba-tiba ada sinar yang menyilaukan terpantul ke wajahku.

“Yashhhh…. Siapa yang bermain cermin dan memantulkan cahaya ke wajahku?” kataku pelan sambil berusaha menghalangi  pantulan cahaya tersebut dengan tanganku. Akupun mengintip dibalik tanganku dan mencoba melihat dari mana sumber cahaya tersebut. Sepertinya itu bukan berasal dari cermin tapi berasal dari sebuah pedang yang memantulkan sinar matahari. Akupun berusaha melihat siapa yang membawa pedang tersebut. Aku berusaha melihatnya tapi orang tersebut membelakangiku dan tentunya karna jarak kami tidak terlalu dekat. Laki-laki itu sepertinya sedang berlatih dengan pedangnya itu, sungguh keren sekali dan aku pikir oppaku, Seong Il oppa akan kalah bila berduel dengannya. Siapa laki-laki itu akupun berjalan pelan mendekat dengan mata yang masih tertuju kearah laki-laki itu.

*BRUUUUUUUKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!*

“AAAAAaaaaaaaaaa………” teriakku, tanpa kusadari aku terjatuh karna aku tidak sadar kalau lantai salasar lebih tinggi dibanding jalan setapak di taman, yashhhhhhh!!!! Eun A pabbo!!!! Dan akupun melihat kearah laki-laki itu lagi dan dia berbalik melihat ke arahku karna aku membuat kegaduhan mungkin. MWO????? Laki-laki itu pangeran yang semalam menggendongku?? Pangeran bodoh itu??? Kwangmin???

“Putri anda tidak apa-apa? Apakah anda terluka?” Kata ajumma yang tak kusadari kedatangannya, aku rasa dia adalah pelayan istana yang mengurus taman ini.

“Ah tidak apa-apa ajumma” kataku sambil tersenyum, aku pikir aku tidak terluka.

“Mari saya bantu” kata ajumma itu sambil mengulurkan tangannya dan langsung saja aku sambut dan berdiri.

“Trimakasih ajumma” kataku sambil tersenyum dan kemudian ajumma itu membungkuk kearah orang yang baru datang dan kemudian pergi, oh ternyata ajumma itu membungkuk kepada tiga laki-laki yang datang menghampiriku, pangeran itu, Hyunseong ajusshi (aku sudah berkenalan dengan Hyunseong ajusshi di pertemuan kerajaan) dan satu lagi aku tidak tau dia siapa tapi sepertinya aku pernah melihatnya bersama pangeran dan putra mahkota saat di pertemuan kemarin.

 

Kwangmin POV

Aku mendengar suara sesuatu yang terjatuh dan benar ada yang terjatuh tapi seseorang bukan sesuatu. Seorang wanita, tunggu….. sepertinya aku mengenalnya. EUN A????? ya apa yang dia lakukan, kenapa dia hobi sekali terjatuh.

“Sepertinya dia putri dari kerajaan Lee” kata Minwoo.

“Benar, kenapa dia hobi sekali terjatuh. Apa kakinya belum sembuh? Aku rasa aku sudah membantunya kemarin” kataku sambil memasukan pedang yang aku gunakan tadi ke tempatnya.

“Terjatuh?” tanya Minwoo singkat.

“Iya, semalam dia terjatuh di depan kastil dan aku menolongnya. Aku gendong dia menuju kamarnya” kataku kepada Minwoo.

“Mwo??? Kau menggendongnya?? Aigooo…. Pangeran kita sudah berani menggendong wanita? Aigoooo… aiggooo…. “ kata Minwoo sambil tertawa, sepertinya aku salah ngomong apalagi kepada Minwoo.

“Aku hanya menolongnya Minwoo-ya, dia terluka lagipula dia tamu di negri ini” kataku kesal.

“Kau menggendongnya dipunggungmu atau dengan ala bridal style?” kata Minwoo sambil tertawa dan berhasil membuatku kesal dan ingin memukulnya.

“Sudahlah, apa yang kalian lakukan? Ayo kita melihatnya, apakah dia baik-baik saja? Kata Hyunseong ajusshi dan berhasil membuatku dan Minwoo diam dan berjalan kearah Eun A.

“Putri, apakah kau baik-baik saja?” tanya Hyunseong ajusshi ke Eun A

“Aku baik-baik saja ajusshi, hanya tidak sengaja terjatuh hehehe” kata Eun A sambil tertawa kepada Hyunseong ajusshi. Aigoo… manisnya ucapannya dan senyumnya mungkin karna disini ada Hyunseong ajusshi makanya dia bersikap sangat manis dan tidak galak.

“Apakah kakimu masih sakit?” tanyaku singkat padanya.

“Ah sudah tidak sakit, terimakasih atas bantuan pangeran Kwangmin kemarin” kata Eun A dengan nada yang tak kalah manis seperti sebelumnya, membuatku ingin tertawa saja.

“Apa yang kau lakukan disini putri?” tanya minwoo.

“Aku sedang berkeliling disini, tadinya aku belajar tata Negara bersama Jeongmin ajusshi bersama Eun Kyo eonni tapi setelah itu putra mahkota datang dan katanya ada urusan dengan eonni jadi aku berkeliling sendiri di kastil ini” kata Eun A dengan jujur.

“Aigoo……” kataku dan Minwoo bersamaan mendengar cerita Eun A tentang urusan Youngmin dengan Eun Kyo hahaha…. Modus sekali.

“Kau hanya sendirian? Kau bisa tersesat, apa kau mau bergabung dengan kami?” kata Hyunseong ajusshi, ‘itu ide buruk ajushi, Buat apa kau mengajaknya’ batinku.

“Ne?” tanya Eun A singkat.

“Aku sedang mengamati pangeran dan Minwoo berlatih, itupun jika kau mau. Dari pada kau hanya sendirian” kata Hyunseong ajusshi, dan aku setuju dengan ajushi jika tidak dia bisa terjatuh lagi hahaha.

“Ah baiklah ajusshi” kata Eun A sambil tersenyum.

“Mari kita ke taman sebelah sana” kata Hyunseong ajusshi dan mulai berjalan duluan. Aku, Eun A dan Minwoo mengikuti Hyunseong ajusshi dibelakangnya.

“Hai putri, aku Minwoo, putra dari guru tata negaramu, Jeongmin adalah appaku,” kata Minwo dengan akrabnya.

“Hati-hati Minwoo-ya, dia srigala perempuan” kataku sambil tertawa dan Eun A melotot kearahku.

“Jinjaaa??? Kau putra Jeongmin ajushi. Kalian sama-sama tidak tinggi hehehe” kata Eun A yang membuatku tertawa.

“Mwo ya??” tanya Minwoo keheranan dengan ucapan Eun A.

“Sudah ku bilang dia itu srigala hahaha” kataku sambil tertawa lagi.

“Ahahahaha aniya, aku hanya bercanda. Aku Eun A, Minwoo-ya” kataya, lucu sekali, Minwoo kan lebih tua dari dia.

“Minwoo itu lebih tua darimu tuan putri, setidaknya kau memanggilnya ‘Oppa’ “ kataku kepadanya.

“Baiklah, namaku Eun A, Minwoo Oppa” katanya sambil tersenyum. Kenapa mudah sekali dia memanggil Minwoo Oppa, kenapa cuma kepadaku dia enggan sekali memanggil Oppa.

 

Eun A POV

Aku duduk ditaman kastil ini bersama Hyunseong ajusshi dan melihat pangeran bodoh itu berlatih bersama Minwoo oppa. Aku rasa kemampuan Minwoo oppa belum bisa menandingi Kwangmin oppa eee… maksudku pangeran bodoh itu. Tapi sebutan bodoh agaknya kurang pas jika melihat kemampuannya yang mengagumkan ini, ah sudahlah tetap saja aku ingin memanggilnya prince pabbo hahaha……

“Minwoo-ya tekan lebih kuat jika tidak kau akan kalah” teriak Hyunseong ajusshi yang mengamati pangeran bodoh dan Minwoo oppa yang saling menyilangkan pedangnya dan menekannya.

“Aku sudah menekannya ajusshi, adakah cara lain selain itu” kata Minwoo oppa sambil tersengal-sengal dalam usahanya melawan pangeran bodoh itu.

“Sudahlah kau tidak akan menang dariku” kata prince pabbo itu sambil mengeluarkan smirk evilnya.

Dan benar saja setelah itu Minwoo oppa terjatuh, dan mereka berdua merebahkan tubuh mereka ke tanah berumput tempat mereka berduel tadi.

“Mengagumkan bukan?” kata Hyunseong ajusshi secara tiba-tiba.

“Ne?” tanyaku singkat.

“Pangeran itu mengagumkan bukan?” tanya Hyunseong ajusshi lagi.

“Jujur saja, kemampuan Pangeran sungguh mengagumkan. Mungkin bila dibandingkan Seong Il oppa, Pangeran Kwangmin lebih hebat” kataku jujur.

“Ya, aku mengikuti perkembangannya dari kecil. Memang sejak kecil dia sudah hyperactive sekali, membimbingnya kearah ini memang hal yang tepat yang dilakukan raja” Kata Hyunseong ajusshi.

“Bukankah yang menjadi gurunya adalah ajusshi sendiri. Ajusshi pasti lebih hebat dari Pangeran Kwangmin” kataku sambil memuji.

“Sehebat apapun gurunya jika muridnya tidak cerdas akan sama saja tuan putri” kata Hyunseong Ajusshi.

“Beruntung sekali negri ini memiliki pangeran serta jendral yang sangat tangguh, di Kerajaan Lee hanya punya Seong Il oppa saja, dan sisanya hanya putri-putri sepertiku” kataku tertunduk karna memang di kerajaan Lee hanya memiliki seorang pangeran saja.

“Walaupun begitu kecerdasan putri-putri dikerajaan Lee sudah tersohor dimana-mana, itu juga suatu kebanggaan putri Eun A” kata Hyuseong ajusshi.

“Benarkah? Tapi yang aku cemaskan ketika nantinya kerajaan Lee diserang dan kami tidak memiliki seseorang yang tangguh di medan perang, kerajaan kami akan kalah. Aku sering mencemaskan itu” kataku.

“Apa yang kau cemaskan putri? Kerajaan Kim akan selalu berada disamping kerajaan Lee. Kita memiliki solidaritas yang baik. Kapanpun kalian membutuhkan bantuan kami, kami akan datang” kata Hyunseong ajusshi sambil tersenyum.

“Jinja??? Benarkah begitu ajusshi” kataku sumringah.

“Tentu saja tuan putri” sambung Hyunseong ajusshi.

“Neomu kamsahamnida ajusshi” kataku bahagia.

“Mau ku ajari menggunakan pedang? Ya walaupun aku tau mungkin akan sulit tapi paling tidak kau dapat menggunakannya dengan baik” kata Hyunseong ajusshi yang membuatku tertarik.

“Ne! tentu saja aku mau, aku juga berlatih memukul orang walaupun tidak begitu baik setidaknya aku bisa melindungi diriku sendiri hehehehe” kataku bersemangat.

“Jinja? Kau memang putri yang hebat!!” kata ajusshi memujiku yang membuatku senang.

“MINWOO-YA!!!” teriak Hyunseong ajusshi ke Minwoo oppa.

“Ne ajusshi” balas Minwoo oppa, dan Minwoo oppa dan pangeran Kwangmin menghampiri kami.

“Minwoo-ya pinjamkan pedangmu pada putri” kata ajusshi.

“Untuk apa?” tanya Minwoo oppa.

“Aku akan mengajarinya sedikit tentang menggunakan pedang” kata ajusshi dan aku sambut dengan anggukan.

“Tidak usah menggunakan pedang ajusshi, cukup menggunakan matanya yang tajam itu sudah membuat musuh ketakutan hahaha” kata pangeran bodoh itu dan tertawa bersama Minwoo oppa.

“Ajusshi, bolehkah aku pinjam pedang milik pangeran Kwangmin? Itu kelihatannya bagus sekali” tanyaku karna aku kesal pada pangeran bodoh itu.

“Mwo? Lupakan! Kau tidak bisa menggunakannya Eun A” kata pangeran bodoh itu.

“Pedang milik pangeran Kwangmin dibuat khusus dan lebih berat, pemula akan sulit menggunakannya” kata ajusshi.

“Ne” kataku dengan nada kesal.

 

Author POV

Putri Eun A berlatih dengan baik bersama Jendral Hyunseong sedangkan Kwangmin dan Minwoo hanya melihat Eun A yang belajar menggunakan pedang sambil beristirahat.

“Seorang putri belajar mengayunkan pedang, hah lucu sekali” kata Kwangmin singkat.

“Belajar menggunakannya itu harusnya menjadi hal yang penting baginya Kwangmin-ah” kata Minwoo.

“Untuk apa? Adik-adik perempuanku, putri dari selir-selir appaku tidak ada yang memegang benda seberbahaya itu. Benda seperti itu tidak baik bagi mereka, cukuplah bagi mereka untuk belajar dengan baik di ruang belajarnya atau paling tidak belajar ilmu Negara bersama appamu” kata Kwangmin kepada Minwoo.

“Kau ini benar-benar pangeran idiot. Memang bagi adik-adik perempuanmu atau putri dikerajaan ini tidak menyentuh pedang tidak jadi masalah karna ada banyak pangeran seperti kau, Youngmin, Hyunmin dan pangeran-pangeran lainnya yang ada di istana ini serta ada Jendral seperti Hyunseong ajusshi dan tentunya ada pengabdi Negara yang lumayan tangguh sepertiku yang akan melindungi mereka. Di kerajaan Lee hanya memiliki seorang pangeran saja yaitu putra mahkota Seong Il dan sisanya gadis-gadis seperti Eun Kyo, Eun A dan adik-adik perempuan mereka. Jika menurut pengamatanku bidang militer di kerajaan Lee itu lemah jadi sebaiknya walaupun sedikit dia harus bisa melindungi dirinya. Beruntungnya mereka memiliki persahabatan baik dengan Kerajaan Kim.” Jelas Minwoo kepada Kwangmin.

“Kenapa kau bisa tau?” tanya Kwangmin dengan wajah polos

“Yashhhhh!!! Tentu saja aku tau kau lupa hah? Aku ini sangat pintar, aku banyak berdiskusi dengan appaku soal hubungan antara kerajaan Kim dengan kerajaan tetangga. Sudah aku bilang aku ini investasi berharga di Negri ini pangeran idiot!!” kata Minwoo cepat.

“Ya! Jangan mengataiku idiot! Kau lupa aku ini sangat cerdas! IQku lebih dari 130 tau!” kata Kwangmin kepada Minwoo dengan nada emosi.

“Hah mungkin benar perbedaan antara idiot dan cerdas itu sangat tipis. Jangan membentak seperti itu kepadaku pangeran idiot! Aku ini investasi berharga di kerajaanmu ini” kata minwo sambil mengeluarkan smirknya.

“Kau dan kesombonganmu itu rasanya ingin ku tebas dengan pedangku Minwoo-ya” kata Kwangmin sambil menunjukan pedangnya.

“Sudah ku bilang, aku ini investasi besar untuk negri ini jadi jangan melukaiku sedikitpun hahaha” kata Minwoo dan membuat Kwangmin kesal dan hanya diam karna perkataan Minwoo benar.

Hyunseong yang sedari tadi mengajari Eun A pun menghampiri mereka berdua dan Eun A mengikuti di belakang Hyunseong sambil menyeret pedang Minwoo dan membiarkan ujungnya terseret menyentuh tanah.

“Ya!! Putri!! Apa yang kau lakukan dengan pedangku?? Aku merawatnya dengan baik malah kau seret seperti itu” kata Minwoo dengan nada kesal kepada Eun A.

“Hehehe Mianhae oppa, aku kesulitan membawanya he.he.he” kata Eun A kepada Minwoo.

“kau lumayan tangguh juga sebagai seorang putri istana” Kata Hyunseong.

“Sudah kubilang ajusshi kalau aku bisa menghajar orang hahaha….tapi ini benar-benar melelahkan hehehe” kata Eun A sambil tersengal-sengal karna lelah berlatih.

“Beristirahatlah, kau pasti lelah. Aku ada urusan sebentar dan setelah itu ada pertemuan dengan raja Donghyun, kau juga kan Minwoo? Aku duluan kalau begitu” Kata Hyunseong lalu pergi meninggalkan mereka yang duduk di taman.

“Mwo? Apa tadi? Kau diajak dalam pertemuan dengan appa?” tanya Kwangmin.

“Ne” kata Minwoo dengan bangga.

“Kenapa bisa?” tanya Kwangmin singkat.

“Tentu saja bisa pangeran idiot, sudah ku bilang aku ini investasi bagi negri ini. Negri ini membutuhkan pemuda-pemuda pandai dan tangguh sepertiku” kata Minwoo masih dengan gaya bangga terhadap dirinya.

“Aishhh… jinja jangan menyebutku idiot lagi” kata Kwangmin.

“Sudahlah… aku akan pergi mempersiapkan diriku untuk bertemu Raja Donghyun, Hyunseong ajusshi, appa, dan para mentri di negri ini hahaha… akhirnya aku bisa sampai ketahab ini. Aku pergi dulu idiot eh maksudku Pangeran Kwangmin yang cerdas dan gagah hahaha” kata Minwoo dengan nada sedikit mengejek Kwangmin dan pergi meninggalkannya.

“O iya, sampai jumpa lagi tuan putri. Hati-hati jika bersama pangeran idiot itu nanti kau tertular penyakit idiot” tambah Minwoo yang berteriak pada Eun A dan berlari menjauh.

“Hahaha pangeran idiot hahaha….. Minwoo oppa lucu sekali hahaha……” kata Eun A sambil tertawa dan melihat ke arah Kwangmin.

“Apa yang kau tertawakan, pergilah! Tawamu menggangguku” kata Kwangmin lalu merebahkan tubuhnya di rerumputan dan menutupi wajahnya dengan lengannya.

“Baiklah, tapi aku bingung mau pergi kemana. Kakakmu menculik eonniku” kata Eun A.

“Sudahlah biarkan mereka berdua seperti itu, kau jangan mengganggu mereka” kata Kwangmin masih pada posisi yang sama dan memejamkan matanya.

“Mwo?? Apa yang akan dilakukan kakakmu kepada eonniku? Katakan! Katakan! Katakan! “ kata Eun A sambil memukul-mukul Kwangmin dan dengan sigap Kwangmin menarik tangan Eun A yang digunakan untuk memukul-mukul tubuhnya dan membuat Eun A terhuyung diatas kwangmin dengan jarak yang dekat.

“Kau!!!” kata Kwangmin dan tiba-tiba terdiam memandang wajah Eun A yang sangat dekat dengan wajahnya.

Eun A pun tiba-tiba terdiam membisu dan mematung. Dan tiba-tiba Kwangmin bangkit dari tidurnya dan terduduk di rerumputan, begitu pula dengan Eun A. dan tiba-tiba suasana menjadi sedikit kaku diantara keduanya.

“Tenang saja, Eun Kyo tidak akan kenapa-kenapa. Hyungku tidak akan menyekitinya” kata Kwangmin kepada Eun A.

“N….Ne” kata Eun A dengan gugup.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

Youngmin dan Eun Kyo berjalan bersama menyusuri lorong-lorong di Kastil kerajaan Kim. Karena hanya berdua dan situasi lorong yang sepi, hanya ada pengawal yang berlalu lalang untuk berjaga membuat suasana diantara mereka cukup canggung.

“Eun Kyo” panggil Youngmin

“Ne…” jawab Eun Kyo singkat. Karna Eun Kyo menjawab dengan singkat membuat Youngmin bingung mau berkata apa-apa.

 

Eun Kyo POV

Mengapa situasinya jadi canggung seperti ini. Sebenarnya aku merasakan sesuatu terjadi pada hatiku ini tapi aku malu untuk mengungkapkannya bahkan akupun tidak menceritakannya kepada Eun A. aku rasa… aku memiliki perasaan tertentu kepada Youngmin, tapi aku malu… bagaimana ini. Aku adalah seorang putri, apakah pantas seorang putri mengatakan hal ini kepada seorang putra mahkota ‘hah… eotteokke…’ aku hanya bisa berbisik di dalam hati.

 

Youngmin POV

Baiklah, bagaimana aku harus memulainya? kenapa aku tidak bisa mengatakan apa-apa? Kenapa suasananya juga menjadi canggung seperti ini? bahkan Eun Kyo dari tadi tidak menatapku sama sekali seperti biasanya. Ia hanya melihat jalan, menunduk, melihat sekitar tanpa memandangku sama sekali. Apakah aku membuat kesalahan? Apakah bicaraku salah? Bagaimana ini… bagaimana aku mengungkapkan perasaanku terhadap Eun Kyo kalau seperti ini. Kami hanya berjalan-jalan mengelilingi lorong-lorong kastil kerajaan ini, tiba-tiba saja sebuah jendela dari sebuah ruangan terbuka dan membuatku kaget karena posisi Eun Kyo akan terkena jendela yang akan terbuka dan sepertinya Eun Kyo tidak menyadarinya dan langsung saja aku meraih kepala Eun Kyo dan mendekapnya dalam pelukanku. Dan benar saja jendela tersebut terbuka, seorang pelayan istana telah membukanya untuk membersihkannya.

“Ajumma bisakah kau berhati-hati membukanya? Kau baru saja membahayakan putri” kata Youngmin kepada pelayan istana tersebut.

“Maafkan saya  putra mahkota saya benar-benar tidak tahu kalau ada putri dan putra mahkota dibalik jendela, saya tidak melihat kehadiran anda. Mohon maaf putra mahkota” kata pelayan tersebut dengan penuh penyesalan.

“yasudah lain kali lebih berhati-hatilah” kata Youngmin

“Baik putra mahkota, saya undur diri terlebih dahulu, saya akan membersihkan ruangan ini” kata pelayan istana yang masih berada di dalam ruangan yang berjendela itu.

Dan aku masih di lorong ini, dan masih memeluk Eun Kyo kedalam pelukanku. Omo… apa yang aku lakukan ini? Ah biarlah aku ingin seperti ini untuk beberapa saat.

 

Eun Kyo POV

                Aku sangat terkejut ketika sebuah jendela terbuka dan hampir mengenai kepalaku, dan tiba-tiba ada tangan yang menarik kepalaku agar tidak terantuk jendela tersebut. Tangan tersebut menarikku dan membawaku ke pelukan sang pemilik tangan itu.

“Ajumma bisakah kau berhati-hati membukanya? Kau baru saja membahayakan putri”

“Maafkan saya  putra mahkota saya benar-benar tidak tahu kalau ada putri dan putra mahkota dibalik jendela, saya tidak melihat kehadiran anda. Mohon maaf putra mahkota”

“yasudah lain kali lebih berhati-hatilah”

“Baik putra mahkota, saya undur diri terlebih dahulu, saya akan membersihkan ruangan ini”

Begitulah percakapan yang kudengar, benar saja aku tau siapa yang menyelamatkanku, Youngmin. Ya… tentu saja putra mahkota itu, karna dia yang sedari tadi berjalan bersamaku. Tapi bukankan ini sedikit berlebihan? Youngmin tidak melepaskan pelukannya, apakah aku masih dalam keadaan bahaya? Kenapa dia tidak melepaskan pelukannya? ‘ya! Putra mahkota! Kenapa kau tidak melepaskan pelukanmu? Bagaimana kalau ada yang melihat?’ bisikku dalam hati karna tiba-tiba lidahku menjadi kelu dan tidak bisa berkata apa-apa, dan kondisi ini membuatku malu.

Situasi ini memang membuatku malu dan membuat mukaku memerah. Jujur saja berada di dekapan Youngmin seperti ini membuatku benar-benar nyaman. Ingin sekali membalas pelukannya tapi aku malu dan jantungku berdegub cukup kencang. Akhirnya aku memberanikan membuka mulutku

“ah Youngmin-ah, emmm putra mahkota, mi..miane… apakah aku masih dalam kondisi yang mengkhawatirkan?” tanyaku dengan nada canggung.

“Ah ne.. kamu sekarang sudah aman, miane telah berlaku tidak sopan padamu” kata Youngmin, aku juga mendengar suara canggung keluar dari mulutnya. Situasi ini membuat kami benar-benar canggung sepertinya.

“Terimakasih telah melindungiku” kataku sambil tersenyum.

“Ah hanya hal kecil yang bisa aku lakukan untukmu” kata Youngmin.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

Di tempat lain, Kwangmin dan Eun A masih berada di taman kastil. Karena matahari mulai meninggi, kwangmin duduk di bawah pohon besar yang cukup rindang.

“Ya! Pangeran pinjamkan aku pedangmu itu” kata Eun A sambil menunjuk perdang milik kwangmin yang tersandar di batang pohon.

“Tuan putri, ini terlalu sulit untukmu. Kau itu hanya pemula yang benar-benar pemula. Bahkan dulu waktu aku berumur 5 tahun, aku lebih baik darimu” kata kwangmin dengan nada malas.

“Benarkah? Sehebat itukah dirimu?” tanya Eun A kepada Kwangmin.

“Ne! Kau tadi telah melihatku berlatihkan? Jadi kau tau kehebatanku” kata Kwangmin dengan tersenyum seperti anak kecil yang membanggakan dirinya.

“Cih! Sombong sekali kau prince pabbo!! Oleh karna itu aku ingin merasakan seberat apakah pedangmu itu jadi aku akan tau seberapa besar kehebatanmu, ne?? jebal…. Aku pinjam…” rengek Eun A dengan menggoncang-goncangkan lengan Kwangmin.

“Ya! Ya! Apa yang kau lakukan? Lepaskan tangaku! Kau memohon dengan memanggilku prince pabbo dan sekarang kau merengek seperti putri kecil. Haishhh jinja putri yang satu ini. Tidak akan aku pinjamkan dasar putri manja dan galak!” kata Kwangmin yang berusaha melepaskan lengannya yang digoncang-goncangkan oleh Eun A.

“Hishhh…. Pangeran ini. Ayo pinjamkan padaku” rengek Eun A lagi kepada Kwangmin.

“Andwae!” kata kwangmin dengan nada tinggi.

“Oppa…. Oppa… jebal… pinjamkan pedangmu itu kepadaku” Kata Eun A yang masih tak henti-hentinya menggoncang-goncangkan lengan Kwangmin.

“Oppa?? Kau mau merayuku?” tanya Kwangmin yang keheranan karena Eun A memanggilnya Oppa.

“untuk apa aku merayumu? Oppa jeballlll…” kata Eun A yang masih bersikap sama seperti sebelumnya.

“Yaishhh…. Putri hentikan sikapmu ini! Ini sangat menggangguku” kata Kwangmin yang kesal karena Eun A begitu mengganggunya.

“Aku tidak akan menghentikan ini jika kau tidak meminjamkanku itu, Oppa!!! Kwangmin Oppa…. Kwangmin Oppa!!!!” kata Eun A.

“haishhhh…. Jinja… gadis ini benar-benar merepotkan. Baiklah aku meminjamkannya” kata Kwangmin dan Eun A langsung menghentikan kegiatannya yang mengganggu Kwangmin dan menghampiri pedang milik Kwangmin yang tersandar di batang pohon.

Eun A mengangkatnya dan terlihat dia sedikit kerepotan membawanya karna benar apa yang dikatakan oleh Kwangmin, pedang tersebut lebih berat dari pedang yang seperti biasanya tapi Eun A terkagum-kagum dengan disain sarung pedangnya yang unik. Melihat Eun A yang agak kerepotan membawa pedangnya dia tersenyum dan berkata

“Bagaimana putri? kau sudah merasakannya bukan? Sudah puas? Kembalikan pedangku” kata Kwangmin

“Yahhh… ini cukup merepotkan, bbbeerat sekali….. tapi pedangmu ini sangat keren sekali prince pabbo” kata Eun A dengan masih melihat dan mengamati pedang milik Kwangmin.

“Itu hanya dibuat khusus untukku” kata Kwangmin santai. Lalu Eun A membuka sarung pedang tersebut dan melihat pedang yang terlihat sangat tajam dan berkilau itu.

“wah benda ini benar-benar berbahaya” kata Eun A yang mencoba mengayun-ayunkan pedang tersebut dengan susah payah.

“ya! Berhati-hatilah. Sudah hentikan, kembalikan pedangku! Kau bisa menyakiti tumbuhan jika tidak berhati-hati” kata Kwangmin dengan polosnya.

“Dasar kau ini benar-benar pabbo! Mana ada tumbuhan yang bisa merasa tersakiti??? Kau benar-benar 4 Dimensi, pemikiranmu hanya kau yang tau maksudnya” kata Eun A sambil memasukan pedang tersebut ke sarungnya dan mengembalikannya kepada Kwangmin.

“hei…hei… lama-kelamaan kau seperti Minwoo yang selalu mengataiku. Sana pergilah, kenapa kau selalu mengikutiku?” kata Kwangmin dengan kesalnya.

“Hei… siapa yang mengikutimu pangeran idiot?? Aku tidak tau kenapa aku sering bersamamu seperti ini. Ini semua salah kakakmu yang suka tebar pesona itu, dia menculik eoniku” kata Eun A.

“heisshhh…. Jaga ucapanmu itu putri kecil, yang kau bicarakan itu putra mahkota” kata Kwangmin.

“upsss…. Sorry…. Tapi kenyataannya seperti itu, lagi pula aku akan mati bosan jika sendirian. Tapi sepertinya Minwoo oppa lebih menyenangkan darimu” kata Eun A sambil menjulurkan lidahnya untuk mengejek Kwangmin.

“Gadis ini benar-benar….. sana ikutlah dengan Minwoo, kenapa kau masih disini mengikutiku” kata Kwangmin kesal.

“Bagaimana aku bisa bersama Minwoo oppa jika dia sedang berada di pertemuan kerajaan?” kata Eun A.

“Oppa untuk Minwoo? Hah kau gila” kata Kwangmin yang kesal dan mulai malas kepada Eun A.

Tiba-tiba Minwoo datang menghampiri mereka, dia berlari dengan cepatnya menghampiri Kwangmin dan Eun A. dan Minwoopun sampai di tempat mereka berada dengan tersengal-sengal dan sulit bernafas karena berlari dengan kencang.

“Baru saja jadi bahan omongan sudah muncul, aneh sekali. Eun A, itu oppamu datang sana ikutilah dia” kata Kwangmin.

“changkaman hahhh hahhh hahhh… aku lelah sekali hahhh hahh hahhh….” Kata Minwoo dengan tersengal-sengal.

“Oppa, kau kenapa? Sepertinya kau habis lari marathon?” kata Eun A keheranan.

“hahhh…. Memang aku sedang marathon tadi, ini gawat hahhhhh…. Hahhhh…” kata Minwoo yang masih tersengal-sengal.

“Apanya yang gawat Minwoo-ya? Katakan dengan jelas” kata Kwangmin yang tiba-tiba khawatir.

“iya katakan yang jelas oppa, ada apa sebenarnya”  tanya Eun A kepada Minwoo.

Minwoo diam sejenak dan berusaha menenangkan dirinya agar bisa berbicara dengan jelas.

“Eun A… dipertemuan tadi tiba-tiba kami mendapatkan kabar dari kerajaan Lee dan aku diutus untuk mengabarimu” kata Minwoo dengan hati-hati.

“Mwoo?? Ada apa oppa? Apa yang terjadi?” tanya Eun A dengan nada panik.

“Appamu… appamu …” kata Minwoo yang tidak tega mengatakannya kepada Eun A.

“Apa yang terjadi dengan appa? Apa yang terjadi Minwoo oppa?” tanya Eun A dengan suara yang mulai bergetar.

“Appamu… Raja Lee Hwa… Jatuh sakit, sekarang sedang tidak sadarkan diri. Kau harus pulang Eun A, kau carilah kakakmu bersama pangeran Kwangmin. Aku akan menyiapkan kereta untuk mengantar kalian” kata Minwoo lalu pergi dengan buru-buru.

Dan tiba-tba Eun A menjatuhkan dirinya dan terduduk di rerumputan “Appa…. Appa… Appa” kata Eun A dan air matanya mulai jatuh tanpa sebuah isakan. Kwangmin menghampirinya dan memeluknya singkat “Sudahlah Eun A, ayo kita mencari Eun Kyo, Kau harus segera pulang” kata Kwangmin dan mereka mulai beranjak dan mencari Eun Kyo.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

Pikiran dan prasaaan Eun A sudah mulai kacau. Ditemani oleh Kwangmin, dia berjalan dengan cepat dan hampir berlari dia mencari Eun Kyo. Kwangmin bertanya kepada pengawal istana yang berlalu lalang di koridor dan lorong-lorong Kastil. Setiap pengawal tersebut selesai menunjukan keberadaan Eun Kyo, Eun A langsung berlari kearah yang ditunjukan oleh pengawal tersebut. Kwangmin yang mengetahui bagaimana perasaan Eun A hanya membiarkannya, Eun A berlari mencari Eun Kyo dan Kwangmin mengikutinya di belakangnya.

Akhirnya mereka menemukan Eun Kyo yang sedang berjalan bersama Youngmin. Eun Kyo bingung melihat dongsaengnya yang berwajah kaku dan mata berkaca-kaca. “Eoni….” Kata Eun A sambil menahan tangisnya.

“Eun A apa yang terjadi? Kenapa kau seperi ini?” tanya Eun Kyo panik.

“Eoni…. Appa… appa….” Kata Eun A yang terbata-bata dan tak sanggup mengatakannya kepada eoninya.

“Apa yang terjadi dengan Appa? Eun A!!! katakan kepadaku!!” kata Eun Kyo dengan suara yang mulai rancu.

“Eoni… Appa… Appa… sakit… sekarang appa tidak sadarkan diri eoni… eotteokke…” kata Eun A yang akhirnya menitikan air matanya tanpa terisak sama sekali, hanya air matanya yang jatuh.

“Apa?? Appa…..” sebelum melanjutkan perkataannya tiba-tiba pandangan Eun Kyo kabur dan tidak sadarkan diri.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ T.B.C ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

This entry was posted by kepangmusic.

7 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] PRINCE – Chapter 03

  1. kyaaaaaa…..
    Akhir’a keluar jga part 3….
    Waaaahhhhh makin DAEEBBBAAAXXXX deh crita’a….
    Antara tegang karna Raja Lee jtuh skit,, lucu krna pertengkaran Eun A n Kwangmin,, So Sweet’a Eun Kyo n Youngmin…
    Bikin hatiku campur aduk deh…
    Daebaaxxx buat Author…
    Keep Writing….
    Kutunggu chap brikut’a…. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: