[FANFICT/FREELANCE] PRINCE – Chapter 04

Title 
: Prince – Chapter 04
Author : Ju J. N.
Genre         : Fantasy dan Romance
Rating          : G
Type   : Chaptered
Main Casts      
: ~ Kwangmin       ~ Youngmin

  ~ Eun A (OC)

  ~ Eun Kyo (OC)

  ~ Minwoo

  ~ Hyunseong

  ~ Jeongmin

  ~ Donghyun

  ~ Lee Hwa

  ~ Lee Seong

Author’s Note   : Mian ya kalau FFnya jadi panjaaaaang banget jadi kayak sinetron(?) hehehehe…. Imajinasinya author nggak mau brenti soalnya maaf ya….. author harap para readers masih mau baca FF ini🙂

Author POV

Akhirnya mereka menemukan Eun Kyo yang sedang berjalan bersama Youngmin. Eun Kyo bingung melihat dongsaengnya yang berwajah kaku dan mata berkaca-kaca. “Eoni….” Kata Eun A sambil menahan tangisnya.

“Eun A apa yang terjadi? Kenapa kau seperi ini?” tanya Eun Kyo panik.

“Eoni…. Appa… appa….” Kata Eun A yang terbata-bata dan tak sanggup mengatakannya kepada eoninya.

“Apa yang terjadi dengan Appa? Eun A!!! katakan kepadaku!!” kata Eun Kyo dengan suara yang mulai rancu.

“Eoni… Appa… Appa… sakit… sekarang appa tidak sadarkan diri eoni… eotteokke…” kata Eun A yang akhirnya menitikan air matanya tanpa terisak sama sekali, hanya air matanya yang jatuh.

“Apa?? Appa…..” sebelum melanjutkan perkataannya tiba-tiba pandangan Eun Kyo kabur dan tidak sadarkan diri.

 Eun Kyo Pov

Aku membuka mataku, apa yang terjadi? Pandanganku masih agak kabur tapi rasanya mengenal ruang ini.

“Eoni kau sudah sadar?” Aku mendengar suara Eun A

“Eun Kyo-ya… gwenchana?” sepertinya aku mendengar suara yang tidak asing, Youngmin. Aku melihat langit-langit ruangan ini, aku tau ini dikamar yang aku tinggali selama beberapa hari ini. Aku tidak menjawab mereka, aku mencoba membangunkan tubuhku dan terduduk. Aku ingat apa yang dikatakan Eun A sebelum aku tidak sadarkan diri.

“Naneun gwenchana” kataku pelan kepada orang-orang disekitarku, ada Eun A, Youngmin, Kwangmin dan beberapa pelayan istana.

“Eun A-ya, kita pulang sekarang” kataku kepada Eun A dan dia membalasku dengan anggukan.

“Eun Kyo, apa kau yakin akan pulang sekarang? Apakah kondisimu baik-baik saja?” tanya Youngmin kepadaku.

“Ne… gwenchana, appa membutuhkanku dan Eun A sekarang ini. Aku harus pulang” kataku.

“Tapi kau tadi sempat tak sadarkan diri” kata Youngmin dengan wajah khawatir terhadapku dan aku sangat tersanjung sekali dia mengkhawatirkan keadaanku.

“Aku sudah tidak apa-apa sekarang, tadi aku hanya terkejut mendengar kabar itu. Trimakasih Youngmin-ah kau telah mengkhawatirkanku” kataku lembut kepada Youngmin sambil memegang tangannya untuk meyakinkan kepadanya bahwa aku baik-baik saja.

“Benar kau tidak apa-apa?” Tanya Youngmin lagi.

“Ne, aku baik-baik saja sekarang” Kataku sambil tersenyum kepada Youngmin agar terlihat benar-benar dalam kondisi baik.

“Baiklah aku akan menemui Minwoo, apakah dia sudah selesai menyiapkan keberangkatan kalian kembali ke kerajaan Lee” kata Kwangmin lalu dia pergi dari ruangan ini.

“Aku akan membereskan barang-barang kita” kata Eun A.

“Tolong bantu Putri Eun A mengepak barang-barangnya” kata Youngmin kepada pelayan istana.

“Eun Kyo-ya, apakah benar kau sudah baik-baik saja?” tanya Youngmin.

“Ne… aku baik-baik saja, aku tadi hanya terkejut” jelasku kepada Youngmin.

Author POV

Kwangmin, Minwoo, Donghyun dan Jeongmin telah ada di depan kastil bersama beberapa pengawal istana yang membawa kereta kuda untuk mengantar Eun A dan Eun Kyo kembali ke kerajaan Lee. Tak berselang lama Hyunseong datang bersama kuda hitamnya.

“Apakah semua persiapan sudah siap?” tanya Hyunseong kepada Jeongmin.

“Ne, kereta kuda dan beberapa pengawal istana akan ikut mengantarkan putri” kata Jeongmin kepada Hyunseong.

“Ahjussi akan mengantar mereka?” tanya Kwangmin kepada Hyunseong.

“Raja memerintahku mengawal mereka kembali ke kerajaan Lee” kata Hyunseong kepada Kwangmin.

“Benarkah appa?” tanya Kwangmin kepada Donghyun.

“Ne, aku ingin memastikan mereka dalam kondisi selamat hingga ke kerajaan Lee, selain itu sebagai rasa sopan santun juga” kata Donghyun kepada Kwangmin.

“Oh….” Kata Kwangmin.

“Kenapa? Kau ingin mengantar Eun A pulang Kwangmin-ah he..he..he..” kata Minwoo pelan kepada Kwangmin disertai kekehannya menggoda Kwangmin.

“Ck!!” Kwangmin hanya berdecak kepada Minwoo dan meliriknya dengan pandangan tajam saja.

“Minwoo-ya apakah Eun Kyo dan Eun A suadh siap?” tanya Jeongmin kepada Minwoo.

“Ne Appa, mereka tadi sedang bersiap-siap. Putra mahkota sedang menyusul mereka” kata Minwoo kepada Jeongmin.

“Ahjussi….” Minwoo memanggil Donghyun.

“Ya!!! Anak ini, jangan memanggil raja dengan panggilan ahjussi walau kau kenal akrab dengannya” kata Jeongmin sambil menjitak kepala anaknya itu.

“Aishhh…. Jinja… ini sakit sekali appa. Ne ne ne tadi aku kelepasan” kata Minwoo sambil memegangi kepalanya yang sakit.

“Raja, kau tidak berniat menjadikan Eun Kyo menjadi putri mahkota?” Kata Minwoo kepada Donghyun.

“Ya! Apa yang kau katakan, hal itu jangan dibicarakan sekarang. Ini waktu yang tidak tepat pabbo!” bisik Kwangmin kepada Minwoo.

“Eun Kyo? Putri Mahkota? Aku belum memikirkan itu sebelumnya. Mungkin aku akan memikirkan tentang calon putri mahkota yang tepat untuk putra mahkota” kata Donghyun kepada Minwoo.

“Ah itu dia mereka datang” kata Jeongmin yang melihat kedatangan putri-putri dari kerajaan Lee itu.

Eun Kyo dan Eun A datang dan membungkuk memberi salam hormat kepada Donghyun. “Minhae raja, kami berdua merepotkan anda” kata Eun Kyo kepada Donghyun.

“Ah ini semua tidak menjadi masalah bagiku. Aku juga turut prihatin terhadap kesehatan Lee Hwa. Jagalah appa kalian dengan baik” kata Donghyun kepada Eun Kyo.

“Jeongmin Ahjussi, saya juga berterimakasih karna telah mengajarkan kami banyak hal” kata Eun Kyo kepada Jeongmin.

“Ne… semoga ilmunya bisa kalian manfaatkan dengan baik. Sampaikan salamku kepada raja Lee” kata Jeongmin yang dibalas anggukan oleh Eun Kyo.

“Dimana youngmin? Apa dia tidak ingin mengantar kepulangan Eun Kyo?” bisik Kwangmin kepada Minwoo.

“Itu dia datang” kata Minwoo kepada Kwangmin. Youngmin datang membawa sebuah mantel bulu.

“Baiklah jika kalian sudah siap kita akan berangkat” kata Hyunseong kepada Eun A dan Eun Kyo. Eun A dan Eun Kyo memberi salam perpisahan kepada Donghyun dan Jeongmin, kemudian kepada Minwoo dan Kwangmin.

“Minwoo-ya terimakasih telah membantu mempersiapkan ini semua” kata Eun Kyo kepada Minwoo.

“Ne putri, aku senang bisa membantumu. Hati-hati dan jaga kesehatanmu” kata Minwoo kepada Eun Kyo dan dibalas anggukan oleh Eun Kyo.

“Minwoo Oppa gomawo telah menjadi temanku” kata Eun A kepada Minwoo.

“Ne Eun A… jaga kesehatanmu dan sering-seringlah main kemari” kata Minwoo kepada Eun A sambil tersenyum.

“Ne.. kau juga kalau ada waktu datanglah ke kerajaan Lee” kata Eun A kepada Minwoo.

“Menggelikan!” kata Kwangmin pelan melihat Minwoo dan Eun A.

“Pangeran, terimakasih kau telah menjaga adikku. Aku benar-benar minta maaf karna adikku banyak merepotkanmu, aku pamit untuk kembali ke kerajaan Lee” kata Eun Kyo kepada Kwangmin.

“Ah gwenchana putri, jagalah kesehatanmu dan sampaikan salamku kepada raja Lee Hwa” kata Kwangmin kepada Eun Kyo.

“Ne… Gomawo…” kata Eun Kyo kepada Kwangmin dengan tersenyum. Tibalah giliran Eun A berpamitan kepada Kwangmin, tapi mereka berdua tidak mengucapkan apa-apa hanya saling melihat untuk beberapa detik dan membuat Minwoo menahan tawa melihat kelakuan mereka berdua. Karna Ada banyak mata yang melihat mereka akhirnya Eun A yang mengawali pembicaraan.

“Terimakasih…” kata Eun A.

“Ne..” kata Kwangmin singkat. Minwoopun benar-benar menahan tawanya karna melihat mereka berdua.

“Aku pulang pangeran idiot” kata Eun A pelan dengan pandangan ketusnya dan hanya Kwangmin serta Minwoo yang dapat mendengarnya. Minwoopun benar-benar berusaha keras menahan tawanya melihat tingkah laku Eun A dan Kwangmin.

“Pulanglah putri srigala” kata Kwangmin pelan dan berhasil membuat wajah Eun A menjadi kesal. Minwoopun terkekeh pelan mendengar percakapan mereka.

“Putra Mahkota aku akan pulang ke kerajaan Lee, trimakasih atas kebaikanmu selama ini” kata Eun Kyo kepada Youngmin. Youngmin tidak membalas perkataan Eun Kyo, dia hanya membuka lipatan mantel bulu yang ia bawa tadi dan memakaikannya kepada Eun Kyo dan Eun Kyopun hanya tertunduk malu.

“Ne, berhati-hatilah, jaga kesehatanmu. Sampaikan salamku kepada raja Lee Hwa. Baik-baiklah jangan sampai sakit” kata Youngmin kepada Eun Kyo dengan senyum tampannya.

“Gomawo putra mahkota” kata Eun Kyo kepada Youngmin disertai senyum bahagianya melihat perhatian dari Youngmin kepadanya.

“Eun A, jagalah eonimu dengan baik” kata Youngmin kepada Eun A.

“Ne… aku tau putra mahkota, terimakasih atas perhatianmu kepada kami” kata Eun A kepada Youngmin.

“Oppa.. kau tidak memberiku mantel?” bisik Eun A kepada Youngmin.

“Ah aku lupa karna aku benar-benar khawatir kepada Eun Kyo jadi aku lupa” kata Youngmin.

“Tidak perlu hyung, penyakitpun akan takut kepada putri yang galak ini” kata Kwangmin pelan.

“yak!! Kau benar-benar mengajakku berkelahi? Kata Eun A pelan kepada Kwangmin.

“Heishhh… kalian ini, kalian akan berpisah masih saja bertengkar” kata Youngmin kepada Eun A dan Kwangmin. Minwoo hanya terus-terusan terkekeh melihat Eun A dan Kwangmin.

“Apakah kalian sudah selesai berbicara. Sebaiknya kita segera brangkat putri” kata Hyunseong kepada Eun A dan Eun Kyo. Kedua putri itu masuk ke kereta kuda dan Eun Kyopun menatap Youngmin dari jendela kereta kuda tersebut. Youngmin pun hanya bisa menatapnya dengan sedih karna Eun Kyo kembali ke kerajaannya dan diapun belum sempat mengutarakan perasaannya kepada Eun Kyo.

Author POV

Sesampanya dikerajaan Lee, Eun A dan Eun Kyo menuju ke ruangan appanya dimana raja Lee Hwa berbaring.

“Appa……..” kata Eun A dan Eun Kyo bersamaan dan mendekat ke tempat appanya berbaring.

“Appa gwenchana?” tanya Eun Kyo.

“Ne appa tidak apa-apa, ah jendral Hyun Seong disini juga. Maaf aku telah merepotkanmu” kata Lee Hwa.

“Gwenchana raja Lee Hwa, sudah tugasku melindungi kedua putrimu. Bagaimana keadaan anda?” kata Hyun Seong.

“Aku hanya merasa kelelahan saja” kata Lee Hwa.

“Jagalah kesehatan anda raja” Kata Hyun Seong.

“Ne…” kata Lee Hwa sambil tersenyum.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

1 Minggu Kemudian

Youngmin POV

Sudah seminggu sejak Eun Kyo kembali ke kerajaan Lee, ya seminggu tapi rasanya seperti sudah berbulan-bulan aku tidak melihatnya. Aku sangat merindukannya ‘ Eun Kyo-ya… bogoshipo….’ Aku belum mengatakan bagaimana perasaanku terhadapnya. Bagaimana dia sekarang? Bagaimana suasana hatinya? Sedang apa dia disana? Aku sungguh ingin mengetahui apa saja yang ia lakukan, ingin selalu melihatnya, dan selalu berada di dekatnya. Aishhh…. Jinja… aku benar-benar sudah gila.

“Hei Putra Mahkota, kau terlihat buruk akhir-akhir ini, apa kau akan menjadi gila?” tanya Minwoo.

“Diam kau” kataku kepada Minwoo yang sedari tadi bersamaku mengerjakan tugas Negara di ruanganku.

“Hahaha…. Aku tau apa yang ada dipikiranmu” kata Minwoo dengan tersenyum. Akupun tidak menanggapi perkataan Minwoo itu.

“Menurutmu apakah Eun Kyo juga memikirkan seperti kau memikirkan dia?” tanya Minwoo dan membuatku tersadar dan menghentikan aktivitasku mengecek beberapa dokumen karna akupun juga belum tau apakah Eun Kyo juga menyukaiku seperti aku mencintainya.

“Minwoo-ya…. Apa yang harus ku lakukan?” tanyku kepada Minwoo.

“Sudah jelas bukan? Yang harus kau lakukan adalah menyelesaikan urusanmu dengan dokumen-dokumen ini hahaha” kata Minwoo yang jelas-jelas menanggapi pertanyaanku dengan candanya, itu membuatku kesal. Kulmpar salah satu gulungan dokumen ke arahnya.

“Ya ya ya… Putra mahkota melakukan hal seanarkis ini, sungguh tidak pantas” kata Minwoo sambil mengeluarkan smirk liciknya.

“Minwoo-ya aku bertanya dengan serius tapi kau malah seperti itu” kataku kepada Minwoo.

“Kurasa kelak aku akan menjadi penasehat raja ketika kau menjadi raja hahaha” kata Minwoo dengan sombongnya.

“Jangan terlalu percaya diri, raja mana yang sudi memiliki penasehat sepertimu” kataku kepada Minwoo untuk menghentikan kepercayaan dirinya itu.

“Tentu saja Kau yang akan mengangkatku sebagai penasehatmu kelak” kata Minwoo dengan polosnya. Ya memang kata-kata Minwoo itu benar, kami tumbuh bersama dan dia sangat baik melakukan tugas-tugasnya untuk kerajaan ini.

“Lalu sebagai penasehatku untuk sementara ini, aku bertanya kepadamu. Apa yang harus kulakukan?” tanyaku kepada Minwoo.

“Kau benar-benar menyukai Eun Kyo?” tanya Minwoo kepadaku.

“Ne…”jawabku singkat.

“Kau ingin berada disampingnya terus” tanyanya lagi.

“Ne…”jawabku lagi.

“Kau ingin memiliki Eun Kyo seutuhnya?” tanyanya lagi.

“Tentu saja” kataku dengan mantap.

“Yasudah kau tak perlu melakukan apa-apa” kata Minwoo yang membuatku terbelalak.

“Mwo? Apakah itu solusi dari calon penasehat raja terbaik?” kataku kesal kepada Minwoo.

“Hei putra mahkota… tenang saja, aku telah melakukan tugasku sebagai penasehat terbaikmu” kata Minwoo yang membuatku penasaran.

“Apa maksudmu?” tanyaku kepada Minwoo.

“Aku telah mengaturnya” kata Minwoo singkat.

“Mengatur apa? Apa yang kau lakukan?” tanyaku lagi.

“Aku dan Kwangmin telah membicarakannya bersama appamu” katanya dengan santai.

“Mwo?? Kalian melakukan sesuatu yang tak ku ketahui?” tanyaku penasaran kepada Minwoo.

“Aku dan Kwangmin berbicara tentang calan putri mahkota kerajaan Kim yang megah ini hahaha” kata Minwoo dengan tawanya.

“Maksudmu?” tanyaku lagi karna bingung.

“Dasar kau ini putra mahkota pabbo begitu saja tidak tau. Jadi aku dan Kwangmin bilang ke Donghyun ajusshi bahwa kau menyukai Eun Kyo dan kami memberikan pertimbangan pada beliau bahwa Eun Kyo pantas menjadi putri mahkota untuk kerajaan ini. Kali ini kau faham maksudku?” kata Minwoo.

“Yashhh… kalian ini, kenapa kalian tidak mengajakku untuk mengatakan itu” tanyaku kesal kepada Minwoo.

“Hahaha sudahlah seperti yang aku bilang, biar aku yang urus persoalan ini” kata Minwoo dengan santainya.

“Memang kau dan Kwangminlah yang benar-benar mengetahui bagaimana perasaanku” kataku jujur.

“Tentu saja, sepertinya sebentar lagi Donghyun ajusshi akan memberi tahumu keputusan untuk menentukan putri mahkota. Aku harap dengan perkataanku dan Kwangmin kemarin, donghyun ajusshi akan memilih Eun Kyo” kata Minwoo yang membuatku resah.

“Jadi appa belum tentu memilih Eun Kyo untukku?” tanyaku.

“Ne… Ajusshi harus membicarakannya dengan yang lain, termasuk kepada appaku.” Kata Minwoo santai sambil membaca dokumen-dokumen yang ada di meja.

“Jeongmin ajusshi juga?” tanyaku.

“Ne.. tenang saja, aku sudah urus itu” kata Minwoo.

“Apakah appa akan setuju dengan Eun Kyo?” tanyaku.

“Entahlah tapi tenang saja kau juga berhak mengutarakan pendapatmu jika itu bukan Eun Kyo. Lagi pula kandidatnya putri-putri yang sangat cantik juga. Kau takkan menyesal jika mendapatkan salah satu dari mereka” kata Minwoo, sepertinya dia menggodaku tapi aku tak tau itu benar atau tidak.

“Jika bukan Eun Kyo aku tidak mau” kataku singkat.

“Hahahaha…. Lihat saja nanti putra mahkota” kata Minwoo dengan santainya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

                Donghyun memanggil putra mahkota untuk menemuinya di ruangannya. Youngmin segera menemui appanya, dia tau bahwa ada pembicaraan tentang dirinya dan calon putri mahkota. Diapun sampai di depan pintu ruangan appanya, ia berhenti sejenak dan menghela nafas dalam-dalam sebelum mengetuk pintu ruangan appa.

*tokkk… tokkk…. Tokkkk….*

“masuklah” youngmin mendengar suara dibalik pintu itu dan ia tau itu suara appanya. Youngmin masuk keruangan appanya.

“Appa, aku datang” kata Youngmin kepada appanya.

“Ne… duduklah, aku ingin membicarakan sesuatu kepadamu” kata Donghyun.

“Ne…” kata Youngmin dengan duduk didekat appanya.

“Youngmin-ah…. Aku telah memikirkan ini selama beberapa hari. Karna kau juga sudah dewasa, aku ingin memilihkan putri mahkota yang nantinya menjadi ratu di kerajaan ini” kata Donghyun.

“Ne… aku tau appa” kata Youngmin.

“Sebenarnya ada beberapa putri dari beberapa kerajaan tetangga seperti kerajaan Choi, Kerajaan Park, Kerajaan Lee dan Kerajaan Kang yang aku ketahui memiliki kemampuan yang baik dan dapat menjadi ratu” kata Donghyun. Dan Youngminpun memperhatikan ucapan Donghyun dengan baik-baik, raut mukanya tegang karna dia juga tidak tau siapa yang dipilih appanya. Yang jelas Youngmin ingin sekali Eun Kyo yang mendampingi hidupnya untuk memimpin Negara ini.

“Appa telah mempertimbangkannya matang-matang tapi aku tidak tau apakah kau akan menyukai keputusanku ini” kata Donghyun dan jantung Youngminpun berdebar menunggu appanya menyebutkan nama dari putri itu.

“Aku pikir Eun Kyo dari kerajaan Lee adalah gadis yang baik yang memiliki kemampuan yang cukup untuk mendampingimu kelak” kata Donghyun kepada Youngmin yang membuat hati youngmin bagaikan es yang mencair, saking terkejutnya dia hanya bisa mematung.

“Youngmin-ah…. Kau kenapa? Kau tidak menyukai keputusanku? Kalau begitu aku akan mengatakan pada Jeongmin agar dia tidak berangkat ke kerajaan Lee untuk mengatakan perjodohan ini” kata Donghyun.

“A a ani appa… tidak seperti itu. Aku menyetujuinya ne… aku menyetujuinya. Jebal…. Jangan batalkan perjodohan ini” kata Youngmin dengan panik.

“Ternyata benar kata adikmu dan Minwoo, ternyata kau menyukainya hahaha” kata Donghyun sambil tertawa melihat tingkah putranya.

“Ne appa, aku menyukainya. Aku harap kerajaan Lee akan menerima perjodhan ini, besok ikutlah bersama Jeongmin dan Kwangmin ke Kerajaan Lee untuk membicarakan hal ini.

“Ne… Gomawo appa” kata Youngmin sambil tersenyum kepada appanya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

                Pagi ini Jeongmin, Kwangmin dan Youngmin pergi ke Kerajaan Lee untuk menyampaikan niatan baik untuk perjodohan antara Youngmin dan Eun Kyo. Perjalanan berjam-jam  mereka lalui hingga sampailah ke wilayah kerajaan Lee.

“Wah negri ini ternyata sangat indah dan nyaman” kata Kwangmin.

“Ne… memang keindahan wilayah kerajaan Lee memang sudah terkenal dimana-mana” kata Jeongmin.

“Wah sayang sekali Minwoo tidak ikut dengan kita. Ajusshi mengapa kau tidak mengijinkan Minwoo untuk ikud dengan kita?” tanya Kwangmin kepada Jeongmin.

“Aku menugaskan Minwoo untuk menyelesaikan sesuatu pangeran, jadi dia harus tetap berada di istana” kata Jeongmin.

“Ajusshi sepertinya kau mempersiapkan Minwoo secara matang untuk mengabdi kepada kerajaan” kata Youngmin kepada Jeongmin.

“Ne… aku harap kelak dia akan lebih baik dariku, hingga dapat membantu kerajaan secara lebih baik lagi dan melayani kalian dengan baik. Demi negri kita” kata Jeongmin dengan senyum bahagia.

“Ajusshi memang kaulah yang terbaik” Kata Youngmin sambil mengacungkan jempolnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

Sesampainya di Kerajaan Lee, mereka disambut oleh putra mahkota kerajaan Lee yaitu Lee Seong Il dan beberapa pengawal kerajaan. Lee Seong Il pun menyambut mereka dengan hangat.

“Selamat datang dikerajaan Lee, aku Lee Seong Il, putra mahkota kerajaan ini” kata Seong Il dengan ramahnya.

“Suatu kehormatan disambut oleh putra mahkota secara langsung” kata Jeongmin sambil sedikit membungkukan punggungnya kepada Seong Il.

“Maaf appa masih harus beristirahat di dalam kastil jadi tidak bisa menyambut kedatangan kalian” sambung Seong Il.

“Ah gwenchana…. Bagaimana keadaan raja Lee Hwa?” tanya Jeongmin.

“Sudah sedikit membaik tapi harus banyak istirahat lagi” kata Seong Il.

“Ini adalah putra mahkota kerajaan Kim yaitu Youngmin dan yang satunya lagi adalah Pangeran Kwangmin” kata Jeongmin  mengenalkan Youngmin dan Kwangmin kepada Seong Il.

“Inikah Pangeran kembar yang terkenal itu? Benar-benar sangat mirip dan sangat tampan” kata Seong Il.

“Putra mahkota sungguh berlebihan, ne.. aku adalah putra mahkota dari kerajaan Kim dan dia adikku pangeran Kwangmin” kata Youngmin yang memperkenalkan dirinya kepada Seong Il.

“Kalau begitu silahkan masuk ke Kastil kami, aku akan mengantarkan kalian ke ruangan appa” kata Seong Il kepada mereka dan merekapun memasuki kastil kerajaan Lee.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

Sesampainya Jeongmin, Youngmin dan Kwangmin diruangan raja Lee Hwa, terlihat betul kondisi raja Lee Hwa Nampak tidak lebih baik dari sebelumnya. Jeongmin datang mewakili raja dari kerajaan Kim untuk membicarakan perjodohan antara Youngmin dan Eun Kyo.

“jadi raja Lee, langsung saja sesuai surat yang sebelumnya sudah kami kirimkan ke kerajaan Lee, kedatangan kami disini untuk menindak lanjuti surat tersebut dan membicarakan tentang perjodohan antara putra mahkota Youngmin dan putri Eun Kyo” kata Jeongmin yang langsung berterus terang kepada raja Lee.

“Ne…. aku mengerti. Aku menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Eun Kyo. Jika dia menyetujuinya berarti aku setuju jika dia berkata tidak berarti tidak ada perjodohan” kata raja Lee Hwa.

“Lalu bagaimana menurutmu putri Eun Kyo?” tanya Jeongmin kepada Eun Kyo yang sedari tadi duduk diam disamping appanya.

“Aku telah memikirkan ini matang-matang. Aku harap semua menerima keputusanku ini” kata Eun Kyo lalu ia terdiam beberapa saat, membuat Youngmin yang sedari tadi menatapnya menjadi tegang karna menunggu keputusan dari Eun Kyo. Eun Kyo hanya tertunduk dan belum melanjutkan perkataannya lagi. Sesaat kemudian Eun Kyo memandang ke arah Youngmin yang sedang harap-harap cemas menunggu keputusannya.

“Appa…. Aku bersedia menjadi putra mahkota untuk kerajaan Kim dan aku akan berusaha mendampingi putra mahkota Youngmin. Kelak aku akan berusaha juga menjadi ratu yang baik untuk mendampingi raja” kata Eun Kyo dengan mantap dan berhasil membuat Youngmin tersenyum bahagia mendengarnya.

Youngmin POV

“Appa…. Aku bersedia menjadi putra mahkota untuk kerajaan Kim dan aku akan berusaha mendampingi putra mahkota Youngmin. Kelak aku akan berusaha juga menjadi ratu yang baik untuk mendampingi raja” kata Eun Kyo yang berhasil membuat hati seperti padang pasir gersang yang dituruni hujan yang menyegarkan, Eun Kyo-ya gomawo,

“Sepertinya kita akan segera mempersiapkan banyak acara setelah ini. Raja Lee dan putri Eun Kyo, terimakasih karna kalian mau menerima perjodohan ini” kata Jeongmin ajusshi. Ah sebenarnya aku tidak mempedulikan apa acara setelah ini. Aku hanya ingin memiliki Eun Kyo seutuhnya. Neomu saranghaeyo Eun Kyo-ya.

“Ya! Hyung! Berhentilah menatap Eun Kyo seperti itu” kata Kwangmin yang menghentikan lamunanku  menatap Eun Kyo.

“Kwangmin-ah kau menggangguku, sekarang dia adalah calon kakak iparmu” kataku kepada Kwangmin.

“Ne… aku tau, kau sedang bahagia sekarang. Sementara kalian disini aku ingin berkeliling kastil ini” kata Kwangmin.

“Pergilah, aku sedang tidak peduli kepadamu” kataku yang benar-benar tak peduli dengan Kwangmin dan hanya menatap Eun-Kyo.

“Haishhh…. Berhentilah bersikap seperti itu, jagalah karismamu didepan Eun Kyo” kata Kwangmin lalu ia meminta ijin untuk keluar dari ruangan ini.

 

Kwangmin POV

                Aku memutuskan untuk keluar dari ruangan raja Lee itu untuk melihat-lihat kastil ini, dan tiba-tiba putra mahkota dari kerajaan Lee ikut keluar. Kenapa dia keluar? Apa dia seperti aku yang bosan mendengar percakapan yang ada di dalam?

“Ah pangeran Kwangmin, ada apa kau keluar dari ruangan? Apa kau merasa tidak nyaman?” tanya Seong Il padaku.

“Ah ani… aku hanya ingin menghirup udara segar saja dan melihat-lihat kastil kerajaan Lee ini” kataku pada Seong Il, walau bohong tapi aku tidak boleh mengatakan kalau aku bosan kan? bosan berarti butuh udara segar juga hahaha…

“Oh begitukah, kau tidak boleh sendirian bagaimanapun juga kau adalah tamu kehormatan disini. Ah Eun A-ya, kebetulan sekali kau ada disini” kata Seong Il sambil melihat orang yang berada di blakangku. Eun A? sepertinya aku mengenalnya. Ah ya… dia putri srigala itu. Akupun menoleh kebelakang karna Seong Il mengalihkan pandangannya ke orang yang berada di belakangku dan benar saja aku melihat Eun A sedang berjalan menuju ke arah kami berdua berada.

“Eun-A ya tolong temani pangeran ini untuk berkeliling kastil” kata Seong Il. Mwo?? Kenapa aku harus ditemani oleh dia?

“Ah putra mahkota, cukup di temani oleh salah satu pengawal saja. Ini akan merepotkan putri kalau harus menemaniku” kataku mencoba menggunakan nada seramah mungkin.

“Dia bisa berkeliling sendiri oppa, kenapa aku harus menemaninya?” kata Eun A dengan nada ketusnya kepadaku, aku juga tak ingin kau temani.

“Ya! Eun A-ya jaga perkataanmu, pangeran adalah tamu kehormatan disini, bersikaplah sopan selayaknya seorang putri” kata Seong Il dengan nada yang tegas kepada adiknya itu.

“Oh maafkan adikku ini pangeran, bukan maksud dia berbicara tidak sopan padamu. Aku minta maaf atas adikku” kata Seong Il padaku.

“Ne… aku mengerti mungkin dia masih terlalu muda jadi mudah terserang emosi mudanya” kataku sambil tersenyum, sebenarnya aku bermaksud untuk menyindir putri srigala itu.

“Ya… apa maksudmu aku masih terlalu muda. Kau hanya lebih tua dariku satu tahun seakan-akan kau…..” kata Eun A terhenti karna melihat Seong Il yang menatapnya tajam seakan ingin memarahi adiknya.

“Eun A-ya!! Hentikan, temani pangeran Kwangmin dan berhentilah bersikap seperti itu, bersikaplah yang sopan kepada pangeran Kwangmin” Kata Seong Il yang membuatku senang hahaha….. gadis ini jadi sangat penurut sekali ketika Seong Il berkata dengan serius kepadanya.

“Pangeran, kau bisa bilang kepadaku jika Eun A berlaku tidak baik kepadamu. Aku akan menindak lanjutinya jika dia tidak bertindak sopan kepadamu” kata Seong Il yang membuatku puas hahaha….

“Tentu saja putra mahkota dengan senang hati” kataku sambil menatap Eun A dengan smirk jahatku.

“Baiklah aku akan kembali keruangan appa, bersenang-senanglah di kastil ini” kata Seong Il sambil tersenyum.

“Ne… gomawo” kataku dengan senang dan Seong Ilpun berbalik menuju pintu ruangan yang ku tinggalkan tadi.

“yashhh… kau ini benar-benar pangeran pabbo” kata Eun A sambil mengangkat tangannya seakan ingin memukulku dan langsung saja aku memanggil Seong Il “Putra mahkota….” Kataku dan sukses membuat tangan Eun A terhenti dan batal melukai kepalaku.

“Ne??” kata Seong Il berbalik menatapku dan melihat tanga Eun A yang hampir mendarat di kepalaku.

“Ah Pangeran sepertinya ada sesuatu di rambutmu, sebentar-sebentar” kata Eun A sambil membelai rambutku, aku tau dia berbohong hahaha sekarang kau ada dikendaliku.

“Ah ani… gwenchana, kembalilah kesana”  kataku sambil tersenyum ramah sambil mengejek Eun A yang kesal karna tidak berkutik lagi.

“ya!!! Kau!!” kata Eun A yang sepertinya benar-benar kesal kepadaku.

“Hahaha…. Sudahlah jangan mengajakku berkelahi saat ini, aku sudah cukup lelah dengan perjalananku kemari” kataku dengan nada malas kepada Eun A, nyatanya aku juga benar-benar lelah dengan perjalanan jauh ini.

“Kalau kau lelah kenapa malah ingin berkeliling kastil?” katanya padaku dengan nada bicara yang lebih halus dari sebelumnya, sepertinya dia luluh karna aku bilang aku sedang lelah.

“Aku bosan berada di dalam, lagi pula aku tau kalau Eun Kyo akan menerima Youngmin. Pembicaraan sudah mulai kurang menarik bagiku. Aku ingin beristirahat di tempat yang nyaman” kataku pada Eun A.

“Kau ingin beristirahat di kamar? Pelayan akan menyiapkan kamar untukmu” kata Eun A, aku tau sebenarnya dia adalah gadis yang baik dan lugu cuma kadang dia menyebalkan, mungkin karna aku yang memancingnya.

“Tidak usah, antarkan saja aku ke taman kastil ini. Ah tapi aku tak tau taman disini senyaman kastil di kastil kerajaan Kim atau tidak” kataku.

“Tenang saja taman di kastil ini juga indah. Kajja….” Kata Eun A dengan semangat dan menarik tanganku.

“Ya!! Bisakah kau tidak menarikku seperti ini?” kataku kepada Eun A yang masih tetap menarikku.

“Agar kita segera sampai” katanya dan akupun hanya mengikuti kemauannya, aku sedang malas melawannya.

Eun A POV

Aku mengajak Kwangmin ke taman belakang kastil, disini suasananya sangat tenang dan banyak pepohonan rindang serta ada sebuah kursi taman yang panjang, dua kursi taman kecil dan sebuah meja ditengahnya yang berada di bawah pohon rindang. Aku rasa dia akan nyaman beristirahat disini seperti yang ia lakukan taman kerajaan Kim.

“eotteoke??? Tidak buruk kan?” tanyaku kepadanya.

“Ne… disini lumayan nyaman” katanya sambil merebahkan tubuhnya yang tinggi itu di kursi taman yang panjang. Akupun duduk menemaninya di salah satu kursi kecil di dekatnya.

“Sepertinya kau benar-benar lelah” kataku.

“Ne… akhir-akhir ini banyak tugas dari istana, appa memberiku banyak tugas yang harus diselesaikan” kata Kwangmin dengan mata terpejam dan terlihat benar-benar cool melihat usahanya menjadi seorang pangeran yang baik untuk kerajaannya.

“Kau setuju dengan perjodohan Youngmin oppa dengan Eun Kyo eonni?” tanyaku basa basi agar kami tidak salin diam.

“Tentu saja Youngmin hyung sangat mencintainya, Eun Kyo juga perempuan yang baik dan cantik. Aku rasa kelak dia bisa menjadi ratu yang baik dikerajaanku. Kau tak perlu khawatir, Youngmin adalah laki-laki yang bertanggung jawab. Dia tidak akan menyakiti Eun Kyo” kata Kwangmin.

“Ne… aku rasa aku bisa mempercayainya. Bagaimana dengan kau? Kau tidak ingin menikah seperti hyungmu?” tanyaku penasaran.

“Meskipun kau bodoh tapi kau cukup tampan dan kau juga seorang pangeran. Pasti ada gadis yang mau kepadamu meski hanya satu orang hahaha” ejekku.

“Kau ini gadis yang tidak pandai, bisa-bisanya mengataiku bodoh. Aku sangat terkenal dikalangan para gadis tapi aku belum memikirkan tentang pernikahan dan belum ada yang menarik bagiku” kata Kwangmin yang entah mengapa membuatku senang mendengarnya.

“Eun A-ya, sebenarnya apa yang terjadi pada raja Lee Hwa? Dia terlihat tidak lebih baik dari sebelumnya” tanya Kwangmin yang membuatku sedih mendengarnya.

“Apakah harus ku katakan apa yang terjadi sebenarnya? Ini hal rahasia diantara keluarga kerajaan” kataku dengan sedih.

“Tentu saja, kerajaan kita akan menjadi keluarga. Katakan saja” kata Kwangmin.

“Sebenarnya appa tidak sakit karna benar-benar sakit. Ada yang meracuni beliau” kataku sambil tertunduk karna sedih mengingatnya kembali.

“Mwo?? Hal seperti itu bisa terjadi?” tanya Kwangmin.

“Ne… kami juga tak menyangkanya, mereka sangat lihai hingga bisa melakukan hal itu. Untung saja belum terlambat menyelamatkan appa kalau tidak…..” akupun tak sanggup melanjutkannya.

“Siapa yang berani melakukan itu?” tanyanya lagi.

“Setelah diselidiki, racun itu hanya bisa dibuat oleh pihak kerajan Park” kataku.

“Mwo? Kerajaan Park. Pantas saja dipertemuan kemarin aku melihat gelagat buruk raja kerajaan Park terhadap raja Lee Hwa, dia selalu menentang perkataannya” kata Kwangmin.

“Kami masih belum tau, apakah perang akan terjadi. Tapi sampai saat ini kami belum ingin menindak lanjutinya. Terlalu berbahaya jika terburu-buru. Lagi pula perjodohan antara Youngmin oppa dengan Eun Kyo oenni membuat situasi sungguh menyenangkan. Senang sekali kami menjadi keluarga dari salah satu kerajaan terkuat” kataku dengan merubah suasana sedih menjadi bahagia.

“Aku akan membicarakan hal ini kepada appa, dan membicarakan bagaimana kasus ini harus ditindak lanjuti” kata Kwangmin.

“jinja?? Gomawo…..” kataku sambil tersenyum.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

Beberapa hari setelah hari Kwangmin mengunjungi kerajaan Lee tiba-tiba mereka mendapatkan kabar buruk yang terjadi di kerajaan Lee. Saat itu Kwangmin dan Youngmin berada di ruangan Youngmin untuk mengerjakan tugas-tugas mereka seperti biasanya. Minwoo berlari dengan cepat untuk mencari mereka. Dan diapun datang dengan tersengal-sengal di ruangan Youngmin.

“Apa yang terjadi denganmu? Apakah kau dikejar oleh sadako?” tanya Kwangmin dengan candanya.

“Ada hal buruk terjadi hahhhh hahhh hahhhhh….” Kata Minwoo sambil tersengal-sengal.

“Apa yang terjadi, tenangkan dirimu dulu dan cepat katakan apa yang terjadi” kata Youngmin dengan wajah panik.

“Eun A…..” kata Minwoo yang belum sempat melanjutkan perkataannya karna masih terlalu lelah.

“Mwo? Apa yang terjadi dengannya?” tanya Kwangmin.

“Eun A diculik. Pengawal istana kerajaan Lee melihat dia dibawa oleh orang yang tak dikenal dan mereka tidak bisa menghadapinya dan para pengawal lain terlambat datang untuk menyelamatkannya” kata Minwoo.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~TBC~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

This entry was posted by kepangmusic.

11 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] PRINCE – Chapter 04

  1. Wah thor, tbcnya pas banget bikin orng tegang sama penasaran. Daebakkk… Bagus, bagus, bagus ^o^
    Lnjutannya jangan lama” ya thor 🙂😀

  2. Aniyaaa!!!!
    *jingkrak2

    Author!
    Kelanjutannya mohon cepat ya???!!!
    Jebaaal!
    Special buat ultah qhu hri ini😄
    *paboo -_-

    Jebal secpatnya ne thor??!!

    Eh, iya 1 lgi…
    Mian k’lo cma coment d part ini😄
    Coz ktinggalan crta sih XDD

    • o ya??? happy birthday…… iya author bikin deh buat kado ultah kamu, mungkin bakal author kirim besok tapi nggak tau juga mau di post sama admin blog ini kapan. sabar yaaaa…… kan nambah usia jd nambah sabarnya😀 makasih lho udah ngikutin ffnya author🙂

      • hihihi~ admin akan posting next chapternya satu minggu kemudian stlh postingan chapter sblmnya naik😀

        ingetin admin jg y kalo ngepostingnya kelamaan keke~

        ^-^)/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: